LAPORAN PENDAHULUAN

HARGA DIRI RENDAH

OLEH:

OKTAVIA EKA HARDIYANTI

NIM : 14.1.098

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN RS dr. SOEPRAOEN MALANG
TAHUN AKADEMIK 2016/2017

yaitu: 1. II. Situasional . 2. yang menjadikan hilangnya rasa percaya diri seseorang karena merasa tidak mampu dalam mencapai keinginan (Fitria. perubahan). Definisi Harga Diri Rendah Harga diri rendah merupakan perasaan tidak berharga. 2011). yang menjadikan evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri (keliat. Harga diri rendah situasional merupakan perkembangan persepsi negatif tentang harga diri sebagai respons seseorang terhadap situasi yang sedang dialami (Wilkinson. Gangguan harga diri dapat dijabarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri. 2012). 2009). LAPORAN PENDAHULUAN : HARGA DIRI RENDAH I. hilangnya percaya diri dan harga diri. merasa gagal dalam mencapai keinginan(Herman. tidak berarti. rendah diri. Harga diri rendah merupakan evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negative terhadap diri sendiri. terhadap suatu kejadian (kehilangan. Etiologi Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara : 1. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa harga diri rendah yaitu dimana individu mengalami gangguan dalam penilaian terhadap dirinya sendiri dan kemampuan yang dimiliki. Harga diri rendah situasional adalah keadaan dimana individu yang sebelumnya memiliki harga diri positif mengalami perasaan negatif mengenai diri dalam berespon. Klasifikasi Menurut Fitria (2009). Harga diri rendah kronik adalah keadaan dimana individu mengalami evaluasi diri yang negatif mengenai diri atau kemampuan dalam waktu lama. yang menjadikan hilangnya rasa kepercayaan diri akibat evaluasi negatif yang berlangsung dalam waktu yang lama karena merasa gagal dalam mencapai keinginan. III. harga diri rendah dibedakan menjadi 2. 2011).

Harapan akan struktur. Yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba. bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/ sakit/ penyakit. Misalnya : malu dan sedih karena rambut jadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker . yaitu sebelum sakit/ dirawat. dicerai suami. Privacy yang kurang diperhatikan. 2. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya. Kondisi ini mengakibatkan respons yang maladaptive. kecelakaan. Pada klien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah. Keliat.A (1994 : 20) 1. kurang dihargai. berbagai tindakan tanpa persetujuan. Klien ini mempunyai cara berfikir yang negatif. dituduh KKN. Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai. misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan. Tanda dan gejala Menurut Carpenito. misalnya harus operasi. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit. misalnya sering disalahkan. misalnya : pemeriksaan fisik yang sembarangan. putus hubungan kerja. Dalam tinjauan life span history klien. Kronik Yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama. putus sekolah. tidak diberi kesempatan dan tidak diterima dalam kelompok (Yosep. L. pemeriksaan perneal). IV. 2007). penyebab HDR adalah kegagalan tumbuh kembang. dipenjara tiba-tiba). B. pemasangan kateter. pemasangan alat yang tidak sopan (pencukuran pubis. c. b. Kondisi ini dapat ditemukan pada klien gangguan fisik yang kronis atau pada klien gangguan jiwa. karena : a.J (1998 : 352). perasaan malu karena sesuatu (korban perkosaan.

menyalahkan/ mengejek dan mengkritik diri sendiri. Mencederai diri. Menurun atau tidak adanya komunikasi verbal e. Misalnya : ini tidak akan terjadi jika saya segera ke rumah sakit. Klien tidak ingin bertemu dengan orang lain. Klien sukar mengambil keputusan. 5. 6. Rasa bersalah terhadap diri sendiri. seperti menarik diri. Mengungkapkan untuk memulai hubungan / pembicaraan b. V. 2. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram. Akibat Harga diri rendah dapat membuat klien menjdai tidak mau maupun tidak mampu bergaul dengan orang lain dan terjadinya isolasi sosial : menarik diri. misalnya tentang memilih alternatif tindakan. Gangguan hubungan sosial. 1998 : 336). saya tidak mampu. 3. mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial (DEPKES RI. Isolasi sosial menarik diri adalah gangguan kepribadian yang tidak fleksibel pada tingkah laku yang maladaptive. Ekspresi wajah kosong d. Merendahkan martabat. Percaya diri kurang. Mengungkapkan perasaan malu untuk berhubungan dengan orang lain c. mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan. Data Subyektif : a. Apatis c. Misalnya : saya tidak bisa. Kurang spontan ketika diajak bicara b. Tanda dan gejala : 1. Bicara dengan suara pelan dan tidak ada kontak mata saat berbicara . Mengungkapkan kekhawatiran terhadap penolakan oleh orang lain 2. saya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa 4. Data Obyektif : a. lebih suka sendiri.

keterampilan sosial. § Trauma .rileks dan bermain untuk mengebalikan kesadaran klien . Terapi musik Dengan musik klien terhibur. Penatalaksanaan 1. atau aktivitas lain dengan berdiskusi dan bermain untuk mengembalikan keadaan klien karena masalah sebagian orang merupakan persaan dan tingkah laku pada orang lain. Obat anti insomnia: Phneobarbital 2. Jangan memancing emosi klien . Penolakan orangtua. Obat anti psikosis: Penotizin b. 2001) VI. Berikan kesempatan klien mengemukaan pendapat . Terapi keluarga Berfokus pada keluarga dimana keluarga membantu mengatasi masalah klien dengan memberikan perhatian . BHSP . Dengarkan. bromozepam. Terapi kelompok Berfokus pada dukungan dan perkembangan. 3. (Budi Anna Keliat. Libatkan klien dalam kegiatan yang berhubungan dengan keluarga . Terapi modalitas a. bantu dan anjurkan pasien untuk mengemukakan masalah yang dialaminya b. Obat anti depresi: Amitripilin c. clobozam d. Obat Anti ansietas: Diasepam. Farmakologi a.

suara pelan dan tidak jelas. Isolasi sosial : menarik diri Data yang perlu dikaji : a. Data Subyektif Ekspresi wajah kosong. berdiam diri di kamar. harga diri rendah Kecemasan ↓ Waham Isolasi Sosial : menarik diri ( Stuart. Masalah Keperawatan dan Data yang Perlu Dikaji 1. afek tumpul. Gangguan konsep diri : harga diri rendah . 2005) VII. Kurang mempunyai tanggung jawab personal . b. Ideal diri yang tidak realistik Pathway Harga Diri Rendah Konflik internal Koping individu tidak efektif Perilaku maladaptif Risiko mencederai diri sendiri. ekspresi sedih. Kegagalan yang berulang kali . Ketergantungan pada orang lain § Ketergantungan peran . tidak ada kontak mata. Harapan orangtua yang tidak realistik. 2. Data Obyektif Apatis. orang lain dan lingkungan Gangguan konsep diri. banyak diam. . menyendiri.

Bina hubungan saling percaya dengan menerapkan prinsip komunikasi terapeutik: § Sapa klien dengan ramah secara verbal dan nonverbal § Perkenalkan diri dengan sopan § Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien . Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara. Diagnosa Keperawatan 1. a. gangguan citra tubuh IX. Data obyektif Ekspresi wajah sedih. mengkritik diri sendiri. 3. Data subyektif Mengungkapkan tidak ingin hidup lagi. karena keadaan tubuhnya yang cacat b. Tampak menangis VIII. harga diri rendah 2. bodoh. ingin mencederai diri/ingin mengakhiri hidup. tidak tahu apa-apa. Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain. Tujuan umum: Kien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal. Mengungkapkan sedih karena keadaan tubuhnya. Data Obyektif Klien terlihat lebih suka sendiri. Data Subyektif Klien mengatakan saya tidak mampu. mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri b. Suara pelan dan tidak jelas. Gangguan citra tubuh Data yang perlu dikaji : a. Data yang perlu dikaji : a. Klien dapat membina hubungan saling percaya. Tujuan khusus: 1. bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan. tidak bisa. Rencana Tindakan Keperawatan Diagnosa I : harga diri rendah.

b. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari. Diagnosa II: gangguan citra tubuh. c. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada. Tujuan khusus : 1. Diskusikan pelaksanaan kegiatan dirumah 6. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. b. Utamakan memberi pujian yang realistik. Klien dapat membina hubungan saling percaya . Klien dapat merencanakn kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. § Jelaskan tujuan pertemuan § Jujur dan menepati janji § Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya § Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien 2. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien. a. Tujuan umum : klien tidak terjadi gangguan konsep diri : harga diri rendah/klien akan meningkat harga dirinya. 5. 4. b. a. Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien. Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan. c. a. Bantu keluarga memberiakn dukungan selama klien dirawat. c. b. a. b. a. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kemampuannya. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan rumah. Diskusikan kemampuan yang masih dapat dilakukan. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara mearwat klien dengan harag diri rendah. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya. 3. Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan.

Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Tindakan : a. jelaskan tujuan interaksi. Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan b. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada Tindakan : . buat kontrak yang jelas (waktu. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya c. perkenalan diri. Tindakan : a. utamakan memberi pujian yang realistis c. ciptakan lingkungan yang tenang. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan 5. Katakan kepada klien bahwa dirinya adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri 2. Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki 3. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan Tindakan : a. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah 6. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki b. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien c. tempat dan topik pembicaraan) b. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan Tindakan : a. Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah 4. Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan b. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki b. Beri pujian atas keberhasilan klien c. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien d. Klien dapat menetapkan/merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Tindakan : a. Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien.

Prinsip Dasar dan Aplikasi Laporan Pendahuluan dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan. International Diagnosis Keperawatan. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien b. Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas : CNHM(basic course). Jakarta: Salemba Medika.H. Buku Kedokteran. B. Buku Kedokteran. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat c. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah d. 2012. Keliat. .A. Dkk. Jakarta: EGC. 2009. Jakarta: EGC. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga DAFTAR PUSTAKA Fitria Nita. Herdman. Fitria Nita. 2006. Jakarta: Salemba Medika. 2013. T. Laporan Pendahuluan Tentang Masalah Psikososial. a.

B. 2012. 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas : CMHN(basic course). Buku Kedokteran. Buku Kedokteran : EGC . F.Keliat. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. 2011.A. Jakarta: Salemba Medika. Jakarta: EGC Kusumawati. Wilkinson A.