You are on page 1of 105

MUSYAWARAh BESAR iv
KELUARGA MAHASISWA
INSITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA

Dari km its
Oleh km its
Untuk km its

Villa nusantara tretes, 25-30 juni 2011
Pusdiklat hanudnas surabaya, 9-11 september 2011

Musyawarah Besar IV
Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya

Penyusun : Tim Ad Hoc MUBES IV KM ITS (Juan Pandu, M
Abdurrochman, M Solikhudin Z, Fanny Ristantono, M
Nurman Febrian, Moch. Novian D, Rahmi Agustina, Abdi
Sukmono, Firstian Rubyarto, Aulia Nur V, Helmy Yunan I,
Rionda Bramanta K, Rizki Ade, Akhlis Fitanto, Mirba H. D.
S., Ari Cipto)

Editor : Adi Rano, Desy Gitapratama, Putra Tanujaya, A. Rifqi
Rosyadi, Ken Widyaningtyas Hutomo

Sampul Depan : Ken Widyaningtyas Hutomo

Cetakan Pertama : Februari 2012

. . . . Almamaterku. . . kan ku turut bimbinganmu jadi pejuang yang takkan kenal letih membangun negeri .

Tim Pemandu LKMM TM ITS yang terus menularkan semangat perubahan pada tiap generasi. proses menuju MUBES III tidaklah mudah. rekan-rekan LSM. “MUBES III sudah tidak relevan” dengan sederet analisa dan kritisisasi tanpa solusi seolah KDKM hasil MUBES III merupakan kesalahan yang dapat memicu perpecahan di KM ITS. dan LM ITS. Begitu pula dengan MUBES IV. buku ini dapat menjadi acuan bagi KM ITS untuk menjalankan aktivitas ber-Keluarga Mahasiswa-an. tiada kata berhenti untuk ucapan terima kasih  VIVAT! Hidup ITS! Hidup ITS! Hidup ITS! Editor i . Harapan dari kami. Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk Badan Eksekutif Mahasiswa mulai dari jaman mas Detak. dan seluruh peserta MUBES IV atas partisipasi dan kontribusinya dalam Mubes ini. kebanyakan dari anggota KM ITS mengatakan dengan menggebu-gebu dan serius bahwa. namun hasil karya terbaik yang diberikan dari KM ITS untuk KM ITS. mas Aris. dan mas Ersyad yang sudah menggagas dan memberikan „PR turunan‟ akan diadakannya MUBES IV ITS dan akhirnya berhasil terlaksana di periode BEM ITS yang digawangi oleh mas Dalu. teman-temen LMB atas MUSTA LMBnya yang ditunggu- tunggu akhirnya menelurkan hasil. serta pasca Mubes. Dan terima kasih yang tak kan pernah cukup kami sampaikan kepada seluruh Keluarga Mahasiswa ITS atas pengawalannya mulai dari pra. Tiada gading yang tak retak. saat. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KATA PENGANTAR Akhirnya setelah penantian yang sangat panjang dan berlarut akhirnya terbit juga buku MUBES IV. Selain itu terima kasih juga untuk tim FKHM3 (Forum Kajian Hasil Mubes III) yang sudah mengkaji KDKM MUBES III sebelum-sebelumnya. Namun perlu diketahui bersama. KDKM hasil MUBES III bukanlah sekedar kesalahan. Kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk perbaikan pada generasi-generasi selanjutnya. mas Nurcholis. semoga jerih payah kalian dibalas dengan balasan yang jauh lebih baik. BEM. Sebelum segenap perangkat Mubes dan proses menuju Mubes masih diawang-awang. Terima kasih spesial untuk tim Adhoc dan OC Mubes IV yang luar biasa melaksanakan amanah ini. Sekali lagi. Memang masih banyak kekurangan dan celah hingga dicetaknya buku ini. Berliter keringat dan air mata telah tercurah untuk terselenggaranya agenda yang mengusung semangat integralistik KM ITS ini.

....................................................................... Kondisi Menjelang MUBES IV............................................... 12 Keputusan Tentang Pimpinan Sidang Pleno MUBES IV ITS ....................................................................................................... 33 Ketetapan Tentang Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS ............................ 3 IV............... 28 Lampiran Perubahan Pasal Keputusan MUBES IV ITS .. iii Sejarah MUBES Mahasiswa ITS ............................................................................................................................................................. 21 Lampiran Komisi dan Anggota Komisi MUBES IV ITS ...... ii Sambutan Presiden BEM ITS 2010/2011 ...................................................................... MUBES II ITS ........................................... 59 Lampiran Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa ITS ............................ 88 Kamus Singkatan MUBES IV ITS ............ 9 Keputusan dan Ketetapan MUBES IV ITS 2011................................................................................................................. 8 II............................................................................................................................................................... 23 Keputusan Tentang Perubahan Tata Tertib MUBES IV ITS .................................... 4 Perkembangan Struktur Organisasi di KM ITS ............................................................................ 18 Keputusan Tentang Pergantian Pimpinan Sidang Pleno MUBES IV ITS .................................. 2 III......................................................................... 1 II.... 30 Keputusan Tentang Perubahan Tata Tertib MUBES IV ITS ........................... MUBES I ITS. 36 Ketetapan Tentang Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa ITS ............................................................................................................................................................................................................................................................ 93 Organizing Committe MUBES IV ITS........................................................................... 61 Rekomendasi Musyawarah Besar Mahasiswa ITS ........ MUBES III ITS ............................. 31 Lampiran Perubahan Pasal Keputusan MUBES IV ITS ......... 14 Keputusan Tentang Agenda Acara MUBES IV ITS..... 8 I................................................................. 92 Panitia Ad Hoc MUBES IV ITS ........................... 8 III................................................................................. 19 Keputusan Tentang Pembentukan Komisid dan Anggota Komisi MUBES IV ITS ................. 94 ii ..................................................................................... 34 Lampiran Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS ............. 16 Lampiran Agenda Acara MUBES IV ITS .................................................. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS DAFTAR ISI Kata Pengantar ..................................................................................................... 1 I.................... MUBES III ITS ................................................. i Daftar isi ............................................. MUBES II ITS.................................................................... 10 Keputusan Tentang Tata Tertib MUBES IV Mahasiswa ITS ....................................... MUBES I ITS ............ 84 Kamus Istilah MUBES IV ITS ...

Kampus harus menjadi bumi para pahlawan republik ini. Namun. kampus harus menjadi tempat penggembelengan para pemimpin masa depan bangsa ini. Salam Sejahtera. pendidikan. Oleh karena itu ideologi yang berwarna di dalam kampus seyogianya tidak menimbulkan perpecahan dan lebih banyak berbicara tentang persamaan daripada perbedaan. “Universitas adalah tempat untuk memahirkan diri kita. ekonomi. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS SAMBUTAN PRESIDEN BEM ITS 2010-2011 Assalamu‟alaykum Wr Wb. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya memiliki aura perjuangan dan kepahlawanan. harus memunculkan gagasan-gagasan besar yang bisa dipahami dan dirasakan iii . Kampus harus menjadi barak para negarawan handal negeri ini. di lapangan pikiran. saya teringat perkataan Bung Karno dalam salah satu momentum kuliah umum yang diberikannya.” Sang pahlawan proklamator ingin menyampaikan pesan bahwa mahasiswa dan para akademisi kampus hendaknya tidak hanya menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat menuntut ilmu teknis. Berbicara tentang kehidupan mahasiswa di dalam kampus. dan sebagainya. keluarga dan para sahabatnya. di lapangan cita-cita. maka hanya ada sedikit energi. sesuai dengan nama dan kota kampus ini berada. bukan saja di lapangan technical and managerial know how. Maka sudah selayakmya kita bersyukur atas karunia ini dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah. Sesungguhnya nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita tidak bisa dibandingkan dengan akumulatif nilai kebaikan kita dari lahir hingga sekarang. tetapi juga di lapangan mental. sektor pemerintahan. sosial. Pada akhirnya mahasiswa akan semakin jauh dari masyarakat. di lapangan ideologi. Jangan sekali-kali universitas menjadi tempat perpecahan. Aktivitas yang ada di dalam kampus ini. ITS diharapkan mampu mencetak para pahlawan negeri ini di dalam semua sektor strategis kehidupan bangsa ini. baik secara vertikal maupun horizontal. Sholawat serta salam tidak lupa kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW. sesuai bidang keahlian masing-masing. waktu dan pikiran yang dicurahkan untuk Bangsa ini. Perpecahan hanya akan menghabiskan energi dan mempertegas eksklusifisme mahasiswa. Jika terlalu banyak terjadi konflik antar mahasiswa di internal kampus.

Manakala ada hal-hal yang disepakati perlu dilakukan perubahan. bisa menjadikan KM ITS lebih bersatu. Musayawarah Besar (MUBES) menjadi salah satu aktivitas pembelajaran berdemokrasi di miniatur “Negara” Keluarga Mahasiswa ITS. Kajian-kajian dengan hasil perubahan beberapa poin senantiasa ada dari generasi ke generasi. dievaluasi. masyarakat dan Bangsa. Hidup Mahasiswa!!! Vivat!!! Surabaya. Musyawarah Besar ITS menjadi momentum persatuan Keluarga Mahasiswa ITS. Kami berharap MUBES IV ITS. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS manfaatnya oleh masyarakat secara nyata. memberikan sumbangsih besar untuk almamater. Dalam rentang waktu itu. Oktober 2011 Dalu Nuzlul Kirom Presiden BEM ITS 2010/2011 iv . KM ITS dan kontribusinya terhadap Indonesia. Karena pada hakekatnya. 10 Tahun adalah waktu yang cukup lama bagi KM ITS untuk melakukan dinamisasi aktivitas kemahasiswaan. Wacana pelaksanaan MUBES IV pada dasarnya sudah digulirkan sejak lama. namun berpikir untuk satu tujuan sama. Di dalamnya terdiri atas beragam pikiran. silahkan dikaji. Selain menjadi wadah bagi KM ITS untuk mencari format pemerintahan mahasiswa yang dinamis dan sesuai dengan kondisi kekinian. dan dilaksanakan perubahan sesuai dengan mekanisme yang ada. Serta mampu mencetak generasi pahlawan untuk masa depan Indonesia. yang berisi KDKM (Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa) dan HDPSDM (Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa). Kami mohon maaf jika ada kekurangan di dalam proses dan hasil MUBES IV ini. Sehingga MUBES IV adalah hasil bersama oleh seluruh elemen KM ITS dari beberapa generasi. Semoga momentum MUBES IV dan produk yang dihasilkan didalamnya. perubahan adalah sebuah keniscayaan. Aktivitas mahasiswa di dalam kampus ini juga harus menjadi pembelajaran untuk mencetak pemimpin masa depan. aturan yang mutlak hanya dari Tuhan Yang Maha Esa. bisa dijalankan secara optimal. MUBES IV baru terlaksana setelah 10 (sepuluh) tahun MUBES III menjadi acuan perjalanan aktivitas KM ITS. sehingga poin demi poin ketidakrelevanan MUBES III mulai terlihat.

menggunakan format dan nama Dewan Mahasiswa . 0457/O/1990 yang mengatur tentang pembentukan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT). Berawal dari bentuk organisasi mahasiswa (ormawa) intra dan ekstra kampus saat itu. Di tengah kebutuhan adanya sebuah wadah bersama sebagai representasi mahasiswa ITS. Selang beberapa tahun kemudian kondisi ini dirasa tidak menguntungkan terutama dalam hal kebutuhan aktifitas kemahasiswaan sehingga muncul SK no. Karena dianggap berpotensi membahayakan kekuasaan maka pemerintah mulai mengatur urusan rumah tangga mahasiswa tersebut. ormawa akhirnya menjadi terkekang. Kondisi ini membuat pemerintah mengeluarkan SK no. Bagi mahasiswa ITS kenyataannya konsep Senat Mahasiswa yang ditawarkan dalam SK 0457 dirasa tidak beda dengan SK sebelumnya yang diyakini memasung hak–hak politik mahasiswa dalam melakukan peran fungsi kontrol terhadap penguasa. Keberadaan NKK/BKK akhirnya membuat kehidupan organisasi mahasiswa menjadi mati suri dengan adanya format lembaga kemahasiswaan yang tidak berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari institusi Perguruan Tinggi (PT) sehingga harus patuh pada aturan PT tersebut. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS SEJARAH MUBES MAHASISWA ITS Berikut paparan singkat mengenai sejarah Musyawarah Besar Mahasiswa ITS. Awalnya ormawa intra kampus.sebagai student goverment . 1. Aktifitas yang tinggi ini salah satunya mengarah pada wilayah politik yang selama itu dikenal “zero aktivity area” sebagai akibat politik pembangunan (developmentalisme) yang dilakukan oleh rezim Orde Baru. terpasung dan tidak lagi mandiri.yang ada di kampus. MUBES I ITS Melihat sekilas refleksi dari perjalanan Organisasi Kemahasiswaan di ITS telah banyak mengalami berbagai perubahan sebagai bagian dari dinamika kehidupan mahasiswa dari waktu kewaktu. yang selama masa itu dikenal sangat mandiri dan independen. 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). akhirnya memberikan nuansa persaingan aktifitas kemahasiswaan baik di ekstra kampus maupun di intra kampus dan antar keduanya. Dengan format seperti itu cukup beralasan bila dinamika di kampus dan ekstra kampus berkembang sangat baik. pada saat itu yang ada hanya forum komunikasi antar ormawa di tingkatan fakultas (Senat Mahasiswa 1 . 037/U/1979 tentang Badan Koordinasi Kampus (BKK) yang pada dasarnya mengintervensi kemandirian ormawa. Tak lama kemudian diikuti dengan dikeluarkannya SK no.

independen dan mampu menaungi seluruh aktivitas kemahasiswaan di tingkat Insitut maka dibentuklah Senat Mahasiswa ITS sebagai perwujudan konsep student government yang dicita–citakan. dan legislatif terwujud dengan dibentuknya BEM 2 . II. Berangkat dari keinginan untuk membentuk suatu wadah ormawa yang mandiri. HMJ. Hal ini disebabkan belum adanya mekanisme dan pola hubungan antar lembaga di ITS serta belum adanya kesepakatan mengenai visi dan misi yang membawa arah dinamika kemahasiswaan di ITS. Lembaga ini pada awal periodenya mengalami kendala dalam berhubungan dengan ormawa lain ITS semisal HMJ. Dengan diawali pembentukan PPSMITS (Panitia Pembentukan SM ITS) lahirlah lembaga representasi SM ITS melalui deklarasi Manifestasi Langkah dan Gerak (MALAGA) pada september 1993. Idealita student government tentang pemisahan eksekutif. Dengan terbentuknya ormawa di tingkatan institut ini diharapkan mahasiswa ITS memiliki nilai integralistik ke-ITS-an yang lebih utuh. Hal ini dikarenakan masih adanya ekslusifisme lembaga dan pola hubungan antar lembaga di lapangan belum tertata secara baik. Keadaan ini mengarahkan pemahaman bahwa penerapan MUBES hanya menjadi kepentingan dan tanggung jawab SMITS dan BP-SMITS pada saat itu. Catatan ini sangat berharga bagi MUBES II ITS yang dilaksanakan pada 1998. Polemik dan perdebatan penolakan SK 0457 berhadapan dengan kebutuhan adanya sebuah ormawa yang mampu menaungi seluruh aktifitas kemahasiswaan di ITS. artinya tidak ada garis koordinasi yang jelas antara lembaga–lembaga tersebut. serta merumuskan visi dan misi organisasi kemahasiswaan ITS. saat kekuasaan orde baru tumbang oleh gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa. dan UK lain. MUBES II ITS diharapkan memecahkan persoalan–persoalan yang muncul pada saat penerapan MUBES I. tidak lagi terkotakkan oleh arogansi jurusan/fakultas yang seringkali salah arah. SMF ataupun UK. Tujuan diselenggarakannya MUBES pertama ini adalah untuk membuat kesepakatan pola hubungan antar lembaga di ormawa ITS berikut aturan main dan mekanismenya. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Fakultas & BP SMF). Dengan segala dinamika yang berkembang dalam forum MUBES ke-2 tersebut akhirnya visi dan misi ormawa yang menjadi ruh bagi perjuangan ormawa ITS terdefinisi dengan jelas dan gamblang pada bagian pembukaan MUBES. MUBES II ITS Dalam perkembangan pelaksanaan MUBES I muncul masalah klasik terkait lahan garap atau batasan wilayah kerja. Dengan pertimbangan inilah SM ITS memprakarsai diadakannya Musyawarah Besar Mahasiswa ITS (MUBES ITS) pertama pada September 1994 di Batu sebagai titik awal peletakan pondasi ormawa yang kokoh bagi MUBES selanjutnya.

III. Adapun dibalik beberapa perubahan pada MUBES II masih terdapat kekurangan-kekurangan yang patut diperhatikan sebagai evaluasi MUBES sebagai produk hukum tertinggi. Penguatan ormawa di tingkat institut lebih terasa dengan pola hubungan instruktif koordinatif dari BEM ITS ke HMJ khusus untuk menangani agenda bersama agar sinergisitas ormawa lebih terbangun. Lembaga Minat & Bakat menaungi keberadaan UK di ITS sebagai penjelmaan dari forum komunikasi UK. Hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan independensi dan kemandirian ormawa yang diatur dalam MUBES. MUBES III ITS Organisasi Kemahasiswaan ITS telah meretas jalan cukup panjang dengan dihadirkannya MUBES sebagai forum kekuasaan tertinggi sekaligus produk hukum tertinggi dalam aktivitas kemahasiswaan di ITS. Partisipasi mahasiswa ITS terakomodasi melalui pemilihan langsung presiden BEM ITS dan senator SMITS. Masalah klasik ormawa yang seringkali muncul adalah benturan soal kegiatan penerimaan mahasiswa baru dengan pihak Rektorat melalui keluarnya SK Rektor tentang pelarangan kegiatan pengkaderan.  Pemisahan LMB dan ormawa struktural (meminjam istilah MUBES II) dan tidak adanya pola hubungan yang jelas antara keduanya membuat aktivitas keduanya tidak cukup sinergis dan harmonis. Perkembangan iptek yang pesat diiringi pembentukan prodi/jurusan baru memunculkan dinamika baru dengan bertambahnya jumlah HMJ.  Bertumpuknya kewenangan SMITS sebagai lembaga normatif representatif seringkali mengakibatkan kurang optimalnya peran sebagai legislatif ketika SMITS harus menyelesaikan konflik-konflik yang berkaitan dengan norma- norma hokum yang ada di ormawa ITS. Berbagai perubahan telah dilakukan sebagai upaya untuk merekontruksi ormawa organisasi yang mandiri dan independen sesuai konsep student government yang dicita-citakan. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS dan SMITS selaku lembaga di tingkatan institut. Tidak adanya forum yang 3 . Adapun struktur organisasi kemahasiswaan hasil MUBES II dapat dilihat pada bagan di bawah. yaitu:  Bingkai ormawa yang terlalu formalistik dengan fokus pengelolaan pada lembaga membuat peran pemberdayaan kepada mahasiswa berkurang sehingga sense of belonging mahasiswa terhadap ormawa juga semakin surut.  Tidak adanya mekanisme yudikatif yang jelas (eksplisit) menjadikan konflik yang ada semakin berlarut-larut sehingga kredibilitas ormawa menurun di mata mahasiswa.

KDKM ITS produk MUBES III yang diharapkan dapat memecahkan persoalan–persoalan yang muncul dalam dinamika organisasi mahasiswa ITS saat ini sudah dianggap tidak relevan dengan kondisi saat ini. LMF dan HMJ. Namun kondisinya. UK. Secara umum terjadi penurunan aktivitas dalam ormawa ITS menjelang MUBES III ITS. banyak kegiatan kemahasiswaan dilakukan hanya sebagai rutinitas ritual organisasi. kurangnya pemahaman dan komitmen dari para pelaku organisasi dalam menjalankan organisasinya demi kepentingan bersama (secara holistik dan integral) sehingga mengakibatkan keberadaan MUBES II ITS sebagai mekanisme dan aturan lebih banyak ditinggalkan. Sepuluh tahun terakhir ini pula banyak sekali permasalahan yang muncul antar lembaga di KM ITS. Namun seiring dengan perubahan keadaan sosial. Yang lebih ironis lagi adalah fenomena banyaknya pengurus lembaga yang bukan saja tidak aktif tetapi juga bersikap cuek dan apatis terhadap kondisi kemahasiswaan. LMB. Inilah realita yang terjadi dalam tubuh KM ITS.  Sama halnya dengan MUBES I sebelumnya. IV. maka dinamika kebutuhan organisasi juga semakin bertambah dan bisa berubah. KONDISI MENJELANG MUBES IV Sepuluh tahun sudah usia KDKM ITS yang dirumuskan forum MUBES III guna menjadi sebuah dasar organisasi di KM ITS. Padahal Kongres adalah forum tertinggi di bawah MUBES sehingga mengakibatkan elitisme antar elit selain gap wacana dan pemahaman. 4 . Fenomena lain menjelang MUBES III yang berkembang di dunia kemahasiswaan antara lain:  Semakin menurunnya aktivitas sosialisasi dan internalisasi nilai dan semangat MUBES kepada mahasiswa menjadikan sense of belonging mahasiswa terhadap ormawa juga semakin surut. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS mempertemukan keduanya membuat kedua ormawa ini seolah berjalan sendiri-sendiri.  Belum adanya rumusan tentang pola pengembangan sumber daya mahasiswa sebagai pijakan hukum sekaligus arahan bagi pemberdayaan mahasiswa membuat pengembangan SDM berjalan stagnan dan tak tentu arah.  Menurunnya kredibilitas ormawa akibat sedikitnya pimpinan lembaga yang hadir pada forum Kongres ataupun forum Presidium. Hal ini terjadi di hampir semua lembaga di ITS mulai dari SMITS yang ditinggalkan para senatornya juga BEM. kebutuhan dan tuntutan zaman.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya penyelenggaraan kegiatan minat bakat. maka dibutuhkan suatu media yang memfasilitasi kebutuhan tersebut. lomba musik. yakni ranah keprofesian. Karena hal ini terjadi pada tidak sedikit HMJ di ITS. Karena secara umum definisi ormawa adalah organisasi yang dijalankan mahasiswa untuk mengelola mahasiswa juga. diharapkan 5 . Lantas bagaimana seharusnya peran tersebut dapat di jalankan sebagaimana mestinya dengan baik? Haruskah ada keberadaan di tiap tingkat jurusan? Keempat. Hal ini jelas terdapat ketidakkonsistenan hukum. baik di dalam maupun di luar jurusan. tentang unit kerohanian di ITS. Karena adanya kebutuhan akan penanaman spiritualitas pada saat proses kaderisasi dalam menanamkan iman dan taqwa kepada Tuhan YME. menilik pada kondisi kaderisasi di ITS yang masih tidak ada standardisasi. Walau secara struktural tidak ditunjukkan adanya garis hubungan dengan BEM ITS. maka UK Kerohanian juga dianggap layak untuk bergabung dengan organisasi kemahasiswaan yang lain di KM ITS. Padahal jelas bahwa ranah event minat bakat dan keolahragaan adalah milik LMB beserta UKM yang ada. sehingga membuat keberadaannya tidak dapat dirasakan. namun tetap sesuai kebutuhan. maka perlu dirumuskan lagi bagaimana peraturan yang seharusnya berlaku di ITS nanti. LMF merupakan lembaga bentukan dari HMJ melalui FHMJ (Forum Himpunan Mahasiswa Jurusan). Akan tetapi realita yang ada adalah peran dari LM jurusan tidak ada. realita HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) terbukti sudah tidak relevan lagi dengan fungsinya sesuai pasal 10 MUBES III. tentang legislatif yang ada di KM ITS. bahwa tugas dan wewenang LMF melakukan pemberdayaan di bidang keprofesian dan menguatkan daya dukung terhadap BEM ITS. Terlebih ada pula beberapa himpunan yang tidak memiliki fungsi legislasi. Kedua. seperti lomba fotografi. Akan tetapi pada kenyataannya UKK tidak termasuk dalam KM ITS sehingga tidak dapat bergabung untuk membantu. Adanya hukum yang standar tentang kaderisasi. maka perlu diadakan revisi pada MUBES III tentang bab ini. maka jelas-jelas bahwa HMJ menyalahi aturan pada MUBES III. Kelima. dan lain sebagainya. misal jaring aspirasi pada mahasiswa jurusan. kurang menjalankan fungsi yang semestinya. Legislatif mempunyai peran yang cukup penting sebagai aspirator maupun kontroller terhadap eksekutif. maka muncul usulan tentang Hukum Kaderisasi perlu distandarkan. ditemukan ketidakrelevanan dan ketidakkonsistenan hukum terjadi pada LMF (Lembaga Mahasiswa Fakultas). MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Catatan penting evaluasi KDKM ITS produk MUBES III adalah sebagai berikut : Pertama. namun secara fungsional ditulis pada Mubes III Bagian Ketiga BAB V. Ketiga. Unit Kegiatan Kerohanian lah yang dirasa dapat dengan baik melakukannya.

seakan hanya menjadi wacana dan tidak ada langkah strategis yang dilakukan. Baik dari panitia pengarah (Tim Ad Hoc MUBES IV). Kali ini inisiasi muncul dari MUSMA yang merekomendasikan kepada BEM ITS 2008/2009 untuk membentuk Tim Pengkaji MUBES III. seakan mengembalikan optimisme KM ITS untuk segera melakukan perubahan. Namun realitanya membangun kesadaran bersama akan pentingnya gerakan perubahan bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. dan perdebatan konsep yang setiap tahun berbeda-beda. Namun kenyataannya hasil dari tim pengkaji MUBES III belum begitu optimal. Dirasa sangat perlu dilakukan perubahan dalam KM ITS terutama pada acuan hukumnya yang dalam hal ini kita kenal KDKM ITS. Sehingga pada tahun 2008 kembali terjadi inisiasi untuk mengkaji KDKM ITS. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS nantinya bisa menjadi pedoman dan batasan bagi semua jurusan di ITS dalam menjalankan fungsi kaderisasi pada mahasiswanya. Gerakan menuju MUBES IV semakin masif dilakukan. Maka pada momentum itu disepakati MUSMA merekomendasikan ke Kongres (forum tertinggi ormawa) untuk segera diadakan MUBES IV untuk menjawab keresahan selama ini. MUBES IV ini merupakan solusi menjawab kebutuhan dan menertibkan KM ITS agar tercipta kestabilan di organisasi KM ITS. Syarat terlaksananya MUBES IV adalah adanya kesepakatan yang dihasilkan oleh forum tertinggi di ormawa dan non ormawa. forum diskusi inisiasi BEM ITS: Ngorbits (Ngobrol Bareng ITS) merekomendasikan kepada BEM ITS 2009/2010 untuk membuat Kepres (Keputusan Presiden) tentang pembentuk FKHM3 (Forum Kajian Hasil MUBES III ITS) yang bertugas mengkaji hasil MUBES III untuk kemudian hasil kajiannya dibahas di MUSMA. Ini merupakan titik awal gerakan strategis yang optimal untuk perubahan KM ITS. Maka. Dengan berdasarkan Kongres dan MUSTA maka KM ITS sepakat untuk mengadakan MUBES IV. Pada akhir tahun 2010 MUSTA (forum tertinggi non ormawa) juga menghasilkan kesepakatan yang sama dengan ormawa untuk segera dilaksanakan MUBES IV. Sehingga kondisi serupa berlanjut di tahun berikutnya. Titik terang harapan mulai terjawab. Alhasil Pada tahun 2009. Berbagai acara forum diskusi mengenai kondisi KM ITS sudah sering dilakukan. diharapkan tidak lagi ada tindak kekerasan kultural. Adanya standarisasi. Tim Pengawal. Kondisi yang semakin berlarut-larut semakin menambah kejenuhan dalam KM-ITS. Bermula pada tahun 2004 pertama kali diwacanakan untuk mengamandemen KDKM ITS. Langkah-langkah teknis dan strategis mulai dipersiapkan. OC MUBES IV hingga arahan kewajiban masing-masing elemen 6 . Keresahan KM ITS diatas sudah berlangsung 10 tahun lamanya sejak tahun 2001. judge boikoter. Seiring kemajuan FKHM3 yang menemukan banyak ketidak relevanan MUBES III yang dipaparkan di MUSMA pada 13 Februari 2010.

Penantian itu akhirnya sudah di depan mata. Kurang lebih 5 bulan lamanya Tim Ad Hoc menyusun draft MUBES IV untuk KM ITS. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KM ITS untuk MUBES IV sudah disiapkan. Di Villa Nusantara. Referensi : Agus M. 2000 Purwito Priambodo – Ketua SMITS periode 1999/2000 dan pelaku MUBES III ITS‟01 – “Telaah Kritis MUBES II ITS : Sebuah Upaya Penguatan Ormawa ITS”. mendatangkan saksi sejarah hingga FORBES (Forum Bersama) marak di dilakukan di KM ITS sebagai sarana penunjang penyusunan draft MUBES IV oleh Tim Ad Hoc. 1996 Kurnia K. 2001 Ketetapan MUBES II ITS No. Puncak harapan itu terlaksana. Pratomo – Senator SMITS 1997/1998 dan pelaku MUBES II ITS‟98 – “Menjelang MUBES III ITS : Satu Langkah ke Depan!!!!”. Sebuah Upaya Pencarian Jati Diri Ormawa ITS”. Tretes tanggal 26-30 Juni 2011 MUBES IV terlaksana. Kenjeran pada 9– 11 September 2011 hingga selesai dan menghasilkan Ketetapan MUBES IV. 2000 Danar Surya W. Berdasarkan fungsi hasil yang optimal maka disepakati MUBES IV dilanjutkan di Pusdiklat Hanudnas. Sehingga tertanggal 27 Januari 2011 terbentuklah Tim Ad Hoc MUBES IV yang bertugas mengkaji dan menyusun draft MUBES IV. 01/TAP/MUBES/VII/1998 7 . Tertanggal 27 Januari 2011 pula seluruh elemen KM ITS disibukkan dengan pengkajian MUBES III. Jaring aspirasi. 01/TAP/MUBES/VII/1998 Ketetapan MUBES II ITS No. – Presiden BEM ITS 2001/2002 dan pelaku MUBES III ITS‟01 – “MUBES ITS. Maksum – Ketua SMITS periode 1995/1996 dan pelaku MUBES I ITS‟94 – “MUBES.P. Visi dan Fungsionalisasi Lembaga Kemahasiswaan di ITS”.

Organigram KM ITS hasil MUBES I ITS II. MUBES II ITS Berikut organigram KM ITS hasil dari MUBES II. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS PERKEMBANGAN STRUKTUR ORGANISASI DI KM ITS Berikut paparan mengenai perkembangan struktur organisasi KM ITS. MUBES I ITS Berikut organigram KM ITS hasil dari MUBES I. 8 . Gambar 1. I.

MUBES III Berikut organigram KM ITS hasil dari MUBES III. Organigram KM ITS hasil MUBES III ITS Keterangan : SMITS : Senat Mahasiswa ITS BP SMITS : Badan Pelaksana SMITS SMF : Senat Mahasiswa Fakultas BP SMF : Badan Pelaksana SMF HMJ : Himpunan Mahasiswa Jurusan UKM : Unit Kegiatan Mahasiswa RAPMIN : Rapat Pimpinan Mahasiswa Institut RAPMATAS : Rapat Pimpinan Mahasiswa Fakultas 9 . MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Gambar 2. Organigram KM ITS hasil MUBES II ITS III. MUBES MKM ITS KONGRES LSM LMB BEM LM ITS FHMJ DOP HMJ LMF MAHASISWA ITS Gambar 3.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS RUMJ : Rapat Umum Mahasiswa Jurusan RUAUK : Rapat Umum Anggota UKM 10 .

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KEPUTUSAN DAN KETETAPAN MUBES IV ITS 2011 Keputusan MUBES IV MAHASISWA ITS Nomor : 01/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Tata Tertib Musyawah Besar IV Mahasiswa ITS Tanggal : 27 Juni 2011 Keputusan MUBES IV MAHASISWA ITS Nomor : 02/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Pimpinan Sidang Pleno Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS Tanggal : 27 Juni 2011 Keputusan MUBES IV MAHASISWA ITS Nomor : 03/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Agenda Acara Musyawah Besar IV Mahasiswa ITS Tanggal : 27 Juni 2011 Keputusan MUBES IV MAHASISWA ITS Nomor : 04/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Pergantian Pimpinan Sidang Pleno Musyawah Besar IV Mahasiswa ITS Tanggal : 27 Juni 2011 Keputusan MUBES IV MAHASISWA ITS Nomor : 05/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Pembentukan Komisi Musyawah Besar IV Mahasiswa ITS Tanggal : 27 Juni 2011 Keputusan MUBES IV MAHASISWA ITS Nomor : 06/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Perubahan Tata Tertib Musyawah Besar IV Mahasiswa ITS Tanggal : 30 Juni 2011 Keputusan MUBES IV MAHASISWA ITS Nomor : 07/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Perubahan Tata Tertib Musyawah Besar IV Mahasiswa ITS Tanggal : 9 September 2011 11 .

02/TAP/MUBES/IX/2011 Tentang : Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa ITS Tanggal : 11 September 2011 Rekomendasi Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS) Tanggal : 11 September 2011 12 .MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Ketetapan MUBES IV MAHASISWA ITS No. 01/TAP/MUBES/IX/2011 Tentang : Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS Tanggal : 11 September 2011 Ketetapan MUBES IV MAHASISWA ITS No.

Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. Musyawarah Besar IV Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2011 Menimbang : a. Bahwa untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan MUBES IV ITS maka dipandang perlu pembentukan komisi dan penetapan anggota komisi Mengingat : Ketetapan MUBES III ITS No. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS (MUBES IV ITS) No. Tretes hari : Senin tanggal : 27 Juni 2011 pukul : 01.10 WIB 13 . 01/KPTS/MUBES/IV/2011 TENTANG TATA TERTIB MUBES IV ITS (TATIB MUBES IV MAHASISWA ITS) Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. tanggal 26-27 Juni 2011 Memutuskan : Pertama : Tata Tertib Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS) Kedua : Tata Tertib MUBES IV ITS ini berlaku sejak tanggal diputuskan sampai berakhirnya MUBES IV ITS Ketiga : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Diputuskan di : Vila Nusantara.01/TAP/MUBES/IX/2001 tentang Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS) b. Memperhatikan : Hasil musyawarah peserta MUBES IV ITS pada hari Minggu-Senin.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS PIMPINAN SIDANG SEMENTARA MUBES IV ITS 2011 Pimpinan Sidang Sementara Merangkap Anggota Rizky Ade Setiawan R NRP. 2508100036 Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III Merangkap Anggota Merangkap Anggota M. 2110 100 022 14 . Solikhudin Zuhdi M. 2109 030 059 NRP. Rasyid Almalna NRP.

Musyawarah Besar IV Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2011 Menimbang : a. Keputusan MUBES IV ITS No. Yunan Fahmi (4307100017) b. 02/KPTS/MUBES/VI/2011 TENTANG PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES IV ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS) b. M. Rasyid Almalna (2110100022) 15 . 03/KPTS/MUBES/VI/2011 tentang Agenda Acara MUBES IV ITS Memperhatikan : Hasil musyawarah peserta MUBES IV ITS pada hari Senin. Dinand Hazbin J (4310100052) c. tanggal 27 Agustus 2011 Memutuskan : Pertama : Menunjuk Saudara a. Bahwa untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan MUBES IV ITS maka dipandang perlu ditetapkan pimpinan sidang pleno MUBES IV ITS Mengingat : a. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. Keputusan MUBES IV ITS No. M. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Lampiran : Keputusan MUBES III ITS Nomor : 01/KPTS/MUBES/IV/2011 Tanggal : 27 Juni 2011 TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS (MUBES IV ITS) No. 01/KPTS/MUBES/VI/2011 tentang Tata Tertib MUBES IV ITS Bab II pasal 4 tentang Tugas MUBES IV ITS b.

4307 100 017 Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III Merangkap Anggota Merangkap Anggota Dinand Hazbin Jadid M. Rasyid Almalna NRP.50 WIB PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES IV ITS 2011 Pimpinan Sidang Merangkap Anggota M. 2110 100 022 16 . MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Sebagai pimpinan Sidang Pleno MUBES IV ITS Kedua : Pimpinan MUBES IV ITS terpilih segera memimpin sidang-sidang MUBES IV ITS berikutnya Ketiga : Pimpinan Sidang sementara menyerahkan jalannya siding kepada pimpinan siding terpilih Keempat : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Diputuskan di : Vila Nusantara. 4310 100 052 NRP. Yunan Fahmi NRP. Tretes hari : Senin tanggal : 27 Juni 2011 pukul : 19.

Tretes hari : Senin tanggal : 27 Juni 2011 pukul : 19. Musyawarah Besar IV Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2011 Menimbang : a. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS (MUBES IV ITS) No. 03/KPTS/MUBES/VI/2011 TENTANG AGENDA ACARA MUBES IV ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS) b. 01/KPTS/MUBES/VI/2011 tentang Tata Tertib MUBES IV ITS Bab II pasal 4 tentang Tugas MUBES IV ITS b.50 WIB 17 . Bahwa untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan MUBES IV ITS maka dipandang perlu ditetapkan suatu agenda acara Mengingat : a. Keputusan MUBES IV ITS No. tanggal 27 Agustus 2011 Memutuskan : Pertama : Agenda acara MUBES IV ITS Kedua : Agenda acara ini berlaku sejak ditetapkan sampai berakhirnya MUBES IV ITS Ketiga : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Diputuskan di : Vila Nusantara. 03/KPTS/MUBES/VI/2011 tentang Agenda Acara MUBES IV ITS Memperhatikan : Hasil musyawarah peserta MUBES IV ITS pada hari Senin. Keputusan MUBES IV ITS No.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS
PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES IV ITS 2011

Pimpinan Sidang
Merangkap Anggota

M. Yunan Fahmi
NRP. 4307 100 017

Pimpinan Sidang II Pimpinan SidangIII
Merangkap Anggota Merangkap Anggota

Dinand Hazbin Jadid M. Rasyid Almalna
NRP. 4310 100 052 NRP. 2110 100 022

18

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS
Lampiran : Keputusan MUBES IV ITS
Nomor : 03/KPTS/MUBES/VI/2011
Tentang : Agenda Acara MUBES IV ITS
Tanggal : 27 Juni 2011

AGENDA ACARA MUBES IV ITS

I. Sidang pleno I : Penjelasan panitia Ad Hoc tentang Draft Materi
MUBES IV ITS
II. Sidang pleno II : Penyamaan persepsi dan eksplorasi tentang materi
mubes IV ITS
III. Sidang Pleno III : Pembagian Komisi
IV. Sidang Komisi
V. Sidang Pleno IV : Pembahasan Hasil Sidang Komisi
VI. Sidang Pleno V : Penyampaian dan pembacaan hasil-hasil MUBES
IV ITS

19

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS
KEPUTUSAN
MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS
(MUBES IV ITS)
No. 04/KPTS/MUBES/VI/2011
TENTANG
PERGANTIAN PIMPINAN SIDANG PLENO
MUBES IV ITS

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Musyawarah Besar IV
Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2011

Menimbang : a. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di
ITS harus mendapatkan penanganan, maka
dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah
Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS)
b. Bahwa untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan
MUBES IV ITS maka dipandang perlu adanya
pergantian pimpinan siding pleno

Mengingat : a. Keputusan MUBES IV ITS No.
01/KPTS/MUBES/VI/2011 tentang Tata Tertib
MUBES IV ITS Bab II pasal 4 tentang Tugas
MUBES IV ITS

Memperhatikan : Hasil musyawarah peserta MUBES IV ITS pada hari
Senin, tanggal 27 Agustus 2011

Memutuskan :
Pertama : Menunjukn Saudara Dinand Hazbid Jadid
sebagai pimpinan sidang Pleno III MUBES IV ITS
Kedua : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan
dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan
seperlunya

Diputuskan di : Vila Nusantara, Tretes
hari : Senin
tanggal : 27 Juni 2011
pukul : 19.50 WIB

20

4310 100 052 NRP. 2110 100 022 21 .MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES IV ITS 2011 Pimpinan Sidang Merangkap Anggota M. Yunan Fahmi NRP. 4307 100 017 Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III Merangkap Anggota Merangkap Anggota Dinand Hazbin Jadid M. Rasyid Almalna NRP.

01/KPTS/MUBES/VI/2011 tentang Tata Tertib MUBES IV ITS Bab II pasal 4 tentang Tugas MUBES IV ITS b. Musyawarah Besar IV Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2011 Menimbang : a. Keputusan MUBES IV ITS No. Keputusan MUBES IV ITS No. 03/KPTS/MUBES/VI/2011 tentang Agenda Acara MUBES IV ITS Memperhatikan : Hasil musyawarah peserta MUBES IV ITS pada hari Senin. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS) b. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS (MUBES IV ITS) No. 05/KPTS/MUBES/VI/2011 TENTANG PEMBENTUKAN KOMISI DAN ANGGOTA KOMISI MUBES IV ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. tanggal 27 Agustus 2011 Memutuskan : Pertama : Pembentukan Komisi dan Anggota Komisi MUBES IV ITS Kedua : Pembentukan Komisi dan Anggota Komisi MUBES IV ITS berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai berakhirnya MUBES IV ITS Ketiga : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya 22 . Bahwa untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan MUBES IV ITS maka dipandang perlu pembentukan komisi dan penetapan anggota komisi Mengingat : a.

50 WIB PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES IV ITS 2011 Pimpinan Sidang Merangkap Anggota M. Tretes hari : Senin tanggal : 27 Juni 2011 pukul : 19. 2110 100 022 23 . 4310 100 052 NRP. Rasyid Almalna NRP. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Diputuskan di : Vila Nusantara. Yunan Fahmi NRP. 4307 100 017 Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III Merangkap Anggota Merangkap Anggota Dinand Hazbin Jadid M.

Novian D Ad Hoc 2708100080 7 Rahmi Agustina Ad Hoc 3308100070 8 Abdi Sukmono Ad Hoc 3508100040 9 Firstian Rubyarto Ad Hoc 4208100072 10 Aulia Nur V Ad Hoc 3308100047 11 M Syah Yuda BE-LM FTSP 3108100092 12 Prameswari R BE-LM FTSP 3309100095 13 Gigih Wahyu Akbar BEM FMIPA 1108100033 14 Hamidatul K. BEM FMIPA 1408100038 15 Aris Pradana BEM FTI 2208100108 16 Farii Fahmiudin F BEM FTI 2709100038 17 Rachmadian M P BEM FTIf 5208100104 18 Yuda Apri H BEM FTK 4108100002 19 Ardhan Cipta S BEM FTK 4308100084 20 Dalu Nuzul Kirom BEM ITS 2207100183 21 Satya Permana A BEM ITS 2207100072 22 Ricky Permana P BEM ITS 2407100005 24 . MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Lampiran : Keputusan MUBES IV ITS Nomor : 05/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Pembentukan Komisi dan Pembagian Anggota Komisi MUBES IV ITS Tanggal : 27 Juni 2011 KOMISI DAN ANGGOTA KOMISI MUBES IV ITS KOMISI A Membahas Amandemen Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS Anggota : 1 Juan Pandu G N R Ad Hoc 1107100045 2 M Abdurrochman Ad Hoc 2108100147 3 M Solikhudin Z Ad Hoc 2109030059 4 Fanny Ristantono Ad Hoc 2208100172 5 M Nurman Febrian Ad Hoc 2308030031 6 Moch.

HIMASIKA 1108100018 35 M. Rafsanjani HIMASTA 1308100004 37 Christian Dwi B HIMASTHAPATI 3208100011 38 Imron Gozali HIMATEKK 2308100139 39 Arif Setiyono HIMATEKLA 4309100050 40 Gunadhi HIMATEKPAL 4109100082 41 Anindito K HIMATEKTRO 2208100122 42 Paramita A HIMATIKA 1208100008 43 Berty S HIMKA 1408100065 44 Enggar Rofiq S HMM 2109100041 45 M. BEM PENS 7109040044 27 Arista Rony R HIMA D3KKIM 2309030037 28 Bayu Wijaya HIMA D3TEKSI 3110030020 29 Imaduddin Maulidi HIMA D3TEKTRO 2209030057 30 Awan Hidayat HIMA ELKA PENS 7109030046 31 Hanif Azhar HIMA IDE 3408100139 32 Adam HIMABITS 1509100052 33 Fikri Bamahry HIMAGE-ITS 3509100056 34 Julian S. HMTF 2409100074 50 Rizal Fahmi Yuwafiki HMTI 2509100065 51 Erri F HMTL 3309100012 52 Ria Akmalia Fitriani LM ITS 1408100079 53 Bey Hafid A. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 23 Arif M Putro BEM ITS 4307100019 24 Median Yuli Hartanto BEM ITS 5107100161 25 Andik Eko BEM ITS 4107100097 26 Nanang K. H. Yusuf HIMASISKAL 4208100046 36 M. Atha Illah HMMT 2709100090 46 Muhlas Hanif W HMS 3108100125 47 Grandys Frieska P HMSI 5208100035 48 Dedy Nur Arifin HMTC 5109100034 49 Zaid Marhi N. LM ITS 2108100052 25 .

I LMB 3607100012 61 Ekky Riza UK PLH SIKLUS ITS 1408100061 62 Tri Sutrisno UKM Badminton 3108100007 63 Gary Driantoro UKM Billiard 2108100011 64 Achmad Rudiyanto UKM Cinematography 4307100109 (CLICK) 65 Ahmad Ibnu Arobi UKM Cinta Rebana 3309100704 66 Fiqhy Dian N UKM ITS Maritime 4109100043 Challenge 67 Meilinda R M UKM LPM 1. UKM PSM 2309100111 71 Widy Putra UKM Sepak Bola ITS 3509100041 72 Ika Astutik UKM Teater Tiyang Alit 5110100147 73 Reza Pradikta UKM Tenis Lapangan 2209100060 74 Alfan Himawan UKM WE & T 4108100097 26 . LM ITS 3208100032 57 Fenddy Irawan LM ITS 4308100056 58 Achmad Pramono LM ITS 5208100158 59 Rio Bayu A. LM ITS 5108100185 60 Fariz R. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 54 Fathimah E. M LM ITS 2208030034 55 Galih Mohammad F LM ITS 3108100073 56 Febreyne Cita Dewi A.0 3308100095 68 Anno Dwi Pamungkas UKM MUSIK 2708100059 69 Iik H UKM Penalaran 3308100114 70 Arif M.

A. S. HIMAGE-ITS 3509100016 17 Ahmad Mustangin HIMASIKA 1109100706 18 Ramdhani Eka HIMASISKAL 4209100051 19 Mega Pradipta HIMASTA 1309100338 20 M. Ad Hoc 4308100110 6 Ari Cipto N. D. Hasan HIMATEKK 2309100108 22 Nurman Firdaus HIMATEKLA 4309100014 23 Jalil Irfanartiko HIMATEKPAL 4108100105 24 Yoga Widya P HIMATEKTRO 2209100076 25 Dimas Ghara Wienaji HIMA TELKOM 7209040004 PENS 26 Yoga Arifianto HIMATIKA 1208100018 27 Rozy Muhammad HIMIT PENS 7409030003 27 . Hudan Lil HIMASTHAPATI 3209100074 21 Moch. Rauf S. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KOMISI B Membahas Amandemen Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan KM ITS Anggota : 1 Helmy Yunan I Ad Hoc 2407100044 2 Rionda Bramanta K Ad Hoc 2408100003 3 Rizki Ade S. R Ad Hoc 2508100036 4 Akhlis Fitanto H Ad Hoc 3108100130 5 Mirba H. Ad Hoc 4106100005 7 Hendrik Tekayadi BEM FTIf 5108100174 8 M Ali Akbar F BEM ITS 2507100080 9 Rintok Setyo W BEM ITS 2107100160 10 Alfian S Putra BEM ITS 2507100005 13 Angga Saptya P HIMA D3KKIM 2308030041 14 Ahmad Mukhlis HIMA D3TEKSI 3110030119 15 Septian Tri H HIMA D3TEKTRO 2209030014 11 Heru Purwanto HIMA ELIN PENS 7309040060 12 Roksun Nasikhin HIMABITS 1509100701 16 M.

Ulil Aidi HMTI 2508100125 37 Roberto Prans HMTL 3308100005 38 M. P UKM OR Air 2410030017 52 Jahidul Umam UKM Pramuka 1408100703 28 . Aldiansyah N. Mussodaq LM ITS 1108100068 39 Mochammad Azzam LM ITS 2208100179 40 Denny Dwi hardyanto LM ITS 4108100045 41 Muchlis LM ITS 2508100162 42 Syarifah Diana P LM ITS 1307100011 43 Dewi Ratna Ningrum LM ITS 3308100008 44 Rizki Aminulloh Santoso UK MENWA 4110100017 45 Fadila Rahmana UK TK 1208100044 46 Ubaidillah UKM Bola Voli 6807040011 47 Lingga Nur Syamsu UKM Fotografi 2709100007 48 Intan Dwi UKM Karate-do 3309100039 49 M Aqik Ardiansyah UKM Koperasi 1310030076 50 Saiful Anham UKM Merpati Putih 2409030045 51 M. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 28 Trisnasristia HIMKA 1409100073 29 Andi Kurniawan HMM 2108100068 30 Hiro Sujatmika HMMT 2706100029 31 Abdul Rozaq HMPL 3608100064 32 Muhammad Hadi Fadhillah HMS 3109100120 33 A. Taufiqul Hafizh HMSI 5208100026 34 Rahardian Dustrial HMTC 5108100032 Dewandono 35 Randika Gunawan HMTF 2409100070 36 M.

Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. 03/KPTS/MUBES/VI/2011 tentang Agenda Acara MUBES IV ITS Memperhatikan : Hasil musyawarah peserta MUBES IV ITS pada hari Kamis. tanggal 30 Juni 2011 Memutuskan : Pertama : Perubahan tata tertib MUBES IV ITS. BAB 1 pasal 2 dan 3 Kedua : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Diputuskan di : Vila Nusantara. 01/KPTS/MUBES/VI/2011 tentang Tata Tertib MUBES IV ITS Bab II pasal 4 tentang Tugas MUBES IV ITS b. Tretes hari : Kamis tanggal : 30 Juni 2011 pukul : 12. Keputusan MUBES IV ITS No.00 WIB 29 . MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS (MUBES IV ITS) No. Bahwa agenda yang belum terselesaikan harus ditindaklanjuti dengan sebuah perubahan tata tertib. 06/KPTS/MUBES/VI/2011 TENTANG PERUBAHAN TATA TERTIB MUBES IV ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Musyawarah Besar IV Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2011 Menimbang : a. Mengingat : a. Keputusan MUBES IV ITS No. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS) b.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES IV ITS 2011 Pimpinan Sidang Merangkap Anggota M. 4310 100 052 NRP. 2110 100 022 30 . Yunan Fahmi NRP. 4307 100 017 Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III Merangkap Anggota Merangkap Anggota Dinand Hazbin Jadid M. Rasyid Almalna NRP.

Senin. Tretes. Pasal 2 dan 3 Keputusan MUBES IV ITS No. Pasal 3 : Pasal 3 : MUBES IV ITS bertempat di Villa MUBES IV ITS bertempat di Nusantara. Rabu. Pasuruan Villa Nusantara. Sebelum Sesudah 1. 01/KPTS/MUBES/IV/2011 : Pasal 2 : Pasal 2 : MUBES IV ITS dilaksanakan pada MUBES IV ITS dilaksanakan hari Minggu. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Lampiran : Keputusan MUBES IV ITS Nomor : 06/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Perubahan pasal 2 dan 3 keputusan MUBES IV ITS No. 2011. 31 . Pasuruan kemudian dilanjutkan di tempat yang belum ditentukan. pada tanggal 26 Juni 2011 s/d dan Kamis tanggal 26 s/d 30 Juni waktu yang belum ditentukan. tretes. 01/KPTS/MUBES/IV/2011 Tanggal : 30 Juni 2011 PERUBAHAN PASAL KEPUTUSAN MUBES IV ITS No. Selasa.

Bahwa agenda yang belum terselesaikan harus ditindaklanjuti dengan sebuah perubahan tata tertib. Mengingat : a. tanggal 30 Juni 2011 Memutuskan : Pertama : Perubahan tata tertib MUBES IV ITS. Perubahan tata tertib MUBES IV ITS. Tretes hari : Senin tanggal : 9 September 2011 pukul : 20. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS) b. BAB 1 pasal 2 dan 3 Kedua : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Diputuskan di : Vila Nusantara. 07/KPTS/MUBES/VI/2011 TENTANG PERUBAHAN TATA TERTIB MUBES IV ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Bab 1 pasal 2 dan 3 Memperhatikan : Hasil musyawarah peserta MUBES IV ITS pada hari Kamis. Musyawarah Besar IV Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2011 Menimbang : a. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS (MUBES IV ITS) No. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan.10 WIB 32 .

Rasyid Almalna NRP. 2110 100 022 33 . 4310 100 052 NRP. Yunan Fahmi NRP.MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES IV ITS 2011 Pimpinan Sidang Merangkap Anggota M. 4307 100 017 Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III Merangkap Anggota Merangkap Anggota Dinand Hazbin Jadid M.

Senin. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Lampiran : Keputusan MUBES IV ITS Nomor : 07/KPTS/MUBES/VI/2011 Tentang : Perubahan pasal 2 dan 3 keputusan MUBES IV ITS No. Rabu. belum ditentukan. Tretes. 11 september 2011 Pasal 3 : Pasal 3 : MUBES IV ITS bertempat di Villa MUBES IV ITS bertempat di Nusantara. 10. kemudian dilanjutkan di tempat yang Pasuruan kemudian dilanjutkan belum ditentukan. Minggu Tanggal 09. Pasal 2 dan 3 Keputusan MUBES IV ITS No. 01/KPTS/MUBES/IV/2011 Tanggal : 09september 2011 PERUBAHAN PASAL KEPUTUSAN MUBES IV ITS No. Selasa. Tretes. di PUSDIKLAT HANUDNAS Subaya. Pasuruan Villa Nusantara. Sebelum Sesudah 1. 01/KPTS/MUBES/IV/2011 : Pasal 2 : Pasal 2 : MUBES IV ITS dilaksanakan pada MUBES IV ITS dilaksanakan tanggal 26 Juni 2011 s/d waktu yang pada hari Minggu. 34 . dan Kamis tanggal 26 s/d 30 Juni 2011 dan Hari jum‟at. Sabtu.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 35 .

Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. Hasil permusyawaratan peserta MUBES IV ITS pada tanggal 26–30 Juni dan 9-11 September 2011 Memutuskan : Menetapkan : Pertama : Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS Kedua : Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dalam pelaksanaannya dilakukan usaha-usaha penyesuaian Ketiga : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam ketetapan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Ditetapkan di : Pusdiklat Hanudnas. Surabaya hari : Minggu tanggal : 11 September 2011 pukul : 22. Musyawarah Besar IV Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2011 Menimbang : a. Bahwa untuk kelancaran dan kesinambungan organisasi kemahasiswaan di ITS maka dipandang perlu adanya Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS Mengingat : Keputusan MUBES IV ITS No.Aspirasi mahasiswa ITS yang disalurkan melalui organisasi kemahasiswaan di ITS sebelum dan selama berlangsungnya MUBES IV ITS b. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KETETAPAN MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS (MUBES IV ITS) No. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS) b.00 WIB 36 . 01/TAP/MUBES/IX/2011 TENTANG KONSTITUSI DASAR KELUARGA MAHASISWA ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. 07/KPTS/MUBES/IX/2011 tentang Perubahan Tata Tertib MUBES IV ITS Memperhatikan : a. Kenjeran.

2110 100 022 37 . Rasyid Almalna NRP. 4307 100 017 Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III Merangkap Anggota Merangkap Anggota Dinand Hazbin Jadid M.MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES IV ITS 2011 Pimpinan Sidang Merangkap Anggota M. Yunan Fahmi NRP. 4310 100 052 NRP.

sikap kecendekiawanan. sikap keteladanan. 38 . sikap kemandirian. bangsa dan negara sesuai dengan Tri Darma perguruan Tinggi dan wawasan almamater. profesional. berperan aktif dalam menentukan perjalanan sejarah kehidupan dan masa depan bangsa dan negara. Sebagai generasi muda terdidik dan kader penerus bangsa. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan kesadaran akan peran dan hakekat mahasiswa maka dibentuklah keluarga mahasiswa sebagai sistem yang menaungi organisasi kemahasiswaan yang mandiri. serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Lampiran : Ketetapan MUBES IV ITS Nomor : 01/TAP/MUBES/IX/2011 Tentang : Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Tanggal : 11 September 2011 KONSTITUSI DASAR KELUARGA MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) BAGIAN PERTAMA MUKADIMAH Bahwa sesungguhnya kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan karunia dan bukanlah sebuah ruang hampa sehingga harus diisi dengan pembangunan manusia dan masyarakat Indonesia secara paripurna. Mahasiswa ITS sebagai bagian integral dari mahasiswa Indonesia selaku pemilik sah kedaulatan Republik Indonesia. moralitas. memiliki integritas pribadi. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. demokratis dan proaktif sebagai institusi unggulan yang dijiwai nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. selalu berusaha menempa diri dan mengembangkan potensi yang dimiliki agar dapat memberikan dharma bakti terbaik pada masyarakat. sikap kepemimpinan. berdaya saing tinggi. nilai kejuangan Sepuluh Nopember serta nilai kerakyatan untuk mewujudkan kesempurnaan pendidikan dalam rangka membentuk pribadi mahasiswa yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

oleh. nilai ditentukan. Daerah Otonomi memiliki sikap Politeknik. Membina kebersamaan dan Kemahasiswaan yang meliputi kekeluargaan diantara Eksekutif Mahasiswa. profesional. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Pasal 5 Esa bagi segenap mahasiswa. KM ITS diselenggarakan berdasarkan prinsip dari. Pasal 4 masyarakat dan bangsa. sistem yang menaungi seluruh aktifitas organisasi Pasal 7 kemahasiswaan dalam lingkup Visi KM ITS: institusi pendidikan ITS. Misi KM ITS: dan untuk mahasiswa ITS. Lembaga Minat dan kemitraan. dan Sepuluh Nopember Surabaya. Teknologi bagi kesejahteraan masa depan almamater. Mewujudkan Keluarga Mahasiswa ITS yang Pasal 2 mandiri. KM ITS didirikan di Surabaya demokratis dan dinamis yang pada tanggal 1 September 2001 dilandasi oleh nilai-nilai hingga waktu yang tidak ketuhanan YME. KM ITS terdiri dari Organisasi 2. Lembaga Swadaya 3. 1. Yudikatif dilandasi sikap keterbukaan Mahasiswa. Membentuk mahasiswa yang Mahasiswa. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS BAGIAN KEDUA PEDOMAN PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN KELUARGA MAHASISWA (KM) ITS BAB I Pasal 6 KETENTUAN UMUM Kedaulatan tertinggi KM ITS berada di tangan mahasiswa ITS Pasal 1 dan dilaksanakan menurut Keluarga Mahasiswa ITS yang Konstitusi Dasar Keluarga selanjutnya disebut KM ITS ialah Mahasiswa ITS. Seni. Legislatif seluruh mahasiswa dengan Mahasiswa. kejuangan Sepuluh Nopember serta nilai Pasal 3 kerakyatan dalam rangka KM ITS berkedudukan di mempelopori pengembangan kampus Institut Teknologi Ilmu Pengetahuan. Bakat. kecendekiawanan dan 39 .

dan keadilan. 1. Mempelopori pengembangan Pasal 10 Ilmu Pengetahuan dan Tugas BEM ITS Teknologi bagi kesejahteraan 1. Badan Eksekutif Mahasiswa 6. dan wajib menjunjung tinggi kemampuan manajerial bagi Konstitusi Dasar KM ITS seluruh mahasiswa. Eksekutif Mahasiswa ITS keorganisasian. Melaksanakan kebebasan Pengembangan Sumber dan mimbar akademik dalam Daya Mahasiswa ITS. Badan pengembangan sumber daya Eksekutif Mahasiswa mahasiswa ITS dan 40 . Badan Eksekutif dilandasi kebenaran dan Mahasiswa ITS. Mengesahkan anggota masa depan almamater. rangka penguasaan dan pengembangan ilmu Pasal 9 pengetahuan dan teknologi Badan Eksekutif Mahasiswa untuk mencapai tujuan ITS pendidikan nasional. kepemimpinan. berdasarkan hasil penilaian uji kelayakan oleh Dewan BAB II Perwakilan Mahasiswa ITS. Mahkamah Mahasiswa ITS masyarakat. Mengkoordinasikan aktifitas kemahasiswaan di lingkup Pasal 8 KM ITS. eksekutif dan perangkat 8. bakat dan presiden sebagai pimpinan kegemaran mahasiswa. 9. Eksekutif Mahasiswa ITS dengan Lembaga Minat terdiri atas Himpunan Bakat dalam hal Mahasiswa Jurusan. 2. Mengembangkan potensi kelengkapan lain yang kreatif. budaya mahasiswa. ITS. Menumbuhkembangkan rasa ITS yang selanjutnya disebut peka dan peduli terhadap BEM ITS ialah lembaga masalah-masalah sosial eksekutif tertinggi di KM kemasyarakatan. EKSEKUTIF MAHASISWA 2. dan bangsa. BEM ITS terdiri dari penalaran. Meningkatkan potensi 2. Eksekutif Mahasiswa 3. keilmuan. Melakukan koordinasi 1. Eksekutif Daerah Otonomi 4. seni dan dianggap perlu. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS integritas pribadi yang Fakultas. 7. minat. Membangun sikap Politeknik. dan Haluan Dasar 5.

Mewakili KM ITS keluar dan kebutuhan. 3. tidak dapat melaksanakan Undang yang disampaikan tugasnya maka Kongres oleh Dewan Perwakilan Luar Biasa ITS menunjuk Mahasiswa ITS. Presidium BEM ITS BEM Fakultas dan eksekutif 1. presidium BEM ITS 6. Presidium BEM ITS dapat Perwakilan Mahasiswa ITS mengadakan forum dalam bidang sosial politik. atas persetujuan Dewan 2. Presidium BEM ITS adalah Daerah Otonomi Politeknik. Eksekutif DOP sesuai ranah 5. Eksekutif DOP dan langsung oleh mahasiswa HMJ. Pasal 14 41 . Mengesahkan Rancangan pelaksana sisa Undang-Undang menjadi kepengurusan. sewaktu-waktu. itu tidak dapat dipilih kembali. Melakukan koordinasi dan Pasal 13 instruksi terhadap HMJ. Menjalankan aktifitas BEM ITS dengan pimpinan kemahasiswaan dalam BEM Fakultas. Apabila dianggap perlu selama satu periode Presidium BEM ITS bisa kepengurusan dan setelah mengundang elemen terkait. Undang-Undang. 1. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS keselarasan pelaksanaan 2. Mengambil keputusan. keputusan yang dianggap 3. Presiden BEM ITS dipilih Fakultas. Forum Presidium BEM ITS dapat melakukan proses Pasal 12 pengambilan kebijakan yang Presiden BEM ITS akan dijalankan oleh BEM 1. pejabat sementara sebagai 2. HMJ dan bidang sosial politik. bertanggung jawab kepada Pasal 11 mahasiswa ITS melalui Hak dan Wewenang BEM ITS Kongres ITS. 4. forum koordinasi Presiden 4. Menyampaikan keberatan 3. Presiden BEM ITS program kerja. Anggota Presidium BEM perlu dalam menerjemahkan ITS terikat kepada Garis Besar Haluan Kerja kesepakatan-kesepakatan yang telah ditetapkan dalam yang dihasilkan. Kongres ITS. ITS dengan masa jabatan 5. Jika Presiden BEM ITS atas Rancangan Undang.

BEM Fakultas terdiri atas Biasa untuk menunjuk pimpinan BEM Fakultas dan pejabat sementara sebagai perangkat kelengkapan lain pelaksana sisa yang dianggap perlu. Ketua BEM Fakultas dipilih Hak dan wewenang HMJ secara langsung di tingkat 42 . Kongres Fakultas Luar 2. Memberikan daya dukung Kongres Fakultas. Pasal 15 Pasal 17 Tugas dan Wewenang BEM Himpunan Mahasiswa Jurusan Fakultas 1. Melakukan penguatan daya Tugas HMJ dukung terhadap BEM ITS. Himpunan Mahasiswa 1. maka diadakan Fakultas. Pimpinan HMJ bertanggung fakultas. disebut BEM Fakultas. jawab langsung kepada 3. kepada BEM Fakultas dan BEM ITS. Menjalankan aktifitas anggotanya melalui kemahasiswaan dalam mekanisme internal masing- bidang sosial masyarakat masing HMJ tersebut. Pasal 18 5. kemahasiswaan di tingkat 2. kepengurusan. mahasiswa fakultas melalui 2. ialah 2. Jika Ketua BEM Fakultas lembaga eksekutif tidak dapat melaksanakan mahasiswa di tingkat tugasnya. Pasal 16 Ketua BEM Fakultas Pasal 19 1. Badan Eksekutif Mahasiswa kepengurusan dan tidak Fakultas yang selanjutnya dapat dipilih kembali. Bertugas melaksanakan Jurusan yang selanjutnya Garis Besar Haluan Kerja disebut HMJ ialah lembaga yang ditetapkan di Kongres yang menaungi aktifitas Fakultas. Memberikan laporan instruksi dari BEM Fakultas pertanggungjawaban kepada dan / atau BEM ITS. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Badan Eksekutif Mahasiswa fakultas dengan masa Fakultas jabatan satu periode 1. terhadap HMJ di tingkat 2. 4. Wajib melaksanakan instruksi dari BEM ITS. Wajib melaksanakan 6. 1. Berwenang melakukan jurusan di bidang koordinasi dan instruksi keprofesian.

Pasal 22 Dewan Perwakilan Mahasiswa BAB III ITS DAERAH OTONOMI 1. DPM ITS bertanggung DOP merupakan bagian yang jawab kepada massa tidak terpisahkan dari KM pemilihnya. Mempunyai kewenangan 1. Melakukan penjaringan aspirasi. Legislatif Mahasiswa wajib 3. Berhak mengadakan Perwakilan Mahasiswa aktifitas di luar keprofesian Fakultas. Daerah Otonomi Politeknik terhadap mahasiswa ITS. BEM ITS. DPM ITS terdiri dari ketua yang 2. dalam lingkup jurusan. dengan elemen-elemen KM ITS yang terkait. Legislatif Mahasiswa terdiri untuk mengatur rumah dari Dewan Perwakilan tangga organisasinya sendiri Mahasiswa ITS dan Dewan 2. Eksekutif DOP wajib berfungsi sebagai koordinator dan melaksanakan instruksi dari anggota-anggota. Dewan Perwakilan Mahasiswa ITS yang POLITEKNIK selanjutnya disebut DPM ITS merupakan lembaga Pasal 20 legislatif di tingkat Institut Daerah Otonomi Politeknik yang bersifat representatif 1. Melakukan kontrol tehadap kinerja BEM ITS. Legislatif Mahasiswa 43 . 2. yang selanjutnya disebut 2. BAB IV Pasal 24 Tugas DPM ITS LEGISLATIF MAHASISWA 1. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 1. Pasal 21 2. Berhak mengadakan menjunjung tinggi aktifitas di luar keprofesian Konstitusi Dasar KM ITS dan bergerak di luar lingkup dan Haluan Dasar jurusan dengan terlebih Pengembangan Sumber dahulu dikoordinasikan Daya Mahasiswa ITS. ITS dan mempunyai kewenangan penuh untuk Pasal 23 mengatur rumah tangganya Struktur DPM ITS sendiri.

Anggota DPM ITS dipilih menjadi Undang-Undang. Musyawarah b) Periode jabatannya Mahasiswa ITS. berakhir apabila: 8. Anggota DPM ITS tidak Mahasiswa ITS. ITS. Melakukan penjaringan dan jabatan sebagai pengurus uji kelayakan kandidat ormawa yang lain. MUSMA ITS 2. Musyawarah Tingkat Tinggi c) Berhalangan tetap. anggota Mahkamah 2. diperkenankan merangkap 6. Menyelenggarakan Kongres a) Mengundurkan diri. Mengajukan RUU kepada DPM ITS BEM ITS untuk disahkan 1. Melakukan penjaringan. massa pemilihnya melalui 4. Pasal 25 Hak dan Wewenang DPM ITS Pasal 27 1. Musyawarah Mahasiswa ITS kebijakan-kebijakan yang yang selanjutnya disebut diambil oleh BEM ITS. kepada BEM ITS dengan 2. 3. Menjatuhkan memorandum diselenggarakan oleh DPM kepada Presiden BEM ITS. DPM ITS memegang Umum. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 3. ITS. dan Pemilu dengan sistem distrik uji kelayakan kandidat kuota. mahasiswa ITS. dan berakhir. Keanggotaan DPM ITS forum di distrik asal. d) Mengalami mekanisme pergantian anggota. dan komunikasi aspirasi bagi semua potensi KM ITS untuk 44 . Mengesahkan draft RUU Pasal 26 menjadi RUU. ITS sekurang-kurangnya satu 3. Menyelenggarakan Kongres sebagai wadah penjaringan Luar Biasa. Meminta penjelasan kepada Musyawarah Mahasiswa ITS presiden BEM ITS atas 1. Memberikan usulan-usulan kali dalam satu tahun. jabatannya dalam satu 7. MUSMA ITS dihadiri oleh memperhatikan aspirasi anggota KM ITS. MUSMA ITS berfungsi 4. Wajib memberikan laporan periode yang berlangsung keaktifan dan hasil kinerja selama satu periode masing-masing kepada kepengurusan. Keanggotaan dan Masa Jabatan 4. secara langsung melalui 5. anggota Komisi Pemilihan 3.

Pasal 31 2. Menyelenggarakan Struktur DPM Fakultas KONGRES Fakultas Luar DPM Fakultas terdiri dari ketua Biasa. Menjaring aspirasi terhadap pihak-pihak terkait. Keanggotaan dan Masa Jabatan DPM Fakultas 45 . Memberikan usulan-usulan Himpunan Mahasiswa kepada BEM Fakultas Jurusan dan dikoordinasikan dengan memperhatikan sebelumnya dengan aspirasi mahasiswa fakultas mahasiswa jurusan terkait. Dewan Perwakilan masing-masing anggotanya Mahasiswa Fakultas yang secara periodik kepada HMJ selanjutnya disebut DPM sebagai wujud Fakultas merupakan lembaga pertanggungjawaban kepada legislatif di tingkat fakultas mahasiswa ITS. jurusan melalui forum yang 2. untuk memperlancar 3. Memberikan laporan Fakultas keaktifan dan hasil kinerja 1. memberikan rekomendasi 2. DPM Fakultas bertanggung pelaksanaan GBHK bagi jawab kepada mahasiswa BEM Fakultas. Menyelenggarakan kongres Pasal 28 Fakultas. 1. 3. yang bersifat representatif 5. Melakukan kontrol tehadap 4. Membentuk kelengkapan terhadap mahasiswa jurusan pemilihan umum fakultas. kebijakan-kebijakan yang diambil oleh BEM Fakultas. Meminta penjelasan kepada difasilitasi oleh HMJ yang Ketua BEM Fakultasatas bersangkutan. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS menjadi pertimbangan dalam Pasal 30 pengambilan kebijakan Tugas DPM Fakultas dalam lingkup KM ITS. di fakultas yang bersangkutan. yang berfungsi sebagai Pasal 32 koordinator dan anggota-anggota. MUSMA ITS berhak kinerja BEM Fakultas. DPM Fakultas merupakan Hak dan wewenang DPM perwakilan mahasiswa yang Fakultas didelegasikan oleh 1. Dewan Perwakilan Mahasiswa 4. mahasiswa fakultas. Pasal 29 3.

Peserta penuh terdiri dari Pasal 33 seluruh anggota DPM Kongres Fakultas Fakultas dan pimpinan HMJ. Memutuskan Tata Tertib disebut KFLB dapat Kongres Fakultas. Kongres Fakultas 3. DPM Fakultas memegang 5. diselenggarakan apabila 2. Peserta peninjau dan undangan ditetapkan oleh diselenggarakan oleh DPM DPM Fakultas dengan Fakultas sekurang-kurangnya memperhatikan kondisi satu kali dalam satu periode masing-masing fakultas. Pasal 35 b) Periode jabatannya berakhir. dan peserta HMJ undangan. Pasal 36 Pasal 34 Kongres Fakultas Luar Biasa Tugas dan Wewenang Kongres 1. bagi BEM Fakultas. kepengurusan. Peserta Kongres Fakultas d) Mengalami pergantian terdiri dari peserta penuh. Fakultas. Mengukuhkan Ketua BEM diperkenankan merangkap Fakultas. 3. Kepesertaan Kongres Fakultas c) Berhalangan tetap. jabatan sebagai pengurus 4. 2. KFLB diselenggarakan oleh DPM Fakultas. 2. 1. keanggotaannya apabila: a) Mengundurkan diri. Anggota DPM Fakultas 6. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 1. Kongres Fakultas berfungsi sebagai forum lembaga yang lain di KM pertanggungjawaban BEM ITS. anggota atas rekomendasi peserta peninjau. 2. Menetapkan Garis-garis Ketua BEM Fakultas tidak Besar Haluan Kerja yang mampu melaksanakan selanjutnya disebut GBHK tugasnya. 46 . Menetapkan aturan tentang jabatannya dalam satu periode pemilihan Ketua BEM kepengurusan. Kongres Fakultas Luar Fakultas Biasa yang selanjutnya 1. Menetapkan kebijakan- mengalami gugur status kebijakan yang dianggap perlu di tingkat fakultas. Anggota DPM Fakultas tidak 3. Fakultas.

jika terjadi konflik 2. Fakultas. Kriteria anggota MM ITS untuk menjaga dan diatur dalam undang. 1. menegakkan norma maupun undang. 47 . aturan yang dianggap bertentangan dengan KDKM Pasal 38 ITS. aturan selanjutnya oleh 3. MM ITS wajib menjunjung pemahaman antar lembaga. etika yang ada dalam KM ITS. Mengadili baik kepada MM ITS terdiri dari ketua dan personal ataupun lembaga anggota-anggota. MM ITS terdiri atas ketua DPM Fakultas yang dan perangkat kelengkapan ditetapkan dalam Kongres lain yang dianggap perlu. Melakukan perumusan Keanggotaan MM ITS hukum positif ditetapkan 1. Jumlah maksimal anggota KFLB ditentukan dalam MM ITS ialah 11 orang. Yudikatif Mahasiswa ITS yang kemudian dinamakan Pasal 41 Mahkamah Mahasiswa ITS Tugas MM ITS dan selanjutnya disebut MM 1. Syarat-syarat pelaksanaan 2. Pasal 40 BAB V Masa Jabatan MM ITS YUDIKATIF MAHASISWA Anggota MM ITS memegang Pasal 37 jabatannya dalam satu periode Yudikatif Mahasiswa ITS kepengurusan. tinggi Konstitusi Dasar KM 2. Melakukan hak uji materi ITS dan Haluan Dasar terhadap undang-undang. Pengembangan Sumber Daya hasil pemilu dan aturan- Mahasiswa ITS. Struktur MM ITS 3. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 3. Melakukan interpretasi ITS menjalankan fungsi terhadap perundang- yudikatif mahasiswa ITS undangan KM ITS yang bersifat normatif dan berdasarkan data dan memegang kekuasaan informasi yang diperlukan kehakiman. Pasal 39 4. terhadap penyimpangan perundang-undangan KM ITS.

Menyampaikan laporan kewenangan penuh dalam kronologis dan hasil putusan mengatur rumah tangga persidangan kepada organisasinya sendiri. disebut LSM ialah komunitas minat. mahasiswa ITS dalam rangka mewujudkan mekanisme Pasal 43 peradilan yang adil dan Tugas LMB ITS transparan. 4. hukum positif. LMB wajib menjunjung Pengembangan Sumber Daya tinggi Konstitusi Dasar KM Mahasiswa dalam setiap ITS dan Haluan Dasar aktivitasnya. berkembang di ITS. LMB dan BEM ITS saling berlaku. LMB mempunyai 6. berkoordinasi dalam hal Pengembangan Sumber BAB VI Daya Mahasiswa dan LEMBAGA MINAT DAN keselarasan program kerja BAKAT yang akan dilaksanakan. Pasal 42 BAB VII Lembaga Minat dan Bakat ITS LEMBAGA SWADAYA 1. 2. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 5. Memberikan konsekuensi Daya Mahasiswa dalam bagi pelanggar berdasar setiap aktivitasnya. 1. Pengembangan Sumber 48 . Lembaga Swadaya selanjutnya disebut UKM Mahasiswa yang selanjutnya dalam bidang penalaran. dan kegemaran mahasiswa yang tumbuh dan di ITS. ITS dan Haluan Dasar 3. dengan undang-undang yang 2. Lembaga Minat dan Bakat MAHASISWA yang selanjutnya disebut sebagai LMB ialah lembaga Pasal 44 mahasiswa yang Lembaga Swadaya Mahasiswa mengkoordinasikan Unit ITS Kegiatan Mahasiswa yang 1. LMB dipimpin oleh seorang 2. bakat. Mengesahkan LSM sesuai mekanisme internal LMB. LSM wajib menjunjung ketua yang dipilih melalui tinggi Konstitusi Dasar KM mekanisme internal LMB. Memberikan fatwa atas bertanggungjawab kepada laporan KPU ITS. presidium UKM melalui 8. Ketua LMB 7.

bicara terdiri dari satu orang perwakilan setiap BEM Fakultas. Menetapkan hal-hal lain yang aktifitas kerjanya dengan dianggap perlu. Melakukan penilaian kinerja komunitas mahasiswa ITS Presiden BEM ITS. kriteria calon anggota DPM 7. Peserta Kongres ITS terdiri dari peserta penuh. koordinasi dan persetujuan pihak terkait. bagi BEM ITS. LSM berhak menggunakan ITS dan calon Presiden BEM fasilitas dalam lingkup ITS. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 3. perwakilan setiap HMJ. Peserta peninjau memiliki hak DPM ITS. kewenangan ormawa dalam 6. atas inisiatif internal 2. 1. kepengurusan selanjutnya. satu orang setiap eksekutif DOP. Peserta penuh memiliki hak Kongres ITS merupakan forum suara dan hak bicara terdiri musyawarah wakil-wakil dari seluruh anggota DPM mahasiswa yang duduk dalam ITS 3. dan Fakultas. Mengukuhkan Presiden BEM pendirian dan keberadaan ITS dan DPM ITS untuk LSM diatur dalam Undang. undang dan keberadaannya 5. Pendirian LSM dilakukan Kongres ITS. perwakilan BEM ITS. 6. Menetapkan syarat dan disahkan oleh MM ITS. Syarat-syarat tentang 4. Menetapkan Garis-garis mengeluarkan pernyataan Besar Haluan Kerja yang sikap politik keluar dalam selanjutnya disebut GBHK bentuk apapun. 5. LSM mempunyai Tugas dan Wewenang Kongres kewenangan untuk mengatur ITS rumah tangganya sendiri. peserta peninjau dan peserta Pasal 45 undangan Kongres ITS 2. 49 . perwakilan setiap BEM perwakilan setiap HMJ. Pasal 47 Kepesertaan Kongres ITS BAB VIII KONGRES ITS 1. dan satu orang perwakilan setiap Pasal 46 eksekutif DOP. LSM tidak boleh 3. Memutuskan Tata Tertib 4.

perwakilan setiap BEM 2. Musyawarah Tingkat Tinggi yang dianggap perlu. mendapatkan izin dari forum 2. Merumuskan dan mengevaluasi rencana BAB IX strategis KM ITS dalam MUSYAWARAH TINGKAT jangka satu tahun. Peserta penuh mempunyai Fakultas. peserta dalam DPM ITS. Peserta undangan memiliki LMB. Peserta MTT ITS terdiri dari mahasiswa yang duduk peserta penuh. perwakilan setiap hak bicara dan hak suara HMJ. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 4. terkait pelaksanaan 2. aturan selanjutnya. Syarat-syarat pelaksanaan Pengembangan Sumber Daya KLB ITS ditetapkan dalam Mahasiswa ITS. undangan. Menetapkan hal-hal lain 1. dan perwakilan hak bicara setelah setiap UKM. Pasal 48 3. KLB ITS diselenggarakan Konstitusi Dasar KM ITS oleh DPM ITS. Seluruh anggota DPM ITS. dan/atau Haluan Dasar 3. 1. 3. Berhak mengusulkan untuk diselenggarakannya MUBES Pasal 49 ITS. Memutuskan Tata Tertib apabila presiden BEM ITS MTT ITS. TINGGI ITS 4. perwakilan ITS. satu orang perwakilan 50 . perwakilan setiap terdiri dari Presiden BEM eksekutif DOP. Melakukan pengkajian tugasnya. ITS yang selanjutnya disebut MTT ITS Pasal 51 merupakan forum Kepesertaan MTT ITS musyawarah wakil-wakil 1. peninjau dan peserta perwakilan BEM ITS. Musyawarah Tingkat Tinggi ITS 5. Kongres Luar Biasa mahasiswa ITS yang Pasal 50 selanjutnya disebut KLB ITS Tugas dan Wewenang MTT ITS dapat diselenggarakan 1. MTT ITS diselenggarakan Kongres Luar Biasa Mahasiswa sekurang-kurangnya sekali ITS dalam setahun. tidak mampu melaksanakan 2. MTT ITS dilaksanakan oleh DPM ITS.

Pasal 52 4. orang perwakilan setiap HMJ. Memutuskan tata tertib mendapatkan izin dari MUBES ITS. satu orang perwakilan setiap 51 . 4. 2. Peserta penuh mempunyai diselenggarakan oleh BEM hak bicara dan hak suara ITS. dan satu orang Tugas dan Wewenang MUBES perwakilan setiap UKM. MUBES ITS 3. MUBES ITS dibentuk oleh dan satu orang perwakilan DPM ITS. Peserta peninjau mempunyai materi dilakukan dalam MTT hak bicara terdiri dari satu ITS. ITS 4. satu orang 3. ITS Musyawarah Besar Mahasiswa ITS yang selanjutnya disebut Pasal 55 MUBES ITS merupakan forum Kepesertaan MUBES ITS musyawarah tertinggi wakil. Penetapan Tim Penyusun 3. Peserta undangan memiliki hak bicara setelah 1. peserta Mekanisme Penyelenggaraan peninjau. 2. setiap BEM Fakultas. Peserta MUBES ITS ialah wakil lembaga dalam lingkup wakil-wakil mahasiswa KM ITS. MAHASISWA ITS 3. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS LMB ITS. setiap BEM Fakultas. dan peserta MUBES ITS undangan 1. Peserta MUBES ITS terdiri Pasal 53 dari peserta penuh. presiden BEM diselenggarakan berdasarkan ITS. forum. 1. Menetapkan pembubaran KM ITS. Pelaksanaan MUBES ITS DPM ITS. Tim Penyusun materi perwakilan eksekutif DOP. dalam lingkup KM ITS. terdiri dari anggota-anggota 2. Menetapkan perubahan Konstitusi Dasar KM ITS dan / atau Haluan Dasar BAB X Pengembangan Sumber Daya MUSYAWARAH BESAR Mahasiswaan KM ITS. satu orang perwakilan Pasal 54 MM ITS. Menetapkan hal-hal yang Musyawarah Besar Mahasiswa dianggap perlu. satu orang perwakilan rujukan dari MTT ITS.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS HMJ. 3. perwakilan setiap Eksekutif DOP. menghayati. dua mahasiswa ITS. Pengembangan Sumber Daya undangan yang berlaku di Mahasiswa ITS. Anggota KM ITS berhak TATA URUTAN melakukan pengawasan PERUNDANG-UNDANGAN terhadap pelaksanaan Konstitusi Dasar KM ITS Pasal 56 dan Haluan Dasar Tata urutan perundang.Undang-Undang. DPM Fakultas. Peserta undangan berserikat. Anggota KM ITS wajib berlaku selama tidak menjaga nama baik KM ITS. Anggota KM ITS berhak dan 2. serta 4. 1. 1. 52 . satu orang perwakilan Anggota KM ITS ialah setiap HMJ dalam DOP. satu orang Pasal 59 perwakilan MM ITS. satu Pasal 58 orang perwakilan setiap Anggota HMJ. lima orang perwakilan bertentangan dengan tata urutan LMB. orang perwakilan setiap BEM Fakultas. 3. serta KM ITS ialah : peraturan pelaksana di bawahnya. Anggota KM ITS berhak 5. wajib memahami. dan Hak dan Kewajiban Anggota panitia penyusun materi. BAB XI 2. Peraturan lain di KM ITS tetap 4. KEANGGOTAAN kepala departemen BEM ITS.Ketetapan MUBES ITS.Ketetapan MTT ITS. yang diatur dalam perundang-undangan. dan satu orang perundang-undangan. melaksanakan segala sesuatu 5.Ketetapan Kongres ITS.Keputusan Presiden BEM yang telah ditetapkan sebagai ITS. berkumpul dan mempunyai hak bicara menyampaikan pendapat setelah mendapat izin dari baik secara lisan dan tulisan forum. perundang-undangan KM Pasal 57 ITS. BAB XII 4. Peserta peninjau mempunyai hak bicara terdiri dari kepala.

BAB XIV Pasal 65 LAMBANG DAN ATRIBUT Pembentukan Organisasi Mahasiswa di KM ITS Pasal 62 Hal Lambang dan atribut akan Pembentukan organisasi diatur dalam undang-undang. Hasil referendum untuk yang dianggap sah. BAB XV ATURAN TAMBAHAN Pasal 66 Perubahan Konstutusi Dasar KM Pasal 63 ITS dan Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Mahasiswa ITS Nilai-nilai pengembangan sumber Perubahan terhadap daya mahasiswa ITS berpedoman Konstitusi Dasar KM ITS pada ketetapan Haluan Dasar dan Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya 53 . sekurang-kurangnya 2/3 dari 2. Pengusulan referendum 1. Pengelolaan Keungan KM jumlah mahasiswa ITS ITS berdasarkan prinsip menggunakan hak pilihnya transparansi dan dan 2/3 dari jumlah tersebut akuntabilitas. Keuangan 2. halal. menyatakan setuju. Hal pembubaran KM ITS ditetapkan melalui MUBES BAB XIII ITS setelah didahului PERBENDAHARAAN referendum yang diselenggarakan oleh DPM Pasal 61 ITS. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Pasal 60 Pengembangan Sumber Daya Hilangnya Status Keanggotaan Mahasiswa ITS. diperoleh dari usaha-usaha 3. 1. Anggota KM ITS gugur status keanggotaannya apabila yang Pasal 64 bersangkutan kehilangan status Pembubaran KM ITS kemahasiswaannya. pembubaran KM ITS dapat dan tidak mengganggu dianggap sah apabila independensi. Keuangan KM ITS dapat ditetapkan dalam MTT ITS. mahasiswa di KM ITS diatur dalam Undang-Undang.

Pembahasan terkait aturan tahun sesudah MUBES IV ITS eksternal diatur dalam MTT berakhir. 2011/2012 mengatur dan 4. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Mahasiswa ITS dilakukan berkegiatan dalam lingkup pada MUBES ITS. 54 . KM ITS dalam lingkup institusi ITS dalam rangka Pasal 69 menjaga nama baik ITS. institusi ITS. Setiap elemen KM ITS hingga diadakan sistem dan melakukan koordinasi peraturan yang baru menurut dengan elemen lain di luar hasil MUBES IV ITS. peraturan yang ada masih berlaku 2. Segala bentuk organisasi menyelenggarakan segala hal ekstra kampus dan / atau yang ditetapkan dalam MUBES partai politik dilarang IV ITS. BAB XVI Pasal 67 ATURAN PERALIHAN Aturan Eksternal 1. Dalam waktu maksimal satu 3. Aturan eksternal mengatur Pasal 68 hubungan elemen KM ITS Seluruh Organisasi dengan elemen lain dalam Kemahasiswaan dan peraturan- lingkup institusi ITS. ORMAWA periode ITS.

artinya PEMILIHAN UMUM memberikan pendidikan politik untuk menciptakan rasionalitas pemilihnya. Umum. Bebas. undang-undang. 2. Pasal 1 Asas Pasal 2 Prinsip dasar yang harus Sifat diterapkan dan dipegang teguh 1. artinya dilakukan telah memenuhi kriteria. artinya proses Hak Dipilih dan hasilnya dapat diketahui 1. memenuhi kriteria. sesuai dengan kebenaran dan 3. 2. artinya pemilih bebas memenuhi kriteria memiliki menentukan pilihan sesuai hak untuk memilih dalam haknya tanpa mendapat proses Pemilihan Umum. 6. Langsung. Anggota KM ITS yang oleh semua pihak. tekanan. calon Presiden BEM ITS jika 5. Pemilihan dan pembentukan kriteria menggunakan badan kelengkapan di luar haknya secara langsung tidak ayat 1 diserahkan pada diwakilkan. Pasal 4 7. Kriteria pemilih diatur dalam hati nurani. 1. artinya setiap ITS. artinya proses pemilihan dapat diikuti Pasal 3 secara umum oleh Hak Memilih mahasiswa ITS. pemilih yang memenuhi 2. lembaga yang bersangkutan. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS BAGIAN KETIGA PETUNJUK PELAKSANAAN PENGEMBANGAN ORMAWA DI ITS BAB I 8. artinya dalam haknya dalam proses menggunakan haknya setiap Pemilihan Umum terhadap pemilih dijamin calon anggota DPM ITS dan kerahasiaannya. Pemilih dapat menggunakan 4. Rasional. Pemilihan anggota DPM ITS dalam pelakaksanaan pemilihan dan Presiden BEM ITS umum ialah : bersifat serentak di lingkup 1. memiliki 55 . Adil. Rahasia. Anggota KM ITS yang sudah 3. Jujur. artinya berpihak pada kebenaran dan aturan yang berlaku. Transparan.

yang selanjutnya disebut 7. berlaku. Penjaringan anggota BPDK Pemilu ITS dan penetapan 56 . Proses pemeriksaan dana panitia pengarah pada proses kampanye calon Presiden pemilu. Pemilihan Umum. Pasal 6 Pasal 7 Komisi Pemilihan Umum Badan Pemeriksa Dana 1. penyelenggaraannya menjadi MM ITS. Perangkat Pemilu terdiri dari 8. dan seluruh tanggung jawab Presiden mahasiswa ITS tentang hasil BEM ITS. Syarat dan kriteria calon mahasiswa ITS berjumlah anggota DPM ITS dan calon maksimal 11 orang. anggota Panitia Pemilihan dan Pemantau Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Umum. 2. 4. BEM ITS dilakukan oleh 2. Proses Pemilihan Umum anggota KPU lainnya. Pelaksanaan Pemilihan Umum 6. Proses pemilihan anggota dalam ketetapan Kongres KPU melalui mekanisme uji ITS. Presiden BEM ITS diatur 5. Anggota KPU ialah 2. calon Presiden BEM ITS. Komisi Pemilihan Umum KampanyePemilihan Umum ITS yang selanjutnya disebut KPU bertugas sebagai 1. Panitia pelanggaran yang terjadi. KPU berwenang Komisi Pemilihan Umum. KPU berwenang mengangkat Pengawas Pemilihan Umum. KPU dipimpin oleh seorang koordinator yang dipilih oleh 1. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS hak untuk dipilih menjadi 3. Pemilihan Umum. 2. KPU bertugas membuat Badan Pemeriksa Dana aturan-aturan Pemilu sesuai Kampanye Pemilu ITS yang dengan ketentuan selanjutnya disebut BPDK perundang-undangan yang Pemilu ITS. memberikan sanksi kepada Badan Pemeriksa Dana peserta Pemilu atas setiap Kampanye. KPU bertugas menetapkan calon anggota DPM ITS dan hasil akhir proses Pemilu. kerja yang dilakukan. kelayakan oleh DPM ITS dan disahkan oleh Presiden Pasal 5 BEM ITS. Panitia 9. KPU melaporkan hasil Pemilu dalam Pemilu kepada BEM ITS.

yang selanjutnya disebut 5. Panitia Pemilihan Umum pengambilan keputusan. tiap-tiap HMJ. 5. apabila terjadi pelanggaran 6. berfungsi sebagai dan fasilitator pada proses pemilu mempertanggungjawabkan dan bertanggung jawab hasil kerjanya kepada KPU. Umum 3. Panwaslu wajib melaporkan PPU. Pemantau Pemilu berfungsi yang sama. 2. melakukan pengawasan 3. Ketua BPDK Pemilu ITS dari dua orang perwakilan dipilih dari dan oleh anggota. Masa keanggotaan BPDK 3. Pemantau Pemilu bersifat non struktural dan 57 . Anggota PPU ialah Pasal 10 mahasiswa ITS yang Pemantau Pemilu merupakan perwakilan tiap- tiap HMJ dengan jumlah 1. Panwaslu berhak Pemilu ITS adalah sampai memberikan peringatan dengan disahkannya hasil kepada PPU dan pelaku Pemilu oleh Presiden BEM pelanggaran secara langsung ITS. Pasal 9 3. Pemantau Pemilu ialah pengawas pemilu independen. pelaksanaan BPDK Pemilu 4. anggota. oleh BEM ITS. Anggota Panwaslu terdiri 4. Tata kerja dan teknik terhadap ketentuan Pemilu. Anggota PPU ditetapkan terhadap jalannya proses oleh KPU dengan difasilitasi Pemilu. 2. Panwaslu berhak ITS disusun dan ditetapkan mengeluarkan rekomendasi oleh DPM ITS kepada KPU yang didasarkan atas fakta Pasal 8 kronologis yang ditemukan Panitia Pemilihan Umum sebagai pertimbangan 1. Keanggotan BPDK Pemilu 1. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS jumlahnya dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemilihan DPM ITS. Panitia Pengawas Pemilihan ITS terdiri atas seorang ketua Umum yang selanjutnya merangkap anggota dibantu disebut Panwaslu berfungsi seorang wakil ketua melakukan pengawasan merangkap anggota dan para terhadap jalannya Pemilu. 2. kepada KPU.

DPM ITS mencabut keanggotaan yang legislatif untuk meminta bersangkutan dan keterangan kepada pihak menggantinya dengan calon eksekutif. didasarkan atas fakta kronologis yang ditemukan BAB III sebagai pertimbangan MEKANISME PERGANTIAN pengambilan keputusan . distriknya apabila didukung Ketetapan Kongres ITS. dari distrik yang sama berdasarkan rekomendasi Pasal 12 yang diterima dari HMJ atau Mekanisme jatuhnya DOP. maka 4. 2. KELENGKAPAN KERJA maka DPM ITS dapat DEWAN PERWAKILAN menjatuhkan Memorandum MAHASISWA ITS II. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS keberadaannya disahkan oleh 3. tidak pemberitahuan dan ditanggapi atau tidak verifikasi. jumlah anggota distrik. Apabila dalam jangka waktu satu bulan tidak ditanggapi atau respon yang diberikan BAB IV tidak memenuhi harapan. 2. Pimpinan HMJ atau memorandum pimpinan eksekutif DOP 1. oleh minimal 10 % dari Undang-Undang dan GBHK. Memorandum I dijatuhkan mengirimkan surat apabila Presiden BEM ITS rekomendasi pergantian diduga menyimpang anggota DPM ITS dari Konstitusi Dasar KM ITS. Apabila dalam jangka waku BEM ITS setelah terlebih dua minggu setelah dahulu melalui mekanisme memorandum II jatuh. ANGGOTA DEWAN BAB II PERWAKILAN MAHASISWA MEMORANDUM ITS Pasal 11 Pasal 13 Memorandum merupakan hak 1. memenuhi harapan. 58 . Pemantau Pemilu berhak DPM ITS dapat memutuskan mengeluarkan rekomendasi untuk menyelenggarakan kepada KPU yang KLB ITS.

staf dari Presiden BEM ITS. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Pasal 14 DPM ITS diajukan kepada Dalam menjalankan tugasnya BEM ITS. Draft RUU yang telah disahkan menjadi RUU oleh 59 . RUU bisa menjadi UU tanpa yang keberadaannya merupakan persetujuan BEM ITS. apabila dalam waktu dua minggu setelah diajukan BAB V Presiden BEM ITS tidak FORMALITAS PROSES memberikan tanggapan baik berupa keberatan ataupun LEGISLATIF pengesahan terhadap RUU kepada DPM ITS. ahli. badan pekerja dan lain-lain 3. Pasal 15 1. DPM ITS dibantu kelengkapan 2. RUU disahkan menjadi UU setelah mendapat persetujuan kerja yang dapat berupa staf. kewenangan DPM ITS.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS

STRUKTUR KELUARGA MAHASISWA ITS

Keterangan Garis :
1. : Koordinatif
2. : Aspiratif
3. : Instruktif Koordinatif
4. : Kontrol
5. : Rekomendasi / Rujukan
6. : Pertanggungjawaban

60

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS

KETETAPAN
MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS
(MUBES IV ITS)
No. 02/TAP/MUBES/IX/2011
TENTANG
HALUAN DASAR PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MAHASISWA ITS

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Musyawarah Besar
IV Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2011

Menimbang : a.Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di
ITS harus mendapatkan penanganan, maka
dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar
IV Mahasiswa ITS (MUBES IV ITS)
b. Bahwa untuk kelancaran dan kesinambungan
pengembangan kemahasiswaan ITS maka dipandang
perlu adanya Haluan Dasar Pengembangan
Kemahasiswaan di ITS

Mengingat : a.Ketetapan MUBES IV ITS No.
01/TAP/MUBES/IX/2011 tentang Konstitusi Dasar
Keluarga Mahasiswa ITS

Memperhatikan : a. Aspirasi mahasiswa ITS yang disalurkan melalui
organisasi kemahasiswaan di ITS sebelum dan
selama berlangsungnya MUBES IV ITS
b. Hasil permusyawaratan peserta MUBES IV ITS
pada tanggal 26–30 Juni dan 9-11 September 2011

Memutuskan :
Menetapkan :
Pertama : Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya
Mahasiswa ITS
Kedua : Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan
dalam pelaksanaannya dilakukan usaha-usaha
penyesuaian
Ketiga : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan
dalam ketetapan ini dapat dilakukan perbaikan
seperlunya
61

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS

Ditetapkan di : Pusdiklat Hanudnas, Kenjeran, Surabaya
hari : Minggu
tanggal : 11 September 2011
pukul : 22.10 WIB

PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES IV ITS 2011

Pimpinan Sidang
Merangkap Anggota

M. Yunan Fahmi
NRP. 4307 100 017

Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III
Merangkap Anggota Merangkap Anggota

Dinand Hazbin Jadid M. Rasyid Al Malna
NRP. 4310 100 052 NRP. 2110 100 022

62

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember. tujuan ini bertujuan : pengembangan. dan spiritual.Membentuk mahasiswa yang manajerial. keilmiahan. dan pencapaian . dirinya atau berkontribusi HD-PSDM ini bersifat sesuai dengan potensi yang mengikat secara umum pada dimiliki. ataupun mampu mengaktualisasikan minat bakat. KETENTUAN UMUM emosional. Deskripsi Haluan Dasar Pasal 2 Pengembangan Sumber Daya Tujuan Mahasiswa yang selanjutnya Dengan berpegang pada disebut HD-PSDM adalah sebuah nilai-nilai tri dharma perguruan aturan umum yangmeliputi : tinggi dan sesuai dengan Visi dasar pengembangan. dan diri mahasiswa menuju generasi spiritual. dengan tetap menjunjung tinggi asas tri Pasal 1 dharma perguruan tinggi. yang berkualitas dalam segi . yang memiliki kecerdasan berorientasi pada pengembangan intelektual. pola misi KM ITS.Membentuk mahasiswa yang dalam pengembangan sumber berkualitas dalam segi daya mahasiswa. keilmiahan. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Lampiran : Ketetapan MUBES IV ITS Nomor : 02/TAP/MUBES/IX/2011 Tentang : Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa ITS Tanggal : 11 September 2011 HALUAN DASAR PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MAHASISWA ITS BAB I memiliki kecerdasan intelektual. emosional. yang Pasal 3 merujuk pada cita-cita besar Fungsi dan Manfaat pendidikan demi menghasilkan generasi-generasi penerus yang 63 .Membentuk mahasiswa yang mahasiswa ITS. sistem yang menaungi . HD-PSDM ini manajerial. pada berbagai seluruh elemen Keluarga bidang di masyarakat. maka HD-PSDM pengembangan. juga merupakan bagian dari ataupun minat bakat.

berlandaskan nilai-nilai kejuangan Sepuluh BAB II Nopember. bahwa segala usaha dan kegiatan Pasal 4 kemahasiswaan ITS dengan Pelaksana HD-PSDM dijiwai. tujuan. Asas Ilmu Pengetahuan dan MAHASISWA Teknologi. dalam upaya membentuk berkoordinasi dengan elemen. Asas Kejuangan Sepuluh Pasal 5 Nopember. SUMBER DAYA 3. 2. bahwa agar aktivitas kemahasiswaan Pasal 6 dapat memberikan manfaat Asas Pengembangan Sumber dan kesejahteraan bagi Daya Mahasiswa mahasiswa ITS dan seluruh Asas pengembangan sumber rakyat Indonesia. jiwa dengan tidak memandang segala dan semangat pengabdian. tekad. kerangka spiritual. Asas Keimanan dan dasar. namun dalam kepada Tuhan Yang Maha pelaksanaannya dapat Esa. bahwa dalam Sasaran penyelenggaraan aktivitas HD-PSDM ditujukan kepada kemahasiswaan ITS harus anggota KM ITS secara umum. dilaksanakan. maka dalam daya mahasiswa adalah prinsip penyelenggaraannya perlu pokok yang harus diterapkan dan menerapkan nilai-nilai ilmu dipegang teguh dalam proses pengetahuan dan teknologi. dan Pelaksana HD PSDM adalah dilandaskan pada nilai-nilai elemen-elemen yang tergabung keimanan dan ketaqwaan dalam KM ITS. arahan yang jelas dalam Asas-asas pengembangan sumber pengembangan sumber daya daya mahasiswa : mahasiswa di ITS. dan proses Ketaqwaan terhadap Tuhan pencapaiannya. perbedaan dan kemajemukan ketaatan dan kedisiplinan yang ada. pola. memiliki mental. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS HD-PSDM memberikan sebuah sistem Keluarga Mahasiswa ITS. demi kepentingan DASAR PENGEMBANGAN ITS serta bangsa dan negara. serta kebebasan akademik pelaksanaan dan evaluasi dalam upaya mendorong kegiatan yang dilakukan oleh pemanfaatan. kemahasiswaan. yang meliputi perencanaan. moral. pengembangan 64 . Yang Maha Esa. dan elemen atau perseorangan diluar etika aktivitas KM ITS. baik dari segi 1.

Tanggung Jawab. kesadaran dalam Kepercayaan pada Diri bergerak untuk mewujudkan 65 . bahwa segala kemampuan dan kekuatan usaha dan aktivitas sendiri yang bersendikan kemahasiswaan ITS harus tradisi akademis. dilandasi rasionalitas 7. besarnya bagi kemanusiaan. bahwa kemahasiswaan ITS harus ada aktivitas kemahasiswaan ITS keseimbangan. Dalam setiap kepentingan dunia dan proses pelaksanaan aktivitas akhirat. dapat bermanfaat sebesar. keserasian dan adalah dari. persatuan dan dalam proses beraktivitas kesatuan yang positif dari oleh mahasiswa ITS haruslah masyarakat kampus ITS. partisipasi aktif dari seluruh 9. bahwa dalam mahasiswa dalam Keluarga upaya mencapai tujuan Mahasiswa ITS harus pendidikan dan menegakkan hukum yang pengembangan keluarga berdasarkan nilai-nilai mahasiswa ITS dilingkupi kebenaran dan keadilan serta oleh suasana kebersamaan kesepakatan bersama. pengembangan terpengaruh atau tergantung kepribadian mahasiswa. bahwa dalam pengembangan 5. kecendikiawanan. bahwa dalam mahasiswa ITS. Asas Hukum. bahwa segala pengetahuan dan teknologi keputusan dan aktivitas dalam secara bertanggung jawab Keluarga Mahasiswa ITS dengan memperhatikan dilaksanakan berdasarkan norma-norma agama. umum. Asas Kemandirian dan beerpikir. seluruh kekeluargaan. penyelenggaraan aktivitas 6. mendukung terciptanya 8. dan kesejahteraan seluruh kepribadian bangsa tanpa mahasiswa. keadilan sosial bagi seluruh Keserasian dan Keselarasan. individu dan musyawarah untuk mufakat. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS dan penguasaan ilmu Sendiri. Asas Kesadaran dan bercirikan kesetiakawanan. Asas Manfaat . Asas Keseimbangan. bahwa gotong-royong. serta dari pihak luar. ITS dan bangsa keterbukaan. kesetaraan serta negara. Asas Demokrasi. profesionalisme. rakyat Indonesia. harus dilandasi semangat jiwa dan raga. kepercayaan akan 4. oleh dan untuk keselarasan antara mahasiswa. Asas Kebersamaan dan kemahasiswaan. dan kekeluargaan yang 10. material dan spiritual.

Daya Mahasiswa 1. Aspek sosial (moralitas memandang ITS sebagai satu dan emosional) kesatuan yang utuh. serta aliran Model mahasiswa ideal dapat politik berbeda. aktivitasnya dengan adanya sinergisitas rohaniyah dalam Pasal 8 66 . Aspek potensi dasar individu Pasal 7 mahasiswa : Wawasan Integralistik 1. Pasal 9 hobi. Potensi Ekstrakurikuler dipelajari maupun dari sisi : Manajemen. keserasian dan untuk mengikatkan diri sebagai keselarasan dalam segenap satu kesatuan yang utuh. ilmiah) baik dari disiplin ilmu yang 2. mahasiswa Tuhan Yang Maha Esa. solidaritas dan diberikan sebagai wujud kebanggaan terhadap almamater keimanan dan ketaqwaan dan juga diarahkan pada terhadap Tuhan Yang Maha terciptanya dan terbinanya rasa Esa. Mahasiswa sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Wawasan ini bertujuan Maha Esa haruslah senantiasa menumbuhkembangkan rasa mensyukuri karunia yang persatuan. latar belakang. Talenta agama. (minat bakat) orientasi akademik dan non akademik. minat bakat. Indonesia pada umumnya. Dengan dilandasi oleh persatuan dan kesatuan bangsa keimanan dan ketaqwaan dan negara Indonesia yang dalam kepada Tuhan Yang Maha sejarahnya wawasan integralistik Esa diharapkan tercipta ini merupakan kehendak bersama keseimbangan. tetapi tetap digambarkan sebagai berikut : merasa satu yaitu mahasiswa ITS 1. Potensi Intrakurikuler : menjelaskan bahwa sekalipun Akademis (Penalaran mahasiswa ITS itu berbeda-beda. Wawasan ini juga 1. kelas sosial. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS tindakan yang bertanggung Aspek Pengembangan Sumber jawab. Wawasan ini memperkuat rasa kekeluargaan 2. suku. Aspek jasmani dan Yang dimaksud dengan rohani (spiritual) wawasan integralistik mahasiswa 2. Iman dan Taqwa kepada pada khususnya. ideologis. Unsur potensi dalam skala dan kebersamaan dalam kemampuan : persatuan. Aspek intelektual ITS adalah suatu wawasan yang 3.

mahasiswa melakukan setiap aktivitas tersebut akan memiliki menunjukkan lebih jauh tingkat emosionalitas yang adanya iktikad baik. dengan demikian masyarakat. mengingat begitu besar tugas memahami. maka mahasiswa akan 2. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS diri masing-masing senantiasa dipegang teguh mahasiswa. generasi penerus diharapkan 5. kepekaan emosi sebagai Karena hanya dengan jasmani pengaruh dalam berinteraksi yang kuat maka pencapaian dengan publik dan hubungan tugas akan lebih optimal dan sosial yang baik. dan secara dan tanggung jawab yang selektif menerapkan daya dan diemban oleh mahasiswa ini. yang dibebankan kepada 3. Bertanggung jawab dalam menyesuaikan diri dengan bertindak individu yang lain atau dapat Kesungguhan dalam berempati. Integritas diri dorongan niat dan keinginan Sebagai aset bangsa yang kuat maka diharapkan maka mahasiswa haruslah hasil yang dicapai dapat memiliki integritas diri yang memberikan kontribusi besar utuh. Jasmani yang kuat mampu berpikir jauh ke Kekuatan jasmani akan depan dalam rangka sangat menentukan berhasil memberikan sumbangsih bagi tidaknya pelaksanaan amanah masyarakat. Kecerdasan emosional mahasiswa dengan baik. kepada mahasiswa. Dengan kondisi dipundaknya terpikul amanah seperti itu maka diharapkan masa depan bangsa haruslah mahasiswa akan senantiasa mempunyai pemikiran menjadi sosok yang dapat intelektual dan wawasan yang dijadikan panutan dan teladan luas. Kemampuan merasakan. Apabila maksimal. Hanya dengan dilandasi bagi masyarakat dan bangsa nilai-nilai moral yang ini. tekad baik dan akan lebih mudah yang kuat dan bertanggung menyesuaikan diri/ jawab dalam melaksanakan beradaptasi dengan amanah yang diembankan lingkungannya. Kapasitas pemikiran memiliki sebuah integritas intelektual yang memadai pribadi yang utuh ketika harus Mahasiswa selaku kader berperan sebagai apapun di penerus bangsa yang masyarakat. Dengan 4. 67 . mahasiswa pandai 6.

Tahapan yang dipakai Pasal 11 dalam pola pengembangan Bidang-bidang pengembangan SDM adalah sebagai mahasiswa berikut: Pola pengembangan sumber daya a) Tahap Pengenalan mahasiswa ITS terdiri dari 3 Merupakan tahap untuk bidang. Untuk itu diperoleh. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS BAB III implementasi nilai-nilai POLA PENGEMBANGAN dengan melakukan peran SUMBER DAYA sesuai bidang yang MAHASISWA dipilih. untuk dilaksanakan. 2. 1) Pola pengembangan sumber b) Tahap Pemahaman dan daya mahasiswa ITS bidang Pengembangan keilmiahan berisi sebuah Tahap untuk memahami alur keilmiahan yang nilai-nilai dan berfungsi sebagai pedoman menerapkannya sesuai ideal mahasiswa ITS dalam dengan bidang yg menumbuh kembangkan dipilih. Bidang Minat dan Bakat kehidupan kampus dengan memberikan materi dasar Pasal 12 kemahasiswan dan Bidang Keilmiahan pengembangan diri. terukur. Pola pengembangan sumber pematangan personal daya mahasiswa merupakan dengan memberikan penjabaran tahapan yang kontribusi pada bidang harusditempuh guna yang dipilih dan manfaat/ mencapai tujuan HD-PSDM pemberdayaan bagi dalam setiap bidang pola lingkungan sekitar sebagai pengembangan sumber daya aplikasi ilmu yang telah mahasiswa ITS. dan relevan pengabdian. sehingga pola pengembangan sumber tercipta suatu tindakan daya mahasiswa harus ada yang mencerminkan tahapan yang jelas. yaitu : mengenalkan lingkungan a) Bidang Keilmiahan baru agar mahasiswa b). c) Tahap Pengabdian Pasal 10 Merupakan tahapan 1. Bidang Manajerial dapat beradaptasi pada c).Merupakan tahap potensinya di bidang untuk melakukan keilmiahan untuk 68 . bentuk dari nilai dapat dicapai.

Pada tahap Bidang Manajerial dirancang ini. keilmiahannya dengan 2) Tahapan pada bidang mengikuti serangkaian manajerial : kegiatan keilmiahan. Tujuannya mengimplementasikan pada adalah mengenalkan masyarakat. mahasiswa ITS memberikan pemahaman secara umum akan diberi dasar keilmiahan dan pengenalan awal aktualisasinya. mampu mengembangkan pembinaan character potensi keilmiahan yang building (mental dan 69 . keilmiahan kepada mahasiswa ITS dan Pasal 13 pembentukan pola pikir Bidang Manajerial ilmiah. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS terwujudnya budaya ilmiah dimiliki dan mulai mahasiswa ITS mengukir prestasi di bidang 2) Tahapan pada Pola keilmiahan. sehingga kehidupan kampus. mahasiswa ITS keilmiahan. mahasiswa ITS bidang Mahasiswa ITS yang sudah keilmiahan : mengembangkan dan a) Tahap Pengenalan. mahasiswa ITS setelah dengan tujuan memberikan mendapatkan bekal dasar sebuah alur kaderisasi yang keilmiahan diarahkan untuk ideal bagi mahasiswa ITS mendapatkan pemahaman dalam mengembangkan melalui pendampingan dan potensi diri dalam bidang mengaktualisasikan potensi manajerial. pengembangan sumber daya c) Tahap Pengabdian. kepada seluruh mahasiswa Pengenalan disini meliputi ITS serta mendukung upaya pengenalan wadah bidang penanaman budaya ilmiah keilmiahan di ITS. a) Tahap Pengenalan. dituntut untuk akan diperkenalkan dengan menularkan ilmu dan kegiatan kemahasiswaan pengalaman yang diperoleh dalam bidang keilmiahan. 1) Pola Pengembangan Sumber b) Tahap Pemahaman dan Daya Mahasiswa ITS Pengembangan. wawasan di ITS. Tujuan dari tahap ini keilmiahan. pelatihan dasar adalah berlangsungnya keilmiahanserta transfer ilmu keilmiahan dasarkeilmuan jurusan dan mampu masing-masing. Pada Tujuan dari tahap ini adalah tahap ini. Pada memahami dalam bidang tahap ini.

mahasiswa ITS minat bakat. manajerial.Setelah mengenai kegiatan mahasiswa ITS kemahasiswaan dalam mendapatkan wawasan bidang minat bakat. secara umum akan b) Tahap Pemahaman dan diberikan gambaran Pengembangan. pemetaan berdasarkan c) Tahap Pengabdian. atau pelatihan manajerial Pengenalan yang maka diharapkan dapat dimaksud meliputi dipahami dan pengenalan wadah diaktualisasikan sehingga (organisasi) bidang minat pada tahap ini mahasiswa bakat beserta aktivitasnya ITS menjadi bagian dari sekaligus fasilitas-fasilitas kepengurusan suatu bidang minat bakat yang organisasi ada di ITS. bangsa. dan 2) Tahapan pada bidang minat diharapkan memiliki dan bakat : sense of belongings yang a) Tahap Pengenalan. mahasiswa ITS ITS. Secara garis diharapkan mampu besar hasil yang mengaktualisasikan diri diharapkan adalah dengan berkontribusi mahasiswa ITS mampu lebih pada suatu ormawa mengetahui potensi diri di KM ITS dan dan bakatnya. dan mulai ada kemahasiswaan. dan negara. tahap ini mahasiswa ITS akan mengembangkan diri Pasal 14 dengan mengikuti Bidang Minat Dan Bakat pembinaan serta 1) Pola Pengembangan Sumber berpartisipasi aktif dalam Daya Mahasiswa ITS kegiatan-kegiatan di Bidang Minat Bakat dalam atau di luar lingkup dirancang dengan tujuan ITS yang sesuai dengan memberikan sebuah alur bidang minat bakat yang jelas bagi mahasiswa terkait. Pada pada generasi selanjutnya. Pada 70 . pelatihan minat dan bakat. Pada potensi diri di bidang tahap ini. serta mampu b) Tahap Pemahaman dan menyalurkan ilmunya Pengembangan. ITS dalam mengembangkan c) Tahap Pengabdian. Pada tinggi terhadap almamater tahap ini. wawasan potensi diri dalam bidang integralistik. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS spiritual). masyarakat.

serta sumber daya mahasiswa berkontribusi aktif dalam dirumuskan secara bersama oleh lembaga terkait dengan perangkat sistem yang diperlukan menularkan pengalaman pada KM ITS yang meliputi yang diperolehnya. pada berbagai bidang di masyarakat. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS tahap ini. berdasarkan pada kesadaran. bangsa. Mahasiswa ITS Pasal 16 dituntut dapat berkarya dan berprestasi guna Bentuk Kegiatan Pengembangan mengharumkan nama Sumber Daya Mahasiswa almamater ITS. emosional. mengaktualisasikan dirinya tanggung jawab pribadi serta untuk berkontribusi sesuai tidak melanggar Hak Azasi dengan potensi yang dimiliki Manusia. Bab IV PENCAPAIAN Pasal 17 Diharapkan dengan Pasal 15 melaksanakan Pola Sifat Kegiatan Pengembangan Pengembangan Sumber Daya Sumber Daya Mahasiswa Mahasiswa ITS ini mampu Kegiatan Pengembangan sumber mengasah kecerdasan daya mahasiswa di ITS bersifat intelektual. bentuk acara dan standar yang berlaku. dan terbuka untuk seluruh mahasiswa spiritual serta mampu ITS. Bentuk kegiatan pengembangan dan negara. 71 .

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Bagan Bidang Keilmiahan TAHAP Pelatihan Dasar PENGENALAN Keilmiahan TAHAP Pendampingan PEMAHAMAN DAN PENGEMBANGAN Partisipasi Kegiatan Keilmiahan EVENTUAL (Konseptor) TAHAP PERSONAL PENGABDIAN (Pengembangan Individu) Masyarakat 72 .

Pelatihan Manajerial .Wawasan Integralistik .MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Bagan Bidang Manajerial Pengenalan kehidupan TAHAP kampus PENGENALAN .Character Building TAHAP PEMAHAMAN Aktif di ormawa ITS DAN PENGEMBANGAN TAHAP Berkontribusi lebih di KM PENGABDIAN ITS dan Masyarakat 73 .

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Bagan Bidang Minat Bakat TAHAP .Even Pengenalan Wadah PENGENALAN dan Aktivitas Minat Bakat beserta Fasilitasnya Pemetaan Potensi Minat Bakat TAHAP Pembinaan PEMAHAMAN DAN PENGEMBANGAN Partisipasi dalam Kegiatan .Berkarya dan TAHAP Berprestasi PENGABDIAN .Kontribusi Aktif pada Lembaga Terkait 74 .

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Keterangan : Penamaan Tahap : Bentuk Pencapaian : Garis Pencapaian : Garis Urutan Hierarki : Garis Koordinasi (siklus) 75 .

76 . menjadi sesuatu hal yang Pasal 7 dimaktubkan alenia terakhir Telah Jelas mukadimah. BAB I Mahasiswa sebagaimana KETENTUAN UMUM disebutkan mengandung pengertian dan penegasan Pasal 1 Yang dimaksud dengan sistem terhadap keberadaan dirinya sebagaimana tercantum dalam dalam dunia kemahasiswaan di pasal ini ialah merujuk pada Indonesia. Dengan memandang pengertian organ/ struktur KM peran dan hakikat yang ITS terkandung dalam sebuah kebesaran arti seorang Pasal 2 mahasiswa dan lingkungan Telah Jelas akademisnya. Sehingga sebuah Pasal 4 pernyataan atas dasar kesadaran Telah Jelas untuk membentuk suatu sistem Pasal 5 yang mampu menaungi segala Telah Jelas potensi dalam lingkup kemahasiswaan ITS berupa Pasal 6 Keluarga Mahasiswa untuk Telah Jelas mencapai visi dan misi bersama. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS BAGIAN KEEMPAT PENJELASAN BAGIAN PERTAMA BAGIAN KEDUA Mukadimah Pedoman PEDOMAN PELAKSANAAN Dasar Pengembangan Organisasi PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN Kemahasiswaan di ITS KELUARGA MAHASISWA merupakan serangkaian (KM) ITS pernyataan kehendak (State of Purposes) mahasiswa ITS. maka diyakini Pasal 3 mahasiswa sebagai generasi Telah Jelas muda terdidik dan kader penerus bangsa.

2. 3. Telah Jelas 4. Telah Jelas 2. Yang dimaksud Eksekutif 1. Telah jelas 1. Telah Jelas 1. Telah jelas Pasal 9 5. Telah jelas Sumber Daya Mahasiswa 2. Staff 2. Pasal 15 Pasal 10 1. Satu periode kepengurusan mahasiswa ITS ialah adalah 12 bulan terhitung ormawa ITS yang sejak dilakukan pengesahan mempunyai kewenangan Presiden BEM ITS dan dapat melakukan fungsi-fungsi berubah sesuai kebutuhan sebagai pelaksana melalui ketetapan Kongres pemerintahan. Menguatkan daya dukung penyelenggaraan dan terhadap BEM ITS dalam penginstruksian aktifitas hal koordinasi antar HMJ kegiatan dalam bidang sosial dan Pengembangan Sumber politik Daya Mahasiswa. Telah Jelas 2. Telah Jelas tinggi ialah menaati dan 3. Telah jelas Departemen. Telah Jelas melaksanakan Konstitusi Dasar KM ITS dan Haluan Pasal 13 Dasar Pengembangan 1. 1. Telah Jelas 4. Telah Jelas lingkup fakultasnya. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS BAB II 5. Telah jelas ITS . Telah Jelas penyelenggaraan dan penginstruksian untuk Pasal 11 menggabungkan segenap 1. Kelengkapan yang dianggap Pasal 14 perlu semisal Kementrian. Telah Jelas potensi HMJ-HMJ di 2. Menjalankan meliputi hal 5. Telah Jelas 3. Telah Jelas Pasal 8 Pasal 12 1. dan lain-lain. Telah Jelas EKSEKUTIF MAHASISWA 6. Yang dimaksud menjunjung 2. Telah jelas ahli. Telah jelas 4. Menjalankan meliputi hal 3. ITS. 3. 77 . Divisi. Telah Jelas 2.

Telah Jelas keanggotaan. 1. 3. Telah Jelas maka DOP memiliki struktur pemerintahan seperti halnya Pasal 25 di tingkat Institut dengan 1. 1. Yang dimaksud representatif 2. Telah Jelas LEGISLATIF MAHASISWA Pasal 21 Pasal 17 1. dan 2. Pasal 16 2. Telah Jelas ialah dapat mewakili aspirasi-aspirasi mahasiswa Pasal 18 yang merupakan 1. Telah Jelas konstituennya 2. Mekanisme pemilihan diatur dalam Kongres Fakultas. Keprofesian adalah 2. Telah Jelas oleh internal DPM ITS atau 3. Mekanisme untuk pengadaan BEM ITS kegiatan di luar keprofesian 4. 8. Telah Jelas penerapan dan pengembangan ilmu sesuai Pasal 22 jurusan masing-masing. Telah Jelas mekanisme kepengurusan. Mekanisme pertanggung BAB III jawaban diselenggrakan DAERAH OTONOMI dalam forum internal distrik POLITEKNIK dan menyerahkan berita Pasal 20 acara forum pada MM ITS. Telah Jelas 1. Telah Jelas 1. Masing-masing HMJ Telah Jelas memiliki kewenangan untuk mengatur internal organisasi Pasal 24 semisal penamaan. Telah Jelas Undang. Telah Jelas status dan pola hubungan yang sejajar dengan HMJ. syarat 1. Telah Jelas diatur dalam Undang- 5. Draft RUU dapat diajukan 2. BAB IV 2. Telah Jelas 2. Telah Jelas Pasal 19 Pasal 23 1. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 6. Telah Jelas 7. Telah Jelas 78 . 6. Sebagai daerah otonomi.

Pihak terkait adalah elemen. Telah jelas 3. Telah Jelas Fakultas dari masing-masing HMJ diatur dalam internal Pasal 26 masing-masing fakultas. Telah Jelas kurang dari tujuh ratus 3. Telah Jelas 1. Telah Jelas wakili oleh satu orang 5. Telah Jelas Pasal 27 Pasal 33 1. Telah jelas pemilihan umum yang melibatkan konstituen di Pasal 29 tingkat jurusan dan DOP Telah Jelas dengan ketentuan kuota sebagai berikut: Pasal 30 a. Telah jelas Pasal 28 4. Telah jelas 4. 3. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 2. Telah Jelas dalam DPM ITS b. Telah Jelas jumlah delegasi DPM 4. Telah Jelas 3. Telah Jelas wakili oleh maksimal dua orang dalam DPM ITS Pasal 32 2. Telah jelas 5. Pasal 34 elemen ataupun forum. maka berhak di 3. 1. Telah jelas Telah jelas 2. Telah Jelas 2. Telah Jelas lebih dari tujuh ratus 2. 1. Telah jelas forum di KM ITS 2. Jika jumlah konstituen di Pasal 31 tingkat jurusan dan DOP 1. Mekanisme penetapan 3. Telah Jelas 2. Telah Jelas orang. Telah jelas 1. Telah Jelas orang. ITS. Telah Jelas tingkat jurusan dan DOP 2. Satu periode kepengurusan 4. Telah jelas 3. maka berhak di 4. Sistem distrik kuota adalah 3. Satu periode kepengurusan mengikuti periode mengikuti periode kepengurusan dari BEM kepengurusan dari BEM Fakultas. Jika jumlah konstituen di 1. Telah jelas 79 .

Hukum positif ialah suatu BAB V aturan yang bersifat YUDIKATIF MAHASISWA kausalitas / sebab akibat. Intepretasi artinya penafsiran 1. yang mencakup jenis dan Pasal 37 tingkat pelanggaran berikut 1. Telah jelas 2.Perumusan hukum positif hukum yang melingkupi dilakukan dengan mengikutkan elemen di KM berbagai kebijakan yang ITS mengatur suatu sistem 5.Yang dimaksud dengan sanksinya yang bersifat normatif ialah menjaga dan moril. Telah jelas 3. Pasal 41 Pasal 36 1. . Telah jelas 2. Telah jelas kebijakan. Telah jelas 1. Satu periode kepengurusan 3. Telah Jelas 3. Telah jelas 2. menafsirkan setiap kaidah . Telah Jelas Pasal 38 Telah jelas BAB VI LEMBAGA MINAT DAN Pasal 39 BAKAT 80 . Telah Jelas . Peserta penuh mempunyai Pasal 40 hak bicara dan hak suara. . Telah Jelas 4.Yang dimaksud dengan 6. Telah Jelas kekuasaan kehakiman ialah 7. Peserta peninjau mempunyai adalah duabelas bulan terhitung hak bicara sedangkan peserta sejak disahkan oleh Presiden undangan dipersilahkan BEM ITS dan dapat berubah bicara setelah mendapat izin sesuai dengan kebutuhan. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 6. Fatwa ialah putusan yang melakukan tafsir lanjut diambil sebagai terhadap suatu pelanggaran pertimbangan hukum bagi dalam sebuah sanksi pengambilan suatu 2. Telah jelas makna 2. Telah jelas 1. 8. Telah jelas Pasal 35 3. dari forum.

Telah jelas BAB VII 3. Telah jelas 2. Telah jelas Musyawarah Tingkat Tinggi ITS 1. Pernyataan sikap politik ialah pernyataan sikap ikut BAB IX mendukung atau menolak MUSYAWARAH TINGKAT seseorang atau sekelompok TINGGI ITS orang yang berkaitan dengan kekuasaan. Telah jelas ITS 2. Telah jelas 5. Telah jelas 1. Telah Jelas 2. Telah jelas Kepesertaan Kongres ITS 2. Telah jelas 4. Telah Jelas Pasal 46 3. Telah jelas Pasal 42 2. Telah jelas 2. Telah jelas 3. Telah jelas 1. Telah jelas 5. Pasal 49 6. Telah jelas 6. Telah jelas MAHASISWA Pasal 48 Pasal 44 Kongres Luar Biasa Mahasiswa 1. Telah jelas 1. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 1. Telah Jelas Tugas dan Wewenang Kongres 4. Telah Jelas 5. Telah jelas Pasal 43 Pasal 47 1. Telah jelas BAB VIII 2. Telah jelas 3. Telah jelas Pasal 45 Pasal 50 Kongres ITS Tugas dan Wewenang MTT ITS Telah jelas 1. Telah jelas 2. Telah jelan 3. Telah Jelas ITS 81 . Telah jelas 7. Telah jelas LEMBAGA SWADAYA 4. Telah jelas 3. Telah jelas 4. Telah jelas 4. Telah jelas KONGRES ITS 3.

Politeknik dan S1 baik 2. Telah jelas MAHASISWA ITS BAB XI Pasal 52 TATA URUTAN PERUNDANG-UNDANGAN Musyawarah Besar Mahasi Pasal 56 Pasal 53 Telah jelas Mekanisme Penyelenggaraan MUBES ITS Pasal 57 1. Telah jelas BAB XII 4. Telah jelas 2. Perubahan yang dilakukan reguler maupun extension bisa bersifat menyeluruh atau sebagian. Telah jelas D3. Telah jelas 3. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS pihak-pihak yang pada saat Pasal 51 penyelenggaraan MUBES Kepesertaan MTT ITS ITS dirasakan perlu 1. Telah jelas 1. Lima orang perwakilan 3. Telah jelas kehadirannya. Pasal 59 3. Telah jelas LMB terdiri dari Ketua LMB 4. Telah jelas KEANGGOTAAN Pasal 54 Pasal 58 Tugas dan Wewenang MUBES Anggota ITS Mahasiswa ITS ialah mahasiswa 1. Telah jelas dan satu orang perwakilan tiap bidang di LMB. Telah jelas Pasal 55 3. Yang dimaksud dengan Pasal 60 undangan-undangan Ialah 82 . Telah jelas MUSYAWARAH BESAR 5. Telah jelas Kepesertaan MUBES ITS 4. BAB X 4. Telah jelas 2. Telah jelas 3. Telah jelas 1. 2. Telah jelas Hak dan Kewajiban Anggota 4. Telah jelas Telah jelas 2.

dll. Mahasiswa di KM ITS 2. Telah Jelas 3. 2. Sah artinya tidak bertentangan dengan aturan Pasal 67 yang berlaku di lingkungan Aturan Eksternal ITS. Telah Jelas Pasal 69 BAB XV Telah Jelas ATURAN TAMBAHAN 83 . contoh dari perusahaan 1. independensi artinya 2. Transparansi artinya bersifat 3. contoh Pembentukan Organisasi partai politik. Telah jelas 4. Telah jelas keuangan yang didapatkan 3. Telah jelas tidak bisa mempengaruhi segala kebijakan KM ITS Pasal 65 yang telah ditetapkan. contoh tidak mencuri. tidak Pasal 66 korupsi. dll. Referendum ialah Keuangan mekanisme jajak pendapat 1. BAB XVI ATURAN PERALIHAN BAB XIV LAMBANG DAN ATRIBUT Pasal 68 Yang dimaksud dengan sistem Pasal 62 ialah seluruh perangkat KM ITS. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Yang dimaksud dengan kehilangan status kemahasiswaan Pasal 63 ialah sudah tidak menjadi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa mahasiswa ITS Telah Jelas BAB XIII PERBENDAHARAAN Pasal 64 Pembubaran KM ITS Pasal 61 1. Telah jelas rokok. minuman keras. dll. Telah jelas artinya dapat dipertanggungjawabkan. Tidak mengganggu pada seluruh mahasiswa ITS. Halal artinya diperoleh Telah jelas dengan cara yang wajar. Telah jelas terbuka dan akuntabilitas 4.

Presiden BEM ITS pemilu independen ialah mengesahkan hasil pemilu perseorangan atau setelah mendapat fatwa dari sekelompok orang diluar MM ITS tentang keabsahan Panwaslu. Telah jelas Pasal 6 3. Fasilitator ialah perangkat pemilu yang bertugas sebagai Pasal 4 pelaksana teknis terhadap 1. Yang dimaksud serentak 2. Yang dimaksud pengawas 7. Telah jelas 2. sama. Telah jelas 1. Telah jelas 2. 2. Telah jelas Telah Jelas Pasal 7 Pasal 2 1. Telah jelas Pasal 1 9. Telah jelas Pasal 3 6. Telah jelas 1. kondisi saat itu. Telah jelas 4. Telah jelas 2. Telah jelas Pasal 9 2. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS BAGIAN KETIGA PETUNJUK PELAKSANAAN PENGEMBANGAN ORMAWA DI ITS BAB I 8. 84 . Telah jelas 3. Telah jelas Pasal 10 5. Telah jelas 4. Telah jelas 6. Telah jelas 1. Telah jelas 2. Telah jelas Pasal 5 1. Telah jelas 2. Telah jelas Pasal 8 3. Telah jelas 1. Telah jelas 4. Telah jelas 1. Telah jelas 3. Telah jelas 2. Telah jelas 1. Telah jelas keseluruhan proses pemilu. Telah jelas 5. Telah jelas 5. pemilu. 3. Dengan mempertimbangan ialah dilakukan bersama.

. Yang dimaksud dengan staf Pasal 12 ahli ialah anggata KM ITS 1. Yang dimaksud dengan 2. ditanggapi ialah tidak . evaluasi terhadap kelengkapan administratif BAB IV Pemantau Pemilu Pasal 14 4. Telah Jelas 85 . Dukungan dibuktikan dengan verifikasi ialah suatu proses pengumpulan tanda tangan. Telah jelas diangkat untuk memberikan 3. Telah Jelas 2. Telah jelas 1. Yang dimaksud dengan memberikan penjelasan badan pekerja ialah (hadir atau tidak) atau tidak sekelompok anggota KM memperbaiki (mengubah atau ITS yang diangkat untuk mencabut) sesuatu yang mengkaji dan membahas dianggap keliru permasalahan tertentu. Telah Jelas 3. BAB III BAB V Pasal 13 Pasal 15 1. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 3. Telah jelas yang karena kemampuannya 2. Yang dimaksud dengan tidak sumbangan pemikiran. Yang dimaksud dengan staf ialah anggota KM ITS yang BAB II diangkat untuk menangani Pasal 11 permasalahan teknis Telah Jelas operasional. Telah jelas .

Pembentukan Ormawa REKOMENDASI IV TENTANG SOSIALISASI HASIL MUBES IV ITS Kepada : BEM ITS 86 . Lambang dan Atribut 3. REKOMENDASI BERSIFAT INTERNAL REKOMENDASI I TENTANG ATURAN ORGANISASI MAHASISWA DARI BIROKRASI Kepada : BEM ITS Isi rekomendasi : Melakukan kajian dan penyikapan bersama terkait SKRektor Nomor : 04708/I2/KM/2009 tentang Organisasi Kemahasiswaaan di lingkungan ITS REKOMENDASI II TENTANG ATURAN EKSTERNAL KM ITS Kepada : DPM ITS Isi Rekomendasi : Mengadakan MTT ITSdengan mengundang elemen di luar KM ITS dalam lingkup institusi ITS untuk membahas aturan eksternal elemen- elemen lain di luar KM ITS REKOMENDASI III TENTANG PENYUSUNANRUU Kepada : DPM ITS Isi rekomendasi : Segera menyusun RUU tentang: 1. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS REKOMENDASI MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS (MUBES IV ITS) Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Susunan dan Kedudukan KM ITS 2.

BEM ITS b. Menyediakan fasilitas umum UKM yang memadai REKOMENDASI IX TENTANG PENGAWALAN EVALUASI PELAKSANAAN PENYESUAIAN ORMAWA DI KM ITS 87 . MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Isi rekomendasi : Mensosialisasikan hasil-hasilMUBES IV ITS kepada seluruh mahasiswa ITS dalam waktu 2 bulan REKOMENDASI V TENTANG SOSIALISASI HASIL MUBES IV ITS SECARA BERKALA Kepada : Ormawa ITS Isi rekomendasi : Mensosialisasikan hasil-hasilMUBES IV ITS kepada seluruh mahasiswa ITS secara berkala setiap tahun REKOMENDASI VI TENTANG POLA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MAHASISWA Kepada :a. LMB ITS Isi rekomendasi : Melaksansanakan pembahasan bersama pola pengembangan sumber daya mahasiswa ITS REKOMENDASI VII TENTANG SOSIALISASI STATUTA ITS Kepada : Rektor ITS Isi Rekomendasi : Mensosialisasikan secara luasStatuta ITS ke seluruh civitas akademika ITS REKOMENDASI VIII TENTANG FASILITAS UKM Kepada : Rektor ITS Isi Rekomendasi : a. Menyediakan fasilitas ruangan UKM yang representative b.

Melibatkan mahasiswa dalam penyusunan peraturan Ormawa yang baru REKOMENDASI II TENTANG KONDISI BANGSA INDONESIA Kepada : Presiden Republik Indonesia Isi Rekomendasi : 1. dan mafia pajak. Birokrasi kampus b. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Kepada : DPM ITS Isi Rekomendasi : Menyelenggarakan MTT ITS maksimal sebelas bulan dari ditetapkannya MUBES IV dengan agenda membahas evaluasi pelaksanaan penyesuaian Ormawa KM ITS terhadap MUBES IV. politik. Memperbaiki kondisi ekonomi. REKOMENDASI X TENTANG TRANSPARANSI ADMINISTRASI DAN KEUANGAN KAMPUS Ditujukan kepada: a.Melaksanakan pemerataan pendidikan 3. dan sosial bangsa Indonesia 88 . Kasus korupsi di lembaga negara. 2. Membuat peraturan yang mengatur mekanisme kenaikan SPP 2. Ikatan Orang Tua Mahasiswa ( IKOMA ) ITS Isi rekomendasi : Meminta pihak-pihak terkait untuk menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi dalam administrasi dan keuangan dengan mengadakanpelaporan anggaran mahasiswa secara berkala kepada mahasiswa REKOMENDASI BERSIFAT EKSTERNAL REKOMENDASI I TENTANG PENDIDIKAN NASIONAL Kepada : Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Isi Rekomendasi : 1. Menyelesaikan permasalahan kasus Mega Korupsi Bank Century.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 3. Mewujudkan keadilan dan perekonomian yang berpihak pada rakyat kecil 89 .

sederajat Eksekutif : Berkenaan dengan pengurusan (pengelolaan. Akademika : Yang bersifat akademis Amandemen : Penambahan pada bagian yang sudah ada Atribut : Tanda kelengkapan. sesuatu yang benar-benar terjadi menurut urutan waktu (dalam penyusunan sejumlah kejadian atau peristiwa) Fasilitator : Orang yang menyediakan fasilitas. pemerintahan rakyat Departemen : Lembaga tinggi pemerintahan yang mengurus suatu bidang pekerjaan negara dengan pimpinan seorang menteri Distrik kuota : Jumlah yang ditentukan untuk mewakili bagian kota atau negara yang dibagi untuk tujuan tertentu Egaliter : Bersifat sama. sempurna Integritas : Mutu. pendapat yang diberikan oleh mufti tentang suatu masalah) Forum : Lembaga atau badan. wadah Independen : Berdiri Sendiri Inisiatif : Usaha (tindakan. pemerintahan atau penyelenggaraan sesuatu Etika : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk. sifat yang menjadi ciri khas Badan kerja : Panitia yang mengurus pelaksanaan tugas sehari- hari pada suatu organisasi Demokratis : (bentuk atau sistem) pemerintahan yang segenap rakyat ikut serta memerintah dengan perantara wakilnya. dsb) yang mula-mula berasal dari Internal dalam Integral : Mengenai kesaluruhannya . meliputi seluruh bagian yang perlu untuk menjadikan lengkap. utuh. lambang. penyedia Fatwa : Jawab (keputusan . MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KAMUS ISTILAH MUBES IV ITS Almamater : Perguruan tinggi atau akademi tempat mahasiswa pernah belajar dan menyelesaikan pendidikannya. peristiwa) yang merupakan kronologis kenyataan. sifat. atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan 90 . dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) Fakta : Hal (keadaan.

lencana. rapat besar 2. muktamar. dsb) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah. arahan atau penerangan Menjunjung : Menaati dan melaksanakan Tinggi Moralitas : Sopan santun. partai. ataupun DOP Lambang : Sesuatu seperti tanda (lukisan. dsb) Koordinasi : Penyelarasan aktivitas kerja baik BEM ITS. dsb) yang menyatakan suatu hal atau suatu maksud tertentu Legislatif : Berwenang membuat undang-undang Lembaga : Badan (organisasi ) mahasiswa yang tujuannya Swadaya melakukan suatu penyelidikan keilmuan atau Mahasiswa melakukan suatu usaha dengan kekuatan sendiri (mandiri) Mahasiswa : Orang yang belajar di perguruan tinggi Manajerial : Berhubungan dengan manajer Mekanisme : Cara kerja suatu organisasi (perkumpulan dsb) internal Memorandum : 1. sosial.surat pernyataan dalam hubungan diplomasi 3.Nota atau surat peringatan tidak resmi 2. dsb) 2. pendirian. profesi.bentuk komunikasi yang berisi saran.Pertemuan besar para wakil organisasi (politik. dsb Kongres : 1. segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau adat sopan santun 91 . DOP.persesuaian dengan yang dahulu Konstitusi : Segala aturan dan ketentuan yang mengenai (dasar) ketatanegaraan (undang-undang dasar. maupun institut Kader : Orang yang diharapkan akan memegang pekerjaan yang penting dalam pemerintahan.Akibat (dari suatu perbuatan. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS kemampuan yang memancarkan kewibawaan Intruksi : Kebijakan yang harus dilaksanakan sebagai penerjemahan GBPK dan hal-hal lain yang sifatnya penting sesuai kesepakatan baik di tingkat fakulta. BEM Fakultas. HMJ.Pertemuan para wakil-wakil negara untuk membicarakan satu masalah Konsekuensi : 1.

dsb (bisa dinyatakan dengan surat) 2. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS Mukadimah : Pendahuluan.Bersangkutan dengan profesi 2. dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) di perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu 2. jangkauan pemikiran Potensi : Kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. pemikiran atau cara berpikir logis. sesuai dengan fungsinya sebagai wakil Sistem : 1. penuh lengkap Penalaran : Cara (hal) menggunakan nalar.Susunan yang teratur dari pandangan. tatanan. kemampuan.memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya Rekomendasi : 1. asa. menguatkan) Representatif : dapat (cakap.kelompok kerja sama yang antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama Otonomi : Hak. teori.Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitansehingga membentuk suatu totalitas 2. kata pengantar Norma : aturan atau ketentua n yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. tepat) mewakili.saran yang menganjurkan (membenarkan.kesatuan (susunan. kekuatan. menurut norma atau kaidah yang berlaku Organ/struktur : Alat yang mempunyai fungsi tertentu yang disusun dengan pola tertentu Organisasi : 1. 92 . kesanggupan. daya Presidium : Pimpinan tertinggi suatu badan yang terdiri atas beberapa orang yang berkedudukan sama Proaktif : Selalu aktif Profesional : 1. dan kendalian tingkah laku yang sesuai dan berterima Normatif : Berpegang teguh pada norma. wewenang dan kewajiban daerah politenik (Politeknik) untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku Paripurna : Lengkap. baik.hal minta perhatian bahwa orang yang disebut dapat dipercaya. dipakai sebagai panduan.

tembus pandang.bersangkutan dengan fungsi dan pelaksanaan keadilan 2. nyata Verifikasi : Pemeriksaan latar belakang laporan. dsb Yudikatif : 1. perhitungan uang. jelas. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS dsb 3.bersangkutan dengan badan yang bertugas mengadili perkara 93 .Metode Staf (ahli) : Sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua Teknologi : Kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis Transparan : Tembus sinar.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KAMUS SINGKATAN MUBES IV ITS BEM F : Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas BEM ITS : Badan Eksekutif Mahasiswa ITS BPDK : Badan Pemeriksa Dana Kampanye DPM-F : Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas DOP : Daerah Otonomi Politeknik DPM ITS : Dewan Perwakilan Mahasiswa ITS GBHK : Garis Besar Haluan Kerja GBPK : Garis-garis Besar Program Kerja HD-PSDM : Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa HMJ : Himpunan MahasiswaJurusan KDKM : Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa KFLB : Kongres Fakultas Luar Biasa KLB : Kongres Luar Biasa KM : Keluarga Mahasiswa KPU : Komisi Pemilihan Umum LMB : Lembaga Minat dan Bakat LSM : Lembaga Swadaya Mahasiswa MM : Mahkamah Mahasiswa MTT : Musyawarah Tingkat Tinggi MUBES : Musyawarah Besar MUSMA : Musyawarah Mahasiswa Ormawa : Organisasi Kemahasiswaan Panwaslu : Panitia Pengawas Pemilu Pemilu : Pemilihan Umum PPU : Panitia Pemilihan Umum RUU : Rancangan Undang Undang SDM : Sumber Daya Mahasiswa UKM : Unit KegiatanMahasiswa 94 .

Novian D Ad Hoc 2708100080 Rahmi Agustina Ad Hoc 3308100070 Abdi Sukmono Ad Hoc 3508100040 Firstian Rubyarto Ad Hoc 4208100072 Aulia Nur V Ad Hoc 3308100047 Helmy Yunan I Ad Hoc 2407100044 Rionda Bramanta K Ad Hoc 2408100003 Rizki Ade S. R Ad Hoc 2508100036 Akhlis Fitanto H Ad Hoc 3108100130 Mirba H. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS PANITIA AD HOC MUBES IV Koordinator : Juan Pandu G N R Ad Hoc 1107100045 Anggota : M Abdurrochman Ad Hoc 2108100147 M Solikhudin Z Ad Hoc 2109030059 Fanny Ristantono Ad Hoc 2208100172 M Nurman Febrian Ad Hoc 2308030031 Moch. Ad Hoc 4308100110 Ari Cipto N. Ad Hoc 4106100005 95 . D. S.

F. MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS ORGANIZING COMMITTE MUBES IV ITS Koordinator : Mashuri 1109 100 004 Sekretaris : Fatma Ayu N. 2409 030 035 Sie Kestari : Farroh Sakinah 5210 100 060 Muhammad Fajar R 2110 100 702 Yunanda Basuki 7110 040 001 Sie Acara : Dinand Hazbin Jadid 4310 100 052 Intan Andriani Putri 1110 100 062 Muhammad Rasyid A 2110 100 022 Sie Publikasi/Dokumentasi: Lilis Eka Rachmawati 1110 100 034 Olivia Renanda 5210 100 112 Rizky Ramadhan 2709 100 052 Achmad Firyal Adila 7309 040 033 Saddam Hussein 2709 100 094 Azimah Ulya 3310 100 080 Sie Perlengkapan : Fahir Hassan 3310 100 004 Wahyu Budi Dharmawan 2509 100 107 Kevin Dwi Prasetio 2110 100 095 Veranita Hadyanti Utami 3609 100 055 Sie Transportasi : Putra Tanujaya 2110 100 025 Achmad Rifqi Rosyadi 2110 100 022 Imamuddin W 2110 100 143 Pradana Setia Budi Laksana 2110 100 113 Sie Konsumsi : Desy Gitapratama 5210 100 017 Riyan Adelia Suryaningati 5209 100 096 Dwi Sandro Dariyanto 6109 030 002 Haniffudin Nurdiansyah 2709 100 075 Sie Keamanan/Perijinan : Agung Arifani 7109 040 045 Muhammad Nurul Mausuf 1210 100 076 Muhammad Muhtaromi 1210 100 026 Dhimas Ridha 2709 100 087 Ahmad Syaiful Badari 1210 100 012 96 .A 1209 100 041 Bendahara : Rizka WahyuN.

MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 97 .