You are on page 1of 27

Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

UTILITAS

Unit utilitas merupakan suatu bagian dari pabrik yang berfungsi untuk menyediakan
bahan-bahan pendukung kelancaran sistem produksi pabrik dan menyediakan sumber energi
untuk menggerakkan peralatan yang ada dalam proses produksi pabrik.
Unit utilitas terdiri dari:
Unit penyediaan dan pengolahan air (Water System)
Unit pembangkit steam (Steam Generation System)
Unit penyedia udara instrumen (Instrument Air System)
Unit pembangkit dan pendistribusian listrik (Power Plant and Power Distribution
System)
Unit Refrigerasi
Unit Pengolahan Limbah (Waste Processing System)
Berikut akan dibahas unit-unit tersebut secara terperinci.

A. Unit Penyedia dan Pengolahan Air (Water System)


1. Pemilihan Sumber Air

Air untuk industri dapat diperoleh dari sungai maupun laut. Pemilihan sumber ini
didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang akan menguntungkan bagi pabrik. Air laut
dipilih sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan pabrik dengan beberapa pertimbangan
berikut:

Pabrik yang akan didirikan membutuhkan air dengan kapasitas besar. Air laut merupakan
sumber yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan mengingat jumlahnya yang sangat
melimpah.
Pabrik akan didirikan di kota Bontang dimana lokasi tersebut berdekatan dengan Laut
Sulawesi. Dengan demikian penggunaan air laut akan menghemat biaya pemipaan.
Kualitas air laut cenderung lebih stabil jika dibandingkan dengan air sungai. Dimana
kualitas air sungai sangat tergantung pada musim, jika musim penghujan tiba maka TDS
(Total Dissolved Solid) akan meningkat jika dibandingkan dengan musim kemarau.

Komposisi standar air laut disajikan dalam tabel berikut.

Tabel I. Komposisi Standar Air Laut

65

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

2. Kebutuhan Air

Kebutuhan air pada pabrik meliputi :

a. Air untuk keperluan umum

Air sebagai keperluan umum digunakan untuk memenuhi kebutuhan perkantoran,


laboratorium, dan taman. Tabel berikut menunjukkan kebutuhan air untuk keperluan
umum pada pabrik.

Tabel II.Kebutuhan Air Umum Pabrik

Kebutuhan air Jumlah (kg/hari)


Perkantoran
30.000
(300 orang karyawan dengan kebutuhan 100 kg/orang/hari)
Laboratorium 18.000
Taman 8.000
Total 56.000
Air yang diperlukan (overdesign 20%) 67.200

66

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

b. Air untuk pemadaman kebakaran (Hydrant Water)

Air untuk pemadaman kebakaran merupakan kebutuhan pendukung pada pabrik yang
harus tersedia walaupun penggunaannya tidak bersifat kontinyu seperti kebutuhan air
umum. Kebutuhan air untuk pemadaman kebakaran diperkirakan sekitar 20% dari
kebutuhan air untuk keperluan umum yaitu sebesar 560 kg/jam. Dengan overdesign
sebesar 20%, maka jumlah air untuk pemadaman kebakaran yang dibutuhkan adalah
sebesar 672 kg/jam.

c. Air untuk kebutuhan proses

Pabrik amonia yang akan didirikan tidak memerlukan air pada proses sintesnya
sehingga tidak ada kebutuhan air proses.

d. Air umpan boiler (Boiler Feed Water)

Jenis steam yang digunakan untuk proses pemanasan dalam pabrik ini yaitu saturated
steam karena mampu menghasilkan panas lebih besar dibandingkan dengan superheated
steam. Steam ini dibutuhkan dalam beberapa alat seperti yang dijabarkan pada tabel
berikut.

Tabel III. Kebutuhan Steam

Alat Massa, kg/jam


HE-05 11.339,80
HE-06 9.979,02
Total Kebutuhan Steam 21.318,82

Untuk keamanan dalam mendesain, disediakan saturated steam dengan overdesign


sebesar 20% yaitu sebesar 25.582,584 kg/jam. Boiler yang digunakan untuk
menghasilkan saturated steam memiliki efisiensi sebesar 80%, sehingga kebutuhan air
total umpan boiler sebesar 40.012,80 kg/jam. Setelah saturated steam keluar dari
boiler, saturated steam masuk ke dalam flash drum untuk dipisahkan dari air yang masih
terikut sebanyak 32,01 kg/jam. Air yang masih terikut dialirkan ke boiler untuk diuapkan
kembali. Steam hasil pemisahan dari flash drum kemudian dibagi menjadi dua arus,
aliran menuju ke dalam proses dan aliran menuju deaerator. Sebagian steam yang

67

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

dikembalikan ke deaerator digunakan untuk melucuti oksigen pada deaerator secara


mekanis sebanyak 6.359,65 kg/jam. Kondensat dari steam kemudian di recycle kembali
menuju deaerator untuk kemudian diuapkan kembali dengan boiler. Namun demikian,
rangkaian proses ini tetap membutuhkan air make-up sebanyak 8.028,14 kg/jam untuk
menggantikan air umpan boiler maupun steam yang hilang karena bocor pada pipa
maupun alat proses. Penambahan air make-up ini juga untuk menambah kembali jumlah
air yang berkurang akibat proses blowdown pada boiler sebanyak 8.002,56 kg/jam.
Proses blowdown ini berfungsi untuk mengantisipasi akumulasi suspended solid.

e. Air pendingin (Cooling Water)

Jumlah pendingin yang dibutuhkan pada pabrik amonia ditunjukkan pada tabel
berikut.

Tabel IV. Kebutuhan Air Pendingin Pabrik


Alat Massa, kg/jam
HE-07 308.353,11
HE-08 269.003,96
HE-09 291.364,52
HE-10 448.049,73
HE-11 369.804,06
HE-12 367.342,25
HE-13 237.883,50
Total Kebutuhan Air Pendingin 2.291.801,13

Dengan mempertimbangkan faktor keamanan, disediakan air pendingin 20% lebih banyak
dari kebutuhan yaitu sebesar 2.750.161,36 kg/jam. Pada sistem air pendingin
menggunakan suatu siklus dimana air yang sudah digunakan akan digunakan kembali
dengan memanfaatkan pendinginan dengan cooling tower. Tetapi dalam prosesnya akan
terdapat air yang hilang sehingga perlu adanya make-up water sebesar 111.326,53 kg/jam.
Dari penjabaran kebutuhan air di atas, diperoleh kebutuhan total air pabrik adalah
sebesar 181.166,67 kg/jam. Air yang disediakan dibuat 20% lebih banyak dari nilai yang
dibutuhkan yaitu sebesar 217.400,00 kg/jam.

68

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

3. Neraca Massa Air

Gambar 1. Neraca Massa Air

4. Proses Pengolahan Air

Gambar 2. Diagram Alir Proses Pengolahan Air

Air yang digunakan adalah air laut, maka proses yang digunakan adalah desalinasi air laut.
Secara keseluruhan, proses pengolahan air dibagi menjadi beberapa tahapan proses, yaitu:

a. Proses Sea Water Intake dan Screening

Air laut dialirkan ke bak penampung sebagai umpan unit desalinasi menggunakan pompa
air laut, kemudian dilewatkan strainer untuk menghilangkan kotoran yang berukuran
besar seperti sampah atau ganggang serta binatang laut lainnya.

b. Proses Chemical Treatment


Dalam bak penampung, air laut diinjeksikan natrium hipoklorit (NaOCl) untuk mencegah
pertumbuhan binatang-binatang laut seperti ganggang laut, karang laut, rumput laut serta
mikroorganisme lain dalam pipa-pipa, karena hal tersebut dapat menyebabkan kebuntuan.
Dosis yang dianjurkan adalah 1 ppm.

c. Proses Desalinasi
Unit desalinasi bekerja dengan prinsip reverse osmosis. Reverse osmosis adalah metode
penyaringan yang dapat menyaring molekul dengan berbagai ukuran dan ionion dari
suatu larutan dengan menggunakan membran semipermeable yang selektif terhadap
molekul atau ion tertentu (dalam hal ini adalah ion NaCl). Dalam unit reverse osmosis
(RO) terdapat 2 kompartemen, yaitu kompartemen air yang kaya akan ion NaCl dan
kompartemen desal water. Air yang bebas NaCl akan lolos ke kompartemen desal water
karena mendapat tekanan balik dari sistem sehingga melawan gaya osmotik yang
seharusnya terjadi.
Membran yang dipilih dalam proses ini adalah FT30 Aromatic Polyamide Membrane
yang di industri sudah sering digunakan dalam pemurnian air laut. Berikut adalah struktur

69

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

kimia dalam membran tersebut:

Gambar 3. Struktur Kimia FT30 Aromatic Polyamide Membrane

d. Proses Desinfektasi
Proses ini dilakukan terhadap air yang digunakan untuk keperluan umum (perumahan dan
perkantoran) dengan diinjeksikan chlor. Dosis yang dianjurkan adalah 0,8 ppm.

e. Proses Demineralisasi
Proses ini dilakukan terhadap air yang akan digunakan sebagai umpan boiler. Tujuan dari
perlakuan ini adalah untuk mengurangi kesadahan air umpan boiler karena dapat
menimbulkan terjadinya scale pada boiler. Timbulnya scale menyebabkan terjadinya
overheating pada daerah tertentu dan berakibat kebocoran pada tube boiler. Adapun
peralatan yang digunakan adalah Cation Exchanger, Anion Exchanger, serta Deaerator.

5. Deskripsi Proses

Air laut dipompa ke screener untuk disaring sampah-sampah, kotoran-kotoran berukuran


besar, serta ikan-ikan laut yang terikut masuk ke dalam air yang akan diproses. Selanjutnya
air laut akan masuk ke bak ekualisasi untuk menghindari debit air yang fluktuatif saat masuk
ke proses. Setelah itu air laut akan mengalami proses desalinasi di reverse osmosis (RO). Air
desalinasi keluaran RO akan ditampung pada filtered water tank untuk didistribusikan ke unit
pembangkit steam, unit sanitasi, unit pemadam kebakaran, dan unit air pendingin. Untuk unit
sanitasi, pemadam kebakaran, dan air pendingin terlebih dahulu air masuk ke tangki sanitasi

70

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

untuk dijaga debitnya. Untuk kebutuhan pembangkit steam, air dialirkan dari filtered water
tank ke cation dan anion exchanger untuk dihilangkan mineral-mineral yang masih
terkandung di dalam air. Selanjutnya air keluaran ion exchanger dialirkan ke tangki
demineralized water untuk didistribusikan ke tangki kondensat sebagai air make up dalam
pembuatan steam.

Air dari tangki kondensat akan dialirkan ke deaerator untuk menghilangkan kandungan
gas terlarut dan kemudian digunakan lagi sebagai boiler feed water. Boiler feed water
kemudian masuk ke tangki deaerated water untuk dijaga debitnya dan ditambahkan
depresant berupa polimer GRK 781 dengan kadar 17,5 ppm. Penambahan polimer ini
bertujuan agar padatan mengambang pada boiler dan tidak terjadi pengendapan. Polimer ini
dipilih karena memiliki kemampuan yang cukup bagus untuk mendispersikan padatan pada
suhu yang cukup tinggi. Air yang keluar dari tangki deaerated water akan diproses di boiler
menjadi steam. Steam yang telah digunakan diembunkan kembali untuk kemudian dapat
diresirkulasikan kembali menuju boiler.

Air pendingin yang telah digunakan untuk mengembunkan steam ini akan digunakan
kembali sebagai air pendingin dengan didinginkan terlebih dahulu pada cooling tower.
Sebelum dialirkan menuju cooling tower, air pendingin ini akan ditampung terlebih dahulu
pada tangki hot basin dengan tujuan untuk menstabilkan debit. Setelah itu, air pendingin akan
dialirkan pada cooling tower untuk didinginkan dengan udara sebagai media pendingin. Pada
proses pendinginan ini, akan terdapat air yang berpindah ke udara karena perbedaan
konsentrasi antara air pendingin dan udara. Oleh karena itu, diperlukan make up water untuk
menjaga debit air pendingin. Air pendingin yang telah keluar dari cooling tower akan
ditampung pada tangki cold basin untuk ditambahkan make up water dan depresant berupa
polifosfat dengan kadar 40 ppm agar tidak terjadi pengendapan pada cooling tower.

B. Unit Pembangkit Steam (Steam Generation System)

Kebutuhan steam untuk media pemanas di pabrik maupun di unit utilitas dipenuhi oleh
boiler. Spesifikasi air yang diumpankan ke boiler bergantung pada tekanan operasi boiler,

71

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

dimana semakin tinggi tekanan semakin tinggi persyaratan kemurnian air umpan boiler.
Berikut tabel yang menunjukkan persyaratan air umpan boiler.

Tabel V. Persyaratan Air Umpan Boiler

Parameter Satuan Pengendalian Batas


pH Unit 10.5 11.5
Conductivity mhos/cm 5000, max
TDS ppm 3500, max
P Alkalinity ppm
M Alkalinity ppm 800, max
O Alkalinity ppm 2.5 x SiO2, min
T. Hardness ppm
Silica ppm 150, max
Besi ppm 2, max
Phosphat residual ppm 20 50
Sulfite residual ppm 20 50
pH condensate Unit 8.0 9.0

Semakin kecil pH air maka sifatnya akan menjadi asam dan menyebabkan korosi.
Semakin banyak oksigen terlarut, maka saat air dipanaskan akan terjadi oksidasi pada
dinding logam dan akan menyebabkan korosi pula. Jumlah besi, silica dan kesadahan (ion
2+ 2+
Mg dan Ca ) yang melebihi dari batas yang ditentukan akan menyebabkan kerak yang
keras dan sulit dibersihkan (scaling), sedangkan fouling disebabkan oleh adanya padatan
terlarut yang cukup banyak. Pada steam boiler biasanya digunakan saturated steam, hal ini
dikarenakan panas laten yang digunakan untuk merubah fase menghasilkan energi yang lebih
besar.

Kebutuhan steam yang dibutuhkan untuk penggunaan pada heat exchanger (HE-05 dan
HE-06) adalah sebesar 25.582,58 kg/jam. Saturated steam yang digunakan dihasilkan dari
boiler jenis water tube boiler pada tekanan yang sesuai dengan kebutuhan steam. Water tube
boiler digunakan karena kapasitas steam yang dibutuhkan cukup besar dalam tekanan yang
cukup tinggi. Jika steam yang diperlukan berbeda tekanan dan suhunya, maka yang dibuat
adalah steam yang paling tinggi tekanan dan suhunya, kemudian saturated steam yang dibuat
akan diekspansi menjadi superheated steam sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

72

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Bahan bakar yang digunakan untuk menyediakan panas pada boiler adalah fuel oil
dengan nilai Nett Heating Value (NHV) sebesar 605.502,50 BTU/lb . Kebutuhan bahan bakar
boiler adalah sebanyak 51,04 kg/jam dan kebutuhan udara boiler adalah sebesar 20,11
kg/jam.

C. Unit Penyedia Udara Instrumen (Instrument Air System)

Udara instrumen diperlukan untuk menggerakkan alat-alat kontrol yang bekerja secara
pneumatik. Udara instrumen memiliki tekanan sebesar 40 psig. Kebutuhan udara instrumen
total sebanyak 144 m3/jam (STP). Udara dari lingkungan yang bertekanan 1 atm dikompresi
hingga tekanannya 3,7211 atm, kemudian udara tersebut dihilangkan kandungan airnya
menggunakan silica gel di dalam tangki udara.

Untuk mendapatkan tekanan udara yang diinginkan, digunakan kompresor udara dengan
daya sebesar 6,37 kW. Jenis kompresor yang digunakan adalah reciprocating single stage
horizontal dengan power motor penggerak sebesar 10 Hp.

Tangki yang digunakan untuk menghilangkan kandungan air di udara berisi silica gel
sebanyak 0,22 m3 dengan dimensi tangki sebagai berikut :
2.
Diameter = 1,07 m
Tinggi = 2,14 m

A. Unit Pembangkit dan Pendistribusian Listrik (Power Plant and Power Distribution
System)

B. Unit Refrigerasi

73

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

C. Unit Pengolahan Limbah (Waste Processing System)

DAFTAR PUSTAKA

Brown, G. G., 1950, Unit Operations, pp. 76-80, McGraw-Hill, Inc., Singapore.
Brownell, L.E. and E.H. Young, 1959, Process Equipment Design Handbook, John Wiley
and Sons, Inc., New York.

Cheremisinoff, N.P., 2002, Handbook of Water and Wastewater Treatment Technologies,


Butterworth-Heinemann, USA.
Coulson, J.M. and Richardson J.F., 1983, Chemical Engineering Vol. 6, 1 st ed., Pergamon
Press Ltd., Oxford.
Metcalf and Eddy, 2003, Wastewater Engineering : Treatment and Reuse, 4th ed., McGraw-
Hill Companies, Inc., Republic of China
Perry, R.H. and Green, D.W., 1997, Perrys Chemical Engineers Handbook, 8th ed.,
McGraw-Hill Book Company, New York.
Powell, S.T., 1954, Water Conditioning for Industry, McGraw-Hill Book Company, New
York.

Rase, H.F. dan Barrow, M.H., 1957, Project Engineering for Process Plant , John Wiley and
Sons, Inc., New York.

Treybal, R.E., 1981, Mass Transfer Operation, 3rd ed., pp. 189-210; 252-261, McGraw-Hill
Book Company, Singapore.
Yaws, C.L., 1999, Chemical Properties Handbook, McGraw-Hill Inc., New York.

LAMPIRAN

A. Perhitungan Alat pada Unit Penyediaan dan Pengolahan Air


1. Screener-01
Tugas : Menyaring kotoran-kotoran yang berukuran besar dari air laut sebanyak
1.330.884,67 kg/jam sebelum disaring lebih lanjut
Alat : Rake screener
Perhitungan luas dibutuhkan

74

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Jumlah air disaring = 1.330.884,67 kg/jam


Debit air,Q = 1.330.884,67 kg/jam x 1000 kg/m3/3600
= 0,37 m3/s
Kecepatan air = 1 m/s (asumsi)
Luas dibutuhkan = 0,37 m3/s / 1 m/s
= 0,37 m2
2. Screener-02

Tugas : Menyaring kotoran-kotoran yang berukuran besar dari air laut


sebanyak 1.330.884,67 kg/jam sebelum disaring lebih lanjut

Alat : Wire mesh dengan ukuran 10, 40, dan 200 mesh

Perhitungan luas dibutuhkan

Jumlah air disaring = 1.330.884,67 kg/jam

Debit air,Q = 1.330.884,67 kg/jam x 1000 kg/m3/3600

= 0,37 m3/s

Kecepatan air = 1 m/s (asumsi)

Luas dibutuhkan = 0,37 m3/s / 1 m/s


= 0,37 m2

3. Bak Ekualisasi (B-01)

Tugas : Menampung air laut sebanyak 1.330.884,67 kg/jam untuk ditambahkan


larutan NaOCl 5%

Alat : Bak beton bertulang

Jumlah air yang ditampung = 1.330.884,67 kg/jam

Waktu tinggal air dalam bak = 4 jam (Powell,1954)

Volume bak (overdesign 10%) = 1.330.884,67 kg/jam / 1000 kg/m3 x 4 jam x


1,1

75

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

= 5.855,89 m3

= x p3

p = 28,61 m

= 2l =2t

l = 14,31 m

t = 14,31 m

Dipilih bak dengan ukuran

p = 29 m

l = 14,5 m

t = 14,5 m

4. Reverse Osmosis (RO-01)


Tugas : Menghilangkan garam dari air laut sebanyak 1.330.884,67 kg/jam
Alat : Spiral wound dengan flow channel 90 mil dan housing dari stainless steel
Bahan : Composite
Kondisi Operasi
Temperatur : 30oC
Tekanan : 50 atm
Menghitung dimensi alat
Umpan masuk = 1.330.884,67 L/jam
Permeate volumetris = 0,45 (asumsi recovery 45%) x 1.330.884,67 L/jam x 1,1
(overdesign 10%)
= 658.787,91 L/jam
Flux RO = 20 L/m2/jam
Luas dibutuhkan = 658.787,91 L/jam / 20 L/m2/jam
= 32.939,40 m2
Spesifikasi RO pada umumnya
Area per elements : 29,73-40,88 m2
Area per pressure vessel : 300-1000 m2
Jumlah elemen membran digunakan = 25
Jumlah housing digunakan = 40
Area per elements = 32.939,40 m2 /25/40
= 32,94 m2
Area per perssure vessel = 25 x 40 x 32,94 m2

76

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

= 823,48 m2
5. Reverse Osmosis (RO-02)
Tugas : Menghilangkan garam dari air laut sebanyak 731.986,57 kg/jam
Alat : Spiral wound dengan flow channel 90 mil dan housing dari stainless steel
Bahan : Composite
Kondisi Operasi
Temperatur : 30oC
Tekanan : 50 atm
Menghitung dimensi alat
Umpan masuk = 731.986,57 L/jam
Permeate volumetris = 0,45 (asumsi recovery 45%) x 731.986,57 L/jam x 1,1
(overdesign 10%)
= 329.393,95 L/jam
Flux RO = 35 L/m2/jam
Luas dibutuhkan = 329.393,95 L/jam / 35 L/m2/jam
= 10.352,38 m2
Spesifikasi RO pada umumnya
Area per elements : 29,73-40,88 m2
Area per pressure vessel : 300-1000 m2
Jumlah elemen membran digunakan = 15
Jumlah housing digunakan = 20
Area per elements = 10.352,38 m2 /15/20
= 34,51 m2
Area per perssure vessel = 15 x 20 x 34,51 m2
= 517,62 m2
6. Filtered Water Tank (B-02)
Tugas : Menampung air bersih dari RO-02 sebanyak 362.333,35 kg/jam
Alat : Bak beton bertulang
Jumlah air masuk = 362.333,35 kg/jam
Waktu tinggal air = 8 jam (Powell,1954)

Volume bak (overdesign 10%) = 362.333,35 kg/jam / 1000 kg/m3 x 8 jam x 1,1

= 3.188,53 m3

= x p3

p = 23,36 m

= 2l =2t

l = 11,68 m

t = 11,68 m

77

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Dipilih bak dengan ukuran

p = 23,50 m

l = 11,75 m

t = 11,75 m

7. Cation Exchanger (IE-01)


Tugas : menghilangkan kesadahan air umpan boiler sebanyak 8.028,14 kg/jam yang
disebabkan oleh kation
Alat : vertical cylindrical vessel
Resin : wet process synthetic zeolite
Jumlah air yang akan diolah = 8.028,14 kg/jam
= 8,03 m3/jam
=35,35 gpm
Kecepatan aliran air = 4 gpm/ft2 (nilai batasan)
Dipilih,
Luas =8,84 ft2
Diameter = 3,35 ft
Kemampuan zeolit = 8000 grain kesadahan/ft3
Kesadahan air = 100 ppm
Waktu operasi = 11 jam
Waktu pencucian = 0,5 jam
Waktu regenerasi = 0,5 jam
Kesadahan dalam satu kali operasi = 11 jam x 8.028,14 kg/jam x 100 ppm /1000000
= 8,83 kg
= 136.160,13 grain
Volume zeolit = 136.160,13 grain/8000 grain kesadahan/ft3
= 17,02 ft3
Densitas zeolit = 13,85 lb/ ft3
Kebutuhan zeolit =13,85 lb/ ft3 x 17,02 ft3
= 253,73 lb
Tinggi bed = 17,02 ft3/8,84 ft2
= 1,93 ft
= 0,59 m
Kebutuhan regenerasi
Kebutuhan HCl per siklus operasi = 0,4 lb/1000 grain
= 0,4 lb/1000 grain x 136.160,13 grain /1000
= 54,46 lb
= 24,71 kg

8. Anion Exchanger (IE-02)

78

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Tugas : menghilangkan kesadahan air umpan boiler sebanyak 8.028,14 kg/jam yang
disebabkan oleh anion
Alat : vertical cylindrical vessel
Resin : strongly basic resin (RNH2)
Jumlah air yang akan diolah = 8.028,14 kg/jam
= 8,03 m3/jam
=35,35 gpm
Kecepatan aliran air = 5 gpm/ft2 (nilai batasan)
Dipilih,
Luas = 7,07 ft2
Diameter = 3 ft
Kemampuan strongly basic resin = 10000 grain kesadahan/ft3
Kesadahan air = 250 ppm
Waktu operasi = 11 jam
Waktu pencucian = 0,5 jam
Waktu regenerasi = 0,5 jam
Kesadahan dalam satu kali operasi = 11 jam x 8.028,14 kg/jam x 250 ppm /1000000
= 22,08 kg
= 340.700,50 grain
Volume resin = 340.700,50 grain/10000 grain kesadahan/ft3
= 34,07 ft3
Densitas resin = 13,85 lb/ ft3
Kebutuhan resin =13,85 lb/ ft3 x 34,07 ft3
= 471,87 lb
Tinggi bed = 34,07 ft3/7,07 ft2
= 4,82 ft
= 1,47 m
Kebutuhan regenerasi
Kebutuhan NaOH per siklus operasi = 3,5 lb/ ft3
= 3,5 lb/ ft3 x 34,07 ft3
= 119,25 lb
= 54,09 kg
9. Tangki HCl (T-01)
Tugas : Menampung larutan HCl 5% yang akan digunakan untuk regenerasi IE-01
Alat : Flat bottom cylindrical tank dengan conical roof
Kapasitas = dua kali regenerasi
= 2 x 24,71 kg
= 49,41 kg
Densitas = 1.137,6 kg/m3
Volume = 49,41 kg / 1.137,6 kg/m3 / 0,05 x 1,1 (overdesign 10%)
= 0,96 m3
Diameter = Tinggi
=( 4x0,96 m3 /3,14)1/3
= 1,07 m
10. Tangki NaOH (T-02)
Tugas : Menampung larutan NaOH 5% yang akan digunakan untuk regenerasi IE-02

79

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Alat : Flat bottom cylindrical tank dengan conical roof


Kapasitas = dua kali regenerasi
= 2 x 54,09 kg
= 108,18 kg
Densitas = 1.039 kg/m3
Volume = 108,18 kg / 1.039 kg/m3 / 0,05 x 1,1 (overdesign 10%)
= 2,29 m3
Diameter = Tinggi
=( 4 x 2,29 m3 /3,14)1/3
= 1,43 m
11. Tangki Demin Water (T-03)
Tugas : Menampung air bersih hasil IE-02 sebanyak 8.028,14 kg/jam untuk
keperluan make-up steam
Alat : Cylindrical vessel dengan conical head
Jumlah air masuk = 8.028,14 kg/jam
Waktu tinggal air = 2 jam

Volume (overdesign 10%) = 8.028,14 kg/jam / 1000 kg/m3 x 2 jam x 1,1

=17,66 m3

Diameter = Tinggi
=( 4 x 17,66 m3 /3,14)1/3

= 2,82 m

12. Deaerator (D-01)


Tugas : Menghilangkan kandungan gas terlarut seperti O2 dan CO2 untuk

mengurangi terjadinya korosi pada boiler.

Alat : Vesel vertikal


Jumlah air masuk deaerator = 39.980,79 kg/jam
Waktu tinggal =12 jam
Jumlah =2
Volume 1 tangki = 39.980,79 kg/jam x 12 jam x 1000 kg/m3 x1,1
(overdesign) /2
=287,86 m3
Diameter = Tinggi
=( 4 x 287,86 m3 /3,14)1/3
= 7,16 m

13. Tangki Deaerated Water (T-04)

80

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Tugas : Menampung hasil keluaran deaerator serta arus resirkulasi sebanyak


40.012,80 kg/jam untuk kemudian diumpankan ke boiler
Alat : cylindrical vessel dengan conical head
Jumlah air masuk = 40.012,80 kg/jam
Waktu tinggal =1 jam
Volume tangki = 40.012,80 kg/jam x 1 jam x 1000 kg/m3 x1,1
(overdesign)
= 48,02 m3
Diameter = Tinggi
=( 4 x 48,02 m3 /3,14)1/3
= 3,94 m

14. Boiler (BO-01)


Tugas : Menyediakan steam untuk kebutuhan pemanasan proses
Alat : Water tube boiler
Jumlah steam : 25.582,58 kg/jam
Efisiensi : 0,8
BFW : 40.012,80 kg/jam
Kondisi steam
Tekanan : 1.450,38 Psia
Suhu : 583,15 K
Suhu BFW masuk : 273,15 K
Kebutuhan energi : 34.069.048,54 BTU/jam

15. Tangki Sanitasi (T-05)


Tugas : Menampung air bersih untuk keperluan umum dan pemadaman
kebakaran sebanyak 3.162 kg/jam
Alat : cylindrical vessel dengan conical head
Jumlah air masuk = 3.162 kg/jam
Waktu tinggal = 6 jam
Volume tangki = 3.162 kg/jam x 6 jam x 1000 kg/m3 x1,1 (overdesign)
= 20,87 m3
Diameter = Tinggi
=( 4 x 20,87 m3 /3,14)1/3
= 2,98 m

16. Hot Basin (B-03)


Tugas : Menampung air pendingin yang akan didinginkan di cooling tower sebanyak
2.748.786,28 kg/jam
Alat : Bak beton bertulang
Jumlah air yang ditampung = 2.748.786,28 kg/jam
Waktu tinggal air dalam bak = 1 jam
Volume bak (overdesign 10%) = 2.748.786,28 kg/jam / 1000 kg/m3 x1 jamx1,1
= 3.023,66 m3

81

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

= x p3
p = 22,95 m
= 2l =2t
l = 11,48 m
t = 11,48 m
Dipilih bak dengan ukuran
p = 23 m
l = 11,5 m
t = 11,5 m

17. Cold Basin (B-04)


Tugas : Menampung air pendingin yang telah didinginkan di cooling tower dan air
make-up sebanyak 2.750.161,36 kg/jam
Alat : Bak beton bertulang
Jumlah air yang ditampung = 2.750.161,36 kg/jam
Waktu tinggal air dalam bak = 1 jam
Volume bak (overdesign 10%) = 2.750.161,36 kg/jam /1000 kg/m3 x4 jamx 1,1
= 3.025,18 m3
= x p3
p = 22,96 m
= 2l =2t
l = 11,48 m
t = 11,48 m
Dipilih bak dengan ukuran
p = 23 m
l = 11,5 m
t = 11,5 m

18. Tangki Penyimpanan Larutan NaOCl 5% (T-06)


Tugas : Menampung larutan NaOCl 5% yang akan diinjeksikan pada B-01
Alat : cylindrical tank
Konsentrasi kaporit dalam air olahan = 1 ppm
Kebutuhan kaporit = 1.3309 kg/jam
Kebutuhan larutan kaporit 5% = 5/100 x 1.3309 kg/jam
= 27 kg/jam
untuk keperluan 1 minggu operasi,
volume cairan (overdesign 10%) = 4,47 m3
dengan, H/D =2
Diameter = 1,77 m
Tinggi = 3,54 m

19. Tangki Bahan Bakar (T-07)


Tugas : Menyimpan bahan bakar untuk kebutuhan boiler
Alat : cylindrical tank
Waktu tinggal = 14 hari (336 jam)
Kebutuhan bahan bakar = 51,04 kg/jam

82

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

volume tangki (overdesign 20%) = 20,58 m3


H = D = 2,97 m

B. Perhitungan Cooling Tower

C. Perhitungan Pompa pada Unit Utilitas

Pada unit utilitas digunakan 15 pompa. Penjabaran perhitungan secara rinci hanya
akan dilakukan pada pompa-01. Sementara untuk pompa lainnya hanya akan ditampilkan
spesifikasinya.

1. Pompa-01
Tugas : Mengalirkan air laut sebanyak 1.330.884,67 kg/jam menuju SC-01
Jenis : pompa sentrifugal single stage, axial impeller
Menentukan Diameter Optimum Pipa
Untuk pipa yang terbuat dari Carbon Steel :
Diopt = 282 G0,52-0,37
(Coulson dan Richardson, 1983)
Dengan,
G = kecepatan aliran massa fluida, kg/s
=1.330.884,67 kg/jam
= 443,63 kg/s
= densitas fluida, kg/m3
= 1.054,76 kg/m3
Diopt = diameter dalam pipa optimum, mm
= 470,82 mm =18,54 in
Dari Appendix K (Brownell,1979) dipilih pipa dengan spesifikasi :
NPS = 20 in
Sch. Number = 40
Di = 18,75 in

Menghitung Bilangan Reynold dan Koefisien Friksi


Persamaan-persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut :
4 Q
=
D
= (4 x 1.054,76 kg/ m3x 0,42 m3/s) / (3,14 x 0,47 m x 0,001 kg/m.s)
= 1.173.091,17

83

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

0,5
f =0,0056+
0,32
= 0,01
f ( L+ ) Q
F= 2

2g ()4
D5

L = 10 m
Le = Gate valve fully open = 0,183 m
L+Le = 10,183 m
F = 1,77 m

Menghitung Head Pompa dan Putaran Spesifik


Head pompa dihitung dengan persamaan :
( P2 P 1)
Ws= + ( Z 2Z1 ) + F
g
dengan,
-Ws : head pompa, m
Pi : tekanan pada suatu titik, Pa
Zi : ketinggian suatu titik dari acuan, m
: densitas fluida, kg/m3
g : percepatan gravitasi, 9,8 m/s2
data untuk menghitung head :
Z2 = Z1 = 0 m
P2 = 1,3 atm
P1 = 1 atm
-Ws = 4,7 m

Putaran spesifik pompa dihitung dengan persamaan :


nQ 0,5
n s= 0,75
Ws
dengan,
-Ws : head pompa, ft
ns : putaran spesifik pompa, rpm
n : putaran pompa, rpm
: 2.900 rpm
Q : debit fluida,gpm
Sehingga diperoleh nilai ns = 18.067,75 rpm

Penentuan Jenis dan Stage Pompa


Penentuan jenis dan stage pompa ditentukan dari grafik berikut.

84

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Gambar 4. Grafik
Penentuan
Jenis dan Stage Pompa
Sehingga dari grafik di
atas digunakan pompa sentrifugal single stage.

Penentuan Jenis Impeller


Untuk pompa sentrifugal, jenis impeller ditentukan dari putaran pompa tersebut.
Untuk putaran pompa di antara nilai 400-1000 rpm, digunakan radial impeller.
Putaran pompa 1500-7000 rpm menggunakan mixed impeller. Dan putaran pompa
lebih dari 7000 rpm digunakan axial impeller.
Dengan keterangan di atas maka impeller yang cocok digunakan adalah axial
impeller.

Menghitung Daya Pompa


Daya motor penggerak pompa dihitung dengan persamaan :
Q (Ws ) Sg
P=
3960
dengan, P : daya motor, HP
: efisiensi motor
: 0,8
Sg : specific gravity
Q ; debit fluida, gpm

P = 27,47 HP

2. Pompa-02
Tugas : Mengalirkan larutan NaOCl 5% dari T-06 menuju B-01 sebanyak 27
kg/jam
Jenis : Dosing pump

85

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 0,03 m3/jam
Head : 18 m
Putaran : 30,29 rpm
Daya motor : 0,002 HP
3. Pompa-03
Tugas : Mengalirkan air laut dari B-01 ke RO-01 sebanyak 1.330.884,67
kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage radial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 100,86 m3/jam
Head : 35,1 m
Putaran : 1.033,69 rpm
Daya motor : 317,96 HP

4. Pompa-04
Tugas : Mengalirkan air bebas garam dari B-02 ke IE-01 sebanyak
362.333,35 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage radial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 224,91 m3/jam
Head : 9,27 m
Putaran : 4.189,69 rpm
Daya motor : 30,68 HP

5. Pompa-05
Tugas : Mengalirkan air dari IE-01 ke IE-02 sebanyak 362.333,35 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage radial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 227,97 m3/jam
Head : 5,50 m
Putaran : 6.245,76 rpm
Daya motor : 18,18 HP

6. Pompa-06
Tugas : Mengalirkan air dari IE-02 ke T-03 sebanyak 362.333,35 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage axial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 425,08 m3/jam
Head : 6,47 m
Putaran : 7.546,17 rpm
Daya motor : 21,40 HP

86

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

7. Pompa-07
Tugas : Mengalirkan air dari T-03 ke D-01 sebanyak 8.028, 14 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage radial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 9,42 m3/jam
Head : 9,49 m
Putaran : 842,40 rpm
Daya motor : 0,70 HP

8. Pompa-08
Tugas : Mengalirkan BFW dari D-01 ke T-04 sebanyak 39.980,70 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage mixed impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 46,90 m3/jam
Head : 5,53 m
Putaran : 2.819,05 rpm
Daya motor : 2,02 HP

9. Pompa-09
Tugas : Mengalirkan BFW dari T-04 ke BO-01 sebanyak 40.012,80 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage mixed impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 46.94 m3/jam
Head : 5,53 m
Putaran : 2.819,05 rpm
Daya motor : 2,02 HP

10. Pompa-10
Tugas : Mengalirkan air pendingin dari proses menuju B-05 sebanyak
2.748.786,3 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage axial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 3.224,78 m3/jam
Head : 3,05 m
Putaran : 36.527,35 rpm
Daya motor : 76,54 HP

11. Pompa-11
Tugas : Mengalirkan air pendingin dari proses menuju B-05 sebanyak
2.748.786,3 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage axial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 3.224,78 m3/jam
Head : 3,05 m
Putaran : 36.527,35 rpm

87

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Daya motor : 76,54 HP

12. Pompa-12
Tugas : Mengalirkan air pendingin dari B-04 ke proses sebanyak
2.638.834,82 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage axial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 3.095,78 m3/jam
Head : 3,05 m
Putaran : 35.812,92 rpm
Daya motor : 73,41 HP

13. Pompa-13
Tugas : Mengalirkan air dari B-02 ke B-04 sebanyak 111.326,53 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage mixed impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 130,60 m3/jam
Head : 7,04 m
Putaran : 3.924,79 rpm
Daya motor : 7,16 HP

14. Pompa-14
Tugas : Mengalirkan air dari B-02 ke T-05 sebanyak 362.333,35 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage radial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 425,08 m3/jam
Head : 21,05 m
Putaran : 1.334,82 rpm
Daya motor : 45,59 HP

15. Pompa-15
Tugas : Mengalirkan bahan bakar dari T-07 ke BO-01 sebanyak 51,04 kg/jam
Jenis : Pompa sentrifugal single stage radial impeller
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 0,07 m3/jam
Head : 3,7 m
Putaran : 151,20 rpm
Daya motor : 0,002 HP

88

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

D. Perhitungan Kebutuhan Bahan Bakar pada Unit Pembangkit Steam

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, kebutuhan steam total


adalah sebesar 25.582,58 kg/jam. Bahan bakar yang digunakan dipilih fuel oil nomor 2
dengan spesifikasi sebagai berikut.

Jenis : fuel oil nomor 2 (diesel)

API :33

Komposisi (%w/w) : C= 87,3 N= 0,006 O=0,04

H= 12,6 S=0,22

Flash Point : 38oC

Pour Point :-6 oC

Specific Gravity :0,8602

Berdasarkan komposisi petroleum oil di atas, dari fig.27-3 Perry,1997 diperoleh nilai Gas
Heating Value (GHV) sebesar 130.000 BTU/USgal. Gas hidrogen yang terdapat dalam
bahan bakar bereaksi dengan udara mengikuti persamaan reaksi berikut.

2 + 1/2 2 2()
() ()

Panas penguapan H2O pada kondisi pembakaran industrial fuel (Hv) adalah 1.058,2
BTU/lb. Sehingga nilai NHV (Netto Heating Value) dapat dihitung dengan persamaan :

= % 2

= 605.502,50 /

Kebutuhan bahan bakar dapat dihitung dengan persamaan:

Q
m=
NHV x

dengan, Q = beban panas boiler = 34.069.048,54 BTU/jam

89

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

= efisiensi bahan bakar, diambil 50 %

Kebutuhan bahan bakar (m) = 51,04 kg/jam

E. Perhitungan Unit Penyedia Udara Instrumen

Tugas : Menggerakan alat instrumen yang menggunakan sistem pneumatis


Sumber udara : Udara bebas yang disaring menggunakan saringan udara diumpankan
ke bejana pengering udara berisi silika gel dan ditekan menggunakan
single stage kompresor.
Kebutuhan udara tekan = 144 m3/jam (STP)
Tekanan = 40 psig = 3,72 atm
1. Ketersediaan Udara
Tekanan = 1 atm
Temperatur = 28 oC = 301 K
RH = 80%
Kebutuhan udara dari lingkungan = 158,77 m3/jam
Kecepatan udara masuk = 6432,6 mol/jam

2. Pengeringan Udara Menggunakan Silika Gel


Silika gel digunakan untuk mengeringkan udara yang akan dipakai pada alat
instrumen
Kelembaban udara (Tdry ) = 0,0192 lbair/lb ud kering ( Perry, 2008)
Kecepatan udara masuk = 185,26 kg/jam = 408,42 lb udara/jam
Jumlah air diserap = 7,69 lb air/jam
Kemampuan absorbsi silika gel pada kondisi jenuh = 0,5 lb air/lb silica gel (Perry,
2008)
jumlah air diserap
Kebutuhan silika gel = kemampuan absorbsi silica = 15,39 lbsilica gel/jam

Bulk density silika gel = 48 lb/ft3


Waktu tinggal = 24 jam
Volume silika gel = 7,69 ft3 = 0,22 m3

90

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)
Prarancangan Pabrik Amonia dari Nitrogen dan Hidrogen

Volume silika gel menempati 15% volume pengering


Kapasitas bejana = 1,45 m3
Dimensi bejana pengering
H/D =2
Diameter = 1,07 m
Tinggi, H = 2,14m

3. Kompresor Udara Tekan


Dengan asumsi udara mengikuti hukum gas ideal dan kompresi udara berlangsung
secara adiabatis,
adiabatik, cp/cv = 1,4
1
P
Takhir Tawal 2
P1

T setelah proses kompresi = 438,14 K


1

RT1 P2

W 1
1 P1

Kerja untuk proses kompresi = 2850,50J/mol udara kompresi


= 2,85kJ/mol udara
Kerja total = 18336,10 kJ/jam = 5,09 kW
Effisiensi kompresi = 0,8
Suplai kerja = 6,37 kW = 8,537 hp
Over design,10% = 9,39167 hp
Standar = 10 hp

F. Perhitungan Kebutuhan Listrik

91

Adiyat (13/346762/TK/40615)
Rania (13/353098/TK/41329)