You are on page 1of 6

Vol. 20 No.

1 April 2013 ISSN : 0854-8471

PERSEPSI PENYEDIA JASA KONSTRUKSI TERHADAP EFEKTIFITAS DAN
EFISIENSI AANWIJZING ELEKTRONIK

Yervi Hesna1,*), Suwardi Siregar2)
1)
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil
Universitas Andalas Padang
*Email : yervi@ft.unand.ac.id
2)
Alumni Jurusan Teknik Sipil
Universitas Andalas Padang

ABSTRAK
Aanwijzing merupakan media tanya jawab antara penyedia jasa dengan panitia atau aanwijzer mengenai
proyek yang akan dilelang. Pada pelelangan konvensional, aanwijzing dilakukan dengan cara mempertemukan
langsung antara penyedia jasa dan aanwijzer. Sedangkan pada pelelangan secara elektonik (e-Procurement),
aanwijzing dilakukan secara online. Penelitian ini mengkaji tentang efisiensi dan efektifitas pelaksanaan
aanwijzing online yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa pada pelelangan elektronik yang diadakan oleh
LPSE. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada beberapa penyedia jasa konstruksi
yang sudah pernah mengikuti pelelangan secara elektronik yang diadakan oleh LPSE, baik itu LPSE provinsi,
kota, kabupaten maupun instansi yang ada di Sumatera Barat. Dari kuisioner yang disebarkan, diperoleh data
tentang bersarnya biaya dan waktu yang dihabiskan penyedia jasa dalam mengikuti aanwijzing konvensional
dan aanwijzing online, serta pendapat penyedia jasa tentang efektifitas dan efisiensi pada aanwijzing online.
Kata Kunci : Aanwijzing, Elektronik, Persepsi, Penyedia Jasa

1. PENDAHULUAN peluang usaha, serta mendorong terjadinya
persaingan yang sehat dan terwujudnya keadilan
Secara konvensional, pengadaan barang/jasa
(non discriminative) bagi seluruh pelaku usaha
dilakukan dengan langsung mempertemukan secara
yang bergerak di bidang pengadaan barang/jasa
fisik pihak-pihak yang terkait seperti penyedia
pemerintah.
barang/jasa dan pengguna barang/jasa. Kelebihan
yang didapat dari sistem ini adalah para pengguna Dikeluarkanya Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang
dan penyedia barang/jasa dapat secara bersama- Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mewajibkan
sama mendiskusikan tentang transaksi yang akan Kementrian/ Lembaga/ Daerah/ Instansi (K/L/D/I)
dilakukan. Tetapi kelemahannya metode pengadaan membentuk Unit layanan Pengadaan (ULP) paling
konvensional dipandang dapat menimbulkan lambat tahun anggaran 2014 dan wajib
praktek kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). melaksanakan pengadaan barang/ jasa secara
Pada Instruksi Presiden No. 5 tahun 2004 tentang elektronik (e-Procurement) untuk sebagian atau
Percepatan Pemberantasan Korupsi, di butir ke-4 seluruh paket pekerjaan pada Tahun Anggaran 2012
disebutkan salah satu cara untuk mencapai tujuan yang dapat dilihat pada pasal 130 ayat 1 dan pasal
tersebut adalah dengan mengimplementasikan e- 131 ayat 1 Perpres No.54 Tahun 2010.
procurement pada semua proses pengadaan barang Pada pelaksanaannya e-Procurement dilaksanakan
dan jasa pemerintah (Sulaiman, 2005). dengan meminimalkan pertemuan antara panitia
Pelaksanaan proses pengadaan barang/jasa dengan pihak penyedia jasa dengan tujuan agar
pemerintah secara elektronik (e- procurement) terjadi persaingan sehat. Hal ini dapat dilihat pada
dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas teknologi keseluruhan proses pelelangan yang dimulai dari
komunikasi dan informasi. Proses pengadaan pengumuman pelelangan, download dokumen
barang/jasa pemerintah secara elektronik ini pemilihan dan kualifikasi, penjelasan dokumen
dipandang lebih meningkatkan dan menjamin lelang (aanwijzing), upload dokumen penawaran
terjadinya efisiensi, efektifitas, transparansi, dan (dokumen penawaran harga, administrasi dan
akuntabilitas dalam pembelanjaan uang negara. teknis) serta dokumen kualifikasi, evaluasi
Selain itu, proses pengadaan barang/jasa penawaran, evaluasi dokumen kualifikasi dan
pemerintah secara elektronik ini juga dapat lebih pembuktian kualifikasi, upload berita acara hasil
menjamin tersedianya informasi, kesempatan dan pelelangan, penetapan pemenang, pengumuman

TeknikA 40

dokumen antara panitia dengan penyedia Di sisi lain aanwijzing elektronik juga hendaknya barang/jasa melalui media elektronik untuk bisa mempermudah dan menguntungkan penyedia menggantikan fungsi dari aanwijzing kantor. Seluruh penyedia jasa konstruksi gambar berikut : calon peserta lelang akan menerima penjelasan dari panitia lelang tentang pekerjaan yang akan dilelangkan. sekaligus memberikan saran. surat Penyampaian penjelasan dilakukan dengan penunjukan Penyedia Barang/jasa dan cara membacakan isi dokumen pengadaan penandatanganan kontrak. TeknikA 41 . Sehingga. biaya masing-masing calon peserta lelang. Mengetahui kondisi lokasi diatur oleh panitia pengadaan. bahwa peninjauan lokasi pekerjaan dapat Pada pelaksanaannya aanwijzing elektronik tidak dilakukan jika dipandang perlu. halaman per halaman. masa sanggah hasil lelang. Pada komunikasi secara panitia. pertanyaan maupum Aanwijzing elektronik merupakan penjelasan jawaban harus dituangkannya dalam bentuk tulisan. Dari beberapa kondisi aanwijzing elektronik ini sudah diatur melalui di atas perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan efisiensi dan efektifitas aanwijzing secara Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) tentang tatacara e- elektronik berdasarkan persepsi penyedia jasa Tendering. panitia mengenai proyek yang akan dilelang. pertanyaan dan jawaban bisa risiko biaya lain. Seluruh peserta dianggap sudah Pelaksanaan aanwijzing dapat menjadi acuan bagi memahaminya. Penyedia jasa memberikan pertanyaan dan panitia/ namun aanwijzing lapangan itu sangat aanwijzer memberikan jawaban secara online berguna dalam proses pembuatan melalui situs LPSE dengan jangka waktu yang telah penawaran. Sedangkan pada komunikasi online. Dari 20 Terdapat dua macam kegiatan penjelasan pekerjaan responden yang diteliti. jasa untuk mengikutinya. secara pasti akan dapat membantu perhitungan anggaran biaya menjadi lebih Komunikasi secara online tentu berbeda dengan riil. Adapun mekanisme pelaksanaan biaya dan waktu perjalanan. dan berita acara mengenai pasal-pasal dalam RKS (Rencana Kerja perubahan (jika ada) sudah ditandatangani dan Syarat-Syarat) dan merupakan media tanya oleh perwakilan peserta. 1. serta memprediksi adanya risiko- visual pendapat. Meskipun di penjelasan pekerjaan dilakukan secara online dalam dokumen pengadaan dinyatakan selanjutnya disebut dengan aanwijzing elektronik.Vol. yang keberatan. adalah penjelasan Jumlah responden perusaahaan jasa konstruksi pekerjaan yang dilakukan dalam ruangan berdasarkan gred perusahaan dapat dilihat pada tertentu. AANWIJZING KONVENSIONAL melalui survey terhadap responden perusahaan jasa DAN AANWIJZING konstruksi yang sudah pernah mengikuti lelang ELEKTRONIK elektronik pada LPSE Sumatera Barat pada paket lelang tahun anggaran 2010 dan 2011. hanya 14 responden yang atau aanwijzing yaitu : mengembalikan kuisioner. maka tidak ada lagi jawab dan diskusi antara penyedia jasa dengan diskusi mengenai dokumen pengadaan. adalah penjelasan penawaran. dan atas mempertemukan panitia dengan penyedia jasa. Penelitian tentang kajian efektifitas dan efisiensi pelaksanaan aanwijzing elektronik ini dilaksanakan 2. Dan bila ada hal-hal Rapat penjelasan pekerjaan secara tatap muka atau yang sifatnya meragukan dan merugikan. karena penyedia jasa Demikian juga untuk aanwijzing lapangan. pelaksanaan informasi yang diberikan dari aanwijzing aanwijzing elektronik seharusnya bisa mengurangi elektronik. penyedia jasa dalam menyusun dokumen 2. METODOLOGI yang ada di Sumatera Barat. mengontrol volume yang diberikan oleh komunikasi secara visual. Aanwijzing kantor. 1 April 2013 ISSN : 0854-8471 pemenang. Aanwijzing lapangan. 20 No. mengajukan barang/ jasa secara konvensional. yang lebih dikenal dengan aanwijzing merupakan maka peserta aanwijzing dapat langsung tahapan dalam sebuah pelelangan pada pengadaan mengajukan pertanyaan. diungkapkan dengan jelas dan langsung. sifatnya tidak perlu mendatangi suatu tempat untuk dilakukan jika diperlukan untuk melengkapi mengikuti aanwijzing. pekerjaan dengan cara melakukan Pada pengadaan barang/jasa secara elektronik rapat peninjauan ke lokasi pekerjaan. dilaksanakan untuk memberikan penjelasan Setelah aanwijzing selesai. konstruksi pada pelelangan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) 3.

33% responden sudah memahami sistem pelelangan secara elektronik yang diselenggarakan oleh LPSE. SNAPSHOT KONDISI TERKINI memiliki peralatan laptop / komputer di kantor PENYEDIA JASA KONSTRUKSI perusahaan. untuk itu penyedia jasa konstruksi d. Komunikasi pada aanwijzing online Mayoritas penyedia jasa konstruksi Sumatera Barat sudah berlangganan layanan internet (93. Biaya yang dikeluarkan penyedia jasa sebagian/seluruh paket-paket pekerjaan pada Tahun dalam mengikuti aanwijzing Anggaran 2012. e. Pengetahuan tentang pengalaman dan pengadaan barang/ jasa secara elektronik sudah pemahaman penyedia jasa dalam mulai menerapkan e-Procurement dalam pengadaan mengikuti e-Procurement barang/ jasa pada tahun 2008 di LPSE Sumbar. Jumlah Responden Berdasarkan Kemampuan penyedia jasa konstruksi Sumatera Gred Perusahaan Barat dalam melakukan pelelangan secara elektronik juga sudah cukup baik. Tingginya persentase penyedia jasa konstruksi yang TeknikA 42 . Jabatan Responden mengikuti pelelangan elektronik adalah penyedia jasa konstruksi yang masih minim pengalaman Instrumen survey disusun dalam format kuisioner dalam mengikuti pelelangan secara elektronik yakni yang dibagi menjadi 5 variabel serta 16 indikator.Vol. baru pernah mengikuti lelang elektronik sebanyak Adapun kelompok pertanyaannya adalah sebagai 1. b.67 %) sudah bisa Sedangkan jabatan responden dapat dilihat pada melakukan pelelangan sendiri tanpa dibantu oleh gambar berikut : administrator LPSE. Gambar 1. Untuk penyedia jasa konstruksi yang masih dibantu oleh administrator LPSE dalam mengikuti e-Procurement adalah penyedia jasa konstruksi yang berada pada gred-2 dan gred-3.33%) dan semua penyedia jasa konstruksi menyatakan sudah 4. Selain penyedia jasa yang berada pada gred rendah. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan belum siapnya SDM pada perusahaan gred-2 dan gred-3 dalam melakukan pelelangan elektronik. 54 pemahaman penyedia jasa dalam tahun 2010 bahwa K/L/D/I (Kementrian/ Lembaga/ mengikuti aanwijzing Daerah/ Instansi) wajib melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik untuk c. 1 April 2013 ISSN : 0854-8471 sudah memahami sistem e-Procurement turut dipengaruhi oleh besarnya partisipasi penyedia jasa dalam mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh LPSE Sumbar. penyedia jasa konstruksi yang masih dibantu oleh administrator LPSE dalam Gambar 2. Dari data yang MENGIKUTI E-PROCUREMENT diperoleh penyedia jasa yang tidak memiliki staf khusus IT bukan hanya perusahaan yang berada Dari hasil penelusuran kondisi terkini penyedia jasa pada gred rendah saja akan tetapi perusahaan grAd konstruksi Sumatera Barat memperlihatkan bahwa 7 juga ada yang tidak memiliki staf khusus IT.5 kali. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan yang diadakan oleh LPSE Sumbar tentang e- Procurement sudah membuahkan hasil yang baik. mayoritas responden yakni 93. 20 No. Sebagian besar penyedia jasa konstruksi (86. Sedangkan penyedia jasa konstruksi yang berada pada gred-4 sampai gred-7 sudah bisa melakukan pelelangan sendiri. Akan tetapi. Waktu pada pelaksanaan aanwijzing Sumatera Barat juga sudah mulai berbenah. tidak semua penyedia jasa SUMATERA BARAT DALAM konstruksi yang memiliki staf IT yang khusus menangani e-Procurement. Pengetahuan tentang pengalaman dan Sesuai dengan pasal 131 ayat 1 Perpres No. dimana 80 % dari penyedia jasa konstruksi sudah pernah mengikuti pelatihan e- Procurement yang dilaksanakan oleh LPSE Sumbar. berikut : Sumatera Barat sebagai salah satu pelopor a.

67% 66. PERSEPSI PENYEDIA JASA maksud pertanyaan peserta.67 % dari responden mempunyai persepsi bahwa komunikasi pada aanwijzing online masih kurang Gambar 3. Efektif Apabila pertanyaan yang masuk banyak. Kurang Efektif Sehingga disarankan Penyedia jasa yang mengikuti 66. 66. Sehingga ada kemungkinan 20% Tidak Efektif pertanyaan penyedia jasa tersebut sudah dijawab oleh panitia pada pertanyaan penyedia jasa lainnya. kadang. menjadi responden menyatakan telah memahami panitia bisa meminta diperjelas agar tidak terjadi sistem aanwijzing online. Efektif Dibandingkan dengan aanwijzing konvensional.67 salah jawab oleh panitia. Apabila panitia tidak memahami TeknikA 43 . Dari pelaksanaan aanwijzing online yang diikuti Berbeda dengan aanwijzing tatap muka apabila oleh penyedia jasa. Hal ini terlihat dari responden pernah Paket Perkerjaan Kecil mengalami kesulitan dalam mendiskusikan hal-hal hal yang bersifat teknis pada saat aanwinzing online.. Peserta P yang bertanya harus menyusun kata-kata kata yang tepat agar panitia memahami maksud pertanyaan mereka dengan baik.. Efektifitas Aanwijzing untuk Paket aanwijzing online tersebut. panitia 13.Vol. Partisipasi penyedia jasa yang selalu diragukan tentang proyek yang akan dilelang. Bisa jadi pertanyaan yang akan diajukan Efektif 20% Efektif oleh sebuah penyedia jasa tidak jauh berbeda dan Kurang Efektif pertanyaan penyedia jasa lain tersebut sudah Tidak Efektif mewakili. Akan tetapi.33% Sangat Sangat Efektif LPSE. Namun sebagian besar responden menyatakan Efektifitas Aanwijzing untuk Paket bahwa jawaban yang diberikan saat aanwijzing Pekerjaan online sudah cukup baik untuk menjawab yang Besar dan Kompleks pemahaman penyedia jasa..67 66. 20 No. Pekerjaan yang Besar dan Kompleks Salah satu faktor penentu kesuksesan dalam berkomunikasi online adalah kemampuan penuturan dalam dalam bentuk teks.67% aanwijzing online dapat melihat pertanyaan penyedia jasa asa lain dan jawaban panitia di halaman Gambar 4. sekitar 6.86 %. Tingkat keikutsertaan dalam mengikuti mayoritas responden sebesar 66. % menyatakan aanwijzing online menurut persepsi responden aanwijzing online berlangsung efektif. Akan tetapi. Sedangkan 50. untuk Paket Pekerjaan yang Kecil penyedia jasa yang tidak mengikuti aanwijzing Kurang Tidak Efektif secara online masih bisa melihat pertanyaan Efektif 0% penyedia jasa lain dan jawaban dari panitia di portal 13. Namun untuk proyek skala kecil. Efektifitas Aanwijzing Online Untuk efektif. panitia tidak mungkin KONSTRUKSI TERHADAP meminta pertanyaan itu diperjelas lagi tetapi panitia akan menjawab berdasarkan persepsi mereka. Hal mengikuti aanwijzing online pada lelang lel elektronik ini menurut persepsi sebagian besar responden lebih yang mereka ikuti masih kurang dari 50 % yaitu menguntungkan apabila pabila aanwijzing tatap muka sebesar 42.. dipengaruhi oleh besar paket pekerjaan yang dilelang. 33.33 % Tidak dari responden menyatakan pertanyaan mereka Efektif Sangat 0% Sangat Efektif pernah tidak dijawab saat aanwijzing online. Tidak PELAKSANAAN AANWIJZING tertutup kemungkinan juga bahwa b jawaban yang ONLINE diberikan panitia masih belum menjelaskan secara keseluruhan apa yang ditanyakan oleh peserta. pada % responden menyatakan mereka tidak pernah aanwijzing konvensional penyedia jasa diberikan mengikuti aanwijzing online dalam pelelangan waktu untuk bertanya sampai tidak ada lagi yang elektonik.47 % menyatakan dilaksanakan untuk proyek yang berskala besar dan bahwa mereka mengikuti aanwijzing online kadang kompleks.33% Efektif memilah-milah milah terlebih dahulu apakah apaka ada Efektif Kurang Efektif pertanyaan yang sama. Untuk ntuk paket pekerjaan yang kecil ke atau sederhana biasanya tidak terlalu banyak yang Efektifitas Aanwijzing online ditanyakan pada saat aanwijzing. Selain itu. Selain itu. 1 April 2013 ISSN : 0854-8471 5. semua penyedia jasa yang pertanyaan yang diajukan peserta kurang jelas.

sedangkan aanwijzing online adalah 0. Andi Offset : konvensional lebih lama dibandingkan aanwijzing Yogyakarta : 2010. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun minimum guna mencapai hasil yang maksimum. TeknikA 44 . Hal yang tidak menyebabkan tercapainya output actual dalam REFERENSI pelaksanaan aanjijzing online adalah adanya listrik 1. 2010. Layanan Pengadaan Secara Elektronik kurang. Untuk paket pekerjaan yang kecil. Makin besar penyedia untuk mengikuti aanwijzing persentase target tercapai. 4. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan padam. Publik”. Besar kecilnya paket pekerjaan dan Tabel 1. Untuk paket pekerjaan yang terletak di daerah Paham thd Tercapai Tidak yang sulit dijangkau efektifitas aanwijzing penjelasan tercapai online juga dipengaruhi oleh besar kecilnya panitia paket pekerjaan.Vol. Sedangkan dari segi waktu. Akan tetapi. 1 April 2013 ISSN : 0854-8471 6. Jakarta : November 2009. “Pengantar Bisnis Jasa Pelaksana Konstruksi”. Ketercapaian Output Pada Aanwijzing kompleksitas pekerjaan mempengaruhi Output Aanwijzing Aanwijzing efektifitas komunikasi pada aanwijzing online. Konvensional Online Komunikasi pada aanwijzing online lebih Pelaksanaan Tercapai Tidak efektif untuk proyek kecil. Untuk pelaksanaan aanwijzing. dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan kualitas. EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI 7. dapat diketahui 3. keefektifannya. Sedangkan menurut Prasetyo Budi 2. Procurement (LPSE) Provinsi Sumatera Barat untuk Penyedia). Procurement Sebagai Inovasi Pelayanan penyedia jasa lebih sedikit mengeluarkan biaya. Tahun 2010. efektifitas pelaksanaan online kurang efektif. gangguan koneksi nternet. jumlah waktu yang dihabiskan untuk mengikuti aanwijzing 4. online. Akan sejumlah input. aawijzing konvensional adalah 1. Sedangkan untuk aanwijzing tercapai proyek besar dengan pekerjaan yang kompleks Pembuatan Tercapai Tercapai aanwijzing online kurang efektif. Dari rincian biaya umum yag dikeluarkan penyedia jasa untuk mengikuti aanwijzing. Biaya yang dikeluarkan penyedia jasa untuk bahwa efektifitas adalah suatu ukuran yan mengikuti aanwijzing online lebih efisien bila menyatakan seberapa jauh target (kuantitas. computer rusak Pengadaan Barang/ jasa Pemerintah (LKPP) serta kesulitan akses terhadap portal LPSE. aanwijzing Berdasarkan rumus di atas. Waktu yang dihabiskan penyedia jasa untuk Saksono (1984) menyatakan efektifitas adalah mengikuti aanwijzing online lebih efisien bila seberapa besar tingkat kelekatan output yang dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan dicapai dengan output yang diharapkan dari untuk mengikuti aanwijzing konvensional. Sedangkan untuk paket pekerjaan yang besar. waktu yang disediakan panitia untuk dapat disarikan sebagai rumus berikut : pelaksanaan aanwijzing konvensional lebih Efektifitas = Output Aktual/Output Target ≥ 1 efektif. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa bahwa untuk mengikuti aanwijzing sebuah Pemerintah (LKPP) “Implementasi E- pengadaan pekerjaan konstruksi secara online. BAP 5. Padang : 2011. aanwijzing online efektif. alokasi waktu yang disediakan panitia untuk pelaksanaan aanwijzing online masih 5. makin tinggi konvensional. “Tatacara E-Tendering” Efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara 2. Malik. KESIMPULAN PELAKSANAAN AANWIJZING ONLINE Dari hasil bahasan diatas dapat disimpulkan beberapa hal berikut: Efektifitas menurut Hidayat (1986) menjelaskan 1. Alfian. “Modul Pelatihan Aplikasi e- tujuan pelaksanaan aanwijzing online. sehingga dapat mengganggu ketercapaian Sumatera Barat.33. ketercapaian output 3. Dari beberapa pengertian tersebut tetapi. “Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah”. waktu) telah tercapai. Komunikasi pada aanwijzing konvensional berdasarkan data kuisioner adalah sebagai berikut : lebih efektif bila dibandingkan dengan komunikasi pada aanwijzing online. 20 No.

id/eproc/app. TeknikA 45 .Vol. 1 April 2013 ISSN : 0854-8471 6. Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Nasional : http://www. 7. Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Sumatera Barat : http://lpse.go.go. 20 No.id/eproc/app.sumbarprov.pengadaannasional- bappenas.