You are on page 1of 2

Sindrom Tourette seringkali diawali dengan gerenyet otot sederhana, seperti meringis,

sentakan kepala, dan berkedip-kedip. Gerenyet sederhana kemungkinan hanya gelisah biasa
dan bisa hilang dengan waktu. Beberapa gerenyet tidak diperlukan untuk menyebabkan
sindrom tourette, yang melibatkan lebih dari pada gerenyet sederhana. Misalnya, orang
dengan sindrom tourette bisa menggerakkan kepala mereka dengan berulang-ulang dari sisi
ke sisi, mengedipkan mata mereka, membuka mulut mereka, dan meregangkan leher mereka.

Gerenyet urat syaraf vokal bisa diawali dengan mendengkur, mendengus,


mendengung, atau membentak keras dan menjadi kompulsiv, mengutuk tanpa sengaja. Untuk
alasan yang tidak jelas dan seringkali pada pertengahan perbincangan, beberapa orang yang
menderita sindrom tourette bisa berteriak kacau atau berkata yang kotor (disebut corprolalia).
Suara meledak-ledak yang keluar ini kadangkala salah dianggap disengaja, khususnya pada
anak-anak.

Orang dengan sindrom tourette seringkali mengalami kesulitan berfungsi dan


mengalami kegelisahan yang patut dipertimbangkan dalam lingkungan sosial. Dahulu,
mereka dihindari, diasingkan, atau bahkan dianggap kerasukan setan. Impulsiv, agresif, dan
perilaku menghancurkan diri sendiri terbentuk pada banyak penderita, dan
perilaku obsessive-compulsive terbentuk pada separuh penderita. Anak yang menderita
sindrom tourette seringkali mengalami kesulitan belajar. Kebanyakan juga mengalami
kekurangan-perhatian/gangguan terlalu aktif. Tic yang lebih kompleks bisa berupa memukul
dan menendang, mengendus-endus, merintih dan mendengung.

Penderita bisa mengucapkan kata-kata yang kasar di tengah-tengah percakapan, tanpa


alasan yang jelas. Penderita juga bisa dengan cepat mengulang-ulang kata yang didengarnya
(ekolalia). Penderita sering mengalami kesulitan dalam bersosialisasi.

Ada 2 kategori untuk sindrom Tourette (Tourette Syndrome Association, 2008):

Simple: Gejala-gejala yang ditunjukkan adalah tics (seperti kedipan mata,


gerak tubuh & wajah) dan vokalisasi (seperti suara-suara serak yang berulang)
Complex: Gejala-gejalanya lebih berat, termasuk melompat, berputar-putar,
kompulsi, dan vokalisasi pengulangan kata-kata atau suara (echolalia) dan
umpatan (coprolalia)

Kriteria diagnosis untuk penyakit Tourette (Bagheri, Kerbeshian, & Burd, 1999):

Memiliki lebih dari satu gerak motorik dan satu atau lebih gerak syaraf vokal
yang telah muncul pada waktu tertentu selama sakit, walaupun hal itu belum
tentu terjadi.
Gerak syaraf terjadi pada banyak waktu dalam sehari pada setiap hari atau
berselang-seling selama periode waktutertentu selama lebih dari satu tahun,
dan selama periode tersebut tidak ada periode waktu yang terbebas dari gerak
syaraf selama lebih dari tga bulan.
Penyebab yang mengganggu penyakit ini ditandai dengan stres atau
ketidaksesuaian sosial, hubungan dengan yang lain yang berkaitan dengan
pentingnya area fungsi.
Kemunculannya sebelum usia 18 tahun.
Hal yang mengganggu tidak tergantung pada pengaruh fisik atau obat-obatan
(seperti stimulan) atau kondisi medis umum (seperti penyakit Hutington atau
postiviral encephalitis).