You are on page 1of 18

EVALUASI KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN DAGING

BUAH KOPI

(Studi Kasus Usaha Pengolahan Buah Coffee Kopi Manis di Desa


Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah)
LASTRIA SIMAMORA

140430229

FAKULTAS EKONOMI

EKONOMI PEMBANGUNAN

LHOKSEUMAWE

2015/2016
ABSTRAK

Lastria simamora,Evaluasi Usaha Pengolahan Buah Kopi (Studi Kasus


Usaha Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh
Tengah) di bawah bimbingan Pak ALGAZNALI.

Penelitian ini bertujuan untuk mengaevaluasi layak tidaknya usaha yang


dilakukan oleh Usaha Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan
Silih Nara,Aceh Tengah dari berbagai aspek.

Pengumpulan data dilakukan selama satu bulan,sejak tanggal 29


Nomvember 2015,Data yang di peroleh adalah data primer dan data
sekunder,data primer yang di peroleh dari hasil wawan cara dari pemilik Usaha
Pengolahan Buah Kopi di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh
Tengah,dan data sekunder yang di peroleh melalu literatur yang terkait dengan
usaha pengolahan buah kopi,metode yang dilakukan untuk menganalisis adalah
analisis kelayakan investasi dengan mengukur Net Present Value,Internal Rate
of Return dan Net Benefit/ Cost

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,maka dapat di simpulkan


dari berbagai aspek usaha ini layak untuk dijalankan.Hal ini dapat dilihat dari
Net Present Value yang mencapai nilai positip .

Kata Kunci : Studi Kelayakan Bisnis,Kopi


PENDAHULUAN

Mengenal kopi berarti harus mengenal sejarah tentang kopi lebih


dahulu, sebab sejarah merupakan catatan terpenting yang harus kita
hormati.Kopi merupakan komodity terbesar di Dunia, sebab kita mesti
Bangga bahwa Indonesia merupakan Komodity kopi terbesar no 3 di
Dunia setelah Brazil dan Colombia. Dan ketiga Negara inilah yang
membagi ( ekspor ) hasil kopi ke berbagai Negara- negara di belahan Dunia
ini. Pada tahun 1994 komoditi kopi di Jawa Barat mulai di tumbuh
kembangkan oleh Bpk. Ir. Nana Hibarna dengan cara mengirim bibit dari Aceh
ketika masih aktif di Dinas Pertanian Aceh, beliau mengirim bibit untuk ditanam
pertama kali di daerah pangalengan, bibit tersebut dibagikan secara gratis
kepada masyarakat untuk mulai ditanami Kopi, awalnya banyak masyarakat
yang tidak mau menanam karena mengingatkan saat penjajahan Belanda di
Indonesia.

Dalam industri rumah tanggah maupun industri lainnya seringkali di


perhadapkan dengan berbagai masalah antaranya pegadangan bahan baku karena
bersifat produk pertanian yang setiap beberapa bulan sekali di panen,modal
karena rendahnya kemampuan mengakses sumber-sumber permodalan seperti
bank,manajemen karena pengolahan industri kecil masih bersifat tradisional dan
belum bisa mengembangkan manajemen keuangan dan persoalia dengan baik
dan masalah dalam pemasaran yang terkadang pengusaha tidak menghasilkan
mutu produk yang sesuai dengan tuntutan pasar dan selera konsumen.Untuk itu
perlu dilakukan evaluasi dari berbagai aspek pada usaha pengolahan bidang
buah kopi,yaitu aspek teknik dan teknologi,hukum,manajemen dan
SDM,pemasaran,sosial ekonomi,lingkungan dan finansial

Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah adalah salah satu
daerah penghasil buah Kopi.melihat potensi yang ada,pengembangan usaha dari
komoniti Kopi dalam bentuk minuman merupakan lahan inventasi yang
mempunyai prospek yang cukup baik sehinggah banyak bapak-bapak,ibu-ibu
bahkan anak mudah banyak yang membuka usaha yang bahan utamanya kopi
seperti Umumnya, para pelaku usaha hanya menjual varian rasa Kopi Arabica
biasa, Kopi Arabica susu, Kopi biasa, dan Kopi Robusta , Espreso dengan
rasa yang standar. Jika ingin dikenal pasar dan digemari, Supriade
menyadari satu-satunya langkah yang harus dilakukan adalah menciptakan
sesuatu yang berbeda.untuk meningkat perekonomian rumah tangga.salah
satunya adalah usaha pengelolahan daging kopi yang dilakukan oleh bapak
SUPRIADE yang sudah berjalan 6 tahun.Bermodalkan pohon kopi yang
dimiliki,bapak Supriadi memulai usaha pertamanya dengan membuat Coffee
Kopi kecil-kecilan namun seiring berjalanya waktu Coffee Kopi Manis yang
semakin lama semakin banyak pengunjungnya dan Coffee Kopi bapak Supriade
semakin berkembang.

Berdasarkan latar belakang diatas,yang menjadi perumusan masalah


dalam penelitian ini yaitu aspek apa yang menjadi kendala dalam usaha Coffee
Kopi Manis bapak Supriade jika dilihat dari perkembangan teknik dan
teknologi,hukum manajemen dan SDM, pemasaran sosial ekonomi,lingkungan
dan finalsial dan apakah usaha pengolahan kopi layak untuk tetap untuk
dijalankan oleh usaha pengolaha Coffee Kopi Manis bapak Supriade?

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi layak tidaknya usaha kopi


yang dilakukan oleh bapak Supriade di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih
Nara,Aceh Tengah. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan
pertimbangan dan masukan dalam menganalisis kelayakan usaha Coffee Kopi
Manis yang telah dijalankan dari aspek teknologi,aspek pemasaran,aspek
hukum,aspek sosial ekonomi,aspek lingkungan dan aspek keuangan,sedangkan
bagian penulis penelitian ini di jadikan sebagai penambahan wawasan dalam
bidang study kelayakan bisnis.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini berlangsung selama 1 bulan yaitu bulan November sampai


bulan Desember 2016 ,dari persiapan sampai penyususan laporan hasil
penelitian.Penelitian di lakukan usaha pengolahan daging kopi di Desa Wih
Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah.

Metode Pengumpulan Data

Metode penelitian ini digunakan metode survey,pengamatan langsungn


dan wawancara dengan responden ( pemilik usaha). Data yang dikumpulkan
meliputi data primer dan data sekunder.data primer di peroleh dengan cara
wawancara langsung kepada pemilik usaha,yaitu bapak Supriade dengan
menggunakan data pertanyaan dan pengamatan langsung ke tempat usaha.untuk
data sekunder di peroleh dari buku jurnal ilmiah.

Metode Pengambilan Sampel


Penelitian ini menggunkan metode studi kasus pada usaha pengolahan
daging kopi karena usaha ini adalah salah satunya usaha pengolahan daging
kopi yang ada di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah dan
memiliki banyak pelanggan tetap dari daerah tempat pak Supriadi

Konsep Pengukuran Variabel

Variabel-variabel yang akan di ukur dalam penelitian ini adalah sebagai


berikut :

1. Aspek teknis dan produksi,yaitu:


a. Lokasih usaha
b. Bahan baku
c. Tenaga kerja
d. Teknologi
e. Proses produksi
2. Aspek manajemen dan sumber daya manusia yaitu aspek yang
digunakan untuk mengelolah dan melatih tenaga kerja dalam usaha ini,
3. Aspek hukum,yaitu aspek yang digunakan untuk melihat kelayakan
usaha dari segi perizinan oleh pemerintah setempat,
4. Aspek sosial dan ekonomi,untuk mengetahui apakah keberadaan usaha
ini dapat di terima dengan tidak menimbulkan keresahan bagi
masyarakat sekitar,
5. Aspek dampak lingkungan,untuk mengetahui dampak lingkungan
seperti pencemaran yang ditimbulkan bagi lingkungan dari usaha yang
dijalankan,
6. Aspek pemasaran,yaitu aspek yang meliputi produk,tempat ,harga,dan
promosi,
7. Asnpek finalsial,yaitu aspek yang digunakan untuk mengetahui
kelayakan dari usaha Coffee Kopi Manis,berdasarkan padan beberapa
biaya sebagai berikut:
a. Penerimaa /inflow (Rp/tahun) dan
b. Pengeluaran/outflow (Rp/tahun).

Metode Analisis Data

Untuk menganalisis kelayakan usaha Coffee Kopi Manis dalam


penelitin ini menggunakan Analisis kalayakan investasi,yaitu :
a. Net Present Value ( NPV)
n

NPV = ( 1+NBi
i )n
i=1

Dimana :
NBi = Net benefit = Benefit - cost
I = discount factor
N = Tahun ( waktu )

Kriteria perhitungan NPV :


Jika NPV > 0, maka usaha layak untuk dijalankan.
Jika NPV < 0, maka usaha tidak layak untuk di jalankan

b. Internal Rate of Return ( IRR)

NPV 1
x ( i 2i1 )
IRR = i1 + NPV 1NPV 2

Dimana :
NPV1 = NPV yang mau di peroleh dari tingkat
discount factor 1
NPV2 = NPV yang diperoleh dari tingkat discount
factor 2
i1
= Tingkat discount factor 1
i2
Dan = Tingkat discount factor 2

Kriteria perhitungan IRR

Jika IRR > doscount rate yang telah di tentukan,maka usaha layak di
jalankan.

Jika IRR < discount rate yang telah di tentukan,maka usaha tidak layak
di jalankan.

c. Net Benefit/ cost ( Net B/C)

+


B ni =1 NB 1
Net C = 1
n
I=1 NB

Dimana :
NB i
B

NBi ( + ) = net benefit yang telah didiscount positif

NBi ( - ) = net benefit yang telah didiscount negatif ( investasi )

Kriteria Perhitungan Net B / C :

Jika Net B/C > 1, maka usaha layak untuk dijalankan.

Jika Net B/C < 1, maka usaha tidak layak untuk di jalankan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Profil Usaha
Usaha pengolahan buah kopi yang disajikan menjadi minuman
merupakan industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang
( penyedian) daging buah kopi.industri rumah tangga ini merupakan
usaha yang masih menggunakan peralatan tradisional yang biasa.usaha
ini diirikan pada tahun 2003 oleh bapak Supriadi yang beralamat di Desa
Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah. Desa Wih Porak,
Kecamatan Silih Nara,Aceh Tengah.latar belakang berdirinya usaha
Coffee Kopi Manis ini bapak Supriadi memiliki tanaman pohon kopi
dan juga pengemar kopi sehingga beliau dapat mendirikan Coffee Kopi
Manis dari hasil panen tanaman kopi yang di miliki bapak supriadi dan
sesuai dengan resep kopi yang sering dia minum di kedai kopi .

4.2 Aspek Teknis dan produksi


Aspek teknis dan produksi yang diteliti meliputi lokasih
usaha,bahan baku,tenaga kerja,teknologi,proses produksi pengolahan
daging buah kopi.

4.2.1.Lokasih usaha cukup strategis


Seperti keamanan,dekat dengan bahan baku buah kopi dan tidak
rawan banjir serta longsor.

4.2.2 Bahan Baku dan Bahan penolong


Pembuatan bubuk kopi yang siap untuk disajikan tentunya
membutuhkan bahan baku daging kopi yang dalam seminggu di
butuhkan sebanyak 50kg,bahan tambahan gula,atau susu sesuai
selerah pelangan masing masing untuk penambah rasa manis
yang digunakan setiap minggunya sebanyak 7kg gula,10 kaleng
susu putih cap Indomil dan air panas di gunakan untuk
mengaduk rata kopi dengan gula,atau susu sesuai dengan selera
.pemunuhan kebutuhan bahan baku utama di peroleh dari pohon
kopi pemilik usaha dan sebagian di beli dipasar sebagai bahan
tambahan jika buah kopinya belum matang untuk di kelolah
tambahan yang berupa gula,susu dan air panas dapat di beli di
warung terdekat atau pasar .

4.2.3 Tenaga Kerja


Sebagai pelaku usaha tentu kita menginginkan tenaga kerja yang
profesional. Dalam pemilihan dan penggunaan tenaga kerja ini tentu
akan menimbulkan kecemburuan di masyarakat, sebagaimana
diketahui bahwa ketersediaan tenaga kerja begitu banyak.

4.2.4 Teknologi

Teknologi yang digunakan pada usaha Coffee Kopi Manis bersifat


tradisional.hal ini dapat dilihat dari proses pembuatan dan pelayanan
pembuatan kopi tersebut menggunakan pekerjaan tangan seperti
penghancuran biji kopi masih menggunakan alat tradisional dan cara
pembuatan masih tradisional.alat penunjang oprasional kopi tersebut
yang wajib disiapkan adalah sebagai berikut:
Alat-alat Produksi Coffee Kopi Manis

Mixer atau alat pengaduk manual

Sendok

Gelas ukur

Oven manual atau microwave


Kompor

Toples mika plastic

Alat-alat Coffee Kopi Manis

Gelas

Sendok pengaduk

Kulkas

Pemanas air

Toples

Tempat pembakaran arang

Kompor

Meja

Blender

Komputer registrasi

Cara pembuatan

Tuangkan serbuk kopi kedalam gelas sebanyak 1,5 sdt

Tuangkan gula pasir 1 sdm

Tuangkan air hangat sebanyak gelas lalu aduk

Masukan arang membara kedalam gelas

Secangkir kopi siap dihidangkan tanpa membuang arangnya


Peralatan Jasa Coffee Kopi Manis
Saluran Wifi atau internet
TV
4.2.5 Proses produksi

Proses pengolahan daging buah kopi siap di sajikan sangat


sederhana tidak membutuhkan keterampilan khusus untuk melakukannya
yaitu terdiri dari aktivisi pembersihan buah kopi,penggilingan buah kopi
hingga proses penyajian kopi tersebut. Metode penanaman kopi
dilaksanakan pada awal musim penghujan yaitu kisaran bulan
September/Oktober. Tahapan penanaman dimulai dari:
a) Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dilaksanakan pada awal maret (6 bulan
sebelum jadwal
tanamm).
b) Penentuan titik tanam tanaman kopi (pemancanagan)
Penentuan titik tanam dilakukan setelah kondisi lahan dalam keadaan
bersih,
sesuai dengan jarak tanam yaitu 2 x 3 m.
c) Pembuatan lubang tanam
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm untuk
memperkecil biaya
pembuatan lubang, yang seharusnya lubang tanam anjuran adalah 60 x
60 x
60 cm.
d) Penanaman pohon pelindung clereside
Penanaman pohon pelindung di tanam dengan pola diantara
tanaman kopi,
dengan jumlah populasi 75% darai tanaman kopi yaitu sekitar 1 250
batang.
e) Penanaman
Penanaman akan di laksanakan bulan September/Oktober 2014.
Setelah
pohon pelindung diperkirakan sudah dapat melindungi tanaman kopi.
Sebelum
menanam diberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang 5 kg/lubang
sebagai
pupuk dasar 1 minggu sebelum penanaman. Benih diperoleh dari
penangkar
benih setempat.
f) Penyulaman
Penyulaman dilakukan setelah 1 bulan penanaman, dimana
tanaman mati
sudah kelihatan
g) Pemeliharaan
Pemeliharaaan yang di lakukan adalah pembubunan yang di
lakukan 1 kali
dalam setahun. Pengendalian gulma di lakukan dengan
penyemprotan
herbisida 1 kali dalam setahun , pengendalian hama dan penyakit di
sesuaikan
kebutuhan lapangan, serta pembentukan cabang pada umur tanaman 3
tahun.
h) Pemupukan
Pupuk yang digunakan adalah NPK dengan dosis anjuran
sebelum tanaman
menghasilkan yaitu 100 kg Urea, 50 kg TSP dan 50 kg KCL.
Pemupukan di
lakukan 2 kali dalam 1 tahun, pemupukan pertama bersamaan
dengan
pembumbunan sedangkan pemupukan kedua disetiap tahun nya dengan
sistim
lubang 3 titik di sekitar pohon. Dosis pemupukan setelah tanaman
menghasilkan adalah 2 kali lipat dari sebelum menghasilkan.
i) Panen
Kopi akan berbuah setelah berummur 4 tahun dengan masa
produktif pada
umumnya 15 tahun. Penanganan pasca panen akan dilaksanakan
dengan
pengolahan basah agar kualita biji kopi bermutu dan bernilai jual tinggi.
Dari tahapan perencanaan tersebut, selain dari pembukaan dan
persiapan
lahan yang dilaksanakan dengan sistim borongan, pelaksanaan
metode/teknik
budidaya lainya akan digunakan sistim penggunaan upah tenaga kerja.

Pengujian Rencana Usahatani


Penguji rencana ini berkaitan dengan sumberdaya yang diminta
dan apakah
konsisten dengan kendala.

4.3 Aspek Manajemen dan SDM


Sifat manajemen bersifat manajemen terbuka.Hal ini dapat dilihat dengan
adanya pertemuan dengan agenda mereview semua pengeluaran dan
pemasukan yang terjadi dalam perusahan yang dilakukan atau satu kali tiap
minggunya,setiap hari karyawan bekerja mulai pukul 07.30 pagi hingga 01.00
Wib dengan waktu istirahat pada saat melakukan ibadah sholat.
Kriteria Masing-Masing Job Spec
1. Koki Kriteria :
- Lulusan SMK jurusan pengolahan
- Pempunya pengalaman min 1 thn
- Bersih
- Jujur
- Dapat bekerja dalam tim
2. Job Spec :
- Mengolah makanan dan minuman
- Membersihkan peralatan dapur serta perlengkapannya
- Menjaga kebersihan lingkungan dapur
3. Waiter/es Kriteria :
- Lulusan SMA/ SMK
- Jujur
- Berpenampilan menarik
- Bersih dan cekatan\
- Dapat bekerja dalam tim
4. Job Spec :
- Melayani pesanan tamu
- Mengantar pesanan tamu
- Menjaga kebersihan dan keutuhan peralatan ( Anonim C, 2015 )

Saat ini Coffee Kopi Manis memiliki tenaga kerja berjumlah 3 orang
untuk seluruh bagian.Dalam hal ini pemilik usaha memegang kekuasaan
penuh untuk merekrut dan memberhentikan karyawan.Dalam mencari
karywan usaha tidak memiliki kriteria khusu karena kedai kopi lebih
mengutamakan kejujuran dan kemampuan kerja setiap orang dari pada
pendidikannya.Untuk sistem penggajian adalah tenaga kerja dibayar
perminggu dengan biaya Rp 300,00 per orang.

4.4 Aspek Hukum


Keberadaan biji kopi siapa di sajikan secara hukum belum terdaftar
tetapi telah memiliki surat izin sejak tahun 2006.usaha ini didirikan
sejak tahun 2006.
4.5 Aspek Sosial dan Ekonomi
Keberadaan usaha Coffee Kopi Manis ini tidak menimbulkan
keresahan bagi warga setempat.Hal ini di karenakan proses produksi dan
pengolahan tak menggunakan mesin yang menimbulkan kebisingan
tetapi membuat keuntungan bagi para pemuda dan para bapak-bapak di
karenakan adanya hiburan atau tempat tongkrongan atau perkumpulan
antara bapak/pemuda setempat sehingga komunikasih di antara warga
terjalin komunikasih yang baik.

4.6 Aspek Dampak Lingkungan


Kegiatan oprasional usaha Coffee Kopi Manis tidak mengganggu
keseimbangan lingkungan masyarakat sekitar.karena tempat berdirinya
Coffee Kopi Manis tersebut berada di pinggir jalan dan tidak
mengganggung ketentraman masyarakat sekitar

4.7 Aspek pemasaran


Aspek pemasaran yang diteliti meliputi bauran pemasaran yaitu
5P,produk,tempat,harga dan promosi.

4.7.1 Produk
Produk yang di kelolah oleh usaha Coffee Kopi Manis ini berupa
biji kopi yang asli dan merek minuman yang laninya yang dapat
membuat pelanggan tidak bosan dengan minuman kopi terebut.Biji kopi
yang di jual berkualitas tinggi yang baik untuk di konsumsi oleh
pelangan atau pembeli yang tidak memiliki pengawet sertah pewarna
sehingga pelanggan dapat menikmati kopi tersebut dengan aman.

4.7.2 Tempat
Lokasih usaha rumah tangga yang sekaligus sebagai tempat
tinggal pemilik berada di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara,Aceh
Tengah.Lokasih ini di katakan strategis sebagai tempat usaha Coffee
Kopi Manis,karena berada di pinggiran jalan Besar dan tidak jauh dari
pemukiman warga serta tidak jauh dari pohan kopi yang sebagai
sumber utama kedai kopi di dirikan.untuk proses distribusinya biji buah
kopi telah selesai di olah dan langsung sebagai stok kopi untuk kedai
kopi tersebut.

4.7.3 Harga
Penetapan harga pada setiap satu gelas kopi ditentukan langsung
oleh pemilik usaha atau sesuai dengan pasaran yang berjual kopi
lainya.setiap jenis minuman yang di jual berbeda beda harganya sesuai
dengan merek minumannya dan jumlah besar pesan pelanggan.Untuk
kopi Arabika biasa Rp 8000/gelas sedangkan kopi Arabika
Rp10000/gelas dan setiap kemasan berbeda harganya dan bisa kita lihat
sesuai dengan tabel berikut ini :
Tabel 2. Jumlah Harga dan Pesanan Masing-masing jenis Minuman
yang Tersedia Tahun 2016 (Rp/Hari)

No Pemesan Jumlah pesanan Harga


1 Kopi Arabica biasa 1/gelas Rp 8000
2 Kopi Arabica susu 1/gelas Rp 10.000
3 Kopi biasa 1/gelas Rp 5.000
4 Teh 1/gelas Rp 5000
5 Kopi Robusta 1/gelas Rp 10.000
6 Espreso 1/gelas Rp 10.000
7 Kopi Luwak 1/gelas Rp 10.000
Sumber :http://grosiskopiluwakliar.wardpress.com/tag/kopi-luwak-
arabica

Berdasarkan tabel 2.kopi Arabika susu dan kopi robusta merupakan menu
utama yang banyak di sukai oleh pelanggan sehinga jumlah permintaan atau
pemesanan lebih banyak dari pada jenis minuman yang lainya.

4.7.4 Promosi
Usaha tidak memerlukan promosi yang rumit bahkan tidak
membutuhkan promosi yang di butuhkan hanya mencari relasi dan pelanggan
agar Coffee Kopi Manis banyak pengunjungnya.

4.8 Apek Finalsial


Kelayakan usaha Coffee Kopi Manis bapak Supriade perlu dianalisis
finalsial di peroleh informasi mengenai aliran kas dan kelayakan usaha.

4.8.1 Inflow (Aliran Kas Masuk )


Inflow adalah aliran kas masuk bagi suatu usaha,Arus penerimaan dari
usaha bapak Supriade berasa dari penjualan usaha Coffee Kopi Manis tersebut.

4.8.1.1 Penerimaan dari usaha Coffee Kopi Manis


Jumlah kopi yang laku tiap harinya sebanyak rata-rata 157 gelas/hari.untuk
1 gelas di
jual 8000-10.000.sejak tahun 2011 jumlah permintaan kopi Arabika mengalami
kenaikan dan penurunan serta harga terjadi fluktuasi.jumlah seluruh usaha bisa
di lihat dalam tabel 3.
Tabel .3 Penerimaan Usaha Coffee Kopi Manis (Rp/tahun)

Volume Penjualan
Tahun
Kopi
Kopi
Arabica biasa
Arabica Kopi biasa Teh Kopi Robusta Espreso Kopi Luwak
susu
5544
2011 111060 57600 83340 56160 52200 29520
0
5821
2012 113281 63360 85007 61776 62640 32472
2
2013 115547 69696 86707 61123 67954 75168 35719
6417
2014 117858 76666 88441 74749 90202 39291
9
6738
2015 120215 84333 90210 82224 108242 43220
8
7075
2016 122619 92766 92014 90446 129890 47542
7

Harga perunit
Kopi Kopi
Arabica Arabica Kopi biasa Teh Kopi Robusta Espreso Kopi Luwak
biasa susu
Rp10.00
Rp8.000 Rp5.000 Rp5.000 Rp10.000 Rp10.000 Rp10.000
0
Rp10.00
Rp8.000 Rp5.000 Rp5.000 Rp10.000 Rp10.000 Rp10.000
0
Rp10.00
Rp8.000 Rp5.000 Rp5.000 Rp10.000 Rp10.000 Rp10.000
0
Rp10.00
Rp8.000 Rp5.000 Rp5.000 Rp10.000 Rp10.000 Rp10.000
0
Rp10.00
Rp8.000 Rp5.000 Rp5.000 Rp10.000 Rp10.000 Rp10.000
0
Rp10.00
Rp8.000 Rp5.000 Rp5.000 Rp10.000 Rp10.000 Rp10.000
0
Total
penjualan
Jumlah
Kopi Kopi Kopi biasa Teh Kopi Espreso Kopi
Arabica Arabica Robusta Luwak
biasa susu
Rp888.4 Rp576. Rp416.7 Rp277.2 Rp561. Rp522.000. Rp295. Rp3.537.
80.000 000.000 00.000 00.000 600.000 000 200.000 180.000

Rp906.2 Rp633. Rp425.0 Rp291.0 Rp617. Rp626.400. Rp324. Rp3.824.


48.000 600.000 35.000 60.000 760.000 000 720.000 823.000
Rp924.3 Rp696. Rp433.5 Rp305.6 Rp679. Rp751.680. Rp357. Rp4.148.
76.000 960.000 35.000 15.000 540.000 000 190.000 896.000

Rp942.8 Rp766. Rp442.2 Rp320.8 Rp747. Rp902.020. Rp392. Rp4.515.


64.000 660.000 05.000 95.000 490.000 000 910.000 044.000

Rp961.7 Rp843. Rp451.0 Rp336.9 Rp822. Rp1.082.42 Rp432. Rp4.107.


20.000 330.000 50.000 40.000 240.000 0.000 200.000 660.000

Rp980.9 Rp927. Rp460.0 Rp353.7 Rp904. Rp1.298.90 Rp475. Rp5.401.


52.000 660.000 70.000 85.000 460.000 0.000 420.00 247.000
0

Rp25.534.850.000

4.8.2 Outflow ( aliran Kas Keluar)


Komponen outflow pada usaha Coffee Kopi Manis terdiri dari komponen
biaya,yaitu biaya investasi dan biaya operasional.

Tahu Variabel
n Investasi Fixed Cost Cost Total Total Aliran Kas
Pengeluaran Penjualan

200.000.00 200.000.000, 200.000.000,


0 0,00 00 00

26.400.00 2.779.128. 2.805.528.00 Rp3.537.180 6.342.708.00


1 0,00 000 0,00 .000 0,00

26.400,00 2.779.128. 2.779.128.00 Rp3.824.823 6.603.951.00


2 0,00 000 0,00 .000 0,00

26.400,00 2.779.128. 2.779.128.00 Rp4.148.896 6.928.024.00


3 0,01 000 0,00 .000 0,00

26.400,00 2.779.128. 2.779.128.00 Rp4.515.044 7.294.172.00


4 0,02 000 0,00 .000 0,00

26.400,00 2.779.128. 2.779.128.00 Rp4.929.900 7.709.028.00


5 0,03 000 0,00 .000 0,00

26.400,00 2.779.128. 2.779.128.00 Rp5.401.247 8.180.375.00


6 0,04 000 0,00 .000 0,00

1.Biaya investasi
Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk peralatan atau modal
yang berhubungan dengan pembangunan maupun pengembangan fisik dan
kapasistas produksi yang kegunaan atau manfaatnya bisa berlangsung satu tahun
atau lebih.Biaya investasi yang di keluarkan oleh pemilik usaha pada awal
usahanya yaitu terdiri dari : tempat usaha dan alat yang di pakai untuk membuat
minuman.
Tabel.5. Biaya Tetap Usaha Coffee Kopi Manis

No Komponen Biaya bulan Jumlah biaya/tahun


(Rp)
1 Gaji Karyawan 1
.000.000,00 12.000.000,00

2 Listrik 1
.000.000,00 12.000.000,00

3 Air
200.000,00 2.400.000,00

Total 2.200.000,00 26.400.000,00

b.Biaya Variabel cost

Biaya variabel adalah biaya yang harus di keluarkan seiring dengan bertambah atau
berkurangnya produksi dan akan mengalami perubahan jika volume produksi
berubaha.Komponen biaya variabel usaha Coffee Kopi Manis adalah bahan baku
utama,bahan penolong biaya administrasi,biaya transportasi.

Tabel variabel cost

Kopi Kopi Kopi Teh Kopi Espr Kopi Total


Arabic Arabic biasa Robu eso Luwak
a a susu sta
biasa

Rencana 11106 57600 83340 554 5616 5220 29520


PenjualanRe 0 40 0 0

ncana
Penjualan
Rencana 111.06 57.600 83.340 55. 56.1 52.2 29.520
Produksi 0 440 60 00

Bahan KOP 74.040 38.400 55.560 36. 37.4 34.8 19.680


Baku I ,00 960 40 00
Har 11.106 5.760. 8.334.0 5.5 5.61 5.22 2.952. 41.580
ga .000 000 00 44. 6.00 0.00 000 .000
(Rp 000 0 0
150
/kg)

gela 111.06 57.600 83.340 55. 56.1 52.2 29.520


s 0 57.600 440 60 00

Har 88.848 576.00 416.700 277 561. 522. 295.20 2.737.


ga .000 0.000 .000 .20 600. 000. 0.000 548.00
(Rp 0.0 000 000 0
100 00
/btl)

Total 2.779.
128.00
0

4.4. Analisis Kriteria Investasi

Analisis kriteria investasi digunakan untuk mengukur tingkat kelayakan


usaha kedai kopi milik bapak Supriadi.Metode penilian yang digunakan meliputi Net
Present Value (NPV),Internal Rate of Return (IRR) dan Benefit-Cost Ration (B/C
Ration).Hasil analisis kriteria investasi kedai kopi dapat di lihat pada tabel.

Tabel 7.Nilai Kriteria Investasi usaha Coffee Kopi Manis