You are on page 1of 39

Validitas dan Reliabilitas

23.25 Validitas dan Reliabilitas 87 comments

Validitas

Secara umum uji validitas adalah untuk melihat apakah item pertanyaan yang dipergunakan
mampu mengukur apa yang ingin diukur. Terdapat berbagai macam konsep tentang validitas, dan
di sini hanya akan dibahas validitas yang jamak dipergunakan dalam berbagai penelitian
ekonomi. Suatu item pertanyaan dalam suatu kuesioner dipergunakan untuk mengukur suatu
konstruk (variabel) yang akan diteliti. Sebagai contoh: besarnya gaji valid dipergunakan untuk
mengukur kekayaan seseorang; atau jumlah anak tidak valid dipergunakan untuk mengukur
kekayaan seseorang. Artinya gaji mempunyai korelasi dengan tingkat kekayaan seseorang, tetapi
jumlah anak tidak berkorelasi dengan tingkat kekayaan seseorang.

Beberapa alat analisis yang sering dipergunakan untuk melakukan uji validitas adalah:

1. Korelasi Product Moment
Item butir dinyatakan valid jika mempunyai korelasi dengan skor total (r hitung) di atas r tabel.
Perhitungan dengan SPSS menggunakan Analyze --> correlate --> bivariate, pilih Pearson.
Pindahkan data jawaban pada masing-masing butir dan skor total dari kiri ke kanan. Hasilnya
pada output, lihat pada kolom paling kanan.

2. Corrected Item to Total Correlation
Adalah dengan mengkoreksi nilai r hitung karena adanya spurious overlap. Perhitungan dengan
SPSS menggunakan Analyze --> Scale --> Reliability Analysis, pindahkan jawaban responden
pada masing-masing butir (tanpa skor total) dari kiri ke kanan --> Pilih Statistic è Klik pada
Scale if item deleted --> OK. Nilai yang dipergunakan pada kolom Corrected item-total
correlation.

3. Analisis Faktor
Item yang valid akan mengelompok pada konstruk yang diukur. Analisis dengan SPSS
menggunakan Analyze è Data reduction --> Factor Analysis --> masukan semua jawaban
responden. Item pertanyaan pada suatu konstruk yang tidak mengelompok pada konstruk
tersebut dinyatakan tidak valid.

Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah untuk melihat apakah rangkaian kuesioner yang dipergunakan untuk
mengukur suatu konstruk tidak mempunyai kecenderungan tertentu. Nilai yang lazim dipakai
adalah 0,6. Perhitungan dengan SPSS sama dengan perhitungan validitas dengan Corrected Item
to Total Correlation. Nilai yang dilihat adalah Alpha, pada bagian kiri bawah.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul
1. Bagaimana perlakuan terhadap butir pertanyaan yang tidak valid?
Jawab: Butir yang tidak valid berarti tidak mampu mengukur suatu konstruk yang akan diukur,
sehingga sebaiknya dikeluarkan dari model penelitian.

2. Butir-butir pertanyaan sudah valid semua, tetapi mengapa tidak reliabel?
Jawab: Meskipun ada kecenderungan bahwa jika semua butir sudah valid akan reliabel, akan
tetapi hal tersebut tidak merupakan suatu jaminan. Upaya yang dapat dilakukan agar menjadi
reliabel adalah dengan menggunakan pengujian reliabilitas yang lain, atau memodifikasi
indikator yang dipergunakan.

3. Kuesioner sudah valid dan reliabel, tetapi mengapa hipotesis tidak diterima?
Jawab: Tidak ada hubungan antara uji validitas dan reliabilitas dengan penerimaan hipotesis. Uji
validitas dan reliabilitas hanya untuk melihat apakah alat ukur yang dipergunakan (kuesioner)
sudah layak dipergunakan atau belum.

4. Metode pengujian mana yang paling tepat?
Jawab: Tidak ada ketentuan yang pasti dan tergantung dari model yang dipergunakan dalam
penelitian.

5. Bolehkan pengujian Alpha Cronbach dipergunakan untuk kuesioner dengan jawaban benar
dan salah?
Jawab: Tidak boleh. Alpha Cronbach tidak dapat digunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner
dengan skala nominal (benar/salah)

6. Berapakah jumlah indikator yang ideal dalam mengukur suatu konstruk/variabel?
Jawab: Tidak ada ketentuan yang pasti. Semakin banyak akan semakin baik, akan tetapi
memerlukan tenaga yang lebih besar dan mungkin tidak sebanding dengan manfaat yang
diperoleh. Untuk model dengan SEM, disarankan minimal 3 indikator setiap konstruk (tetapi
bukan merupakan suatu keharusan)

Simulasi Uji Validitas dan Reliabilitas dengan SPSS

14.39 Validitas dan Reliabilitas 19 comments

Berikut adalah simulasi uji validitas dengan korelasi Pearson dan uji reliabilitas dengan Split-

Half dengan SPSS Versi 11.5. Tabulasi dalam bentuk SPSS dapat anda download di sini dan

outputnya dapat anda download di sini.

1. Uji Validitas

Uji validitas yang digunakan adalah dengan metode korelasi Pearson, dengan menu

Analyze lalu pilih Correlate dan klik pada Bivariate seperti pada gambar di bawah ini:

Gambar 1
Menu Korelasi Pearson

Setelah diklik pada menu Bivariate maka program SPSS akan mengarahkan ke box sebagai

berikut:

Gambar 2
Menu Box Bivariate Correlations

maka indikator ps01 sampai dengan ps14 dan Perilaku Siswa dipindah ke box sebelah kanan yang kosong sebagai berikut: Gambar 3 Memasukkan Indikator Setelah itu tekan OK di sebelah kanan atas pada box. Di sebelah kiri merupakan indikator-indikator dari variabel penelitian. dan untuk menguji validitas pada indikator perilaku siswa. sehingga program akan menghitung nilai R Pearson pada masing-masing indikator dengan nilai Skor total yaitu pada variabel .

(2-tailed) .633(**) Sig. (2-tailed) .655(**) Sig.000 N 72 PS07 Pearson Correlation .000 N 72 PS04 Pearson Correlation . (2-tailed) .000 N 72 PS06 Pearson Correlation .Perilaku Siswa. (2-tailed) .000 N 72 PS09 Pearson Correlation .000 N 72 PS08 Pearson Correlation . (2-tailed) .000 N 72 PS03 Pearson Correlation . Nilai yang dipergunakan untuk menguji validitas indikator adalah pada kolom paling kanan.000 N 72 PS11 Pearson Correlation .698(**) Sig.772(**) Sig. (2-tailed) .000 N 72 PS05 Pearson Correlation .000 N 72 PS12 Pearson Correlation . (2-tailed) .581(**) Sig. (2-tailed) .741(**) Sig. (2-tailed) . (2-tailed) .000 N 72 PS10 Pearson Correlation .717(**) Sig.784(**) Sig. sehingga akan ditampilkan sebagai berikut: Tabel 1 Uji Validitas Indikator Perilaku Siswa Perilaku Siswa PS01 Pearson Correlation . (2-tailed) .755(**) Sig.642(**) Sig.802(**) Sig. (2-tailed) .000 N 72 PS02 Pearson Correlation .000 N 72 .634(**) Sig.

Menggunakan tanda flag (*) di mana tanda satu buah flag (*) menunjukkan bahwa indikator tersebut signifikan pada taraf 5% dan tanda dua buah flag (**) menunjukkan bahwa indikator tersebut valid pada taraf 1%. PS13 Pearson Correlation . N 72 ** Correlation is significant at the 0. 3. Dengan demikian tampak bahwa semua indikator yang dipergunakan untuk mengukur variabel perilaku siswa adalah valid karena semua indikator terdapat tanda flag dua buah. nilai Pearson Correlation semuanya juga di atas nilai R tabel yaitu sebesar 0.689(**) Sig. (2-tailed) . Interpretasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu sebagai berikut: 1. (2-tailed) .230. Menggunakan R tabel.000 N 72 Perilaku Siswa Pearson Correlation 1 Sig. yaitu membandingkan nilai Pearson Correlation (baris pertama masing- masing indikator) dengan nilai R yang terdapat pada Tabel.05 dan valid pada taraf 1% jika mempunyai signifikansi di bawah 0.01 level (2-tailed). 2.695(**) Sig. Selain itu. di mana nilai R untuk sampel sebanyak 72 pada taraf 5% adalah sebesar 0. Menggunakan signifikansi pada baris kedua masing-masing indikator di mana indikator dinyatakan valid pada taraf 5% jika mempunyai signifikansi di bawah 0. (2-tailed) . dan signifikansi di bawah 0.230.01. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menggunakan metode split half yaitu dengan memilih Analyze >> Scale >> Reliabilty yaitu sebagai berikut: .05 semua. 2.000 N 72 PS14 Pearson Correlation .

maka program akan mengarahkan ke menu box sebagai berikut: Gambar 6 Menu Box Reliabilitas Pindahkan indikator ps01 sampai dengan ps14 dari kotak kiri ke kotak kosong di sebelah kanan dan pada Model di kiri bawah pilih menu Split half. yaitu sebagai berikut: Gambar 7 Memasukkan Indikator . Gambar 5 Menu Uji Reliabilitas Setelah diklik pada menu Reliability Analysis.

Dengan demikian dinyatakan bahwa rangkaian kuesioner yang dipergunakan pada variabel perilaku siswa adalah reliabel.8160 yang berada di atas nilai R tabel untuk 72 sampel yaitu sebesar 0. Korelasi antara part 1 dengan part 2 adalah sebesar 0.7032 dan Guttman Split Half adalah sebesar 0.230. Setelah itu tekan OK. sehingga program akan menghitung dan mengeluarkan output sebagai berikut: Gambar 8 Output Uji Reliabilitas Perilaku Siswa Tampak bahwa terdapat N of cases yaitu jumlah sampel sebanyak 72 dengan indikator N of Items sebanyak 14. .

Menurut Gronlund dan Linn (1990) Validitas adalah ketepatan interpretasi yang dibuat dari hasil pengukuran atau evaluasi 2.Uji Validitas Pengertian Validitas: 1. menyangkut. Menurut Arikunto (1995) Validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen bersangkutan yang mampu mengukur apa yang akan diukur. Pengertian Uji Validitas: Menurut Sugiyono (2006) Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen. dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian Tujuan uji validitas: Mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya. . Menurut Sukadji (2000) Validitas adalah derajat yang menyatakan suatu tes mengukur apa yang seharusnya diukur. 4. “What the test measure and how well it does” 3. 5. Menurut Azwar (2000) Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsinya. Menurut Anastasi (1990) Validitas adalah ketepatan mengukur konstruk. Agar data yang diperoleh bisa relevan/sesuai dengan tujuan diadakannya pengukuran tersebut.

tetapi dipahami bahwa tes itu sudah valid berdasarkan telaah kisi-kisi tes. Dengan kata lain. Validitas isi (content validity) 2. tugas atau butir dalam suatu tes atau instrumen mampu mewakili secara keseluruhan dan proporsional perilaku sampel yang dikenai tes tersebut. Oleh karena itu. Untuk mengetahui apakah tes itu valid atau tidak harus dilakukan melalui penelaahan kisi-kisi tes untuk memastikan bahwa soal-soal tes itu sudah mewakili atau mencerminkan keseluruhan konten atau materi yang seharusnya dikuasai secara proporsional. Jadi situasi tes akan mempunyai validitas isi yang baik jika tes tersebut terdiri dari item-item yang mewakili semua materi yang hendak diukur. Validitas empiris Validitas isi (content validity) Validitas isi suatu tes mempermasalahkan seberapa jauh suatu tes mengukur tingkat penguasaan terhadap isi suatu materi tertentu yang seharusnya dikuasai sesuai dengan tujuan pengajaran. Artinya tes mencerminkan keseluruhan konten atau materi yang diujikan atau yang seharusnya dikuasai secara proporsional. Validitas Konstruk (Construct validity) 3. wiersma dan Jurs dalam Djaali dan Pudji (2008) menyatakan bahwa validitas isi sebenarnya mendasarkan pada analisis logika. Salah satu cara yang biasa digunakan untuk memperbaiki validitas isi suatu tes ialah dengan menggunakan blue- print untuk menentukan kisi-kisi tes. Kriteria untuk menentukan proporsi masing-masing pokok atau sub pokok bahasan yang tercakup dalam suatu tes ialah berdasarkan banyaknya isi (materi) masing-masing pokok atau sub-pokok bahasan seperti tercantum dalam kurikulum atau Garis-Garis Besar Program Pengajaran(GBPP). Untuk memperbaiki validitas suatu tes. Menurut Gregory (2000) validitas isi menunjukkan sejauhmana pertanyaan. . Oleh karena itu. Selain itu. maka isi suatu tes harus diusahakan agar mencakup semua pokok atau sub-pokok bahasan yang hendak diukur. jadi tidak merupakan suatu koefisien validitas yang dihitung secara statistika.Macam-macam validitas: Menurut Djaali dan Pudji (2008) validitas dibagi menjadi 3 yaitu: 1. penentuan proporsi tersebut dapat pula didasarkan pendapat (judgement) para ahli dalam bidang yang bersangkutan. tes yang mempunyai validitas isi yang baik ialah tes yang benar-benar mengukur penguasaan materi yang seharusnya dikuasai sesuai dengan konten pengajaran yang tercantum dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP). validitas isi suatu tes tidak memiliki besaran tertentu yang dihitung secara statistika.

mulai dari perumusan konstruk.. motivasi berprestasi.. Menyimak proses telaah teoritis seperti telah dikemukakan. intelegensi (kecerdasan intelekual). dan lain-lain. .. sampai kepada penjabaran dan penulisan butir-butir item instrumen. lokus control. baik yang sifatnya performansi tipikal seperti instrumen untuk mengukur sikap. kecerdasan emosional dan lain-lain. Validitas konstruk biasa digunakan untuk instrumen-instrumen yang dimaksudkan mengukur variabel-variabel konsep. maka proses validasi konstruk sebuah instrumen harus dilakukan melalui penelaahan atau justifikasi pakar atau melalui penilaian sekelompok panel yang terdiri dari orang-orang yang menguasai substansi atau konten dari variabel yang hendak diukur. konsep diri. Perumusan konstruk harus dilakukan berdasarkan sintesis dari teori-teori mengenai konsep variabel yang hendak diukur melalui proses analisis dan komparasi yang logik dan cermat. maupun yang sifatnya performansi maksimum seperti instrumen untuk mengukur bakat (tes bakat).Validitas Konstruk (Construct validity) Menurut Djaali dan Pudji (2008) validitas konstruk adalah validitas yang mempermasalahkan seberapa jauh item-item tes mampu mengukur apa-apa yang benar-benar hendak diukur sesuai dengan konsep khusus atau definisi konseptual yang telah ditetapkan. gaya kepemimpinan. Penelaah :……………………………………………………. Untuk menentukan validitas konstruk suatu instrumen harus dilakukan proses penelaahan teoritis dari suatu konsep dari variabel yang hendak diukur. minat. penentuan dimensi dan indikator. Kelas/Semester :……………………………………………………. Contoh Format Penelaahan Butir Soal Bentuk Uraian Mata Pelajaran :…………………………………………………….

relevasi. Nomor Soal No. Aspek yang Ditelaah 1 2 3 … Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak A12 MateriSoal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk 3 uraian)Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah 4 sesuai B Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Bahasa Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku . 5 kontinyuitas. gambar. kemudian tuliskan alasan pada ruang catatan atau pada teks soal dan perbaikannya. grafik. peta.Petunjuk pengisian format penelaahan butir soal bentuk uraian: Analisislah setiap butir soal berdasarkan semua kriteria yang tertera di dalam format! Berilah tanda cek ( ) pada kolom “ya” bila soal yang ditelaah sudah sesuai dengan kriteria Berilah tanda cek ( ) pada kolom “tidak” bila soal yang ditelaah tidak sesuai dengan kriteria. 12 Ada pedoman penskorannya 13 Tabel. keterpakaian sehari-hari tinggi) 6 Isi materi yang ditanyakan sesuai 7 dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas 8 Konstruksi C Menggunakan kata tanya atau 9 perintah yang menuntutjawaban uraian 10 Ada petunjuk yang jelas tentang cara 11 pengerjaan soal.

kemudian tuliskan alasan pada ruang catatan atau pada teks soal dan perbaikannya. . Petunjuk pengisian format penelaahan butir soal bentuk pilihan ganda: Analisislah setiap butir soal berdasarkan semua kriteria yang tertera di dalam format! Berilah tanda cek ( ) pada kolom “ya” bila soal yang ditelaah sudah sesuai dengan kriteria Berilah tanda cek ( ) pada kolom “tidak” bila soal yang ditelaah tidak sesuai dengan kriteria. Kelas/Semester :……………………………………………………. Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Catatan: ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… Contoh Format Penelaahan Butir Soal Bentuk Pilihan Ganda Mata Pelajaran :……………………………………………………... Penelaah :……………………………………………………..

jelas dan tegas 9 Rumusan pokok soal dan pilihan 10 jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja 11 Pokok soal tidak memberi petunjuk 12 kunci jawaban 13 Pokok soal bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda 14 Pilihan jawaban homogeny dan logis C ditinjau dari segi materi 15 Gambar. kontinyuitas. atau sejenisnya jelas dan berfungsi 16 Panjang pilihan jawaban relatif sama 17 Pilihan jawaban tidak menggunakan 18 pernyataan “semua jawaban di atas salah/benar” dan sejenisnya Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka atau . diagram. grafik. Aspek yang Ditelaah 1 2 3 … Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak A12 MateriSoal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk 3 pilihan ganda)Materi yang ditanyakan sesuai dengan 4 kompetensi (urgensi. keterpakaian sehari- B hari tinggi) 5 Pilihan jawaban homogen dan logis 6 Hanya ada satu kunci jawaban 7 Konstruksi 8 Pokok soal dirumuskan dengan singkat. table. Nomor Soal No. relevasi.

kecuali merupakan satu kesatuan pengertian Catatan: …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Validitas empiris Validitas empiris sama dengan validitas kriteria yang berarti bahwa validitas ditentukan berdasarkan kriteria. Validitas yang ditentukan berdasarkan kriteria internal disebut validitas internal. Kriteria internal adalah tes atau instrumen itu sendiri yang menjadi kriteria. baik kriteria internal maupun kriteria eksternal. kronologisnya Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya Bahasa Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia Menggunakan bahasa yang komunikatif Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama. Validitas internal Validitas internal merupakan validitas yang diukur dengan besaran yang menggunakan instrumen sebagai suatu kesatuan (keseluruhan butir) sebagai kriteria untuk menentukan validitas item atau butir dari instrumen itu. sehingga biasa disebut juga validitas butir. Ukuran lain yang sudah dianggap baku atau dapat dipercaya dapat pula dijadikan sebagai kriteria eksternal. sedangkan validitas yang ditentukan berdasarkan kriteria eksternal disebut validitas eksternal. sedangkan kriteria eksternal adalah hasil ukur instrumen atau tes lain di luar instrumen itu sendiri yang menjadi kriteria. . Dengan demikian validitas internal mempermasalahkan validitas butir atau item suatu instrumen dengan menggunakan hasil ukur instrumen tersebut sebagai suatu kesatuan dan sebagai kriteria.

. Validitas eksternal Kriteria eksternal dapat berupa hasil ukur instrumen yang sudah baku atau instrumen yang dianggap baku dapat pula berupa hasil ukur lain yang sudah tersedia dan dapat dipercaya sebagai ukuran dari suatu konsep atau varaibel yang hendak diukur. Kriteria yang digunakan untuk menguji validitas eksternal adalah nilai table r (r- tabel). Validitas prediktif apabila kriteria eksternal yang digunakan adalah adalah ukuran atau penampilan masa yang akan datang. maka besaran validitas eksternal dari instrumen yang kita kembangkan didapat dengan jalan mengkorelasikan skor hasil ukur instrumen yang dikembangkan dengan skor hasil ukur instrumen baku yang dijadikan kriteria. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka. Butir atau soal yang dianggap valid adalah butir instrumen atau soal tes yang skornya mempunyai koefesien korelasi yang signifikan dengan skor total instrumen atau tes. Validitas eksternal diperlihatkan oleh suatu besaran yang merupakan hasil perhitungan statistika. Menurut Sukadji (2000) Reliabilitas suatu tes adalah seberapa besar derajat tes mengukur secara konsisten sasaran yang diukur. 2. Jika koefesien korelasi antara skor hasil ukur instrumen yang dikembangkan dengan skor hasil ukurinstrumen baku lebih besar dari pada r-tabel. Menurut Gronlund dan Linn (1990) Reliabilitas adalah ketepatan hasil yang diperoleh dari suatu pengukuran. 1. maka validitas instrumen yang dikembangkan juga makin baik. biasanya sebagai koefesien. validitas eksternal dapat dibedakan atas dua macam yaitu: 1. Ditinjau dari kriteria eksternal yang dipilih. maka instrumen yang dikembangkan dapat valid berdasarkan kriteria eksternal yang dipilih (hasil ukur instrumen baku). Validitas kongkuren apabila kriteria eksternal yang digunakan adalah ukuran atau penampilan saat ini atau saat yang bersamaan dengan pelaksanaan pengukuran. 2. Koefesien tinggi berarti reliabilitas tinggi. Uji Reliabilitas Pengertian Reliabilitas: 1. Jadi keputusan uji validitas dalam hal ini adalah mengenai valid atau tidaknya instrumen sebagai suatu kesatuan.Pengujian validitas butir instrumen atau soal tes dilakukan dengan menghitung koefesien korelasi antara skor butir instrumen atau soal tes dengan skor total instrumen atau tes. Makin tinggi koefesien korelasi yang didapat. Jika kita menggunakan hasil ukur instrumen yang sudah baku sebagai kriteria eksternal. bukan valid atau tidaknya butir instrumen seperti pada validitas internal. 1.

sehingga bila digunakan berkali- kali dapat menghasilkan data yang sama. Menurut Suryabrata (2004) Reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan alat tersebut dapat dipercaya. Menurut Djaali dan Pudji (2008) reliabilitas dibedakan menjadi dua macam. 1. Jika hasil pengukuran kedua menunjukkan ketidakkonsistenan maka hal ini akan menunjukkan bahwa hasil ukur tes atau instrumen tersebut tidak dapat dipercaya atau tidak reliable serta tidak dapat digunakan sebagai ukuran untuk mengungkapkan ciri atau keadaan sesungguhnya dari objek pengukuran. atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda. atau di bawah kondisi pengujian yang berbeda. Tujuan dari uji reliabilitas: Menunjukkan konsistensi skor-skor yang diberikan skorer satu dengan skorer lainnya. 5. Menurut Sugiono (2005) dalam Suharto (2009) Reliabilitas adalah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang. 3. konsistensi. Menurut Anastasia dan Susana (1997) Reliabilitas adalah sesuatu yang merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda. 4. 1. Reliabilitas konsistensi tanggapan Reliabilitas ini mempersoalkan apakah tanggapan responden atau objek terhadap tes tersebut sudah baik atau konsisten. Tujuan dari uji reliabilitas ini adalah untuk menunjukkan konsistensi skor-skor yang diberikan skorer satu dengan skorer lainnya. Pengujian ini dimaksudkan untuk menjamin instrumen yang digunakan merupakan sebuah instrumen yang handal. 1. Pengertian Uji Reliabilitas: Menurut Husaini (2003) Uji reliabilitas adalah proses pengukuran terhadap ketepatan (konsisten) dari suatu instrumen. Ada tiga mekanisme untuk memeriksa reliabilitas tanggapan responden terhadap tes yaitu: . stabil dan dependibalitas. yaitu 1.

Teknik test-retest ialah pengetesan dua kali dengan menggunakan suatu tes yang sama pada waktu yang berbeda. Rumus reliabilitas Hoyt. 1. Rumus koefisien Alpha atau Alpha Cronbach. xi = jumlah kuadrat deviasi skor dari Xi xt = jumlah kuadrat deviasi skor dari Xt Data hasil uji coba adalah sebagai berikut: Nomor Butir Pertanyaan Nomor Responden Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 1 5 4 3 5 3 5 3 28 2 5 4 3 4 3 4 3 26 3 4 4 2 4 3 4 3 24 4 4 3 3 3 4 3 4 24 . Bentuk ekivalen ialah pengetesan (pengukuran) yang dilakukan dengan menggunakan dua tes yang dibuat setara kemudian diberikan kepada responden atau obyek tes dalam waktu yang bersamaan. 2. maka rumus yang digunakan untuk menghitung koefesien korelasi antara skor butir instrumen atau soal dengan skor total instrumen atau skor total tes adalah sebagai berikut: Keterangan: rit = koefisien korelasi antara skor butir soal dengan skor total. 2. Teknik belah dua ialah pengetesan (pengukuran) yang dilakukan dengan dua kelompok item yang setara pada saat yang sama. Contoh Uji Validitas dan Uji Reliabilitas: Contoh perhitungan korelasi butir untuk soal bentuk uraian dengan skor butir kontinum. 3. Reliabilitas konsistensi gabungan item Reliabilitas ini berkaitan dengan kemantapan atau konsistensi antara item-item suatu tes. Uji Validitas Jika skor butir instrumen atau soal tes kontinum (misalnya skala sikap atau soal bentuk uraian dengan skor butir 1-5 atau skor soal 0-10) dan diberi simbol X i dan skor total instrumen atau tes diberi simbol Xt. Bila terhadap bagian obyek ukur yang sama. 4. yang dikenal dengan nama KR-20 dan KR-21. yang menggunakan analisis varian. hasil ukur melalui item yang satu kontradiksi atau tidak konsisten dengan hasil ukur melalui item yang lain maka pengukuran dengan tes (alat ukur) sebagai suatu kesatuan itu tidak dapat dipercaya. 3. Koefesien reliabilitas konsistensi gabungan item dapat dihitung dengan menggunakan: 1. 2. Rumus Kuder-Richardson.

62 .24 Jumlah 8.56 4 1.16 5 1. yaitu: Keterangan: rii = koefisien reliabilitas tes k = cacah butir = varian skor butir = varian skor total Koefisien reliabilitas dari contoh diatas dapat dihitung dengan cara pertama-tama dihitung varian butir sebagai berikut: Nomor butir Varian Butir 1 1.69 7 1.631.631. selanjutnya akan dihitung koefesien reliabilitas dengan menggunakan rumus koefesien Alpha.24 2 1. 5 5 5 3 4 5 5 4 31 6 3 3 2 3 2 3 1 17 7 3 3 2 3 2 2 2 17 8 3 2 2 3 2 2 2 16 9 2 2 1 2 1 2 1 11 10 2 1 1 1 1 1 1 8 Jumlah 36 31 22 32 26 31 24 202 Penyelesaian: Untuk n=10 dengan alpha sebesar 0. Uji reliabilitas Dari soal diatas.44 6 1.29 3 0. Karena nilai koefesien korelasi antara skor butir dengan skor total untuk semua butir lebih besar dari 0. maka semua butir mempunyai korelasi signifikan dengan skor total tes. Dengan demikian maka semua butir tes dianggap valid atau dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar.05 didapat nilai table r=0.

97 Contoh Perhitungan Korelasi Butir untuk Soal Bentuk Objektif Uji Validitas Jika skor butir soal diskontinum (misalnya soal bentuk objektif dengan skor butir soal 0 atau 1) maka kita menggunakan koefesien korelasi biserial dan rumus yang digunakan untuk menghitung koefesien korelasi biserial antara skor butir soal dengan skor total tes adalah: Keterangan: rbis(i) = koefesien korelasi beserial antara skor butir soal nomor i dengan skor total X1 = rata-rata skor total responden yang menjawab benar butir soal nomor i Xt = rata-rata skor total semua responden st = standar deviasi skor total semua responden pi = proporsi jawaban yang benar untuk butir soal nomor i qi = proporsi jawaban yang salah untuk butir soal nomor i Contoh hasil uji coba adalah sebagai berikut: Nomor Butir Pertanyaan Nomor Responden Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 1 1 1 1 1 0 0 0 4 2 1 1 0 1 1 1 0 5 3 0 1 1 1 0 0 0 3 4 1 1 0 0 0 0 0 2 5 0 1 0 0 0 0 0 1 6 1 1 1 1 1 1 1 7 7 1 1 1 1 1 1 0 6 8 0 0 0 0 0 0 0 0 9 1 1 0 0 1 0 0 3 10 1 1 1 1 1 0 0 5 Jumlah 7 9 5 6 5 3 1 36 Xt = 3.57 0.70 0.63 Valid 2 0.60 St = 2.107 Nomor Butir r-butir r-tabel Status 1 0.63 Tidak valid .Jadi koefesien reliabilitas tes (dengan 7 butir) pada contoh diatas adalah 0.

6 St = 1.63 Valid 6 0.54 0. Dengan demikian maka semua butir tes (5 butir) dianggap valid atau dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar.81 0.8 Untuk n = 10 dengan alpha sebesar 0.63 Tidak valid Ternyata dari tujuh butir soal tes ada 5 butir yang valid dan dua butir tidak valid. maka semua butir mempunyai korelasi biserial yang signifikan dengan skor total tes.63 Valid 7 0.66 0. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan untuk menghitung koefesien antara skor butir dengan skor total baru (5 butir). Karena niai koefesien korelasi biserial antara skor butir dengan skor total untuk semua butir lebih besar dari 0.63 Valid 5 0. sebagai berikut: Data hasil uji coba adalah sebagai berikut: Nomor Butir Pertanyaan Nomor Responden Jumlah 1 3 4 5 6 1 1 1 1 0 0 3 2 1 0 1 1 1 4 3 0 1 1 0 0 2 4 1 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 0 0 6 1 1 1 1 1 5 7 1 1 1 1 1 5 8 0 0 0 0 0 0 9 1 0 0 1 0 2 10 1 1 1 1 0 4 Jumlah 7 5 6 5 3 26 Xt = 2. Uji Reliabilitas .76 0.75 0.631.63 Valid 4 0.631. 3 0.05 didapat nilai table r = 0.

4 0. dkk. 2003. 1990. Kualitatif dan R&D. New Jersey: Prentice-Hall Inc.24 Jadi koefesien reliabilitas tes (dengan 5 butir) pada contoh diatas adalah 0. A & Susana Urbina. Gregory. New York: Macmillan Publishing Company. 2000. Azas-Azas Penelitian Behavioral (Alih Bahasa Simatupang dan Koesoemanto). Kerlinger.5 0.. Jakarta: PT Grasindo. sebagai berikut: Keterangan: rii = koefesien reliabilitas tes k = cacah butir piqi = varian skor butir pi = proporsi jawaban yang benar untuk butir nomor i qi = proporsi jawaban yang salah untuk butir nomor i = varian skor total Koefesien reliabitas dari contoh diatas adalah: Pertama-tama dihitung varian butir (piqi) sebagai berikut: Nomor butir pi qi piqi 1 0.21 Jumlah 1. 2006.5 0. dan Linn. Psycological Testing: History. Sugiyono. 2008. EN. Principles and Aplications.21 3 0.6 0.3 0. Manajemen Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto. Pengantar Statistika. Usman.25 6 0. Daftar Pustaka: Anastasia.3 0. Husaini.80.5 0. Jakarta: Rineka Cipta. 1995. Boston: Allyn and Bacon Gronlund. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Robert J. 1997. .7 0. Pendekatan Kuantitatif.25 4 0. Psychological Testing.16 St = 3. Bandung: Penerbit Alfabeta. 1990. Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan.16 = 1. Measurement and Evaluation in Teaching.24 5 0. Djaali&Pudji Muljono. Metode Penelitian Pendidikan. Sixth Edition.5 0. Suharsimi.7 0.Selanjutnya akan dihitung koefesien reliabilitas dengan menggunakan rumus KR-20.

http://suhartoumm. Uji Validitas. Uji Validitas dengan Fungsi Correl Ishaq Madeamin 17. Dalam bentuk jawaban benar = 1. Soetarlinah.html Sukadji.blogspot. yaitu uji validitas dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment (baca!).19 Pada tulisan sebelum ini terdapat sebuah tulisan dengan pokok bahasan yang sama dengan judul di atas. Penggunaaan rumus Korelasi Point Biserial banyak diaplikasi untuk menguji valid sebuah hasil uji coba tes (instrumen) hasil belajar dalam hal ini soal pilihan ganda.com/2009/10/uji-validitas-dalam-beberapa-pengertian. Uji validitas dengan rumus Korelasi Point Biserial. pada tulisan ini kita akan membahas cara uji validitas dengan menggunakan rumus Korelasi Point Biserial atau dalam Microsoft Excel disebut dengan Fungsi CORREL. Jakarta: UI-Press.Suharto. dan salah = 0. 2009. Penelitian. 2000. Reliabilitas. Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian. secara umum: . Namun. Instrumen.

8. untuk itu pada Microsoft Excel tabel di atas kita lengkapi dengan cara: 1.6. dengan bentuk: =CORREL(Array.0. di bagi jumlah siswa (misal p1= 4/5 = 0. p adalah proporsi subjek yang menjawab benar tiap butir soal atau jumlah jawaban benar pada butir ke.2..Array2) Keterangan: Array1:Range untuk item soal (tiap butir soal) Array2:Range untuk skor total Sebagai contoh..4. p2= 0. q2= 0. dengan cara: o Misal untuk butir soal ke-1: Jumlah yang menjawab butir soal ke-1 ada 4 siswa (No: 1.dan 5) .6. Selanjutnya menghitung Mp. p3= 0. q adalah 1 .8 = 0.Rumus Korelasi Point Biserial di atas jika dengan menggunakan Microsoft Excel adalah dengan menggunakan fungsi CORREL.N5=6) 2..p (misal q1= 1 .4. N adalah jumlah skor jawaban benar tiap butir soal ke. . q3= 0.3. dst) 3. dst) 4. N2=3.2.(misal N1=4. maka kita akan menghitung secara manual berdasarkan rumus. kita analisis data-data hasil uji coba soal berikut ini Jika dengan menggunakan rumus Korelasi Point Biserial.

sehingga Mt = 16/5 =3. Mp4= 5. o Dengan cara yang sama diperoleh: Mp2= 4. selengkapnya: 7. maka pada tabel di Microsoft Excel secara lengkap datanya sebagai berikut: .0. Selanjutnya menghitung simpangan baku dengan persamaan: Dengan persamaan tersebut. dihitung dengan menggunakan rumus: Berdasarkan data diperoleh: 5+4+3+2+2 = 16.5. 5.17.5. dan N = 5.2 6. Mt adalah rata-rata skor toatl. Mp6= 2. dengan skor masing-masing adalah 5+4+3+2=14 (tidak dihitung skor yang diperoleh siswa ke-4) Jadi Nilai Mp1= 14/4= 3. diperoleh simpangan baku sebesar 1. Mp3= 4. Dengan perhitungan pada langkah 1-6.

Kopi jawaban butir soal 1.$H$3:$H$7) 3. Masukkan Fungsi CORREL. Jika Anda telah memahami langkah-langkah di atas untuk menentukan hasil uji validitas dengan rumus Koefisien Point Biserial. jika sesuai cell gambar di atas.51. yaitu: 1. 9.5. (sama dengan menggunakan rumus Koefisien Point Biserial. s/d 6.91. 8. diperoleh hasil 0. 4. maka fungsinya adalah: =CORREL(B3:B7. Selesai. untuk butir ke-2. Langkah terakhir adalah menentukan nilai uji validitas dengan menggunakan rumus Koefisien Point Biserial. . butir6= -0. butir2= 0.Array2) Berikut ini langkah-langkah dengan menggunakan Fungsi CORREL. butir4= 0.84.51.77. Fungsi CORREL =CORREL(Array1. diperoleh rpbis (butir1)= 0. butir5=error.H3:H7) karena Array2 (H3:H7) adalah cell tetap maka dapat dikunci dengan menekan F4 dikeyboar. sehingga fungsinya menjadi: =CORREL(B3:B7.3. Dengan menggunakan rumus tersebut. butir3= 0. Secara umum. maka langkah selanjutnya adalah memahami langkah cepat untuk mengetahui hasil uji validitas dengan menggunakan fungsi CORREL. Arahkan kursor pada cell B8 (sesuaikan cell kerja Anda) 2. tentunya hasil ujinya sama antara rumus yang digunakan Koefisien Point Biserial dengan menggunakan Fungsi CORREL. Tekan enter.

Bandingkan jawaban yang diperoleh antara rumus yang digunakan. selesai.25 . Selanjutnya. jika nilai validitas diperoleh dengan 2 cara dan hasil yang sama (hanya sebagai pembuktian bahwa rumus Korelasi Point Biserial sama dengan fungsi CORREL pada Excel) maka perlu dilakukan konsultasi dengan kriteria-kriteria validitas [baca di sini!] Validitas Alat Evaluasi Ishaq Madeamin 12. 5.

Salah satu komponen terpenting yang menentukan hasil dari pelaksanaan evaluasi adalah kualitas alat evaluasi yang digunakan. Reliabilitas. . 2. diantaranya: 1. dengan kata lain alat evaluasi (instrumen) tersebut memiliki tingkat kevalidan apabila memiliki ketepatan dalam melakukan evaluasi. maka lebih cocok diukur tingkat kesahihannya dengan menggunakan pendapat pakar atau jika alat evalusi dalam bentuk tes lebih baik menggunakan validator siswa dalam hal ini dilakukan uji coba kepada siswa. Suatu alat evaluasi dikatakan valid (sahih) jika alat evaluasi tersebut mampu mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi. Baik digunakan dalam proses penelitian yang menggunakan metode kuantitatif maupun evaluasi dalam proses bukan dalam bentuk penelitian. Bahasa sederhananya "alat evalusi atau instrumen-instrumen yang digunakan bertujuan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur. Alat evaluasi yang digunakan dalam proses-proses yang disebutkan di atas (termasuk instrumen tes) dapat disebut berkualitas apabila memenuhi beberapa kriteria. Misalkan alat evaluasi dalam bentuk buku siswa. dan sbg. LKS. atau tepat. [baca 1 dan baca 2] 3. Validitas." Dalam menganalisis tingkat validitas alat evaluasi (termasuk instrumen) tergantung jenis alat evaluasi yang digunakan. Atau. sahih. Objektivitas dan Kepraktisan [baca] Validitas Validitas memiliki pengertian valid.

Jika proses pengumpulan data hasil penilaian validator maka selanjutnya adalah menganalisis hasil penilaian tersebut. Analisis tersebut dimaksudkan untuk . Beberapa format validitas (lembaran penilaian) untuk/dari validator biasanya digabungkan antara validitas isi maupun validitas konstruksi. yaitu validitas teoritik (validitas logika) dan validitas empirik (validitas kriterium). Validitas kriterium lebih banyak menggunakan validator dari subjek walaupun tidak menutup kemungkinan menggunakan (validatornya) adalah ahli. Oleh karena itu validitas teoritik lebih tepat dilakukan dengan meminta pertimbangan para pakar. isi materi. Validitas Empirik (Validitas Kriterium) Validitas empirik atau validitas kriterium adalah validitas yang bertujuan untuk mengukur ketepatan sebuah alat evalusi berdasarkan kriterium tertentu. bahasan. Misalnya mengukur validitas sebuah media pembelajaran komputer. Berikut jenis- jenis validitas teoritik: o Validitas Isi Validitas isi berkenan dengan tingkat ketepatan alat evaluasi tersebut ditinjau dari segi materi. Validitas Teoritik (Validitas Logika) Validitas teoritik atau validitas logika lebih menekankan pada tingkat ketepatan alat evaluasi ditinjaui dari isi (materi) alat evaluasi tersebut.Beberapa jenis validasi berdasarkan cara-cara melakukan pengukuran tingkat validitas sebuah alat evaluasi. Suatu alat evaluasi dikatakan memiliki validitas isi jika mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang dievaluasi. dll. maka pakar yang dimaksud adalah ahli yang berkecimpung pada dunia media pembelajaran baik dari segi pekerjaan atau keahlian berdasarkan gelar tingkat pendidikan. Tentunya pakar yang dimaksud adalah orang-orang yang memiliki keahliaan pada bisangnya. Validitas kriterium juga memliki dua jenis. o Validitas Ramalan Validitas ramalan adalah validitas yang tepat mengukur dalam memprediksi kejadian di masa mendatang. 2. o Validitas Konstruksi Validitas konstruksi berkenan dengan kesesuaian butir dengan tujuan pembelajaran khusus (atau indikator hasil belajar). 1. yaitu: o Validitas Banding Validitas banding disebut demikian jika alat evaluasi tersebut tepat mengukur dengan berdsarakan pengalaman. Suatu alat evalusi dikatakan memiliki validitas konstruksi jika butir-butir pertanyaan atau pernyataan pada alat evaluasi tersebut mengukur tujuan pembelajaran khusus (atau indikator hasil belajar) yang telah ditetapkan Beberapa diantaranya yang diukur validitasnya dalam validitas teoritik adalah tujuan.

tentunya alat ukur yang telah dibakukan dan diasumsikan memiliki tingkat validitas yang tinggi. dengan persamaan: Keterangan: N adalah jumlah subjek dan d adalah selisih rangking antara X dan Y Hasil analisis data dalam menentukan koefisien validitasnya selanjutnya dicocokan dengan kriteria validitas dari alat evaluasi tersebut. antara lain: 1. Beberapa jenis analisis yang dapat digunakan untuk menentukan koefisien validitasnya.menentukan korelasi antara skor yang dikumpulkan melalui alat evaluasi tersebut dengan skor yang telah ada atau melalui alat ukur lainnya. Korelasi Product Moment dengan Simpangan Korelasi Product Moment. Korelasi Product Moment dengan Angka Kasar Korelasi Product Moment dengan Angka Kasar. dengan persamaan: Keterangan: o rxy adalah koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y o x adalah selilih antara X dengan X rata-rata (x =X-Xrata-rata) o y adalah selilih antara X dengan X rata-rata (y =Y-Yrata-rata) 2. dengan persamaan: Keterangan. yaitu: Koefisien validitas Kriteria . Korelasi Metode Ranking Korelasi Metode Ranking. N adalah banyaknya subjek 3.

Rendah.00 Tidak valid Apakah dengan kriteria Sangat Rendah.60 (kriteria sedang) dikategorikan valid setelah sebelumnya diadakan revisi terhadap alat evaluasi tersebut.00 .40 Rendah 0.0. . 0.0.20 .80 .0.40-0.80 Tinggi 0.1.00 Sangat tinggi 0. Untuk menghindari rendahnya tingkat validitas terutama pada kategori valid Rendah dan Sangat Rendah atau berada pada koefisien validitas di bawah nilai 0.60 Sedang 0.0.60 .20 Sangat rendah < 0.40 dikategorikan tidak valid hal ini bertujuan untuk mempertahankan tingkat kesahihan alat evaluasi tersebut. dan Sedang masuk pada kategori valid atau tidak?.40 . sedangkan pada koefisien validitas 0.

<dapat dibuat dalam aplikasi M. Analisis butir soal tes memiliki empat kriteria. Tingkat Kesukaran 4. Validitas 2. Daya Pembeda Untuk mempermudah dalam analisis ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS for Windows.Excel> seperti contoh berikut ini Nama No S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 Jumlah Siswa 1 X1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 9 2 X2 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 6 3 X3 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 6 4 X4 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 10 . Pertama sekali. Reliabelitas 3. yaitu 1. Berikut cara analisis menggunakan aplikasi SPSS tersebut. siapkan data dengan mengkoreksi lembar jawaban siswa yang telah diujikan dengan memberikan skor "1" untuk jawaban benar dan skor "0" untuk jawaban salah.Analisis Butir Soal Dengan Menggunakan SPSS Analisis butir soal tes merupakan cara untuk mengetahui kualitas soal yang diujikan secara statistik.

variabel butir soal seperti berikut ini. isi pada kolom NAME.5 X5 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 14 6 X6 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 7 X7 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 7 8 X8 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 9 9 X9 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 8 10 X10 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 6 Kemudian buka aplikasi SPSS yang telah diinstall dalam komputer. Setelah variabel terisi. klik variabel view Pada tampilan yang muncul. klik data view dan masukkan data yang telah disiapkan diawal tadi seperti contoh berikut ini . Setelah aplikasi terbuka.

Klik Two-tailed. Klik Flag significant correlation Klik OK .A. Uji Validitas Analyze --> Correlate --> Bivariate Kotak “Variables” diisi Soal1 Soal2 Soal3 Soal4 Soal5 Soal6 Soal7 Soal8 Soal9 Soal10 Soal11 Soal12 Soal13 Soal 14 Soal 15 Jumlah Klik Pearson.

nilai sig = 0.05 menyatakan butir soal tersebut Valid. dimana nilai tersebut < 0. Klik Item. maka soal nomor 1 dinyatakan valid. klik Alpha. Klik Statistics. Contoh untuk soal nomor 1. klik “List item labels”..048..Kemudian klik 'OK" Hasil yang diperoleh Analisis: Hasil pada kolom "Jumlah" jika nilai sig < 0.05. Kotak “Item” diisi Soal1 Soal2 Soal3 Soal4 Soal5 Soal6 Soal7 Soal8 Soal9 Soal10 Soal11 Soal12 Soal13 Soal 14 Soal 15 Pada kolom model. B. Klik Continue Klik OK . Uji Reliabilitas Untuk menghitung reliabilitas tes Analyze --> Scale --> Reliability Analysis .

492 dimana nilai ini ditafsirkan dengan kriteria No Reliabilitas Kategori 1 0.200 .800 .400 .600 .500 Cukup 4 0.799 Tinggi 3 0.000 Sangat tinggi 2 0.1.399 Rendah .0.0.0.Hasil yang diperoleh Analisis: Berdasarkan nilai Cronbach's Alpha pada tabel Reliability Statistics diperoleh nilai 0.

C. Klik Continue Klik OK .5 > 0.200 Sangat rendah maka dapat disimpulkan tes ini memiliki tingkat reliabilitas cukup. Tingkat Kesukaran Analyze --> Descriptive Statistics --> Frequencies Kotak “Variables” diisi Soal1 Soal2 Soal3 Soal4 Soal5 Soal6 Soal7 Soal8 Soal9 Soal10 Soal11 Soal12 Soal13 Soal 14 Soal 15 Klik Statistics. Klik Mean.

20 – 0.21 . diperoleh nilai 0. D.19 = Soal ditolak R hitung dapat dilihat dari nilai pearson correlation pada uji validitas.40 yang berarti tingkat kesukaran soal nomor satu adalah SEDANG.30 – 0. .70 = Sedang 0.29 = Soal Diperbaiki 0. yaitu 0.1.00 = Soal Baik 0. Daya Pembeda Untuk menentukan daya pembeda.20 = Sukar 0.0.00 .71 .0.39 = Soal diterima dan diperbaiki 0.Hasil yang diperoleh Analisis : dari hasil yangditunjukkan nilai MEAN pada tabel statistcs ditafsirkan pada rentang tingkat kesukaran. maka nilai perhitungan yang digunakan adalah rhitung pada SPSS yang dibandingkan dengan kriteria : 0.00 – 0.40 – 1.00 = Mudah Maka untuk soal nomor satu.

Maka hasil yang diperoleh untuk soal nomor satu pada kolom jumlah adalah 0.636 yang berarti SOAL BAIK .