You are on page 1of 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1

1.2. Maksud dan Tujuan

2

penutup regional dan bagian sumber di cekungan. Di bagian selatan Northampton Nose. Di antara fase-fase ini. beberpa akilometer dari masa akhir Jurrasic dan bagian Cretaceous dapat diambil kesimpulan telah mengalami erosi dari area yang mengalami pengangkatan maksimum. hanya bagian 1 sumur Cataby di utara. yang terbentuk di bagian timur dari inversi. bagian yang lebih ekstensif dari ekstensi terjadi pada masa akhir Jurrasic dan awal Cretaceous yang berhubungan dengan proses-porses yang menuju pemecahan di Gondwana yang menyebabkan keruntuhan ekstensif di beberapa bagian dan inversi di beberapa bagian. Kedua.000 m sedimen Jurrasic dan Cretaceous terendapkan pada sinklin Dandaragan. Fase ekstensi Permian menyebabkan graben terbentuk di kedua sisi dari Northampton Nose. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Tektonik pada masa Mesozoic sekaligus membentuk struktur pada area dan pengembangan jebakan yang sebagian besar terdiri dari patahan. tetapi masih sedikit usaha eksplorasi. Sumber sedimen dari depocentre ini adalah tidak berasal dari laut dan menyediakan bagian pasir/serpih yang memiliki potensi hidrokarbon. Bagian utara dari permit area ini diasumsikan tetap tinggi selama beberapa waktu ini.1. sistem laut dalam yang statis saat masa Triassic mengendapkan serpih Kockatea. bagian selatan dari EP 426 mengalami keruntuhan kecil yang berkaitan dengan sinklin Dandaragan dan tidak ada inversi. Erosi Permian dari Yilgran Craton dan Northampton Nose mengisi setengah bagian graben ini dengan sedimen reservoir klastik. Geologi Regional Sejarah dari struktur yang terdapat pada cekungan Perth sebagian besar didominasi oleh dua fase utama dari ekstensi. lebih dari 10. 3 . Sebaliknya. Pada istilah area permit areas di bawah pertimbangan. sehingga area ini kemungkinan tidak terkubur lebih dalam dari masa sekarang.

Gambar 2. Sedimennya lebih sedikit tertransportasi dan dapat diinterpretasikan memiliki jejak erosi yang pendek dari Yilgran Block ke arah timur. Stratigrafi Stratigrafi dari bagian utara cekungan Perth (Perth Basin) diringkas pada Gambar 2. Hal ini 4 . a. Northampton Nose A.1.2. Northampton Nose ke arah utara dan inversi yang meningkat di sekitar Jurien.) Formasi Yarragadee Formasi Yarragadee mengandung bagian dari batupasir fluvial dengan sedikit lempungan dan batubara. Untuk tujuan dari penelitian ini hanya stratigrafi dari bagian Jurassic yang ditampilkan karena jarang ditemukan bahwa hidrokarbon yang ditemukan di bawah berguna di bagian permit di bawah pertimbangan.

Coal measures yang khas hadir pada sebagian besar dari cekungan dan dapat terdeteksi sebagai penanda seismik. menunjukkan terdapat gas pada Gingin-1.) Cattamarra Coal Measures Cattamara Coal Measures secara tidak teratur berada di bawah Formasi Cadda dan mengandung bagian tebal dari bidang batupasir dan lempung yang memiliki good live oil shows pada Eclipse-1. c. Pemberian umur Palynological pada Bootine-1 menempatkan urutan ini pada bagian D. serta DST dari Gingin-1. Di bagian utara dimana formasi lebih memiliki perbedaan dikenal sebagai Grup Champion Bay dan terdiri dari Batupasir Colalura. Semakin ke bawah dari bagian ini. hal ini bisa ditandai sebagai pertengahan Bajocian (pertengahan Jurrasic) berdasarkan ammonite. Unit ini terendapkan di bawah lingkungan yang basa. Di bawah unit batubara ini pada semua bagian cekungan sedimen lebih argillaceous dengan rentang ketebalan K- unit sekitar 40 meter pada gunung Horner hingga lebih dari 500 meter pada daerah Cataby. DST yang terdapat di atas gas menunjukkan bahwa Gingin-2 tidak mudah diukur dimana produksi dari uji coba gas ditunjukkan oleh Bootine-1. Zona turbatus dari bagian bawah umur Bajocian – Aalenian. dasar dari formasi Cadda mengandung unit batubara.) Formasi Eneabba 5 .tidak ditandai sebagai reservoir akibat kurangnya penutup (seals) dan sering merupakan penguburan dengan kedalaman yang dangkal.) Formasi Cadda Formasi Cadda adalah lempungan marine marginal dengan batupasir yang memiliki kualitas rendah dari batugamping yang dikenal sebagai Batugamping Neewmarracarra yang pada saat ini menjadi penanda seismik. Di bagian selatan. Uji coba lain sangat ketat. dimana Formasi Cadda di endapkan di lingkungan marine terbuka. dan Batugamping Newmarracarra. d. Zona Hrrisii dari Umur Toarcian. statis dan merupakan lakustrin. Gingin-2. yang tidak hadir pada Gunung Horner di bagian utara. tetapi terlalu tipis untuk di umumkan dan tidak diuji. Unit ini dimasukkan ke dalam umur C. Batubara ini kadang-kadang dimasukkan ke dalam formasi atas Cattamarra Coal Measures. b. Pemberian umur Palynological pada Gingin-1 menempatkan unit batubara ini di bagian atas C. yaitu zona Torosus dari umur Pliensbachian yang terkenal dengan unit baturbara pada Gunung Horner kea rah utara dengan unit batubara B oleh Empire yang sebagian besar telah membawanya ke area Gingin. tetapi dikatakan memiliki seals yang baik pada masa ini. Serpih Caadda. dan Bootine-1.

Gambar 2. umumnya akibat area ini telah megalami penguburan yang dalam pada masa lalu dan batupasir yang disubjekan sebagai silisifikasi.2.000 ppm NaCl (Sodium Chloride) Equivalent) yang terdapat pada formasi di area yang terlindungi dari air meteorik saat inversi. kehadiran dari evaporit pada bagian ini disimpulkan akibat kandungan garam yang tinggi (>80. Formasi Jurrasic yang paling awal terendapkan di bawah kondisi gersang dengan serpih yang memiliki berbagai warna serta telah teroksidasi dengan kehadiran batulanau. Meskipun belum di konfirmasi oleh analisa sayatan. Unit batupasir lebih halus ke arah atas dengan channel fluvial. meskipun ke arah kedalaman sumur (2200 m+) porositas hanya sebesar 5%. Pada Cataby-1 bagian atas dari Formasi Eneabba lebih berpasir tetapi relatif kurang poros dengan rata-rata 13%. Kolom Stratigrafi Northampton Nose 6 .

Batulempung yang berada di formasi Kockatea mengalami proses transportasi yang lebih jauh dibandingkan batupasir dan berada lebih jauh dari sumber batuan asalnya. dan migration.2. Sedangkan trap adalah cebakan hidrokarbon tersebut dan migration adalah jalur kemana hidrokarbon bergerak. Pada Perth Basin. trap.2. Seperti namanya. Sedangkan trap pada sistem ini dapat ditinjau dari struktur dari basin yang dimaksud. Maka itu dapat diindikasikan bahwa batgamping pada formasi Cadda merupakan cap rock pada sistem ini. Maka itu. Batupasir adalah batuan yang lebih porus dan permeabel dibandingkan batulempung. Cap rock merupakan “tutup” dari reservoir. Batuan dengan sifat ini ditemukan pada formasi Cadda yang memiliki batugamping di dalamnya. Hal ini menyebabkan batulempung dapat membawa unsur-unsur organik bersamanya sehingga dapat menjadi source rock. sehingga sifat batuan harus impermeabel dan nonporus. reservoir rock merupakan batuan yang permeabel dan porus sehingga dapat menyimpan hidrokarbon. Salah satu konsep mengenai petroleum system adalah bahwa source rock selalu berada di bawah reservoir rock karena buoyancy atau daya apung dari hidrokarbon yang pasti akan bergerak ke atas. source rock yang memiliki unsur-unsur hidrokarbon dapat diindikasikan berada di bawah formasi Woodada yaitu formasi Kockatea. source rock merupakan batuan yang dapat menghasilkan hidrokarbon dan menjadi sumber dalam petroleum system. cap/seal rock. terdapat batuan sedimen berupa batupasir dan batulempung yang mendominasi formasi-formasi pada stratigrafi basin. Unsur-unsur dari sistem tersebut adalah source rock. Selanjutnya adalah cap/seal rock yang merupakan batuan yang menjadi “tutup” dari reservoir. 7 . Lalu reservoir rock. sehingga dapat disinyalir formasi Cattamara hingga Woodada merupakan reservoir. reservoir rock. Petroleum System Perth Basin Petroleum system merupakan sebuah sistem yang dapat menjelaskan interaksi dan akumulasi dari bagian-bagian pada pembentukan hidrokarbon.

2. Yang menjadi sumber utama proses magnetisasi batuan adalah medan magnet bumi. Y ke timur dan Z ke bawah. Pada saat perubahan kutub-kutub tersebut dalam selang waktu tertentu harus melalui kondisi netral. Bumi dipandang sebagai dipole (kutub utara dan selatan magnetik) yang mempunyai medan magnet tidak konstan. Hal ini terjadi karena adanya pembalikan kutub magnetik bumi. Medan Magnet bumi juga dapat didefinisikan sebagai harga kemagnetan dalam bumi. Pada waktu tertentu kutub positif berubah menjadi kutub negatif. Medan magnet dihasilkan dari arus listrik yang mengalir dalam inti bumi. Pada metode Geomagnet hasil yang ditunjukkan berupa anomali sisa berupa variasi besaran yang mengandung fraksi mineral magnetik pada batuan dekat permukaan. 3. Intensitas komponen horizontal medan magnetik bumi dapat dinyatakan dengan 8 . Medan Magnet Bumi Medan magnet bumi dapat didefinisikan sebagai sebuah dipole magnet batang dimana di sekitar dipole tersebut terdapat garis gaya magnet yang seolah- olah bergerak dari kutub positif ke kutub negatif. Berdasarkan kesepakatan internasional di bawah pengawasan Internasional Association Geomagnetism and Aeronomy (IAGA). Metode Magnet Bumi Metode Geomagnet merupakan salah satu metode geofisika yang paling tua digunakan oleh manusia dalam menemukan jenis-jenis yang tersembunyi di bawah permukaan bumi dengan memanfaatkan sifat kemagnetan batuan. BAB III DASAR TEORI 3. artinya besar medan magnet tersebut berubah terhadap waktu. Deskripsi matematis ini dikenal sebagai medan magetik utama bumi dar IGRF (International Geomagnetics Reference Field) harga medan magnetik utama bumi dari IGRF di perbaharui tiap 5 tahun sekali.1. Medan magnetik utama bumi H dapat dinyatakan dengan meggunakan sistem koordinat geografis dengan X berarah ke utara.

1) Sedang intensitas medan magnetik utama bumi dinyatakan dengan: F=√ X 2 +Y 2+ Z 2 (3. Untuk menyeragamkan nilai-nilai medan utama magnet bumi. Sudut deklinasi deklinasi dinyatakan dengan: Y D=arctan √ X 2 +Y 2 (3. Sudut inklinasi dinyatakan dengan: Z I =arctan √ X 2 +Y 2 (3. H=√ X 2 +Y 2 (3. Medan magnet utama bumi berubah terhadap waktu. lainnya yaitu sudut inkliasi dan sudut deklinasi.4) Medan Magnet bumi terdiri dari tiga bagian. dibuat standar nilai yang disebut International Geomagnetics Reference Field (IGRF) yang diperbaharui setiap 5 tahun sekali. Sedangkan sudut deklinasi positif ke arah timur geografis dan negatif ke arah barat geografis. Nilai-nilai IGRF tersebut diperoleh dari hasil pengukuran rata-rata pada daerah luasan sekitar 1 juta km2 yang dilakukan dalam 9 . Medan Magnet Utama Pengaruh medan utama magnet bumi ± 99% yang disebabkan karena bumi itu sendiri merupakan magnet yang sangat besar dan variasinya terhadap waktu sangat lambat dan kecil. yaitu: 1.3) Sudut inkliasi positif di bawah bidang horizontal dan negatif di atas bidang horizontal.2) Selain itu medan magnet bumi juga mempunyai parameter fisis.

3. Variasi harian dengan periode 24 jam yang berhubungan dengan pasang surut matahari dan mempuyai jangkau 30 nT. intensitas medan magnet bumi berkisar antara 25000-65000 nT. Badai Magnetik yang bersifat acak dan mempuyai jangkau sampai dengan 1000 nT. titanomagnetite dan lain-lain yang berada di kerak bumi. Variasi harian dengan periode 25 jam yang berhubungan dengan pasang surut bulan dan mempunyai jangkau 2 nT.badai magnetik) yang merupakan hasil ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari. Medan magnet ini dihasilkan oleh batuan yang mengandung mineral bermagnet seperti magnetite. Medan Magnet Lokal/ Pengaruh Anomali Medan magnet anomali sering juga disebut medan magnet lokal (crustal field).3. Karena sumber medan luar ini berhubungan dengan arus listrik yang mengalir dalam lapisan terionisasi di atmosfer. Perubahan medan magnetik ini dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat ataupun lama. dimana penelitian yang dilakukan termasuk dalam jangkauan periode ini.waktu satu tahun. 3. 2. 2. untuk wilayah Indonesia yang terletak di utara khatulistiwa mempunyai intensitas sekitar 40000 nT dan di selatan katulistiwa berkisar 45000 nT. Medan Magnet Luar Pengaruh medan luar berasal dari pengaruh luar bumi (aktivitas matahari. 4. Perubahan konduktivitas listrik lapisan atmosfer dengan siklus 11 tahun. Untuk periode 2005-2010. Beberapa sumber medan luar antara lain: 1. maka perubahan medan ini terhadap waktu jauh lebih cepat. Berdasarkan faktor- faktor penyebabnya perubahan medan magnetik bumi dapat terjadi antara lain: 1. Variasi sekuler 10 . Variasi Medan Magnet Intensitas medan magnetik yang terukur di atas permukaan bumi senantiasa mengalami perubahan terhadap waktu. 3.

1976). 2. sebagai akibat dari perubahan posisi kutub magnetik bumi. Badai magnetik secara langsung dapat mengacaukan hasil pengamatan. Variasi medan magnetik yang terukur di permukaan merupakan target dari survei magnetik (anomali magnetik). tetapi ada juga yang yang lebih besar dari 100. 3. 1976). Faktor penyebabnya diasosiasikan dengan aurora. Sisa kemagnetan ini disebut dengan Normal Residual Magnetismyang merupakan akibat dari magnetisasi medan utama. Badai Magnetik Badai magnetik adalah gangguan yang bersifat sementara dalam medan magnetik bumi dengan magnetik sekitar 1000 gamma.000 nT yang berupa endapan magnetik. Secara garis besar anomali ini disebabkan oleh medan magnetik remanen dan medan magnet induksi. yaitu suatu periode yang berhubungan dengan aktivitas sunspot (Telford. Selain itu juga terdapat variasi yang amplitudonya berkisar 2 gamma dengan periode 25 jam. Medan magnet remanen mempunyai peranan yang besar pada magnetisasi batuan yaitu pada besar dan arah medan magnetnya serta sangat rumit diamati karena berkaitan dengan peristiwa kemagnetan yang dialami sebelumnya. Meskipun periodenya acak tetapi kejadian ini sering muncul dalam interval sekitar 27 hari. Besarnya anomali magnetik berkisar ratusaan sampai dengan ribuan nano-tesla. 11 . Medan magnet luar berasal dari perputaran arus listrik di dalam lapisan ionosfer yang bersumber dari partikel-partikel terionisasi oleh radiasi matahari sehingga menghasilkan fluktuasi arus yang dapat menjadi sumber medan magnet. Pengaruh variasi sekuler telah diantisipasi dengan cara memperbarui dan menetapkan nilai intensitas medan magnetik utama bumi yang dikenal dengan IGRF setiap lima tahun sekali. Variasi sekuler adalah variasi medan bumi yang berasal dari variasi medan magnetik utama bumi. Variasi harian Variasi harian adalah variasi medan magnetik bumi yang sebagian besar bersumber dari medan magnet luar. Jangkauan variasi ini hingga mencapai 30 gamma dengan periode 24 jam. Variasi ini diasosiasikan dengan interaksi ionosfer bulan yang dikenal dengan variasi harian bulan (Telford.

12 . Dalam survei geomagnet. komponen arah timur dan komponen ke arah bawah. 4. Z. Anomali yang diperoleh dari survei merupakan hasil gabungan dari keduanya. Di beberapa literatur deklinasi disebut juga variasi harian kompas dan inklinasi disebut dip. 1979).4. bila arah medan magnet remanen sama dengan arah medan magnet induksi maka anomalinya bertambah besar. 2. Inklinasi (I) adalah sudut antara medan magnet total dengan bidang horisontal yang dihitung dari horisontal menuju ke bidang vertikal ke bawah (sudut antara bidang horizontal dan vektor medan total). Intensitas horisontal (H) adalah magnitudo dari medan magnet total pada arah horizontal. Pada koordinat kartesian ketiga komponen tersebut dinyatakan X. Komponen Medan Magnet Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis atau disebut juga elemen medan magnet bumi. Deklinasi (D) adalah sudut utara magnet bumi dengan komponen horisontal yang dihitung dari utara menuju timur (sudut antara utara geomagnet dan utara geografis). (Telfrod. 3. Medan magnet total adalah magnitudo dari medan vektor magnet total. 3. demikian pula sebaliknya. mempunyai tiga arah utama yaitu komponen arah utara. Elemen-elemen isinya adalah : 1. Bidang vertikal yang berimpit dengan arah dari medan magnet disebut meridian magnet. efek medan remanen akan diabaikan apabila anomali medan magnet kurang dari 25% medan magnet utama bumi. Y.

marmer. Garis gaya magnet bumi ini tidak selalu sejajar dengan permukaan bumi. gypsum.5. Dan sudut inklinasi tersebut berada di daerah kutub utara dan kutub selatan bumi. kuarsa. Diamagnetik Dalam batuan diamagnetik atom -atom pembentuk batuan mempunyai kulit elektron berpasangan dan mempunyai spin yang berlawanan dalam tiap pasangan. Di dalam batuan juga memiliki sifat kemagnetan. Di antara keduanya terdapat sudut yang menyebabkan garis-garis gaya magnet bumi tidak tepat berada di kutub utara dan selatan bumi secara geografis. Contoh : bismuth. Jika mendapat medan magnet dari luar orbit. Gambar 3. Kutub selatan merupakan kutub selatan magnet bumi. garam. Dengan kata lain. grafit. Ketidaksejajaran ini membentuk sudut yang disebut sudut inklinasi. tetapi sedikit menyimpang. Namun demikian. elektron tersebut akan berpresesi yang menghasilkan medan magnet lemah yang melawan medan magnet luar tadi mempunyai suseptibilitas k negatif dan kecil dan suseptibilitas k tidak tergantung dari pada medan magnet luar.1. 13 . Sifat-Sifat Kemagnetan Bumi Kutub utara bumi yang selama ini merupakan kutub utara dari magnet bumi begitupun dengan kutub selatan. Besarnya sudut inklinasi di setiap permukaan bumi memiliki besar yang berbeda-beda. kutub magnet bumi tidak berimpit dengan kutub bumi secara geografis. di antaranya: 1. sudut inklinasi dapat diartikan sebagai sudut yang dibentuk oleh medan magnet bumi dengan garis horizontal. Elemen Magnetik Bumi 3.

Paramagnetik 3. Suseptibilitas k bergantung pada temperatur. biotit. Akan tetapi momen magnetik yang terbentuk terorientasi acak oleh agitasi termal. Diamagnetik 2. Contoh: piroksen. Gambar 3.keadaan ini diperkuat lagi oleh adanya kelompok-kelompok bahan berspin searah yang membentuk dipole-dipole magnet (domain) mempunyai arah sama. garnet. amfibolit dll. olivin. medan yang dihasilkan oleh momen- momen magnetik atomik permanen. Jika terdapat medan magnetik luar. Paramagnetik Di dalam paramagnetik terdapat kulit elektron terluar yang belum jenuh yakni ada elektron yang spinnya tidak berpasangan dan mengarah pada arah spin yang sama.3. Gambar 3.2. spin tersebut berpresesi menghasilkan medan magnet yang mengarah searah dengan medan tersebut sehingga memperkuatnya. apalagi jika di dalam medan magnet luar. cenderung untuk membantu medan luar. oleh karena itu bahan tersebut dapat dikatakan mempunyai sifat: suseptibilitas k positif dan sedikit lebih besar dari satu. 14 . sedangkan untuk dielektrik-dielektrik medan dari dipole-dipole selalu cenderung untuk melawan medan luar. apakah dielektrik mempunyai dipole-dipole yang terinduksi atau diorientasikan. Ferromagnetik Terdapat banyak kulit elektron yang hanya diisi oleh suatu elektron sehingga mudah terinduksi oleh medan luar. Dalam benda-benda magnetik.

4. Contoh: besi. Ferromagnetik 4. 15 . Contoh: magnetit (Fe3O4). tetapi harganya naik sampai dengan titik currie kemudian turun lagi menurut hukum currie-weiss. pirhotit (FeS). Gambar 3. nikel. Gambar 3. kobalt. Suseptibilitasnya tinggi dan tergantung temperatur. Antiferromagnetik Pada bahan antiferromagnetik domain-domain tadi menghasilkan dipole magnetik yang saling berlawanan arah sehingga momen magnetik secara keseluruhan sangat kecil. Ferrimagnetik Pada bahan ferrimagnetik domain-domain tadi juga saling antiparalel tetapi jumlah dipole pada masing-masing arah tidak sama sehingga masih mempunyai resultan magnetisasi cukup besar. Contoh: hematite (Fe2O3).5. Bahan antiferromagnetik yang mengalami cacat kristal akan mengalami medan magnet kecil dan susseptibilitasnya seperti pada bahan paramagnetik suseptibilitas k seperti paramagnetik. ilmenit (FeTiO3). Antiferromagnetik 5. Ferromagnetik mempunyai sifat suseptibilitas k positif dan jauh lebih besar dari satu dan suseptibilitas k bergantung dari temperatur.

Pengukuran satu alat ini hanya menggunakan satu alat PPM seri G-856 yang menjadi base dan rover. Base – Rover Pengukuran yang menggunakan minimal dua buah alat PPM seri G-856 atau lebih. Gambar 3. Akuisisi Data Metode Magnetik (Base Rover) Dalam akusisi data Geomagnetik dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu secara satu alat (looping). 1. dimana satu buah untuk pengambilan data base yang penempatan alat PPM tersebut dipasang pada tempat yang bebas dari noise guna mencatat nilai variasi harian dan tetap sedangkan satunya untuk pengambilan data di lapangan guna mencatat intensitas medan total dari tiap lintasan.7. dan gradien vertikal.8. Dimana sekaligus pengukuran looping ini mencatat nilai variasi harian dan intensitas medan magnet total. Perbedaan dalam beberapa cara tersebut hanya ditekankan dalam pengunaan instrumen dalam pengukuran. Ilustrasi pengukuran satu alat ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Satu Alat (Looping) Pengukuran yang dimulai dari base dan diakhiri di base lagi.6. Ilustrasi Pengukuran Satu Alat (Looping) 2. Ferrimagnetik 3. Gambar 3.7.6. Ilustrasi Pengukuran Base Rover 16 . baserover.

hanya saja perbedaannya pada pemakaian sensor. Pada survei ini biasanya menggunakan helikopter yang dipasang sensor flux-gate magnetometer pada tali sepanjang 30 m. Alat yang digunakan biasanya adalah flux-gate magnetometer. 3. 3. Untuk Pengukuran Geomagnetik itu sendiri yang secara valid. Kepekaan alat yang dipergunakan biasanya lebih tinggi (1-5 gamma) daripada yang dipergunakan di darat (10-20 gamma).9. karena menggunakan pesawat atau helikopter sehingga biaya penyelidikan dari udara jauh lebih mahal. Aeromagnetic Survei geomagnetik dalam eksplorasi barang tambang biasanya dilakukan di darat dan diudara. Gradien vertikal juga hanya digunakan pengukuran untuk mengetahui batas litologi suatu lapangan saja. Gambar 3. Sedangkan untuk satu alat dan gradien vertikal jarang digunakan dalam pengukuran secara umum. Gradien Vertikal Untuk pengukuran Gradien vertikal secara pengukurannya sama dapat dilakukan secara Satu Alat atau Base Rover.7. nuclear precession. Jumlah sensor yang digunakan 2 buah sensor. standar dalam pengukurannya yaitu menggunakan Base Rover. Biasanya untuk pemetaan medan magnet total dan variasi gradien vertikal medan magnet. umum. Survei geomagnetik di udara biasanya dilakukan untuk memetakan daerah yang luas. Prinsip Kerja Alat Aeromagnetc 17 .

Survei Geomagnetik dengan Aeromagnetic UAV dapat dilakukan dengan cepat. Fast Fourier Transform (FFT) Transformasi Fourier adalah suatu model transformasi yang memindahkan domain spasial atau domain waktu menjadi domain frekuensi. Analisa-analisa dalam domain frekuensi banyak digunakan seperti filtering. Pada pemodelan 2.5 dimensi adalah pemodelan yang digambarkan dalam bentuk 2D yang diplotkan ke dalam ruang 3D. Transformasi Fourier merupakan suatu proses yang banyak digunakan untuk memindahkan domain dari suatu fungsi atau obyek ke dalam domain frekuensi. pemodelan 2. Dengan menggunakan Aeromagnetic UAV dapat dilakukan survei Geomagnetik pada area yang luas. hal ini akan sangat membantu sekali dalam tahap eksplorasi awal di bidang pertambangan. Tidak hanya itu saja.8. dimana nilai sumbu Z yang sebagai nilai kedalamannya masih berupa estimasi dari hasil perhitungan matematis Fourier Transformation. Di dalam pengolahan citra digital. Pemodelan dilakukan dengan metode trial dan error sehingga dalam pengerjaanya harus diiterasi sampai didapatkan ralat (error) terkecil. Perhitungan ralat model ini menurut menggunakan rumus: 18 . sinyal atau citra dapat dilihat sebagai suatu obyek dalam domain frekuensi. dapat menghasilkan penampang geologi 2D dan dikontrol juga oleh nilai intensitas anomali magnetik serta nilai estimasi kedalaman anomalinya yang digambarkan pada ruang 3D. Pemodelan 2. Dengan menggunakan transformasi fourier.9. dengan hasil data beresolusi tinggi. Sehingga dengan data sayatan pada peta magnetik. dan biaya survei yang murah karena menggunakan drone. Aeromagnetic UAV juga sudah dilengkapi dengan sistem Automatic Flight sehingga drone bisa terbang sesuai lintasan yang dibuat. 3. hasil survei dapat dilihat langsung pada monitor karena sudah berbasis pengiriman data secara realtime.5 D Pada dasarnya. dengan mendesain lintasan survei nantinya target survei akan didapat dengan lebih mudah. transformasi fourier digunakan untuk mengubah domain spasial pada citra menjadi domain frekuensi.5 D magnetik ini digunakan parameter 2 D yang berupa koordinat dari suatu nilai anomali magnetik dengan sumbu X dan Y. 3.

Diagram Alir Pengolahan Data 19 . Diagram Alir Pengolahan Data Mulai Geologi Regional Microsoft Excel Surfer Geosoft Oasis Montaj Peta TMI Peta RTP Peta RTE Peta Upward Continuation Sayatan Pemodelan Pembahasan Kesimpulan Selesai Gambar 4.1.5) Dimana: RM = Ralat rata-rata model terhadap data lapangan XLi = Data lapangan (terukur) Xmi = Data lapangan (terhitung) N = Jumlah data BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4. RM =Σ 100 (3.1.

20 .

Pembahasan Diagram Alir Pengolahan Data 21 .2.4.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5. Peta TMI 22 .1.

2. Peta RTP 23 .5.

5. Peta RTE 24 .3.

4.5. Peta Upward Continuation 25 .

5.5. Grafik FFT dan Kedalaman 26 .

Pemodelan 2.5.5 D 27 .6.

Saran 28 . BAB VI PENUTUP 6. Kesimpulan 6.2.1.