You are on page 1of 2

ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA !

Non Medikamentosa (WHO...?)


1. Ibu sebaiknya tirah baring dan mendapat asupan cairan yang lebih
banyak.
Kelelahan sering menjadi pencetus terjadinya mastitis. Seorang tenaga
kesehatan harus selalu menganjurkan ibu menyusui cukup beristirahat
dan juga mengingatkan anggota keluarga lainnya bahwa seorang ibu
menyusui membutuhkan lebih banyak bantuan.
Tirah baring dapat meningkatkan frekuensi menyusui, sehingga dapat
memperbaiki pengeluaran susu. Pada puting susu lecet pengobatan dapat
dilakukan dengan mengoleskan ASI akhir (hind milk) setelah menyusui
pada puting dan areola dan dibiarkan mengering. Tidak ada bukti dari
literatur yang mendukung penggunaan bahan topikal lainnya.
2. Sangga payudara ibu dengan bebat atau bra yang pas
Untuk Mengurangi nyeri setelah menyusui.

TINDAKAN PRA RUJUKAN


1. Memperbaiki teknik menyusui ibu.
Aliran ASI yang baik merupakan hal penting dalam tata laksana mastitis
karena stasis ASI merupakan masalah yang biasanya mengawali
terjadinya mastitis. Ibu dianjurkan agar lebih sering menyusui dimulai dari
payudara yang bermasalah. Tetapi bila ibu merasa sangat nyeri, ibu dapat
mulai menyusui dari sisi payudara yang sehat, kemudian sesegera
mungkin dipindahkan ke payudara bermasalah, bila sebagian ASI telah
menetes (let down) dan nyeri sudah berkurang. Posisikan bayi pada
payudara sedemikian rupa sehingga dagu atau ujung hidung berada pada
tempat yang mengalami sumbatan. Hal ini akan membantu mengalirkan
ASI dari daerah tersebut.
2. Memberikan konseling ibu untuk tetap mnyusui
Tidak ada bukti terjadi gangguan kesehatan pada bayi yang terus
menyusu dari payudara yang mengalami mastitis. Ibu yang tidak mampu
melanjutkan menyusui harus memerah ASI dari payudara dengan tangan
atau pompa. Penghentian menyusui dengan segera memicu risiko yang
lebih besar terhadap terjadinya abses dibandingkan yang melanjutkan
menyusui. Pijatan payudara yang dilakukan dengan jari-jari yang dilumuri
minyak atau krim selama proses menyusui dari daerah sumbatan ke arah
puting juga dapat membantu melancarkan aliran ASI.
3. Ibu harus beristirahat, mengkonsumsi cairan yang adekuat dan nutrisi
berimbang. Anggota keluarga yang lain perlu membantu ibu di rumah
agar ibu dapat beristirahat. Kompres hangat terutama saat menyusu akan
sangat membantu mengalirkan ASI. Setelah menyusui atau memerah ASI,
kompres dingin dapat dipakai untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Pada
payudara yang sangat bengkak kompres panas kadang membuat rasa
nyeri bertambah. Pada kondisi ini kompres dingin justru membuat ibu lebih
nyaman. Keputusan untuk memilih kompres panas atau dingin lebih
tergantung pada kenyamanan ibu.

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/mastitis-pencegahan-dan-penanganan
1. Tindakan antisipasi pada ibu nifas dengan mastitis dengan melibatkan
seorang dokter serta memberikan antibiotik, pinisilin jenis Penicillinase
resisten atau cephatosporin. Erythromicin dapat digunakan jika wanita
alergi terhadap pinisilin (Varney, 2007).
2. Perawatan di rumah sakit dipertimbangkan bila ibu sakit berat atau tidak
ada yang dapat membantunya di rumah. Selama di rumah sakit
dianjurkan rawat gabung ibu dan bayi agar proses menyusui terus
berlangsung.

PATOFISIOLOGIS
Puting susu lecet menyebabkan kuman masuk yang melalui duktus laktiferus ke
dalam lobus; dengan penyebaran hematogen; dan melalui fisura puting susu ke
dalam sistem limfatik periduktal. Frekuensi fisura puting susu meningkat dengan
adanya mastitis. Dalam uji klinis random prospektis, Livingstone meneliti efek
terapi antibiotik pada wanita dengan fisura puting susu tempat Staph. aureus
dibiakan. Hasilnya yaitu wanita yang diobati 4-5 kali lebih jarang menderita
mastitis daripada wanita yang diobati dengan preparat tropikal atau hanya
dengan perbaikan teknik menyusui (WHO. 2013;h. 11)