You are on page 1of 16

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik II

ANALISIS GUGUS FUNGSIONAL

Nama / NIM : 1. Erik Mahargyo S.W (652004001)


2. Vita DeVita (652004018)
3. Lenny Wulansari (652004022)
Tanggal Praktikum : 03 Februari 2006
JUDUL : ANALISA GUGUS FUNGSIONAL
TUJUAN
1. Agar praktikan dapat mengenal gugus fungsional.
2. Agar praktikan dapat mengidentifikasi senyawa yang belum diketahui sifatnya.

BAHAN, ALAT DAN DATA FISIK


Bahan :
Metanol KCl H2SO4
Etanol KBr Dinitrofenil
Tertier butyl alkohol KI hidrazin

Aceton Fenol Tollen

Acetophenon Anilin [As(NH3)2+]


NaOH
Formaldehide Difenil amin
I2
Isopropanol Urea
HNO3
Na2CO3 K2Cr2O7
AsNO3
NaHCO3 KMnO4
FeCl3
Asam formiat CH3COOH
Air
HCl Es
Br2
Alat : 1. tabung reaksi
2. spatula
3. pipet
4. penangas air

1
Data fisik :
Bahan Mw Bp Mp d Sifat khas
Larut dalam air,
etanol, eter, benzene,
Metanol 32,04 64,7 -97,8 0,7866 keton dan pelarut
organik lain
Beracun
Larutan tidak berwarna
Mudah menguap
Mudah terbakar
Etanol 46,07 78,5 -117,3 0,7893 Dibentuk dari fermentasi
gula,, tepung dan
karbohidrat lain
Larut dalam air, etanol
dan benzen
Berbentuk kristal
Tersier Butyl 79,2 82,41 - 0,7805 Larut dalam air, alkohol,
alkohol eter, benzene
Bersifat racun
Kalium bikromat 294,4 - 395 2,676 -
Asam asetat 60,05 118 - 1,049 -
Larutan tidak berwarna
Mudah menguap
Aseton 58,08 56,2 -95,35 0,7899 Mudah terbakar
Dibentuk dari fermentasi
Kelarutan dalam air,
alkohol, eter, benzene
dan kloroform
Mudah teebakar
Tidak berwarna
Formaldehida 30,03 96 -92 0,815 Sangat reaktif
Larut dalam air, alkohol,
aseton dan benzen
Cairan yang refraktif
kuat
Benzaldehid 106,12 179 -56,5 1,043 Larut dalam 350
Larut dalam alkohol,
eter, minyak dan air
Berupa cairan
Bebas alkohol,
kloroform, eter
Asetofenon 120,15 202 20,5 1,033 -
Na2CO3 106 - 851 - -

2
NaHCO3 84 - - - -
NaOH 40,01 - - - -
Kalium 192,2 774 63,65 0,862 -
permanganat
Fenol 94,11 182 40,85 - Tidak berwarna
Beracun
Larut dalam air, alkohol,
Isopropanol 60,09 82,5 -85,8 0,7808 eter
Mudah menguap
HCl 84,46 - - - -
FeCl3 162,22 316 3,7 2,9 -
Amina 71,12 65 - - -
Tidak berwarna
Asam Formiat 46,02 100,5 8,4 1,220 Cairan berbahaya
Larut dalam air
Tidak berwarna
Cairan berminyak dan
Anilin 93,12 184-186 -6 1,022 beracun
Mudah menguap
Tidak berwarna
Difenil amin 169,22 302 53-54 1,16 Berbentuk kristal
Tidak larut dalam air
Mudah menguap
Hidroksi 144,16 288 96 1,0954 Larut dalam air
napthalene Peka terhadap cahaya
Beracun

CARA KERJA
1. ALKOHOL
Percobaan A
1. Meneteskan 3 tetes Metanol ke dalam tabung reaksi yang berisi 0,5 ml
larutan K2Cr2O7/H+.
2. Mengamati perubahan warna yang terjadi (bila perlu lakukan pemanasan)
3. Mengulangi percobaan dengan meneteskan 3 tetes alkhohol yang diuji ke
dalam tabung reaksi berisi 2 ml air, kemudian tambahkan setetes demi setetes
KMnO4/H+.
4. Mengulangi percobaan (1-3) dengan Etanol dan Tersier Butil Alkhohol.
Percobaan B
1. Memasukkan 1 ml Etanol dan 5 tetes H2SO4 pelarut kedalam tabung reaksi
yang berisi CH3COOH.

3
2. Memanaskan sampai mendidih, dan mengamati bau yang terjadi.
3. Mengulangi percobaan diatas dengan menggunakan Metanol.
2. KARBONIL
Percobaan A
1. Memasukkan 1 tetes aseton ke dalam tabung reaksi yang berisi 0,5 ml
reagen d.n.p.
2. Mengamati warna zat padat yang terjadi.
3. Menunggu beberapa menit, kemudian mengamatinya kembali.
4. Mengulangi percobaan (1-3) dengan menggunakan Asetofenon dan
Formaldehid.
Percobaan B
1. Meneteskan 3 tetes folmaldehid ke tabung reaksi yang berisi 0,5 ml larutan
K2Cr2O7/H+ .
2. Mengamati perubahan warna yang terjadi.
3. Melakukan pemanasan bila perlu.
4. Mengulang percobaan (1-3) dengan menggunakan reagen Tollen [Ag(NH 3)2+]
yang dapat dibuat dengan mencampurkan AgNO3 + NH3.
5. Mengamati perubahan yang terjadi.
6. Memanaskan selama 5 menit apabila cermin perak belum terbentuk.
Percobaan C
1. Memasukkan 5 tetes aseton kedalam tabung reaksi yang berisi 2 ml air.
2. Menambahkan 2 ml 5% NaOH.
3. Menambahkan setetes demi setetes reagen KI/I2 sampai warna I2 tidak hilang.
4. Membiarkannya selama 2-4 menit.
5. Mengamati, apakah kristal-kristal kuning yodoform sudah terbentuk atau
belum.
6. Memanaskan larutan dalam penangas + 60C (apbila kristal kuning belum
terbentuk).
7. Menambahkan beberapa tetes KI/I2 sampai warna I2 tidak hilang.
8. Setelah memanaskan selama 2menit, menambahkan beberapa tetas NaOH.
9. Menambahkan air dengan volume yang sama.
10. Membiarkannya selama 10 menit.

4
11. Mengulangi percobaan (1-10) dengan menggunakan Etanol dan isopropanol.
3. ASAM KARBOKSILAT
Percobaan A
1. Menambahkan masing-masing 5 tetes CH3COOH ke dalam tabung reaksi yang
masing-masing berisi Na2CO3 dan NaHCO3.
2. Mengamati apa yang terjadi.
Percobaan B
1. Memasukkan 1ml Etanol dan 5 tetes H2SO4 (pekat) ke dalam tabung reaksi yang
berisi 15 tetes asam formiat.
2. Memanaskannya dengan penangas air.
3. Mengamati apa yang terjadi.
4. HALIDA
1. Menambahkan 3 tetes KCL ke dalam tabung reaksi yang berisi 4 ml larutan
NaOH 4M.
2. Mendidihkannya selama 5 menit.
3. Mendinginkan larutan tersebut.
4. Mengasamkannya dengan menambahkan HNO3 15 M.
5. Menambahkan setetes demi setetes larutan 0,1M AgNO3.
6. Mengamati apa yang terjadi/warna endapannya.
7. Mengulangi percobaan (1-6) dengan menggunakan KBr, KI.
5. FENOL
A Uji Daya Larut
1. Menambahkan + 50 mg fenol ke dalam tabung reaksi berisi 0,5 mg larutan NaOH.
2. Memperhatikan apakah yang terjadi pada larutan.
3. Mengulangi percobaan (1-2) dengan menggunakan Na2CO3 dan larutan NaHCO3.
4. Memperhatikan apakah keluar gelembung-gelembung gas CO2.
B Uji FeCl3
1. Menambahkan 50mg fenol ke dalam tabung reaksi berisi 2 ml air.
2. Menambahkan 4 tetes FeCl3.
3. Mengocok larutan tersebut hingga tercampur.

5
C Uji Brom
1. Melarutkan 50mg fenol dengan 2ml etanol dalam tabung
reaksi.
2. Menambahkan setetes demi setetes larutan Brom.
6. AMINA
A Uji Daya Larut
1. Menambahkan 3 tetes Anilin ke dalam tabung reaksi yang berisi 0,5ml HCL 1M.
2. Memanaskannya sebentar bila diperlukan.
3. Menambahkan NaOH 1 M berlebihan.
4. Mengamati apa yang terjadi.
5. Mengulangi percobaan (1-4) dengan menggunakan Difenil amin.
B Reaksi terhadap Asam Nitrorus
1. Memasukkan 1 tabung reaksi ke dalam gelas piala yang berisi es.
2. Mengisi tabung reaksi tersebut dengan 5 tetes Anilin, 3ml HCL 4M dan 2 gram
es.
3. Menambahkan 1ml NaNO2 4M dengan perlahan-lahan
4. Memperhatikan jika terjadi gelembung-gelembung gas / minyak warna kuning.
5. Mengulangi percobaan (1-4) dengan menggunakan Difenilamin.
6. Mengulangi cara ini dengan Anilin, kemudian menambahkan 1ml campuran yang
terjadi ke tabung reaksi berisi 3 ml larutan 0,5 M 2-hidroksinaftalena / 0,2 M
NaOH.
7. Mengamati hasil yang terjadi.
C Uji Brom
1. Menambahkan 5 tetes Anilina ke dalam tabung reaksi yang berisi 2 ml Etanol.
2. Menambahkan setetes demi setetes larutan Brom.
3. Mengamati perubahan warna yang terjadi.
7. AMIDA PRIMER
1. Menambahkan 50 mg urea ke dalam tabung reaksi yang berisi 3ml 4 M
NaOH.
2. Memanaskannya dan memperhatikan bau amonia yang terjadi.
3. Meletakkan kertas lakmus basah pada mulut tabung reaksi dan memeriksa
gas yang keluar.

6
HASIL PENGAMATAN

1. ALKOHOL
NO Percobaan Bahan yang Diuji Reagen Hasil Pengamatan
1. metanol K2Cr2O7 / H+ Kuning Biru kehijauan
2. etanol K2Cr2O7 / H+ Kuning Biru kehijauan
3. tertier butil alkohol K2Cr2O7 / H+ Tetap Kuning
A
4. metanol KMnO4 Ungu Coklat
5. etanol KMnO4 Ungu Coklat
6. tertier butil alkohol KMnO4 Tetap Ungu
7. metanol H2SO4 Berbau harum
8.
B etanol H2SO4 Berbau harum

2. KARBONIL
NO Percobaan Bahan yang Diuji Reagen Hasil Pengamatan
1. aseton d.n.p kuning
A
2. formaldehid d.n.p kuning
3. formaldehid K2Cr2O7 / H+ Orange Hijau
B
4. formaldehid Ag(NH3) +2 Terbentuk cermin perak
5. aseton I2 Kuning, warnanya luntur
6. C etanol I2 Kuning, warnanya luntur
7. isopropanol I2 Kuning, warnanya luntur

3. ASAM KARBOKSILAT
NO Percobaan Bahan yang Diuji Reagen Hasil Pengamatan
Na2CO3
1. A asam asetat
NaHCO3
Terbentuk gas (gelembung udara)
Terbentuk gas, stlh dipanaskan
2. B asam formiat etanol + H2SO4 gas hilang berbau harum

4. HALIDA
NO Bahan yang Diuji Reagen Hasil Pengamatan
1. KI NaOH + HNO3 + AgNO3 Kuning
2. KCl NaOH + HNO3 + AgNO3 Putih
3. KBr NaOH + HNO3 + AgNO3 Putih kekuningan

5. FENOL
NO Percobaan Bahan yang Diuji Reagen Hasil Pengamatan
1. fenol NaOH Warnanya mjd kuning
2. A fenol Na2CO3 Tdp gelembung udara, bening
3. fenol NaHCO3 Tdp gelembung udara, bening
4. B fenol FeCl3 Larutan ungu
5. C fenol etanol Warna brom hilang

6. AMINA
NO Percobaan Bahan yang Diuji Reagen Hasil Pengamatan
1. HCl Larutan coklat, asap putih, tbtk 2 lapisan
anilin
2. NaOH Atas coklat tua bwh coklat muda
3.
A HCl Larutan pink, ada gas (gelembung udara)
difenilamin
4. NaOH
5. B anilin HCl + NaNO2 + es Larutan coklat 2 lapisan, tbtk asap putih, +NaNO2
larutan spt minyak, ada endapan coklat

7
Larutan 2 lapis, atas ungu, bwh hijau tua, tdpt glbng
6. difenilamin HCl + NaNO2 + es udara, +NaNO2 Larutan ungu tdpt glbng udara
7. anilin etanol + brom Coklat tua, stlh ditambah Br warna jd coklat
muda(luntur)
C Warna orange agak kental spt minyak, lap atas coklat
8. difenilamin etanol + brom tua, bwh coklat muda

7. AMIDA PRIMER
NO Bahan yang Diuji Reagen Hasil Pengamatan
Kertas lakmus merah biru
1. urea NaOH Ketika dipanaskan timbul gas yang baunyatdk
enak(amonia)

PEMBAHASAN
1. Alkohol
Pada hasil pengamatan diperoleh bahwa metanol dan etanol yang dioksidasi oleh
K2CrO7 dalam suasana asam akan memberikan perubahan warna dari kuning menjadi
biru kehijauan. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi reaksi oksidasi dimana etanol dan
metanol merupakan alkohol primer (alkohol primer dan alkohol sekunder mudah
dioksidasi pada suhu kamar). Jika masing-masing metanol dan etanol direaksikan
dengan KMnO4 dalam suasana asam, maka akan memberikan perubahan warna dari
ungu menjadi coklat. Sedangkan reaksi antara tersier butil alkohol baik dengan
K2CrO4 maupun KMnO4 dalam suasana asam tidak memberikan perubahan warna.
Hal ini menunjukkan bahwa yang dapat dioksidasi hanyalah alkohol primer dan
sekunder. Oksidasi alkohol primer akan menghasilkan aldehida sedangkan alkohol
sekunder akan menghasilkan keton. Sedangkan alkohol tersier tidak dapat dioksidasi.
Pada percobaan ini K2CrO7 dan KMnO4 berfungsi sebagai oksidator.
(O) (O)

CH3OH HCOH HCOOH


Metanol Metanal As. Metanoat
(O) (O)

CH3CH2OH CH3COH CH3COOH


Etanol Etanal As. Etanoat

CH3

CH3 C OH

CH3

8
Reaksi antara metanol dengan asam asetat dan reaksi antara etanol dan asam asetat di
mana keduanya dilaksanakan dalam suasana asam melalui penambahan H2SO4
sebagai katalisator akan menghasilkan bau yang harum. Reaksi ini merupakan proses
esterifikasi di mana alkohol direaksikan dengan asam karboksilat dan menghasilkan
ester dengan produk sampingan air. Terbentuknya ester dapat diketahui dari bau
harum tesebut. Reaksi antara metanol dengan asam asetat menghasilkan produk yang
disebut metil asetat (metil etanoat) sedangkan reaksi antara etanol dan asam asetat
menghasilkan produk yang disebut etil asetat (etil etanoat).
+
H

CH3OH + CH3COOH CH3COOCH3 + H2O


Metanol As Asetat Metil Etanoat
+
H

CH3CH2OH + CH3COOH CH3COOC2H5 + H2O


Etanol As Asetat Etil Etanoat

2. Karbonil
Gugus aldehida dan keton dapat diidentifikasi dengan penambahan reagen d.n.p
(2,4-dinitrofenilhydrazin) dan akan menghasilkan endapan padat berwarna jingga
yang disebut 2,4-Dinitrofenil Hidrazon. Dari percobaan yang kami lakukan pada
aseton dan fomaldehid, warna endapan yang tebentuk adalah kuning. Sedangkan
percobaan pada Benzaldehid dan Asetofenon tidak dilakukan. Dari warna endapan
yang terbentuk dapat diketahui bahwa keduanya adalah gugus karbonil.
NO2 NO2
O H CH3 H
CH3 C + H2N N NO2 CH3 C N N NO + H2O
CH3
Aceton
NO2 NO2
O H H
CH3 C + H2N N NO2 CH2 N N NO + H2O
H
Formaldehid

9
NO2
NO2
O H CH3 H
C + H2N N NO2 C N N NO + H2O
CH3

Asetofenon

Untuk analisa gugus aldehida digunakan K2CrO4/H+ dan reagen Tollen (AgNO3 +
NH3). Reaksi fomaldehida dengan K2CrO4/H+ memberikan perubahan warna dari
orange menjadi hijau sedang dengan reagen Tollen menghasilkan cemin perak
sehingga sering juga disebut reaksi cermin perak. Keton merupakan reduktor yang
lebih lemah dibanding aldehida sehingga zat-zat pengoksidasi lemah seperti Tollen
tidak dapat mengoksidasi keton.

Gugus asetil dapat diketahui dari Yodoform yang terbentuk jika direaksikan
dengan yodium dalam lingkungan basa. Yodoform dapat dikenali dengan mudah
karena berupa endapan kuning yang berbau khas seperti bau rumah sakit. Dalam
percobaan kami, aseton, etanol dan isopropanol yang diuji dengan penambahan
NaOH untuk memperoleh suasana basanya. Etanol dan isopropanol merupakan
alkohol yang dapat dioksidasi oleh yodium menjadi senyawa karbonil yang
mengandung gugus asetil. Ketiganya menghasilkan endapan kuning yang berbau khas
rumah sakit.
CH3COCH3 CH3COOH + CHI3
Aseton As. Etanoat Yodoform
CH3CH2OH HCOOH + CHI3

10
Etanol As. Metanoat Yodoform

3. Asam Karboksilat
Asam karboksilat dapat bereaksi dengan baik dengan larutan Na 2CO3 dan
NaHCO3 sehingga akan melepaskan gas CO2. Dalam percobaan ini, kami
menganalisa asam acetat dengan masing masing reagen tesebut dan keduanya
menghasilkan gas CO2 yang ditunjukkan dengan adanya gelembung-gelembung udara
pada larutan. Hal ini menunjukkan bahwa asam acetat mengandung gugus asam
kaboksilat.
Asam kaboksilat juga akan membentuk ester jika direaksikan dengan alcohol
dalam suasana asam dengan hasil sampingan air. Dalam percobaan ini, kami
mereaksikan asam formiat dengan etanol dan ditambah dengan H 2SO4 untuk
memperoleh suasana asam. Hasil percobaan ini adalah terbentuknya gas yang setelah
dipanaskan gas hilang dan menghasilkan bau harum dimana produknya disebut etil
fomiat.
HCOOH + CH3CH2OH HCOOCH2CH3 +H2O
As. Formiat Etanol Etil Formiat
4. Halida
Dalam percobaan ini, kami menguji senyawa halida yang berupa KI, KCl, dan
KBr. Ketiganya direaksikan dengan HNO3, NaOH, dan AgNO3. Senyawa KI akan
membentuk garam peraknya yang berupa endapan berwarna kuning yaitu AgI.
Senyawa KCl akan membentuk endapan AgCl yang berwarna putih dan senyawa
halida KBr akan membentuk endapan putih kekuningan yang disebut AgBr.
- KBr + OH- KOH + Br-
Ag+ + Br- AgBr
- KI + OH- KOH + I-
Ag+ + I- AgI
- KCl + OH- KOH + Cl-
Ag+ + Cl- AgCl
5. Fenol
Uji Daya Larut

11
Dalam percobaan kami, fenol yang direaksikan dengan NaOH menghasilkan
Sodium fenoksida yang berwarna kuning. Fenol yang direaksikan dengan Na 2CO3
maupun NaHCO3 maka akan menghasilkan larutan yang bening dan terdapat
gelembung udara. Fenol yang direksikan dengan NaHCO3 akan menghasilkan
Sodium fenoksida, gas CO2 dan air sedangkan fenol yang direaksikan dengan
Na2CO3 akan menghasilkan Sodium fenoksida dan gas CO2.

Uji FeCl3
Saat fenol direaksikan dengan FeCl3 dan air menghasilkan warna ungu. Warna
ungu yang terbentuk merupakan ion kompleks yang terbentuk antara fenol dan
kation Fe3+.
Uji Brom
Saat fenol kami reaksikan dengan brom dengan penambahan etanol, warna brom
akan hilang karena fenol merupakan cincin benzena yang telah tersubstitusi yaitu
memiliki substituen OH, yang merupakan substituen pengaktif cincin aromatik,
sehingga saat direaksikan dengan brom, brom tersebut tereduksi dan masuk dalam
cincin aromatis tersebut sebagai substituen juga. Hal ini terbukti dari warna brom
yang hilang tersebut.

6. Amina
Dari hasil percobaan kami, anilin yang direaksikan dengan HCl memberikan
endapan berwarna coklat dan terdapat asap putih. Sedangkan saat direaksikan dengan
NaOH menghasilkan 2 lapisan: lapisan atas berwarna coklat tua dan lapisan bawah
berwarna coklat muda. Untuk difenil amin, saat direaksikan dengan HCl, tidak terjadi

12
reaksi sedangkan saat ditambah dengan NaOH menghasilkan larutan putih keruh dan
terdapat gelembung udara.

Anilin yang direaksikan dengan HCl di dalam es akan menghasilkan larutan yang
berwarna coklat dan terbentuk 2 lapisan (lapisan atas coklat tua dan lapisan bawah
coklat muda) serta terbentuk asap putih. Dengan penambahan NaNO 2 larutan yang
terbentuk berwarna kuning kental seperti minyak yang disebut nitrosamin dan
terdapat endapan coklat. Saat difenil amin direaksikan dengan HCl dalam es maka
terbentuk 2 lapisan dimana lapisan atas berwarna ungu dan lapisan bawah berwarna
hijau dan terdapat gelembung udara. Dengan penambahan NaNO 2 larutan yang
terbentuk berwarna ungu dan terdapat gelembung udara.

Anilin yang direaksikan dengan etanol menghasilkan larutan yang berwarna


coklat tua dan setalah ditambahkan Br2 warna larutan menjadi luntur (coklat muda).
Dengan penambahan HCl dan NaNO2 di dalam es maka warna larutan berubah
menjadi orange dan agak kental seperti minyak dan terbentuk 2 lapisan (lapisan atas
berwarna coklat tua dan lapisan bawah berwarna coklat muda). Saat anilin ditambahi
dengan etanol dan brom, terbentuk endapan putih kekuningan sebab anilin merupakan
amina primer aromatis yang mengandung lingkaran benzen yang diaktifkan karena
adanya gugus -NH2. Sedangkan saat direaksikan dengan difenil amin larutan bewarna
bening yang artinya tidak terjadi reaksi sebab difenil amin merupakan amina
sekunder.

13
7. Amida Primer
Amida primer yang dianalisa dalam percobaan ini adalah urea yang direaksikan
dengan NaOH. Gas yang dihasilkan dari reaksi ini berbau menyengat dan saat mulut
tabung ditutup dengan kertas lakmus merah, warnanya berubah menjadi biru. Hal ini
menunjukkan bahwa gas tesebut bersifat basa yaitu gas amonia.

KESIMPULAN
oksidasi oksidasi
1. Alkohol primer aldehida asam karboksilat
oksidasi
2. Alkohol sekunder keton
3. Alkohol tertier tidak dapat dioksidasi
4. Alkohol primer dan sekunder mudah dioksidasi pada suhu kamar
5. Alkohol dan asam karboksilat (suasana asam) ester + air
6. Aldehid + d.n.p jingga
7. Keton + d.n.p jingga
8. Aldehid mudah dioksidasi pada suhu biasa
9. Reagen Tollen dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gugus aldehid dengan
terbentuknya cermin perak.
10. Asam karboksilat + Na2CO3/NaHCO3 CO2
11. R-X + OH- R-OH + X-
12. Garam Halida + OH- basa + ion halida
Contoh Reaksi : KCl + OH- KOH + Cl-
13. Ion halida yang dilepaskan tersebut dapat diketahui dengan pembentukan endapan
garam peraknya.
14. Fenol dapat larut dengan NaOH.
15. Fenol + Na2CO3 /NaHCO3 CO2
16. Fenol + FeCl3(bening) + H2O ion komplek (kation Fe3+ dan fenol)
17. Fenol + etanol(kuning) + Br2 Br2 luntur bening).
18. Amina (primer, sekunder, tertier) + H+ larut karena amina merupakan
basa lemah.
19. Amina primer + HNO2 ion diazonium terurai ion karbonium + N2.

14
20. Ion karbonium + H2O alkhohol
21. Amina sekunder + HNO2 nitrosamina (minyak warna kuning).
22. Amina tertier + HNO2
23. Ion diazonium(dari amina primer aromatis) + fenol zat warna azo.
24. Amina primer aromatis dapat bereaksi dengan Br2 pada suhu kamar karena
mengandung lingkaran benzen yang diaktifkan.
25. Amida primer + OH- RCO2- + NH3+
26. Gas amonia dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru.

JAWAB PERTANYAAN
1. Atom O dari oksidator akan menyerang atom H yang terikat pada atom C gugus
fungsional. Sedangkan alcohol tersier tidak memiliki atom H pada atom C yang
mengikat gugus OH. Oleh karena itu alcohol tersier tidak dapat dioksidasi.
2. Senyawa karbonil mempunyai gugus aldehid dan keton. Contoh-contoh senyawa
karbonil adalah sebagai berikut :
Aldehid misalnya formaldehid (formalin) yang dapat digunakan untuk
mengawetkan mayat, untuk membuat jenis plastik termoset dan plastik yang
tidak meleleh pada pemanasan tetapi sekarang banyak digunakan untuk
mengawetkan makanan yang dapat membahayakan kesehatan bila makanan
tersebut dimakan.
Keton misalnya aseton yang dapat digunakan sebagai pelarut untuk lilin,
plastik, membersihkan cat kuku dan juga dapat digunakan sebagai pelarut
untuk selulosa asetat dalam produksi rayon.
3. Fungsi etanol dalam uji senyawa fenol adalah sebagai pengaktif lingkaran
benzene agar dapat bereaksi dengan brom. sedangkan fungsinya dalam uji amina
adalah untuk mempercepat dan memperbaiki reaksi.
Fenol
+ CH3CH2OH + Br

Anilin
+ CH3COOH

DAFTAR PUSTAKA
Michael, Purba. 1997. Kimia 2000 Tengah Tahun Kedua SMU Kelas 3. Jilid 3B. Jakarta:
Erlangga.

15
------------------. 2000. Kimia 2000 Tengah Tahun Kedua SMU Kelas 2. Jilid 2B. Jakarta :
Erlangga.
Soetjipto,H. 2001. Petunjuk Praktikum Kimia Organik II. Salatiga. FSM Kimia. UKSW.
The Merk Indek. Eight Edition. An Encyclopedia of Chemical and Drugs. Merk and co.
Inc. 1968

16