You are on page 1of 11

EVALUASI KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN DAGING BUAH

KOPI

(Studi Kasus Usaha Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan
Silih Nara,Aceh Tengah)
LASTRIA SIMAMORA

140430229

FAKULTAS EKONOMI

EKONOMI PEMBANGUNAN

LHOKSEUMAWE

2015/2016
ABSTRAK

Lastria simamora,Evaluasi Usaha Pengolahan Buah Kopi (Studi Kasus Usaha


Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah) di bawah
bimbingan Pak ALGAZNALI.

Penelitian ini bertujuan untuk mengaevaluasi layak tidaknya usaha yang dilakukan
oleh Usaha Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah
dari berbagai aspek.

Pengumpulan data dilakukan selama satu bulan,sejak tanggal 29 Nomvember


2015,Data yang di peroleh adalah data primer dan data sekunder,data primer yang di peroleh
dari hasil wawan cara dari pemilik Usaha Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak,
Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah,dan data sekunder yang di peroleh melalu literatur yang
terkait dengan usaha pengolahan buah kopi,metode yang dilakukan untuk menganalisis
adalah analisis kelayakan investasi dengan mengukur Net Present Value,Internal Rate of
Return dan Net Benefit/ Cost

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,maka dapat di simpulkan dari


berbagai aspek usaha ini layak untuk dijalankan.Hal ini dapat dilihat dari Net Present Value
yang mencapai nilai positip ( Rp 1.427.565.679.00) Internal Rate of Return sebesar 1,84 dan
Net Benefit/Cost sebesar 17,82

Kata Kunci : Studi Kelayakan Bisnis,Kopi


PENDAHULUAN

Dalam perekonomian nasional,kopi merupakan komoditas penting dan


potensial.penting karena menjadi penyumbang pendapatan utama antara lain bagi petanin
khususnya di daerah serentak produksi kopi,potensial karena mampu mensuplay 60-75%
kebutuhan pangsa pasar dunia serta mempunyai banyak manfaat baik dalam bentuk mentah
ataupun produk turunannya.Tanaman pala tumbuh baik pada iklim yang dinggin atau
substropis dengan curah hujan tinggi tanpa ada priode kering yang nyata.Tanah yang cocok
untuk tumbuhan buah kopi yaitu tanah yang subur dan gembur,lempung sampai berpasir
terutama pasir terutama tanah-tanah vulkanis miring atau memiliki pembuangan air yang
baik atau drainase yang baik.tentunya sebagai hasil pertanian,buah kopi inipun bersifat
besar sebagai makanan,obat atau minuman.

Dalam industri rumah tanggah maupun industri lainnya seringkali di perhadapkan


dengan berbagai masalah antaranya pegadangan bahan baku karena bersifat produk pertanian
yang setiap beberapa bulan sekali di panen,modal karena rendahnya kemampuan mengakses
sumber-sumber permodalan seperti bank,manajemen karena pengolahan industri kecil masih
bersifat tradisional dan belum bisa mengembangkan manajemen keuangan dan persoalia
dengan baik dan masalah dalam pemasaran yang terkadang pengusaha tidak menghasilkan
mutu produk yang sesuai dengan tuntutan pasar dan selera konsumen.Untuk itu perlu
dilakukan evaluasi dari berbagai aspek pada usaha pengolahan bidang buah kopi,yaitu aspek
teknik dan teknologi,hukum,manajemen dan SDM,pemasaran,sosial ekonomi,lingkungan
dan finansial

Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah adalah salah satu daerah
penghasil buah Kopi.melihat potensi yang ada,pengembangan usaha dari komoniti Kopi
dalam bentuk minuman merupakan lahan inventasi yang mempunyai prospek yang cukup
baik sehinggah banyak bapak-bapak,ibu-ibu bahkan anak mudah banyak yang membuka
usaha yang bahan utamanya copi seperti cofe,kedai bahkan kantipun untuk meningkat
perekonomian rumah tangga.salah satunya adalah usaha pengelolahan daging kopi yang
dilakukan oleh bapak SUPRIADE yang sudah berjalan 10 tahun.Bermodalkan pohon kopi
yang dimiliki,bapak Supriadi memulai usaha pertamanya dengan membuat kedai kopi kecil-
kecilan namun seiring berjalanya waktu kedai kopi yang semakin lama semakin banyak
pengunjungnya dan kedai kopi bapak Supriade semakin berkembang.
Berdasarkan latar belakang diatas,yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian
ini yaitu aspek apa yang menjadi kendala dalam usaha kedai kopi bapak Supriade jika dilihat
dari perkembangan teknik dan teknologi,hukum manajemen dan SDM, pemasaran sosial
ekonomi,lingkungan dan finalsial dan apakah usaha pengolahan kopi layak untuk tetap untuk
dijalankan oleh usaha pengolaha kedai kopi bapak Supriade?

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi layak tidaknya usaha kopi yang
dilakukan oleh bapak Supriade di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah.
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam
menganalisis kelayakan usaha kedai kopi yang telah dijalankan dari aspek teknologi,aspek
pemasaran,aspek hukum,aspek sosial ekonomi,aspek lingkungan dan aspek
keuangan,sedangkan bagian penulis penelitian ini di jadikan sebagai penambahan wawasan
dalam bidang study kelayakan bisnis.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini berlangsung selama 1 bulan yaitu bulan November sampai bulan
Desember 2016 ,dari persiapan sampai penyususan laporan hasil penelitian.penelitian di
lakukan usaha pengolahan daging kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh
Tengah.

Metode Pengumpulan Data

Metode penelitian ini digunakan metodey survey,pengamatan langsungn dan


wawancara dengan responden ( pemilik usaha). Data yang dikumpulkan meliputi data primer
dan data sekunder.data primer di peroleh dengan cara wawancara langsung kepada pemilik
usaha,yaitu bapak Supriade dengan menggunakan data pertanyaan dan pengamatan langsung
ke tempat usaha.untuk data sekunder di peroleh dari buku jurnal ilmiah.

Metode Pengambilan Sampel

Penelitian ini menggunkan metode studi kasus pada usaha pengolahan daging kopi
karena usaha ini adalah salah satunya usaha pengolahan daging kopi yang ada di Desa Wih
Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah dan memiliki banyak pelanggan tetap dari
daearah tempat pak Supriadi

Konsep Pengukuran Variabel

Variabel-variabel yang akan di ukur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Aspek teknis dan produksi,yaitu:


a. Lokasih usaha
b. Bahan baku
c. Tenaga kerja
d. Teknologi
e. Proses produksi
2. Aspek manajemen dan sumber daya manusia yaitu aspek yang digunakan untuk
mengelolah dan melatih tenaga kerja dalam usaha ini,
3. Aspek hukum,yaitu aspek yang digunakan untuk melihat kelayakan usaha dari segi
perizinan oleh pemerintah setempat,
4. Aspek sosial dan ekonomi,untuk mengetahui apakah keberadaan usaha ini dapat di
terima dengan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar,
5. Aspek dampak lingkungan,untuk mengetahui dampak lingkungan seperti
pencemaran yang ditimbulkan bagi lingkungan dari usaha yang dijalankan,
6. Aspek pemasaran,yaitu aspek yang meliputi produk,tempat ,harga,dan promosi,
7. Asnpek finalsial,yaitu aspek yang digunakan untuk mengetahui kelayakan dari
usaha kedai kopi ,berdasarkan padan beberapa biaya sebagai berikut:
a. Penerimaa /inflow (Rp/tahun) dan
b. Pengeluaran/outflow (Rp/tahun).

Metode Analisis Data

Untuk menganalisis kelayakan usaha kedai kopi dalam penelitin ini


menggunakan Analisis kalayakan investasi,yaitu :
a. Net Present Value ( NPV)
n

NPV = ( 1+NBi
i )n
i=1

Dimana :
NBi = Net benefit = Benefit - cost
I = discount factor
N = Tahun ( waktu )
Kriteria perhitungan NPV :
Jika NPV > 0, maka usaha layak untuk dijalankan.
Jika NPV < 0, maka usaha tidak layak untuk di jalankan

b. Internal Rate of Return ( IRR)

NPV 1
x ( i 2i1 )
IRR = i1 + NPV 1NPV 2

Dimana :
NPV1 = NPV yang mau di peroleh dari tingkat discount factor 1
NPV2 = NPV yang diperoleh dari tingkat discount factor 2
i1
= Tingkat discount factor 1
i2
Dan = Tingkat discount factor 2

Kriteria perhitungan IRR

Jika IRR > doscount rate yang telah di tentukan,maka usaha layak di jalankan.

Jika IRR < discount rate yang telah di tentukan,maka usaha tidak layak di jalankan.

c. Net Benefit/ cost ( Net B/C)

+


B n
i =1 NB 1
Net C = 1
n
I=1 NB

Dimana :
NB i
B

NBi ( + ) = net benefit yang telah didiscount positif

NBi ( - ) = net benefit yang telah didiscount negatif ( investasi )

Kriteria Perhitungan Net B / C :

Jika Net B/C > 1, maka usaha layak untuk dijalankan.

Jika Net B/C < 1, maka usaha tidak layak untuk di jalankan.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Profil Usaha
Usaha pengolahan buah kopi yang disajikan menjadi minuman merupakan
industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang ( penyedian) daging buah
kopi.industri
Rumah tangga ini merupakan usaha yang masih menggunakan peralatan tradisional
yang biasa.usaha ini diirikan pada tahun 2003 oleh bapak Supriadi yang beralamat di
Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah. Desa Wih Porak, Kecamatan
Silih Nara,Aceh Tengah.latar belakang berdirinya usaha kedai kopi ini bapak
Supriadi memiliki tanaman pohon kopi dan juga pengemar kopi sehingga beliau dapat
mendirikan kedai kopi dari hasil panen tanaman kopi yang di miliki bapak supriadi
dan sesuai dengan resep kopi yang sering dia minum di kedai kopi .

4.2 Aspek Teknis dan produksi


Aspek teknis dan produksi yang diteliti meliputi lokasih usaha,bahan
baku,tenaga kerja,teknologi,proses produksi pengolahan daging buag kopi.

4.2.1.Lokasih usaha cukup strategis


Sepeti keamanan,dekat dengan bahan baku buah kopi dan tidar rawan banjir
serta longsor.

4.2.2 Bahan Baku dan Bahan penolong


Pembuatan bubuk kopi yang siap untuk disajikan tentunya
membutuhkan bahan baku daging kopi yang dalam seminggu di butuhkan
sebanyak 50kg,bahan tambahan gula,atau susu sesuai selerah pelangan masing
masing untuk penambah rasa manis yang digunakan setiap minggunya
sebanyak 7kg gula,10 kaleng susu putih cap Indomil dan air panas di
gunakan untuk mengaduk rata kopi dengan gula,atau susu sesuai dengan selera
.pemunuhan kebutuhan bahan baku utama di peroleh dari pohon kopi
pemilik usaha dan sebagian di beli dipasar sebagai bahan tambahan jika
buah kopinya belum matang untuk di kelolah tambahan yang berupa
gula,susu dan air panas dapat di beli di warung terdekat atau pasar .

4.2.3 Tenaga Kerja


Tenaga kerja produksi yang dimiliki usaha ini berjumlah 3 orang .tenaga
kerja ini di bagi duah ,di antara yang 3 tersebut memiliki shif jam kerja ya.

4.2.4 Teknologi
Teknologi yang digunakan pada usaha kedai kopi bersifat tradisional.hal ini
dapat dilihat dari proses pembuatan dan pelayanan pembuatan kopi tersebut
menggunakan pekerjaan tangan seperti penghancuran biji kopi masih menggunakan
alat tradisional dan cara pembuatan masih tradisional.alat penunjang oprasional kopi
tersebut yang di butuhkan antara lainnya,cangkir,sendok saringan teh.

4.2.5 Proses produksi


Proses pengolahan daging buah kopi siap di sajikan sangat sederhana tidak
membutuhkan keterampilan khusus untuk melakukannya yaitu terdiri dari aktivisi
pembersihan buah kopi,penggilingan buah kopi hingga proses penyajian kopi
tersebut.

4.3 Aspek Manajemen dan SDM


Sifat manajemen bersifat manajemen terbuka.Hal ini dapat dilihat dengan
adanya pertemuan dengan agenda mereview semua pengeluaran dan pemasukan
yang terjadi dalam perusahan yang dilakukan atau satu kali tiap minggunya,setiap hari
karyawan bekerja mulai pukul 07.30 pagi hingga 01.00 Wib dengan waktu istirahat
pada saat melakukan ibadah sholat.
Saat ini kedai kopi memiliki tenaga kerja berjumlah 3 orang untuk seluruh
bagian.Dalam hal ini pemilik usaha memegang kekuasaan penuh untuk merekrut dan
memberhentikan karyawan.Dalam mencari karywan usaha tidak memiliki kriteria
khusu karena kedai kopi lebih mengutamakan kejujuran dan kemampuan kerja setiap
orang dari pada pendidikannya.Untuk sistem penggajian adalah tenaga kerja dibayar
perminggu dengan biaya Rp 300,00 per orang.

4.4 Aspek Hukum


Keberadaan biji kopi siapa di sajikan secara hukum belum terdaftar tetapi telah
memiliki surat izin sejak tahun 2006.usaha ini didirikan sejak tahun 2006.

4.5 Aspek Sosial dan Ekonomi


Keberadaan usaha kedai kopi ini tidak menimbulkan keresahan bagi warga
setempat.Hal ini di karenakan proses produksi dan pengolahan tak menggunakan
mesin yang menimbulkan kebisingan tetapi membuat keuntungan bagi para pemuda
dan para bapak-bapak di karenakan adanya hiburan atau tempat tongkrongan atau
perkumpulan antara bapak/pemuda setempat sehingga komunikasih di antara warga
terjalin komunikasih yang baik.

4.6 Aspek Dampak Lingkungan


Kegiatan oprasional usaha kedai kopi tidak mengganggu keseimbangan
lingkungan masyarakat sekitar.karena tempat berdirinya kedai kopi tersebut berada di
pinggir jalan dan tidak mengganggung ketentraman masyarakat sekitar

4.7 Aspek pemasaran


Aspek pemasaran yang diteliti meliputi bauran pemasaran yaitu
5P,produk,tempat,harga dan promosi.

4.7.1 Produk
Produk yang di kelolah oleh usaha kedai kopi ini berupa biji kopi yang asli dan
merek minuman yang laninya yang dapat membuat pelanggan tidak bosan dengan
minuman kopi terebut.Biji kopi yang di jual berkualitas tinggi yang baik untuk di
konsumsi oleh pelangan atau pembeli yang tidak memiliki pengawet sertah pewarna
sehingga pelanggan dapat menikmati kopi tersebut dengan aman.

4.7.2 Tempat
Lokasih usaha rumah tangga yang sekaligus sebagai tempat tinggal pemilik
berada di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah.Lokasih ini di katakan
strategis sebagai tempat usaha kedai kopi karena berada di pinggiran jalan Besar dan
tidak jauh dari pemukiman warga serta tidak jauh dari pohan kopi yang sebagai
sumber utama kedai kopi di dirikan.untuk proses distribusinya biji buah kopi telah
selesai di olah dan langsung sebagai stok kopi untuk kedai kopi tersebut.

4.7.3 Harga
Penetapan harga pada setiap satu gelas kopi ditentukan langsung oleh pemilik
usaha atau sesuai dengan pasaran yang berjual kopi lainya.setiap jenis minuman yang
di jual berbeda beda harganya sesuai denganmerek minumannya dan jumlah besar
pesan pelanggan.Untuk kopi Arabika biasa Rp 10/gelas sedangkan kopi Arabika
Rp13/gelas dan setiap kemasan berbeda harganya dan bisa kita lihat sesuai dengan
tabel berikut ini :
Tabel 2. Jumlah Harga dan Pesanan Masing-masing jenis Minuman yang
Tersedia Tahun 2016 (Rp/Hari)

No Pemesan Jumlah pesanan Harga


1 Kopi Arabica biasa 1/gela Rp 8000
2 Kopi Arabica susu 1/gela Rp 10.000
3 Kopi biasa 1/gelas Rp 5.000
4 Teh 1/gelas Rp 5000
5 Kopi Robusta 1/gelas Rp 10.000
6 Espreso 1/gelas Rp 10.000
7 Kopi Luwak 1/gelas Rp 10.000
Sumber :http://grosiskopiluwakliar.wardpress.com/tag/kopi-luwak-arabica

Berdasarkan tabel 2.kopi Arabika susu dan kopi robusta merupakan menu utama yang
banyak di sukai oleh pelanggan sehinga jumlah permintaan atau pemesanan lebih banyak dari
pada jenis minuman yang lainya.

4.7.4 Promosi
Usaha tidak memerlukan promosi yang rumit bahkan tidak membutuhkan promosi
yang di butuhkan hanya mencari relasi dan pelanggan agar kedai kopinya banyak
pengunjungnya.

4.8 Apek Finalsial


Kelayakan usaha kedai kopi bapak Supriade perlu dianalisis finalsial di peroleh
informasi mengenai aliran kas dan kelayakan usaha.

4.8.1 Inflow (Aliran Kas Masuk )


Inflow adalah aliran kas masuk bagi suatu usaha,Arus penerimaan dari usaha bapak
Supriade berasa dari penjualan usaha kedai kopi tersebut.

4.8.1.1 Penerimaan dari usaha kedai kopi


Jumlah kopi yang laku tiap harinya sebanyak rata-rata 60 gelas/hari.untuk 1 gelas di jual
8000-10.000.sejak tahun 2011 jumlah permintaan kopi Arabika mengalami kenaikan dan
penurunan serta harga terjadi fluktuasi.jumlah seluruh usaha bisa di lihat dalam tabel 3.

Tabel .3 Penerimaan Usaha kedai kopi (Rp/tahun)

Tahun Kopi Penerimaan lainnya


(Rp) (Rp)
2011 20.000.000 40.000.000
2012 23.000.000 34.000.000
2013 18.000.000 29.000.000
2014 19.000.000 34.000.000
2015 22.000.000 42.000.000
2016 20.000.000 41.000.000

4.8.2 Outflow ( aliran Kas Keluar)


Komponen outflow pada usaha kedai kopi terdiri dari komponen biaya,yaitu biaya
investasi dan biaya operasional.
1.Biaya investasi
Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk peralatan atau modal yang
berhubungan dengan pembangunan maupun pengembangan fisik dan kapasistas produksi
yang kegunaan atau manfaatnya bisa berlangsung satu tahun atau lebih.Biaya investasi yang
di keluarkan oleh pemilik usaha pada awal usahanya yaitu terdiri dari : tempat usaha dan alat
yang di pakai untuk membuat menuman.
Tabel.5. Biaya Tetap Usaha Kedai Kopi

No Komponen Biaya Satuan Jumlah biaya/tahun


(Rp)
1 Biaya sewa ruko Gedung 5.000.000
2 Biaya peralatan Rupiah 4.000.000
3 Biaya bahan-bahan Rupiah 10.000.000

b.Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang harus di keluarkan seiring dengan


bertambah atau berkurangnya produksi dan akan mengalami perubahan jika
volume produksi berubaha.Komponen biaya variabel usaha kedai kopi adalah
bahan baku utama,bahan penolong biaya administrasi,biaya transportasi.

4.4. Analisis Kriteria Investasi

Analisis kriteria investasi digunakan untuk mengukur tingkat


kelayakan usaha kedai kopi milik bapak Supriadi.Metode penilian yang
digunakan meliputi Net Present Value (NPV),Internal Rate of Return (IRR) dan
Benefit-Cost Ration (B/C Ration).Hasil analisis kriteria investasi kedai kopi dapat
di lihat pada tabel.

Tabel 7.Nilai Kriteria Investasi usaha kedai kopi