You are on page 1of 15

A.

PENDAHULUAN
Inkubator bayi adalah suatu wadah yang tertutup, dengan kondisi temperatur
lingkungan terkontrol. Udara panas tersebut berputar didalam baby Incubator yang
kemudian diserap ke dalam tubuh bayi melalui jaringan kulit. Yang idealnya adalah
antara temperatur di dalam tubuh dengan kulit mempunyai perbedaan variasi suhu yang
kecil. Udara panas yang terkontrol dikombinasikan dengan kelembaban udara yang
terjaga melalui sebuah filter udara. Pada proses kelahiran, temperatur kulit bayi dan suhu
badan cenderung mengalami penurunan, disebabkan karena Heat Loss from Conduction,
Convection, Radiation, Water evaporation.

B. TEORI DASAR ALAT KESEHATAN
1. Tinjauan Klinis

Inkubator bayi merupakan salah satu alat kesehatan dalam bidang life support yang
digunakan untuk merawat bayi prematur dengan berat badan rendah. Perawatannya
dilakukan dengan cara memberi suhu dan kelembaban yang stabil sesuai dengan kondisi
didalam kandungan sang ibu. alat ini dilengkapi dengan kontrol suhu ruang, suhu tubuh,
kelembaban dan kontrol kelembaban. Inkubator bayi membutuhkan suhu yang stabil agar
kondisi dalam inkubator tetap terjaga sesuai dengan set point. Inkubator bayi memiliki
beberapa parameter yaitu temperature, humidity, air flow dan noise. Dengan tingkat
kelayakan kebocoran suhu luar ± 1°C, tingkat kelembaban antara ≥ 70%, laju aliran
udara < 0,35 ms, dan tingkat kebisingan di dalam inkubator < 60 dBA. Persyaratan
tersebut harus terpenuhi untuk mendapatkan kriteria keselamatan dan kemanan dalam
penggunaannya.

1

5 kg 1 to 2 days old 3 days to 3 weeks More than 3 weeks old old More than 2. Sedangkan suhu inkubator bayi yang tercantum dalam keputusan menteri kesehatan republik indonesia Nomor 118/Menkes/Sk/Iv/2014 Tentang kompendium alat kesehatan adalah 30°C-37°C.37°C Kecepatan udara maksimum dalam selungkup pada penggunaan normal ≤ 0.5 to 2. Tabel Parameter inkubator bayi JENIS PARAMETER NILAI Kondisi lingkungan 25°C .30°C Ketelitian sensor suhu kulit ± 0. Suhu inkubator yang direkomendasikan WHO menurut berat dan umur bayi dapat dilihat pada Tabel dibawah yaitu 32°C . Pada inkubator bayi terdapat beberapa sensor seperti sensor suhu ruang yang berfungsi sebagai pendeteksi suhu pada ruang inkubator dan sensor suhu skin berfungsi sebagai pendeteksi suhu pada bayi prematur. agar dapat mempertahankan suhu tubuh bayi dalam batas normal sekitar 31-36ºC.35 m/detik Deviasi tegangan catu daya utama ± 10% Kemiringan pada penggunaan normal 5° Kemiringan pada pemindahan 10° Tingkat tekanan suara dalam kompartemen bayi (kondisi normal) ≤ 60 dB Tingkat tekanan suara dalam kompartemen bayi (kondisi alarm berbunyi) ≤ 80 dB Tingkat suara bunyi alarm pada jarak 3 m ≤ 65 dB A Tabel Suhu inkubator menurut umur dan berat badan bayi Incubator Temperature by Age2 Weight of Baby 35°C 34°C 33°C 32°C Less than 1. penjelasan lebih lanjut tentang parameter inkubator bayi menurut KEMENKES RI dapat dilihat pada Tabel di bawah. Untuk itu perlu dibuat suatu alat pengontrol suhu ruangan inkubator.0 kg 1 to 10 days old 11 days to 4 weeks More than 4 weeks old old 2. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada inkubator adalah suhu inkubator dan suhu bayi.5 kg 1 to 2 days old More than 2 Weeks old 2 .35°C.1 to 2. Bayi prematur pada umumnya perlu diletakkan di inkubator yang mempunyai kontrol suhu dan kontrol kelembaban yang baik. sehingga bayi tetap berada pada suhu yang sesuai seperti saat bayi berada dalam kandungan. Selain itu juga kondisi kelembaban pada inkubator bayi itu sendiri biasanya berkisar antara 50%RH- 60%RH.5 kg 1 to 10 days 11 days to 3 weeks 3 to 5 weeks old More than 5 weeks old old old 1.3°C Rentang suhu kontrol untuk inkubator udara terkontrol 30°C .

Prosedur Pengoperasian Inkubator Bayi Secara Umum 1. mengaktifkan relay pada kondisi tertentu dan dengan aktifnya relay akan menyebabkan heater bekerja  Sensor Suhu Mendeteksi suhu ruangan. Biarkan pesawat beberapa saat sampai suhu stabil. Chamber : tempat bayi di inkubasi 2. 3. 3 . mengubah besaran suhu menjadi sinyal listrik serta memberikan inputan ke komparator. Hubungkan pesawat dengan sumber tegangan. 2. Kontrol : Temperature dan kelembapan aliran udara Display : sebagai tampilan Alarm : Sebagai tanda apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hidupkan pesawat (lampu indikator akan menyala). Blok Diagram Blok Diagram ECG Keterangan :  Setting Suhu Berfungsi untuk melakukan pemilihan nilai suhu / temperatur yang diinginkan sesuai kebutuhan  Komparator Berfungsi untuk membandingkan nilai suhu yang telah dipilih / diset dengan suhu yang terbaca pada sensor  Driver relay Menerima input dari komparator.Bagian utama pada inkubator bayi Heater : Berfungsi untuk menghasilan suhu panas pada Baby Incubator Blower : Berfungsi untuk mendistribusikan panas ke seluruh bagian alat. Masukkan air sampai batas yang telah ditentukan 3.

Cara Pemeliharaan 1.  Memastikan kesesuaian karakteristik terhadap spesifikasi dari suatu bahan ukur atau instrumen/alat. Sebab akan menyebabkan pemanasan tidak merata. 4. Periksa suhu. usahakan untuk membuang semua air yang ada sampai habis C. Bila pesawat akan disimpan atau tidak digunakan. c. jangan sampai blower tidak berfungsi. jangan sampai habis. Matikan mesin apabila sudah tidak digunakan dengan menekan/memutar tombol on/off 7. 6. Tujuan dilakukannya kalibrasi ini adalah:  “Patient Safety” menjaga dan meningkatkan mutu dan efektifitas pelayanan serta keselamatan terhadap pasien dan petugas medis. Kegiatan kalibrasi ini sangat penting dilakukan untuk setiap alat kesehatan. terlebih bagi alat kesehatan yang rutin digunakan setiap hari di sarana pelayanan kesehatan. Bersihkan badan pesawat dari kotoran yang ada b. sesuai antara thermometer dengan suhu yang di atur atau tidak 2. b. usahakan dengan air destilasi sehingga tidak menyebabkan kerak dan berlumut. Kalau diperlukan hubungkan O2 pada bagian belakang pesawat dengan tabung atau sumber gas lainnya. KALIBRASI Kalibrasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan instrumen/alat ukur dan bahan ukur. 3. Periksa fungsi blower. Pemeliharaan bulanan a. Periksa kondisi air. menjadi hal yang wajib dari penggunaan peralatan kesehatan harus memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Pemeliharaan harian a. Masukkan bayi dalam ruang penempatan bayi 5. dengan cara membandingkan terhadap standar ukurnya yang tertelusur (traceable) ke standar nasional dan/atau internasional. 4 . Lepaskan alat dari catu daya 4. Pemeliharaan mingguan Ganti air yang telah digunakan.

 Menentukan deviasi atau penyimpangan kebenaran konvensional dari nilai penunjukan suatu instrumen ukur atau deviasi dimensi nominal yang seharusnya untuk suatu bahan ukur. setiap peralatan kesehatan terutama yang terdapat dan digunakan di sarana pelayanan kesehatan harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan. Kalibrasi alat kesehatan dibagi menjadi 2 jenis kalibrasi antara lain : 1. adalah kalibrasi alat kesehatan yang dilakukan untuk keperluan legalitas perijinan dan akreditasi dan dilakukan minimal setahun 1 kali oleh institusi penguji kalibrasi terakreditasi KAN (diakui secara nasional). quality control dan verifikasi hasil pengukuran. Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan yang berwenang dan/atau perusahaan swasta terpercaya. keselamatan dan laik pakai. 5 . Yang dilakukan oleh teknisi vendor alat bersangkutan yang bersertifikat ataupun teknisi elektromedis rumah sakit yang bersertifikat. Setelah institusi penguji melakukan kalibrasi terhadap alat kesehatan.  Menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Dasar pelaksanaan kalibrasi Menurut aturan pemerintah dan amanat undang-undang :  Undang-Undang Republik Indonesia No. 2.  Menjaga keakuratan nilai yang dihasilkan oleh suatu alat sehingga tidak menyimpang jauh dari ambang batas yang ditentukan. Sesuai dengan aturan dari pemerintah. Dilakukan berkala sesuai dengan kebutuhan. Biasanya kalibrasi internal sudah termasuk dalam fasilitas kontrak service vendor. selanjutnya setiap alat kesehatan yang memenuhi standar akan diberikan sertifikat dan tanda yang menyatakan bahwa alat tersebut sudah layak pakai. minimal 3x setahun. Kalibrasi Legal. persyaratan mutu. keamanan. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit Pasal 16 Persyaratan peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) meliputi peralatan medis dan nonmedis harus memenuhi standar pelayanan. adalah kalibrasi alat kesehatan yang dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu dengan tujuan uji fungsi performance alat. Kalibrasi Internal.

dilampirkan daftar alat kesehatan yang wajib dikalibrasi. mutu. Pasal 11.  Peralatan medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan dan/atau institusi pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang. Pasal 15. Tentang Pengujian dan Kalibrasi alat Kesehatan. alat kesehatan yang digunakan di sarana pelayanan kesehatan wajib untuk dilakukan uji kalibrasi secara berkala. Pasal 8. standar yang berkaitan dengan keamanan. dilampirkan daftar alat kesehatan yang wajib dikalibrasi. Pasal 13. Pasal 9. Pasal 12.  Peralatan yang menggunakan sinar pengion harus memenuhi ketentuan dan harus diawasi oleh lembaga yang berwenang. 6 . setidaknya satu kali setiap tahunnya.  Penggunaan peralatan medis dan nonmedis di Rumah Sakit harus dilakukan sesuai dengan indikasi medis pasien.  Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Rumah Sakit harus dilakukan oleh petugas yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Ketentuan mengenai pengujian dan/atau kalibrasi peralatan medis.  Peraturan Menteri Kesehatan No 363/Menkes/PER/IV/1998 tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan pada sarana Pelayanan Kesehatan. dicabut atau tidak diperpanjang izin operasional Rumah Sakit. Pasal 17 Rumah Sakit yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. Pasal 14. dan manfaat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan Pasal 16 tidak diberikan izin mendirikan. Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan RS harus dilakukan oleh petugas yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Pemeliharaan peralatan tersebut harus didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala dan berkesinambungan. Pasal 10.  Peraturan Menteri Kesehatan No 54 Tahun 2015.  Pemeliharaan peralatan harus didokumentasi dan dievaluasi secara berkala dan berkesinambungan.

Dalam melakukan kalibrasi alat inkubator bayi dapat menggunakan kalibrator atau peralatan kalibrasi INCU ANALYZER merk Fluke biomedical incubator analyzer ver 2. 7 . Dasar kalibrasi yang digunakan mengacu pada refrensi standar nasional indonesia (SNI) maupun internasional. dan tidak ada data yang direkam. Inkubator analyzer dapat beroperasi dengan menggunakan atau tanpa menggunakan PC. suhu (empat probe pengukuran individual). Dengan PC pengguna dapat memilih yang diinginkan catatan waktu / jeda melalui perangkat lunak. emergency care research institute (ECRI). Event markers dapat ditempatkan pada rekaman untuk mengidentifikasi kegiatan atau periode tertentu. association for the advancement of medical instrumentation (AAMI). Dalam mode stand-alone. pengguna dapat meng upload data yang dikumpulkan oleh incu ke dalam perangkat lunak PC untuk ditampilkan dan dianalisa.05. unit menampilkan semua parameter yang diukur berulang kali dalam siklus fashion. Pengguna dapat menyimpan data yang tercatat dalam file atau mencetak data laporan. dan kelembaban relatif. Unit ini mencatat parameter penting untuk merawat bayi dari waktu ke waktu. Setelah selesai pengujian. ALAT UKUR (KALIBRATOR) Teori Dasar Tata cara kalibrasi mempunyai standar operasional (SOP) tersendiri oleh tenaga elektromedik yang sudah terlatih dan tersertifikasi.D. Baterai dapat di charger memungkinkan unit untuk ditempatkan dalam ruang inkubator hingga 24 jam tanpa mengorbankan integritas lingkungan. europan co- operation for accreditation (EA). dan kemudian memulai awal tes dari incu tersebut. seperti aliran udara. tingkat suara. komite akreditasi nasional (KAN). international electrotechnical commision (IEC). beberapa diantaranya seperti: organization international metrology legal (OIML). Inkubator Analyzer adalah perangkat portabel yang dirancang untuk memverifikasi operasi yang tepat dan lingkungan inkubator bayi.

Dalam satu unit incu analyzer dapat melakukan beberapa sistem pengukuran yang memungkinkan Anda untuk merekam beberapa parameter secara bersamaan.  Pelaporan: Memungkinkan pencetakan laporan numerik dan grafis. 8 .  mempunysi banyak Sensor: dapat melakukan pengujian dan dokumentasi beberapa parameter inkubator bayi secara bersamaan.  Efisien: Menghemat waktu dalam pengujian inkubator bayi.  Pengumpulan Data: Menggunakan perangkat lunak Microsoft® Windows® untuk evaluasi dan dokumentasi.Beberapa fitur yang ada pada Fluke biomedical incubator analyzer ver 2. membutuhkan komputer. Dibawah ini adalah contoh penggunaan incu analyzer INCU Measurements Incu adalah sistem akuisisi otonom yang digunakan untuk mengukur dan menyimpan parameter operasional inkubator kosong.  acuan: pengujian parameter sesuai dengan standar IEC dan AAMI.  Dua Mode Operasi: Beroperasi berdiri sendiri atau berfungsi penuh. dan kemudian mengirimkan data melalui port komunikasi serial.05 meliputi:  Portabilitas: diletakan pada tempat bayi dalam inkubator.  Rekaman Fleksibilitas: Menyediakan interval pengukuran.

 Relative Humidity: Located in right top cover (cover must be open for proper measurements).4 Sensor T1-T4  Kelembaban Relatif .  Air Flow: Detachable for storage. Open INCU by releasing the latch on the top cover. used with radiant baby adapter supplied with INCU.  ON/OFF Switch: Top cover engages this switch to turn power off to INCU automatically.  Temperature Sensor T3: Used for Convection measurements. Fold the covers open to expose the sensors when taking measurements.1  Sensor Air Flow – 1  Sensor Suara .  Temperature Sensor T2: Used for Convection or Radiant measurements. This is a mechanical connection only.  Temperature Probe Holder: Used to hold temperature probe T2 when taking convection measurements.1 Sensor Getting to Know the INCU Sensors are integrated and stored within INCU.  Temperature Sensor T1: Used for Convection measurements.Sensor-sensor yang terdapat pada incu analyzer:  Suhu . there is no electrical connection. 9 . if the master On/Off switch is left in the ON position and the top covers are closed (master switch is on the left side of the exterior).

AC-DC 6V 600 mA. Performance Specifications Temperature Measurements Conduction: 1 sensor in contact with mattress (bottom of unit) Convection (Inside the incubator): 3 sensors (T1.  Temperature Sensor T4: Used for Mattress Temperature Measurements. T3.  Power DC IN Jack: Use only the specified charger.  RS-232 Port: 9 Pin D Sub type Male Connector.  Sound Sensor: Internal Microphone used for sound measurements. made by conduction.  Master On/Off Switch: Push for OFF or ON. T4) 1 sensor (T2) connected to the so-called “radiant Radiation: baby” Convection (Inside or outside the 10 .

Air Flow Measuring Range: 0.1 dbA Accuracy: ±5 dbA @ 30-80 dbA Display 2 x 16 Super Twist LCD 11 .1% RH Accuracy: ±5% RH (for range 0 to 90% RH @ 25°C to 40°C) or.7 m/s Resolution: 0.80 dbA Resolution: 0.01 m/s Accuracy: From 0. ± 5.incubator): 1 sensor T2 Measuring Range: 5°C to 70°C Resolution: 0.5 m/s reading ±0.1 m/s to 0.1°C Accuracy: Reading Value ±0.1-0.1 m/s @ temperature 25°C to 40°C and humidity 50% RH ± 15% RH Noise Measuring Range: 30.5°C ± 1 LSB for the range from 25°C to 40°C Storage Temperature -20°C to 50°C Operating Temperature: 10°C to 40°C Dimensions: 27 x 14 x 20 cm Relative Humidity Measuring Range: 0% RH to100% RH Resolution: 0.3 % RH (for range 0 to 100% RH @ 25°C to 40°C) Humidity must be without condensation.

Measuring Interval Via PC: Adjustable from 1 to 10 minutes Internal Memory Capacity: 1470 measurements (210 records of 7 parameters) Supply Power Requirements: Maximum over-voltage: 264 VAC Input voltage range: 100 to 240 VAC Input frequency range: 47 to 63 Hz Power consumption: < 60 Volt Amperes Fuse rating: 2A Slow Blow Battery: Rechargeable sealed lead-acid type NP7-6 YUASA.x 101. 1. depending on the country) E.0 mm Operates for 24 hours continuously without the low- battery warning Charger 600 mA minimum. 8 VAC- DC (Charger must be agency-approved. 6V. Langkah Prakalibrasi a) Sebelum kalibrasi dilakukan terhadap Baby incubator pasang Incubator analyzer untuk semua sensor pada tempat yang telah ditentukan . METODE KALIBRASI  metode perbandingan Yaitu membandingkan alat yang diukur dengan standar terkalibrasi yang mempunyai tingkat ketelitian lebihtinggi  Hasil kalibrasi dapat berupa koreksi standar alat Disertai dengan nilai ketidakpastian untuk koreksi atau konstanta interpolasi. 7 Ah dimensions 151 x 34. dengan meletakan sensor T1 dan T3 pada Temperature Probe Holder di kedua sisi Incubator 12 .

Langkah Kalibrasi a) Catat kondisi lingkungan. h) Perhatikan penunjukan pada Incubator Analyzer dan Baby Incubator yang dikalibrasi 13 . analyzer dan Sensor T2 pada bagian tengah Incubator analyzer. f) Tekan tombol select 1 kali untuk menampilkan data yang diinginkan secara manual. d) Tentukan titik pengamatan minimal 2 titik pengamatan (atau sesuai permintaan konsumen) dari 30 sampai 37 oC. apabila terjadi lumut atau kotor pada humidifier dan filter segera bersihkan. dan setting temperature. atau tekan tombol select 2 kali untuk menampilkan urutan data secara otomatis. misalkan pada suhu 320C. b) Catat spesifikasi alat diworksheet c) Incubator Analyzer standar diletakan pada matras dalam media kalibrasi pada posisi memanjang sesuai dengan arah matras pada baby incubator. c) Ganti air humidifier apabila diperlukan. 2. Kemudian pastikan sensor T4 menyentuh permukaan matras bayi. g) Biarkan temperature sampai suhu pada baby incubator mencapai nilai setting. b) Periksa air Humidifier dan filter udara. e) Persiapkan worksheet/lembar kerja untuk mencatat. Seperti dalam gambar di bawah: d) Aktifkan Incubator analyzer standard e) Aktifkan media dengan menekan tombol on.

dengan cara memberikan suhu dan kelembapan yang stabil dan kebutuhan oxygen sesuai dengan kondisi dalam kandungan ibu. matikan semua peralatan dan kembalikan pada tempat semula. Baby Incubator adalah alat yang berfungsi untuk merawat bayi premature atau mempunyai berat badan lahir rendah (BBLR). yaitu memakai heater dengan lampu pijar dan heater dengan element. dan yang kami jelaskan di atas merupakan Baby Incubator yang menggunakan cara kerja dengan heater element. Setiap peralatan terlebih lagi alat kesehatan yang berhubungan langsung dengan manusia dan sangat kritis (berhubungan dengan nyawa) wajib dilakukan kalibrasi untuk menjamin kebenaran nilai keluaran dan keselamatan atau kalibrasi alat kesehatan. k) Setelah selesai. i) Tunggu beberapa saat hingga kondisi temperature stabil dan catat pembacaan sebanyak 6X setiap 10 detik dan catat pada data mentah . Penutup Kesimpulan Pada umumnya system penghangat atau cara kerja Baby Incubator terbagi 2. F. 14 . j) Ulangi langkah e sampai i untuk nilai setting yang lain sesuai dengan yang diinginkan. maka alat ukur dan kebesaran standart yang dipergunakan untuk pengujian dan kalibrasi alat kesehatan wajib dikalibrasi secara berkala pula oleh Institusi Penguji gambar di bawah adalah alasan kenapa inkubator bayi wajib untuk selalu dalam kondisi baik dan terkalibrasi.

15 .