You are on page 1of 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Bencana alam merupakan sebuah peristiwa yang dapat mengancam setiap saat
dan menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan. Bencana alam dapat terjadi di seluruh
belahan dunia diantaranya gempa bumi dan tsunami. Gagasan yang diajukan dalam
program ini adalah simulasi tanggap bencana
Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan
sekelilingnya, aksi melakukan simulasi ini secara umum menggambarkan sifat-sifat
karakteristik kunci dari kelakuan sistem fisik atau sistem abstrak tertentu. Simulasi telah
lama digunakan dalam pendidikan. Pemanfaatan simulasi dalam pembelajaran kini
sangatlah penting dengan perubahan pandangan pendidikan, dari proses pengalihan isi
pengetahuan kearah proses pengaplikasian teori ke dalam realita pengalaman kehidupan.
Teknik simulasi merupakan kegiatan untuk membantu mahasiswa dalam
mengembangkan keterampilan menemukan dan memecah masalah. Mengingat
pentingnya simulasi demi meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat bencana, kami
menyusun makalah ini dengan harapan makalah ini dapat digunakan sebagai satu diantara
banyaknya refrensi yang ada.

1.2 Rumusan masalah
Dari latar belakang di atas rumusan masalah yng penulis dapat susun adalah
sebagai berikut;
a) Apakah pengertian simulasi?
b) Apakah tujuan dari simulasi?
c) Apakah yang perlu disiapkan dalam melakukan persiapan awal?
d) Apakah yang perlu disiapkan dalam melakukan persiapan teknis?
e) Apakah yang perlu dilakukan dalam melakukan evaluasi simulasi?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan yang ingin penulis capai
adalah sebagai berikut;
a) Mengetahui pengertian simulasi?
b) Memahami tujuan dari simulasi?
c) Mengetahui yang perlu disiapkan dalam melakukan persiapan awal?

d) Mengetahui yang perlu disiapkan dalam melakukan persiapan teknis? e) Mengetahui yang perlu dilakukan dalam melakukan evaluasi simulasi? BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian simulasi .

yaitu : a) Tujuan & fungsi diadakannya simulasi Masyarakat dapat memahami tujuan & fungsinya sehingga dapat membangun kepedulian akan pentingnya simulasi. b. Keadaan yang sebenarnya akan memberikan gambaran akan karakteristik kunci tentang fisik dan perilaku dalam suatu situasi. Simulasi adalah metode pembelajaran atau pendamping yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya.3 Persiapan awal 2. tetapi dalam simulasi setiap pihak yang terlibat memerankan diri mereka sendiri saat situasi tersebut terjadi. a. a. Pemahaman akan prinsip- prinsip dalam penanggulangan bencana.3. Membantu masyarakat memahami teknik evakuasi dalam situasi bencana d. (IOM. Tujuan yang dimaksud adalah sebagai berikut. Membantu masyarakat memahami tata cara penanggulangan bencana c. baik dari tingkat pemerintahan di kecamatan sampai RT & RW mengetahui & memberikan ijin resmi dan tertulis tentang adanya kegiatan simulasi.1 Sosialisasi kegiatan simulasi Meliputi kegiatan penyebarluasan informasi kepada segenap masyarakat mengenai 2 hal. Situasi yang dihadapi dalam simulasi harus dibuat seperti benar-benar merupakan keadaan yang sebenarnya. 2. Metode ini mirip dengan metode bermain peran. Menambah pengetahuan serta wawasan masyarakat tentang penanggulangan bencana b. 2011) metode ini mempergunakan gambaran dari suatu situasi yang nyata tanpa harus mengalaminya. Sebagai uji coba sistem penanggulangan bencana yang telah direncanakan. Simulasi memberikan latihan dalam situasi tiruan. c.2 Tujuan simulasi Diadakannya simulasi tidak lepas dari pentingnya tujuan dari terlaksananya simulasi. 2. Pemahaman dan melatih ketrampilan dalam penanggualangan bencana. Melatih dan membiasakan masyarakat untuk siap siaga (tidak panic) e. b) Perijinan & pengumuman Segenap pihak. Menjadi sarana latihan dan praktek dalam usaha penanggulangan bencana. Dengan melakukan simulasi bencana beberapa hal yang bisa dipelajari adalah. Perlu juga dilakukan pengumuman baik tertulis & lisan untuk menghindari salah paham di warga dan tidak .

LPM. Polsek h) BPBD Kabupaten & Provinsi i) Media (radio. Jenis rambu – rambu dibedakan menjadi 2.2 Koordinasi pihak terkait Pihak yang terlibat dalam kegiatan simulasi : a) Masyarakat (baik yang sudah terlatih atau belum terlatih) b) KMPB Desa c) Perangkat Desa (Ketua RT & RW. BPD.Warna merah: zona merah menandakan lokasi bencana di zona ini melakukan pertolongan pertama. Namun pada umumnya . angka. Warna Hijau: zona dilakukannya bantuan medik dan evakuasi korban b) Anak panah 2. kalimat dan/atau perpaduan di antaranya. Koramil. Fungsi rambu – rambu bencana adalah untuk mendukung kesiapsiagaan warga sekitar ataupun siapapun yang berada di lokasi rawan atau aman bencana tersebut. Kader Kesehatan. PKK e) LINMAS f) Puskesmas. Karang Taruna.4.3. huruf. yaitu: a) Warna . membuat triase. cetak. menimbulkan kepanikan karena ketidaktahuan adanya kegiatan simulasi. Warna kuning: zona kuning digunakan sebagai zona untuk memberi bantuan pelayanan kesehatan . perintah dan petunjuk bagi masyarakat. membuat perkiraan keadaan dan kebutuhan. Perhatikan daerah ini aman atau tidak utk penolong . larangan.3. yang digunakan untuk memberikan peringatan.3 Pemasangan rambu-rambu bencana Apakah rambu – rambu bencana itu? Rambu – rambu bencana adalah salah satu alat perlengkapan penanggulangan bencana dalam bentuk tertentu yang memuat lambang. 2. Tokoh Masyarakat) d) Pemerintahan Desa. Bidan Desa g) Kecamatan.4 Persiapan teknis 2.1 Koordinasi Tim/Regu Simulasi Tim atau regu dalam simulasi dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan masing-masing simulasi yang diadakan. Kepala Dusun. dll) j) Pihak – pihak lain yang bersedia terlibat 2.

Berikut merupakan klaster – klaster yang berperan dalam penanggulangan bencana : a) Klaster I Koordinasi. logistic. e) Klaster V pemulihan darurat. c) Klaster III pendidikan dan perlindungan anak Memberikan bantuan pendidikan keluarga dalam massa tenggang darurat serta memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan anak. polisi. b) Lokasi . informasi b) Klaster II SARS dan evakuasi Melakukan pertolongan pertama dan mencari serta memindahkan korban bencana ke lokasi yang lebih aman. tim evakuasi. dalam setiap simulasi terdiri dari leader. f) Klaster VI Logistik dan peralatan Memberikan bantuan dalam hal penyediaan dan pendistribusian peralatan logistic dalam masa tanggap darurat yang melibatkan semua unsur masyarakat yang membantu dalam penetapan sarana dan prasarana dalam tanggap darurat. sanitasi dan air bersih Memberikan kenyamanan dalam mendukung masalah tanggap darurat yang akan mempersiapkan kebutuhan primer berupa air bersih yang siap diminum menindak dari kondisi yang tidak normal yang dialami oleh bumi yang selalu menyebabkan air yang merupakan kebutuhan utama tidak aman untuk dikonsumsi. Setiap peran memiliki andil besar dalam simulasi. tim triage. g) Klaster VII Keamanan Mendukung dalam menjaga keamanan serta kenyamanan dalam area pengungsian.2 Skenario (terlampir) Beberapa hal yang berhubungan dengan pembuatan scenario simulasi adalah sebagai berikut. pejabat terkait.4. BPBD. tim medis. rumah sakit. d) Klaster IV Kesehatan dan nutrisi Untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan dasar serta perawatan – perawatan cepat tepat dilapangan. 2. a) Jenis bencana Penyelenggara simulasi dapat memilih jenis bencana yang akan digunakan dalam simulasi dengan mempertimbangkan manfaatnya bagi lingkungan sekitar dimana simulasi itu dilakukan. manajemen.

Adapun peringatan yang digunakan biasanya berupa bunyi sirine. tenda.4. Gladi bersih ini sebaiknya dilakukan sehari sebelum hari H pelaksanaan simulasi.4.5.6 Gladi bersih Pertemuan untuk gladi bersih merupakan persiapan akhir sebelum pelaksanaan simulasi. baik dari segi kesiapan kondisi fisik dan mental peserta simulasi. dan jam berapa. 2.4 Peserta simulasi Dalam setiap simulasi hal yang paling penting adalah peserta simulasi yang akan menjadi korban bencana.3 Sistem peringatan dini Sistem peringatan dini dalam simulasi disetujui oleh penyelenggara simulasi.1 Pengarahan singkat Dalam pengarahan singkat dilakukan pengecekan kesiapan masing-masing tim/regu sebelum mulainya simulasi. tandu. peralatan P3K. Pemilihan pakaian yang digunakan dalam simulasi juga penting dalam menciptakan suasana yang menyerupai keadaan sebenarnya. beberapa alat pendukung yang diperlukan adalah.5 Pelaksanaan simualasi 2. sebaiknya dilakukan doa bersama agar proses simulasi dapat berjalan dengan lancar dan baik . gladi bersih juga penting untuk mengecek kesiapan peralatan yang akan digunakan selama simulasi.4.4. Lokasi yang dibutuhkan dalam simulasi cukup luar demi bebasnya mobilitas semua peran dalam simulasi c) Jadwal Dapat ditentukan dan disepakati bersama bahwa simulasi akan dilaksanakan pada hari/tanggal. Sebelum simulasi dimulasi. 2. HT 2. Begitu pula dengan simulasi. Selain untuk mengecek kesiapan dari masing- masing tim/regu dan semua pihak yang terlibat dalam simulasi. Kesungguhan dalam berperan sangat dibutuhkan demi menciptakan suasana simulasi yang benar-benar menyerupai keadaan aslinya. toa/megaphone.5 Peralatan pendukung Dalam setiap kegiatan tidak akan lepas dari peralatan yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. 2. 2.

2.6 Evaluasi simulasi Setelah simulasi selesai dilakukan. Metode evaluasi dapat menggunakan diskusi kelompok terarah dana tau menggunakan form/lembar evaluasi yang telah disiapkan. Beberapa hal yang dapat menjadi bahan evaluasi anatar lain: a) Bagaimana proses simulasi telah dilaksanakan? b) Apakah simulasi sudah dapat memenuhi kebutuhan proses pembelajaran & praktek tanggap darurat jika suatu bencana terjadi? c) Hal apa sajakah yang sudah baik dalam proses simulasi? d) Hal apa sajakah yang perlu diperbaiki/ditingkatkan dalam proses simulasi? e) Apakah langkah ke depan/rencana tindak lanjut? BAB III PENUTUP . maka dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi terhadap proses simulasi tersebut.

sebaiknya simulasi dilakukan berkala atau dalam jangka waktu tertentu. dll.1 Simpulan Simulasi bencana adalah media belajar dan praktek terhadap upaya penanggulangan bencana.3. Oleh karena itu. Bencana merupakan tanggungjawab tiap individu. Karena bencana dapat terjadi kapan saja. swasta/pelaku bisnis. Ketika kita memiliki kapasitas dalam menghadapi bencana. Perguruan Tinggi. LSM.2 Saran Kata lebih baik mencegah daripada mengobati saat cocok digunakan dalam hal penanggulangan bencana. keluarga. penulis menyarankan akan menjadi baik jika seluruh elemen pendidikan memiliki gagasan-gagasan mengenai perancangan simulasi bencana dan kemudian bisa terealisasi dengan baik. Ormas. pemerintah. 3. sudah sepantasnya jika saling bahu membantu dalam upaya penanggulangan risiko bencana. Maka dari itu. RW. RT. Dusun dan Desa. Dalam usaha untuk siap siaga. tentu dampak yang ditimbulkan akan lebih sedikit. dan menimpa siapa saj. terutama pada masa tanggap darurat bencana dan masa pemulihan. DAFTAR PUSTAKA . maka pilihannya adalah meningkatkan kesiapsiagaan baik di tingkatindividu. jika suatu bencana terjadi. media. dimana saja.

.

4 orang mengalami luka bakar dan 1 korban henti jantung di wilayah terjadinya gempa akibat kaget mengalami guncangan yang sangat hebat. dan keabakaran pun merembet ke rumah-rumah yang lainnya. namun tak banyak juga masyarakat yang menjadi korban. serta 4 . Dari jumlah penduduk tersebut terdapat 10 orang lansia. ILUSTRASI SIMULASI BENCANA “GEMPA BUMI” Diceritakan keadaan sebuah desa yang bernama Desa Sukamaju memiliki 50 rumah dengan jarak rumahnya berdekatan bahkan rumah-rumah Desa Sukamaju tampak berdempetan. Saat getaran tersebut dirasakan semakin kuat. 5 ibu hamil. perdarahan. 5 ibu menyusui. Mereka masih tertidur saat getaran pertama dirasakan. Disebutkan penduduk yang menjadi korban bencana gempa bumi tersebut terdiri dari 7 korban terluka parah tertimpa bangunan mengalami fraktur. Banyak penduduk yang mencoba menyelamatkan diri dan harta benda. kemungkinan korban masih berada dalam tumpukan bangunan yang roboh. Tidak lama kemudian terjadi kebakaran disebuah rumah akibat konsleting kabel listrik akibat rumah yang roboh tersebut. Tiba-tiba seluruh masyarakat yang sedang tertidur lelap merasakan terjadinya getaran. yang terdiri dari 11 laki-laki. lansia. Banyak penduduk yang tertimpa bangunan karena tidak berhasil menyelamatkan diri. 30 orang mengalami luka ringan yang terdiri dari 10 orang lansia. Di samping itu terdapat 15 korban yang mengalami luka-luka yang cukup serius dan perlu mendapatkan penanganan. Terdapat 4 korban meninggal dunia akibat terkubur di tumpukan bangunan yang roboh. 5 orang balita. Bangunan-bangunan di sekitar wilayah Desa hampir seluruhnya rata karena bangunan yang roboh. Pada hari Jumat pagi dini hari sekitar pukul 02. Terdapat juga 10 orang yang mengalami tekanan psikologi yang terdiri dari 6 orang dewasa menangis histeris karena kehilangan keluarga dan harta bendanya. 5 orang disabilitas. 9 balita. Jumlah Penduduk Desa Sukamaju sebanyak 78 orang. dan luka-luka. 2 korban di kabarkan hilang belum ditemukan. 5 orang ibu menyusui.15 wita seluruh masyarakat Desa Sukamaju masih tertidur lelap. dan 67 perempuan. dan ada 5 orang yang memiliki kemampuan terbatas. Diceritakan dalam musibah bencana gempa bumi tersebut. masyarakat baru menyadari bahwa itu adalah gempa bumi dan seketika mereka histeris berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. anak balita. rumah-rumah di Desa Sukamaju mengalami kerusakan yang sangat serius. dan ibu hamil juga turut menjadi korban akibat gempa bumi dan kebakaran tersebut. Seluruh masyarakat belum menyadari bahwa itu adalah gempa bumi. dan 5 orang terluka biasa.

. Cluster VI. BPBD daerah mengkoordinasikan kepada masing masing Leader Tim / Cluster saat sudah di tempat kejadian ataupun saat dalam perjalanan agar informasi bencana segera ditindaklanjuti 3. Kepala Desa Desa Sukamaju langsung menghubungi BPBD daerah setempat untuk meminta bantuan. Cluster ini memberikan dukungan informasi. Cluster ini memberikan bantuan pelayanan kesehatan dasar kepada pengungsi serta perawatan-perawatan cepat. Manajemen dan Informasi. Cluster II SAR dan Evakuasi.orang balita yang menangis histeris karena kehilangan orang tuanya. Cluster ini memberikan bantuan pendidikan keluarga dalam masa tenggang darurat serta memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan anak. koordinasi dan dukungan komunikasi dalam penanggulangan bencana. Cluster ini memberikan kenyamanan dalam mendukung masalah tanggap darurat yang akan mempersiapkan kebutuhan primer berupa air bersih yang siap minum menindak dari kondisi yang tidak normal yang dialami oleh bumi selalu menyebabkan air yang merupakan kebutuhan utama tidak aman untuk di konsumsi. Cluster VII yaitu Cluster Keamanan. Cluster ini yang merupakan cluster pendukung dalam menjaga keamanan serta kenyamanan dalam area pengungsian. Cluster V Pemulihan Darurat. 8. Cluster I Koordinasi. 2. 4. 6. Cluster IV Kesehatan dan Nutrisi. logistic dan peralatan. 5. Cluster III Pendidikan dan perlindungan anak. tepat di lapangan. 7. Korban yang selamat dan berhasil menyelamatkan dirinya langsung diamankan ke tempat pengungsian. 10. Setelah mendapatkan informasi Leader tim segera menginstruksikan masing masing anggota untuk bersiap cepat dan tanggap. Sanitasi dan air bersih. 9. Cluster ini yang membantu dalam hal penyediaan dan pendistribusian peralatan logistic dalam masa tanggap darurat yang melibatkan semua unsure masyarakat yang membantu dalam penetapan sarana dan prasarana dalam tanggap darurat. Cluster ini memberikan tindakan pertolongan pertama dan mencari serta memindahkan korban bencana ke lokasi yang lebih aman. Skenario Fokus : 1.