You are on page 1of 9

umpulan Makalah dan Artikel Pendidikan

Kahar Ngeblog

Lupa Menurut Psikologi Belajar

PENDAHULUAN

Otak merupakan perangkat yang paling kompleks di dunia. Trilyunan sel
otak memiliki fungsi spesifik tetapi saling berhubungan. Mengendalikan seluruh
aspek fisik dan psikis manusia. Baik secara sadar maupun tak sadar Kapasitas
penyimpanan memori di dalam otak jauh melebihi kapasitas hardisk komputer
terbesar sekalipun. Otak memiliki kemampuan menangani algoritma rumit secara
bersamaan dalam jumlah tak terbatas, jauh melebihi kemampuan prosesor
komputer tercanggih sekalipun. Tapi sayangnya manusia tidak mampu
mengoptimalkan seluruh potensi otak tersebut, sehingga otak tidak memungkinkan
semua jejak ingatan itu tersimpan terus dengan sempurna, melainkan berangsur-
angsur akan menghilang. Tetapi ketika orang yang bersangkutan diminta untuk
mengingat kembali hal yang sudah mulai terlupakan sebagian itu.
Manusia cenderung untuk menyempurnakan sendiri bagian-bagian yang
terlupa tersebut dengan cara mengkreasikan sendiri detil-detil ceritera itu.
Akibatnya, sebuah ceritera tentang suatu peristiwa yang pernah disaksikan oleh
seseorang akan berubah-ubah dari masa ke masa. Makin lama jarak waktu antara
kejadian awal dengan saat berceritera, maka makin banyak perubahannya.
Maka dari itu penulis mengangkat judul “Lupa Menurut Psikologi Belajar”
agar kita semua mengetahui segala hal yang berkaitan dengan lupa yang semoga
dapat bermanfaat untuk para pembacanya.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Lupa
Lupa merupakan istilah yang sangat populer di masyarakat. Dari hari ke hari
dan bahkan setiap waktu pasti ada orang-orang tertentu yang lupa akan sesuatu,
entah hal itu tentang peristiwa atau kejadian di masa lampau atau sesuatu yang akan
dilakukan, mungkin juga sesuatu yang baru saja dilakukan. Fenomena dapat terjadi
pada siapapun juga, tak peduli apakah orang itu anak-anak, remaja, orang tua, guru,
pejabat, profesor, petani dan sebaginya. (syaiful Bahri Djamarah, 2008: 206)

dengan demikian lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal kita. Muhibbinsyah (1996) dalam bukunya yang berjudul psikologi pendidikan mengartikan lupa sebagai hilangnya kemampuan untuk menyebut kembali atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari secara sederhana. Penghalusan: materi berubah bentuk ke arah bentuk yang lebih simatris. tidak dapat diingat kembali atau dilupakan. yaitu retensi. 1993: 46). 2. mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Karena itu. lambat laun jejak materi itu terhapus dari otak sehingga kita tidak dapat mengingatnya kembali. Penegasan: bagian-bagian yang paling mencolok dari suatu hal adalah yang paling mengesankan. Banyak hal-hal yangpernah diketahui. (Irwanto. Jadi. (Agus Suyanto. Soal mengingat dan lupa biasanya juga ditunjukkan dengan satu pengertian saja. sedang ingatan kita sehat. sehingga bentuk yang asli tidak diingat lagi. (Sumadi Suryabrata. adapula yang mengartikan lupa sebagai suatu gejala di mana informasi yang telah disimpan tidak dapat ditemukan kembali utnuk digunakan. B. 1. Proses Terjadinya Lupa Daya ingatan kita tidak sempurna. Hal yang diingat adalah hal yang tidak dilupakan. 1991: 150). Dewasa ini ada empat cara untuk menerangkan proses lupa keempatnya tidak saling bertentangan. melainkan saling mengisi. Gulo (1982) dan Reber (1988) mendefinisikan lupa sebagai ketidak mampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dialami atau dipelajari. karena memang sebenarnya kedua hal tersebut hanyalah memandang hal yang satu dan sama dari segi berlainan. maka karena proses metabolisme otak. karena tidak digunakan. 2006: 47) Lupa ialah peristiwa tidak dapat memproduksikan tanggapan-tanggapan kita. Mungkin pula materi itu tidak lenyap begitu saja. materi itu lenyap sendiri. dalam ingatan bagian-bagian ini dipertegas. dan hal yang dilupakan adalah hal yang tidak diingat. lebih halus dan kurang tajam. Apa yang telah kita ingat. b. sehingga . disimpan dalam bagian tertentu diotak kalau materi yang harus diingat itu tidak pernah digunakan. melainkan mengalami perubahan- perubahan secara sistematis.

Peristiwa-peristiwa mengerikan. Hambatan seperti ini disebut hambatan retroaktif. Dalam hal ini. kita hanya ingat sebuah botol. tidak dapat kita ingat lagi. kemungkinan hal-hal yang sudah kita ingat. materi yang baru saja dipelajari akan sangat sulit diingat adatu diproduksi kembali. tetapi tidak ingat bentuk yang asli. represi dapat menyebabkan amnesia. Anderson. Dengan demikian. atau semua hal yang tidak dapat diterima oleh hati nurani akan kita lupakan dengan sengaja (sekalipun proses lupa yang sengaja ini terkadang tidak kita sadari. menjijikan dan sebagainya. menakutkan. Peristiwa ini terjadi apabila siswa tersebut mempelajari sebuah materi pelajaran yang sangat mirip dengan materi pelajaran yang telah dikuasainya dalam tenggang waktu yang pendek. seorang siswa akan mengalami gangguan retroaktifapabila materi pelajaran baru membawa konflik dan gangguan terhadap kembali materi pelajaran lama yang telah lebih dahulu tersimpan dalam subsistem akal permanen siswa tersebut. karena terhambat oleh adanya materi lain yang terlebih dahulu dipelajari. Asimilasi: bentuk yang mirip botol misalnya. 1997: 52-54) C. mungkin pula materi yang baru kita pelajari tidak dapat masuk dalam ingatan. materi pejaran lama kan sangat sulit diingat atau diproduksi kembali. Pada bentuknya yang ekstrim. siswa tersebut lupa akan materi pelajaran lama tersebut. sekalipun bentuk itu bukan botol. yang diingat hanyalah bagian-bagian yang mencolok. Ada kalanya kita melakukan sesuatu. Amnesia ini dapat itolong atau disembuhkan melalui psikoterapi atau melalui suatu peristiwa yang sangat dramatis sehingga menimbulkan kejutan kejiwaan pada penderita. Sebaliknya. hambatan seperti ini disebut hambatan proaktif. Perubahan materi di sini disebabkan bagaimana wajah orang itu tidak kita ingat lagi. penuh dosa. orang tua. 3. materi kedua menghambat diingatnya kembali materi pertama. 1989. Dengan kata lain. 4. anak dan istri dan semua hal yang bersangkut paut dirinya sendiri. sedangkan bentuk keseluruhan tidak begitu diingat. lupa terjadi karena gangguan konflik antara item-item informasi atau materi yang ada dalam sistem memori siswa. 2) retroactive interference (Reber. akan kita ingat sebagai botol. Sebaliknya. Faktor-Faktor Penyebab Lupa Pertama. Dalam hal ini. . Dalam interfence theory (teori mengenai gangguan). Hal ini disebut represi. (Ahmad Fauzi. Kalau mempelajari hal yang baru. yaitu lupa nama sendiri. 1988. yaitu: 1) proactive interference. 1990) Seorang siswa akan mengalami gangguan proaktifapabila materi pelajaran yang sudah lama tersimpan dalam subsistem akal permanennya mengganggu masuknya materi pelajaran baru. c. Best. Dengan kata lain. gangguan konflik ini terbagi menjadi dua macam. terjadi diluar alam kesadaran kita).

tentu saja semua orang maklum. a. ada satu lagi penemuan baru yang menyimpulkan bahwa lupa dapat dialami seorang siswa apabila item informasi yang ia serap rusak sebelum masuk ke memori permanennya. karena didukung oleh hasil riset dan eksperimen. setelah melakukan relearning (belajar lagi) atau mengikuti remedial teaching berfungsi memperbaiki atau menguatkan item-item informasi . tanggapan. Buktinya banyak siswa yang mengeluh “kehilangan ilmu”. lupa dapat terjadi karena perubahan sikap dan minat siswa terhadap proses belajar mengajar dengan tekun dan serius. Kerusakan item informasi tersebut mungkin disebabkan karena tennggang waktu (delay) antara waktu diserapnya item informasi dengan saat proses pengkodean dan transformasi dalam memori jangka pendek siswa tersebut (Best. Karena item informasi yang akan direproduksi (diingat kembali) itu tertekan ke alam bawah sadar dengan sendirinya lantaran tidak pernah digunakan. Ketiga. lupa dapat terjadi karena materi pelajaran yang telah dikuasai tidak pernah digunakan atau dihafalkan siswa. Item yang rusak (decay) itu tidak hilang dan tetap diproses oleh sistem memori siswa tadi. Keenam. “tidak!” materi pelajaran itu masih terdapat dalam subsistem akal permanen siswa namun terlalu lemah untuk di panggil atau diingat kembali. Namun. b. Mengenai faktor keenam. dan geger otak akan kehilangan ingatan item-item informasi yang ada dalam memori permanennya. Apakah materi pelajaran yang terlupakan oleh siswa benar-benar hilang dari ingatan akalnya? Menurut pandangan ahli psikologi kognitif. tetapi terlalu lemah untuk dipanggil kembali. lupa dapat terjadi pada seorang siswa karena adanya tekanan terhadap item yang telah ada. bapak psikologi analisis yang banyak mendapat tantanganm baik dari kawan maupun lawannya itu. 1989. materi yang diperlakukan demikian denga sendirinya akan masuk ke alam bawah sadar atau mungkin juga bercampur aduk dengan materi pelajaran baru. perlu ditambahkan bahwa istilah “alam ketidaksadaran” dan “alam bawah sadar” seperti tersebut di atas. Anderson. tetapi karna sesuatu hal sikap dan minat siswa tersebut menjadi sebaliknya (seperti karena ketidaksenangan kepada guru) maka materi pelajaran itu akan mudah terlupakan. Kedua. baik sengaja ataupun tidak. Seorang siswa yang terserang penyakit tertentu seperti keracunan. 1988). merupakan gagasan Sigmund Freud. c. Kelima. sehingga ia dengan sengaja menekannya hingga ke alam ketidaksadaran. Karena item informasi (berupa pengetahuan. Meskipun penyebab lupa itu banyak aneka ragamnya. menurut law of disuse (Hilgard & Bower 1975). Penekanan ini terjadi karena adanya kemungkinan. jadi sama dengan fenomena retroaktif. yang paling penting untuk diperhatikan para guru adalah faktor pertama yang meliputi gangguan proaktif dan retroaktif. maka kemungkinan ia akan lupa menybut nama hewan-hewan tadi ketika melihatnya di kebun binatang. Menurut asumsi sebagian ahli. lupa dapat terjadi pada siswa karena perubahan situasi lingkungan antara waktu belajar dengan waktu mengingat kembali (Anderson. kecanduan alkohol. kesan dan sebagainya) yang diterima siswa kurang menyenangkan. 1990). Jika seorang siswa hanya mengenal atau mempelajari hewan jerapah atau kudanil lewat gambar-gambar yang ada di sekolah misalnya. Keempat. lupa tentu saja dapat terjadi karena perubahan urat syaraf otak. Karena item informasi yang baru secara otomatis menekan item informasi yang telah ada. 1990). Kecuali gangguan proaktif dan retroaktif. Itulah pendapat yang didasarkan para repression theory yakni teori represi/ penekanan (Reber.

tetap menjadi milik pribadi dan tidak menghilang tanpa bekas. sesuatu yang terlupakan tentu saja masih dimiliki dan tersimpan di alam bawah sadar. (masa samar. seolah-olah hal yang pernah dialami atau dipelajari sama sekali tidak mempunyai efek apa-apa. 1996: 160) D. Lupa Versus Hilang Kerapkali pengertian “lupa” dan “hilang” secara spontan dianggap sama. sehingga mereka berhasil mencapai prestasi yang memuaskan. 1999: 151) jadi. Sedangkan lupa-lupa ingat berarti tidak lupa. Dengan kata lain. tetapi tidak mengingat betul apa yang ingin kita ingat itu. 1990: 136) E. baik dalam ingatan jangka panjang maupun jangka pendek ditunjang oleh hasil-hasil penelitian. tetapi kesan-kesan itu mengendap ke alam bawah sadar. (Syaiful Bahri Djamarah. Kadang-kadang kita mengingat sesuatu dari ingatan jangka panjang kita dan merasa seolah-olah kita hampir mengingatnya. yang berarti tidak lupa. tempat berlangsungnya kejadian tertentu. kenyataan bahwa seseorang tidak dapat mengingat sesuatu. tidak mengindahkan. tepat apa yang pernah dikemukakan oleh gula (1982) dan Reber (1988) bahwa lupa sebagai ketidakmampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dipelajari atau dialami. Pengorganisasian struktur kognitif yang kurang baik dan sistematik berpotensi kearah lupa-lupa ingat. bila informasi-informasi yang lama menyulitkan orang untuk mengingat kembali informasi-informasi yang baru dinamakan “inhibisi proaktif” atau gangguan proaktif. tanggal lahir seorang pahlawan nasioanl dan sebaginya. Melupakan berarti melalaikan. Sebaliknya. sedangkan sesuatu yang hilang tentu saja tidak tersimpan dalam alam bawah sadar. Lupa-Lupa Ingat Lupa-lupa ingat berlainan dengan lupa-lupaan. Baik lupa-lupaan mengandung unsur kesengajaan. memberikan petunjuk bahwa segala sesuatu yang pernah dicamkan dan dimasukan dalam ingatan. Oleh karena itu. tetapi kurang pasti). tetapi tidak ingat benar. 2008: 207-209) F. hampir ingat atau lupa-lupa ingat. Lupa-lupaan berarti pura-pura lupa. Bila diperlukan kembali kesan- kesan terpilih akan terangkat ke alam sadar. yang rusak atau lemah dalam memori para siswa tersebut. Sesuatu hal yang direpresentasikan dalam bentuk kesan mengapung diantara alam bimbang sadar dan alam bawah sadar. Hasil penelitian dan refleksi atas pengalaman belajar di sekolah. dan tidak sama dengan melupakan. (Muhibbin Syah. Gangguan-gangguan yang menyebabkan terjadinya lupa. Cuma kurang pasti. Teori-Teori Mengenai Lupa . (Winkel. entah itu nama seorang teman. sehingga ingatan yang timbul karena kesadaran akibat adanya rangsangan dari luar atau usaha mengingat-ingat terjelma dalam bentuk gejala ujung lidah. Penggalian kesan-kesan terpilih bisa karena kekuatan “asosiasi” atau bisa juga karena kemauan yang keras melakukan “reproduksi” dengan pengandalan konsentrasi. bahwa informasi-informasi yang baru didapat membingungkan informasi-informasi yang lama disebut “inhibisi retroaktif” atau gangguan retroaktif. (Muhibbin Syah. kesan berbentuk bayang-bayang dalam ketidakpastian. (Mahmud. padahal apa yang dilupakan belum tentu hilang dalam ingatan begitu saja. agak lupa. Kerancuan struktur kognitif menyebabkan sejumlah kesan menjadi samar-samar. belum berarti hal itu hilang dari ingatannya. “hampir ingat” ini disebut”gejala ujung lidah”. 1989: 291) sejumlah kesan yang telah didapat sebagai buah dari pengalaman belajar tidak akan pernah hilang. lupa bukan berarti hilang.

Interference theory. Hal-hal yang menyakitkan atau tidak menyenangkan ini cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam kesadaran. ia dikatakan menderita amnesia anterograd. Dalam hidup sehari-hari kita mengalami hal ini. 2. bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat). Teori motivated forgetting Menurut teori ini. Teori ini didasarkan atas teori psikoanalisis yang dipelopori oleh Sigmund Freud. terjadilah interferensi retroaktif. Retrieval failure. maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali. Teori-teori ini khususnya merujuk pada memori jangka panjang. Akan tetapi proses lupa terjadi karena informasi yang satu menggangu proses mengingat informasi lainnya. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang disebut amnesia. 4. Dari penjelasan di atas. maka kurang menjadi fokus perhatian bagi para pendidik. tetapi bisa juga sebaliknya. Meningkatkan Kemampuan Memori . Ada empat teori tentang lupa. motivated forgetting. yang bersangkutan dikatakan menderita amnesia retrograd. Dengan demikian. Teori ini mengandalkan bahwa setiap informasi di simpan dalam memori akan meninggalkan jejak (memory trace). Decay theory Teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal). yaitu informasi yang sudah dalam memori jangka panjang mengganggu proses mengingat informasi yang baru saja disimpan. Adalagi yang disebut interferensi proaktif. banyak ahli sekarang menemukan bahwa lupa tidak semata-mata disebabkan oleh ausnya informasi. kita akan cenderung melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya. 3. Meskipun demikian. Teori interferensi Teori ini beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori janga panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan). Perubahan fisik ini disebut engram. Lupa karena sebab-sebab fisiologis para peneliti sepakat bahwa setiap penyimpanan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik di otak. Kegagalan mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk yang memadai. dan lupa karena sebab-sebab fisiologis. Bisa terjadi bahwa informasi yang baru diterima mengganggu proses mengingat informasi yang lama. menyebabkan kita sulit mencari informasi yang sudah ada dalam memori kita. Bila yang dilupakan adalah berbagai informasi yang telah disimpan dalam beberapa waktu yang lalu. Teori retrieval failure Teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interferensi bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada. Lupa merupakan suatu gejala di mana informasi yang telah disimpan tidak dapat ditemukan kembali untuk digunakan. 1. yaitu Decay theory. 5. jelas bahwa teori ini juga beranggapan bahwa informasi yang telah disimpan masih selalu ada. G. Karena proses lupa dalam kedua kasus ini erat hubungannya dengan faktor-faktor biokimiawi otak. tetapi kegagalan untuk mengingat kembali tidak disebabkan oleh interferensi. Jejak-jejak ini akan rusak atau menghilang bila tidak pernah dipakai lagi. Bila informasi yang baru kita terima.

Kiat Mengurangi Lupa dalam Belajar Kiat terbaik untuk mengurangi lupa adalah dengan cara meningkatkan daya ingat akal siswa. Overlearning Overlearning (belajar lebih) artinya upaya belajar yang melebihi batas penguasaan dasar atas materi pelajaran tertentu. Konteks ini memberikan retrievel cues atau karena itu mempermudah recognition. dan Anderson (1990) adalah sebagai berikut: 1. ANDAL kota BERIMAN. dekat pintu kamarnya dan di dalam kamarnya. Mekanisme dalam proses mengingat sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Metode mnemonik lain yang biasa dipakai adalah metode menghubung- hubungkan (link method). Ia membayangkan benda-benda apa saja yang akan ditemui didekat pintu masuk. walu kadang-kadang agak lucu. Nada-nada yang naik ½ (kruis/ #) = Gudeg Djogja Amat Enak Banyak Fitamin b. Orang yang baru belajar musik sering harus menghafal tanda-tanda yang amat kompleks. misalnya rumahnya. perasaan tertentu dan lain-lain. Informasi diorganisasi sedemikian rupa (dihubungkan dengan hal-hal yang sudah dikenal) sehingga informasi yang kompleks mudah untuk diingat kembali. Nada-nada yang turun ½ (mol) = Fajar Bandung Elok Amat Dekat Garut Ciamis Seorang mahasiswa psikologi yang ingin menghafalkan spektrum warna harus menempuh jalan sebagai berikut: Mau Jadi Koboi Harus Bisa Naik Unta = Merah Jingga Kuning Hijau Biru Nila Ungu Pengorganisasian juga bisa dilakukan dengan membuat suatu akronim sekaligus sebagai suatu kesatuan informasi (chunk) seperti dalam jembatankeledai yang pernah kita singgung di depan (LUBER. Bahan-bahan yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan hal-hal lain. Secara umum usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan memori harus memenuhi tiga ketentuan sebagai berikut: 1. (Irwanto. Oleh karena itu. Dari uraian di depan jelas bahwa memori sangat dibantu bila informasi yang dipelajari mempunyai kaitan dengan hal-hal yang sudah dikenal sebelumnya. 3. Khusus mengenai hal ini. Konteks dapat berupa peristiwa. Ia membayangkan dari bagian rumah itu. Banyak ragam kiat yang dapat dicoba siswa dalam meningkatkan daya ingatannya. 2. nama sesuatu. antara Barlow (1985). Untuk itu cara seperti berikut sering banyak membantu: a. 1991: 152-158) H. perlu diperhatikan bahwa pengulangan/rekan. dan lain- lain). yaitu menghubungkan informasi yang harus diingat satu dengan lainnya sehingga mempunyai arti. di ruang tamu. Proses memori bukanlah suatu usaha yang mudah. Salah satu pengorganisasian informasi yang sangat dikenal adalah mnemonik (bahasa Yunani: mnemosyne. konteks memegang peranan penting. Salah satu metode mnemonik yang biasa dilakukan adalah metode loci (method of loci. Reber (1988). Proses memori memerlukan organisasi. Seseorang dikatakan “belajar dari pengalaman” karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya saat ini. misalnya dari ruang tamu sampai kekamarnya. Banyak contoh yang dapat dipakai . yaitu dewi memori dalam mitologi Yunani). Overlearning terjadi apabila respons atau reaksi tertentu muncul setelah siswa melakukan pembelajaran atau respons tersebut dengan cara di luar kebiasaan. loci= locus= tempat). Kemudian ia diasosiasikan benda-benda tersebut dengan informasi baru yang harus diingat. Individu diminta untuk membayangkan suatu tempat yang ia kenal dengan baik. tempat.

Pengaruh Letak Bersambung Untuk memperoleh efek positif dari pengaruh letak bersambung (the serial position effect). 1996: 160-164) PENUTUP SIMPULAN Lupa adalah hilangnya kemampuan menyebut atau melakukan kembali informasi dan kecakapan yang telah tersimpan dalam memori. 5. siswa dianjurkan menyusun daftar kata0kata (nama. Menambah waktu belajar sehingga dapat memperkuat terhadap materi yang dipelajari. 3. Tidak pernah latihan / tidak pernah dipakai 6. Adanya konflik-konflik antara item-item informasi atau materi pelajar yang ada di sistem memori seseorang. 2. Perubahan situasi dan minat terhadap proses dan situasi tertentu. Extra Study Time Extra Study Time (tambahan waktu belajar) ialah upaya penambahan alokasi waktu belajar materi tertentu berarti siswa menambah jam belajar. Upaya demikian dilakukan untuk menghindari camming. istilah dan sebagainya) yang diawali dan diakhiri dengan kata-kata yang harus diingat. 2. Kiat ini dipandang cukup strategis karena dapat melindungi memori dari kelupaan. Mnemonic Device Mnemonic device (muslihat memori) yang sering juga disebut mnemonic itu berarti kiat khusus yang dijadikan “alat pengait” mental untuk memasukkan item- item informasi ke dalam sistem akal siswa. Faktor-faktor yang menyebabkan lupa meliputi : 1. 2. Dalam melaksanakan istributed practice. Dalam latihan terbagi siswa melakukan latihan-latihan waktu-waktu istirahat. yakni belajar banyak materi secara tergesa-gesa dalam waktu yang singkat. Belajar dengan melebihi batas penguasaan atas materi pelajaran tertentu. . Latihan Terbagi Lawan latihan terbagi (distributed practice) adalah massed practice (latihan terkumpul) yang sudah dianggap tidak efektif karena mendorong siswa melakukan cramming. kata yang ditulis pada awal yang akhir daftar tersebut memberi kesan tersendiri dan diharapkan melekat erat dalam subsistem akal permanen siswa. Perbedaan situasi lingkungan antara waktu belajar dengan waktu memanggil kembali item tersebut. 3. Adanya tekanan terhadap item atau materi yang lama baik disengaja atau tidak disengaja. (Muhibbin Syah. 4. Cara mengurangi lupa: 1. antara lain pembacaan teks pancasila pada setiap hari senin dan sabtu memungkinkan ingatan siswa terhadap P4 lebih kuat. Dengan demikian. 4. Kerusakan jaringan syaraf otak. 5. Pengelompokkan Maksud kiat pengelompokkan (clustering) ialah menata ulang item-item materi menjadi kelompok-kelompok kecil yang dianggap lebih logis dalam arti bahwa item-item tersebut memiliki signifikansi dan lafal yang sama atau sangat mirip. Penambahan frekuensi belajar berarti siswa meningkatkan kekerapan belajar materi tertentu. 6. untuk overlearning. Kata- kata yang harus diingat siswa tersebut sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf dan warna yang mencolok agar tampak sangat berbeda dari kata-kata yang lainnya yang tidak perlu diingat. siswa dapat menggunakan berbagai metode dan strategi belajar yang efisien.

Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PBFE. 9 Syah. Bandung: PT. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Terapan. 1999. Psikologi Umum. . Agus. 1993. Ngalim.Muhibbin. Jenuh belajar adalah yaitu suatuv situasi dan kondisi yang menunjukkan tidak adanya hasil belajar yang berhasil guna meskipun telah melaksanakan proses belajar pada waktu tertentu DAFTAR PUSTAKA Djamarah. Suyanto. 3. Syaiful Bahri. Raja Grafindo Persada. Purwanto. Cet. mengelompokkan kata atau istilah tertentu dalam susunan yang logis. 1991. Dimyati. Jakarta: Bumi Aksara. 2007. M. Remaja Rosdakarya. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. M. 2008. Psikologi Belajar. Mahmud. Jakarta: PT.