You are on page 1of 2

EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN

Codeine Phospat
Penggunaan jangka panjang dan dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan
konstipasi (kesulitan buang air besar). Konstipasi dapat terjadi akibat penggunaan
obat dalam jangka waktu beberapa minggu. Dapat mempengaruhi stimulus CNS pada
kucing. Codeine memiliki toleransi yang lebih rendah dibandingkan dengan morfin.
Menyebabkan efek ketergantungan, menimbulkan efek kegelisahan, euphoria dan
sedasi efek yang tidak diinginkan lainnya.
Dextromethorpanhydrobromide (DMP)
Efek samping dari dectromethorpanhydrobromide (DMP) ialah penurunan CNS yang
disebabkan oleh penggunaan dalam dosis yang tinggi. Dalam dosis yang mormal
dapat dapat menyebabkan nausea.
Hidroklorotiazine
Dapat menyebabkan hipokalemia yang disebabkan oleh penggunaan
hydrochlorotiazine dengan Kalium-sparing diuretik. Selain itu juga dapat
menyebabkan hyperglycemia dan hyperuricemia.
Spironolactone
Dapat menyebabkan efek hiperkalemia yang disebabkan oleh Kalium-sparing
diuretik. Apabila dikombinasikan dengan ACE inhibitor yang memiliki mekanisme
aksi terbentuknya efek anti-aldosteron, sehingga meningkatkan terjadinya
hiperkalemia. Namun hal tersebut dapat terjadi secara signifikan pada pasien yang
tidak pernah menggunakan senyawa furosemide.

CARA PENANGANAN EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN

Codeine Phospat
Peningkatan efek ketergantungan disebabkan oleh peningkatan toleransi dari efek
analgesik. Untuk mencegah peningkatan toleransi tubuh, sebelum diberikan dosis
selanjutnya perlu diberikan transquilizer untuk mencegah efek gelisah pada pasien.
Dapat diberikan Quinidine untuk menghambat transformasi codeine menjadi morfin
sehingga dapat mengurangi efek toleransi tubuh.
Dextromethorpanhydrobromide (DMP)
Hindari penggunaan MAO inhibitor yang dapat mengakibatkan efek fatal. Hindari
pemberian isocarboxazid, phenelzine, procarbazine selama pemberian DMP. Untuk
mengatasi nausea dapat digunakan obat-obatan parasimpatomimetik.
Hidroklorotiazine
Karena efek hidroklorotiazine yang menyebabkan peningkatan jumlah eksresi urin
maka menyebabkan terjadinya hipokalemia. Untuk mengatasi hipokalemia dapat
digunakan obat anti-diuretik seperti klortalidon dan indapamid.

Spironolactone
Penggunaan spironolactone yang dikombinasikan dengan ACE inhibitor tidak akan
menyebabkan hiperkalemia, selama diberikan obat-obatan dengan senyawa
furosemide yang diberikan secara bersamaan.