You are on page 1of 5

JENIS JENIS PENELITIAN

1. Penelitian Kuantitatif

Penelitian ini menggunakan data berupa angka. Di dalam penelitian kuantitatif terdapat tiga
tipe analisis , yaitu:

a. Analisis utama / primer ( primary analysis ) : merupakan analisis asli yang dilakukan oleh
peneliti yang menghasilkan temuan tentang topik spesifik. Dengan kata lain analisis primer
adalah suatu analisis yang mempertimbangkan data / informasi utama yang diperoleh dalam
suatu penelitian.

b. Analisis sekunder atau analisis data sekunder ( secondary analysis ) : merupakan suatu
analisis tentang temuan-temuan yang ada dari peneliti lain yang mungkin menggunakan
metode yang berbeda dan lebih halus. Dengan kata lain, analisis ini memfokuskan pada data
yang telah dikumpulkan/disusun dan dianalisis serta melakukan suatu analisis kedua atau
ketiga kalinya.

c. Meta-analysis : yaitu suatu analisis tentang data atau informasi yang telah dikumpulkan/
disusun dan dianalisis dari beberapa studi.

2. Penelitian Kualitatif

Merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata – kata lisan maupun
tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. Penelitian
kualitatif memiliki karakteristik khusus, antara lain :

a. Bersifat induktif yaitu berdasar pada prosedur logika yang berawal dari proposisi khusus
sebagai hasil pengamatan dan berakhir pada suatu kesimpulan hipotesis yang bersifat umum.

b. Melihat pada setting dan manusia sebagai satu kesatuan, yaitu mempelajari manusia dalam
konteks dan situasi dimana mereka berada.

c. Memahami perilaku manusia dari sudut pandang mereka sendiri ( sudut pandang yang
diteliti )

d. Lebih mementingkan proses penelitian daripada hasil penelitian.

e. Menekankan pada validitas data sehingga ditekankan pada dunia empiris.

f. Bersifat humanistis yaitu memahami secara pribadi orang yang diteliti dan ikut mengalami
apa yang dialami orang yang diteliti dalam kehidupan sehari-hari.

g. Semua aspek kehidupan sosial dan manusia dianggap berharga dan penting untuk dipahami
karena dianggap bersifat spesifik dan unik.

Penelitian mengenai kenyamanan termal ini dilakukan di suatu komplek gedung pemerintahan dengan studi kasus di Gedung Setda Kudus untuk mengetahui kondisi termal di ruang kerja. Mixed Methods Research Mixed Methods Research adalah suatu desain penelitian yang didasari asumsi filosofis sebagaimana metoda inkuiri.ac. Muhammad Siam Priyono Nugroho Program Studi Teknik Arsitektur. Kondisi udara tersebut dapat berpengaruh terhadap produktifitas kerja. . Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Sukoharjo 57102 Telp 0271-717417 E-mail: siam. CONTOH JURNAL KENYAMANAN TERMAL GEDUNG SETDA KUDUS Farid Firman Syah.3. Metode yang dilakukan adalah pengukuran lapangan dan analisis berdasarkan teori kenyamanan.id ABSTRAK Indonesia memiliki iklim tropis yang lembab sehingga suhu dan kelembaban udaranya sangat tinggi. Fakultas Teknik. A. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi termal di dalam bangunan tidak memenuhi syarat dan harus dilakukan upaya-upaya perbaikan. Mixed Methods Research juga disebut sebagai sebuah metodologi yang memberikan asumsi filosofis dalam menunjukkan arah atau memberi petunjuk cara pengumpulan data dan menganalisis data serta perpaduan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui beberapa fase proses penelitian. Jalan pintas yang sering ditempuh adalah penggunaan pendingin udara. Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Pengkondisian udara secara alami semestinya diupayakan untuk ditempuh agar biaya operasional bangunan dapat ditekan.priyono@ums.

Ruang Badan Kepegawaian Daerah termasuk dalam kategori kondisi lingkungan yang tidak dapat ditolerir dengan suhu efektif 35. 2) Tidak adanya cross ventilation membuat keadaan tubuh terasa gerah karena pergantian udara tidak lancar. 3) Pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Kudus harus berperan aktif dalam mengupayakan renovasi atau perbaikan infrastruktur dan sarana prasarana yang tidak layak agar kinerja staf pemerintahan bisa lebih optimal. Ruang Tamu – Lobby termasuk dalam kategori kondisi lingkungan yang sukar dengan suhu efektif 34.5 ºC. 4) Dengan keadaan termal yang tidak ideal khususnya pada penghawaan hal itu menyebabkan dalam ruangan lebih menggunakan penghawaan buatan yang secara otomatis akan mempengaruhi biaya operasional bangunan. b. 2) Perlunya studi/penelitian lanjutan dengan sampel ruang dan waktu pengukuran yang lebih panjang disertai analisa pergerakan udara eksternal. 4) Kondisi ideal yang harus dibuat untuk menciptakan bangunan nyaman secara termal adalah sebagai berikut: .5 ºC. analisa dan pembahasan dalam penelitian yang diambil dari Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus dapat disarankan sebagai berikut: 1) Menciptakan kondisi termal sangat perlu diupayakan pada bangunan kantor untuk meningkatkan kiner-ja/aktifitas yang lebih optimal. Ruang Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (KESBANGLINMAS) termasuk dalam kategori kondisi lingkungan yang tidak dapat di tolerir dengan suhu efektif 35. 3) Tidak adanya solar shading devices atau pelindung radiasi sinar matahari menjadikan ruangan menjadi lebih panas. Dari hasil kesimpulan. SIMPULAN DAN SARAN Dari hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian yang mengambil lokasi penelitian di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1) Dari hasil survei di tiga sampel ruang serta pengolahan data menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan untuk : a. c.5ºC.

Selubung bangunan (atap dan dinding) berwarna muda (meman-tulkan cahaya). Penyinaran langsung dari matahari dihalangi (menggunakan solar shading devices) untuk menghalangi panas dan silau. d. . Teritis atap/Overhang harus dibuat cukup lebar. Mengupayakan terjadinya ventilasi silang. Bidang–bidang atap dan dinding mendapat bayangan yang baik melalui vegetasi e. c. Jenis Penelitian yang digunakan dari jurnal diatas adalah Mixed Methods Research karena berfokus pada pengumpulan dan analisis data serta memadukan antara data kuantitatif dan data kualitatif baik dalam single study (penelitia tunggal) maupun series study (penelitian berseri). Premis sentral yang dijadikan dasar mixed methods research adalah menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menemukan hasil penelitian yang lebih baik dibandingkan jika hanya menggunakan salah satu pendekatan saja (misalnya dengan pendekatan kuantitatif saja atau dengan pendekatan kualitatif saja).a. b.