You are on page 1of 8

LAPORAN RESMI KIMIA ANORGANIK I

Nama/NIM : Angga Dwika K.P / 652010012


Kelompok : II
Tanggal Praktikum : 14 November 2011
Eksperimen : 102-113
91. H2SO4 encer + lar KIO3 + Warna filtrate bening dan IO3- + 6 Fe2+ + 6 H+ I- + 6 Fe3+ +
FeSO4 (panaskan) terbentuk oranye 3 H2O
Setelah dingin + lar NaOH Fe3+ + 3 OH- Fe(OH)3
95. Lar Na2S + lar KIO3 + Terbentuk coklat keruh IO3- + 5 S2- + H+ I2 + 5 S + 6
H2SO4 encer H2O
I2 + 2 S2- 2 I2S2
96. Lar KI + H2SO4 encer + lar Terbentuk hitam 2 IO3- + 5 I- + 6 H+ 3 I2 + 3 H2O
KIO3 + lar pati kebiruan dan warna I2 + amilum Iodium amilum
filtrate oranye
97. Lar KI + H2SO4 encer + lar Endapan larut dan warna 2 IO3- + 5 I- + 6 H+ 3 I2 + 3 H2O
KIO3 + lar pati +Na2S2O3 filtrat bening I2 + 2 S2O32- 2 I- + S4O62-
berlebih
98. CuSO4 + 1 tetes NaOH Warna biru Cu2+ + 2 OH- Cu(OH)2
+ NaOH berlebih Larut Cu(OH)2 + OH-
MnSO4 + 1 tetes NaOH Warna kekuningan Mn2+ + 2 OH- Mn(OH)2
+ NaOH berlebih Tidak larut Mn(OH)2 + OH-
Fe(SO4) + 1 tetes NaOH Warna hijau Fe2+ + 2 OH- Fe(OH)2
+ NaOH berlebih Tidak larut Fe(OH)2 + OH-
FeCl3 + 1 tetes NaOH Warna oranye Fe3+ + 3 OH- Fe(OH)3
+ NaOH berlebih Tidak larut Fe(OH)3 + OH-

NiSO4 + 1 tetes NaOH Warna biru kehijauan Ni2+ + 2 OH- Ni(OH)2


+ NaOH berlebih Larut Ni(OH)2 + OH-
CrCl3 + 1 tetes NaOH Warna filtrat kehijauan Cr3+ + 2 OH- Cr(OH)3
+ NaOH berlebih Larut Cr(OH)3 + OH- Cr(OH)4
99. CuSO4 + 1 tetes NH3 Warna biru tua Cu2+ + 2 SO42- +2 NH3 + 2 H2O
+ NH3 berlebih Larut Cu(OH)2 SO4 + 2 NH4+
Cu(OH)2 SO4 + 2 NH3
Cu(NH3)22+ + 2 OH-

MnSO4+ 1 tetes NH3 Warna orange Mn2+ + 2 NH3 + 2 H2O


+ NH3 berlebih Tidak larut Mn(OH)2 +2 NH4+
Mn(OH)2 + NH3

Fe(SO4) + 1 tetes NH3 Warna hitam Fe2+ + 2 NH3 + 2 H2O Fe(OH)2


+ 1 tetes NH3 Warna tetap hitam + 2 NH4+
Fe(OH)2 + NH3

FeCl3 + 1 tetes NH3 Warna coklat Fe3+ + 3 NH3 + 3 H2O FeOH)3


+ NH3 berlebih Tidak larut + 3 NH4+

Fe(OH)3 + NH3

NiSO4 + 1 tetes NH3 Warna biru muda Ni2+ + 2 NH3 + 2 H2O Ni(OH)2
+ NH3 berlebih Larut + 2 NH4+
Ni(OH)2 + 2 NH3 Ni(NH3)2

Cr3+ + 3 NH3 + 3 H2O Cr(OH)3


CrCl3 + 1 tetes NH3 Warna hijau + 3 NH4+
+ NH3 berlebih Larut Cr(OH)3 + 6 NH3
100. CuSO4 + Na2S + HCl pekat Terbentuk warna coklat Cu2+ + S2- CuS
Larut CuS+ HCl

MnSO4+ Na2S + HCl pekat Terbentuk warna putih Mn2+ + S- MnS


Larut MnS + 2 H+ Mn2+ + H2S

Fe(SO4) + Na2S + HCl Terbentuk warna putih Fe2+ + S2- FeS


pekat Larut FeS + 2 H+

FeCl3 + Na2S + HCl pekat Terbentuk warna kuning 2 Fe3+ + 3 S2- 2 FeS + S
kecoklatan
Tidak larut FeS + 2 H+

NiSO4 + Na2S + HCl pekat Warna hitam Ni2+ + S2- NiS


Tidak larut NiS + 2 H+

2 Cr3+ + 3 S- + 6 H2O 2 Cr(OH)3


+ 3 H2S
CrCl3 + Na2S + HCl pekat Tidak ada Cr(OH)3 + 3 H+

101 CuSO4 + NH4CNS Warna larutan hijau muda Cu2+ + 2 SCN- Cu(SCN)2

MnSO4 + NH4CNS Warna larutan putih Mn2+ + 2 SCN- Mn(SCN)2


bening

Fe(SO4)2 +NH4CNS Warna larutan merah Fe2+ + 2 SCN- Fe(SCN)2

FeCl3 + NH4CNS Warna larutan merah Fe3+ + SCN- Fe(SCN)3


darah dan terbentuk
merah darah

NiSO4 + NH4CNS Warna larutan hijau muda Ni2+ + 2 SCN- Ni(SCN)2


CrCl3 + NH4SCN
CrCl3 + NH4CNS Warna larutan biru muda

PEMBAHASAN:
Percobaan Pembahasan
Percobaan 87 Pada percobaan ini warna larutan berubah dari warna bening menjadi orange. Hal ini
disebabkan karena I2 akan berubah menjadi ion I - yang menyebabkan warnanya
menjadi orange seperti larutan I2.
Percobaan 88 Pada percobaan ini digunakan bahan yang berupa NaCl, KBr, dan KI yang berbentuk
padat. Saat digunakan NaCl muncul gas berwarna putih, gas ini sebenarnya adalah gas
Cl2. Sedangkan untuk percobaan menggunakan KBr, muncul gas berwarna Orange. Gas
berwarna orange ini adalah gas Br2. Sedangkan untuk percobaan dengan menggunakan
KI muncul gas berwarna ungu, gas berwarna ungu ini adalah gas I2.
Percobaan 89
Percobaan 90 Dalam percobaan ini gas Cl2, I2, dan Br2 dialirkan kedalam larutan Na2SO3+ BaCl2.
Dari ketiga percobaan diatas semuanya menghasilkan endapan putih dan memliki
jumlah endapan yang berbeda banyaknya. Endapan putih tersebut adalah kristal NaCl,
NaI, dan NaBr hasil dari reaksi gas Cl2, I2, dan Br2 dengan larutan Na2SO3+ BaCl2.
Percobaan 91 Pada percobaan ini terjadi perubahan warna kertas saring menjadi warna ungu. Hal
tersebut disebabkan karena terkena uap dari HCl yang bereaksi dengan NH 3. Dalam
reaksi yang terjadi juga terbentuk gas yang berwarna putih.
Percobaan 92 Pada percobaan ini juga terjadi perubahan warna pada kertas saring dari warna kuning
berubah menjadi warna biru. Hal tersebut disebabkan karena ion Cr2O72- yang
menyebabkan kertas saring berwarna kuning tereduksi menjadi Cr 3+, sehingga warna
kuning pada kertas saring hilang/luntur. Dalam reaksi ini juga terbentuk gas yang
berwarna putih.
Percobaan 93 Dari semua percobaan ini terbentuk endapan. Pada percobaan dengan menggunakan
NaCl terbentuk endapan berwarna putih. Endapan berwarna putih tersebut adalah
AgCl. Sedangkan untuk endapan berwarna kuning yang terbentuk adalah AgBr dan AgI
dari reaksi menggunakan KBr dan KI , yang keduanya merukan kristal berwarna
kekuningan. Pada penambahan amonia, endapan AgCl dan AgBr larut. Sedangkan
endapan AgI tidak larut dengan penambahan amonia.
Percobaan 94
Percobaan 95 Pada percobaan ini terbentuk endapan berwarna coklat keruh. Endapan tersebut
merupakan I2S2. I2S2 tidak dapat larut dalam air, jadi endapan tersebut adalah endapan
I2S2.
Percobaan 96 Pada hasil percobaan ini dapat dilihat bahwa terbentuk endapan berwarna hitam.
Endapan hitam tersebut merupakan I2 yang bereaksi dengan amilum menjadi iodium
amilum. Sedangkan warna filtrat yang terbentuk berwarna oranye.
Percobaan 97 Pada percobaan ini muncul endapan seperti pada percobaan 96. Endapan tersebut
adalah endapan I2, endapan I2 larut dalam Na2S2O3, sehingga endapan tersebut hilang
dan menyebabkan warna filtrat bening.
Percobaan 98 Pada percobaan ini dapat dilihat bahwa yang dapat larut dengan NaOH berlebih adalah
Cu(OH)2, Ni(OH)2, dan Cr(OH)3. Sedangkan yang lain tidak dapat larut dalam NaOH
berlebih.
Percobaan 99 Dari percobaan diatas dapat dilihat bahwa dari 6 endapan yang dihasilkan hanya
endapan dari CuSO4, NiSO4, dan CrCl3 yang dapat larut.
Percobaan 100 Pada percobaan ini dapat dilihat bahwa yang tidak dapat larut dalam HCl pekat adalah
FeS dan NiS. Sedangkan endapan lainnya dapat larut.
Percobaan 101

No Percobaan Hasil Reaksi


102. Lar Na2C2O4 + lar CrCl3 Larutan berwarna hijau Cr + 3 C2O4 Cr(C2O4)33-
3+ 2-

lumut Cr(C2O4)33- + 3 OH- Cr(OH)3


+ 3 C2O42-

+ NaOH Larutan berubah warna CrCl3+NaOH NaCl + Cr(OH)3


dari abu-abu menjadi
hijau dan terbentuk
hijau
103. Lar FeCl3 + lar NH4CNS Larutan berwarna merah Fe3+ + CNS- Fe(CNS)2+
darah
+ Serbuk Larutan berubah warna Fe(CNS)2+ + 3 C2O42-
Na2C2O4 dari merah darah menjadi Fe(C2O4)33- + CNS-
kuning
+ NH4CNS Warna larutan tetap Fe(C2O4)33- + CNS-
kuning

104. CuSO4 Larutan warna biru Cu2+ + EDTA Cu(EDTA)2- +


+ EDTA padat Terbentuk putih dan 4H+
filtrat berwarna biru tua

FeCl3 Larutan warna kuning Fe2+ + EDTA Fe(EDTA) 2- + 4H+


+ EDTA padat Terbentuk putih dan
filtrat berwarna kuning
Ni2+ + EDTA Ni(EDTA)2- + 4H+
NiSO4 Larutan warna hijau
+ EDTA padat Tidak terbentuk dan
warna filtrat biru bening
105a Lar NaOH + lar hijau Fe2+ + 2 OH- Fe(OH)2
(NH4)2Fe(SO4)2

b. Lar FeCl3 + lar NaOH oranye Fe3+ + 3 OH- Fe(OH)3

c. Lar (NH4)2Fe(SO4)2 + 1 Larutan putih bening Ag+ + (EDTA)2- Ag + EDTA


tetes AgNO3 Fe2+ + EDTA (EDTA)2- + 2H+
+EDTA + lar NaOH coklat Fe3+ + 3OH- Fe(OH)3

106. NH4VO3 + Zn(padat) + Kuning hijau biru 2VO3-+8H++ Zn2VO2+ +4H2O +


HNO3 ungu (violet) Zn2+
VO3- + 6H+ + Zn V3+ + 3H2O +
Zn2+
2VO3-+12H++3Zn2V2+
+6H2O+3Zn2+
3V2++NO3- + 4H+3V3+ + NO2 +
2H2O

Ion VO3+ VO2+ V3+ V2+


Biloks -5 0 +3 +2
Warna Kuning Hijau Biru Ungu
107. (Campuran K2Cr2O7 + HCl Kuning hijau biru Cr2O72- + 3Zn + 14H+ 2Cr3+ +
pekat) + logam Zn 3Zn2+ + 7H2O
dipanaskan pelan-pelan 2Cr3+ +Zn Zn2+ + 2Cr2+
Ion Cr2O72- Cr3+ Cr2+
Biloks +6 +3 +2
Warna Kuning Hijau Biru
108a 2 ml lar KI 0,2 M + 1 ml 37detik 2I- + S2O82- I2 + 2SO42-
lar Na2S2O3 0,01 M + I2 + amilum Iod amilum
amilum + 4 ml K2S2O8
jenuh

b. 2 ml lar KI 0,2 M + 1 ml 19 detik 2I- + S2O82- I2 + 2SO42-


lar Na2S2O3 + amilum+ 4 I2 + amilum Iod amilum
ml K2S2O8 jenuh + 1 tetes
lar FeCl3

109a Lar K2Cr2O7 + lar NaOH Orange kuning Cr2O72- + 2OH- 2CrO42- + H2O
+ H2SO4 encer Kuning oranye 2CrO42- + 2H+ Cr2O72- + H2O

b. Lar K2CrO4 + lar H2SO4 Kuning orange 2CrO42- + 2H+ Cr2O72- + H2O
encer
+ NaOH Oranye kuning Cr2O72- + 2OH- 2CrO42- + H2O

110a. Lar K2Cr2O7-asam + Kuninghijau Cr2O72- + 3Zn + 14H+ 2Cr3+ +


Logam Zn 3Zn2+ + 7H2O

b. Lar K2Cr2O7-asam + lar Kuningkehijauan Cr2O72- + 14H+ + 6Fe2+ 2Cr3+ +


FeSO4 6Fe3+ + 7H2O
111. Serbuk MnO2 + HCl Kertas lakmus biru MnO2 + 4H+ + 2Cl- Mn2+ + Cl2
pekat (Lakmus biru merah + 2H2O
diletakkan di atas tabung
reaksi)
112. Serbuk MnSO4 + 1 ml Warna larutan pink MnSO4 +H2SO4 6Mn2++4H2O +
H2SO4 encer + 10 tetes S
H2SO4 pekat Mn2+ + H2O + S + KMnO4
+ lar KMnO4 (setelah KMnO4 + MnSO4+ H2O
dingin)

KMnO4 encer Warna larutan ungu


113. Lar NH3 + lar NiSO4 Terbentuk merah Ni2+ + DMG Ni(DMG)2 + 2H2O
+ lar DMG

PEMBAHASAN:
Percobaan Pembahasan
Percobaan 102 Pada percobaan ini dapat terlihat bahwa warna larutan dari CrCl3+NaOH lebih
tua dari larutan Na2C2O4 + CrCl3+NaOH. Warna yang dihasilkan dari reaksi
CrCl3 + NaOH berwarna hijau lumut. Sedangkan warna dari reaksi Na 2C2O4 +
CrCl3 + NaOH berwarna lebih muda yaitu hijau. Ini dosebabkan karena
Cr(OH)3 dalam larutan CrCl3+NaOH lebih banyak dari Cr(OH)3 dalam Na2C2O4
+ CrCl3+NaOH, sehingga warnanya lebih pekat.
Percobaan 103 Pada percobaan ini warna pada larutan berwarna merah darah. Warna ini adalah
warna khas dari Fe(CNS)2+. Dan dengan ditambahkannya serbuk Na2C2O4
warna larutan menjadi berubah dari warna merah darah menjadi kuning. Ini
disebabkan karena Fe(SCN)2+ yang ada dalam larutan bereaksi dengan ion C2O4
dan membentuk Fe(C2O4)33-. Kemudian saat ditambahkan NH4CNS warna
larutan tidak mengalami perubahan yaitu tetap berwarna kuning. Ini karena
Fe(C2O4)33- tidak dapat bereaksi dengan CNS- dari NH4CNS.
Percobaan 104 Pada percobaan ini terjadi perubahan warna larutan setelah penambahan EDTA
padat. Ini dikarenakan ion-ion tersebut berikatan dengan EDTA sehingga
menyebabkan perubahan warna pada larutan. Hasilnya ion Cu2+ yang
menyebaban larutan tersebut berwarna biru setalah berikatan dengan EDTA
terjadi perubahan warna menjadi biru tua dan terbentuk endapan putih. Pada
percobaan selanjutnya ion Cl- yang menyebabkan warna larutan menjadi kuning
tidak mengalami perubahan warna. Setelah ditambahakan EDTA warna larutan
tetap berwarna kuning dan terbentuk endapan putih. Hal ini disebabkan karena
ion Cl- tersebut tidak berikatan dengan EDTA dan menyebabkan warna larutan
tetap kuning. Untuk percobaan yang terakhir ion Ni2+ yang menyebabkan
larutan berwarna hijau dan setalah ditambahkan dengan EDTA warna larutan
akan berubah menjadi biru bening dan tidak terbentuk endapan.
Percobaan 105 Pada percobaan ini, percobaan a terbentuk endapan berwarna hijau. Endapan
hijau ini merupakan hasil reaksi larutan NaOH + larutan Ammonium fero sulfat
yaitu Fe(OH)2. Pada percobaan b terbentuk endapan berwarna oranye. Endapan
oranye tersebut merupakan hasil reaksi larutan FeCl3 + larutan NaOH yaitu
Fe(OH)3. Seharusnya warna dari Fe(OH)3 adalah merah kecoklatan. Pada
percobaan c sebelum ditambahkan EDTA dan NaOH tidak terbentuk endapan
dan warna larutan berwarna putih bening. Setelah ditambahkan EDTA dan
NaOH di akhir percobaan muncul endapan berwarna coklat. Endapan tersebut
merupakan Fe(OH)3.
Percobaan 106 Pada percobaan ini dapat dilihat bahwa terjadi perubahan warna larutan saat
NH4VO3 + Zn(padat) + HNO3. Perubahan warna tersebut terjadi akibat
perubahan bilangan biloks dari V. Saat biloks dari V= -5 larutan berwarna
kuning, karena ion VO3+ menyebabkan larutan berwarna kuning. Saat biloks
V=0 larutan berwarna hijau, karena ion VO 2+ menyebabkan larutan berwarna
hijau. Saat biloks V=3 larutan berwarna biru, karena ion V 3+ menyebabkan
larutan berwarna biru. Sedangkan saat biloks V=2 larutan berwarna ungu atau
violet, ini karena ion V2+ menyebabkan larutan berwarna ungu.
Percobaan 107 Pada percobaan ini terjadi perubahan warna dari larutan yaitu dari kuning
berubah menjadi hijau dan dari hijau berubah menjadi biru. Perubahan ini
terjadi karena perubahan biloks dari Cr yang ada dalam larutan.
Percobaan 108 Pada percobaan ini dapat dilihat dengan penambahan katalis yaitu FeCl3 larutan
akan cepat berubah warna menjadi biru. Sebelum ditambahkan katalis FeCl 3
reaksi berlangsung selama 37 detik. Dan setelah ditambahkan katalis FeCl 3
reaksi tersebut memerlukan waktu yang lebih sedikit untuk merubah warna
menjadi biru. Waktu yang diperlukan setelah penambahan katalis tersebut
sebesar 19 detik. Jadi dapat disimpulkan bahwa penambahan FeCl3 hanya
berfungsi sebagai katalis dalam reaksi dan mempercepat reaksi.
Percobaan 109 Pada percobaan ini terlihat bahwa penambahan basa yaitu NaOH pada larutan
K2Cr2O7 menyebabkan pereduksian ion Cr2O72- berubah menjadi ion CrO42-
yang menyebabkan warna larutan berubah menjadi kuning. Sedangkaan saat
ditambahkan asam yaitu H2SO4 encer ion CrO42- mengalami oksidasi menjadi
Cr2O72- , sehingga warna larutan kembali menjadi orange seperti warna K 2Cr2O7.
Untuk percobaan b berlaku prinsip yang sama, untuk percobaan b ion CrO42-
berubah Cr2O72- karena penambahan asam, dan kembali menjadi ion CrO42- saat
ditambah basa. Reaksi ini merupakan reaksi bolak-balik atau reversible.
Percobaan 110 Pada percobaan ini kedua larutan sama-sama terjadi perubahan warna dari
kuning menjadi hijau dan kehijauan. Kedua larutan ini dapat berubah menjadi
hijau karena disebabkan kedua reaksi dari kedua percobaan ini sama-sama
menghasilkan ion Cr3+ yang menyebabkan larutan berubah warna menjadi hijau.
Percobaan 111 Ciri dari kertas lakmus biru yaitu menunjukkan basa, ketika kertas lakmus biru
tesebut mengalami perubahan warna menjadi merah, maka gas yang terbentuk
pada hasil reaksi ini bersifat asam, karena ciri warna kertas lakmus merah yaitu
menunjukkan asam. Pada percobaan ini digunakan kertas lakmus biru, kertas
lakmus biru berubah menjadi merah, dari hal ini dapat disimpulkan bahwa gas
yang terbentuk dari reaksi bersifat asam. Karena dari reaksi dihasilkan gas Cl 2,
gas Cl2 ini bersifat basa. Namun karena keelektronegatifannya tinggi saat Cl 2
terkena uap air di udara Cl2 akan bereaksi dan membentuk HCl dan O2.
Sehingga kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah karena terkena HCl.
Percobaan 112 Pada percobaan ini hasil reaksi yang terjadi dari MnSO4 + H2SO4 encer + 10
tetes H2SO4 pekat + KMnO4 menghasilkan warna larutan menjadi pink. Warna
pink tersebut muncul karena adanya senyawa MnSO4.4H2O dalam larutan.
MnSO4.4H2O memiliki warna merah. Jadi warna kemerahan pada larutan
KMnO4 tersebut berasal dari MnSO4.4H2O yang muncul sebagai hasil dari
reaksi.
Percobaan 113 Pada percobaan ini nikel yang ada tidak teroksidasi, namun hanya membentuk
kompleks. Jika terbentuk komplek dari Ni dan DMG maka akan terbentuk
endapan berwarna merah.