You are on page 1of 3

KERANGKA ACUAN

IDENTIVIKASI MASALAH DAN ANALISIS SITUASI ( IMAS )PADA UPTD


PUSKESMAS BANTARSARI

I Latar belakang
Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik,
emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja,
namun berkaitan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih
mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.
Penyelenggaraan promosi kesehatan dilakukan dengan mengombinasikan
berbagai strategi yang tidak hanya melibatkan sektor kesehatan belaka, melainkan lewat
kerjasama dan koordinasi segenap unsur dalam masyarakat. Hal ini didasari pemikiran
bahwa promosi kesehatan adalah suatu filosofi umum yang menitikberatkan pada gagasan
bahwa kesehatan yang baik merupakan usaha individu sekaligus kolektifn lingkungan dan
upaya
Integrasi upaya kesehatan lingkungan dan upaya pemberantasan penyakit
berbasis lingkungan semakin relevan dengan ditetapkannya paradigma sehat yang
lebih menekankan pada upaya promotif-preventif dibanding upaya kuratif-
rehabilitatif. Melalui klinik sanitasi, ketiga upaya pelayanan kesehatan yaitu
promotif, preventif, dan kuratif dilakukan secara terintergrasi dalam pelayanan
kesehatan program pemberantasan penyakit berbasis lingkungan, di dalam maupun di
luar gedung.

Identifikasi masalah adalah tindakan yang diperlukan untuk mengetahui inti dari
problem atau persoalan, penyebab permaslahan, sekaligus solusi yang tepat untuk
memperbaiki atau menyelesaikan suatu permasalahan. Saat melakukan identifikasi
masalah, berarti melakukan dugaan atau perkiraan atas suatu kejanggalan yang
menyebabkan munculnya permasalahan. Analisis situasi merupakan tahap pengumpulan
data yang ditempuh sebelum merancang dan merencanakan program. Analisis situasi
bertujuan untuk mengumpulkan informasi mencakup jenis dan bentuk kegiatan, pihak
atau publik yang terlibat, tindakan dan strategi yang akan diambil, taktik, serta anggaran
biaya yang diperlukan dalam melaksanakan program.

II Tujuan
a Tujuan umum
Melakukan validasi data dan rencana persiapan calon desa Pamsimas tahun 2018

b Tujuan khusus
1 Memanfaatkan informasi dari sistem informasi STBM dan KS.
2 Melakukan analisis dan kajian data serta membuat kegiatan persiapan masyarakat
di desa sasaran
3 Mendapatkan informasi faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku pada
masyarakat.
III Rincian kegiatan

No. Rincian kegiatan


1. Petugas merancang kegiatan
2. Melakukan identifikasi masalah di Desa sasaran dengan melakukan pendataan
3. Menganalisis data sesuai gambaran situsi di Desa sasaran sebagai bahan
informasi faktor determinan kesehatan
4. Membuat laporan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Kegiatan
Masyarakat (RKM) bagi desa calon Pamsimas.

IV Cara melaksanakan kegiatan


1 Pertemuan Petugas Sanitarian dalam rangka Bimbingan Teknis Tatacara Penyusunan
Dokumen Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi (IMAS)
2 Survey dan Obervasi
3 Penyusunan Dokumen IMAS

V Sasaran
Sasaran kegiatan IMAS adalah 25 desa calon Pamsimas 2018 (sesuai lampiran Juknis
BOK Non Fisik, No. 71/2016)

VI Jadwal pelaksanaan kegiatan :


Bulan Agustus 2017

VII Monitoring evaluasi pelaksanaan kegiatan


a Melaksanakan kajian data primer STBM dan KS serta data lainnya sesuai dengan
kebutuhan penyusunan Rencana Kegiatan Masyarakat ( RKM )
b Melaksanakan kegiatan kajian data sekunder STBM dan KS serta data lainnya sesuai
dengan kebutuhan penyusunan RKM.

VIII Pencatatan dan pelaporan

Hasil kegiatan IMAS dibuat buku laporan dan dilaporkan kepada kepada Kepala UPT
Puskesmas di setiap wilayah dan didokumentasikan, selanjutnya dilaporkan ke Dinas
Kesehatan Kab. Cilacap.

IX Biaya

Biaya kegiatan menggunakan anggaran Biaya Operasional Kegiatan ( BOK ) UPTD


Puskesmas Bantarsari

Pelaksana Kesehatan Lingkungan

UPTD Puskesmas Bantarsari

Tri Sabdono,SKM.
NIP. 19650414 198703 1 012.