You are on page 1of 14

Versi online / URL:

Volume 8, Nomor 2

PENGELOLAAN SAMPAH MALANG RAYA MENUJU PENGELOLAAN SAMPAH


TERPADU YANG BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT

Waste Management of Malang to Integrated Waste Management Based Public Participation

Sofyan Arief

Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang


Email: sofyan_satu@yahoo.co.id

ABSTRACT

From the results of the study found that the three cities district which comprises the city of Malang,
Batu and Malang having the desire to do a joint venture or partnership in the management of garbage for
Malang Raya, this is delivered by each of the following related to the handling of waste, among others, the
cleanliness and landscaping of Malang, a service of the copyright works and spatial malang and Ofce of
copyright works and spatial stone town. this research result obtained a model of integrated waste management
policy that consists of the community management model garbage in garbage and the emergence as a place
where rubbish can be managed with good to the rst should be regulated is how the waste sorting of waste
in place At this stage is also done a reduction of waste by empowering the community capable of managing
its own garbage so that there can be said the key to success in the sorting of waste in the community ,
next is the transportation model waste management in the implementation of transport and garbage that
has been divided on the community must be transported to a sharply divided also easy to be handled and
safe transportation of waste in accordance with the purpose of this model made transportation of waste
is conducted behind closed doors and separated between inorganic and organic waste and garbage , the
latter is a model of the management of landll where in this model management policies Final disposal
place is used to inorganic waste recycling system and the use of landll waste policy being made to regional
unfortunate highway at least contain provisions on waste effective remedial to reuse organic and inorganic
waste , more important is the residue of handling waste to be done well.

Keywords: management, waste, integrated

ABSTRAK

Dari hasil penelitian didapati bahwasannya ketiga kota kabupaten yang terdiri atas kota Malang, kota
Batu dan kabupaten Malang sama sama memiliki keinginan untuk melakukan kerjasama atau bermitra
dalam pengelolaan sampah malang raya hal ini disampaikan oleh masing masing dinas yang berhubungan
dengan penanganan sampah yang antara lain dinas kebersihan dan pertamanan kota malang, dinas cipta
karya dan tata ruang kabupaten malang dan dinas cipta karya dan tata ruang kota batu. Bahwasannya dari
hasil penelitian ini diperoleh suatu model kebijakan pengelolaan sampah terpadu yang terdiri atas model
pengelolaaan sampah pada masyarakat dimana sebagai tempat timbulnya sampah maka agar sampah dapat
dikelola dengan baik yang pertama harus diatur adalah bagaimana pemilahan sampah pada tempat timbulnya
sampah, pada tahap ini pula dilakukan suatu pengurangan sampah dengan memberdayakan masyarakat yang
mampu mengelola sendiri sampahnya sehingga dapat dikatakan kunci keberhasilan ada pada pemilahan
sampah pada masyarakat, selanjutnya adalah model tramsportasi pengelolaan sampah dalam pelaksanaan
transportasi maka sampah yang telah dipilah pada masyarakat harus diangkut secara terpilah pula agar mudah
untuk penangannnya maka diaturlah transportasi sampah yang aman sesuai dengan tujuan dibuatnya model
ini yaitu transportasi sampah yang dilakukan secara tertutup dan dipisahkan atara sampah organik dan sampah
annorganik, yang terakhir adalah model pengelolaan TPA dimana dalam model ini kebijakan pengelolaan
TPA adalah digunakan sistem daur ulang untuk sampah anorganik dan pemanfaatan sampah kebijakan yang
dibuat untuk TPA regional malang raya setidaknya memuat ketentuan tentang pemanfatan sampah organik
dan pendaur ulangan sampah anorganik, yang lebih penting adalah penanganan residu sampah yang harus
dilakukan dengan baik.

Kata Kunci : Pengeloaan, Sampah, Terpadu

Pengelolaan Sampah Malang Raya Menuju Pengelolaan Sampah Terpadu Yang Berbasis Partisipasi Masyarakat 195
Sofyan Arief JURNAL HUMANITY, ISSN 0216-8995

PENDAHULUAN tetapi pada level yang lebih tinggi, respon


dampaknya dapat memiliki substansi yang
Untuk membantu mengembangkan sangat besar. Dalam hal ini, polusi merkuri
pengelolaan sampah padat perkotaan akan mengubah fungsi ekosistem dan
secara baik, maka dibutuhkan identikasi oleh karena itu bisa mengurangi kapasitas
dan karakterisasi sampah secara detail. asimilatif dari lingkungan alam tersebut
pendahuluan ini memberikan suatu kerangka (Perman et al., 2003).
tentang jenis-jenis sampah yang ada, komposisi Sampah juga mengancam pembangunan
sampah serta sifat-sifat sampah. Setelah ekonomi. Aktivitas-aktivitas ekonomi
membaca bagian ini, anda diharapkan bisa berlangsung di lingkungan alam dan oleh
mengklasikasikan sampah berdasarkan jenis karenanya alam memiliki sumbangsih yang
sumbernya, sifat kimiawi dan siknya, serta tidak kecil. Oleh karena itu, sampah tidak
tingkat bahaya yang bisa ditimbulkan oleh saja mempengaruhi lingkungan, akan tetapi
sampah tersebut. Karakterisasi tersebut akan sampah juga mempengaruhi perekonomian.
membantu para pengelola (manajer) sampah Contoh pada tataran global tentang saling
untuk mengetahui siapa-siapa saja pihak ketergantungan antara lingkungan dengan
yang terlibat didalam timbulnya sampah, ekonomi serta proses lingkungan yang
untuk memprediksi dampak lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas ekonomi
ditimbulkan dan untuk menyelaraskannya adalah masalah perubahan iklim.
dengan strategi penanganan yang efektif Sampah tidak hanya masalah
Sampah memiliki ancaman serius saat ini, namun juga menjadi masalah
terhadap lingkungan alam, perekonomian di masa mendatang. Kita sudah melihat
serta masyarakat kita. Pada pendahuluan bahwa dampak yang ditimbulkan oleh
ini akan dijelaskan fungsi-fungsi ekonomis residu sampah terhadap lingkungan dan
dari lingkungan alam bagi masyarakat dan kemasyarakatan sangat ditentukan oleh
perekonomian kita. Apa yang diberikan enam faktor, yaitu: (1) potensi dampak
oleh lingkungan kita mencakup penyediaan lingkungan yang ditimbulkan oleh bahan, (2)
sumberdaya-sumberdaya seperti mineral skala spasial dari dampak yang ditimbulkan,
dan energi, dan penyerapan residu sampah (3) tingkat bahaya yang ditimbulkan, (4)
yang dihasilkan oleh aktivitas-aktivitas tingkat pajanan/eksposur yang muncul, (5)
kehidupan kita. Pembuangan sampah atau kualitas bahan yang digunakan, dan (6)
aliran polusi turut berpengaruh terhadap waktu perbaikan dan pemulihan. Aspek
meningkatnya masalah lingkungan dan yang terakhir ini mengimplikasikan faktor
ekonomi dengan dua cara berikut. Pertama, waktu dan mengindikasikan kebutuhan
sampah mengandung bahan-bahan berbahaya periode waktu tertentu sebelum kerusakan
yang secara langsung mempengaruhi fungsi bisa dipulihkan. Untuk beberapa bahan
lingkungan alam yang menjadi penyokong (tergantung kepada tinggi rendahnya level
utama kehidupan dan perekonomian. Kedua, polusinya), waktu yang diperlukan untuk
lingkungan alam memiliki kapasitas asimilatif pemulihan bisa lama dan bisa cepat, dan
yang terbatas untuk menyerap residu-residu bukan tidak mungkin efeknya tidak bisa
sampah. Ketika jumlahnya melebihi kapasitas dipulihkan. Mekanisme tunda (delaying
ini, tentu saja akan menimbulkan ancaman mechanism), atau efek polusi yang baru
serius bagi stabilitas dan batas toleransi dari dirasakan pada periode waktu yang lama,
suatu ekosistem. Kadangkala efeknya sangat kerap terjadi pada polusi yang terakumulasi.
merusak. Polusi air dari merkuri misalnya Sebagai contoh, meskipun (sebagai asumsi
dapat memiliki efek proporsional dan relatif saja) emisi GHG sudah seratus persen tidak
kecil pada kadar polusi yang rendah, akan ditemukan saat ini, penduduk bumi masih

196 Maret 2013: 195 - 208


Versi online / URL:
Volume 8, Nomor 2

akan tetap menanggung efeknya hingga sumber sampah yang bermacam-macam.


puluhan bahkan ratusan tahun lagi. Selain Sampah-sampah ini berasal dari berbagai
itu, fakta bahwa sampah padat yang disimpan macam sumber, seperti individu, rumah
pada landll yang dikendalikan manusia, tangga, maupun sumber-sumber komersial
tidak secara otomatis tidak mengancam dan institusional. MSW atau sampah padat
generasi mendatang. Pertama, karena selalu perkotaan adalah jenis sampah yang banyak
ada resiko yang ikut pada bahan-bahan akan kita bahas pada pelatihan ini. MSW
limbah atau fasilitas-fasilitas penimbunan. terdiri dari sisa kertas, sisa makanan,
Salah satu contoh khususnya adalah reaksi sampah tektil, sampah sisa dan kadang sisa
lindi logam berat pada landll. Yang kedua, pembongkaran/penghancuran bangunan.
memelihara dan mengoperasikan landfill Sampah juga bisa diklasifikasikan
dalam jangka panjang tentu memerlukan berdasarkan karakterisik kimiawi dan sik.
lebih banyak biaya. Generasi mendatang Karakteristik-karakteristik kimiawi terdiri dari
harus menanggung biaya-biaya ini meskipun komponen-komponen organik dan anorganik,
mereka tidak menikmati manfaat produk yang yang sangat penting untuk memprediksi
dibuang tersebut. aplikasi pengomposan (composting) atau
S am p ah y an g d i h a s il k a n t u r u t konversinya menjadi metana dan etanol.
mempengaruhi tingginya biaya. Jika ditilik Karakteristik fisik dari sampah sangat
dari perspektif lingkungan, sampah merupakan ditentukan oleh kepadatan sik dari materi-
materi mahal karena dapat menimbulkan materi sampah tersebut. Sampah bisa
dampak lingkungan pada tingkat lokal, berwujud padat, cair dan gas. Karakteristik-
regional maupun global. Dari sudut pandang karakteristik fisik juga mencakup kadar
ekonomi, sampah merupakan nilai benda kelembaban dan distribusi ukuran partikel
yang telah hilang, yang memiliki efek dari komponen-komponennya.
negatif terhadap umat manusia (bisa berupa Yang terakhir, bahan-bahan sampah
gangguan ataupun bau busuk) dan dibutuhkan dapat dicirikan berdasarkan potensi bahaya
biaya yang tidak sedikit (untuk pengolahan yang ditimbulkannya. Sudah kita sebutkan
maupun dalam penimbunannya dalam jangka di depan bahwa masalah-masalah polusi
panjang). Sampah juga merupakan masalah sangat ditentukan oleh potensi dan tingkatan
bagi generasi mendatang, karena adanya efek bahaya dari bahan-bahan sampahnya. Bahaya
tunda dan biaya jangka panjang. Pendek kata, sampah bisa diwakili oleh empat elemen.
sampah akan selalu menjadi ancaman serius Klasif ikasi berdasarkan sumber
bagi pola kehidupan kita. menunjukkan bahwa sampah perkotaan sangat
Pengelolaan sampah ditujukan untuk heterogen jika ditilik dari komposisinya Hal
menurunkan dampak-dampak ini. Akan ini mengindikasikan adanya kompleksitas
tetapi, untuk merumuskan suatu pengelolaan pengelolaan sampah, namun klasifikasi
sampah yang memadahi, kita memerlukan yang jelas akan membantu para pengelola
k a r a k t er is a s i s am p a h s e ca r a l eb i h lingkungan untuk menemukan solusi yang
terperinci. Kita bisa melakukannya dengan bagus.
mengklasifikasikan jenis-jenis sampah Dat a m engenai sum ber, si fa t
yang berbeda berdasarkan jenis sumber dan dan kuantitas sampah akan membantu
berdasarkan sifat sik dan kimiawinya. memprediksi dan menganalisis dampak yang
Sampah bisa berasal dari berbagai terkait dengan produksinya. Sebagai contoh,
macam sumber. Sebagai contoh, komposisi komponen-komponen heterogen dari sampah
heterogen dari sampah padat perkotaan elektronik mengindikasikan dugaan adanya
(MSW) yang tertumpuk di tempat-tempat pengaruh dari limbah tersebut. Sampah
pembuangan sampah sementara menunjukkan elektronik mencakup komponen-komponen

Pengelolaan Sampah Malang Raya Menuju Pengelolaan Sampah Terpadu Yang Berbasis Partisipasi Masyarakat 197
Sofyan Arief JURNAL HUMANITY, ISSN 0216-8995

kaca, plastik, dan logam. Tergantung kepada umur landfill. Umur landfill ditentukan
jenis perlakuannya, bahan-bahan didalam berdasarkan perbandingan volume sampah
komponen-komponen ini akan tetap bertahan dengan kapasitas dari landfill tersebut.
di lingkungan, jika bahan-bahan tersebut Pemadatan atau penurunan volume sampah
tidak didaur ulang secara penuh. Plastik padat ini, misalnya dengan pembakaran,
ketika dibakar akan menyebabkan emisi CO2 akan memperpanjang umur land ll. Akan
dan memberikan kontribusi bagi pemanasan tetapi, karakteristik-karakteristik sik lainnya
global, sementara itu logam berat didalam seperti tingkat kelembaban dan distribusi
komponen-komponen elektronik dapat partikel akan turut mempengaruhi potensi
bocor dari landll dan masuk ke air tanah di pembakaran (combustion).
sekitar landll tersebut. Dampak ekonomi
dari sampah elektronik mencakup ekstraksi METODE PENELITIAN
bahan-bahan mentah yang dibutuhkan
untuk mengganti produk yang dibuang, Jenis dan Sumber data
sementara itu pengolahan lebih lanjut tentu
membutuhkan biaya tersendiri. Data yang akan dikumpulkan terdiri dari
K l as i f i k as i j en i s- je n is sa mp a h data primer dan data sekunder. Data primer
berdasarkan jenis penghasil, komposisi berupa informasi mengenai pelaku/informant,
dan bahaya akan mendorong terbentuknya tempat dan peristiwa (melalui site inspection).
pengelolaan sampah dengan cara yang paling Informant terdiri dari masyarakat selaku
baik. Kemungkinan daur ulang, penggunaan penghasil sampah di Kota Malang, Selain itu
untuk bidang pertanian dan pembakaran juga akan dilakukan wawancara kepada Dinas
sangat dipengaruhi oleh komposisi zat kimia Kebersihan dan Bapeda selaku pelaksana
dan sik yang ada pada sampah tersebut. tangung jawab dan Perancang Peraturan
Data komposisi elemental sampah sangat Daerah dalam Pengelolaan sampah. Data
penting untuk memprediksi penggunaanya sekunder berupa berbagai dokumen yang
sebagai bahan bakar, untuk mendisain relevan dari berbagai institusi yang berkaitan
fasilitas pendaurulangan dan komposisi gas dengan aktitas Pengelolaan sampah.
dari emisi yang dihasilkan oleh incinerator
(tempat pembakaran) dan lindi dari landll. Penentuan Daerah Riset
Ada tidaknya kandungan komponen-
komponen anorganik yang ada di landll Malang Raya merupakan daerah
sangat menentukan sifat biodegradabilitas penelitian yang dipilih, dengan alasan sebagai
(keteruraian) sampah dan aplikasi untuk berikut:
pembuatan kompos, pupuk tanaman serta Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten
produksi metana dan ethanol. Malang, Kota Batu) merupakan kota
Cara yang dipakai dalam memproses pendidikan, industri dan pariwisata di
dan mentransformasikan sampah sangat Wilayah Jawa Timur. Dimana terdapat
ditentukan oleh sifat-sifat sik dari sampah banyak variasi sampah yang berbeda
tersebut. Hanya sampah cair dan gas (milik mayarakat dan pengusaha dengan
yang bisa ditransportasikan dengan pipa, jenis yang berbeda)
sementara itu transportasi sampah padat Jumlah penduduk yang cukup padat
sering dilakukan dengan truk atau lori. Sifat dengan status sosial dan keberagaman
sik, khususnya kepadatan, juga merupakan pendidikan.
suatu parameter yang sangat penting didalam
karakterisasi sampah karena memberikan
informasi untuk mempermudah prediksi

198 Maret 2013: 195 - 208


Versi online / URL:
Volume 8, Nomor 2

Tekhnik Pengumpulan Data dengan narasumber. Pengambilan sample


dilaksanakan dengan teknik Non Random
Data dikumpulkan dengan menggunakan Sampling. Adapun jenis pengambilan
beberapa metode, yakni: sample yang dipergunakan dalam penelitian
Observasi lapangan dengan pengamatan ini adalah Purposive Sampling, tata cara
terlibat (participant observation); ini diterapkan, apabila peneliti benar-benar
FGD (Focus Group Discussion); ingin menjamin, bahwa unsur-unsur yang
Waw an cara men dalam ( in- d ep th hendak ditelitinya masuk kedalam sample
interview); yang ditariknya. menetapkan syarat-syarat
Metode dokumenter (documentary tertentu yang harus dipenuhi, didalam
study). memilih unsur-unsur dari sample yaitu
Teknik sampling jenis pengambilan sample yang dilakukan
dengan cara menetapkan calon responden
Teknik sampling yang digunakan dalam berdasarkan kriteria dan persyaratan oleh
penelitian ini adalah purposive sampling pengambil sample.
(sampling bertujuan).
Metode Wawancara
Subyek Penelitian
Metode wawancara yang digunakan
Subyek penelitian menggunakan terhadap responden adalah wawancara
N a r as u m b er d an Re s p o n d en u n t u k terstruktur maupun tidak terstruktur 2
memperoleh data sebagai jawaban dari maksudnya pewawancara telah menyiapkan
permasalahan. Nara sumber adalah subyek daftar pertanyaan yang akan ditanyakan
yang memberikan jawaban atas pertanyaan namun tidak menutup kemungkinan akan
peneliti yang berupa pendapat hukum berkaitan diajukan pertanyaan-pertanyaan di luar dari
dengan permasalahan hukum yang diteliti. daftar pertanyaan yang telah disiapkan.
Nara sumber penelitian ini adalahAnggota Sebelum melakukan wawancara penulis
DPR kota Malang, Kabupaten Malang dan terlebih dahulu mempersiapkan segala
Kota Batu. Responden adalah subjek yang sesuatu yang dibutuhkan seperti membuat
memberikan jawaban atas pertanyaan peneliti daftar wawancara, membuat janji kunjungan,
berupa data yang dibutuhkan dalam rangka mempersiapkan peralatan seperti alat tulis
pemecahan masalah hukum yang diteliti dan dan alat perekam. Teknik pencatatan dalam
responden pada penelitian ini adalah Kepala wawancara dilakukan dengan menggunakan
Dinas Kebersihan Kota Malang, Kabupaten alat tulis atau alat perekam, hal ini agar lebih
Malang dan Kota Batu. mempermudah penulis nantinya karena
semua jawaban tidak akan hilang.
Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Alat pengumpulan data yang digunakan
adalah melalui wawancara yaitu proses tanya Teknik analisis yang akan digunakan
jawab dalam penelitian yang dilakukan dalam penelitian kualitatif ini akan didasarkan
secara lisan kepada 2 (dua) orang atau pada Model Kearifan Lokal Analisis Interaktif
lebih dan mendengarkan secara langsung (Miles & Huberman, 1992). Menurut Model
infomasi atau keterangan dari mereka 1 . Kearifan Lokal ini dalam pengumpulan data
Wawancara dilakukan secara langsung peneliti selalu membuat reduksi data dan
2 Suharsimi Arikunto, 1998, Prosedur Penelitian Suatu
1 Cholid Narbuko, H. Abu Achmadi, 2007, Metodologi Pendekatan Praktek (Edisi Revisi IV), Rineka Cipta,
Peneltitian, Bumi aksara, Jakarta, hlm. 83. Jakarta, hlm. 231.

Pengelolaan Sampah Malang Raya Menuju Pengelolaan Sampah Terpadu Yang Berbasis Partisipasi Masyarakat 199
Sofyan Arief JURNAL HUMANITY, ISSN 0216-8995

sajian data secara terus menerus sampai seperti penerimaan dan penimbunan sampah.
tersusun suatu kesimpulan. Pemilahan sampah pada masyarakat
akan sia sia jika tidak diimbangi dengan
HASIL DAN PEMBAHASAN pengangkutan sampah yang terpisah pula,
sehingga sampah yang masuk ke tempat
Sampah tidak bisa dipisahkan dari proses pembuangan akhir akan terpilah dan lebih
dan aktivitas kita, dan kehadirannya sulit mudah dikelola, lalu masalahnya adalah
untuk dihindarkan. Selain itu, penggunaan bagaimana cara pengangkutan sampah yang
produk oleh masyarakat akan menghasilkan terpisah dengan kondisi keterbatasan sarana
residu. Pada banyak kasus, jenis-jenis transportasi maka alternative yang dapat
bahan ini tidak bisa dipakai kembali dengan diambil adalah sebagaimana pemisahan
cara-cara lain dan mungkin juga tidak bisa dimasyarakat maka untuk transportasi
untuk dijual. Bahan-bahan ini secara khusus dapat dilakukan penjadwalan pengangkutan
didenisikan sebagai sampah dan diberikan sampah berdasar jenisnya, atau dilakukan
kepada pihak ketiga untuk pengolahan lebih penambahan armada sehingga setiap hari
lanjut. semua jenis sampah akan terangkut.
Alasan untuk menangani sampah tidak Sampah yang telah terpisah
selalu sama dan biasanya tergantung kepada membutuhkan tempat pembuangan akhir yang
jenis sampah dan sifat dari tujuan/hasil terpisah pula karena pengelolaannya juga
berikutnya. Beberapa pengolahan dan akan dipisahkan, untuk sampah organik atau
instalasi sampah memiliki sifat multiguna. sampah basah, maka dibutuhkan suatu tempat
Alasan dasar didalam pengelolaan dengan system sanitary lanl agar limbahnya
sampah adalah: tidak mengganggu lingkungan sedangkan
Untuk mengurangi sifat-sifat bahaya sampahnya sendiri akan menghasilkan gas
yang terkandung didalam sampah methan yang dapat dimanfaatkan sebagai
untuk memisahkan sampah kedalam energy panas atau listrik, dan sisa limbahnya
komponen-komponen tersendiri, dimana akan menjadi pupuk, sementara untuk sampah
beberapa atau semuanya bisa dimasukkan kering dapat didaur ulang untuk dipergunakan
untuk penggunaan/perlakuan berikutnya lagi melalui teknologi industry daur ulang,
untuk mengurangi jumlah sampah begitu pula untuk jenis sampah yang lain.
akhir yang harus dikirimkan ke tempat Pendanaan menjadi salah satu kendala
pembuangan akhir dalam menjalankan suatu model Kebijakan
untuk mengubah sampah menjadi bahan- yang ideal untuk Pengelolaan sampah
bahan yang lebih berguna karena sebagaiman yang diketahui bahwa
Pr oses pengolahan sampah bisa pendanaan untuk Pengelolaan sampah rata-
melibatkan penggantian dan transfer zat- rata secara nasional hanya mampu menutup
zat antar media. Sebagai contoh, beberapa 35% kebutuhan dana keseluruhan maka dapat
proses pengolahan menghasilkan limbah cair diambil alternative untuk keterlibatan swasta
yang dikirimkan ke sewer dan limbah padat atau asing dalam pengelolaannya sehingga
yang dikirimkan ke TPA, dan yang lainnya terkelola dengan professional dan dapat
menghasilkan emisi ke udara terutama memberikan pemasukan pada kas daerah
sebagai hasil dari pembakaran. Sebagai atau ketiga daerah akan menanamkan modal
alternatifnya, sampah dapat diubah agar bersama untuk berbagi keuntungan dalam
cocok dengan rute perlakuan sampah lainnya, Pengelolaan sampah Terpadu ini.
misalnya pembakaran minyak bahan bakar Wilayah Malang Raya merupakan suatu
yang bisa diperbaharui. Terdapat sejumlah kawasan yang meliputi sebagian wilayah
aktivitas tambahan yang penting yang eks Karesidenan Malang yang terdiri dari
berhubungan dengan pengolahan sampah,

200 Maret 2013: 195 - 208


Versi online / URL:
Volume 8, Nomor 2

kabupaten Malang, kota Malang dan kota oleh masyarakat selaku penghasil sampah
Batu. Wilayah ini secara kultural terikat pada dan pemerintah selaku public service,
suatu komunitas budaya yang menyatukan didukung dengan adanya Undang-undang
masyarakatnya berdasar olahraga sepak bola no 18 tahun 2008 tentang pengelolaan
yang di sebut dengan Arek Malang atau sampah terpadu, walaupun dalam faktanya
Arema. Penyebutan Malang Raya mulai mencari lahan untuk TPA sangatlah sulit
populer ketika kecamatan Batu ditetapkan karena sebagian besar masyarakat tidak
sebagai kota administratif hingga kemudian menghendakinya, ada ketakutan akan dampak
menjadi kota otonom yang terpisah secara bau, kotornya lingkungan lebih lebih akan
administratif dengan kabupaten Malang. penurunan harga tanah disekitar TPA, ada
Dalam perkembangannya, tiga kepala daerah fakta lain bahwasannya TPA Talangagung
di wilayah Malang Raya sering berkoordinasi yang terletak di kota Kepanjen sebagai kota
dalam setiap kegiatan yang berpotensi pusat pemerintahan kabupaten Malang adalah
melibatkan ketiga wilayah administratif terletak di tengah kota dan dengan melihat
tersebut. Hal ini menjadikan kebijakan- pentinganya kualitas lingkungan dalam
kebijakan pemerintahan yang diambil tidak rangka mendukung kesehatan masyarakat
berbenturan antar-wilayah. maka muncul suatu inovasi untuk melakukan
Kabupaten Malang ber dasar kan pengembangan energy baru terbarukan dari
jumlah penduduk hasil sensus tahun 2011 bahan baku sampah dalam berbagai jenisnya.
adalah 3.060.866 jiwa (data BPS kabupaten Atas dasar Undang-undang nomor 18
Malang) dengan luas wilayah 3.534,86 Km2 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah
membawahi 33 kecamatan dengan 390 desa terpadu, Peraturan Pemerintah nomor 81
dan kelurahan memiki pertumbuhan ekonomi tahun 2012 tentang pengelolaan sampah
sebesar 7,43% pada tahun 2011 dengan rumah tangga dan sampah jenis sampah rumah
APBD sebesar 2,3 Trilyun tahun 2012, dalam tangga, Peraturan Menteri dalam Negeri no
hal potensi sampah diketahui timbunan 33 tahun 2012 tentang pedoman pengelolaan
sampah domestic (dalam skala kabupaten) sampah, perda nomor 1 tahun 2011 tentang
6.397 m2/hari, timbunan sampah pedesaan pengelolaan sampah di kabupaten Malang,
4.961 m2/hari, system gali urug 4.018 m2/ maka Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang
hari, system pengelolaan TPA pedesaan 943 kabupaten Malang membagi 7 wilayah
m2/hari, timbunan sampah perkotaan 1.436 pelayanan dimana setiap wilayah dilayani
m2/hari, pelayanan oleh pemerintah (dinas) oleh satu unit pelaksana teknis dinas (UPTD).
603.1 m2/hari, tempat pembuangan sampah Untuk sarana dan prasarana yang tersedia
yang menggunakan 3R (reduce, reuse and guna melaksanakan tugas kebersihan dan
recicle) 129.2 m2/hari, terkelola 732.3 m2/ pengelolaan sampah, Dinas Cipta Karya
hari, pelayanan mandiri 636.1 m2/hari, tidak dan Tata Ruang kabupaten Malang memiliki
terpantau 67.5 m2/hari, dari data diatas maka beberapa sarana dan prasarana. Adapun
dapat diketahui bahwasannya kabupaten sarana dan prasarana yang tersedia antara
malang memiliki potensi sampah yang luar lain ; 11 Dump Trucks, 18 Arm Rolls, 99
biasa didukung dengan produk kebijakan Containers, 103 Barrows, 6 Wagon Motors.
yang telah mendukung untuk terlaksanannya Untuk tenaga kebersihan sebesar 171 pasukan
pengelolaan sampah terpadu. kuning. Sedangkan untuk alat berat sejumlah
Pengelolaan sampah di Kabupaten 3 bulldozers, 1 ekskavator, and 1 wheel
dilaksanakan berdasar latar belakang adamya loader.
perubahan iklim global yang disebabkan Sampah-sampah yang diangkut untuk
salah satunya pengelolaan smpah rumah selanjutnya diproses di tempat pemrosesan
tangga yang tidak baik yang dilakukan akhir (TPA) sampah. Kabupaten Malang

Pengelolaan Sampah Malang Raya Menuju Pengelolaan Sampah Terpadu Yang Berbasis Partisipasi Masyarakat 201
Sofyan Arief JURNAL HUMANITY, ISSN 0216-8995

memiliki 7 buah TPA sampah terdiri dari : kecamatan sumberpucung, kecamatan


TPA Sampah Randuagung Singosari kromengan, kecamatan wonosari,
dengan luas 5,5 Ha dan area yang sudah kecamatan wagir dan kecamatan pakisaji,
dimanfaatkan sebesar 70% melayani 4 dengan jumlah sampah yang masuk TPA
kecamatan yaitu kecamatan Lawang, perhari kurang lebih 140m2 / hari
kecamatan Singosari, Kecamatan TPA Sampah Madiredo Pujon dengan
Karangploso, dan Kecamatan Dau luas 0,71 Ha dalam kondisi baru TPA ini
dengan jumlah sampah yang masuk menjadi salah satu TPA cadangan.
Tempat Pembuangan Akhir ini kurang
lebih 156m2 / hari. Sehingga total TPA yang dimiliki
TPA Sampah Paras Poncokusumo kabupaten Malang adalah kurang lebih
dengan luas 1,2 Ha dan area yang sudah 9 hektar dengan lokasi yang terpencar
dimanfaatkan sebesar 50%, melayani dibeberapa kecamatan, maka dengan kondisi
4 kecamatan yaitu kecamatan pakis, tersebut dilakukanlah beberapa hal untuk
kecamatan poncokusumo, kecamatan mendukung pengelolaan sampah terpadu
tumpang, kecamatan jabung, dengan sebagai energy baru terbarukan yaitu :
jumlah sampah yang masuk tempat Pemanfaatan gas methan dari tempat
pembuangan akhir sebanyak kurang lebih pembuangan akhir sampah untuk
66m2 / hari. pemerataan dan penyedian energy bagi
TPA Sampah Kasri Bululawang dengan masyarakat yang tinggal disekitar Tempat
luas 0,8 Ha dan area yang sudah Pembuangan Akhir.
dimanfaatkan sebesar 0% ini merupakan Pembentukan desa mandiri energy (bisa
TPA cadangan yang nantinya akan dilakukan dengan pemanfaatan limbah
digunakan untuk menampung sampah ternak)
dari 5 kecamatan yaitu kecamatan Pengelolaan sampah pada masyarakat
b ul ul awan g, k ecamatan t ajin an , melalui drum komposter dimana sampah
kecamatan gondanglegi, kecamatan diolah menjadi pupuk organik.
pagelaran, dan kecamatan wajak, untuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah
saat ini sampah kelima kecamatan masih menjadi tempat wisata edukasi bertempat
ditampung ditempat pembuangan akhir di talangagung kepanjen dan paras
paras poncokusumo dan randuagung poncokusumo.
singosari. Kondisi TPA Kabupaten Malang
TPA Sampah Rejosari Bantur dengan luas pembuangan sampah masih dilakukan
2,0 Ha dan area yang sudah dimanfaatkan bercampur antara sampah basah, kering
sebesar 50% melayani 5 kecamatan yaitu dan sampah.
kecamatan pagak, kecamatan donomulyo,
kecamatan bantur, kecamatan kalipare, Kota Malang secara geogras berada
kecamatan gedangan, jumlah samapah pada 112349-1124134 Bujur Timur dan
yang masuk TPA 24 m2 / hari 7542-835 Lintang Selatan di ketinggian
TPA Sampah Pagak dengan luas 1,9 Ha antara 400-650 meter diatas permukaan
area ini masih belum digunakan karena laut (dpl). Berdasarkan letak tersebut, Kota
diproyeksikan sebagai TPA cadangan dan Malang memiliki udara sejuk dengan suhu
terletak pada kecamatan pagak. rata-rata 22,2C sampai dengan 24,13C dan
TPA Sampah Talangagung Kepanjen kelembaban udara 74%- 82% serta curah
dengan luas 2,5 Ha dan area yang sudah hujan rata-rata 1.883 milimeter per tahun.
dimanfaatkan sebesar 20 % melayani 6 Kota Malang mempunyai luas wilayah
kecamatan yaitu kecamatan kepanjen, 110,056 Km2. Berdasarkan jumlah penduduk

202 Maret 2013: 195 - 208


Versi online / URL:
Volume 8, Nomor 2

hasil sensus tahun 2012 adalah 895.338 jiwa di berbagai wilayah di kota Malang. Untuk
penduduk tetap dan 200.000 jiwa penduduk TPA yang ada di kota Malang terdapat TPA
tidak tetap terdiri atas 5 Kecamatan dan 57 Supit Urang yang terletak di kelurahan
Kelurahan, 536 RW dan 4011 RT. Mulyorejo seluas 28 Ha. Setiap hari ada
Kota Malang menjadi daerah hunian yang sekitar 400 ton sampah yang masuk ke TPA
semakin padat ditambah oleh pembangunan sampah. Dari luasan tersebut, sudah sebesar
perumahan dan permukiman baru di wilayah 75 % sudah penuh dengan sampah. Menurut
pinggiran kota dan pertumbuhan kawasan kepala dinas kebersihan dan pertamanan kota
perdagangan formal maupun informal yang Malang, secara de facto TPA Supit Urang
semakin marak disamping munculnya slum sudah menjadi TPA bersama karena setiap
area di beberapa lokasi permukiman yang harinya juga melayani sampah dari kabupaten
telah ada sebelumnya. Dengan bertambahnya Malang seperti dari daerah Wagir dan Pakis
penduduk, maka volume sampah setiap yang berada di perumahan Sawojajar II
tahun mengalami kenaikan. Berdasarkan sedangkan pada tahun 2012 jumlah sampah
data volume sampah tahun 2006 sampah adalah 607,44 ton/hari dengan jumlah sampah
yang dihasilkan sebesar 259.832 m/hari. yang terangkut ke TPA sebesar 420,98 ton/
Selang 3 (tiga) tahun kemudian padatahun hari dan yang terangkut ke TPS sebesar
2009 volume sampah yang dihasilkan 431,50 ton/hari.
sebesar 343.266 m/hari. Sampah sampah
tersebut diangkut dari 43 TPS yang tersebar Data Dinas Kebersihan dam Pertamanan
Tabel 1. Sampah Kota Malang tahun 2012
No Asal Sampah Jml Ton/Perhari
1. Penduduk Kota Malang : 895.339 x 0.5 Kg 447.67
2. Warga yang bukan sebagai penduduk : 200.000 x 0.5 Kg 100.00
3. Jalan , Komersial /Pasar dan Industri (10 % x Pddk) 44,77
4. Sampah dari sumber lain 15,00
Jumlah 607,44
Data Dinas Kenersihan dam Pertamanan Kota Malang 2013
Sampah kota Malang diolah pada dua tempat yaitu pada TPA supit urang dan langsung dimasyarakat

TIMBULAN SAMPAH KOTA


MALANG

607,44 T/Hr

TPA MASYARAKAT
SUPITURANG KOTA MALANG

420,98 T/Hr 186,46 T/Hr

LAPAK DITANAM DI
DIKOMPOS BANK SAMPAH
KERAJINAN HALAMAN

58,01 T/Hr 2,50 T/Hr 110,95 T/Hr 15,00 T/Hr

Gambar 1. Alur Pengelolaan Sampah Kota Malang

Pengelolaan Sampah Malang Raya Menuju Pengelolaan Sampah Terpadu Yang Berbasis Partisipasi Masyarakat 203
Sofyan Arief JURNAL HUMANITY, ISSN 0216-8995

Kota Malang 2013 sebagian dengan sistem kubur di halaman


dan sampah kota malang terdiri atas 61,5%
Dari alur diatas dapat diketahui sampah organik dan sisanya 38,5% adalah
bahwasannya timbunan sampah kota Malang sampah annorganik dengan komposisi ada
yang langsung dikelola masyarakat terbagi kertas, kayu, sampah tekstil, karet besi,
atas dikelola untuk menjadi kompos dengan kaca dan lain sebagainya dengan komposisi
dilakukan proses pengkomposan sampah, sebagaimana berikut
ada yang di kelola dalam bank sampah, Kota Malang tercatat pernah memiliki
ada yang langsung dijadikan kerajinan dan
Tabel 2. Komposisi Sampah Kota Malang
NO JENIS SAMPAH KOMPOSISI SAMPAH
61,5 %
A Organik
(373,58 TON/HARI)
38,5 %
B AnOrganik
(233,86 TON/HARI)
1 Kertas dan bahan sejenis kertas 6,90 %
2 Kayu dan sampah taman 1,20 %
3 Tekstil dan produk tekstil 3,50 %
4 Karet 0,80 %
5 Plastik 17,50 %
6 Besi 0,20 %
7 Kaca 0,70 %
8 Lain-lain 7,70 %
Data Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang 2013

4 (empat) TPA sebelum beroperasinya TPA 7044-8026 lintang selatan dengan wilayah
supit urang yaitu TPA yang berada dibelakang yang sebelah utara berbatasan dengan
balaikota Malang, yang ditutup pada tahun Kabupatem Mojokerto dan Pasuruan, sebelah
1988 karena telah penuh, 3 (tiga) TPA Timur dengan Kabupaten malang, sebelah
yang lain adalah TPA Pandanwangi, TPA Selatan dengan Kabupaten Malang, sebelah
Gadang, TPA Lowokdoro yang ketiganya barat dengan kabupaten Malang, kota
telah ditutup pula karena telah tidak mampu Batu memiliki wilayah seluas kurang lebih
manampung lagi sampah, sehingga pada 19.908,72 Hektar, terdiri atas 3 kecamatan
saat ini yang tersisa adalah TPA supit urang dan 24 desa/kelurahan sebagaimana pada
yang memiliki luas 28 Hektar dengan volume tabel 3.
sampah 420,98 ton per hari lalu akan muncul TPA kota Batu terletak di Desa Tlekung
permasalahan jika TPA supit urang telah Kecamatan Junrejo Kota Batu dengan luas
overload dan tidak lagi mampu menampung 6,08 Hektar TPA ini mulai dioperasikan pada
sampah mau dikemanakan sampah kota bulan Juni 2009 untuk melayani 17 TPS di
malang selanjutnya? Dengan tipikal kota tiga kecamatan kota Batu
akan sangat sulit untuk kota Malang mencari Berdasarkan database Dinas Kebersihan
tempat pengganti, karena lahan kosong di kota Batu, volume sampah yang diproduksi
kota malang sudah tidak lagi banyak, maka sebesar 475 m / hari. Dari sampah yang
penting untuk dipikirkan pengelolaan sampah dihasilkan hanya 245 m / hari yang terangkut
terpadu sebagai solusinya. ke TPA sampah. Tingkat pelayanan kebersihan
Kota Batu secara geografis terletak yang dilakukan di kota Batu baru sebesar 66
antara 122017-122057 bujur timur dan % dimana 16 desa/kelurahan sudah terlayani

204 Maret 2013: 195 - 208


Versi online / URL:
Volume 8, Nomor 2

Tabel 3. Kecamatan dan kelurahan kota Batu


KECAMATAN KELURAHAN KECAMATAN KELURAHAN KECAMATAN KELURAHAN
Oro-oro Ombo Pandanrejo Tlekung
Temas Bumiaji Junrejo
Sisir Bulukerto Mojorejo
Ngaglik Gunungsari Torongrejo
Pesanggrahan Punten JUNREJO Beji
BATU Bumiaji
Songgokerto Tulungrejo Pendem
Sumberejo Sumbergondo
Giripurno Dadaprejo
Sidomulyo Sumber Bran-
tas

Sumber Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu


sedangkan 8 desa/kelurahan titik sejak tahun 2006. Pada tahun 2006 telah
belum ter layani. Utuk melayani dibangun TPS sebesar 7 unit, tahun 2007
pengengkutan sampah di kota Batu, Dinas ada penambahan sebesar 5 unit, tahun 2008
Kebersihan kota Batu memiliki 5 unit dump 4 sebesar unit, tahun 2009 sebesar 7 unit
truck, 6 unit amroll truck, 1 unit open truck serta tahun 2010 sebesar 4 unit. Sampah
dan 1 unit shovel. Selain itu dari sumber sampah dari TPS untuk selanjutnya diproses
sampah ke TPS dilayani oleh 116 unit gerobak di TPA Tlekung yang berada di wilayah
sampah yang tersebar di berbagai titik di kota kelurahan Tlekung dengan luas sebear 6,08
Batu. Untuk menampung sampah-sampah Ha, dengan volume sampah pada tahun 2013
dari warga, telah dibangun berbagai tempat sebagaimana dalam tabel dibawah ini:
penampungan semantara (TPS) diberbagai Sampah yang masuk ke TPA memiliki

Volume Sampah Masuk TPA Tlekung tahun 2013

KECAMATAN VOLUME
NO BULAN
BATU JUNREJO BUMIAJI TOTAL
1 JANUARI 1517.33 1327.67 1707.00 4552
2 FEBRUARI 1378.00 1205.75 1550.25 4134
3 MARET 1472.33 1288.29 1656.38 4417
4 APRIL 1276.00 1116.50 1435.50 3828
5 MEI 1528.33 1337.29 1719.38 4585
6 JUNI 1589.33 1390.67 1788.00 4768
7 JULI 1518.00 1328.25 1707.75 4554
8 AGUSTUS 1592.33 1393.29 1791.38 4777
9 SEPTEMBER 1589.33 1390.67 1788.00 4768
10 OKTOBER 0.00 0.00 0.00 0
11 NOPEMBER 0.00 0.00 0.00 0
12 DESEMBER 0.00 0.00 0.00 0
komposisi 63% adalah sampah organik, 36% memiliki kendala jika akan melakukan
adalah sampah anorganik dan 7% adalah sistem urug pada sampah karena harus
sampah residu, TPA kota Batu memiliki membeli tanah dari kabupaten Malang
keunikan yaitu pemilahan sampah dilakukan dan itu membutuhkan biaya yang cukup
di TPA sehingga memiliki 23 tenaga kerja besar sehingga dilakukanlah pengolahan
khusus pemilah sampah, TPA batu juga sebagaimana pada bagan berikut :

Pengelolaan Sampah Malang Raya Menuju Pengelolaan Sampah Terpadu Yang Berbasis Partisipasi Masyarakat 205
Sofyan Arief JURNAL HUMANITY, ISSN 0216-8995

7
3 6
Sampah Pengompos
Pencatata Organik Pencacahan an
1 n Sampah
8
Pengayaka
2
Sampah 9
Pemilaha
Datang
Pengemasa

Sampah Dapat Dijual


4 di Daur Ulang

Sampah
Anorgan 5 1
Sampah Tidak Ditimbun
Dapat di Daur di
Ulang Sanitary
(Residu)

1 Pengolahan

Gambar 2. Alur Pengelolaan Sampah Kota Batu


Sumber Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu tahun 2013

KESIMPULAN DAN SARAN pemaknaan regionalisasi pengelolaan sampah


yang seperti itu sangat berlebihan karena
B e r d a s a r k a n s u r v e y, u p a y a terkesan menyalahkan masyarakat kabupaten
mengembangakan kesepakatan kerjasama di Malang. Bagi kabupaten Malang urusan
bidang pengelolaan sampah cukup dinamis. pengelolaan sampah di perkotaan Malang
Isu-isu pokok yang dapat diidentifikasi Raya merupakan urusan bersama yang lintas
ter kai t per kemb ang an r egio nali sasi wilayah administrasi sehingga jangan sampai
pengelolaan sampah di Malang Raya disekat-sekat hanya berdasarkan wilayah.
antara lain; isu pelayanan sampah lintas Pada isu kedua, terkait penetapan lokasi TPA
wilayah administrasi, penetapan lokasi regional hasil studi dari pemerintah pusat
TPA regional, dan pembiayaan pengelolaan (Cipta Karya) merekomendasikan TPA Supit
sampah regional. Pada isu pertama, warga Urang menjadi lokasi TPA regional. Dalam
kabupaten Malang yang berada di perbatasan perspektif kabupaten Malang, kalau TPA
dengan kota Malang selama ini dianggap Supit Urang dijadikan sebagai lokasi TPA
telah membuang sampahnya ke TPA Supit regional dikhawatirkan tidak bisa bertahan
Urang yang secara administratif berada di lama karena lahan yang dimiliki sudah
wilayah kota Malang. Kondisi ini menjadi sempit. Kekhawatiran ini didasarkan pada
dasar bagi pemerintah kota Malang dalam pengalaman tahun 2000 dimana TPA Supit
memaknai regionalisasi pengelolaan sampah Urang pernah berhenti beroperasi akibat
dimana TPA Supit Urang sudah melayani over load.
pengelolaan sampah secara regional sehingga
perlu legalisasi yang kuat. Pada sisi yang lain,
pemerintah kabupaten Malang menganggap

206 Maret 2013: 195 - 208


Versi online / URL:
Volume 8, Nomor 2

DAFTAR PUSTAKA Suharsimi Arikunto, 1998, Prosedur


Penelitian Suatu Pendekatan Praktek
Graedel T.E., J. A. Howard-Grenville 2005. (Edisi Revisi IV), Rineka Cipta, Jakarta
Sustainability-Related Performance, Subeki, N, 2010, Optimalisasi Gas
Chapter 6. In: Greening the Industrial Landll sebagai Suplai Pembakaran
Facility Perspectives, Approaches, Di Laboratorium Flaring System Di
and Tools. Springer Science+Business TPA Supit Urang Proceeding Seminar
Media, Inc. USA Nasional, UMM, Malang
IPPC (2007). 4th Assessment Report. Working Subeki, N dan Helmi, 2011Mekanisme
Group II 2007 dan Penanganan Kebersihan Di Kota
Mendelsohn, R., A. Dinar, L.Williams 2006. Malang Bintek DPRD Kota Malang,
The distributional impact of climate Sarangan, Magetan
change on rich and poor countries. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008
Journal Environment and Development tentang Pengelolaan Sampah
Economics 11: 159178 C 2006 Undang-undang no 32 tahun 2009 tentang
Perman, R, Y.Ma, J. McGilvray, M.Common Pengelolaan Lingkungan Hidup
20 03. Natu ral Resource and Undang-undang no 25 Tahun 2007 Tentang
Environmental Economics. Pearson penanaman Modal
Education Ltd, UK Undang undang no 30 tahun 2007 tentang
Stern, I. 2006. The Stern Review: The Energi
Economics of Climate Change. HM Undang-undang no 20 tahun 2002 tentang
Treasury UK Ketenagalistrikan
Tietenberg, T. 2006. Environmental and Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
Natural Resource Economics, 7th Tentang Pemerintahan Daerah
Edition. Pearson Education, Inc, USA Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008
Bagir manan, pertumbuhan dan tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
perkembangan konstitusi suatu Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang
Negara, 1995 mandar maju, bandung. Pemerintahan Daerah
Cholid Narbuko, H. Abu Achmadi, 2007, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007
Metodologi Penelitian, Bumi aksara, Tentang Penataan Ruang
Jakarta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
Hestu cipto handoyo, Prinsip-prinsip Legal Tentang Pelayanan Publik
Drafting dan Desain Naskah Akademik, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999
2008, universitas atmajaya, yokyakarta. Tentang Analisis Mengenai Dampak
Jacobs. J and Maskant, W, 2006 Landll Lingkungan Hidup
Management Workshop Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun
UMM, Malang 2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan
Kansil, 2008, Pokok-pokok Pengetahuan Pengawasan Pelaksanaan Pemerintah
Hukum Dagang Indonesia, sinar graka. Daerah
Jakarta. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun
Kelly Park, Supit Urang Landfill Gas 2007 Tentang Pembagian Urusan
Recovery Project, Hanwa Corporation, Pemerintahan antara Pemerintah,
Korea Pemerintahan Daerah Provinsi dan
Radar Malang, 2006, Pemanfaatan sampah Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
di TPA Malang. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2008
Tentang Pedoman Pemberian Insentif
Satjipto rahorjo, 2000, Ilmu Hukum, Citra Dan Pemberian Kemudahan Penanaman
Aditya Bakti, Bandung Modal Di Daerah
Perpres 67 tahun 2005 tentang Kerjasama

Pengelolaan Sampah Malang Raya Menuju Pengelolaan Sampah Terpadu Yang Berbasis Partisipasi Masyarakat 207
Sofyan Arief JURNAL HUMANITY, ISSN 0216-8995

Pemerintah Dengan Badan Usaha on Climate Change Convention from


Dalam Penyediaan Infrastuktur unfccc.int/resource/docs/natc/indonc1.
Perpres no 05 tahun 2006 tentang Kebijakan pdf
Energi Nasional IPCC www.IPCC.ch
Perpres 46 Tahun 2008 tentang Dewan IPCC waste model www.ipcc-nggip.iges.
Nasional Perubahan Iklim or.jp/public/2006gl/pdf/5_Volume5/
Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 IPCC_Waste_Model.xls
Tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu
di Bidang Penanaman Modal
Perpres 13 tahun 2010 tentang Perubahan
Atas Peraturan Presiden Nomor 67
Tahun 2005 Tentang K erjasama
Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam
Penyediaan Infrastruktur
Per p r es no 0 7 t ahu n 20 11 t en tan g
Penyelenggaraan Inventarisasi Gas
Rumah Kaca Nasional.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7
Tahun 2006 Tentang Standarisasi Sarana
Dan Prasarana Kerja Pemerintahan
Daerah
Peraturan Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal Nomor 90/SK/2007
Tentang Organisasi Dan Tata Kerja
Badan Koordinasi Penanaman Modal
Peraturan Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal Nomor 7 Tahun
2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan
Kepala BKPM Nomor 13 Tahun 2009
Tentang Pedoman Dan Tata Cara
Pengendalian Pelaksanaan Penanaman
Modal
Peraturan Daerah Kota Malang no 5
tahun 2001 tentang Penyelenggaraan
Kebersihan dalam Kota Madya Daerah
Tingkat II Malang
WCED (1987) Bruntland Report, Our
Common Future, Chapter 2: Towards
Sustainable Development. Available at:
http://www.un-documents.net/ocf-02.
htm#IV; http://www.un-documents.net/
wced-ocf.htm

Website

APIS www.apis.ac.uk/overview/issues/
overview_PhotoOx.htm
EEA www.eea.europa.eu/themes/acidication
Indonesia: The First National Communication

208 Maret 2013: 195 - 208