You are on page 1of 22

1.

Judul Jurnal
Osteoporosis and Periodontal Disease: Association and Mechanisms: an In-Depth
Review

2. Abstrak

Kehilangan tulang secara sistemik telah dikemukakan sebagai faktor resiko penyakit
periodontal dengan peningkatan bukti bahwa osteoporosis dan yang mendasari
hilangnya massa tulang pada penyakit ini berkaitan dengan pengan penyakit
periodontal dan kehilangan gigi. Penyakit periodontal adalah infeksi mikroba, tetapi
etiologi pasti dari penyakit ini memiliki banyak faktor. Faktor resiko berkaitan
dengan penyakit periodontal termasuk akumulasi dari plak dan abnormalitas respon
host, melibatkan merokok dan penyakit sistemik seperti diabetes, gangguan
pernafasan, gangguan jantung, efek dari kehamilan dan osteoporosis.

Kata kunci : osteoporosis, penyakit periodontal, faktor resiko

3. Pendahuluan

Penyakit periodontal dan osteoporosis memiliki etiologi yang multifaktorial dan
melibatkan strata besar populasi di India dan di seluruh dunia. Osteoporosis
merupakan penyakit yang berhubungan dengan tulang secara sistemik yang
dikarakteristikan massa tulang yang …. Dan kerusakan mikroarsitektural tulang
yang menghasilkan peningkatan kerapuhan tulang dan kerentanan terhadap
fraktur. Pada osteoporosis kepadatan mineral tulang (BMD) menurun,
mikroarsitektur terganggu dan jumlah serta protein non kolagen pada tulang
terjadi perubahan, periodontitis adalah inflamasi dari jaringan pendukung gigi,
biasanya mengarah pada kehilangan tulang dan ligament periodontal dan hal ini
merupakan penyebab utama kehilangan gigi dan kehilangan gigi pada orang
dewasa. Kehilangan sistemik pada densitas tulang pada osteoporosis termasuk
rahang dapat memberikan sebuah system host yang dapat meningkatkan

1

kerentanan terhadap kerusaka infeksi dari jaringan periodontal. Kehilangan tulang
alveolar merupakan fitur yang menonjol pada penyakit periodontal ketika
osteoporosis berat dapat dicurigai sebagai faktor yang memberatkan pada kasus
kerusakan periodontal berat.

Telah dihipotesiskan bahwa kerusakan jaringan periodontal mungkin sebagian
berkaitan dengan kondisi sistemik yang mempengaruhi pasien osteoporosis atau
osteopenia.

Klasifikasi osteoporosis :

Osteoporosis berarti “tulang yang berpori” yaitu suatu keadaan dimana “terlalu
sedikit tulang” untuk memberikan dukungan mekanik. Osteoporosis dalam satu
gagasan merupakan proses penuaan normal pada wanita. Pada zaman sekarang,
osteoporosis tergantung usia atau jenis kelamin tertentu. Osteoporosis merupakan
gangguan pada tulang yang dikarakteristikan dengan kekuatan tulang yang
membahayakan merupakan resiko meningkatnya fraktur. Kekuatan tulang
terutama mencerminkan integrasi kepadatan tulang dan kualitas tulang.
Kepadatan tulang dinyatakan sebagai gram mineral per unit area atau volume dan
pada setiap individu ditentukan oleh puncak masa tulang dan jumlah kehilangan
tulang. Kualitas tulang merujuk pada arsitektur, akumulasi kerusakan (contohnya
mikrofraktur) dan mineralisasi. Standar deviasi ditentukan oleh kriteria T-score
yaitu jumlah dari standar deviasi di atas atau di bawah rata-rata kepadatan mineral
tulang (BMD) dinilai pada wanita kulit putih muda sehat dan z score ditentukan
dari jumlah stander deviasi di atas atau di bawah rat-rata BMD pada umur dan
jenis kelamin .

Klasifikasi berdasarkan stadar deviasi :
Variasi metode untuk menilai tulang yaitu:
A) Tulang sistemik :

2

5 SD dibawah nilai rerata masa puncak tulang pada wanita muda normal Low bone mass (Osteopenia): BMD dengan -1 SD dan -2. Dual photo absorptrimetri b) Dual energy x-ray absorptrimetri (DEXA) c) Quantitave Computed Tomography (QCT) d) Penilaian dari radiografi  Pengukuran ketebalan kortikal dan indeks lainnya  Dimensi fraktal e) Ultrasound Panduan diagnosis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Interpretasi Penilaian Massa Tulang pada Wanita Ras Kaukasia Osteoporosis berat: kepadatan mineral tulang (BMD) >2. a) Absorptimeri . Prevalensi osteoporosis dan kehilangan gigi meningkat pada wanita usia lanjut.5 SD nilai rerata masa puncak tulang pada wanita muda normal Normal: BMD tdk lebih dari 1 SD dibawah rerata masa puncak pada wanita muda normal Faktor pembawa resiko pada osteoporosis dan gangguan periodontal: Osteoporosis dan gangguan periodontal memiliki faktor resiko umum. Faktor resiko osteoporosis dibagi menjadi faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang bisa 3 .5 standar deviasi (SD) dibawah nilai rata-rata mass puncak tulang pada wanita muda dan adanya fraktur Osteoporosis: BMD >2. Single photo absorptrimetri .

kurang olahraga. usia. 4. Semua pasien yang didiagnosis osteoporosis diedukasikan untuk mendapatkan asupan makanan yang cukup kalsium. Tes kepadatan mineral tulang direkomendasikan pada semua wanita ≥65 tahun yang memiliki faktor resiko. 2. Terdapat prinsip utama yang direkomendasikan untuk mencegah osteoporosis nasional 1. menopause dini.diubah. Latihan penguatan otot untuk mengurangi resiko jatuh dan fraktur sangat direkomendasikan. terdapat faktor resiko lain seperti diabetes. diet. dan hormone yang mempengaruhi tulang dan juga mempengaruhi periodontitis. 6. Evaluasi kepadatan mineral tulang direkomendasikan pada semua wanita pasca menopause yang pernah fraktur untuk menentukan diagnosis dan keparahan penyakit. Faktor resiko yang bisa diubah pada osteoporosis yaitu jenis kelamin. Faktor resiko osteoporosis dan gangguan periodontal : Strategi pencegahan osteoporosis : Sangat penting untuk mengidentifikasi faktor resiko pada seseorang dan mengembangkan strategi pencegahannya. ras dan keturunan. Kepadatan mineral tulang direkomendasikan pada semua wanita pasca menopause <65 tahun yang memiliki satu atau lebih faktor resiko osteoporosis. 4 . tubuh kecil. merokok dan konsumsi alkohol merupakan faktor resiko yang bisa diubah. 3. Sebagai tambahan. Semua wanita diberikan edukasi mengenai faktor resiko. 5. kekurangan kalsium dan vitamin D.

8. Pasien dinasehati mengenai rokok dan harus diimplementasikan. bisofosfat. 9. calcitonin. Terdapat cukup bukti dalam literatur yang menunjukkan bahwa tergantung pada obat dan populasi pasien. pengobatan mengurangi resiko fraktur vertebra 30-65% dan fraktur non vertebra 46-53%. Agen kemoterapi untuk terapi osteoporosis dan kehilangan tulang gigi : Beberapa agen farmakologis tersedia untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang dan mencegah osteoporosis. hormone paratiroid atau kombinasi dari agen tersebut. Konseling dan tatalaksana ditawarkan kepada pasien dengan konsumsi alkohol yang berlebihan merupakan modifikasi gaya hidup untuk mencegah osteoporosis. Pilihan terapi farmakologis untuk mencegah dan tatalaksana osteoporosis adalah terapi pengganti hormone (HRT). tobacco dan alkohol. Konsumsi alkohol harus pada level moderat (1 gelas sehari untuk wanita dan 2 gelas sehari untuk laki-laki). The National Osteoporosis Foundation merekomendasikan konsumsi sehari-hari diet kalsium 1200 mg dan vitamin D 400-800 IU. selective estrogen reseptor modulator. Hal tersebut termasuk terapi pengganti hormone (HRT). Efek menguntungkan pada aktivitas dan latihan berat telah didokumentasikan dengan baik. Pengunaan tobacco harus sedikit dan perokok harus memiliki niat untuk berhenti merokok. diet. Klinisi termasuk dokter gigi harus menginformasikan dan memotivasi masyarakat untuk mengubah gaya hidup terkait dengan olahraga. Semua wanita pasca menopause dengan fraktur panggul atau fraktur vertebra diberikan terapi osteoporosis.7. alendronate dan raloxifene. 5 .

dengan atau tanpa perkembangan dan pengurangan patah tulang pinggul dilaporkan menjadi 33%. HRT meningkatkan kepadatan tulang panggul dan mengurangi resiko fraktur panggul. vertebra dan pergelangan tangan. Hubungan antara Inflamasi Oral. Alasan dari penggunaan terapi pengganti hormon (HRT) adalah untuk menunda kehilangan tulang. Penghentian estrogen di tulang menjadi terukur. Pada pengujian klinis secara acak. Terapi estrogen dapat menghambat pembentukan dan fungsi osteoclast serta juga dapat memperpanjang masa hidup osteoblast dan osteoclast. meskipun tidak pasti apakah hasil penghentian dalam resiko 6 .Gambar 1. sebagai bagian dari kesehatan perempuan. Osteoporosis Sistemik dan Osteopenia Oral Terapi Pengganti Hormon (HRT) Cepat hilangnya kepadatan tulang yang diamati karena terjadi defisiensi estrogen pada tahun-tahun awal pasca menopause. perempuan secara acak ditugaskan untuk menerima estrogen terkonjugasi.

Sama seperti terapi estrogen. kecuali mereka telah ditemukan pada resiko yang signifikan untuk osteoporosis. Hal ini menyebabkan evaluasi ulang terhadap peran HRT dalam pengobatan dan pencegahan osteoporosis. Gambar 2. Efek yang merugikan seperti bokong yang panas dan kram. perhatian mengenai resiko non-skeletal berkaitan dengan penggunaan jangka panjang estrogen. Mekanisme aksi seperti raloxifene mirip dengan estrogen. Baru-baru ini. Modulator reseptor estrogen selektif baru sedang diteliti dan 7 . HRT tidak direkomendasikan untuk mencegah osteoporosis pada perempuan pasca menopause.patah tulang lebih besar daripada berkelanjutan. penting bahwa perempuan menghentikan hrt menerima skrining yang tepat untuk risiko komplikasi osteoporosis dan harus diberi konseling mengenai bentuk-bentuk alternatif terapi untuk mencegah patah tulang. Oleh karena itu. Penurunan fraktur telah diamati pada tahun pertama perawatan tetapi tidak ditemukan efek pada resiko fraktur non vertebral. Penurunan Estrogen dapat meningkatkan kemungkinan kehilangan gigi Modulator reseptor estrogen selektif Modulator reseptor estrogen selektif dikembangkan untuk memberikan manfaat pada terapi estrogen tanpa efek samping yang tidak diinginkan. Bukti dari peningkatan resiko kanker payudara dan kardiovaskular selama ditambahkan selama percobaan pada kesehatan perempuan pada tahun 2002. peningkatan insidensi thrombosis vena dalam juga diamati dengan agen ini. dan obat lain tidak dapat dipertimbangkan.

Bisfosfonat sering dianggap terapi pertama pada osteoporosis pasca menopause. Mereka adalah yang paling banyak diresepkan sebagai anti resorptive. Pada perempuan dengan osteoporosis. vertebra. mereka diambil oleh osteoclast. dan terlihat memiliki kaitan dengan periodontitis. menghasilkan penonaktifan osteoclast dan apoptosis. Resorpsi tulang ditekan diikuti dengan mineralisasi sekunder menghasilkan peningkatan masa tulang. Selama resorpsi tulang. infeksi oral lainnya. penurunan insidensi fraktur panggul. perlu dievalusi lebih lanjut. ulkus mukosa yang tidak sembuh dan infeksi jaringan lunak yang tidak dapat dijelaskan. dan ekstraksi gigi di sebagian besar kasus yang dilaporkan. Peran bisfosfonat oral pada osteonecrosis rahang. Percobaan random pada alendronate dan risedronate. Sebagain tambahan. oleh karena itu. osteonecrosis rahang terlihat terjadi lebih umum di mandibular.mungkin dapat digunakan pada masa depan.Setelah observasi inisial oleh Wang di Universitas California. terjadinya osteonecrosis rahang dengan penggunaan bisfosfonate intravena merupakan perhatian dari komunitas dental. gejala dan tanda dapat terjadi sebelum penampilan osteonekrosis terbukti secara klinis termasuk perubahan dalam kesehatan jaringan periodontal. Bisfosfonate Bisfosfonat analog dengan pyrofosfonat dan mengikat secara selektif untuk mineral tulang. 8 . non vertebra hamper 50% ditemukan. Namun. generasi kedua dari bisfosfonat menunjukkan peningkatan kepadatan mineral tulang pada perempuan pasca menopause dengan osteopenia atau osteoporosis. Efek ini tercatat pada awal terapi. meningkatkan kekuatan tulang dan pengurangan fraktur.

Gambar 3. metakarpal digunakan sebagai indeks derajat osteoporosis. Pada tahun 1973. telah di pelajari hubungan antara penyakit periodontal dan osteoporosis. Osteonecrosis yang disebabkan penggunaan bisfosfonat Kalsitonin: Kalsitonin merupakan penghambat aktivitas osteoklas. Osteoporosis dan hilangnya tulang oral: Periodontitis . Plak Bakteri merupakan penyebab utama dari Periodontitis. host- dependen. Plak dan skor perdarahan pada wanita ditemukan bahwa memiliki risiko yang lebih besar terjadinya osteoporosis. Periodontal diukur menggunakan Community periodontal index untuk pengobatan dan panoramik radiografi dukungan tulang baik mesial dan distal sebagai panjang akar dengan pelebaran normal pada ruang ligamen periodontal dan dibagi dengan total panjang akar dari cemento-enamel 9 . penyakit multifaktorial dan hilangnya tulang pada penyakit tersebut. diluar kontrol bahwa 12 wanita osteoporosis dan 14 wanita dengan kelompok kontrol memiliki pasien dentoulous menentukan BMD dengan dual photo scanner dari dua lengan dan rahang bawah. Penelitian lainya. dengan menggunakan case-control. Penelitian ini menyatakan bahwa orang dengan indeks metakarpal rendah memiliki periodontal yang lebih parah dibandingkan dengan indeks metakarpal yang tinggi. Osteoporosis dan Periodontitis adalah tulang-resorptive. penyebab utama terjadinya kehilangan gigi. kerentanan host memainkan peran utama inisiasi dan progresif kerusakan jaringan. Pengobatan nasal kalsitonin dengan insiden 33% mengurangi fraktur verterbra. Parameter periodontal yaitu diukur gingiva dan indeks periodontal yang mana dilakukan pemeriksaan 113 pasien dengan usia rata-rata 35 tahun. gambaran klinis radiografi menunjukkan kehilangan tulang dan/ atau kehilangan perlekatan. Kalsitonin tersedia untuk kedua nasal dan subkutan pada pengobatan osteoporosis pasca-menopause. baik secara sistemik atau lokal oleh aktivasi sitokin (misalnya: IL-1 dan IL-6).

Penilaian periodontal dilakukan oleh menilai suatu kedalaman pocket. Terdapat signifikan lebih besar tingkat kehilangan perlekatan pada osteoporosis kelompok dibandingkan kontrol. Penelitian ini. Secara klinis ukuran tubuh. resesi gingival. Pengukuran kepadatan mineral tulang (BMD) diukur dari korteks mandibula baik labial dan lingual antara foramen mental yang menggunakan quantitative computed tomography (QCT). Kepadatan densitas tulang femoral dan lumbal dinilai menggunakan dual-energy X-ray absorptiometry. yang mana insiden osteoporosis lebih tinggi. kepadatan mineral tulang (vertebral dan femur proksimal) diukur dengan menggunakkan dual energy X-ray absorptiometry. Pada penelitian selama tiga tahun . meskipun kedalaman pocket tidak lebih dalam dan osteoporosis telah resesi gingiva lebih besar dibandingkan dengan kontrol. indivdu yang memiliki mineral tinggi di skeleton tampaknya mempertahankan gigi dengan mendalam pocket periodontal yang lebih mudah dibandingkan osteoporosis.junction sampai ke apex root. Estrogen diasumsikan bagian utama dalam hubungan dengan dengan osteoporosis karena kadar estrogen yang lebih rendah pada wanita pasca- menoupasue. menopause termasuk usia menstruasi. Penelitian case-control lainya menyelidiki kekuatan hubungan antara penyakit periodontal dan kepadatan tulang belakang. Kepadatan mineral tulang belakang diukur menggunakan DEXA. Pada penelitian bahwa usia post-menopause dan merokok merupakan faktor konstribusi hilangnya attachment. indeks gingival. indeks plak dan tingkat periodontal. melakukan penilaian hubungan keropos tulang pascamenopause setelah menopause perlekatan periodontal dan jika terapi estrogen meringankan kedua pasca-menopause kehilangan tulang dan hilangnya attachment apparatus. bahwa inisiasi periodontal tidak tergantung mineral yang tinggi pada tubuh. tahun lahir pada penggunaan medikasi obat dan sejak menopause dinilai. indeks massa tubuh dan riwayat merokok dalam waktu yang lama. menstruasi tidak teratur. Kesimpulan dari penelitian bahwa osteoporosis dapat berkontribusi hilangnya perlekatan periodontal. 10 .

kepala dan pemeriksaan leher bersama dengan paramater periodontal intra-oral plak. radius. dan tingkat perlekatan yang relatif. mempelajari bahwa besar sampel wanita yaitu osteoporosis di usia post- menopause. Pemeriksaan periodontal termasuk kedalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan tulang sistemik dengan kehilangan tulang alveolar. kedalaman. DEXA scan digunakan untuk menilai BMD dari tulang femur. individu dengan osteoporosis dan tingkat lebih rendah dengan osteopenia. Suatu hubungan kehilangan tulang alveolar 11 . Weyant et al. tingkat perlekatan klinis. perdarahan dan kehilangan perlekatan klinis. DEXA scan adalah metode untuk menilai kepadatan mineral tulang pada tulang belakang dan femur. dan indeks perdarahan. kalkulus. perdarahan. dan calcaneus. pada tingkat lebih rendah untuk kehilangan perlekatan klinis. indeks kalkulus assesment periodontal terdiri dari kedalaman probing pockets dan hilangnya perlekatan. Efek penggantian terapi estrogen dipelajari sebagai modifikator asosiasi penyakit periodontal dan BMD selain mempelajari hubungan antara BMD skeletal dan penyakit periodontal. Rata-rata usia 70.DEXA digunakan untuk mengukur BMD pada pasien periodontitis. Pada pasien periodontitis. negatif (pelindung) bahwa hubungan antara penggunaan penggantian terapi estrogen dan penyakit periodontal juga menunjukkan bahwa suplementasi estrogen dapat menurunkan risiko penyakit periodontal pada wanita. Variabel oral dinilai hilangnya gigi. Suplementasi estrogen dapat menurunkan inflamasi gingival dan tingkat kehilangan perlekatan pada osteopenik/osteoporosis. Hilangnya tulang alveolar menggunakan metode Hausmann`susing both bite-wing and peri-apical radiographs. Riwayat merokok bertahun-tahun merupakan parameter tambahan yang diperhitungkan. indeks perdarahan. Studi ini tidak menemukan hubungan antara ostepenia sistemik dan peningkatan resiko penyakit periodontal. Penelitian menunjukkan dengan adanya tingkat tinggi kalkulus. periodontal dicatat 4 bagian posterior interproksimal dan indeks plak pada pasien non-periodontitis. tulang belakang. kalkulus.7 tahun dan kepadatan mineral tulang diukur menggunakkan single photon absorptiometry di pinggul.

indeks perdarahan. femur proksimal dan tingkat perlekatan periodontal. parameter periodontal normal dengan hilangnya tulang alveolar. Parameter klinis tidak menemukan signifikan 12 . Pravelensi osteopenia/osteoporosis berbagai beragam etnis. indeks gingiva. Kesimpulan dari studi ini bahwa pravelensi dengan tanda-tanda osteoporosis menggunakan indeks kortikal mandibula pada radiografi panoramik tinggi meskipun rendah dengan mempunyai riwayat sebelumnya Terdapat hubungan osteoporosis dengan periodontitis. pyridinoline.menunjukkan bahwa osteoporosis mungkin secara tidak langsung mempunyai peran pada kelainan penyakit periodontal. Terdapat korelasi yang lemah pada penelitian 3 tahun akhir antara BMD skeletal dan tingkat perlekatan klinis. Disimpulkan bahwa osteoporosis memiliki insiden yang lebih tinggi dari kehilangan gigi. Studi longitudinal dilakukan pada komunitas yang lebih tua untuk mengevaluasi hubungan antara BMD sistemik dan penyakit periodontal. Selain indeks plak. Deviasi dari normal merupakan studi menilai apakah mendibula dan tulang skeletal mineral atau kepadatan yang terkait dan tulang berbeda dari nilai normal pada pasien muda. indeks kalkulus. Osteoporosis didiagnosa berdasarkan mutlak T-skor dan sebagian besar pada wanita post menopause. bahkan indeks concremente diambil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa periodontitis yang berat pada dewasa muda adalah gangguan lokal yang terakit dengan BMC realtif rendah di rahang tanpa ada perubahan sistemik BMD dan metabolisme tulang. BMD diukur menggunakan ultrasound densitometer pada tumit. DEXA digunakan untuk BMD dari tulang skeletal. Osteoporosis dan subjek normal dengan respek periodontitis sebanyak 50 subjek. Pada wanita post-manopause yang sehat direkrut untuk penelitian hubungan antara BMD tulang belakang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit periodontal dan BMD. indeks periodontal. Marker untuk resorpsi tulang yaitu alkaline phosphatase. deoxypyridinoline. Periodontal menemukan kedalaman dan resesi.

Terakhir. kehilangan tulang alveolar dan kehilangan gigi masih dijelajahi. kepadatan tulang mineral tulang di oral tulang yang rendah. Mekanisme hubungan antara osteoporosis dan periodontitis: mekanisme osteoporosis atau pengeroposan tulang sistemik terkait dengan perlekatan periodontal. pertama. Dalam hipotesis bahwa osteoporosis dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang alveolar. Kepadatan tulang yang rendah atau hilangnya kepadatan mineral tulang dapat menyebabkan resorpsi cepat pada tulang alveolar dengan penyakit periodontal disebabkan oleh bakteri periodontal yang mengintefikasikan hilangnya tulang. kalsitonin. kedua. yang rentan terhadap resorpsi dari efek co- existing atau subsekuens infeksi periodontal dan inflamasi. faktor sistemik yang mempengaruhi tulang remodeling yang dapat mengubah jaringan lokal hingga infeksi periodontal. Implikasi untuk pengobatan pasien dengan osteoporosis dan periodontitis: Obat yang digunakan saat ini utnuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis yaitu bifosfonat. meningkatkan aktifitas osteoklas lokal yang mengakibatkan peningkatan resorpsi tulang. bukti yang menunjukkan hubungan antara dua entitas penyakit. terapi penggantian hormon 13 . selektif reseptor estrogen modulator (SERM). faktor gaya hidup tertentu seperti merokok dan asupan kalsium suboptimal. Ketiga.berbeda antara kelompok. termasuk kavitas tulang oral. Infeksi periodontal menunjukkan bahwa peningkatan produksi sitokin lokal. Hasil penelitian bahwa individu dengan kehilangan tulang baik sistemik maupun oral harus dengan klinis yang meminimalkan kerusakan lebih lanjut dari struktur tulang sistemik atau oral. faktor genetik bahwa seseorang kehilangan tulang yang dipengaruhi oleh sistemik untuk terjadinya destruksi periodontal. Meskipun kausalitas antara kehilangan tulang sistemik dan dan kehilangan tulang oral belum dipastikan. dapat membuat seseorang memiliki risiko untuk berkembang terjadinya osteopenia dan penyakit periodontal. Individu dengan kehilangan tulang sistemik diketahui telah meningkat produksi sitokin (interleukin-1 dan interleukin-6) yang mungkin memiliki efek tulang pada seluruh tubuh.

000 orang dewasa. namun pada penelitiannya belum jelas. Sebagai penyedia layanan kesehatan. keterbatasan peneliti termasuk kurangnya informasi tentang konstribusi suplemen kalsium untuk total asupan kalsium. Imunisasi aktif terhadap TRANCE / RANKL menggunakan C-TRANCE-VLPs menawarkan pilihan terapi baru yang aman. Pravelensi penyakit periodontal adalah 30%. Sementara data ini mendukung hubungan antara diet kalsium rendah dan pravelensi lebih tinggi dari penyakit periodontal. kontrol merokok dan usia. pada asupan kalsium <800 mg dibandingkan untuk individu dengan asupan kalsium >88 mg. Pada penelitian Richard A et al menyimpulkan bahwa suplementasi estrogen dapat menurunkan inflamasi gingiva dan tingkat kehilangan perlekatan klinis pada osteopenik/osteoporosis. Kesimpulan Efek dari osteoporosis pada kedua sistemik dan kebutuhan kesehatan mulut harus dipahami dengan baik. Penelitian yang akan datang: saat ini dipasarkan terapi osteoporosis termasuk bifosfonat dan modulator estrogen selektif yang berkhasiat tapi nyaman bagi pasien karena kebutuhan dan risiko efek samping. efek diet kalsium dan vitamin D telah dipelajari secara luas.(HRT) dan suplemen gizi dari kalsium dan vitamin D.>60%. tergantung jenis kelamin. Nishida et al mengamati asupan makanan kalsium dan pemeriksaan periodontal pada 12. Ditemukan bahwa ada hubungan terbalik antara asupan kalsium dan tingkat penyakit periodontal. Obat-obat anti-resorptif: kelompok obat ini bertindak fase resorpsi tanpa mempengaruhi pembentukan osteoporosis. dokter gigi bisa melayani sebagai pra-screener pasien dengan potensi osteopenia atau 14 . Bisposonat menunjukkan untuk mencegah resorpsi alveolar dan mempertahankan massa tulang mandibular pada hewan. efisien dan hemat biaya untuk pengobatan osteoporosis.

Chocago: The American Academy of periodontitis. JAMA: The Journal of the American Medical Association. Diagnosis. Osteoporosis Prevention. 86-94.285. Annals of Periodontology. Reddy LJ.1902/annals.6. American academy of periodontology. Willaim V Giannobile. Available from: http://dx.1. Niklaus P Lang.doi. 5th edition 2007. J Chin Med Assoc 2004. Available from: http://dx. 4th edition. 2. NIH Consensus Development Panel on Osteoporosis Prevention.125(1):21–8. 2001. 2001 Dec.org/10. In: Bone as a tissue. Clinical periodontology and implant dentistry Jan Lindhe. Osteoporosis and Periodontal Disease.dan membantu dalam diagnosis awal dan pengobatan segera diperlukan. Periodontal Diseases and Osteoporosis: Association and Mechanisms. 2001 Feb 14.67:387-388. Yu-Lin Lai.1023/a:1015759318497.doi. and Therapy.org/10. Available from: http://dx.6. Faktor risiko bisa membantu mengidentifikasi individu.785.osteoporosis. Referensi 1.197. Diagnosis. 3. Sivaramakrishnan S. 39. ThorkildKarring. Wactawski-Wende J.2001. 4. Glossary of periodontal terms. 15 .org/10. Hectro F Rios. Euphytica.1001/jama.doi. and Therapy. 2002.285(6):785–95. 5. Niklaus P Lang. 6.6(1):197–208. Kannan S.

10. 1998 Nov.Feldman D. McCloskey EV. Geurs NC. In:MarcusR.23:1055-1074. and Therapy. 2001 Feb 14.org/10. Kanis JA. 1998 Jun. Available from: http://dx. 1994. JAMA: The Journal of the American Medical Association. Physicians guide to prevention and treatment of osteoporosis.785. Washington. Assessment of fracture risk and its application to screening for postmenopausal osteoporosis. Diagnosis. Kelsey J. National Osteoporosis Foundation. Use of densitometry in management of osteoporosis. 1998:1-2.285(6):785–95. Jeffcoat MK.6.127:17341742. 13. 16 . Anne-Marie Bollen. 11. NIH Consensus Development Panel on Osteoporosis Prevention.doi. Osteoporosis and periodontal disease progression. Diagnosis.x 12. Geneva: WHO.doi. Periodontol 2000.org/10. Osteoporosis San Diego: Academic Press 1996. 14. Maturitas.09066713. Ross PD.1046/j. Ssu-Kuang Chen.7. 8. DC: The Foundation.27(2):289– 301. World Health Organization. JADA 1996. Available from: http://dx. Detecting osteoporosis using dental radiographs: A comparison of four methods. 2003 Jun.285. Osteoporosis Prevention. Available from: http://dx.2003.32(1):105–10.1016/s08898529(05)70006-2.1016/s0378- 5122(98)00090-5.eds. Lewis CE. RISK FACTORS FOR OSTEOPOROTIC FRACTURE.doi.doi. 9.1001/jama.org/10. and Therapy. Anna N Law. Wahner HW. Risk factors in osteoporosis. Available from: http://dx. Technical Report Series. Endocrinology and Metabolism Clinics of North America.org/10.30(3):229–33.03208.

org/10. LaCroix AZ.1210/edrv.2300. Kooperberg C. KALENDER WA. Available from: http://dx.org/10.doi. Reginster J-Y. Available from: http://dx. 16.288(18):2300.org/10.34(12):2115–23. Feskanich D. 17. Prentice RL. 19.doi. Exercise for Female Osteoporosis. WEINECK J.25(6):359–68.21(2):115–37. JAMA. Medicine & Science in Sports & Exercise.doi. Available from: http://dx.21.2165/00007256- 19982506000002.Foundation TNO. Writing Group for the Women′s Health Initiative I: Risks and 17 .1001/jama.1007/s00198-004-1813-0. 21.org/10. Available from: http://dx. The position of the International Osteoporosis Foundation.1097/00005768-20021200000038.doi. 2004 Nov 23.org/10.2.nof. Manolagas SC. 2002 Mar. Available from: http://dx. Stefanick ML.288. Rossouw JE. Birth and Death of Bone Cells: Basic Regulatory Mechanisms and Implications for the Pathogenesis and Treatment of Osteoporosis 1 . 2000 Apr. Treatment of patients with postmenopausal osteoporosis is worthwhile.18.doi. Rizzoli R.org/10. 20.1097/00042192-20020300000003. Ernst E. KEMMLER W. Osteoporos Int. Endocrine Reviews. LAUBER D. Retrieved from http://www. et al. Menopause. 1998. Walking and Leisure-Time Activity and Risk of Hip Fracture in Postmenopausal Women.org (last accessed on 2006Aug) 15. 2002 Dec. 2002 Nov 13. Exercise effects on fitness and bone mineral density in early postmenopausal women: 1-year EFOPS results.0395. 18. HENSEN J. Delmas PD. Cooper C.doi. Sports Medicine. ENGELKE K.16(1):1–5. Anderson GL. Management of postmenopausal osteoporosis: position statement of The North American Menopause Society. Available from: http://dx.84– 101.

org/10. et al.doi. Ensrud KE.benefits of estrogen plus progestin in healthy postmenopausal women: Principal results from the Women′s Health Initiative randomized controlled trial. Harper KD. 22. Available from: http://dx.gme. Grady D.1056/nejmra022219. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Resnick NM. Miller P. Effect of the Womenʼs Health Initiative on Womenʼs Decisions to Discontinue Postmenopausal Hormone Therapy.1097/00006250-20031200000005. Cauley JA.0000086467. 2003 Sep.348(7):618–29. Robbins J. 27. Combination Therapy With Hormone Replacement and Alendronate for Prevention of Bone Loss in Elderly Women. Pressman A. 26. Obstetrics & Gynecology. Chen Z.doi. Available from: http://dx. 24. Wehren LE. Abbott TA.827 59.2525. Adachi JD.doi. 2003 May 21. 2002 Aug. Selective Estrogen-Receptor Modulators — Mechanisms of Action and Application to Clinical Practice.org/10. Jackson RD.org/10. 2003 Feb 13. Greenspan SL. JAMA.289.1097/01. Macer JL. Ettinger B. J Am Med Assoc 2002. et al. 23.289(19):2525. J Am Med Assoc 2003. Riggs BL. Available from: http://dx. Siris ES. LaCroix AZ. Parker RA. Hartmann LC. Chen Y-T.10(5):412–9. 25. 18 .org/10.87(8):3609–17.102(6):1225–32.da. Menopause. Efficacy of Raloxifene on Vertebral Fracture Risk Reduction in Postmenopausal Women with Osteoporosis: FourYear Results from a Randomized Clinical Trial.doi.1001/jama. Available from: http://dx. Barrett-Connor E.19. Sarkar S. Women′s Health Initiative I: Effects of estrogen plus progestin on risk of fracture and bone mineral density: The Women′s Health Initiative randomized trial. Gennari C. 2003 Dec.290:1729-1738. Recency and duration of postmenopausal hormone therapy: effects on bone mineral density and fracture risk in the National Osteoporosis Risk Assessment (NORA) study. Wood AJJ. Delmas PD. et al. Tosteson ANA. Cummings SR. N Engl J Med.288:321-333.

Karpf DB.. Cauley JA. Phillips HB. Barrett-Connor EL. Santora AC. 33. JAMA. Current Rheumatology Reports. Available from: http://dx.1001/jama. Randomized Trial of Effect of Alendronate Continuation Versus Discontinuation in Women With Low BMD: Results From the Fracture Intervention Trial Long-Term Extension. Goodger N. Reszka AA.Available from: http://dx. Available from: http://dx.109(4):267–76.org/10.1344.doi. A randomized trial of nasal spray salmon calcitonin in postmenopausal women with established osteoporosis: the prevent recurrence of osteoporotic fractures study. Journal of Bone and Mineral Research. Available from: http://dx.org/10.org/10. Harris ST.doi.61(9):1104–7. Black DM. Ashley FP. Bisphosphonate mechanism of action. 1996 Dec.8750.doi. 2000 Sep. et al. Genant H.doi. 30.org/10.348(9041):1535–41. Br Dent J. 28. Rodan GA.1359/jbmr. The American Journal of Medicine.040326. et al. Schwartz A. The Lancet. Effects of Risedronate Treatment on Vertebral and Nonvertebral Fractures in Women With Postmenopausal Osteoporosis<SUBTITLE>A Randomized Controlled Trial</SUBTITLE>. Available from: http://dx. Cummings SR.1016/s0140- 6736(96)07088-2. Bauer DC. 32. 2004 Mar 29. The relationship between periodontal disease and a metacarpal bone index. Andriano K.282(14):1344. Available from: http://dx.5(1):65–74. Chesnut CH.doi. Ensrud KE.14.134(6):237–9.8. Suryawanshi S. Osteonecrosis of the jaws associated with cancer chemotherapy. Pogrel M. Available from: 19 .282. 29.19(8):1259–69. Journal of Oral and Maxillofacial Surgery. Wang J. Thompson DE.1007/s11926- 003-0085-6. Nevitt MC.doi. 1973 Mar 20. 1999 Oct 13. Available from: http://dx. et al. 2003 Jan.87. Harris S. 34. 31.1016/s0002-9343(00)00490-3. Gimona A.1016/s0278-2391(03)00328-8. Silverman S. 2003 Sep.doi.org/10.1210/jcem.org/10. Randomised trial of effect of alendronate on risk of fracture in women with existing vertebral fractures.org/10.

Available from: http://dx.Int J Prosthodont. Maze CA.tb00940.bdj.x.doi. 38. Available from: http://dx.1902/jop.70. Associations of 20 .21(3):184–8. 40. The strength of association between systemic postmenopausal osteoporosis and periodontal disease. Pilgram TK.doi. Jacobs DR. Churak AP.org/10.823. 1997 Oct.org/10. 35. Journal of Periodontology.doi. Klemetti E.1999.12.1902/jop. Hildebolt CF. Klausen B.org/10. Michael Brunsvold. 1999 Sep.32(7):619–25.1994.65(12):1134– 8.1902/jop.70. Lassila V.70(8):823–8. Available from: http://dx.org/10. Mauser J. Dotson M.1111/j.1111/j. Kollerup G.4802984.1134. Forss H. Pihlstrom BL. Collin H-L. Wowern N von. Osteoporosis: A Risk Factor in Periodontal Disease. Influence of Estrogen and Osteopenia/Osteoporosis on Clinical Periodontitis in Postmenopausal Women. Famili P. Himes JH. Journal of Periodontology. Reinhardt RA.8. 1999 Aug. 1996.1999.doi.1997. Pearlstein ME. 36.http://dx.1994. Gallagher SJ. Payne JB.1038/sj. Weyant RJ. The Association Between Osteopenia and Periodontal Attachment Loss in Older Women. Mineral status of skeleton and advanced periodontal disease. Ronderos M. Available from: http://dx. YokoyamaCrothers N. Muckerman J. 41. Abel Rahim Mohammad. Attachment loss with postmenopausal age and smoking. Mattson JS. J Clin Periodontol. Journal of Periodontology. Markkanen H.x. J Periodontal Res.16000765. Patil KD.982. Forrest K.org/10.65.9.1600051x.9:479-483. Available from: http://dx. 1994 Dec.tb00301.doi.org/10.70(9):982–91.doi. 37. Cauley JA. 1994 Mar. et al. 39.

Hauser JF.1111/j. 44.periodontal disease with femoral bone mineral density and estrogen replacement therapy: cross-sectional evaluation of US adults from NHANES III. Yoshihara A.1600051x. Hildebolt CF.x.x.doi.1034/j. 2004 Aug. 2001 Jun.71(9):1492–8. Wactawski-Wende J. Dotson M.x.1034/j.29(9):796–802. Assessment of periodontal conditions and systemic disease in older subjects. A longitudinal study of the relationship between periodontal disease and bone mineral density in community- dwelling older adults. Available from: http://dx.3.doi. 2000 Sep.2004. Available from: http://dx. Ho AW. Available from: http://dx. J Clin Periodontol. 2000 Oct.31(8):680–4. Genco RJ. Cohen SC. Available from: http://dx. Wyatt CCL. MacEntee MI.doi.2000. J Clin Periodontol.doi. Pilgram TK. Miyazaki H.028006583.org/10.9.1902/jop.doi.290902. 43.doi.28(6):583–8. Hanada N. 21 . Relationships Between Clinical Attachment Level and Spine and Hip Bone Mineral Density: Data From Healthy Postmenopausal Women. J Clin Periodontol. Journal of Periodontology.org/10. 2002 Mar.1600051x. Persson RE. Hollender LG. Kiyak HA. I. J Clin Periodontol. 2002 Sep. The Relationship Between Bone Mineral Density and Periodontitis in Postmenopausal Women.27(10):778–86. Available from: http://dx.2002.x 45.1492.73(3):298–301. Von Wowern N. et al.298. Westergaard J. Dunford R. Seida Y.org/10. Available from: http://dx. Focus on osteoporosis.027010778. Powell LV.1034/j. Grossi SG.00548.73.71.1600051x.1600051x.2002.org/10.1902/jop.2001. 46.2000. 42. Kollerup G. et al. Tezal M.org/10.org/10. Bone mineral content and bone metabolism in young adults with severe periodontitis. Journal of Periodontology. Kardaris E.

50. Ana Pejcic.org/10.6(1):197–208.7. Grossi SG. Protection against Osteoporosis by Active Immunization with TRANCE/RANKL Displayed on Virus-Like Particles. 49. Illges H. Available from: http://dx.1057. 2005 Oct 19. 2000 Jul. Trevisan M.9. Periodontitis and osteoporosis. Calcium and the Risk For Periodontal Disease.6211.org/10. 22 . Rajasekaran N. The Journal of Immunology.doi. Journal of Periodontology. Nishida M. Medicine and Biology 2005. Genco RJ.175(9):6211–8.12:100-103. Dunford RG.71. Wactawski-Wende J. Ho AW. 2001 Dec.1902/annals.2000. Maurer P. Periodontal Diseases and Osteoporosis: Association and Mechanisms. Available from: http://dx. Draginja Kojovic.2001.org/10. Bojana Stamenkovic.6.71(7):1057–66. 48.doi.1. et al. Available from: http://dx. Spohn G. Ivana Grigorov.175.4049/jimmunol.doi.1902/jop. Schwarz K. Choi Y. Annals of Periodontology.47.197.