J. Agrotek Tropika.

ISSN 2337-4993
14 Jurnal Agrotek Tropika 1(1):14-19, 2013
Vol. 1, No. 1: 14 – 19, Januari 2013

EVALUASI VIABILITAS BENIH, KETAHANAN DAN PEMULIHAN
TANAMAN EMPAT PEDIGRI INBRED JAGUNG YANG DISIMPAN LEBIH
DARI DUA BELAS BULAN

Gusti Ayu Ningrum, Saiful Hikam & Paul B. Timotiwu

Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Jl. Prof. Soemantri Brodjonegoro, No.1 Bandar Lampung 35145
E-mail:goestee_kirei@yahoo.com

ABSTRAK

Salah satu upaya meningkatkan produktivitas jagung adalah mengembangkan varietas unggul yang berdaya hasil tinggi dan
adaptif pada kondisi lingkungan tertentu. Perakitan varietas unggul dimulai dengan membentuk galur atau lini inbred sebagai
calon tetua. Inbred adalah individu dengan derajat kehomozigotan yang tinggi yang dicapai melalui self (menyerbuk sendiri)
secara berulang. Benih self yang telah disimpan 12-24 bulan mengalami penurunan viabilitas. Penurunan viabilitas dapat
dicegah dengan teknik penyimpanan benih yang baik. Untuk memperoleh benih dengan mutu awal yang tinggi, lingkungan
pertanaman termasuk kesuburan tanah diusahakan pada kondisi optimal. Salah satu caranya yaitu dengan pemupukan.
Kelangkaan pupuk yang terjadi menyebabkan penundaan pupuk pada awal pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, inbred
perlu diseleksi agar dapat bertahan terhadap ketiadaan pupuk dasar pada fase bibit selama 25-30 hari setelah tanam (hst).
Vigor bibit yang kuat akan mampu bertahan walaupun dalam keadaan tercekam. Pemulihan diperlukan untuk melihat vigor bibit
dapat meningkat dan menghasilkan tanaman yang normal. Pemberian pupuk NPK diharapkan dapat merangsang pertumbuhan
vegetatif tanaman sehingga membantu pemulihan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi viabilitas benih
jagung yang telah disimpan lebih dari 12 bulan, (2) mengetahui ketahanan hidup tanaman tanpa tambahan pupuk sampai umur
28 hst, dan (3) mengevaluasi pemulihan tanaman setelah penambahan pupuk. Perlakuan disusun dalam Rancangan Kelompok
Teracak Sempurna (RKTS) dengan tiga ulangan. Bahan tanaman yang digunakan adalah empat benih inbred yaitu UL4.01
(Srikandi), UL3.03 (BiSi 3), UL2.03 (Cargill 3), dan UL1.04 (Pioneer 4). Kehomogenan data dianalisis menggunakan uji Bartlett
dan Levene. Jika hasil analisis ragam yang diperoleh nyata, maka dilakukan pemeringkatan nilai tengah dengan uji Beda Nyata
Jujur (BNJ) pada á 5%. Tingkat Pertumbuhan dianalisis dengan trend line melalui Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa (1) Empat pedigri inbred jagung memiliki persentase viabilitas benih >86% yaitu UL4.01 95%, UL3.03 100%, UL2.03
94%, dan UL1.04 100%; (2) Keempat pedigri inbred jagung mampu bertahan hidup tanpa adanya tambahan pupuk sampai umur
28 hst, (3) Setelah diberi pupuk keempat pedigri inbred jagung tidak menunjukkan terjadinya pemulihan.
Kata Kunci: jagung, benih inbred, viabilitas benih, pedigri, pemulihan tanaman.

PENDAHULUAN depresi inbriding antara lain penurunan viabilitas dan
vigor misalnya tinggi tanaman menjadi kerdil dan
Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi menjadi rendah (Copeland dan McDonald,
produktivitas jagung adalah mengembangkan varietas 2001).
unggul yang berdaya hasil tinggi dan adaptif pada kondisi Benih self (inbred) yang telah disimpan 12 – 24
lingkungan tertentu (Kartasapoetra, 2003). Perakitan bulan mengalami penurunan viabilitas. Benih self yang
varietas unggul dimulai dengan membentuk galur atau berhasil berkecambah (viabel) mampu tumbuh vegetatif
lini inbred sebagai calon tetua. Inbred dapat dibentuk dan berproduksi dengan baik. Penurunan viabilitas dapat
menggunakan bahan dasar varietas bersari bebas atau dicegah dengan teknik penyimpanan benih yang baik
hibrida, dan inbred lain. Pembentukan inbred dari (Hikam, 2008). Menurut Justice dan Bass (1994)
varietas bersari bebas atau hibrida pada dasarnya menurunnya vigor dan kematian benih dapat dilihat dari
melalui seleksi tanaman (Takdir et al., 2007). Inbred dua aspek: (1) hilangnya viabilitas atau matinya
adalah individu dengan derajat kehomozigotan yang sekelompok benih; (2) kematian suatu individu benih.
tinggi yang dicapai melalui self berulang (Hikam, 2003). Proses kematian benih terjadi secara perlahan-lahan,
Efek dari self yang terus menerus akan sehingga sulit untuk menentukan waktu kehidupan benih
memunculkan sifat jelek karena meningkatnya itu berakhir. Pada suatu kelompok benih, proses
kehomozigotan . Pada Tanaman jagung ditunjukan oleh kehidupan individu benih tidak berlangsung dalam laju

Ketahanan dan Pemulihan Tanaman 15 yang sama. stayrofoam. UL2.03 (pedigri BiSi 3). Alat-alat yang disimpan. menggunakan uji Bartlett dan Levene. Jika hasil 25-30 hari setelah tanam (hst). yang memenuhi standar viabilitas benih bermutu. Nilai konduktivitas yang besar pada viabilitas benih jagung yang telah disimpan lebih dari 12 sekelompok benih. Kehomogenan data dianalisis tanaman namun harganya mahal dan langka dipasar. Hal Srikandi). rumah Hasil penelitian menunjukkan terdapat benih mati plastik. yang lain. masih bagus. Penelitian menggunakan 4 pedigri jagung yaitu proses kehidupannya berakhir pada waktu yang tidak Srikandi (UL4. sama. kertas label. dan UL1.69 323 1618 6 94 UL1. Benih mati karena neraca elektrik.03). dan daya kecambah Kode Tahun Bobot 100 butir DHL awal DHL akhir Benih mati Daya kecambah Pedigri inbred panen (g) (µS/ cm) (µS/cm) (%) (%) UL4. Agar vigor bibit dengan trend line melalui Microsoft Excel. kertas merang. benih memiliki viabilitas yang tinggi. dan alat tulis. solder. dapat meningkat dan menghasilkan tanaman yang normal diperlukan pemulihan.04 Pioneer 4 2008 31. Hal tersebut dapat Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengevaluasi dilihat pada Tabel 1.39 322 747 5 95 UL2. lembaran plastik. mampu berkecambah.51 325 883 0 100 . Benih yang disimpan pada berbagai keadaan. BiSi 3 (UL3. nirviabel yaitu benih yang tidak mampu berimbibisi. electric conductivity meter. Menurut Berliando (2008) untuk Tabel 1. spatula. Benih mati karena leachate. Universitas Lampung. daya hantar listrik (DHL) perendaman. bobot kering turus. Ningrum et al.03 (pedigri tersebut menandakan bahwa penyimpanan pada kondisi Cargill 3) . tipeIPB 7A/B. karet gelang. diimbangi dengan daya kecambah bulan.05 . Cargill 3 (UL2. jumlah memberikan pupuk pertama untuk tanaman. nampan. bulan ternyata tetap menunjukkan viabilitas yang baik Bahan-bahan yang digunakan adalah empat karena persentase kecambah yang dihasilkan di atas 90 pedigri inbred jagung adalah yaitu UL4. (3) Mengevaluasi konduktivitas perendaman paling besar dari benih-benih pemulihan tanaman setelah penambahan pupuk. kotak kardus A4. gelas ukur.04) dengan tiga ulangan yang sementara meski benihnya telah mati.03 Cargill 3 2008 26. Enzim-enzim tertentu masih berfungsi untuk dan Pioneer 4 (UL1. disusun dalam Rancangan Kelompok Ter acak Pupuk merupakan salah satu faktor penting bagi Sempurna(RKTS). analisis ragam yang diperoleh nyata. oven listrik.01). air suling tidak mempengaruhi penurunan viabilitas benih pada saat dan pupuk NPK majemuk yaitu Hyponex.03 BiSi 3 2008 21. namun mengalami kebocoran dinding sel sehingga tidak penggaris. Tabel 1 juga menunjukkan BAHAN DAN METODE antara benih tahun 2010 dan 2008 daya kecambahnya sama-sama tinggi. panjang akar. benih mati.: Evaluasi Viabilitas Benih. (2) Mengetahui ketahanan hidup tanaman tanpa yang rendah. Rerata bobot 100 butir benih jagung. gelas plastik. inbred perlu diseleksi agar dapat bertahan kering akar + sisa biji dianalisis menggunakan Analysis terhadap ketiadaan pupuk dasar pada fase bibit selama of Variance (Anova) melalui Minitab 14. Tingkat Pertumbuhan dianalisis walaupun dalam keadaan tercekam. maka dilakukan Selama fase bibit tersebut vigor tanaman akan pemeringkatan nilai tengah dengan uji Beda Nyata Jujur terseleksi. Bandar Lampung sejak bulan Juli Viabilitas benih yang telah disimpan lebih dari 12 sampai dengan bulan September 2010.03). UL3. Data untuk Hal ini menyebabkan para pemulia kesulitan semua peubah yaitu panjang turus. Hal tersebut karena kondisi benih Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Benih.01 (pedigri %. diduga proses pengolahan benih yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Growth Chamber mempengaruhi penurunan viabilitas. Dengan akar cabang. tissue. jumlah daun. benih tersebut berimbibisi gunting/cutter. Benih Cargill 3 mempunyai nilai tambahan pupuk sampai umur 28 hst.04 (pedigri Pioneer 4). tetapi daya kecambahnya tidak jauh berbeda dari benih yang lainnya. dan benih leachate (Tabel 1). dan bobot demikian.40 325 640 0 100 UL3. Salah satu cara pemulihan HASIL DAN PEMBAHASAN mungkin dapat dilakukan dengan pemberiaan pupuk NPK dengan harapan pupuk ini dapat merangsang Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan vegetatif tanaman.01 Srikandi 2010 20. Vigor bibit yang kuat akan mampu bertahan (BNJ) pada α 0. hand sprayer.

akibat tidak dipupuk selama 28 panjang akar. dan asam amino yang merupakan bahan dalam media tumbuh yang digunakan untuk pertumbuhan baku pembentukan energi yang akan digunakan dalam tanaman seperti yang terlihat pada Tabel 2.00 30900. jumlah. 2013 benih leachate dicirikan benih tidak berkecambah dan Meningkatnya nilai konduktivitas menandakan mengalami pembengkakan atau bentuknya tidak sama adanya kebocoran benih.00 31433. Hal tersebut dapat dilihat dari peubah yang diamati kering turus.67 Gambar 1.33 16043.67 35 – 42 UL2. .67 14176.04 15390.00 29566.00 35 – 42 UL3.16 Jurnal Agrotek Tropika 1(1):14-19. jumlah akar cabang.67 17876. Cl. gula.03 15390. Nilai konduktivitas (μS/cm) empat pedigri jagung yang diberi tambahan pupuk selama 14 hari dhl larutan pupuk dhl larutan pupuk pada Nilai Konduktivitas Hari Pedigri pada h28 (µS/cm) h35 dan h42 (µS/cm) (μS/cm) 28 – 35 UL4. diawal pertumbuhan. Kecenderungan pertumbuhan untuk panjang turus empat pedigri jagung. benih yang Tabel 2 menunjukkan nilai konduktivitas yang mengalami leachete akan sulit sekali untuk tumbuh. dan bobot kering akar + sisa biji. Pada dengan hara yang terkandung dalam media tumbuh. Semakin besar kebocoran dengan kondisi awal. proses perkecambahan. bobot hari.00 33266.00 27110.03 15390.00 42500.00 28 – 35 UL1.01 15390.00 35 – 42 UL1. Bahan-bahan yang mengeluarkan ion yang terkandung di dalam akar dikeluarkan benih pada peristiwa tersebut antara lain tanaman.00 15510.33 35 – 42 UL4.67 25576.03 15390. grafik menjelaskan kecenderungan tanaman mengalami Diharapkan unsur hara yang diserap tanaman pertumbuhan meskipun mengalami cekaman unsur hara dimanfaatkan untuk meningkatkan panjang turus. jumlah daun. Hal tersebut menunjukkan akar tanaman Gambar 1-6 menunjukkan grafik kecenderungan mengeluarkan eksudat akar yang kemudian bertukar pertumbuhan pedigri jagung untuk setiap peubah. besar.00 40966. dan menyerap unsur hara yang terlarut di K. Oleh karena itu.67 28 – 35 UL3.00 30000. benih maka harapan benih untuk tumbuh akan semakin Pengukuran nilai konduktivitas digunakan untuk kecil. menunjukkan pertambahan panjang.67 28 – 35 UL2. bahan-bahan yang dikandungnya.01 15390.04 15390. Hal ini disebabkan benih akan membocorkan mengukur kemampuan akar melakukan pertukaran ion.00 27866.00 14610.67 12476. dan bobot Tabel 2.03 15390.

Kecenderungan pertumbuhan untuk panjang akar empat pedigri jagung. Ketahanan dan Pemulihan Tanaman 17 Gambar 2. Ningrum et al.: Evaluasi Viabilitas Benih. Gambar 3. Gambar 4. Kecenderungan pertumbuhan untuk jumlah daun empat pedigri jagung. Kecenderungan pertumbuhan untuk jumlah akar cabang empat pedigri jagung. .

pada beberapa pedigri. panjang akar. menunjukkan peningkatan pertumbuhan. kering turus. Sedangkan pedigri yang tidak ini ditunjukkan dengan penambahan untuk panjang turus.04 100 %. Pemulihan adalah kemampuan empat pedigri inbred jagung memiliki persentase tanaman untuk tumbuh normal kembali setelah viabilitas benih > 86 % yaitu UL4. bobot tidak tahan terhadap cekaman unsur hara. Hal .03 100 mengalami cekaman unsur hara. jumlah daun. UL3. jumlah daun. Keempat pedigri Dari grafik juga menunjukkan bahawa keempat inbred jagung mampu bertahan hidup tanpa adanya pedigri jagung tidak menujukkan adanya perbedaan tambahan pupuk sampai umur 28 hst. bobot kering turus dan bobot kering akar + sisa biji tidak KESIMPULAN menunjukkan adanya pemulihan. UL1. pedigri tersebut panjang akar. Kecenderungan pertumbuhan untuk bobot kering akar + sisa biji empat pedigri jagung.18 Jurnal Agrotek Tropika 1(1):14-19. Kecenderungan pertumbuhan untuk bobot kering turus empat pedigri jagung. panjang turus. jumlah akar cabang. dan UL1. jumlah akar.01 95 %. dan bobot kering akar + sisa biji sama laju Gambar 1-6 keempat pedigri untuk peubah pertumbuhan sama. %. 2013 Gambar 5. Hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan tanaman tidak sama dengan Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanaman normal. Setelah diberi pertumbuhan untuk semua peubah yang diamati. Gambar 6.04 94 %.

Mangoendidjojo. 2007. Pemuliaan Tanaman Lanjutan.. C.go.litbang.litbang. Kluwer Saenong. dan Vigor Bibit Jagung Manis yang Benih di Indonesia. Ketetapan Pramono.pdf. 2011. 1976.pdf. Jurnal Ilmu Pertanian. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih Diterjemahkan oleh Rennie Roesli dari Principles dan Practice of Seed Storage.B. 1994. Ningrum et al. S. Pengelolaan Academic Publishers. Belum diterbitkan.bogor. E. Http://balitsereal. 2009. ind/bjagung/empat. Ketahanan dan Pemulihan Tanaman 19 pupuk pada umur 35-42 hst pada keempat pedigri tidak Kartasapoetra.. of Seed Science and Technology. Pangan. 2010. http:// balit sereal. 188 hlm.id/ Subekti. Benih Jagung. Mejaya. B. Hikam. Imbibisi Biji. Bahan Ajar Kemunduran Benih. Arief. and M. 2010. Teknologi Benih. menunjukkan terjadinya pemulihan pada setiap peubah Pengolahan Benih dan Tuntutan Praktikum. 2003.pdf Purwanti. R.id/ Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Berliando. A. Kajian Suhu Ruang Simpan terhadap Balai Penelitian Tanaman Serealia. L.A. S. dan L. 1994. Pengaruh Kadar Air Terhadap deptan.net. 2007.blogspot. W. http://blog. Fakultas Pertanian Selatan. deptan. Belum diterbitkan 36 hlm. Teknologi Benih. http:// arenlovesu..O. Lampung. Rajawali Pers. Jakarta.litbang. Takdir. http://agrica. SNI untuk Air Minum Indonesia. S. 2006. Azrai. go. S. 2009. dan R. A. Universitas Lampung. Bandar ser tifikasi/SNI%2001-3553-2006%5B1% Lampung. 446 hlm. Kuantifikasi Metabolisme Benih. 2010.go. Principles Widia Sarana Indonesia. 22-31.: Evaluasi Viabilitas Benih.com/2009/08/imbibisi-biji. Yogyakarta. Http://balit-sereal. McDonald.id d/ hwww. Teknik Penghibridan Tanaman. Jakarta. litbang. PT Raja Grafindo Persada. 2003. Bandar Pembentukan Varietas Jagung Hibrida dalam Lampung.deptan.1. Efendi. London. S. S.com/ Lepas 11 hlm. Skripsi.J. Dasar-Dasar Pemuliaan laporan-oleh-bram-arda. Fatih. Sunarti. Arda. 2004. S. S. Syafruddin.G. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan terhadap-pertumbuhan-jagung/ Jagung. 2003.ub. 221 hlm Hikam. deptan.pdf. Institut Pertanian Bogor. 1993. M. 182 hlm. Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan. Badan standardisasi nasional (BSN). 2011. Keragaman Leachate. 145 hlm. http://bbia. Rineka Cipta: Jakarta. PT Copeland. Universitas Lampung.id/ Hikam. Jagung. Vol 11. Litbang Pangan. Bandar Lampung. Kuning. 38 hlm. 181 hlm. Sadjad. Naskah Wikipedia. yang diamati. Sulawesi Pemuliaan Tanaman. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. 5D%20AMDK. Teknik Perencanaan dan Analisis Balai Penelitian tanaman Serealia.ac. Jakarta. L. 2009/01/03/difusi-osmosis-dan-imbibisi/Jagung Justice. 2001. .go. 2008.go.. id/ind/bjagung/sebelas.html Tanaman.L. Deskripsi Varietas Cargill dan DAFTAR PUSTAKA BiSi. Deskripsi Kualitas Benih Kedelai Hitam dan Kedelai Varietas. Pertumbuhan Jagung.wordpress. Kertas Merang Untuk Uji Viabilitas Benih.. O. abufatih/2011/12/05/pengaruh-kadar-air. PT. Bandar Sutopo. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. hal id/ind/images/stories/deskripsi06. 467 pp. Viabilitas Sadjad. dan M. Sunarti. Bogor.puslittan. Lampung. No. 44 hlm. Kanisius. 2010. S.N. Dipupuk dengan Semen Portland. Bass. N. 2008. A.