You are on page 1of 12

MAKALAH TEKNIK TEROWONGAN

JENIS-JENIS TROWONGAN

OLEH:
ARDI PURNAWAN

1309055026

FAKULTAS TEKNIK
S1 TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2016

penambangan dan lain-lain. saluran air kotor. angkutan air untuk pembangkit tenaga listrik (PLTA). . . penambangan dan lain sebagainya. Secara umum istilah terowongan didefenisikan sebagai lubang bukaan yang dibuat dengan dua lubang bukaan yang saling berhubungan langsung atau dengan kata lain bawah kedua lubang bukaan tersebut harus menembus bagian kerak bumi yakni . Dengan pengertian terowongan di atas. terowongan bukan hanya dibuat untuk kepentingan penggalian atau penambangan saja. Media angkutan . maka terowongan dapat berguna sebagai . . Namun dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi. seperti terowongan untuk lalu lintas dan penyaluran air sebagai pembangkit tenaga listrik (terowongan berguna sebagai angkutan). Perbukitan. tetapi juag dibuat untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat. penyediaan air. drainase. sebagai media transportasi. untuk kereta api. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam dunia pertambangan terowongan bukanlah merupakan hal yang baru. Penggalian bawah tanah sebagai media transportasi. Media lalu lintas . jalan raya. 2. istilah ini telah lama dikenal sejak dilakukannya penggalian lubang bukaan untuk keperluan penambangan bijih atau batubara (ore/coal). drainase. 1. pejalan kaki dan transportasi tambang bawah tanah.

dan saat ini sering di sebut underground rapid transit system. Berdasarkan fungsinya. Istilah digunakan dimasa lalu. area ditutup agar terlihat seperti sebelum digali. terowongan bawah tanah untuk pejalan kaki atau transportasi umumnya di sebut subway. metode ini merupakan metode yang paling simpel untuk terowongan dangkal di mana area di atas lokasi yang akan dijadikan terowongan harus digali dan terowongan dibangun dengan atap di atasnya. Metode pembuatan terowongan yang biasa digunakan adalah metode potong-tutup. Terowongan angkutan Diantaranya adalah :  Terowongan pembangkit tenaga listrik (hydro power)  Terowongan water supply  Terowongan sewerage water  Terowongan untuk utilitas umum Terowongan dibuat melalui berbagai jenis dan lapisan tanah dan bebatuan sehingga metode konstruksi tergantung dari keadaan tanah. Konstruksi umumnya bertingkat dua. Setelah itu. terowongan dapat dibedakan menjadi dua jenis. Terowongan lalu lintas (traffic) Beberapa penggunaan terowongan untuk lalu lintas diantaranya:  Terowongan kereta api  Terowongan jalan raya  Terowongan navigasi  Terowongan tambang b. BAB II PEMBAHASAN 2. yaitu: a. yang memungkinkan adanya pengelolaan secara .1 Sejarah Trowongan Di Inggris.

dan dapat menembus hampir seluruh jenis bebatuan. Mesin bor bisa dioperasikan secara otomatis selama proses konstruksi terowongan. Made Astawa Rai (1988) membagi terowongan menjadi 2 bagian. Sifat-sifat material di sekitar. 2. Pembuatan terowongan menggunakan mesin bor. Massa batuan yang komplek .ekonomi dan keamanan seperti loket tiket. kemungkinan failure / keruntuhan di struktur bahan dan kekuatan batuan. dan ruang perlengkapan. Rencana rekayasa yang baik adalah rancangan yang seimbang dalam semua faktor yang saling berkaitan. gaya-gaya yang dihasilkan oleh redistribusi tegangan awal. stasiun. saluran asap. Mesin bor melubangi tanah sepanjang lokasi terowongan. 2. yaitu : . ventilasi. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan terowongan yaitu :  Lokasi  Metode konstruksi  Material  Kegunaan Rancangan terowongan perlu memperhatikan : 1.2 Klasifikasi Terowongan  Ditinjau berdasarkan kegunaan terowongan. akses penumpang dan jalan keluar darurat. Mesin bor yang pertama kali digunakan adalah mesin yangmembangun terowongan rel Fréjus antara Prancis dan Italia melalui pegunungan Alpen tahun 1845. mesin bor memungkinkan terowongan dibuat tanpa harus menggali area di atas lokasi yang akan di jadikan terowongan. ruang staf. meski tidak selalu dapat dikualifikasi tapi selalu di masukkan dalam perhitungan.

 Terowongan jalan raya Terowongan yang dibangun untuk kendaraan bermotor karena pesatnya pertambahan lalu – lintas jalan raya bersamaan dengan berkembangnya industri kendaraan bermotor. Disamping itu juga dibuat untuk menembus daerah pegunungan untuk memperpendek jarak dan memperlancar lalu – lintas air. jari – jari belokannya pendek dan kemiringannya besar (lebih besar dari 10%).Terowongan lalu – lintas ( traffic tunnel )  Terowongan kereta api Adalah terowongan yang merupakan terowongan paling penting diantara terowongan lalu – lintas.  Terowongan pejalan kaki Terowongan ini termasuk dalam grup terowongan jalan (road tunnel) tetapi penampangnya lebih kecil.  Terowongan navigasi Terowongan ini dibuat untuk kepentingan lalu-lintas air di kanal-kanal dan sungai- sungai yang menghubungkan satu kanal atau sungai ke kanal lainnya.  Terowongan transportasi dibawah kota  Terowongan transportasi ditambang bawah tanah . Terowongan ini biasanya digunakan dibawah jalan raya yang ramai atau dibawah sungai dan kanal sebagai tempat menyebrang bagi pejalan kaki.

Fungsi dari terowongan penyediaan air adalah menyalurkan air dari mata air ketempat penyimpanan air di dalam kota atau membelokkan air ke tempat penyimpanan tersebut.  Terowongan penyediaan air Terowongan ini hampir sama dengan terowongan stasiun pembangkit listrik air. dibuat dibawah saluran air. blok bangunan untuk .  Terowongan yang digunakan untuk kepentingan umum Terowongan ini biasanya dibuat di daerah perkotaan untuk menyalurkan kabel listrik dan telepon.  Terowongan angkutan  Terowongan stasiun pembangkit listrik air Air dialihkan atau dialirkan dari sungai atau reservoir untuk digunakan sebagai pembangkit listrik disebuah stasiun pembangkit yang letaknya lebih rendah. dan juga pipa – pipa lainnya yang penting. mengangkut batuan dan bijih hasil penambangan. mengangkut peralatan tambang.Terowongan ini dibuat sebagai jalan masuk kedalam tambang bawah tanah yang digunakan untuk lalu – lintas para pekerja tambang.  Terowongan untuk saluran air kotor Terowongan ini dibuat untuk membuang air kotor dari kota atau pusat industri ke tempat pembuangan yang sudah disediakan. jalan raya. Terowongan ini dapat dikategorikan pada suatu grup utama berdasarkan kegunaannya. pipa gas dan air. jalan kereta api. perbedaannya hanya pada fungsi kedua terowongan tersebut.

Inggris.  Berdasarkan lokasinya terowongan dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:  Underwater Tunnels Terowongan yang dibangun dibawah dasar muka air. Baik itu untuk transportasi maupun saluran drainase kota. Pada umunnya dibangun dibawah dasar dan sungai atau laut.  Tunnels at Shallow Depth and Water City Streets Jaringan transportasi di Negara-negara maju seperti Amerika. Perhitungannya lebih kompleks. pemeliharaan dan perbaikan sewaktu – waktu kalau ada kerusakan.memudahkan inspeksi secara kontinyu. Paulus P Raharjo (2004) menjelaskan terdapat 3 jenis terowongan.juga terdapat tekanan air yang besar.  Berdasarkan material yang dipakai.  Mountain Tunnels Terowongan jenis ini adalah salah satu terowongan yang mempunyai peran penting ketika suatu daerah memiliki topografi yang beragam. . Terowongan batuan umumnya lebih mudah dikonstruksikan daripada terowongan melalui tanah lunak karena pada umumnya batuan dapat berdiri sendiri kecuali pada batuan yang mengalami fracture. yaitu:  Terowongan Batuan (Rock Tunnels) =Terowongan batuan dibuat langsung pada batuan massif dengan cara pemboran atau peledakan. selain ada tekanan tanah. sehingga perlu adanya terowongan yang dibangun menembus sebuah bukit maupun gunung. dan Jepang banyak yang menerapkan tipe terowongan ini. Terowongan jenis ini sangat cocok untuk dibangun di perkotaan.

Secara umum pelaksanaannya dilakukan dengan mendongkrak secara horizontal sebuah segmen beton precast atau baja memotong tanah dan membuang keluar secara manual bagian volume tanah yang terpotong segmen yang didongkrak tersebut. 2) Terowongan Dongkrak (Jacking) Teknik pelaksanaan ini dipilih sebagai alternative karena pengggalian biasa terlalu mahal karena panjang yang terbatas. . Sesudah itu galian ditimbun kembali dan seluruh struktur berada dibawah timbunan tanah. Karena jenis material ini runtuh bila digali. maka dibutuhkan suatu dinding atau atap yang kuat sebagai penahan bersamaan dengan proses penggalian. (Sumber : Rai Made Astawa Rai : Teknik Terowongan: 1988)  Klasifikasi Terowongan berdasar Cara Pelaksanaannya 1) Micro Tunnel Penggunaannya mayoritas untuk penempatan jalur pipa. kabel. kenudian dinding dan atap terowongan dikonstruksikan di dalam galian. lining langsung dipasang dibelakang shield bersamaan dengan pergerakan maju dari mesin pembor terowongan (Tunnel Boring Machine). Umumnya digunakan shield (pelindung) untk memproteksi galian tersebut agar tidak runtuh. Ukuran dari terowongan ini berkisar antara 60 cm s/d 100 cm dan dikerjakan secara modern dengan cara otomatis dengan peralatan robot.  Terowongan gali – timbun (Cut and Cover Tunnel) = Terowongan ini dibuat dengan cara menggali sebuar trench pada tanah. Teknik yang umum digunakan pada saat ini adalah shield tunneling Pada terowongan melalui tanah lunak ini. misalnya pembuatan underpass dan sejenisnya. dan jaringan air.  Terowongan melalui tanah lunak (Soft Ground Tunnels) =Terowongan melalui tanah lunak dibuat melalui tanah lempung atau pasir atau batuan lunak (soft rock) .

kemudian pengecoran lining tunnel atau pemesangan lining precast dan melakukan penimbunan kembali (covering). Hal yang membedakan dengan terowongan tanah lunak adalah adanya tekanan air yang sangat tingggi.3) Terowongan Batuan (Rock) Terowongan ini dibuat menembus batuan masif yang relative keras dan dapat dilakukan langsung dengan metode penggalian menggunakan peralatan manual. Karena mudah runtuh maka untuk pelaksanaan penggalian digunakan pelindung (shield). 5) Terowongan Gali dan Timbun (Cut and Cover) Terowongan ini dilaksanakan dengan menggali sebuah alur yang cukup sampai kedalaman yang diinginkan. Salah satu metodenya yaitu dengan membuat trench di dasar sungai atau laut lalu menempatkan precast tube lining dan menerapkan teknik sambungan kedap air. pasir dan batuan lunak (soft rock). mekanis maupun blasting. Sedangkan lining tunnel harus segera dipasang bersamaan dengan kemajuan gerakan Tunnel Boring Machine (TBM). dan struktur penopang pada zona patahan. 6) Terowongan Bawah air (Underwater) Terowongan ini biasanya melewati jalur batuan atau tanah lunak. sehingga diperlukan metode untuk membuat terowongan menjadi kedap air. 4) Terowongan melalui tanah lunak (soft ground) Termasuk dalam kategoro ini adalah terowongan yang di buat melalui tanah lempung. Masalah yang mungkin dihadapai adalah yang berkaitan dengan air tanah. tidak mengganggu aktifitas dipermukaan dan letak jalur terowongan cukup dekat dengan permukaan. . Metode ini cocok dilaksanakan jika tersedia areal yang cukup.

5) Kegiatan penambangan merupakan proses dinamis sehingga dapat mengakibatkan perubahan kondisi (rock reinforcement). 6) Biaya penyelidikan terowongan Sipil jauh lebih besar karena tuntutan masalah keamanan. Sedangkan terowongan Sipil biasanya dibangun pada lokasi yang baru sehingga memerlukan penyelidikan geoteknik yang baru dan terperinci. 2) Terowongan Sipil digunakan untuk melayani kepentingan umum (transportasi. 4) Jalur di mana terowongan tambang dibuat umumnya secara geologi telah diketahui cukup rinci karena adanya survey yang mendalam bersamaan dengan penyelidikan potensi material tambangnya. Terowongan Sipil dan Terowongan Tambang Perbedaan mendasar antara terowongan Sipil dan terowongan tambang adalah sebagai berikut : 1) Kebanyakan terowongan Sipil adalah permanen. sedangkan terowongan tambang kebanyakan bersifat sementara (temporary). Akses Terowongan dan Manajemen Material 1) Konstruksi Portal Akses masuk ke areal bawah tanah secara umum disebut portal. 3) Panjang terowongan tambang biasanya cukup besar karena digunakan untuk terowongan produksi tambang sedangkan terowongan Sipil kebanyakan dibuat sependek mungkin dan dilaksanakan dengan standart yang sangat ketat. Beberapa terowongan tambang ada yang dirancang untuk dapat digunakan beberapa puluh tahun. dll) sedangkan terowongan tambang digunakan untuk kepentingan khusus (pekerja atau aktifitas tambang). Akses ini dapat berupa sebuah shaft yang dikontruksi secara vertikal sampai kedalaman .

. 2) Manajemen Material Yang dimaksud dengan manajemen material yang memerlukan pengaturan disini adalah: • Material hasil galian yang harus dibawa keluar terowongan. atau berupa face terowongan yang bisa disiapkan secara horizontal karena kondisi lahan memungkinkan. • Material supporting system dan elemen lining precast atau formwork dan beton cair yang harus dibawa masuk dalam terowongan dan geraka alat keluar masuk terowongan. • Air hasil dewatering di dalam terowongan yang harus dibuang keluar terowongan.tertentu sesuai elevasi rencana terowongan utama (horisontal).

yaitu: c. Terowongan angkutan Diantaranya adalah :  Terowongan pembangkit tenaga listrik (hydro power)  Terowongan water supply  Terowongan sewerage water  Terowongan untuk utilitas umum . terowongan dapat dibedakan menjadi dua jenis. BAB III PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan fungsinya. Terowongan lalu lintas (traffic) Beberapa penggunaan terowongan untuk lalu lintas diantaranya:  Terowongan kereta api  Terowongan jalan raya  Terowongan navigasi  Terowongan tambang d.