You are on page 1of 59

Etty Hary Kusumastuti, Sp.

PA
Departemen Patologi Anatomi FK UNAIR

PRINSIP DASAR SITOLOGI


CYTOLOGY
Cyto : Sel
Logos : Ilmu / mempelajari
TEKNIK SAMPLING SITOLOGI

Sitologi exfoliatif
Teknik sitologi abrasif

Biopsi Aspiration (FNA)

Sitologi Intraoperative
SITOLOGI EXFOLIATIF

Didasari oleh pelepasan secara spontan sel-sel


pelapis permukaan organ tubuh ke dalam
rongga tubuh.

Didasari fenomena bahwa selalu terjadi


pergantian sel-sel epithel baru pada permukaan
organ tubuh.
Sehingga sel-sel yang diperoleh pada sitologi
exfoliatif memiliki usia yang bervariasi.
SITOLOGI EXFOLIATIF

Beberapa contoh:
Vaginal smear

Sputum

Voided urine

Effusion
SITOLOGI EXFOLIATIF
Vaginal smear
Sel-sel yang diperoleh dari bagian posterior
fornix dari vagina.
Mengandung berbagai sel Epithel Squamous
Epithel endocervix, endometrial, tube, leukocyte,
macrophage, microorganisma.
SITOLOGI EXFOLIATIF

Sputum
Kumpulan material mucoid
(berlendir) yang mengandung
sel-sel pelapis rongga mulut,
pharynx, larynx dan trachea,
cabang bronchus dan alveoli
paru, sel-sel radang,
microorganisma, material
benda asing, dll.
SITOLOGI EXFOLIATIF

Voided Urine (urine pancar)


SITOLOGI EXFOLIATIF

Effusion :
Akumulasi cairan pada
rongga tubuh dalam
jumlah yang berlebihan
SITOLOGI EXFOLIATIF
Gambaran utama pada sitologi eksfoliatif :
Tehnik ini dilakukan pada organ yang scr klinis
mudah dicapai dlm mengambil sampel
Sampel sering mengandung berbagai macam
sel dari berbagai sumber
Komponen sel-sel kadang tdk utuh lagiumur
sel tidak sama
Sampel dpt mengandung sel-sel radang,
makrofag, mikroorganisme & material dr luar
Keuntungan: dapat mengambil sampel berkali2
SITOLOGI EXFOLIATIF
SITOLOGI ABRASIF
Tujuan : utk memperoleh sampel yg lebih
banyak, dan berasal langsung dari
permukaan organ target
Beberapa contoh:
Teknik pengambilan sample cervix
menggunakan spatula
Gastric/ esophageal balloon with an abrasive
surface
Brushing instrument
SITOLOGI ABRASIF
Teknik pengambilan sample cervix menggunakan
spatula atau scraper
SITOLOGI ABRASIF

Endoscopic instrument
Rigid endoscopic
instrument Fiberoptic
endoscopic instrument,
provided with small
brushes, biopsy forceps,
needle.
SITOLOGI ABRASIF

Washing or Lavage techniques


Bronchial washing, esophagus, colon, bladder
Peritoneal lavage, bronchial lavage.
SITOLOGI ABRASIF
Gambaran utama pada sitologi abrasif
Teknik sampling dapat tepat mencapai target
organ
Penggunaan foberoptic dapat mencapi organ
dalam
Dengan teknik abrasif langsung pada target
menghasilkan sel-sel yang lebih baik daripada
sitologi exfoliatif
Lesi subepithel dpt diperoleh dengan teknik
brushing
Perlu pengalaman/terlatih untuk memperoleh
sample yg baik
SITOLOGI ASPIRASI (FINE NEEDLE ASPIRATION )
Memperoleh sel atau fragmen jaringan melalui
tusukan jarum kedalam jaringan abnormal
SITOLOGI ASPIRASI (FINE NEEDLE ASPIRATION )
Gambaran utama pada sitologi aspirasi:
Teknik asprasi yang tepat dan preparasi yg baik
diperlukan agar memperoleh hasil optimal
Berbagai target organ dpt diperoleh sample
dengan prosedur palpasi maupun imaging
radiologis
Pengetahuan dan ketelitian patolog sangat
diperlukan dalam interpretasi spesimen
Teknik ini dapat ditolerir dg baik, dapat
dilakukan pd penderita rawat jalan (tidak perlu
rawat inap), cepat dan cost-effective
SITOLOGI INTRA OPERATIF
Sebagai tambahan maupun pengganti teknik
potong beku dengan cara cytology touch,
scrape maupun crush yg dilakukan intraoperatif
Hapusan (smear) dibuat dg cara:
Menekan permukaan potongan jaringan yg diperiksa
dengan menggunakan gelas objek
Scraping (mengerok) permukaan jaringan yg
diperiksa dg menggunakan scalpel
Crushing fragmen jaringan yg kecil di antara 2 gelas
objek
PREPARASI SPESIMEN SITOLOGI

Untuk menegakkan diagnosa diperlukan:


Well-prepared

Well-fixed

Stain

Jenis preparat sitologi:


Preparat hapusan (smear)
Preparat cairan
PREPARAT HAPUSAN (SMEAR)

Diperoleh dari berbagai target organ dengan


cara:
Brushing berbagai organ, cervix dg spatula,
FNA, dll.
Dalam pembuatan preparat hapusan
diperlukan preparat yg tipis dan rata.
Preparat yang tidak rata, pd bagian yg tebal
sel-sel bertumpuk dan menyulitkan
interpretasi.
PREPARAT HAPUSAN (SMEAR)
Jenis fiksasi:
Fiksasi cairan / Fiksasi basah Alkohol 95%
selama minimal 15 menit.
Selanjutnya dibuat pulasan
Papanicolaou

CytoRich Red (lysing erythrocyte),


PREPARAT HAPUSAN (SMEAR)
Jenis fiksasi:
Fiksasi Spray / coating fiksasi Fungsinya
untuk melindungi hapusan terhadap kekeringan.
Segera disemprotkan setelah preparat selesai
dibuat hapusan (fresh).

Metode ini tidak disarankan


untuk preparat cairan
PREPARAT HAPUSAN (SMEAR)
Fiksasi Spray / coating fiksasi
PREPARAT HAPUSAN (SMEAR)

Untuk spesimen FNA, dapat dilakukan fiksasi


basah dilanjutkan pulasan Papanicolaou
ataupun air dry fiksasi dilanjutkan dengan
pulasan hematologi
PREPARAT CAIRAN

Segera diproses bila fasilitas memadai


Preparat cairan dimasukkan dalam botol
dengan fiksasai ethanol 50% jumlah seimbang
dengan cairan sample, atau menggunakan 2%
carbowax dlm 50% ethanol.

Terkadang disarankan menambahkan


anticoagulan seperti heparin.
Volume cairan sebaiknya tidak lebih dari 100 ml
PREPARAT CAIRAN

MATERIAL SEGAR
Spesimen mengandung bahan mukus tinggi
Misal: sputum, bahan aspirasi bronchus
Dapat disimpan dalam kulkas 12-24 jam
penyimpanan di dlm kulkas dpt menghambat
pertumbuhan mikroorganisma
Bahan mukus dpt melapisi sel dan menghambat
degenerasi sel
PREPARAT CAIRAN

MATERIAL SEGAR
Spesimen mengandung bahan protein tinggi
Misal: Cairan pleura, peritoneal, pericard.
Dapat disimpan dalam 24-48 jam tanpa harus di
dlm kulkas.
Cairan yang kaya protein berfungsi melindungi sel
sehingga morfologi sel dpt dipertahankan
PREPARAT CAIRAN
MATERIAL SEGAR
Spesimen mengandung bahan mukus
ataupun protein yang rendah
Misal: Urine, cairan cerebrospinal.
Hanya bertahan 1-2 jam, walaupun disimpan di
kulkas.
Penyimpanan di kulkas hanya menghambat
pertumbuhan mikroorganisma.
PREPARAT CAIRAN
MATERIAL SEGAR
Spesimen mengandung pH rendah
Misal: Spesimen dari gaster
Spesimen koleksi harus dengan es, dan segera
diproses.
Hal tersebut karena HCl akan mengakibatkan
kerusakan sel.
PEMBUATAN PREPARAT
Sputum, Bronchial aspirat, Sample kaya mukus
lainnya
Viskositasnya tinggi (kental) sehingga tidak
memungkinkan dilakukan setrifugasi.
Teknik pick and smear

Lain2: Saccomannos, Dithiothreitol (DDT)


Mucus Liquefaction
PEMBUATAN PREPARAT
Sputum, Bronchial aspirat, Sample kaya mukus
lainnya
pick and smear
1. Untuk spesimen segar maupun dg fiksasi alkohol
50%
2. Tuang specimen dlm petri dish dg latar belakang
gelap. lbh baik dialasi brown paper toweling 2-3
lapis untuk menyerap cairan.
3. Pilih spesimen bagian bercampur darah, bagian
padat dan warna berbeda
PEMBUATAN PREPARAT
Sputum, Bronchial aspirat, Sample kaya
mukus lainnya
pick and smear
3. Letakkan spesimen pd 4 slide seukuran biji
kacang polong, buat hapusan dg menekan
(crush) diantara 2 slide dg gerakan rotasi.
Selanjutnya tumpukan slide geser secara
horisontal.
4. Segera masukkan dlm fiksasi ethyl Alcohol
95%, pastikan slaide tidak saling menempel
PEMBUATAN PREPARAT
pick and smear
PEMBUATAN PREPARAT
Pleural, Peritoneal Effusi, Spesimen lain yg kaya protein
Tuang spesimen dlm tabung sentrifuge 50 ml
Sentrifuse selama 10 menit, umumnya 600 rpm
Tuang supernatan, Jika sangat sedikit maka tabung
diletakkan terbalik dengan alas paper toweling .
Bl spesimen mgd bnyk darah,maka sentrifugasi akan
myb terbentuknya lapisan yg mgd lekosit,mesothelial,
dan sel tumor lakukan direct smear dr lapisan ini.
Pindahkan sedimen ke gelas objek bersih
Buat hapusan
Segera fiksasi dlm ethyl alcohol 95%.
PEMBUATAN PREPARAT
Pleural, Peritoneal Effusi, Spesimen kaya protein
PEMBUATAN PREPARAT
Pleural, Peritoneal Effusi, Spesimen lain yg kaya
protein
SPESIMEN MENGGUMPAL (clotted specimen)
Cairan dg protein tinggi atau banyak mengandung
darah akan menggumpal jika tidak diberi
antikogulan
Gumpalan (clot) dapat dihancurkn dg cara
memutar atau mengaduk dg lembut dan
menekannya pd kaca menggunakan stick kayu
Proses selanjutnya spt diatas, sisa gumpalan
dapat diproses dg cell block.
PEMBUATAN PREPARAT
Bronchial, Gaster dan spesimen washing dlm
larutan normal saline
Tuang spesimen dlm tabung sentrifuge 50 ml
Sentrifuse selama 10 menit, umumnya 600 rpm
Tuang supernatan.
Bila spesimen sangat mukoid buat smear spt
sputum.
Bila spesimen sedikit mukoid smear seperti
cairan yg kaya protein
Bila spesimen tidak mengandung mukoid
seperti sedimen urine
PEMBUATAN PREPARAT
Urine, Cairan Cerebrospinal dan spesimen lain
yang rendah protein
Karakteristik: Selularitas rendah dan kadar protein
rendah
Metode Bales
Tuang spesimen dlm tabung sentrifuge 50 ml
Sentrifuse selama 10 menit, umumnya 600 rpm
Tuang supernatan. Tabung dibalik diatas paper
toweling
Putar sedimen dg vortex mixer
Siapkan spesimen utk sentrifuse atau smear
PEMBUATAN PREPARAT
Urine, Cairan Cerebrospinal dan spesimen lain yang
rendah protein
PULASAN PAPANICOLAOU

Keutamaan pulasan Papanicolaou:


Kromatin inti terwarnai dg baik

Sitoplasma warna berbeda

Sitoplasma transparant
PULASAN PAPANICOLAOU
Teknik Pulasan Papanicolaou
1. Hidrasi : Alkohol 80%, 70%, 50%, dan air. Masing-
masing 10 celup.
2. Nuclear Stain: Haris Hematoxyline 6 menit
3. Bilas : 2 x dalam air masing-masing 10 celup
4. 0,25% HCl 6 celup
5. Air mengalir 6 menit
6. Bilas dan hidrasi: Alkohol 50%, 70%, 80%
masing-masing 10 celup
PULASAN PAPANICOLAOU
7. Pewarnaan sitoplasma: Orange-G 5 menit
8. Bilas dalam alkohol 95% 3 x masing-masing 10 celup
9. Pewarnaan sitoplasma: EA 50 (Eosin Alkohol) 5 menit
10. Bilas dalam alkohol 95% 3 x masing-masing 10 celup
11. Dehidrasi: dalam alkohol absolut 3 x masing-masing
10 celup
12. Clearing: 3 bak Xylol masing-masing 10 celup
13. Cover dengan Entelan
PULASAN PAPANICOLAOU
Indikasi pulasan Papanicolaou
Inti sel berwarna biru gelap, atau hitam.
Anak inti berwarna merah
Sitoplasma berwarna merah muda (eosinophil)
atau hijau kebiruan
Sel darah merah berwarna merah terang
Sel Leukosit warna biru muda, inti berwarna biru
hitam
Trichomonas warna biru keabu-abuan
Fungal: Merah
PULASAN PAPANICOLAOU
PULASAN PAPANICOLAOU
Hematoxylin : relatif konstan, hanya perlu sedikit
penambahan untuk mengganti yg hilang karena
penguapan
OG-EA : Lebih cepat habis, sebaiknya diganti tiap
seminggu, atau diganti bila sel yang terwarnai tampak
kelabu, kabur, tidak tampak cerah.
HCl: Sebaiknya setiap hari diganti
Air mengalir dibuang setelah pemakaian
Alcohol : penting dlm rehidrasi dan dehidrasi utamanya
untuk pewarnaan sitoplasma. Sebaiknya selalu
diperiksa dg hydrometer dan diganti setiap minggu
Xylene : Segera diganti bila tampak terwarna
PULASAN PAPANICOLAOU
Inti sel tampak pucat
Kontaminasi Carbowax, menghambat penetrasi
Hematoxyline pada inti
Pengurangan warna pd HCl terus berlangsung bila
saat pembilasan di air mengalir kurang
Hapusan mengalami pengeringan sebelum
difiksasi
Hematoxyline mengalami pengenceran bila slide
basah krn air sebelum dimasukkan dlm
Hematoxyline
PULASAN PAPANICOLAOU
Inti sel tampak pucat
Bahan cairan yg belum terfiksasi perlu waktu
pewarnaan sedikit lebih lama.
Konsentrasi HCl terlalu tinggi

Cat kadaluwarsa

Hematoxyline terlalu lama perlu diganti

Fiksasi spray terlalu dekat/jauh


PULASAN PAPANICOLAOU

Inti sel tampak terlalu gelap


Pada spesimen segar, waktu pewarnaan
Hematoxyline sebaiknya dikurangi
Terlalu sedikit celupan pada HCl

Bila single sel tercat baik, maka pada bagian


tumpukan sel akan terlihat lebih gelap
Smear kemungkinan mengandung banyak
darah atau cairan mengandung protein tinggi
PULASAN PAPANICOLAOU

Sitoplasma terwarnai kurang memuaskan


Sitoplasma pucat: dicelupkan dalam alkohol
terlalu lama
Sitoplasma tidak ada variasi warna, semua pink:
Slide mengalami pengeringan sebelum fiksasi.
Pada coating fiksasi dg konsentrasi alkohol terlalu
tinggi mengakibatkan sel mengkerut (shrinking),
sehingga butuh waktu lbh lama pada EA unt dpt
menembus dinding yg tebal.
PULASAN PAPANICOLAOU
Sitoplasma terwarnai kurang memuaskan
Sitoplasma tampak abu-abu /ungu: Krn terlalu
lama dp Hematoxyline atau HCl gagal membuang
Hematoxyline di dlm sitoplasma.
Di bagian tepi sel-sel dg sitoplasma biru/hijau, di
bagian tengah sel dg sitoplasma pink/merah: saat
pewarnaan pencelupan terlalu singkat, cat belum
rata terserap
Sitoplasma terwarnai, tetapi terlalu biru, hijau atau
pink: EA harus diganti
PULASAN PAPANICOLAOU

Sitoplasma terwarnai kurang memuaskan


Fiksasi spray terlalu dekat/jauh

pH EA perlu diukur
KEAMANAN
Paparan darah dan material infeksius lain
Utama: HIV, Hepatitis B dan C serta luka
tertusuk jarum.
Tidak mungkin semua penderita dilakukan
identifikasi
Semua darah dan cairan tubuh manusia
diwaspadai memiliki potensial infeksi
merupakan prinsip dlm UNIVERSAL
PRECAUTIONS
KEAMANAN
POTENTIALLY INFECTIOUS HUMAN MATERIAL, include:
Blood
Semen
Vaginal secretions
CSF
Synovial Fluid
Pleural, pericardial and peritoneal fluids
Amniotic fluid
Saliva
Semua cairan yg terkontaminasi darah
Jaringan tubuh manusia yg tidak terfiksasi
KEAMANAN
Harus mencuci tangan setelah melepas sarung
tangan maupun PPE (personal protective
equipment)
Bila kulit atau mukosa terkena material infeksius
diatas, segera cuci dg sabun dan air, mukosa bilas
dg air
Waspada terhadap jarum dan benda tajam
lainnya. Lakukan recapping pd jarum terbuka.
Makan, minum, menggunakan kosmetik,
mengenakan lensa kontak tidak boleh di ruangan
pembuatan preparat sitologi
KEAMANAN

Spesimen diletakkan dlm kontainer tahan


bocor selama pengumpulan, transportasi,
pemrosesan dan penyimpanan. Bila bagian
luar kontainer terpapar, lapisi lagi dengan
kontainer tahan bocor ke dua.
Petugas menggunakan PPE, antara lain:
Sarung tangan, masker, pelindung mata dan
tabir wajah.
KEAMANAN

Gelas objek yg pecah dibersihkan dg alat,


jangan diambil / dibersihkan dg tangan
Membuang secara teratur kontainer bekas
didalam wadah tertutup, tahan bocor dan
berlabel.
Vaksinasi Hepatitis B
KEPUSTAKAAN

1. Koss Diagnostic Cytology and Its


Histopathologic Bases, 5th ed. Leopold G Koss,
Myron R Melamed
2. Cytology Diagnostic Principles and Clinical
Correlates, 3th ed. Edmund S. Cibas
3. Orell & Sterretts Fine Needle Aspiration
Cytology, 5th ed. Svante Orell, Gregory F.
Sterrett
SEMOGA BERMANFAAT