You are on page 1of 5

Eksudat

Elvira Primananda Putri, 1606878543

=\Tampilan apakah yang ada pada gambar tersebut ?

n). Yaitu penumpukan cairan (efusi) pada rongga pleura

Efusi pleura dapat terjadi pada pasien dengan masalah apa ?

o). Tuberkulosis, pneumonia, infrak dan abses paru-paru, brochiectasis, rematik artritis, lupus
erythematosus sistemik, dan uremia

Bedakan gambar sebelumnya dengan gambar berikut !

Gambar tersebut menunjukan adanya hemothorax yang merupakan trauma vaskular yang
menyebabkan darah mengalir ke ruang pleura
Apakah beda eksudat dan transudat? mengapa eksudat dikatagorikan sebagai serosa,
seroangiosa, fibrinosa, dan purulenta? Bedakan beberapa eksudat tersebut!

p). Eksudat merupakan akumulasi cairan dengan komponen ekstravaskuler dan jaringan
intertisial yang kaya akan protein dan mengandung banyak sel

Transudat merupakan akumulasi cairan yang memiliki kadar protein rendah (<1.015),
biasanya terjadi pada keadaan noninflammatory.

Eksudat serosa, merupakan eksudat yang jernih, mengandung sedikit protein akibat
radang yang ringan. Eksudat serosa berasal dari serum atau hasil sekresi sel mesothel
yang melapisi peritoneum, pleura, perikardium. Contoh : luka bakar, efusi pleura.
Eksudat seroanginosa / hemoragika, ialah eksudat yang mengandung darah.
Eksudat fibrinosa, merupakan eksudat yang mengandung banyak fibrin sehingga
mudah membeku. Biasanya terjadi pada jejas berat yang mengakibatkan
meningkatnya permeabilitas pembuluh sehingga fibrin dapat keluar. Eksudat fibrinosa
sering ditemukan di atas permukaan serosa yang meradang seperti pleura dan
perikardium.
Eksudat supuratifa / purulenta, merupakan eksudat yang mengandung nanah/pus
(campuran leukosit yang rusak, jaringan nekrotik serta mikroorganisme yang
musnah). Eksudat purulenta terjadi karena adanya respon terhadap infeksi bakteri.

Perhatikan gambar di bawah ini!


Proses apakah yang terjadi dan apakah penyebabnya? Apakah kira-kira dampak proses
tersebut bagi fungsi organ dan bagi klien penderita?

q). Pada gambar tampak transudat yang diperlihatkan di rongga pericardial yang telah
tersebut, yang menampakan pericarditis fibrinous dengan fibrin antara pericardium visceral
dan parietal yang disebabkan oleh infrak myocardial akut, sindrom postinfraksi (Dressler),
uremia, radiasi dada, demam reumatik, dan trauma

dampak proses tersebut adalah nyeri pada dada, sesak nafas, berkeringat, urine pekat, nyeri
yang menyebar dari leher, bahu, punggung dan perut

Perhatikan jenis eksudat lain berikut! Bagaimana proses berikut ini dapat menggangu fungsi
organ dan apakah dampaknya bagi klien?
r). Gambar 1

Merupakan purulent exudate yang terlihat pada meninges di otak pasien dengan meningitis akut
dari infeksi Streptococcus pneumoniae.

Klien yang mengalami pyogenic meningitis akan mengalami infeksi meninges dan kerusakan
neurologic. Adanya eksudat purulen di bawah selaput meninges dapat menjadikan jaringan
otak dan medulla spinalis membengkak. Dapat juga ditemukan perdarahan di dalam eksudat
dan korteks bagian superfisial sehingga mengakibatkan ruang ventrikel akan mengalami
desakan akibat korteks yang sembab atau melebar akibat terganggunya aliran cairan
serebrospinal.
Dampak dari pyogenic meningitis adalah pusing, photophobia, cepat marah, sering melamun,
dan kekakuan leher (Kumar, 2014)

- Gambar 2

Gambar menunjukan klien yang mengalami purrulent peritonitis. Pada gambar terlihat
terdapat banyak cairan eksudat yang menyebabkan permukaan peritonium keruh. Cairan
eksudat dapat menggangu fungsi organ sehingga klien mengalami nyeri sebagai akibat
spasme otot dinding perut hingga menjadi keras dan kaku, serta terkadang disertai rasa nyeri
pada pundak kanan klien.
Daftar pustaka :

Abbas, A.K., Aster, J.C., dan Kumar, V. 2015. Robbins Pathology. Ninth Edition. Singapura:
Elsevier Saunders.

Pringgoutomo. Sudarto. 2002. Buku Ajar : Patologi I Umum (edisi 1).

Rubin, E., dan Reisner, H.M.. 2011. Essential of Rubins Pathology. Sixth Edition.
Philadelphia: Lippincotts Williams & Wilkins

Rukmono. (1973). Patologi Umum. Jakarta: FKUI