You are on page 1of 14

EVALUASI KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN DAGING BUAH

KOPI

(Studi Kasus Usaha Pengolahan Buah Cafe Kopi Manis di Desa Wih Porak,
Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah)
LASTRIA SIMAMORA

140430229

FAKULTAS EKONOMI

EKONOMI PEMBANGUNAN

LHOKSEUMAWE

2015/2016
ABSTRAK

Lastria simamora,Evaluasi Usaha Pengolahan Buah Kopi (Studi Kasus Usaha


Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah) di bawah
bimbingan Pak GAZNALI.

Penelitian ini bertujuan untuk mengaevaluasi layak tidaknya usaha yang dilakukan
oleh Usaha Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah
dari berbagai aspek.

Pengumpulan data dilakukan selama satu bulan,sejak tanggal 29 Nomvember


2015,Data yang di peroleh adalah data primer dan data sekunder,data primer yang di peroleh
dari hasil wawan cara dari pemilik Usaha Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak,
Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah,dan data sekunder yang di peroleh melalu literatur yang
terkait dengan usaha pengolahan buah kopi,metode yang dilakukan untuk menganalisis
adalah analisis kelayakan investasi dengan mengukur Net Present Value,Internal Rate of
Return dan Net Benefit/ Cost

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,maka dapat di simpulkan dari


berbagai aspek usaha ini layak untuk dijalankan.Hal ini dapat dilihat dari Net Present Value
yang mencapai nilai positip ( Rp 1.427.565.679.00) Internal Rate of Return sebesar 1,84 dan
Net Benefit/Cost sebesar 17,82

Kata Kunci : Studi Kelayakan Bisnis,Kopi


PENDAHULUAN

Mengenal kopi berarti harus mengenal sejarah tentang

kopi lebih dahulu, sebab sejarah merupakan catatan terpenting yang harus kita

hormati. Kopi merupakan komodity terbesar di Dunia, sebab kita mesti Bangga

bahwa Indonesia merupakan Komodity kopi terbesar no 3 di Dunia setelah Brazil

dan Colombia. Dan ketiga Negara inilah yang membagi ( ekspor ) hasil kopi ke

berbagai Negara- negara di belahan Dunia ini. Pada tahun 1994 komoditi kopi di Jawa
Barat mulai di tumbuh kembangkan

oleh Bpk. Ir. Nana Hibarna dengan cara mengirim bibit dari Aceh ketika masih aktif

di Dinas Pertanian Aceh, beliau mengirim bibit untuk ditanam pertama kali di daerah

pangalengan, bibit tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat untuk mulai

ditanami Kopi, awalnya banyak masyarakat yang tidak mau menanam karena

mengingatkan saat penjajahan Belanda di Indonesia. Dilemma ketakutan inilah yang

Dalam industri rumah tanggah maupun industri lainnya seringkali di perhadapkan dengan
berbagai masalah antaranya pegadangan bahan baku karena bersifat produk pertanian yang
setiap beberapa bulan sekali di panen,modal karena rendahnya kemampuan mengakses
sumber-sumber permodalan seperti bank,manajemen karena pengolahan industri kecil masih
bersifat tradisional dan belum bisa mengembangkan manajemen keuangan dan persoalia
dengan baik dan masalah dalam pemasaran yang terkadang pengusaha tidak menghasilkan
mutu produk yang sesuai dengan tuntutan pasar dan selera konsumen.Untuk itu perlu
dilakukan evaluasi dari berbagai aspek pada usaha pengolahan bidang buah kopi,yaitu aspek
teknik dan teknologi,hukum,manajemen dan SDM,pemasaran,sosial ekonomi,lingkungan
dan finansial

Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah adalah salah satu daerah
penghasil buah Kopi.melihat potensi yang ada,pengembangan usaha dari komoniti Kopi
dalam bentuk minuman merupakan lahan inventasi yang mempunyai prospek yang cukup
baik sehinggah banyak bapak-bapak,ibu-ibu bahkan anak mudah banyak yang membuka
usaha yang bahan utamanya kopi seperti Umumnya, para pelaku usaha hanya menjual varian
rasa Cappuccino, Black

Coffee, Espresso, dan Coffee Latte dengan rasa yang standar. Jika ingin dikenal

pasar dan digemari, Supriade menyadari satu-satunya langkah yang harus dilakukan

adalah menciptakan sesuatu yang berbeda.

. untuk meningkat perekonomian rumah tangga.salah satunya adalah usaha pengelolahan


daging kopi yang dilakukan oleh bapak SUPRIADE yang sudah berjalan 10
tahun.Bermodalkan pohon kopi yang dimiliki,bapak Supriadi memulai usaha pertamanya
dengan membuat Kafe kopi kecil-kecilan namun seiring berjalanya waktu Kafe kopi Manis
yang semakin lama semakin banyak pengunjungnya dan Kafe kopi bapak Supriade semakin
berkembang.

Berdasarkan latar belakang diatas,yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian


ini yaitu aspek apa yang menjadi kendala dalam usaha Kafe kopi Manis bapak Supriade jika
dilihat dari perkembangan teknik dan teknologi,hukum manajemen dan SDM, pemasaran
sosial ekonomi,lingkungan dan finalsial dan apakah usaha pengolahan kopi layak untuk tetap
untuk dijalankan oleh usaha pengolaha Kafe kopi Manis bapak Supriade?

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi layak tidaknya usaha kopi yang
dilakukan oleh bapak Supriade di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah.
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam
menganalisis kelayakan usaha Kafe kopi Manis yang telah dijalankan dari aspek
teknologi,aspek pemasaran,aspek hukum,aspek sosial ekonomi,aspek lingkungan dan aspek
keuangan,sedangkan bagian penulis penelitian ini di jadikan sebagai penambahan wawasan
dalam bidang study kelayakan bisnis.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini berlangsung selama 1 bulan yaitu bulan November sampai bulan
Desember 2016 ,dari persiapan sampai penyususan laporan hasil penelitian.penelitian di
lakukan usaha pengolahan daging kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh
Tengah.
Metode Pengumpulan Data

Metode penelitian ini digunakan metodey survey,pengamatan langsungn dan


wawancara dengan responden ( pemilik usaha). Data yang dikumpulkan meliputi data primer
dan data sekunder.data primer di peroleh dengan cara wawancara langsung kepada pemilik
usaha,yaitu bapak Supriade dengan menggunakan data pertanyaan dan pengamatan langsung
ke tempat usaha.untuk data sekunder di peroleh dari buku jurnal ilmiah.

Metode Pengambilan Sampel

Penelitian ini menggunkan metode studi kasus pada usaha pengolahan daging kopi
karena usaha ini adalah salah satunya usaha pengolahan daging kopi yang ada di Desa Wih
Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah dan memiliki banyak pelanggan tetap dari
daerah tempat pak Supriadi

Konsep Pengukuran Variabel

Variabel-variabel yang akan di ukur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Aspek teknis dan produksi,yaitu:


a. Lokasih usaha
b. Bahan baku
c. Tenaga kerja
d. Teknologi
e. Proses produksi
2. Aspek manajemen dan sumber daya manusia yaitu aspek yang digunakan untuk
mengelolah dan melatih tenaga kerja dalam usaha ini,
3. Aspek hukum,yaitu aspek yang digunakan untuk melihat kelayakan usaha dari segi
perizinan oleh pemerintah setempat,
4. Aspek sosial dan ekonomi,untuk mengetahui apakah keberadaan usaha ini dapat di
terima dengan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar,
5. Aspek dampak lingkungan,untuk mengetahui dampak lingkungan seperti
pencemaran yang ditimbulkan bagi lingkungan dari usaha yang dijalankan,
6. Aspek pemasaran,yaitu aspek yang meliputi produk,tempat ,harga,dan promosi,
7. Asnpek finalsial,yaitu aspek yang digunakan untuk mengetahui kelayakan dari
usaha Kafe kopi Manis ,berdasarkan padan beberapa biaya sebagai berikut:
a. Penerimaa /inflow (Rp/tahun) dan
b. Pengeluaran/outflow (Rp/tahun).

Metode Analisis Data


Untuk menganalisis kelayakan usaha Kafe kopi Manis dalam penelitin ini
menggunakan Analisis kalayakan investasi,yaitu :
a. Net Present Value ( NPV)
n

NPV = ( 1+NBi
i )n
i=1

Dimana :
NBi = Net benefit = Benefit - cost
I = discount factor
N = Tahun ( waktu )

Kriteria perhitungan NPV :


Jika NPV > 0, maka usaha layak untuk dijalankan.
Jika NPV < 0, maka usaha tidak layak untuk di jalankan

b. Internal Rate of Return ( IRR)

NPV 1
x ( i 2i1 )
IRR = i1 + NPV 1NPV 2

Dimana :
NPV1 = NPV yang mau di peroleh dari tingkat discount factor 1
NPV2 = NPV yang diperoleh dari tingkat discount factor 2
i1
= Tingkat discount factor 1
i2
Dan = Tingkat discount factor 2

Kriteria perhitungan IRR

Jika IRR > doscount rate yang telah di tentukan,maka usaha layak di jalankan.

Jika IRR < discount rate yang telah di tentukan,maka usaha tidak layak di jalankan.

c. Net Benefit/ cost ( Net B/C)

+


B n
i =1 NB 1
Net C = 1
n
I=1 NB

Dimana :
NB i
B
NBi ( + ) = net benefit yang telah didiscount positif

NBi ( - ) = net benefit yang telah didiscount negatif ( investasi )

Kriteria Perhitungan Net B / C :

Jika Net B/C > 1, maka usaha layak untuk dijalankan.

Jika Net B/C < 1, maka usaha tidak layak untuk di jalankan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Profil Usaha
Usaha pengolahan buah kopi yang disajikan menjadi minuman merupakan
industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang ( penyedian) daging buah
kopi.industri
Rumah tangga ini merupakan usaha yang masih menggunakan peralatan tradisional
yang biasa.usaha ini diirikan pada tahun 2003 oleh bapak Supriadi yang beralamat di
Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah. Desa Wih Porak, Kecamatan
Silih Nara,Aceh Tengah.latar belakang berdirinya usaha Kafe kopi Manis ini bapak
Supriadi memiliki tanaman pohon kopi dan juga pengemar kopi sehingga beliau dapat
mendirikan Kafe kopi Manis dari hasil panen tanaman kopi yang di miliki bapak
supriadi dan sesuai dengan resep kopi yang sering dia minum di kedai kopi .

4.2 Aspek Teknis dan produksi


Aspek teknis dan produksi yang diteliti meliputi lokasih usaha,bahan
baku,tenaga kerja,teknologi,proses produksi pengolahan daging buag kopi.

4.2.1.Lokasih usaha cukup strategis


Seperti keamanan,dekat dengan bahan baku buah kopi dan tidak rawan banjir
serta longsor.

4.2.2 Bahan Baku dan Bahan penolong


Pembuatan bubuk kopi yang siap untuk disajikan tentunya
membutuhkan bahan baku daging kopi yang dalam seminggu di butuhkan
sebanyak 50kg,bahan tambahan gula,atau susu sesuai selerah pelangan masing
masing untuk penambah rasa manis yang digunakan setiap minggunya
sebanyak 7kg gula,10 kaleng susu putih cap Indomil dan air panas di
gunakan untuk mengaduk rata kopi dengan gula,atau susu sesuai dengan selera
.pemunuhan kebutuhan bahan baku utama di peroleh dari pohon kopi
pemilik usaha dan sebagian di beli dipasar sebagai bahan tambahan jika
buah kopinya belum matang untuk di kelolah tambahan yang berupa
gula,susu dan air panas dapat di beli di warung terdekat atau pasar .

4.2.3 Tenaga Kerja


Sebagai pelaku usaha tentu kita menginginkan tenaga kerja yang profesional.
Dalam pemilihan dan penggunaan tenaga kerja ini tentu akan menimbulkan
kecemburuan di masyarakat, sebagaimana diketahui bahwa ketersediaan tenaga
kerja begitu banyak.

4.2.4 Teknologi

Teknologi yang digunakan pada usaha Kafe kopi Manis bersifat tradisional.hal
ini dapat dilihat dari proses pembuatan dan pelayanan pembuatan kopi tersebut
menggunakan pekerjaan tangan seperti penghancuran biji kopi masih menggunakan
alat tradisional dan cara pembuatan masih tradisional.alat penunjang oprasional kopi
tersebut yang wajib disiapkan adalah sebagai berikut:
Alat-alat Produksi Kafe kopi Manis

Mixer atau alat pengaduk manual

Sendok

Gelas ukur

Oven manual atau microwave

Kompor

Toples mika plastic

Alat-alat Kafe kopi Manis

Gelas

Sendok pengaduk

Kulkas

Pemanas air

Toples
Tempat pembakaran arang

Kompor

Meja

Blender

Komputer registrasi

Cara pembuatan

Tuangkan serbuk kopi kedalam gelas sebanyak 1,5 sdt

Tuangkan gula pasir 1 sdm

Tuangkan air hangat sebanyak gelas lalu aduk

Masukan arang membara kedalam gelas

Secangkir kopi siap dihidangkan tanpa membuang arangnya

Peralatan Jasa Kafe kopi Manis


Saluran Wifi atau internet
TV
4.2.5 Proses produksi

Proses pengolahan daging buah kopi siap di sajikan sangat sederhana tidak
membutuhkan keterampilan khusus untuk melakukannya yaitu terdiri dari aktivisi
pembersihan buah kopi,penggilingan buah kopi hingga proses penyajian kopi
tersebut. Metode penanaman kopi dilaksanakan pada awal musim penghujan
yaitu
kisaran bulan September/Oktober. Tahapan penanaman dimulai dari:

a) Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dilaksanakan pada awal maret (6 bulan sebelum jadwal
tanamm).
b) Penentuan titik tanam tanaman kopi (pemancanagan)
Penentuan titik tanam dilakukan setelah kondisi lahan dalam keadaan bersih,
sesuai dengan jarak tanam yaitu 2 x 3 m.
c) Pembuatan lubang tanam
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm untuk memperkecil biaya
pembuatan lubang, yang seharusnya lubang tanam anjuran adalah 60 x 60 x
60 cm.
d) Penanaman pohon pelindung clereside
Penanaman pohon pelindung di tanam dengan pola diantara tanaman kopi,
dengan jumlah populasi 75% darai tanaman kopi yaitu sekitar 1 250 batang.
e) Penanaman
Penanaman akan di laksanakan bulan September/Oktober 2014. Setelah
pohon pelindung diperkirakan sudah dapat melindungi tanaman kopi. Sebelum
menanam diberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang 5 kg/lubang sebagai
pupuk dasar 1 minggu sebelum penanaman. Benih diperoleh dari penangkar
benih setempat.
f) Penyulaman
Penyulaman dilakukan setelah 1 bulan penanaman, dimana tanaman mati
sudah kelihatan
g) Pemeliharaan
Pemeliharaaan yang di lakukan adalah pembubunan yang di lakukan 1 kali
dalam setahun. Pengendalian gulma di lakukan dengan penyemprotan
herbisida 1 kali dalam setahun , pengendalian hama dan penyakit di sesuaikan
kebutuhan lapangan, serta pembentukan cabang pada umur tanaman 3 tahun.
h) Pemupukan
Pupuk yang digunakan adalah NPK dengan dosis anjuran sebelum tanaman
menghasilkan yaitu 100 kg Urea, 50 kg TSP dan 50 kg KCL. Pemupukan di
lakukan 2 kali dalam 1 tahun, pemupukan pertama bersamaan dengan
pembumbunan sedangkan pemupukan kedua disetiap tahun nya dengan sistim
lubang 3 titik di sekitar pohon. Dosis pemupukan setelah tanaman
menghasilkan adalah 2 kali lipat dari sebelum menghasilkan.
i) Panen
Kopi akan berbuah setelah berummur 4 tahun dengan masa produktif pada
umumnya 15 tahun. Penanganan pasca panen akan dilaksanakan dengan
pengolahan basah agar kualita biji kopi bermutu dan bernilai jual tinggi.
Dari tahapan perencanaan tersebut, selain dari pembukaan dan persiapan
lahan yang dilaksanakan dengan sistim borongan, pelaksanaan metode/teknik
budidaya lainya akan digunakan sistim penggunaan upah tenaga kerja.

Pengujian Rencana Usahatani


Penguji rencana ini berkaitan dengan sumberdaya yang diminta dan apakah
konsisten dengan kendala.

4.3 Aspek Manajemen dan SDM

Sifat manajemen bersifat manajemen terbuka.Hal ini dapat dilihat dengan adanya
pertemuan dengan agenda mereview semua pengeluaran dan pemasukan yang terjadi dalam
perusahan yang dilakukan atau satu kali tiap minggunya,setiap hari karyawan bekerja mulai
pukul 07.30 pagi hingga 01.00 Wib dengan waktu istirahat pada saat melakukan ibadah
sholat.
Kriteria Masing-Masing Job Spec
1. Koki Kriteria :
- Lulusan SMK jurusan pengolahan
- Pempunya pengalaman min 1 thn
- Bersih
- Jujur
- Dapat bekerja dalam tim
2. Job Spec :
- Mengolah makanan dan minuman
- Membersihkan peralatan dapur serta perlengkapannya
- Menjaga kebersihan lingkungan dapur
3. Waiter/es Kriteria :
- Lulusan SMA/ SMK
- Jujur
- Berpenampilan menarik
- Bersih dan cekatan\
- Dapat bekerja dalam tim
4. Job Spec :
- Melayani pesanan tamu
- Mengantar pesanan tamu
- Menjaga kebersihan dan keutuhan peralatan ( Anonim C, 2015 )

Saat ini Kafe kopi Manis memiliki tenaga kerja berjumlah 3 orang untuk seluruh
bagian.Dalam hal ini pemilik usaha memegang kekuasaan penuh untuk merekrut dan
memberhentikan karyawan.Dalam mencari karywan usaha tidak memiliki kriteria
khusu karena kedai kopi lebih mengutamakan kejujuran dan kemampuan kerja setiap
orang dari pada pendidikannya.Untuk sistem penggajian adalah tenaga kerja dibayar
perminggu dengan biaya Rp 300,00 per orang.

4.4 Aspek Hukum


Keberadaan biji kopi siapa di sajikan secara hukum belum terdaftar tetapi telah
memiliki surat izin sejak tahun 2006.usaha ini didirikan sejak tahun 2006.

4.5 Aspek Sosial dan Ekonomi


Keberadaan usaha Kafe kopi Manis ini tidak menimbulkan keresahan bagi
warga setempat.Hal ini di karenakan proses produksi dan pengolahan tak
menggunakan mesin yang menimbulkan kebisingan tetapi membuat keuntungan bagi
para pemuda dan para bapak-bapak di karenakan adanya hiburan atau tempat
tongkrongan atau perkumpulan antara bapak/pemuda setempat sehingga komunikasih
di antara warga terjalin komunikasih yang baik.

4.6 Aspek Dampak Lingkungan


Kegiatan oprasional usaha Kafe kopi Manis tidak mengganggu keseimbangan
lingkungan masyarakat sekitar.karena tempat berdirinya Kafe kopi Manis tersebut
berada di pinggir jalan dan tidak mengganggung ketentraman masyarakat sekitar

4.7 Aspek pemasaran


Aspek pemasaran yang diteliti meliputi bauran pemasaran yaitu
5P,produk,tempat,harga dan promosi.

4.7.1 Produk
Produk yang di kelolah oleh usaha Kafe kopi Manis ini berupa biji kopi yang
asli dan merek minuman yang laninya yang dapat membuat pelanggan tidak bosan
dengan minuman kopi terebut.Biji kopi yang di jual berkualitas tinggi yang baik
untuk di konsumsi oleh pelangan atau pembeli yang tidak memiliki pengawet sertah
pewarna sehingga pelanggan dapat menikmati kopi tersebut dengan aman.

4.7.2 Tempat
Lokasih usaha rumah tangga yang sekaligus sebagai tempat tinggal pemilik
berada di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah.Lokasih ini di katakan
strategis sebagai tempat usaha Kafe kopi Manis ,karena berada di pinggiran jalan
Besar dan tidak jauh dari pemukiman warga serta tidak jauh dari pohan kopi yang
sebagai sumber utama kedai kopi di dirikan.untuk proses distribusinya biji buah kopi
telah selesai di olah dan langsung sebagai stok kopi untuk kedai kopi tersebut.

4.7.3 Harga
Penetapan harga pada setiap satu gelas kopi ditentukan langsung oleh pemilik
usaha atau sesuai dengan pasaran yang berjual kopi lainya.setiap jenis minuman yang
di jual berbeda beda harganya sesuai dengan merek minumannya dan jumlah besar
pesan pelanggan.Untuk kopi Arabika biasa Rp 10/gelas sedangkan kopi Arabika
Rp13/gelas dan setiap kemasan berbeda harganya dan bisa kita lihat sesuai dengan
tabel berikut ini :
Tabel 2. Jumlah Harga dan Pesanan Masing-masing jenis Minuman yang
Tersedia Tahun 2016 (Rp/Hari)

No Pemesan Jumlah pesanan Harga


1 Kopi Arabica biasa 1/gela Rp 8000
2 Kopi Arabica susu 1/gela Rp 10.000
3 Kopi biasa 1/gelas Rp 5.000
4 Teh 1/gelas Rp 5000
5 Kopi Robusta 1/gelas Rp 10.000
6 Espreso 1/gelas Rp 10.000
7 Kopi Luwak 1/gelas Rp 10.000
Sumber :http://grosiskopiluwakliar.wardpress.com/tag/kopi-luwak-arabica
Berdasarkan tabel 2.kopi Arabika susu dan kopi robusta merupakan menu utama yang
banyak di sukai oleh pelanggan sehinga jumlah permintaan atau pemesanan lebih banyak dari
pada jenis minuman yang lainya.

4.7.4 Promosi
Usaha tidak memerlukan promosi yang rumit bahkan tidak membutuhkan promosi
yang di butuhkan hanya mencari relasi dan pelanggan agar Kafe kopi Manis banyak
pengunjungnya.

4.8 Apek Finalsial


Kelayakan usaha Kafe kopi Manis bapak Supriade perlu dianalisis finalsial di peroleh
informasi mengenai aliran kas dan kelayakan usaha.

4.8.1 Inflow (Aliran Kas Masuk )


Inflow adalah aliran kas masuk bagi suatu usaha,Arus penerimaan dari usaha bapak
Supriade berasa dari penjualan usaha Kafe kopi Manis tersebut.

4.8.1.1 Penerimaan dari usaha Kafe kopi Manis


Jumlah kopi yang laku tiap harinya sebanyak rata-rata 60 gelas/hari.untuk 1 gelas di jual
8000-10.000.sejak tahun 2011 jumlah permintaan kopi Arabika mengalami kenaikan dan
penurunan serta harga terjadi fluktuasi.jumlah seluruh usaha bisa di lihat dalam tabel 3.

Tabel .3 Penerimaan Usaha Kafe kopi Manis (Rp/tahun)

Tahun Kopi Penerimaan lainnya


(Rp) (Rp)
2011 20.000.000 40.000.000
2012 23.000.000 34.000.000
2013 18.000.000 29.000.000
2014 19.000.000 34.000.000
2015 22.000.000 42.000.000
2016 20.000.000 41.000.000

4.8.2 Outflow ( aliran Kas Keluar)


Komponen outflow pada usaha Kafe kopi Manis terdiri dari komponen biaya,yaitu biaya
investasi dan biaya operasional.
1.Biaya investasi
Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk peralatan atau modal yang
berhubungan dengan pembangunan maupun pengembangan fisik dan kapasistas produksi
yang kegunaan atau manfaatnya bisa berlangsung satu tahun atau lebih.Biaya investasi yang
di keluarkan oleh pemilik usaha pada awal usahanya yaitu terdiri dari : tempat usaha dan alat
yang di pakai untuk membuat menuman.
Tabel.5. Biaya Tetap Usaha Kafe kopi Manis

No Komponen Biaya Satuan Jumlah biaya/tahun


(Rp)
1 Biaya pembelian lahan Gedung 100.000.000
2 Pembangunan caffe Rupiah 100.000.000

b.Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang harus di keluarkan seiring dengan


bertambah atau berkurangnya produksi dan akan mengalami perubahan jika
volume produksi berubaha.Komponen biaya variabel usaha Kafe kopi Manis
adalah bahan baku utama,bahan penolong biaya administrasi,biaya
transportasi.

4.4. Analisis Kriteria Investasi

Analisis kriteria investasi digunakan untuk mengukur tingkat


kelayakan usaha kedai kopi milik bapak Supriadi.Metode penilian yang
digunakan meliputi Net Present Value (NPV),Internal Rate of Return (IRR) dan
Benefit-Cost Ration (B/C Ration).Hasil analisis kriteria investasi kedai kopi dapat
di lihat pada tabel.

Tabel 7.Nilai Kriteria Investasi usaha Kafe kopi Manis