You are on page 1of 75

ME

NG
AT
AS
I
GA
NG
GU
AN
AK
IB
AT
PE
NG
EM
BU
NA
N

Sep
12,
200
8 at
07:
00
A
M

KAMU sudah tau tentang gejala mengembun kan? Coba baca


disini. Nah apakah kamu merasa terganggu dengan
penampakan kabut di kacamata kamu, atau kaca helm
motor kamu, atau juga pada kaca jendela mobil kamu? Bahkan
di cermin kamar mandi kamu Bagaimana cara orang
mengatasi hal tersebut?.

Cara paling mudah yang dilakukan orang


adalah mengelap kaca, cermin dengan air
sabun, mengapa air sabun? Secara fisika,
air sabun dapat mengurangi
tegangan permukaan air. Secara
mudah dapat dipahami dengan
kehadiran sabun, butir-butir air sulit untuk
mempertahankan bentuk bulat nya, akibatnya
uap air yang menempel pada kaca tidak akan
membentuk butir-butir kabut melainkan basah begitu saja. Model
elektrik ini juga kerap digunakan pada cermin di kamar mandi, yang menjaga cermin
tetap hangat.

Hal yang sama dilakukan pula dengan beberapa produk yang disebut ANTI FOG, berupa
cairan pembersih, semprotan, yang akan menempel pada kaca, kacamata, kaca helm,
layaknya air sabun tadi.

Mobil kamu juga memiliki alat DEFOGGER, biasanya di


kaca belakang, berupa kawat-kawat beraliran listrik halus
yang di bentangkan di kaca mobil, fungsinya adalah
membuat kaca menjadi panas sehingga uap air ogah
menempel di sana. Atau kadangkala ayah kamu akan
menyalakan AC, kipas angin yang di arahkan ke jendela,
yang sebenarnya adalah membuat uap air sulit bertukar
panas dengan dinding jendela, karena tidak ada
perbedaan panas lagi.

Begitu juga dengan kacamata renang dan barangkali helm kamu,


dilapisi oleh lapisan anti kabut berupa bahan transparan yang
sulit dihinggapi uap air.

Ayo coba kamu sebutkan lagi cara-cara untuk mengatasi kabut


di kehidupan sehari-hari.* http://b0cah.org/index.php?
option=com_content&task=view&id=623&Itemid=56**

Sep 05, 2008 at 07:00 AM

MENGEMBUN, coba gejala apa itu? Yak betul!


Yaitu gejala berubahnya wujud air dari benda gas
menjadi cair. Proses pengembunan atau kondensasi
yang paling mudah dipahami adalah HUJAN. Nah
proses pengembunan apa lagi yang terjadi sehari-hari di bumi
kita ini? Mari kita simak peristiwa khas yang terjadi sehari hari tersebut.

Coba amati kaca mobil kamu di saat hujan, atau jendela kamar kamu, jika kamu
menggunakan kacamata, perhatikan saat kamu keluar dari tempat sejuk, juga
kacamata renang , kaca helm, tepi gelas minuman dingin kamu. Semuanya
basah, berkabut dan kemudian menjadi titik-titik air.

Coba perhatikan dimana kabut embun itu menempel? Apakah dikedua sisi
kaca jendela mobil kamu? Apakah dikedua sisi gelas minuman kamu? Tentu
tidak, embun menempel pada salah satu sisi. Sisi bagian mana?
Mengembun adalah proses fisika dimana air dalam wujud gas
melepaskan panas nya sehingga menjadi zat cair. Bagaimana uap
tadi bisa melepas panas?, ya karena menempel pada benda yang
dingin (yaitu kaca jendela, kacamata, gelas kamu), artinya begitu uap
air menyentuh benda dingin, maka panas uap air itu pindah ke
benda dingin tersebut (akibatnya uap air mengembun menjadi titik-
titik air).

Pengembunan tersebut akan terjadi pada salah satu sisi bidang kaca, yaitu pada sisi yang
memiliki suhu "panas". Bingung? Nah mari kembali ke kaca mobil kamu, saat hujan dan
dingin di luar mobil, maka embun akan membasahi sisi dalam mobil kamu kan? Dan
coba kamu hembuskan AC mobil kamu ke jendela saat panas terik di luar, kamu tentu
akan melihat embun di bagian luar mobil kan?

Begitu juga dengan gelas minuman kamu, akan basah di bagian luar gelas, kacamata
renang kamu akan juga berkabut di bagian dalam. Nah coba kamu lakukan percobaan
sendiri, misal buka gorden kamar kamu saat pagi dingin, maka embun pun akan
membasahi jendela sisi dalam.***

http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=622&Itemid=49

7.2 Sifat Cairan


Tekanan gas, yakni, tekanan uap cairan ketika kesetimbangan uap-cair dicapai, ditentukan
hanya oleh suhunya. Baik jumlah cairan maupun volume di atas cairan tidak mempunyai
akibat asal cairannya masih ada. Dengan kata lain, tekanan uap cairan dalam ruang
ditentukan oleh jenis cairan dan suhunya.

a. Tekanan uap

Seperti dalam kasus gas, energi kinetik molekul cairan tidak seragam tetapi bervariasi.
Terdapat keteraturan dalam keragaman ini, dan distribusi energi kinetik ditentukan oleh
hukum distribusi Boltzmann. Hukum ini menyatakan bahwa partikel yang paling
melimpah adalah partikel dengan energi kinetik rata-rata, dan jumlah partikel menurun
dengan teratur ketika selisih energi kinetiknya dengan energi kinetik rata-rata semakin
besar.

Beberapa molekul yang energi kinetiknya lebih besar dari energi kinetik rata-rata dapat
lepas dari gaya tarik antarmolekul dan menguap. Bila cairan diwadahi dalam ruang tanpa
tutup, cairan akan perlahan menguap, dan akhirnya habis. Bila ruangnya memiliki tutup
dan cairannya terisolasi, molekulnya kehilangan energinya dengan tumbukan, dsb, dan
energi kinetik beberapa molekul menjadi demikian rendah sehingga molekul tertarik
dengan gaya antarmolekul pada permukaan cairan dan kembali masuk ke cairan. Ini
adalah kondensasi uap dalam deskripsi makroscopik. Akhirnya jumlah molekul yang
menguap dari permukaan cairan dan jumlah molekul uap yang kembali ke cairan menjadi
sama, mencapai kestimbangan dinamik. Keadaan ini disebut kesetimbangan uap-cair
(Gambar 7.2).

Gambar 7.2 Gambaran skematik kesetimbangan uap-cairan. Keadaan dimana jumlah


molekul menguap dari permukaan cairan, dan jumlah molekul uap yang kembali ke
cairan sama.

Tekanan uap cairan meningkat dengan meningkatnya suhu. Pola peningkatannya khas
untuk cairan tertentu. Dengan meningkatnya suhu, rasio molekul yang memiliki energi
yang cukup untuk mengatasi interaksi antarmolekul akan meningkat (Gambar 7.3).

Gambar 7.3 Temperatur dan energi kinetik molekul (T1 > T2). Energi kinetik molekul
bergantung temperatur. Sebenarnya kecepatan molekul pada temperatur tertentu tidak
seragam, keragamannya mengikuti hukum distribusi Boltzmann. Daerah yang diarsir
dalam gambar berkaitan dengan molekul yang memiliki energi kinetik cukup untuk lepas
dari permukaan cairan (T1(a) < T2(b)).

Tekanan uap meningkat dengan kenaikan suhu. Gambar 7.4 menunjukkan hubungan
antara suhu dan tekanan uap berbagai cairan.

b. Titik didih

Tekanan uap cairan meningkat dengan kenaikan suhu dan gelembung akan akan
terbentuk dalam cairannya. Tekanan gas dalam gelembung sama dengan jumlah tekanan
atmosfer dan tekanan hidrostatik akibat tinggi cairan di atas gelembung. Wujud saat
gelembung terbentuk dengan giat disebut dengan mendidih, dan temperatur saat
mendidih ini disebut dengan titik didih. Titik didih pada tekanan atmosfer 1 atm disebut
dengan titik didih normal (Gambar 7.4). Titik didih akan berubah bergantung pada
tekanan atmosfer. Bila tekanan atmosfer lebih tinggi dari 1 atm, titik didih akan lebih
tinggi dari titik didih normal. Sementara bila tekanan atmosfer lebih rendah dari 1 atm,
titik didihnya akan lebih rendah dari titik didih normal.

Titik didih dan perubahannya dengan tekanan bersifat khas untuk tiap senyawa. Jadi titik
didih adalah salah satu sarana untuk mengidentifikasi zat. Identifikasi zat kini dilakukan
sebagian besar dengan bantuan metoda spektroskopi, tetapi data titik didh diperlukan
untuk melaporkan cairan baru.
Titik didih ditentukan oleh massa molekul dan kepolaran molekul. Di antara molekul
dengan jenis gugus fungsional polar yang sama, semakin besar massa molekulnya,
semakin tinggi titik didihnya. Contoh yang baik dari hal ini adalah hidrokarbon homolog
(Tabel 7.1). Di pihak lain, bahkan untuk massa molekul rendah, molekul dengan
kepolaran besar akan mengalami gaya intermolekul yang kuat yang mengakibatkan titik
didihnya lebih tinggi. Contoh yang baik adalah perbedaan besar antara titik didih antara
berbagai gugus senyawa organik yang memiliki massa molekul sama tetapi gugus fungsi
yang berbeda (Tabel 7.1). Titik didih air yang tinggi adalah contoh lain yang baik (Bab
3.4, bab 7.3).

Tabel 7.1 Titik didih beberapa senyawa organik.

Td
senyawa Td (C) senyawa
(C)
pentana C5H12 36,11 butanol C4H9OH 108
heksan 68,74dietil eter 34,5
a C6H14 C2H5OC2H5

okt 125met39
ana ,7 il
C8 pro
H71 pil
8 eter
pro
pile
ter
(C
H3
OC
3H7
)

Energi yang diperlukan untuk mengubah cairan menjadi gas pada STP12 (0C, 1 atm)
disebut dengan kalor penguapan. Bila gas mengembun menjadi cairan, sejumlah sama
kalor akan dilepaskan. Kalor ini disebut dengan kalor kondensasi.

Tabel 7.2 Titik didih dan kalor penguapan berbagai beberapa cairan.

Zat Titi Kalor penguapan (J mol-1)


k
didi
h
(C
)
Terdapat beberapa zat yang cenderung terdekomposisi secara perlahan dengan
pemanasan. Beberapa zat seperti ini sukar diuapkan, walaupun zat-zat ini berwujud cair
pada temperatur kamar, sebab akan terdekomposisi sebelum mencapai titik didih. Jadi,
tidak semua zat memiliki titik didih normal.

Proses penguapan cairan dan mengkondensasikan uapnya di wadah lain dengan


pendinginan disebut dengan distilasi. Metoda ini paling sering digunakan untuk
memurnikan cairan. Asal mula teknik distilasi dapat dirunut dari zaman alkemi.
Campuran cairan dapat dipisahkan menjadi cairan komponennya menggunakan
perbedaan titik didihnya. Teknik ini disebut sebagai distilasi fraksional (Bab 12.3).

Selingan-
Vakum
Biasanya tidak mudah membuat dan mempertahankan vakum. Alat paling sederhana
menghasilkan vakum adalah aspirator air, yang dapat ditemukan di laboratorium manapun
sekolah tingkat pertama, menengah. Vakum terbaik didapatkan dengan aspirator adalah
tekanan uap air pada suhu tersebut. Alat yang lebih rumit adalah pompa rotary minyak
yang dapat menghasilkan vakum 5 x10-1 Torr.

Dengan bantuan pompa difusi minyak yang kuat atau pompa difusi merkuri, vakum
sampai 10-3 Torr atau lebih baik dapat dihasilkan. Tidak mudah mempertahankan vakum.
Tanpa pemeliharaan jalur vakum dengan telititi dan baik, Anda tidak dapat mendapatkan
vakum yang seharusnya dapat dicapai alat tersebut.

Ketika mendestilasi zat yang cenderung terdekomposisi bila mencapai titik didih, distilasi
mungkin dapat dilakukan dalam sistem yang tertutup dalam vakum. Titik didih akan
menjadi lebih rendah bergantung pada derajat vakum yang dicapai. Teknik ini disebut
distilasi vakum.

c. Titik beku

Bila temperatur cairan diturunkan, energi kinetik molekul juga akan menurun, dan
tekanan uapnya pun juga akan menurun. Ketika temperatur menurun sampau titik
tertentu, gaya antarmolekulnya menjadi dominan, dan gerak translasi randomnya akan
menjadi lebih perlahan. Sebagai akibatnya, viskositas cairan menjadi semakin bertambah
besar. Pada tahap ini, kadang molekul akan mengadopsi susunan geometri reguler yang
disebut dengan keadaan padatan kristalin. Umumnya titik beku sama dengan titik leleh,
yakni suhu saat bahan berubah dari keadaan padat ke keadaan cair.

http://www.chem-is-try.org/index.php?sect=belajar&ext=pengantar07_02

Menyelami Laut

Tekanan dan Kedalaman Laut


Tekanan air laut bertambah terhadap kedalaman. Kedalaman air laut biasanya diukur
dengan menggunakan echo sounder atau CTD (Conductivity, Temperature, Depth).
Kedalaman yang diukur dengan menggunakan CTD didasarkan pada harga tekanan.

Tekanan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas. Semakin ke dalam, tekanan air laut
akan semakin besar. Hal ini disebabkan oleh semakin besarnya gaya yang bekerja pada
lapisan yang lebih dalam. Satuan dari tekanan dalam cgs adalah dynes/cm2, sedangkan
dalam mks adalah Newton/m2. Satu Pascal sama dengan satu Newton/m2. Dalam
oseanografi, satuan tekanan yang digunakan adalah desibar (disingkat dbar), dimana 1
dbar = 10-1 bar = 105 dynes/cm2 = 104 Pascal.

Gaya akibat tekanan bekerja dari tekanan yang berbeda pada satu titik ke titik lainnya.
Gaya ini bekerja dari tekanan yang lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Di laut,
gaya gravitasi yang bekerja (ke arah bawah) akan diimbangi oleh gaya akibat adanya
perbedaan tekanan tersebut (ke arah atas), sehingga air yang bergerak ke bawah tidak
akan mengalami percepatan.

Tekanan pada satu kedalaman bergantung pada massa air yang berada di atasnya.
Persamaan yang digunakan untuk mengukur harga kedalaman dari harga tekanan adalah
persamaan hidrostatis, yaitu dp=?*g*dh, dimana dp=perubahan tekanan, ?=densitas air
laut, g=percepatan gravitasi, dan dh=perubahan kedalaman. Jadi, jika tekanan berubah
sebesar 100 dbar, dengan harga percepatan gravitasi g=9.8 m/det2 dan densitas air laut ?
=1025 kg/m3, maka perubahan kedalamannya adalah 99,55 meter. Variasi tekanan di laut
berada pada kisaran nol (di permukaan) hingga 10.000 dbar (di kedalaman paling dalam).

Densitas Air Laut


Densitas merupakan salah satu parameter terpenting dalam mempelajari dinamika laut.
Perbedaan densitas yang kecil secara horisontal (misalnya akibat perbedaan pemanasan di
permukaan) dapat menghasilkan arus laut yang sangat kuat. Oleh karena itu penentuan
densitas merupakan hal yang sangat penting dalam oseanografi. Lambang yang
digunakan untuk menyatakan densitas adalah ? (rho).
Densitas air laut bergantung pada temperatur (T), salinitas (S) dan tekanan (p).
Kebergantungan ini dikenal sebagai persamaan keadaan air laut (Equation of State of Sea
Water):

p = p(T,S,p)

Penentuan dasar pertama dalam membuat persamaan di atas dilakukan oleh Knudsen dan
Ekman pada tahun 1902. Pada persamaan mereka, ? dinyatakan dalam g cm-3. Penentuan
dasar yang baru didasarkan pada data tekanan dan salinitas dengan kisaran yang lebih
besar, menghasilkan persamaan densitas baru yang dikenal sebagai Persamaan Keadaan
Internasional (The International Equation of State, 1980). Persamaan ini menggunakan
temperatur dalam oC, salinitas dari Skala Salinitas Praktis dan tekanan dalam dbar (1
dbar = 10.000 pascal = 10.000 N m-2). Densitas dalam persamaan ini dinyatakan dalam
kg m-3. Jadi, densitas dengan harga 1,025 g cm-3 dalam rumusan yang lama sama
dengan densitas dengan harga 1025 kg m-3 dalam Persamaan Keadaan Internasional.

Densitas bertambah dengan bertambahnya salinitas dan berkurangnya temperatur, kecuali


pada temperatur di bawah densitas maksimum. Densitas air laut terletak pada kisaran
1025 kg m-3 sedangkan pada air tawar 1000 kg m-3. Para oseanografer biasanya
menggunakan lambang pt (huruf Yunani sigma dengan subskrip t, dan dibaca sigma-t)
untuk menyatakan densitas air laut. dimana pt = ? - 1000 dan biasanya tidak
menggunakan satuan (seharusnya menggunakan satuan yang sama dengan p). Densitas
rata-rata air laut adalah pt = 25. Aturan praktis yang dapat kita gunakan untuk
menentukan perubahan densitas adalah: pt berubah dengan nilai yang sama jika T
berubah 1oC, S 0,1, dan p yang sebanding dengan perubahan kedalaman 50 m.

Perlu diperhatikan bahwa densitas maksimum terjadi di atas titik beku untuk salinitas di
bawah 24,7 dan di bawah titik beku untuk salinitas di atas 24,7. Hal ini mengakibatkan
adanya konveksi panas.

* S < 24.7 : air menjadi dingin hingga dicapai densitas maksimum, kemudian jika air
permukaan menjadi lebih ringan (ketika densitas maksimum telah terlewati) pendinginan
terjadi hanya pada lapisan campuran akibat angin (wind mixed layer) saja, dimana
akhirnya terjadi pembekuan. Di bagian kolam (basin) yang lebih dalam akan dipenuhi
oleh air dengan densitas maksimum.
* S > 24.7 : konveksi selalu terjadi di keseluruhan badan air. Pendinginan diperlambat
akibat adanya sejumlah besar energi panas (heat) yang tersimpan di dalam badan air. Hal
ini terjadi karena air mencapai titik bekunya sebelum densitas maksimum tercapai.

Seperti halnya pada temperatur, pada densitas juga dikenal parameter densitas potensial
yang didefinisikan sebagai densitas parsel air laut yang dibawa secara adiabatis ke level
tekanan referensi.

Konduktivitas Air Laut


Konduktivitas air laut bergantung pada jumlah ion-ion terlarut per volumenya dan
mobilitas ion-ion tersebut. Satuannya adalah mS/cm (milli-Siemens per centimeter).
Konduktivitas bertambah dengan jumlah yang sama dengan bertambahnya salinitas
sebesar 0,01, temperatur sebesar 0,01 dan kedalaman sebesar 20 meter. Secara umum,
faktor yang paling dominan dalam perubahan konduktivitas di laut adalah temperatur.

Temperatur Air Laut


Dalam oseanografi dikenal dua istilah untuk menentukan temperatur air laut yaitu
temperatur insitu (selanjutnya disebut sebagai temperatur saja) dan temperatur potensial.
Temperatur adalah sifat termodinamis cairan karena aktivitas molekul dan atom di dalam
cairan tersebut. Semakin besar aktivitas (energi), semakin tinggi pula temperaturnya.
Temperatur menunjukkan kandungan energi panas. Energi panas dan temperatur
dihubungkan oleh energi panas spesifik. Energi panas spesifik sendiri secara sederhana
dapat diartikan sebagai jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan
temperatur dari satu satuan massa fluida sebesar 1o. Jika kandungan energi panas nol
(tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam fluida) maka temperaturnya secara absolut
juga nol (dalam skala Kelvin). Jadi nol dalam skala Kelvin adalah suatu kondisi dimana
sama sekali tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam suatu fluida. Temperatur air laut
di permukaan ditentukan oleh adanya pemanasan (heating) di daerah tropis dan
pendinginan (cooling) di daerah lintang tinggi. Kisaran harga temperatur di laut adalah
-2o s.d. 35oC.

Tekanan di dalam laut akan bertambah dengan bertambahnya kedalaman. Sebuah parsel
air yang bergerak dari satu level tekanan ke level tekanan yang lain akan mengalami
penekanan (kompresi) atau pengembangan (ekspansi). Jika parsel air mengalamai
penekanan secara adiabatis (tanpa terjadi pertukaran energi panas), maka temperaturnya
akan bertambah. Sebaliknya, jika parsel air mengalami pengembangan (juga secara
adiabatis), maka temperaturnya akan berkurang. Perubahan temperatur yang terjadi
akibat penekanan dan pengembangan ini bukanlah nilai yang ingin kita cari, karena di
dalamnya tidak terjadi perubahan kandungan energi panas. Untuk itu, jika kita ingin
membandingkan temperatur air pada suatu level tekanan dengan level tekanan lainnya,
efek penekanan dan pengembangan adiabatik harus dihilangkan. Maka dari itu
didefinisikanlah temperatur potensial, yaitu temperatur dimana parsel air telah
dipindahkan secara adiabatis ke level tekanan yang lain. Di laut, biasanya digunakan
permukaan laut sebagai tekanan referensi untuk temperatur potensial. Jadi kita
membandingkan harga temperatur pada level tekanan yang berbeda jika parsel air telah
dibawa, tanpa percampuran dan difusi, ke permukaan laut. Karena tekanan di atas
permukaan laut adalah yang terendah (jika dibandingkan dengan tekanan di kedalaman
laut yang lebih dalam), maka temperatur potensial (yang dihitung pada tekanan
permukaan) akan selalu lebih rendah daripada temperatur sebenarnya.

Satuan untuk temperatur dan temperatur potensial adalah derajat Celcius. Sementara itu,
jika temperatur akan digunakan untuk menghitung kandungan energi panas dan transpor
energi panas, harus digunakan satuan Kelvin. 0oC = 273,16K. Perubahan 1oC sama
dengan perubahan 1K.
Seperti telah disebutkan di atas, temperatur menunjukkan kandungan energi panas,
dimana energi panas dan temperatur dihubungkan melalui energi panas spesifik. Energi
panas persatuan volume dihitung dari harga temperatur menggunakan rumus Q =
densitas*energi panas specifik*temperatur (temperatur dalam satuan Kelvin). Jika
tekanan tidak sama dengan nol, perhitungan energi panas di lautan harus menggunakan
temperatur potensial. Satuan untuk energi panas (dalam mks) adalah Joule. Sementara itu,
perubahan energi panas dinyatakan dalam Watt (Joule/detik). Aliran (fluks) energi panas
dinyatakan dalam Watt/meter2 (energi per detik per satuan luas).

Salinitas Air Laut


Air laut mengandung 3,5% garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan
partikel-partikel tak terlarut. Keberadaan garam-garaman mempengaruhi sifat fisis air
laut (seperti: densitas, kompresibilitas, titik beku, dan temperatur dimana densitas
menjadi maksimum) beberapa tingkat, tetapi tidak menentukannya. Beberapa sifat
(viskositas, daya serap cahaya) tidak terpengaruh secara signifikan oleh salinitas. Dua
sifat yang sangat ditentukan oleh jumlah garam di laut (salinitas) adalah daya hantar
listrik (konduktivitas) dan tekanan osmosis.

Garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%),
sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari
1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Tiga sumber
utama garam-garaman di laut adalah pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik dan
sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam.

Secara ideal, salinitas merupakan jumlah dari seluruh garam-garaman dalam gram pada
setiap kilogram air laut. Secara praktis, adalah susah untuk mengukur salinitas di laut,
oleh karena itu penentuan harga salinitas dilakukan dengan meninjau komponen yang
terpenting saja yaitu klorida (Cl). Kandungan klorida ditetapkan pada tahun 1902 sebagai
jumlah dalam gram ion klorida pada satu kilogram air laut jika semua halogen digantikan
oleh klorida. Penetapan ini mencerminkan proses kimiawi titrasi untuk menentukan
kandungan klorida.

Salinitas ditetapkan pada tahun 1902 sebagai jumlah total dalam gram bahan-bahan
terlarut dalam satu kilogram air laut jika semua karbonat dirubah menjadi oksida, semua
bromida dan yodium dirubah menjadi klorida dan semua bahan-bahan organik dioksidasi.
Selanjutnya hubungan antara salinitas dan klorida ditentukan melalui suatu rangkaian
pengukuran dasar laboratorium berdasarkan pada sampel air laut di seluruh dunia dan
dinyatakan sebagai:

S (o/oo) = 0.03 +1.805 Cl (o/oo) (1902)

Lambang o/oo (dibaca per mil) adalah bagian per seribu. Kandungan garam 3,5%
sebanding dengan 35o/oo atau 35 gram garam di dalam satu kilogram air laut.
Persamaan tahun 1902 di atas akan memberikan harga salinitas sebesar 0,03o/oo jika
klorinitas sama dengan nol dan hal ini sangat menarik perhatian dan menunjukkan adanya
masalah dalam sampel air yang digunakan untuk pengukuran laboratorium. Oleh karena
itu, pada tahun 1969 UNESCO memutuskan untuk mengulang kembali penentuan dasar
hubungan antara klorinitas dan salinitas dan memperkenalkan definisi baru yang dikenal
sebagai salinitas absolut dengan rumus:

S (o/oo) = 1.80655 Cl (o/oo) (1969)

Namun demikian, dari hasil pengulangan definisi ini ternyata didapatkan hasil yang sama
dengan definisi sebelumnya.

Definisi salinitas ditinjau kembali ketika tekhnik untuk menentukan salinitas dari
pengukuran konduktivitas, temperatur dan tekanan dikembangkan. Sejak tahun 1978,
didefinisikan suatu satuan baru yaitu Practical Salinity Scale (Skala Salinitas Praktis)
dengan simbol S, sebagai rasio dari konduktivitas.

"Salinitas praktis dari suatu sampel air laut ditetapkan sebagai rasio dari konduktivitas
listrik (K) sampel air laut pada temperatur 15oC dan tekanan satu standar atmosfer
terhadap larutan kalium klorida (KCl), dimana bagian massa KCl adalah 0,0324356 pada
temperatur dan tekanan yang sama. Rumus dari definisi ini adalah:

S = 0.0080 - 0.1692 K1/2 + 25.3853 K + 14.0941 K3/2 - 7.0261 K2 + 2.7081 K5/2

Catatan:
Dari penggunaan definisi baru ini, dimana salinitas dinyatakan sebagai rasio, maka satuan
o/oo tidak lagi berlaku, nilai 35o/oo berkaitan dengan nilai 35 dalam satuan praktis.
Beberapa oseanografer menggunakan satuan "psu" dalam menuliskan harga salinitas,
yang merupakan singkatan dari "practical salinity unit". Karena salinitas praktis adalah
rasio, maka sebenarnya ia tidak memiliki satuan, jadi penggunaan satuan "psu"
sebenarnya tidak mengandung makna apapun dan tidak diperlukan. Pada kebanyakan
peralatan yang ada saat ini, pengukuran harga salinitas dilakukan berdasarkan pada hasil
pengukuran konduktivitas.

Salinitas di daerah subpolar (yaitu daerah di atas daerah subtropis hingga mendekati
kutub) rendah di permukaan dan bertambah secara tetap (monotonik) terhadap
kedalaman. Di daerah subtropis (atau semi tropis, yaitu daerah antara 23,5o - 40oLU atau
23,5o - 40oLS), salinitas di permukaan lebih besar daripada di kedalaman akibat besarnya
evaporasi (penguapan). Di kedalaman sekitar 500 sampai 1000 meter harga salinitasnya
rendah dan kembali bertambah secara monotonik terhadap kedalaman. Sementara itu, di
daerah tropis salinitas di permukaan lebih rendah daripada di kedalaman akibatnya
tingginya presipitasi (curah hujan).

Bahan Bacaan :
Tomczak, M, An Introduction to Physical Oceanography
Talley, L, Properties of Seawater
Prager, Ellen J, and Sylvia A. Earle, The Oceans, McGraw-Hill, 2000.
Pickard and Emery, Descriptive Physical Oceanography
Prager, Ellen J, and Sylvia A. Earle, The Oceans, McGraw-Hill, 2000.

Written By : OseanoGrafy@blogspot.com
Dikirim oleh Admin
Tanggal 2008-08-21
Jam 07:45:58
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Menyelami
%20Laut&&nomorurut_artikel=167

STUDI TENTANG
ATOMISASI DENGAN MENGGUNAKAN
GELOMBANG ULTRASONIK

Undergraduate Theses from JBPTITBTF / 2006-07-13 16:05:31


Oleh : AHMAD SUMPENA, Program Studi Teknik Fisika
Dibuat : 2006-07-13, dengan 1 file

Keyword : ATOMISASI DENGAN MENGGUNAKAN


GELOMBANG ULTRASONIK

Atomisasi dengan gelombang ultrasonik merupakan cara atomisasi yang relatif baru.
Keberadaannya dalam berbagai Iapangan masih kecil. Cara ini memiliki berbagai
kelebihan yang tidak dimiliki oleh cara lainnya sehingga sangat potensil untuk digunakan
dalam beberapa bidang tertentu.

Dalam tugas akhir ini diteliti atomisasi dalam fountain ultrasonik. Penjelasan mengenai
atomisasi dalam fountain ultrasonik didasarkan Hipotesa Kavitasi-Gelombang Henurut
hipotesa ini partikel cairan dilontarkan dari puncak gelombang kapiler dengan amplituda
tertentu pada permukaan cairan. Gelombang kapiler tersebut dihasilkan oleh gelombang
kejut yang periodik yang dibangkitkan oleh gelembung gelembung yang berkavitasi di
dalam fountain ultrasonik.
Besarnya energi gelombang kejut yang dilepaskan oleh gelembung yang berkavitasi
tergantung pada aktifitas kavitasi yang tergantung pula pada beberapa parameter, yaitu
parameter sumber getar (seperti frekuensi, amplituda tekanan akustik), sifat-sifat fisika
cairan (seperti densitas,' tegangan permukaan, viskositas, dan tekanan uap), temperatur
dan kandungan gas cairan yang diatomisasi.

Pada penelitian ini diselidiki pengaruh penambahan temperatur cairan dan penambahan
days ultrasonik terhadap besarnya performansi atomisasi. Hasil penelitian yang didapat
menunjukan bahwa bertambahnya temperatur cairan atau daya ultrasonik menyebabkan
meningkatnya performansi atomisasi. Hal tersebut ternyata berkaitan erat dengan aktifitas
kavitasi dalam daerah atomisasi.

http://tf.lib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbtf-gdl-s1-2006-ahmadsumpe-1141

BAGAIM
ANA AIR
BISA
NAIK KE
PUNCAK
POHON ?

Sep
23,
200
8 at
07:
00
A
M

SEPERTI sudah kamu ketahui sebelumnya bagaimana


cara tumbuhan memasak makanannya (baca disini).
Namun coba perhatikan, bagaimana sebuah pohon yang
tinggi dapat mengangkut air dari jauh di dalam tanah
hingga ke pucuk daun tertinggi? Apakah pohon atau
tumbuhan itu memiliki pompa layaknya kamu
memompa air dari sumur? MEMILIKI BANYA
PERAN
Tumbuhan
memiliki akar
yang masuk
menghujam
tanah, menuju sumber air. Akar
ini juga berfungsi sebagai kaki
bagi tumbuhan agar bisa tetep
berdiri kokoh.

Di dalam batang tumbuhan atau pohon, terdapat saluran yang


halus yang disebut KAPILER, seperti layaknya pembuluh darah
di tubuh kamu.
Sebagian besar bumi dilip
Coba kamu masukkan sebuah pipa kapiler air. Samudra dan laut
melingkupi kira-kira tiga
ke dalam bak air, yang terjadi adalah air di
perempat bagian permuka
dalam pipa kapiler itu akan naik hingga
bumi. Juga ada danau dan
mengimbangi tegangan permukaan air sungai yang tak terhitung
dan daya kapiler tersebut. Semakin kecilbanyaknya di daratan. Sal
diameter pipa kapilernya, semakin besar yang menutupi puncak-pu
tegangan yang menarik air tersebut, pegunungan tinggi adalah
akibatnya semakin tinggi air bisa naik. yang membeku. Sebenarn
satu bagian penting air bu
ada di langit. Awan
Ada juga cara air bisa
mengandung jutaan ton a
naik, air yang berbentuk uap. Bahkan ud
disedot oleh akar dan masuk ke dalam yang Anda hirup saat ini
xylem /pembuluh kapiler batang (karena mengandung sejumlah ua
proses adsorbsi dan osmosis). Selanjutnya Lebih jauh lagi, air menyu
tekanan akar ini menyebabkan air naik ke kira-kira 70% tubuh manu
Ada lebih banyak air di d
daun. Kadang kamu melihat tumbuhan
sel-sel kita daripada unsu
mengeluarkan air pada daunnya, yang unsur lain. Darah yang
disebut proses GUTASI. Ini adalah bukti mengalir di tubuh kita
bahwa tekanan akar mampu memompa air sebagian besarnya adalah
naik ke atas daun. Singkatnya, tak akan ada
kehidupan tanpa air. Air t
Oh ya perlu kamu ketahui juga dirancang khusus sebagai
bahwa tenaga yang diperlukan dasar kehidupan. Air adal
zat yang sifat fisika dan
untuk menaikkan air ke kimianya dirancang untuk
ketinggian 100 meter adalah kehidupan. Kini, marilah
sebesar 100 meter juga, ditambah lihat beberapa sifat air ya
tenaga untuk mengatasi menakjubkan ini.
hambatan-hambatan,
Andai tak ada uap air...
katakanlah 200 meter, atau
setara dengan 20 atmosfir Di antara sifat fisika air a
(penjelasan tentang satuan tekanan, bisa kamu tanyakan kepada sifat termal (sifat panas).
guru kamu). termal air adalah sifat yan
berhubungan dengan
Sementara tekanan kapiler hanya mampu menaikkan air penghantaran atau pemind
setinggi setengah meter, dan jika dibantu dengan tekanan akar, panas oleh air. Sifat terma
meliputi besarnya panas y
hanya mampu memberi tekanan sebesar 30 meter. Lalu dari
diserap atau dilepaskan ai
mana tenaga sisanya agar bisa naik ke pohon yang tinggi? untuk menaikkan atau
menurunkan suhunya, ata
untuk merubah wujudnya
Nah ada satu lagi yang harus menjadi air, uap atau es.
kamu ketahui yaitu, pada daun
terdapat mulut stomata,
disinilah air akan menguap
lepas dari permukaan daun. Nah
karena air menguap, maka hal
itu akan menyedot air yang
ada di saluran kapiler
dibawahnya. Gaya yang bekerja
adalah gaya tarik menarik yang
disebut KOHESI.

Sudah jelas kan? Jadi banyak sekali tenaga yang membuat air
yang berada di bawah tanah, naik ke pucuk-pucuk pohon. Ada
tekanan akar, gaya kapiler, hingga kohesi. Semuanya bekerja sama
saling mendukung.***

http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=634&Itemid=56
Besarnya jumlah seluruh air laut yang ada di bumi menyeimbangkan suhu bumi.
Peran ini mengakibatkan kecilnya perbedaan suhu siang dan malam di wilayah
yang berdekatan dengan laut, terutama di pesisir pantai. Di wilayah padang pasir
yang jauh dari lautan, perbedaan suhu ini dapat mencapai 400C.

Sifat termal air, yang berkemampuan besar dalam menyerap panas, berperan besar
membentuk iklim hangat dan seimbang di bumi. Berkat sifat-sifat molekul air, wilayah
lautan yang lebih kaya uap air, menghangat dan mendingin lebih lambat daripada daratan.
Itu berarti, sementara beda suhu antara tempat terpanas dan terdingin di daratan bisa
setinggi 140 derajat Celcius, di lautan bedanya tak lebih dari 15-20 derajat. Yang sama
juga berlaku pada beda suhu antara siang dan malam. Selisih suhu antara siang dan
malam adalah 20-30 derajat di daerah kering, namun hanya beberapa derajat di laut. Dan
tidak hanya laut, keberadaan uap air di udara juga membentuk keseimbangan yang amat
besar. Salah satu akibatnya adalah perbedaan besar antara suhu siang dan malam di
gurun-gurun yang kadar uap airnya lebih sedikit, daripada di daerah-daerah pantai yang
kandungan uap airnya lebih banyak.

Berkat sifat termal air yang unik ini, beda suhu antara musim panas dan dingin atau siang
dan malam terjaga dalam batas-batas yang dapat ditenggang makhluk hidup. Jika terdapat
lebih sedikit air di daratan bumi, atau jika sifat termal air sedikit berubah, beda suhu
antara siang dan malam akan meningkat. Alhasil, banyak daerah daratan akan menjadi
gurun, sehingga kehidupan pun menjadi tidak mungkin.
Tu
mb
uha
n
Pengkajian paling mendalam tentang kesesuaian air bagi tela
kehidupan dihasilkan oleh Lawrence Henderson, seorang h
profesor di Jurusan Kimia Biologis, Harvard University, dir
Amerika Serikat. Setelah meneliti semua sifat termal air, anc
Henderson menyimpulkan: ang
unt
Singkatnya, sifat ini nampaknya memiliki tiga hal uk
penting. Pertama, berperan luar biasa untuk me
menyelaraskan dan mejadikan suhu bumi hangat ma
[tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas]; kedua, nfa
memungkinkan pengaturan yang sangat baik terhadap atk
suhu makhluk hidup; dan ketiga, mendorong an
berlangsungnya daur cuaca. ...dari segi ini tak ada zat sifa
lain yang setara dengan air. (Lawrence Henderson, The t
Fitness of the Environment, Boston: Beacon Press, teg
1958, hal. 105) ang
an
Melarutkan 5 miliar ton zat kimia per
mu
Di samping sifat fisikanya, sifat-sifat kimia air juga begitu kaa
cocok bagi kehidupan. Yang terutama dari sifat-sifat ini n
adalah air merupakan pelarut yang hebat. Hampir semua air
senyawa kimia dapat larut dalam air. Dampak terpenting yan
sifat ini pada kehidupan dapat dilihat di sungai. Tak g
terhitung banyaknya mineral berguna dan zat kimia tin
semacamnya terbawa ke laut lewat sungai. Dengan cara ggi
ini, sekitar 5 miliar ton zat kimia diangkut ke laut setiap .
tahunnya. Zat-zat ini sangat penting bagi kehidupan di Sif
lautan. Lima miliar ton adalah jumlah yang sangat besar, at
melebihi berat keseluruhan penduduk DKI Jakarta. ini
me
mu
ngk
Bahasan Utama - 2 ink
BERKAT PERMUKAAN TEGANG an
air
nai
k
Selain sifat yang berhubungan dengan panas dan suhu, air ber
pun memiliki sejumlah sifat fisika lain. Hebatnya, semua met
sifat ini juga sangat pas bagi kehidupan. Salah satunya er-
adalah nilai tegangan permukaan air yang ternyata sangat met
besar. Tegangan permukaan diartikan sebagai sifat er
permukaan suatu zat cair yang berperilaku layaknya ke
selapis kulit tipis yang kenyal atau lentur akibat pengaruh ata
tegangan. Ini disebabkan oleh gaya tarik-menarik antar- s,
molekul di permukaan zat cair tersebut. Gaya tarik- bah
kan
hin
gga
me
nca
menarik ini biasa dikenal dengan istilah ikatan hidrogen, yang merupakan gaya
elektrostatik lemah antar-molekul air.

Contoh paling baik pengaruh sifat tegangan permukaan dapat diamati pada air. Tegangan
permukaan air sungguh besar sehingga sejumlah peristiwa fisika yang aneh dapat
berlangsung karenanya. Misalnya, sebuah cangkir dapat menampung penuh air berjumlah
sedikit melebihi volume cangkir itu sendiri. Ini terlihat dari permukaan air tersebut yang
beberapa milimeter lebih tinggi dari tinggi mulut cangkir, tanpa airnya tertumpah. Contoh
lain: terapungnya sebatang jarum logam yang diletakkan dengan sangat pelan dan hati-
hati pada permukaan air yang tenang.

Merangkak ke Atas

Tegangan permukaan air jauh lebih besar daripada zat cair lain yang diketahui. Dampak
dari sifat ini terhadap kehidupan sangatlah penting, dan secara nyata dapat diketahui pada
tumbuhan.

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana tumbuhan dapat


mengambil air bermeter-meter jauhnya dari kedalaman tanah?
Berkat besarnya Bagaimana tumbuhan mampu membawa air ini ke ketinggian
tegangan permukaan, dahan dan rantingnya tanpa pompa, otot atau sarana
sebatang jarum logam pengangkut air lainnya? Jawaban atas pertanyaan ini adalah
dapat mengapung di tegangan permukaan air. Pipa-pipa panjang sempit yang
permukaan air, membentuk serabut akar dan batang tumbuhan dirancang
sebagaimana tampak dengan memanfaatkan sifat tegangan permukaan air. Semakin
pada gambar. Sifat air tinggi pipa-pipa lembut ini dari dalam tanah, maka garis tengah
ini juga memungkinkan penampangnya semakin menyempit ke arah ujungnya.
air dapat memenuhi Keadaan ini menyebabkan air dengan sendirinya merangkak
cawan melebihi volume melewati dinding bagian dalam pipa sempit tersebut dan naik
cawan. Ini tampak dari ke atas.
permukaan air yang
lebih tinggi dari Yang memungkinkan hal ini terjadi adalah, sekali lagi,
permukaan mulut tegangan permukaan air yang besar. Jika tegangan permukaan
cawan. ini serendah kebanyakan zat cair lainnya, maka tumbuhan
besar seperti pohon yang biasa hidup di tanah kering tidak akan
mampu mengangkut air dari kedalaman tanah. Akibatnya pohon ini takkan mampu hidup.

Menghancurkan bebatuan

dalam bebatuan, dan lepas ke lingkungan sekitar. Peristiwa ini juga membantu
berlangsungnya proses pembentukan tanah akibat Akibat lain dari besarnya nilai
tegangan permukaan air adalah terjadinya proses penghancuran bebatuan. Karena
nilai tegangan permukaannya, air mampu merembes hingga ke celah-celah
terdalam dari bebatuan melalui retakan-retakan sempit dan kecil. Dalam celah dan
retakan ini, air membeku tatkala suhu di lingkungan sekitar turun hingga titik di
bawah nol derajat Celcius. Sebagaimana diketahui, tatkala membeku, air
mengalami pemuaian ruang atau volume (sifat anomali air). Air beku yang memuai
ini menekan permukaan bagian dalam dari retakan atau celah bebatuan. Besarnya
tekanan ini menyebabkan retak yang semakin besar, pada akhirnya bebatuan itu
pun pecah. Peristiwa ini sungguh penting. Sebab, pecahnya bebatuan membebaskan
mineral-mineral yang terperangkap atau terkandung penghancuran alamiah
bebatuan secara terus-menerus.

Bahasan Utama - 3
ANDAI SEKENTAL MINYAK ZAITUN

Saat mendengar kata cairan, orang segera membayangkan zat yang amat mudah
mengalir. Padahal, tingkat-tingkat kekentalan cairan amatlah beraneka. Contohnya,
kekentalan aspal, gliserin, minyak zaitun, dan asam sulfat, sangatlah berbeda.
Perbedaan besar akan tampak ketika semua cairan ini dibandingkan sebagaimana
dalam tabel berikut:

Pembandingan sederhana di atas mengisyaratkan satu hal: air memiliki tingkat


kekentalan sangat rendah. Dengan kata lain, air sangatlah encer atau amat cair
sehingga mudah mengalir. Kecuali beberapa zat cair seperti eter dan hidrogen cair
dan zat-zat berwujud gas, air tampaknya memiliki tingkat kekentalan terendah.

Sifat encer air sangat


penting bagi hidup kita. Apakah rendahnya tingkat kekentalan air ada gunanya bagi
Jika air sedikit saja kita? Apa bedanya jika air sedikit lebih kental atau lebih
lebih kental, maka encer? Profesor Michael Denton menjawab pertanyaan ini:
mustahil darah kita
beredar melalui sistem Jika kekentalan air lebih tinggi, gerakan terkendali
pembuluh kapiler makromolekul besar, khususnya bentuk semacam
darah. Misalnya, sistem mitokondria dan organel kecil, akan menjadi tidak mungkin;
rumit pembuluh darah demikian juga peristiwa-peristiwa seperti pembelahan sel.
vena liver kita (tampak Semua kegiatan utama sel akan terhenti, dan kehidupan sel
di gambar) takkan menyerupai jenis apa pun yang pernah kita kenal mustahil
pernah ada dan akan terjadi. Perkembangan organisame-organisme tingkat
berfungsi. tinggi, yang sangat bergantung pada kemampuan sel
bergerak atau beringsut selama pembentukan embrio, pasti
mustahil terjadi jika kekentalan air sedikit saja lebih tinggi dari yang ada sekarang.
(Michael Denton, Nature's Destiny: How The Laws of Biology Reveal Purpose in the
Universe, New York: The Free Press, 1998, hlm. 33)
Sifat encer air tidak hanya penting bagi pergerakan di tingkat sel, akan tetapi berguna
pula bagi sistem peredaran darah. Seluruh makhluk hidup berukuran tubuh lebih dari
seperempat milimeter memiliki sistem peredaran terpusat. Tanpanya, zat makanan dan
oksigen mustahil dapat diedarkan merata ke seluruh bagian tubuh. Dengan kata lain, zat
makanan dan oksigen takkan dapat diserap oleh sel-sel, dan sisa-sisa zat makanan atau
zat sampah lainnya tidak dapat dibuang.

Terdapat banyak sel yang menyusun tubuh makhluk hidup. Karenanya, sangat penting
bagi zat makanan, oksigen dan energi yang telah masuk ke dalam tubuh untuk diedarkan
merata (dipompa) ke seluruh sel-sel melalui semacam selang atau pipa. Sama
halnya, pipa-pipa serupa juga diperlukan untuk membawa dan membuang zat-zat
sampah. Pipa ini adalah pembuluh darah vena dan
arteri, yang merupakan bagian dari sistem peredaran
darah. Jantung adalah pompa yang mendorong Rendahnya tingkat
bekerjanya sistem ini agar terus-menerus mengalir. kekentalan air sangatlah
penting bagi seluruh
Cairan yang dipompa dan dialirkan dalam darah makhluk hidup, tak
sebagian besarnya tersusun atas air. Darah tersusun atas terkecuali tumbuhan.
cairan bening yang disebut plasma darah. Selain itu, Pembuluh halus pada daun,
darah juga berisi partikel-partikel kecil seperti sel-sel sebagaimana tampak pada
darah, protein, dan hormon warna merah darah gambar, mampu
dihasilkan oleh partikel sel darah merah. Sekitar 95% mengalirkan air karena sifat
penyusun plasma darah adalah air. encernya.

Inilah sebab mengapa tingkat kekentalan air sangatlah penting bagi bekerjanya sistem
peredaran darah dengan baik. Jika air sekental aspal, misalnya, maka jantung takkan
mampu memompanya. Jika air sekental minyak zaitun (sekitar satu juta lebih encer
daripada aspal), jantung mungkin masih mampu memompanya, meskipun sulit. Tapi,
darah sekental minyak zaitun takkan mampu mencapai dan melewati seluruh miliaran
pembuluh darah kapiler yang meliputi tubuh kita. Pipa atau pembuluh darah kapiler
adalah pembuluh darah yang berukuran sangat kecil.

Begitulah, air benar-benar pas dan sesuai untuk kehidupan. Tingkat kecocokan ini tak
dapat disandingkan dengan cairan lain mana pun. Bagian terbesar planet bumi ini
seluruhnya cocok untuk kehidupan, dan dilingkupi dengan air berjumlah tepat dan
sesuai untuk kehidupan. Jelas, ini semua bukanlah kebetulan belaka atau ada dengan
sendirinya. Pastilah terdapat perancangan dan penghitungan sengaja untuk tujuan
tertentu.

Dengan kata lain, sifat fisika air di atas memperlihatkan kepada kita bahwa air
diciptakan secara istimewa dan khusus untuk kehidupan. Bumi, yang sengaja diciptakan
untuk dihuni manusia, dihidupkan dengan air, yang secara khusus dibuat untuk menjadi
sandaran utama hidup manusia. Dengan air, Allah telah mengaruniai hidup kepada kita,
dan dengannya Allah menumbuhkan dari tanah beragam sumber makanan yang
menyehatkan kita. Jika demikian halnya, patutkah kita tidak bersyukur dan menyembah
Allah?
Tu
gas
pip
a
ata
u
pe
mb
ulu
h
dar
ah
ka
pil
er
ad
ala
h
me
ng
ali
rka
n
oks
ige
n,
zat
ma
ka
na
n,
hor
mo
n
da
n
zat
-
zat
lai
n
ya
ng
ter
ka
nd
un
g
dal
am
dar
ah
da
n
ya
ng
dip
erl
uk
an
unt
uk
hid
up
ke
seg
en
ap
sel
di
sel
uru
h
ba
gia
n
tub
uh.
Jik
a
jar
ak
sel
leb
ih
dar
i
50
mi
kro
me
ter
jau
hn
ya
dar
i
jal
ur
ya
ng
dil
alu
i
seu
tas
pe
mb
ulu
h
ka
pil
er
(1
mi
kro
me
ter
=
sep
ers
eri
bu
mil
im
ete
r),
ma
ka
sel
itu
tak
da
pat
me
nik
ma
ti
lay
an
an
ya
ng
dis
edi
ak
an
ole
h
pe
mb
ulu
h
ka
pil
er
ter
seb
ut.
De
ng
an
kat
a
lai
n,
sel
-
sel
ya
ng
ber
jar
ak
50
mi
kro
me
ter
ata
u
leb
ih
jau
hn
ya
dar
i
pe
mb
ulu
h
ka
pil
er
tak
ka
n
me
nd
ap
at
jat
ah

Kita perlu
membelah
sehelai
rambut
menjadi 20
atau 30
helai
searah
panjangnya
(sebagaima
na kita
membelah
bambu)
untuk
mendapatka
n rambut
setipis
pembuluh
darah
kapiler.
Mampukah
Anda
melakukann
ya?
m
ak
an
an
,
da
n
ak
an
ma
ti
kel
ap
ara
n.

Inil
ah
me
ng
ap
a
tub
uh
ma
nus
ia
dic
ipt
ak
an
de
ng
an
jar
ing
an
pe
mb
ulu
h
dar
ah
ka
pil
er
ya
ng
me
lin
gk
upi
sel
uru
h
ba
gia
n
tub
uh.
Ma
nus
ia
seh
at
me
mil
iki
sek
ita
r5
mil
iar
pe
mb
ulu
h
ka
pil
er.
Jik
a
sel
uru
hn
ya
dib
ent
an
gk
an,
pa
nja
ng
kes
elu
ruh
an
pe
mb
ulu
h
ini
ak
an
me
nc
ap
ai
sek
ita
r
95
0
kil
om
ete
r.
Ini
kur
an
g
leb
ih
sej
au
h
pa
nja
ng
pul
au
Ja
wa
.
Pa
da
sej
um
lah
he
wa
n
me
ny
usu
i,
ter
da
pat
sek
ita
r
3.0
00
pip
a
ka
pil
er
dal
am
sat
u
sen
tim
ete
r
per
seg
i
jar
ing
an
oto
t.
Jik
a
An
da
ma
mp
u
me
ng
gul
un
g
sep
ulu
h
rib
u
uta
s
pe
mb
ulu
h
ka
pil
er
ter
kec
il
dal
am
tub
uh
ma
nus
ia,
ma
ka
bu
nd
ela
n
ya
ng
dih
asi
lka
n
ak
an
set
eb
al
ara
ng
pe
nsi
l.

Ket
eb
ala
n
ata
u
gar
is
ten
ga
h
seh
ela
i
pe
mb
ulu
h
ka
pil
er
ini
ber
kis
ar
ant
ara
3-5
mi
kro
me
ter,
ata
u
0,0
03-
0,0
05
mil
im
ete
r.
An
dai
ka
n
teb
al
ra
mb
ut
kit
a
ad
ala
h
sep
ers
ep
ulu
h
mil
im
ete
r,
ma
ka
kit
a
per
lu
me
mb
ela
h
seh
ela
i
ra
mb
ut
me
nja
di
20
ata
u
30
hel
ai
sea
rah
pa
nja
ng
ny
a
(se
ba
gai
ma
na
kit
a
me
mb
ela
h
ba
mb
u)
unt
uk
me
nd
ap
atk
an
ra
mb
ut
seti
pis
pe
mb
ulu
h
ka
pil
er
ter
seb
ut.

Da
rah
me
ng
ali
r
me
lew
ati
jar
ing
an
pe
mb
ulu
h
dar
ah
ya
ng
pa
nja
ng
da
n
ru
mit
.
Se
ma
kin
me
nd
eka
ti
uju
ng
ny
a,
gar
is
ten
ga
hn
ya
se
ma
kin
me
nye
mp
it,
seh
ing
ga
me
mb
ent
uk
pe
mb
ulu
h
dar
ah
ya
ng
hal
us
(ka
pil
er)
.
Jik
a
dar
ah
he
nd
ak
me
lew
ati
sal
ura
n
ya
ng
se
ma
kin
me
nye
mp
it
di
uju
ng
ny
a
tan
pa
ter
su
mb
at
ata
u
ter
ha
mb
at,
dar
ah
pas
tila
h
har
us
cai
r
(en
cer
).
Sy
ara
t
ini
tel
ah
ter
pe
nu
hi
ber
kat
ren
da
hn
ya
tin
gk
at
kek
ent
ala
n
air,
ya
ng
me
mb
ent
uk
95
%
ba
gia
n
dar
i
pla
sm
a
dar
ah.
Me
nur
ut
pro
fes
or
Mi
ch
ael
De
nto
n,
pa
kar
bio
log
i
mo
lek
ule
r
Un
ive
rsit
as
Ot
ag
o,
Sel
an
dia
Ba
ru,
jik
a
air
sed
ikit
saj
a
leb
ih
ken
tal
dar
i
ya
ng
sek
ara
ng,
ma
ka
sist
em
per
ed
ara
n
dar
ah
ak
an
me
nja
di
sa
ma
sek
ali
tid
ak
ber
gu
na:

Sis
te
m
ka
pil
er
ak
an
be
ker
ja
ha
ny
a
jik
a
cai
ra
n
ya
ng
dip
om
pa
me
lal
ui
pip
a-
pip
a
pe
ny
us
un
ny
a
me
mp
un
yai
ke
ke
nta
lan
sa
ng
at
ren
da
h.
Ke
ke
nta
lan
ren
da
h
itu
pe
nti
ng
kar
en
a
laj
u
ali
ra
n
ber
ba
ndi
ng
ter
bal
ik
de
ng
an
ke
ke
nta
lan
...
Da
ri
sin
i,
mu
da
h
dip
ah
am
i
ba
hw
a
jik
a
ke
ke
nta
lan
air
ber
nil
ai
ha
ny
a
be
ber
ap
a
kal
i
leb
ih
tin
ggi
dar
ipa
da
ya
ng
sek
ara
ng,
me
mo
mp
a
dar
ah
lew
at
seb
ua
h
pe
mb
ulu
h
ka
pil
er
ak
an
me
me
rlu
ka
n
tek
an
an
am
at
tin
ggi
,
da
n
ha
mp
ir
se
mu
a
sist
em
per
ed
ara
n
ak
an
tid
ak
da
pat
be
ker
ja..
.
Jik
a
ke
ke
nta
lan
air
sed
ikit
saj
a
leb
ih
tin
ggi
da
n
jik
a
ka
pil
er
ter
kec
il
ya
ng
dig
un
ak
an
ber
gar
is
ten
ga
h
10,
bu
ka
nn
ya
3
mi
kro
me
ter,
ma
ka
ka
pil
er-
ka
pil
er
ini
ak
an
ha
rus
me
ne
mp
ati
se
mu
a
ba
gia
n
jar
ing
an
oto
t
ag
ar
me
mb
eri
ka
n
cu
ku
p
per
sed
iaa
n
oks
ige
n
da
n
glu
kos
a.
[Ji
ka
ini
ya
ng
terj
adi
]
ma
ka
pas
tila
h
per
an
ca
ng
an
be
ntu
k-
be
ntu
k
ke
hid
up
an
tin
gk
at
tin
ggi
ak
an
tid
ak
mu
ng
kin
ata
u
sa
ng
at
dib
ata
si..
.
Ja
di,
ta
mp
ak
ny
a,
ke
ke
nta
lan
air
ha
rus
lah
mi
rip
sep
erti
ya
ng
sek
ara
ng
ini
jik
a
ha
rus
ber
per
an
seb
ag
ai
sar
an
a
pe
ny
ok
on
g
ke
hid
up
an.
(M
ich
ael
De
nto
n,
Na
tur
e's
De
sti
ny:
Ho
w
Th
e
La
ws
of
Bi
olo
gy
Re
vea
l
Pu
rpo
se
in
the
Un
ive
rse
,
Ne
w
Yor
k:
Th
e
Fr
ee
Pr
ess
,
19
98,
h.
35-
36)

De
ng
an
kat
a
lai
n,
seb
ag
ai
ma
na
sif
at-
sif
atn
ya
ya
ng
lai
n,
kek
ent
ala
n
air
pu
n
tel
ah
sen
gaj
a
dib
uat
se
sua
i
per
mi
nta
an

ag
ar
coc
ok
ba
gi
keh
idu
pa
n.
Be
rag
am
zat
cai
r
me
mil
iki
kek
ent
ala
n
ber
be
da,
ya
ng
nil
ain
ya
da
pat
me
nc
ap
ai
kis
ara
n
mil
iar
an
kal
i
lip
at.
Di
ant
ara
nil
ai
ya
ng
san
gat
ber
ag
am
itu,
ad
a
sat
u
cai
ran
ya
ng
nil
ai
kek
ent
ala
nn
ya
tel
ah
dit
ent
uk
an
ag
ar
be
nar
-
be
nar
tep
at
da
n
pas
ses
uai
keb
utu
ha
n.
Ca
ira
n
ini
ad
ala
h
air,
ya
ng
sen
gaj
a
dic
ipt
ak
an
All
ah
de
ng
an
nil
ai
kek
ent
ala
n
tert
ent
u
ya
ng
pas
unt
uk
me
no
pa
ng
keh
idu
pa
n
ma
khl
uk
hid
up
di
bu
mi.
Ma
has
uci
All
ah,
seb
aik
-
bai
k
Pe
nci
pta
.

Bahasan Utama - 4
AIRNYA TURUN, TIDAK TERKIRA...

Dalam daur air, jutaan meter kubik air dapat terangkut


dari laut ke atmosfer, dan kemudian kembali ke daratan.
Kehidupan bergantung pada daur raksasa air ini. Jika kita
berusaha mengendalikannya, kita tak akan mampu. Tak
menjadi soal, sehebat apa pun semua teknologi di dunia
yang kita kerahkan untuk itu. Melalui penguapan air di bumi, kita mendapatkan air,
sumber pertama dan utama kehidupan, secara gratis dan mudah. Setiap tahun, kurang
lebih 45 juta meter kubik air menguap dari lautan. Air yang menguap ini terbawa oleh
angin melintasi daratan dalam bentuk awan. Dalam wujud hujan, setiap tahunnya sekitar
3-4 juta meter kubik air dipindahkan dari laut ke daratan, dan akhirnya sampai ke kita.
Singkatnya, air dikirim ke kita dengan cara yang teramat istimewa.

BERKAT GAYA HAMBAT

Hujan turun ke bumi dalam ukuran dan perhitungan yang tepat dalam berbagai halnya.
Yang pertama adalah kecepatan jatuhnya air hujan. Saat dijatuhkan dari ketinggian 1.200
meter, sebuah benda berbobot dan berukuran sama dengan setetes air hujan akan terus-
menerus mengalami percepatan (peningkatan kecepatan). Akhirnya, benda ini jatuh
menumbuk permukaan bumi pada kecepatan 558 km/jam. Tapi anehnya, kecepatan rata-
rata butiran air hujan hanyalah 8-10 km/jam; atau sekitar 60-70 kali lebih lambat.

Mengapa demikian? Penjelasannya terletak pada bentuk khusus dan istimewa dari butiran
air hujan (untuk penjelasan selengkapnya tentang bentuk air hujan, silakan membaca
kolom Editorial di halaman muka). Bentuk butiran air hujan meningkatkan pengaruh
gesekan molekul udara terhadapnya. Akibatnya, air hujan mengalami gaya hambat yang
berlawanan dengan arah jatuhnya, sehingga memperlambat kecepatannya menumbuk
bumi. Apakah ini ada untungnya bagi kita? Lanjutkan membaca tulisan di bawah ini, dan
cermati perhitungan dan angka yang ada. Akan dapat Anda bayangkan bencana yang
bakal muncul di bumi andai butiran air hujan tidak berbentuk sama dengan yang ada
sekarang, atau jika atmosfer tidak memiliki gaya hambat terhadapnya.

Awan sedikitnya berketinggian 1.200 m. Dampak yang ditimbulkan sebutir air hujan
yang jatuh dari ketinggian tersebut setara dengan sebuah benda seberat 1 kg yang
dijatuhkan dari ketinggian 15 cm. Ada pula awan hujan berketinggian 10.000 m. Dengan
ketinggian ini, jatuhnya sebutir air hujan berakibat setara dengan jatuhnya suatu benda
berbobot 1 kg dari ketinggian 110 cm. Apa yang Anda rasakan jika tubuh, rumah atau
kendaraan Anda tertimpa benda seperti ini?

Daur air dari


bumi ke
atmosfer, dan
kembali ke
bumi lagi,
begitu
seterusnya.
Menurut perkiraan, setiap detik sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini
sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam setiap detiknya. Dalam satu tahun,
angka ini mencapai sekitar 505.000.000.000.000 (505 triliun) ton air. Demikianlah, air
terus-menerus mengalami daur secara seimbang menurut perhitungan tertentu, dan
dikirim ke bumi dengan cara yang paling tidak berbahaya bagi kehidupan. Jumlah 505
triliun ton air sungguh sangat besar. Bayangkan jika air sejumlah ini ditumpahkan ke
bumi begitu saja dalam satu waktu, di tempat yang acak, dan tidak diturunkan merata
berupa hujan yang meliputi wilayah luas dalam rentang musim tertentu?

NAIK DULU SEBELUM TURUN

Penemuan radar cuaca telah memungkinkan pengetahuan tentang tahap-tahap


pembentukan hujan. Pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama adalah
pembentukan angin; kedua, pembentukan awan; dan ketiga, pembentukan butiran air
hujan.

Tahap pertama: akibat pergerakan air laut misalnya ombak, riak dan pusaran
permukaan air laut senantiasa berbusa atau berbuih. Buih ini membentuk gelembung
udara berjumlah tak terhitung, yang terus-menerus pecah dan melepaskan banyak butiran
kecil air laut ke udara. Butiran yang kaya garam ini lalu diterbangkan angin dan naik
hingga ke atmosfer. Butiran-butiran ini dinamakan aerosol, dan berperan menangkap uap
air di udara. Aerosol membentuk awan yang terdiri dari butiran air dengan cara
menangkap dan mengumpulkan uap air tersebut, yang menguap naik ke atas dalam
bentuk butiran-butiran air teramat kecil.

Tahap kedua: awan terbentuk dari uap air yang mengumpul dan melingkupi butiran-
butiran garam atau debu (sebagaimana disebut di tahap I). Karena ukuran butiran air pada
awan ini sangatlah kecil (dengan garis tengah 0,01-0,02 mm), awan tersebut melayang
dan terhampar di udara. Akibatnya, langit tertutupi oleh hamparan awan.

Tahap ketiga: butiran-butiran air yang melingkupi partikel-partikel garam dan debu
menjadi semakin tebal dan jenuh. Akhirnya terbentuklah butiran-butiran air hujan.
Tatkala menjadi semakin berat daripada udara atmosfer, butiran-butiran air hujan ini
meninggalkan awan dan turun ke bumi sebagai hujan.

Inilah sekelumit tentang turunnya air hujan. Adakah peran manusia dalam daur air ini?
Tidak ada sama sekali. Allahlah yang telah merancang daur air, yang dengannya
kehidupan dapat berlangsung di bumi. Al Quran mengingatkan kita tentang air, tanda
kekuasaan Allah dan nikmat yang wajib disyukuri manusia.

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang
menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya
Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? (QS. Al Waaqiah,
56:68-70)

PU
PU
K
DA
RI
LA
NG
IT

Sel
ain
me
nyi
ra
mi
bu
mi,
air
huj
an
jug
a
ber
per
an
me
nyu
bur
kan
tan
ah.

But
ira
n
air
huj
an
yan
g
me
mb
ent
uk
aw
an,
yan
g
ber
asa
l
dar
i
pen
gua
pan
air
laut
,
me
nga
ndu
ng
bah
an-
bah
an
pe
mb
eri
keh
idu
pan

yan
g
ber
wu
jud
but
ira
n-
but
ira
n
mi
kro
,
dan
dis
ebu
t
seb
aga
i
bu
tira
n
teg
ang
an
per
mu
kaa
n.
But
ira
n
teg
ang
an
per
mu
kaa
n
ter
ben
tuk
di
lapi
san
tipi
s
bag
ian
pali
ng
ata
s
per
mu
kaa
n
air
laut
.
La
pis
an
ber
uku
ran
kur
ang
dar
i
sep
ers
epu
luh
mil
ime
ter
ini
din
am
aka
n
lapi
san
mi
kro
ole
h
par
a
ahli
bio
log
i.
Pad
a
lapi
san
ini
ter
dap
at
ban
yak
sisa
-
sisa
bah
an
org
ani
k
dar
i
sa
mp
ah
yan
g
dih
asil
kan
ole
h
gan
gga
ng
ren
ik
dan
zoo
pla
nkt
on.
Seb
agi
an
bah
an
sisa
ini
ma
mp
u
me
mil
ah,
me
ngu
mp
ulk
an
dan
me
ngi
kat
sej
um
lah
uns
ur
lan
gka
dal
am
air
laut

sep
erti
fos
for,
ma
gne
siu
m,
pot
asi
um

dan
sej
um
lah
log
am
ber
at
sep
erti
tem
bag
a,
sen
g,
kob
al
dan
tim
bal.
Pro
ses
ini
me
ngh
asil
kan
but
ira
n-
but
ira
n
teg
ang
an
per
mu
kaa
n
yan
g
kay
a
aka
n
zat
pen
yub
ur
tan
ah
ata
u
pu
puk
.
But
ira
n
ini
sel
anj
utn
ya
tera
ngk
at
ke
lan
git
ole
h
ang
in,
dan
beb
era
pa
saa
t
ke
mu
dia
n
ter
per
ang
kap
dal
am
tete
san
air
huj
an
yan
g
me
nge
nai
nya
.
Hu
jan
lalu
me
mb
aw
a
but
ira
n
kay
a
pup
uk
ini
ke
tan
ah.
Be
nih
dan
tu
mb
uha
n
di
bu
mi
me
nda
pat
kan
gar
am
-
gar
am
log
am
dan
uns
ur
pen
tin
g
bag
i
per
tu
mb
uha
nny
a
dar
i
but
ira
n
air
huj
an
ini.

Gar
am
mi
ner
al
yan
g
jatu
h
ber
sa
ma
air
huj
an
ada
lah
sej
um
lah
kec
il
pup
uk
yan
g
um
um
dip
aka
i
(ka
lsiu
m,
ma
gne
siu
m,
pot
asi
um
,
dll.
)
unt
uk
me
nyu
bur
kan
tan
ah.
Seb
alik
nya
,
log
am
ber
at
yan
g
did
apa
tka
n
dar
i
but
ira
n-
but
ira
n
yan
g
ber
asa
l
dar
i
per
mu
kaa
n
air
laut
ini
me
rup
aka
n
uns
ur
lain
yan
g
me
nin
gka
tka
n
kes
ubu
ran
dal
am
per
ke
mb
ang
an
dan
pro
duk
si
tu
mb
uha
n.

Sin
gka
tny
a,
air
huj
an
me
rup
aka
n
su
mb
er
pup
uk
pen
tin
g.
Tan
ah
ger
san
g
ma
mp
u
me
nda
pat
kan
sel
uru
h
uns
ur
pen
tin
g
bag
i
tu
mb
uha
n
dal
am
wa
ktu
ser
atu
s
tah
un,
han
ya
den
gan
pup
uk
yan
g
dib
aw
a
ber
sa
ma
jatu
hny
a
air
huj
an.
Hut
an
jug
a
tu
mb
uh
ber
ke
mb
ang
dan
me
nda
pat
kan
zat-
zat
ma
kan
an
den
gan
ban
tua
n
but
ira
n-
but
ira
n
dar
i
laut
ini.

De
nga
n
car
a
ini,
sek
itar
150
juta
ton
pup
uk
jatu
h
ke
sel
uru
h
per
mu
kaa
n
tan
ah
yan
g
ada
seti
ap
tah
unn
ya.
Jik
a
tak
ada
pe
mu
puk
an
ala
mia
h
sep
erti
ini,
aka
n
ada
san
gat
sed
ikit
tu
mb
uha
n
di
bu
mi,
dan
kes
eim
ban
gan
eko
log
is
aka
n
ter
gan
ggu
.

Tar
uhl
ah
har
ga
pu
puk
dar
i
lan
git
ini
Rp.
100
0,-
per
kg,
ong
kos
kiri
m
Rp.
100
,-
per
kg,
ong
kos
pen
abu
ran
ke
per
mu
kaa
n
bu
mi
Rp.
50,
-
per
kg.
Ma
ka
sea
nda
iny
a
kita
har
us
me
mb
aya
r
pen
giri
ma
n
pup
uk
ini,
aka
n
dib
utu
hka
n
uan
g
Rp.
172
,5
mil
iar
per
tah
un
unt
uk
me
mb
iay
ain
ya.
Ata
u
sek
itar
a
Rp
17,
3
trili
un
unt
uk
me
ngu
bah
tan
ah
ger
san
g
dal
am
wa
ktu
100
tah
un
me
nja
di
sub
ur.

Bet
apa
bai
kny
a
All
ah
yan
g
tida
k
han
ya
me
mb
eri
kan
air
gra
tis,
tapi
jug
a
me
nur
unk
an
pu
puk
dar
i
lan
git
sec
ara
cu
ma
-
cu
ma.
Ma
has
uci
All
ah,
Tu
han
Ya
ng
Ma
ha
Pe
mu
rah
.