You are on page 1of 6

LAPORAN RESMI KIMIA ORGANIK I

PELARUT-PELARUT ORGANIK

Oleh:
Reza Permana Putra (652009012)
Devy Kartika Ratnasari (652009602)

Program Studi Kimia


FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2011
LAPORAN RESMI KIMIA ORGANIK I

Nama/Nim : 1. Reza Permana Putra (652009012)


2. Devy Kartika Ratnasari (652009602)
Tanggal Praktikum : 4 Februari 2011

JUDUL : PELARUT-PELARUT ORGANIK

TUJUAN
1. Agar Praktikan mengetahui sifat-sifat pelarut yang dipakai dalam reaksi organik
2. Agar praktikan mampu mengenali data fisik : BP(titik didih) dari pelarut yang dipakai
dan mengidentifikasi pelarut yang bersifat polar maupun non-polar.
3. Agar praktikan dapat menentukan data pelarut melalui eksperimen.

ALAT, BAHAN DAN DATA FISIK


Alat
Tabung reaksi
Spatula Pipet tetes

Termometer Waterbath

Rak Tabung reaksi Pembakar Bunsen

Klep Statif

Spatula Pipet tetes

Bahan
n-heksana Sikloheksana Akuades
Aseton Diklormetan Naftalen
Etanol Kloroform Gula
Formaldehida Etil asetat asam benzoat
Data fisik

Pelarut Mw Bp Mp d Sifat khas


(C) (C)
- Tida
k berwarna
n-heksana 86,18 69 -95s/d- 0,6603 - Mudah menguap
100 - Mud
ah terbakar
- Kelarutan dalam alkohol, eter,
kloroform
- Tidak larut dalam air
- Tidak berwarna
- Mudah menguap
Aseton 58,08 56,2 -93,35 0,7888 - Mudah terbakar
- Kelarutan dalam air, alkohol, eter,
kloroform, benzene
- Tidak berwarna
- Mudah menguap
- Mudah terbakar
Etanol 46,07 78,5 -117,3 0,789 - Kelarutan dalam air, etanol, benzene

- Tidak berwarna
Formaldehida 30,03 96 -92 1,085 - Mudah terbakar
- Sangat reaktif
- Kelarutan dalam alkohol, eter, benzena
- Tidak berwarna
Sikloheksana 84,16 83 -80,7 0,7785 - Mudah terbakar
- Kelarutan dalam alkohol, eter, benzena
- Tidak larut dalam air
- Tidak berwarna
- Mudah menguap
Diklormetan 84,93 40 -95,1 1,3266 - Tidak mudah terbakar
- Kelarutan dalam alkohol, etana
- Kelarutan dalam alkohol, benzene,
Kloroform 119,39 61,7 -63,5 1,484 eter, CCl4
- Sedikit larut dalam air
- Jernih
- Mudah menguap
Etil asetat 88,1 77 -83,6 0,9003 - Mudah terbakar
- Kelarutan dalam air, alkohol, eter,
kloroform
- Mudah menguap
Naphtalene 128,19 218,8 80,2 0,9628/1,162 - Tidak larut dalam air
- Kelarutan dalam benzene, alkohol,
etana
Gula 180,16 - 146 1,038 - Larut dalam air
Asam 122,13 249,13 122,4 1,0749 - Berupa padatan putih
Benzoat - Kelarutan dalam etanol, alkohol, benzena,
aseton, kloroform
CARA KERJA
A. Pengukuran Titik Didih
1. Memilih 3 pelarut diantara 8 pelarut (1 s/d 8) yang tersedia dan mengambil
secukupnya 3 pelarut ke dalam tabung reaksi.
2. Melakukan pemanasan pelarut dalam waterbath.
3. Mengukur titik didih dari masing-masing pelarut dengan menggunakan
termometer dan membandingkan titik didih yang didapat saat praktikum dengan
titik didih pada teori.
B. Uji Pencampuran Pelarut Organik dengan Air (untuk semua pelarut yang
tersedia)
1. Mengisi tabung reaksi dengan akuades.
2. Meneteskan beberapa tetes pelarut ke dalam tabung reaksi tersebut dan dibuat
tetesan pelarut sama untuk setiap tabung.
3. Mengocok tabung reaksi yang berisi pelarut dan akuades.
4. Mengamati apakah pelarut bercampur dengan akuades atau tidak.
5. Memanaskan tabung reaksi yang berisi campuran tersebut dengan memakai
apabila pelarut tidak bercampur dengan akuades atau terdapat pemisahan cairan
dalam tabung.
C. Uji Kelarutan Senyawa Organik
1. Mengambil sedikit masing-masing sampel yang digunakan (gula, naftalen dan
asam benzoat) kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
2. Meneteskan beberapa tetes pelarut ke dalam tabung tersebut.
3. Mengocok tabung reaksi yang berisi pelarut dan sampel.
4. Mengamati apakah sample yang digunakan larut dalam pelarut pada suhu kamar
dan pada saat dilakukan pemanasan .
HASIL PENGAMATAN
A. Pengukuran Titik Didih

Nama Pelarut Kemampuan Bercampur


BP TEORI (C) BP PRAKTIKUM (C)

B. Uji Pencampuran Pelarut Organik dengan Akuades


Pelarut Kemampuan bercampur
Suhu kamar Pemanasan
1. n-heksana
2. Aseton
3. Etanol
4. Formaldehida
5. Sikloheksana
6. Diklormetan
7. Kloroform
8. Etil asetat
9. Akuades

C. Uji Kelarutan Senyawa Organik


Sampel Gula Asam Benzoat Naphtalene
Suhu Pemanasan Suhu Pemanasan Suhu Pemanasan

Pelarut kamar kamar kamar


1. n-heksana

2. Aseton

3. Etanol
4. Formalin
5. Sikloheksana
6. Diklormetan
7. Kloroform
8. Etil asetat
9. Akuades

JAWAB PERTANYAAN
1. Aplikasi dari sistem like dissolve like (senyawa polar hanya dapat larut dalam pelarut
polar dan sebaliknya senyawa non polar hanya dapat larut dalam pelarut non polar)
adalah :
Ekstraksi lemak dengan menggunakan heksana atau petroleum eter (defatisasi).
Ekstraksi klorofil dengan menggunakan aseton.

2. Manfaat jika kita mengetahui Bp (titik didih) adalah :


Digunakan dalam proses destilasi. Dengan mengetahui Bp suatu pelarut maka kita
dapat memisahkan suatu senyawa dari pelarutnya.
Untuk mengetahui jenis termometer yang digunakan.