SKENARIO PENGORBANAN SEORANG ANAK

Tri Goesema Putra S, M.Pd.
1

Pengorbanan Seorang Anak
PREMIS
Putri kehilangan harapan setelah ayahnya mengalami
kecelakaan. Sampai akhirnya Putri menemukan kembali
harapannya.

SINOPSIS
Seorang anak perempuan yang bernama Putri sudah kehilangan
ibundanya. Putri dan ayahnya hidup dengan kondisi yang
memprihatinkan. Putri iri melihat teman-temanya dapat
bersekolah. Begitu besar keinginannya untuk dapat
bersekolah kembali. Namun apa daya, keinginan itu harus
dia pendam dalam-dalam, demi mencari uang untuk makan
sehari-hari. Ini terjadi saat ayahnya mengalami
kecelakaan, pada saat hendak bertugas ke suatu daerah.
Akan tetapi di tengah perjalanan, mobil yang mereka
tumpangi mengalami kecelakaan yang sampai membuat kaki
sang Ayah terpaksa di amputasi.
Bagaimana kisah selanjutnya, Apakah ayahnya bisa sembuh
dan beraktifitas seperti biasa lagi?

SCENE 1
CAST: PUTRI. 12 dan DODI. 40
INT. RUMAH PUTRI. RUANG KAMAR – PAGI
Suatu pagi (subuh) putri mendengar ayahnya batuk-batuk.
Putri mendatangi Ayahnya, lalu memberinya minuman.

Suara batuk ayah (O.S.)

Putri terjaga dari tidurnya. Ia mengambil air ke dapur,
dan mendatangi ayahnya dikamarnya, lalu dia memberikan
minuman ke tangan ayahnya.

PUTRI. 12
Penyakit ayah kambuh lagi Yah?

Dodi meneguk minumannya dan memegangi tenggorokkannya yang
sakit.

DODI. 40
Iya nak, tenggorokan ayah sangat sakit sekali. Dan obat
ayah juga sudah habis.

PUTRI. 12
Putri pun diam dan berjalan pergi kekamarnya.

PUTRI. 12
Kenapa ya Allah ayahku sakit ya Allah. Obatnya sudah habis
bagaimana saya mendapatkan uang ya Allah.

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
2

PUTRI. 12 (V.O)
(MENANGIS)
(dengan mata yang berkaca-kaca) Ya Allah... kemana aku
harus pergi mencari uang buat membeli obat untuk Ayah dan
membeli beras untuk makan. Bagaimana aku bisa mendapatkan
uang ya Allah.

Putri menutup matanya dengan bantal.... dan membanting
bantalnya ketempat tidur.... lalu pergi meninggalkan
kamarnya.

FADE TO

SCENE 2
CAST: PUTRI. 12 dan DODI. 40
INT. RUMAH PUTRI. RUANG KAMAR – SIANG
Matahari pun memancarkan sinarnya, Putri hendak pamit dan
pergi ke rumah Pak Badrul, dengan harapan mungkin barang
kali di sana dia mendapatkan pekerjaan.

PUTRI. 12
Ayah, aku mau keluar sebentar dulu.

Putri memasang sepatu dan mengikat tali sepatunya

DODI. 40
Putri mau kemana Nak?

Dodi berkata pelan kepada anaknya Putri

PUTRI. 12
Mau pergi ke rumah Pak Badrul, Ayah.

Memegang tangan dan mencium tangan Ayahnya

DODI. 40
Iya nak, hati-hati dan cepat pulang

Dodi memandangi anaknya dengan tatapan mata berkaca–kaca.

PUTRI. 12
Assalamualaikum Ayah.

Melambaikan tangan kepada ayahnya

DODI. 40
Walaikumsalam warahmatullah... Putri

Dodi menjawab salam dengan suara pelan sekali, memandangi
anaknya dengan senyuman

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
3

CUT TO

SCENE 3
CAST: PUTRI. 12 dan PAK BADRUL. 45
EXT. RUMAH PAK BADRUL. TERAS DEPAN RUMAH – SIANG
Matahari pun memancarkan sinarnya, Putri pergi ke rumah
Pak Badrul, dengan harapan mungkin barang kali di sana dia
mendapatkan pekerjaan.

PUTRI. 12
Assalamu’alaikum…

Sampai di rumah pak Badrul putri mengetuk pintu dan
mengucapkan salam

PAK BADRUL. 45
Eh, Putri. Wa’alaikumsalam... sini nak, Putri sudah makan?

Pak Badrul tersenyum dan menjabat tangan si Putri. Pak
Badrul melihat ke Putri kelihatan wajahnya lemah dan pucat

PUTRI. 12
Belum Pak.

Wajahnya tampak ceria, mendengar tawaran dari Pak Badrul

PAK BADRUL. 45
Ini makan dulu. Selesai makan tolong bantu bapak mengambil
rumput di kebun terus berikan ke sapi-sapi di kandang ya
Putri

Mempersilahkan Putri untuk makan di ruang makan. Sambil
menyampaikan pesan kepada putri yaitu memberi makan sapi–
sapinya dikandang.

PUTRI. 12
Iya pak, terima kasih (sambil makan).

Si Putri tidak begitu lahap makannya, karena teringat Ayah
di rumah.

PUTRI. 12 (V.O)
(berkata dalam hati)
Ya Allah.. kira-kira Ayah sudah makan belum yaa.. ?

Si Putri tampak kelihatan sedih dan termenung, memikirkan
sesuatu
PAK BADRUL. 45
kenapa Putri termenung dan kelihatan sedih.. ? ayo
habiskan makannya Putri

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
4

PUTRI. 12
Putri teringat Ayah di rumah, pak.

Wajah kelihatan sedih dan gusar, sambil makan makanannya

PAK BADRUL. 45
Ochh… Putri tenang saja. Nanti pak Kasman bawakan sarapan
pagi untuk Ayah Putri di rumah. Ayo lanjutkan makannya.

Pak Badrul dengan lemah–lembut dan kasih sayang
menyampaikan pesan yang menyejukkan hati Putri.
Mendengar ucapan Pak Badrul, si Putri hatinya gembira
mendengarnya. Akhirnya Putri pun menghabiskan makanannya.

Setelah selesai makan dan membersihkan bekas makanannya,
lalu Putri siap–siap untuk pergi ke kebun.

SCENE 4
CAST: PUTRI. 12
EXT. KEBUN. PAK BADRUL – SIANG
Putri putri ke kebun dan mengambil rumput di kebun dan
memberi makan sapi–sapi di kandang, Putri pun hendak pamit
pulang.

PUTRI. 12
Putri mengambil rumput dikebun menggunakan arit dan 1 buah
goni untuk mengumpulkan rumput–rumput yang telah di
potongnya. Lalu putri berjalan ke kandang sapi milik Pak
Badrul dan memberikan rumput–rumput yang telah
dikumpulkannya tadi kepada sapi–sapi tersebut. Putri
dengan penuh ketekunan dan kesabaran menyelesaikan tugas–
tugasnya yang diberikan. Dengan rasa tanggung jawab Putri
menyiapkan dan merapikan alat–alat yang telah dipakai.
Lalu ia bersih–bersih dan menuju ke rumah Pak Badrul
kembali.

CUT TO

SCENE 5
CAST: PUTRI. 12 dan PAK BADRUL. 45
EXT. RUMAH PAK BADRUL. TERAS DEPAN RUMAH – SORE
Putri menuju ke rumah Pak Badrul, kelihatan Pak Badrul
duduk di teras depan rumahnya, Putri mau minta izin untuk
pulang.

PUTRI. 12
Pak, pekerjaannya sudah selesai. Boleh, Putri izin pulang
dulu Pak Badrul.

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
5

Sambil tersenyum dan mengatupkan kedua telapak tangannya
di dadanya, Putri menyampaikan dengan kata–kata yang sopan
dan santun untuk mohon izin pulang kepada Pak Badrul

PAK BADRUL. 45
Iya Putri, terima kasih ya. Ini sedikit uang buat kamu
jajan karena sudah membantu bapak. Tolong sampaikan salam
bapak ke Ayah kamu ya Putri

Pak Badrul, tersenyum lebar dengan wajah yang ceria dan
senang sekali menyampaikan ucapan terima kasihnya. Pak
Badrul menyodorkan amplop dengan tangannya kepada Putri.
Dengan wajah sumringah, Pak Badrul menyampaikan pesan
kepada ayahnya Putri

PUTRI. 12
Iya, insya Allah saya sampaikan. Terima kasih banyak ya
Pak Badrul. Assalamu’alaikum.

Putri dengan wajah sumringah dan gembira menjawab pesan–
pesan dari Pak Badrul

PAK BADRUL. 45
Wa’alaikumussalam

Penuh rasa senang dan gembira kelihatan wajah Pak Badrul

PUTRI. 12 (V.O)
(BICARA DALAM HATI)
Alhamdulillah Ya Allah.. dengan uang ini saya bisa membeli
obat untuk Ayah dan sedikit beras di warung untuk di bawa
pulang ke rumah. Terima kasih ya Allah, Engkau Maha
Pemurah dan Penyayang.

Dengan tersenyum dan sambil berjalan pulang meninggalkan
rumah Pak Badrul, Putri berucap dalam hati

FLASH TO

SCENE 5
CAST: PUTRI. 12 dan DODI. 40
INT. RUMAH PUTRI. RUANG TAMU – SIANG
Sesampainya putri di rumah, ketemu dengan ayahnya Dodi,
Putri mengobrol dengan ayahnya

PUTRI. 12
Assalamu’alaikum.. Ayah, putri baru pulang, maaf ayah agak
telat sampai di rumah... Maaf ya Yah...

Putri mencium tangan Ayahnya.

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
6

DODI. 40
Wa’alaikumussalam. Iya tidak apa–apa Nak. Putri habis dari
mana?

Dengan menyodorkan tangannya kepada anaknya, sambil
mengucap salam anaknya.

PUTRI. 12
Dari rumah pak Badrul. Putri bantu pak Badrul beri makan
sapi-sapinya dan Putri diberi uang, terus uangnya Putri
beli obat dan beras. Ini beras sama sisa kembaliannya.

Dengan rasa senang dan bangga Putri berbicara kepada
ayahnya. Putri menyerahkan obat dan sisa uang kepada
ayahnya. Lalu ia meletakkan beras di dekat kaki tempat si
putri duduk, sambil bercerita tentang putri di beri uang.

DODI. 40
Pak Dodi, melihat anaknya Putri dengan pandangan yang
terharu.
(perasaan terharu)

PUTRI. 12
Ayah, ternyata pak Badrul itu dermawan ya. Tadi Putri di
kasih uang 50.000-, rupiah, padahal Putri hanya bantu beri
makan sapi-sapinya saja kok Yah.

Beberapa menit kemudian
Putri minta izin keluar rumah

Putri bercerita dengan rasa gembiranya, dan ayahnya
mendengar dan memperhatikan cerita anaknya dengan rasa
terharu dan sedih. Selang beberapa menit, Selang beberapa
menit Putri pun hendak pamit keluar

DODI. 40
Iya, nak. Memang beliau sangat baik dan dermawan.
Hati–hati di jalan.... Cepat pulang ya Putri

Dodi menjawab dengan nada suara rendah dan pelan. Wajah
Dodi tampak begitu lelah karena sakit yang dideritanya.
Melihatnya anak Putri pergi keluar rumah dengan pandangan
yang mendalam dan sedih

CUT TO

SCENE 6
CAST: DODI. 40
INT. RUMAH PUTRI. RUANG DAPUR – SIANG

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
7

Dodi pergi ke dapur dan memasak untuk makan siang dan
malam. Namun apa yang terjadi, sesampainya di dapur
penyakit pun kambuh.

DODI. 40
Dodi pergi ke dapur dan memasak untuk makan siang dan
malam. Namun apa yang terjadi, sesampainya di dapur
penyakit pun kambuh.

Ya Allah.. Astagfirullah.. Ya Allah.

Penyakit Dodi kambuh, Dodipun terjatuh dan kakinya yang
tinggal satu tertimpa kursi pula. Dodi sendirian di rumah
meraung kesakitan.

CUT

SCENE 7
CAST: PUTRI. 12 dan SONIA. 12
EXT. JALAN RAYA. DEPAN TONG SAMPAH – SORE
PUTRI. 12
Putri berjalan dijalan–jalan menuju tempat–tempat sampah
sambil menenteng (membawa) karung kecil tempat dia menaruh
barang-barang bekas. Dia mencari plastik-plastik di
pinggir jalan dan menjualnya kepada pabrik plastik
(pengepul). Di tengah perjalanan, putri ketemu sama teman
sekolah Putri dulu waktu SD kelas VI, yaitu Sonia

SONIA. 12
Hey Putri, gimana kabar kamu dan sedang apa.. ?

Sonia berkata pelan, sambil menggaruk–garuk kepala dan
mengucek–ucek matanya, agak sedikit ragu, apakah ini
temanku putri ya... lalu ia memberanikan diri untuk
bertanya

PUTRI. 12
Alhamdulillah sehat. Ini lagi cari plastik buat dijual
lagi Sonia

Putri menjawab dengan suara pelan dan wajah yang sedikit
menundukkan kepalanya (menyembunyikan rasa malu) dan
menjawab dengan suara pelan kepada si Sonia temannya

SONIA. 12
Owhh.. sudah banyak dapatnya.. ?

Wajah sonia sedih dan sedikit berkerut melihat temannya
Putri jadi seorang pemulung.
PUTRI. 12
Alhamdulillah.. lumayan untuk hari ini Sonia

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
8

Putri menjawab dengan suara pelan dan terlihat lelah dan
lesu tak bergairah

SONIA. 12
Syukurlah. Mm.. yaudah, aku mau ke sekolah dulu, sampai
ketemu lagi. Bye bye...

Sonia melihat jam tangannya dan Sonia tersenyum sambil
melambaikan tangan kanannya kepada Putri

PUTRI. 12 (V.O)
(BICARA DALAM HATI)
Aku iri melihat teman-temanku bisa bersekolah. Namun apa
daya, keinginan itu harus aku pendam dalam-dalam, demi
mencari uang untuk makan sehari-hari. Ya, Allah sembuhkan
ayahku ya Allah.... dan bisa pulih seperti sedia kala
kembali...dan aku bisa sekolah kembali...
Ya Allah... haruskah cobaan ini aku terima? mengapa engkau
mengambil Ibu, Ya Allah. (sambil meneteskan air mata)

CUT

SCENE 8
CAST: PUTRI. 12 dan DODI. 40
EXT. RUMAH PUTRI. KAMAR AYAH DODI – SORE
PUTRI. 12
Selesai memulung, Putri pun jalan menuju ke rumahnya.
Namun apa yang dia lihat. Dia melihat Ayahnya terbaring di
lantai kamar ayahnya dan tidak sadarkan diri.

PUTRI. 12
Ayah, Ayah kenapa? Ayah... bangun Ayah

(membuang karung kecilnya) putri meneteskan air mata
sambil berteriak teriak kecil...Ayah, Ayah kenapa? Ayah...
bangun Ayah (sambil meneteskan air mata)

FLASH TO

SCENE 9
CAST: PUTRI. 12 dan PAK BADRUL. 45
INT. RUMAH PAK BADRUL. TERAS DEPAN RUMAH – SORE
Putri tergopoh–gopoh berlari kerumah pak Badrul, Putri
menangis tersedu–sedu dan hendak meminta tolong pada Pak
Badrul

PAK BADRUL. 45
Putri kenapa? kok menangis?

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
9

Wajah Pak Badrul terheran–heran dan kaget melihat Putri
menangis, dan memegang pundak si Putri

PUTRI. 12
Ayah.. Ayah pak.

Sambil menangis dan putri berkata–kata Ayah.... Ayah....
Pak...

PAK BADRUL. 45
Iya, Ayah kamu kenapa ?

Pak Badrul berusaha menenangkan si Putri, dan memegang
Pundak si Putri

PUTRI. 12
Ayah pingsan pak.

Dengan tersedu–sedu dan suara terputus–putus. Putri
menyatakan bahwa Ayah dalam kondisi tidak sadarkan diri

CUT TO

SCENE 10
CAST: PUTRI. 12, PAK DODI, 40 dan PAK BADRUL. 45
EXT. RUMAH PUTRI. KAMAR AYAH PUTRI – SORE
PAK BADRUL. 45
Pak Badrul kaget berlari bersama–sama dengan Putri menuju
rumah Putri. Setibanya di rumah, ternyata nyawa Dodi tidak
dapat tertolong lagi. pak Badrul bingug harus berkata apa
kepada Putri.

PUTRI. 12
Pak, tolong Ayah pak. kenapa hanya diam saja

Putri menangis memegang Ayahnya Dodi sambil meronta–ronta

PAK BADRUL. 45
Putri sabar nak. Tabahkan hatimu.

Pak Badrul, meminta kepada Putri untuk bergeser ke
belakang, karena pak Badrul mau melihat kondisi ayah
Putri, sambil memegang nadi dan dada ayah Putri.

PUTRI. 12
Maksud bapak apa?

Putri terheran dan menangis sambil memeluk Ayahnya

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
10

PAK BADRUL. 45
Ayah kamu ……hmmm…… Ayah sudah tidak ada nak

Pak Badrul sedih dan berkata pelan–pelan bahwa Ayahnya
sudah meninggal dunia (sambil memegang pundak dan
menenangkan Putri)

PUTRI. 12
Apa? Tidak mungkin. apa ? Tidak mungkin. Ayah pasti
mendengar suara saya. Ayaaah….. Ayaaah bangun ayaaah...
Ayah tidak mungkin meninggalkan Putri. kalau Ayah pergi
Putri juga ikut yah.

Putri(kaget) dan (menangis)
Putri terus menangis, berteriak, merontak, dan
menggoyangkan badan Ayahnya.

PAK BADRUL. 45
Hentikan nak, sabar. jangan seperti ini nanti Ayah kamu
sedih. kamu tidk mau melihat Ayah kamu sedihkan? kamu
sayang sama Ayah kamukan? Sabar nak, semua sudah kehendak
Allah SWT.

(sambil memeluk Putri).

CUT

SCENE 13
CAST: PUTRI. 12, PAK DODI, 40 dan PAK BADRUL. 45
INT. RUMAH PUTRI. KAMAR AYAH PUTRI – SORE

Dodi kini dimakamkan didekat kuburan sang istri .

SCENE 14
CAST: PUTRI. 12 dan PAK BADRUL. 45
EXT. RUMAH PUTRI. RUANG TAMU – PAGI
PUTRI. 12
Ayah, Ibu, kenapa kalian begitu cepat meninggalkan Putri

Putri bicara sendiri dan Putri menangis tersedu

PAK BADRUL. 45
Putri, Putri... Nak, mulai sekarang kamu tinggal bersama
saya di rumah. Putri maukan?

Pak Badrul terlihat wajahnya sedih dan kasihan melihat
Putri yang sekarang menjadi anak yatim piatu.

PUTRI. 12
iya pak, terima kasih.

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.
11

(memeluk pak Badrul)

PAK BADRUL. 45
Iya nak, sama-sama. Bapak janji akan menjaga dan merawatmu

(sambil menangis)

CUT

SCENE 15
CAST: PUTRI. 12 dan PAK BADRUL. 45
INT. RUMAH PUTRI. RUANG TAMU – PAGI

Akhirnya Putripun tinggal di rumah pak Badrul, di rumah
bapak angkatnya yang sangat menyayanginya hingga dia
dewasa dan berumah tangga.

FADE OUT

Tamat

Created by: Tri Goesema Putra S, M.Pd.