You are on page 1of 4

Nama : Yelisnawati Harwanto

NIM : 821415069
Kelas : B-S1 Farmasi 2015
Tugas : Farmako-Epidemiologi

1. Judul
Hubungan Jajan Sembarangan dan Tidak Mencuci Tangan
Sebelum makan dengan Kejadian Thypoid.
2. Rancangan Penelitian
a. Cross Sectioanal
Rancangan cross sectional merupakan rancangan
penelitian yang pengukuran dan pengamatannya dilakukan
secara simultan pada satu saat (sekali waktu). Rancangan
penelitian ini juga biasa disebut rancangan potong silang
atau lintas bagian.
Cross sectional adalah studi epidemiologi yang
mempelajari prevalensi, distribusi, maupun hubungan
penyakit dengan paparan (factor penelitian) dengan cara
mengamati status paparan, penyakit, atau karakteristik
terkait kesehatan lainnya, secara serentak pada individu-
individu dri suatu populasi pada satusaat.
Contoh penelitian cross sectional pada judul:
Hubungan Jajan Sembarangan dan Tidak Mencuci
Tangan Sebelum makan dengan Kejadian Thypoid.
Pada kasus thypoid, dalam studi ini populasi dikelompokan
lagi dengan cara random, kemudian dibagi lagi menjadi
empat kelompok yaitu jajan sembarangan & tidak cuci
tangan, jajan sembarangan & cuci tangan sebelum makan,
tidak jajan sembarangan &tidak cuci tangan, dan tidak
jajan sembarangan & cuci tangan sebelum makan.
Kemudian akan diteliti apakah ada yang terkena penyakit
Thypoid atau tidak.
b. Case control
Penelitian ini merupakan rancangan penelitian yang
membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok
kontrol untuk mengetahui proporsi kejadian berdasarkan
riwayat ada tidaknya paparan. Rancangan penelitian ini
dikenal dengan sifat retrospektif, yaitu rancangan bangun
dengan melihat ke belakang dari suatu kejadian yang
berhubungan dengan kejadiankesakitan yang diteliti.
Dengan kata lain dari efek ke faktor resiko atau
mencari penyebab/ causa/faktor resikodari penelitian yang
dilakukan.
Contoh penelitian Case control pada judul:
Hubungan Jajan Sembarangan dan Tidak Mencuci
Tangan Sebelum makan dengan Kejadian Thypoid.
Dalam kasus diatas, kita ingin menyelidiki apakah
terjadinya penyakit thypoid dipengaruhi oleh kebiasaan
jajan di sekolah dan kebiasaan cuci tangan sebelum
makan. Untuk keperluan tersebut, kelompok kontrol dipilih
dari anak-anak usia sekolah (5 12 tahun) yangsehat dan
tanpa gejala thypoid, sedangkan kelompok studi sebaiknya
dipilih dari anak-anak usias ekolah (5 12 tahun) yang
berobat atau berkonsultasi mengenai gejala thypoid:
demam tinggi,diare, nyeri seluruh tubuh, pusing, mual dan
muntah. Sedangkan penentuan status infeksi Salmonella
typhosa, kuman penyebab thypoid, menggunakan Widal
Test yaitu pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan
sebagai penunjang diagnosis penyakit thypoid dilihat
darigejala-gejala yang terjadi. Untuk hasil (+)dan gejala (+)
dijadikan sampel untuk kelompok studi, dan gejala (-)
dijadikan sampel untuk kelompok kontrol. Pada populasi
kasus ini dibagi menjadi 2 yaitu jajan sembarangan & tidak
cuci tangansebelum makan (sebagai kelompok terpapar)
dan tidak jajan sembarangan & cuci tangan sebelum
makan (sebagai kelompok tidak terpapar). Sedangkan
untuk populasi control juga dibagi menjadi 2 yaitu yaitu
jajan sembarangan & tidak cuci tangan sebelum makan
(sebagai kelompok terpapar) dan tidak jajan sembarangan
& cuci tangan sebelum makan (sebagai kelompok
terpapar). Riwayat paparan dalam penelitian kasus control
dapat diketahui dari register medik atau berdasarkan
wawancara dengan responden penelitian.
c. Cohort
Penelitian kohort merupakan penelitian epidemiologis
non-eksperimental yang mengkaji antara variabel
independen (faktor resiko) dan variabel dependen (efek
kejadian/penyakit).
Pendekatan yang digunakan pada rancangan
penelitian ini adalah pendekatan waktu secara longitudinal.
Oleh karena itu, penelitian kohort disebut juga sebagai
penelitian prospektif. Peneliti yang menggunakan
rancangan ini mengobservasi variabel independen (faktor
resiko) terlebih dahulu, kemudian subjek diikuti hingga
periode waktu tertentu untuk melihat pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen (kejadian atau
penyakit yang diteliti.
Contoh penelitian Cohort pada judul:
Hubungan Jajan Sembarangan dan Tidak Mencuci
Tangan Sebelum makan dengan Kejadian Thypoid.
Dalam kasus ini populasi non kasus dibagi menjadi 2 yaitu
jajan sembarangan & tidak cuci tangan (sebagai kelompok
terpapar) dan tidak jajan sembarangan & cuci tangan
(sebagai kelompok tidak terpapar). Pengamatan cohort
dilakukan secara kontinu, sehingga diikuti dengan follow
up. Pada periode follow up ini kelompok terpapar dibagi
menjadi 2 yaitu terpapar & sakit thypoid dan terpapar &
tidak sakit thypoid. Untuk kelompok tidak terpapar juga
dibagi menjadi 2 kelompok yaitu tidak terpapar & sakit
thypoid dan tidak terpapar-tidak sakit thypoid.
Dalam kasus ini desain cohort adalah perbandingan
resiko menjadi sakit antara kelompok terpapar dengan
kelompok tak terpapar. Yang akan dilihat kedapannya.