You are on page 1of 1

PENGARUH KEYAKINAN TERHADAP POLA PEMUKIMAN MASYARAKAT SUNDA

HANA SILVANA/ 052001300088/ FTSP-UNIVERSITAS TRISAKTI

PENDAHULUAN

Indonesia adalah bangsa yang memilki masyarakat majemuk, yaitu masyarakat dengan keberagaman pada aspek
kehidupannya. Keberagaman aspek kehidupan inilah yang membuat Indonesia kaya akan kebudayaan karena
daerah-daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda. Perbedaan ini membuat setiap daerah memiliki
kekhasan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Salah satunya adalah provinsi Jawa Barat, Jawa Barat adalah provinsi
yang berada di bagian barat pulau jawa dengan suku sunda sebagai etnis asli provinsi ini. Suku sunda merupakan
orang-orang yang tinggal di Tatar Sunda dimana secara turun-temurun menggunakan bahasa sunda dengan dialek
khas sunda. Beberapa masyarakat suku sunda yang mendiami Jawa Barat masih memelihara kebudayaan-
kebudayaan lokal yang dimiliki, seperti adat istiadat, agama, mata pencaharian, kesenian dan lain-lain. Suku sunda
di Jawa Barat memelihara kebudayaan sunda sebagai warisan budaya yang merupakan rekam jejak dalam proses
kehidupan sosial sunda. Menurut Roger L. Dixion, pada abad-abad pertama Masehi, sekelompok kecil suku Sunda
menjelajahi hutan-hutan pegunungan dan melakukan budaya tebas bakar untuk membuka hutan. Semua mitos paling
awal mengatakan bahwa orang Sunda lebih sebagai pekerja-pekerja di ladang daripada petani padi. Kepercayaan
mereka membentuk fondasi dari apa yang kini disebut sebagai agama asli orang Sunda. Mereka percaya bahwa roh-
roh yang menghuni batu-batu, pepohonan, sungai dan objek tidak bernyawa lainnya. Roh-roh tersebut melakukan
hal-hal yang baik maupun jahat, tergantung pada ketaatan seseorang kepada sistem tabu tersebut. Ribuan
kepercayaan tabu digunakan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. (Roger L. Dixon, 2000: 1) (Kebudayaan
Suku Sunda oleh Devita Nela Sari, 2015)

Seiring berkembangnya zaman keyakinan masyarakat sunda sangat beragam, hal ini karena adanya asimilasi dan
akulturasi yang terjadi pada masa lalu. Sebagian besar masyarakat sunda beragama islam, dan sebagian kecilnya
beragama Hindu, Budha, Kristen dan Sunda Wiwitan. Sunda wiwitan adalah agama asli orang sunda yang diyakini
sudah ada sebelum datangnya agama Hindu ke Jawa Barat. Sunda wiwitan dianggap sebagai suatu sistem religi yang
dimiliki oleh masyarakat sunda, dimana sistem religi ini adalah bagian dari unsur kebudayaan. Sistem religi sangat
erat kaitannya dengan sistem pola kampung pada masyarakat sunda. Diman`a suatu pola perkampungan
mencerminkan kebudayaan mayarakat tersebut. Berdasarkan keyakinan yang dianut oleh setiap masyarakat di suatu
kampung, maka pola kampung pun akan ditata sesuai dengan keyakinan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
sehari—hari dan mematuhi adat istiadat yang berlaku. Sehingga setiap kampung dengan keyakinan yang berbeda
akan memiliki pola kampung yang berbeda pula.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijabarkan, maka dapat diambil beberapa permasalahan yaitu
mengenai keyakinan masyarakat sunda, keyakinan sunda wiwitan, dan perbandingan pola kampung masyarakat
sunda wiwitan dengan pola kampung masyarakat sunda yang beragama islam. Kampung sunda yang beragama
islam diambil sebagai perbandingan karena banyaknya masyarakat sunda beragama islam.

METODE

Pembahasan kajian menggunakan metode deskriptif komparatif analisa. Metode ini adalah