You are on page 1of 10

ISSN 2337-6686

ISSN-L 2338-3321

STRATEGI DALAM PENANGGULANGAN PENCEGAHAN ANEMIA


PADA KEHAMILAN

Intan Parulian Tiurma Roosleyn


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Binawan
Email: intan@binawan-ihs.ac.id

Abstraksi: Anemia merupakan salah satu sebab kematian ibu hamil. Anemia pada ibu hamil disebabkan karena masih kurang dan
rendahnya asupan gizi, dan juga dapat disebabkan karena ketidaktahuan tentang pola makan yang benar. Zat besi sangat dibutuhkan
untuk perkembangan otak bayi diawal kelahirannya. Kekurangan zat besi sejak sebelum hamil bila tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu
hamil menderita anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas tentang Anemua dan strategi dalam penanggulangan
pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan
bahwa: (1) Keluarga dan anggota keluarga yang resiko menderita anemia harus mendapat makanan yang cukup bergizi dengan
biovallabilita yang cukup; (2) Pengobatan penyakit infeksi yang memperbesar resiko anemia (3) Penyediaan pelayanan yang mudah
dijangkau oleh keluarga yang memerlukan, dan tersedianya tablet tambah darah dalam jumlah yang sesuai.

Kata kunci: kehamilan, asupan gizi, pola makan yang benar

Abstract: Anemia is one of the causes of death of pregnant women. Anemia in pregnant women because it is still lacking and low nutrient
intake, and can also be caused due to ignorance about the pattern of eating right. Iron is necessary for brain development of babies from
birth. Iron deficiency since before getting pregnant if not addressed can lead pregnant women suffer from anemia. The purpose ofthis
research is to discuss about the anemia and anemia prevention in the response strategy. The method used is the study of librarianship with
a descriptive exploratory approach. It can be concluded that: (1) family and the family members who suffer anaemia risk should get enough
nutritious food with enough biovallabilita; (2) the treatment of infectious diseases that magnify the risk of anaemia (3) provision ofan easily
accessible services by families that need, and availability ofthe tablet plus the appropriate amounts ofblood.

Keywords: pregnancy, nutritional Intake, eating right

PENDAHULUAN Program kesehatan ibu dan anak (KIA)


Latar belakang penelitian ini adalah bahwa merupakan salah satu prioritas utama pembangunan
menurut hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia kesehatan di Indonesia. Program ini bertanggung
(SDKI) tahun 2002 dan 2003 terdapat penurunan jawab terhadap pelayanan kesehatan bagi ibu hamil,
angka kematian ibu dari 334 menjadi 307 per 100.000 ibu melahirkan dan bayi neonatal. Salah satu tujuan
kelahiran hidup. Penyebab utama kematian ibu program ini adalah menurunkan kematian dan
adalah perdarahan, infeksi dan keracunan kehamilan kejadian sakit di kalangan ibu. Pengelolaan program
(Asrinah, dkk:2010). Hasil Survei Kesehatan Rumah KIA bertujuan memantapkan dan meningkatkan
Tangga (SKRT) tahun 2004, menunjukkan bahwa jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif
prevalensi anemia pada ibu hamil di DKI Jakarta dan efisien.
sebesar 43,5 % (Depkes:2007). Reo (1975) Departemen Kesehatan menetapkan Visi Indonesia
melaporkan bahwa salah satu sebab kematian Sehat tahun 2010, melalui Keputusan Menkes RI Nomor
obstetrik tidak langsung pada kasus kematian ibu 574/Menkes/SK/IV/2000. Visi ini menggambarkan
adalah Anemia. Grand tahun 1992 menyatakan bahwa pada tahun 2010, bangsa Indonesia hidup dalam
bahwa anemia merupakan salah satu sebab lingkungan sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat
kematian ibu, demikian juga WHO menyatakan serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang
bahwa anemia merupakan sebab penting dari setinggi-tingginya. Untuk mencapai harapan tersebut ini
kematian ibu. Penelitian Chi tahun 1981 menunjukkan Departemen Kesehatan ini menuangkan visi barunya
bahwa angka kematian ibu adalah 70% untuk ibu-ibu yaitu masyarakat mandiri untuk hidup sehat dengan misi
yang anemia dan 19,7% untuk mereka yang non Membuat Masyarakat Sehat. Artinya dengan visi baru
anemia. Kematian ibu 1520 % secara langsung atau tersebut setiap usaha-usaha kesehatan diarahkan untuk
tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia menjamin masyarakat yang sehat dan produktif.
pada kehamilan juga berhubungan dengan
meningkatnya kesakitan ibu (Diana, 2007:98)
Jurnal Ilmiah Widya 1 Volume 3 Nomor 3 Januari - Juli
2016
Intan Parulian Tiurma Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan
Roosleyn., 1 -9 Anemia Pada Kehamilan

Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hamil berdasarkan kadar Hemoglobin menurut WHO
hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari dikatakan ringan sekali bila Hb 10 g/dl batas
pada nilai normal. Sebagian besar penyebab anemia normal, ringan Hb 8 g/dl - 9,9 g/dl, sedang Hb 6 g/dl
di Indonesia adalah kekurangan besi yang berasal 7,9 g/dl dan berat pada Hb < 6 g/dl. Departemen
dari makanan yang dimakan setiap hari dan Kesehatan menetapkan derajat anemia sebagai
diperlukan untuk pembentukan hemoglobin sehingga berikut ringan sekali bila Hb 11 g/dl batas normal,
di sebut anemia kekurangan besi (Depkes RI,2000). ringan Hb 8 g/dl 11 g/dl, sedang Hb 5 g/dl 8 g/dl,
Kekurangan zat besi pada kehamilan ibu dapat dan berat Hb < 5 g/dl. Pada pemeriksaan dan
menimbulkan gangguan atau hambatan pada pengawasan Hb dapat dilakukan dengan
pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. menggunakan alat sahli, dilakukan minimal 2 kali
Anemia gizi dapat menimbulkan kematian janin di selama kehamilan yaitu trimester I dan III. (Tarwoto &
dalam kandungan, abortus, cacat bawaan, Berat Wasnidar, 2007.188)
Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR), anemia pada bayi Klasifikasi Anemia
yang dilahirkan. Hal ini menyebabkan morbiditas dan Berdasarkan penyebabnya dapat dikelompokkan
mortalitas ibu dan kematian perinatal secara menjadi tiga kategori yaitu: (1) Anemia karena hilangnya
bermakna lebih tinggi. Pada ibu hamil yang menderita sel darah merah; hal ini terjadi akibat perdarahan karena
anemia berat dapat meningkatkan resiko morbiditas berbagai sebab seperti perlukaan, perdarahan
maupun mortalitas ibu dan bayi, kemungkinan gastrointestinal, perdarahan uterus, perdarahan hidung,
melahirkan bayi BBLR dan prematur juga lebih besar. perdarahan akibat operasi, (2)
Untuk itu perlu diupayakan untuk dapat Anemia karena menurunnya produksi sel darah
menanggulangi pencegahan anemia pada kehamilan merah; penyebabnya karena kekurangan unsur
ibu. penyusun sel darah merah (asam folat, vitamin B12
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dan zat besi), gangguan fungsi sumsum tulang
membahas tentang Anemia pada kehamilan dan (adanya tumor, pengobatan, toksin), tidak
strategi dalam penanggulangan pencegahan anemia. adekuatnya stimulasi karena berkurangnya
Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan eritropolitan (pada penyakit ginjal kronik), (3) Anemia
dengan pendekatan deskriptif eksploratif. akibat meningkatnya destruksi/kerusakan sel darah
merah yang disebabkan oleh overaktifnya Reticu
PEMBAHASAN Ioendhotelial System (RES); Meningkatnya
Anemia destruksi sel darah merah biasanya karena faktor-
Berdasarkan WHO (1992) pengertian anemia faktor kemampuan respon sumsum tulang terhadap
adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin lebih penurunan sel darah merah kurang karena
rendah dari batas normal untuk kelompok orang yang meningkatnya jumlah retikulosit dalam sirkulasi
bersangkutan. Anemia secara laboratorik yaitu darah, meningkatnya sel-sel darah merah yang masih
keadaan apabila terjadi penurunan di bawah normal muda dalam sumsum tulang dibandingkan yang
kadar hemoglobin, hitung jenis eritrosit dan matur/matang, dan ada atau tidaknya hasil destruksi
hemotokrit (packedredcell). Batasan normal kadar sel darah merah dalam sirkulasi (seperti
haemoglobin menurut WHO tahun 1968 dapat meningkatnya kadar bilirubin).
digambarkan pada tabel 1 berikut: Beberapa faktor penyebab lain anemia adalah:
Tabel 1. Kriteria Kadar HB menurut WHO (1968) (1) Genetik; yaitu beberapa penyakit kelainan darah
yang dibawa sejak lahir antara lain Hemoglobinopati,
No Kriteria Kadar Haemoglobin
1 Laki-laki dewasa > 13 g/dl
Thalasemia, abnormal enzim Glikolitik, dan Fanconi
2 Wanita dewasa tidak hamil > 12 g/dl anemia, (2) Nutrisi; keadaan anemia yang
3 Wanita hamil > 11 g/dl disebabkan oleh defisiensi besi, defisiensi asam folat,
4 Anak umur 6-14 tahun > 12 g/dl
5 Anak umur 6 bulan-6 tahun > 11 g/dl
desifiensi vitamin B 12, alkoholis, dan kekurangan
Sumber: WHO dalam Tarwoto & Wasnidar, 2007 nutrisi/malnutrisi, (3) Perdarahan, (4) Imunologi,
Secara klinis kriteria anemia di Indonesia (5) penyakit infeksi seperti hepatitis,
umumnya bila didapatkan hasil pemeriksaan darah Cytomegalovirus, Parvovirus, Clostridia, sepsis gram
kadar Hemoglobin < 10 g/dl, Hemotokrit < 30 % dan negatif, malaria, dan Toksoplasmosis, (6) pengaruh
Eritrosit < 2,8 juta/mm3. Derajat anemia pada ibu obat-obatan dan zat kimia; antara lain agen
Jurnal Ilmiah Widya 2 Volume 3 Nomor 3 Januari - Juli 2016
Intan Parulian Tiurma Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan
Roosleyn., 1 -9 Anemia Pada Kehamilan

chemoterapi, anticonvulsi, kontrasepsi, dan zat kimia maka menunjukkan sel-sel mikrositik dan apabila
toksik, (7) Trombotik Trombositopenia Purpura dan lebih besar dari 96 mm3 menunjukkan sel-sel
Syndroma Uremik Hemolitik, (8) Efek fisik seperti makrositik.
trauma, luka bakar, dan pengaruh gigitan ular, 6. Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration
(MCHC) atau konsentrasi hemoglobin eritrosit rata-
(9) Penyakit kronis dan maligna; di antaranya adalah
rata, mengukur banyaknya hemoglobin dalam 100 ml
gangguan pada ginjal dan hati, infeksi kronis dan
sel darah merah padat. Normalnya 30-36 g/100 ml
Neoplasma. (Elsevier & Saunders:2005) darah.
Patofisiologi Anemia dapat dilihat pada gambar 1 7. Hitung leukosit adalah jumlah leukosit dalam 1
di bawah ini: mm3 darah.
8. Hitung trombosit adalah jumlah trombosil dalam 1
mm3 darah.
9. Pemeriksaan sumsum tulang yaitu melalui
aspirasi dan biopsy pada sumsum tulang, biasanya
dalam sternum, prosesus spinosus vertebra, Krista
iliaka anterior atau posterior. Pemeriksaan sumsum
tulang dilakukan jika tidak cukup data-data yang
diperoleh untuk mendiagnosa penyakit pada sistem
hemotolik
10. Pemeriksaan biokimiawi, pemeriksaan untuk
mengukur kadar unsur-unsur yang perlu bagi
perkembangan sel-sel darah merah seperti kadar
besi (Fe) serum, vitamin B12 dan asm folat.
Zat Besi dan Tablet Tambah Darah
Zat besi merupakan komponen
hemoglobin yang berfungsi mengangkut
oksigen dalam darah ke sel-sel yang
Gambar 1. Patofisiologi Anemia membutuhkannya untuk metabolisme glukose,
Sumber: Sylvia Anderson Price & Lorraine M. Wilson lemak dan protein menjadi energi (ATP).
(Waryono, 2010). Sedangkan menurut
Untuk menentukan adanya kelainan darah, perlu Sunririnah (2008) bahwa Zat besi adalah salah
dilakukan test diagnostik dan pemeriksaan darah. satu mineral penting yang diperlukan selama
kehamilan, bukan hanya untuk bayi tapi juga
untuk ibu hamil. Bayi akan menyerap
Beberapa istilah yang lazim dipakai dalam dan mengunakan zat besi dengan cepat, sehingga jika
pemeriksaan di antaranya: ibu kekurangan masukan zat besi selama hamil, bayi
1 . Hitung sel darah yaitu jumlah sebenarnya dari akan mengambil kebutuhanya dari tubuh ibu
unsur darah (sel darah merah, sel darah putih dan sehingga menyebabkan ibu mengalami anemia dan
trombosit) dalam volume darah tertentu, dinyatakan merasa lelah.
sebagai jumlah sel per millimeter kubik (mm3) Zat besi juga merupakan bagian dari mioglobulin
2. Hitung jenis sel darah yaitu menentukan yaitu molekul yang mirip hemoglobin yang terdapat
karakteristik morfologi darah maupun jumlah sel.
di sel-sel otot, yang juga berfungsi mengangkut
3. Pengukuran Hematokrit (Hct) atau volume sel
oksigen. Mioglobulin yang berkaitan dengan oksigen
padat, menunjukkan volume darah lengkap (sel
darah merah). Pengukuran ini menunjukkan inilah yang membuat daging berwarna merah. Di
presentasi sel darah merah dalam darah, dinyatakan samping sebagai komponen hemoglobin dan
dalam mm3/100 ml. mioglobulin, besi juga merupakan komponen dari
4. Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) atau enzim oksidasi Xanthine Oksidase, Suksinat
konsentrasi hemoglobin rata-rata adalah mengukur Dehidrogenase, Katalase dan Peroksidasi. 99% dari
banyaknya hemoglobin yang terdapat dalam satu sel anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi selain
darah merah. Nilai normalnya kira-kira 27-31 itu juga menurunkan kekebalan tubuh sehingga
pikogram/sel darah merah.
sangat peka terhadap serangan bibit penyakit.
5. Mean Corpuscular Volume (MCV) atau volume
Penyerapan zat besi (Fe) asal bahan makanan
eritrosit rata-rata merupakan pengukuran besarnya sel
yang dinyatakan dalam kilometer kubik, dengan batas hewani dapat mencapai 10-20%. Zat besi bahan
normal 81 -96 mm3, apabila kurang dari 81 mm3 makanan hewani (heme) lebih mudah diserap dari
Jurnal Ilmiah Widya 3 Volume 3 Nomor 3 Januari - Juli 2016
Intan Parulian Tiurma Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan
Roosleyn., 1 -9 Anemia Pada Kehamilan

pada zat besi nabati (non heme). Keanekaragaman menggunakannya untuk kebutuhan tumbuh
konsumsi makanan sangat penting dalam membantu kembangnya, sekaligus menyimpan dalam hati
meningkatkan penyerapan Fe di dalam tubuh. sebagai cadangan sampai umur 6 bulan setelah
Kehadiran protein hewani, vitamin C, vitamin A, zink dilahirkan. Sehingga pengaruh kekurangan zat besi
(Zn), asam folat, zat gizi mikro lain dapat sejak sebelum hamil bila tidak diatasi dapat
meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. (Desi &
Manfaat lain mengkonsumsi makanan sumber zat Dwi:2009).
besi adalah terpenuhinya kecukupan vitamin A. Pada ibu hamil yang menderita anemia berat
Makanan sumber zat besi umumnya merupakan dapat meningkatkan risiko morbiditas maupun
sumber vitamin A. (Waryono, 2010). mortalitas ibu dan bayi, kemungkinan melahirkan
Sumber zat besi yang berasal dari produk nabati bayi BBLR dan Prematur juga lebih besar. Anak yang
di antaranya kacang bakar dan jenis kacang polongan, dikandung oleh ibu yang menderita anemia juga akan
sayuran hijau (bayam, brokoli, aprikot kering) dan mengalami penurunan kecerdasan intelejensi setelah
semua roti gandum. Sedangkan yang berasal dari dilahirkan. Penurunan IQ pada anak dapat turun
produk hewani diantaranya telur, irisan daging sapi sampai 9 poin dari normal. Ibu hamil tergolong
merah, babi atau kambing. Tubuh tampaknya tidak anemia jika kadar Haemoglobin dalam darahnya
mudah untuk menyerap zat besi pada makanan kurang dari 11 g/dl, dan berisiko tinggi jika kurang
nabati, tapi vitamin C (yang ditemukan pada buah dari 8 gr/dl. Penyebab anemia pada ibu hamil
jeruk, kismis kering, sayuran hijau) menambah umumnya akibat minimnya kemampuan ekonomi
penyerapan zat besi. Sebaliknya, tanin yang keluarga, sehingga makanan bergizi terabaikan.
ditemukan di teh dapat mengurangi penyerapan zat (Waryono:2010)
besi. Jadi, mengkonsumsi makanan yang kaya zat Anemia Pada Ibu Hamil
besi dan mengandung vitamin C (misalnya segelas Menurut Manuaba (1998), Anemia hamil
jus jeruk dan semangkuk sereal) lebih baik daripada disebut potensial danger to mother and child
secangkir teh. (Waryono:2010) anemia (potensial membahayakan ibu dan anak).
Manfaat Utama dan Fungsi Zat Besi Oleh karena itulah anemia memerlukan perhatian
Menurut Waryono (2010:189) manfaat utama zat serius dan semua pihak yang terkait dalam pelayanan
besi adalah pembentukan enzim, yang berfungsi kesehatan pada masa yang akan datang. Anemia pada
mengubah berbagai reaksi kimia di dalam tubuh dan ibu hamil adalah kondisi dimana sel darah merah
pembentukan komponen utama dari sel darah merah menurun atau menurunnya hemoglobin, sehingga
dan sel-sel otot. Akibat kekurangan yang ditimbulkan kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan
adalah anemia, kesulitan menelan, kuku berbentuk organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi
sendok, kelainan usus, berkurangnya kinerja, berkurang. Selama kehamilan, indikasi anemia
gangguan kemampuan belajar. Sebaliknya bila adalah jika konsentrasi hemoglobin kurang dari 10,5
kelebihan zat besi akan timbul masalah pengendapan sampai dengan 11,0 g/dl. Rendahnya kapasitas darah
zat besi, kerusakan hati (sirosis), diabetes melitus, untuk membawa oksigen memicu kompensasi tubuh
pewarnaan kulit dengan memacu jantung meningkatkan curah
Manfaat dan fungsi zat besi bagi ibu hamil yaitu jantung. Jantung yang terus-menerus dipacu bekerja
(1) sebagai pembentukan sel darah merah, cadangan keras dapat mengakibatkan gagal jantung dan
Fe pada bayi yang baru lahir. Sel darah merah komplikasi lain seperti preeklampsia. (Laros dalam
bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke Tarwoto:2007)
jaringan dan mengangkut nutrisi dari ibu ke janin; Dalam kehamilan terjadi peningkatan volume
ikatan Fe dan protein dalam otot menyimpan oksigen plasma darah sehingga terjadi hipervolemia. Akan
yang sewaktu-waktu digunakan oleh sel; dan reaksi tetapi bertambahnya sel-sel darah merah lebih sedikit
enzim diberbagai jaringan tubuh. (2) untuk dibandingkan dengan peningkatan volume plasma,
pembentukan dan mempertahankan sel darah merah. sehingga terjadi pengenceran darah (Hemodelusi).
Kecukupan sel darah merah akan menjamin sirkulasi Pertambahan volume darah tersebut berbanding
oksigen dan metabolisme zat zat gizi yang sebagai berikut: plasma 30 %, sel darah 18 % dan
dibutuhkan ibu hamil. Selain itu asupun zat besi sejak hemoglobin 19 % (Prawiroharjo:1999). Keadaan
awal kehamilan cukup baik, maka janin akan tersebut disebut sebagai anemia fisiologis atau

Jurnal Ilmiah Widya 4 Volume 3 Nomor 3 Januari - Juli 2016


Intan Parulian Tiurma Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan
Roosleyn., 1 -9 Anemia Pada Kehamilan

pseudoanemia. Pada primigravida terjadi peningkatan 25% di atas


Pengenceran darah yang terjadi pada wanita sebelum hamil sedangkan pada multigravida lebih
hamil dianggap sebagai penyesuaian fisiologis dari 38%. (Yasmin Wijaya, dkk dalam Tarwoto, 2007)
bermanfaat karena: (1) Hemodilusi meringankan Peningkatan aliran darah dan volume darah
beban jantung yang harus berkerja lebih berat dalam terjadi selama kehamilan, mulai 10-12 minggu umur
kehamilan. Hedremia menyebabkan cardiac out kehamilan dan secara progresif sampai dengan umur
meningkat dan kerja jantung diperingan bila kehamilan 30-34 minggu. Volume darah meningkat
viskositas darah menjadi rendah, resistensi perifer kira-kira 1500 ml, normal terjadi peningkatan 8,5% -
berkurang sehingga tekanan darah tidak naik, (2) 9,0% dari berat badan. Penurunan darah yang cepat
Mengurangi hilangnya zat besi pada waktu terjadinya terjadi pada saat persalinan dan volume darah akan
kehilangan darah paska persalinan. Bertambahnya kembali normal pada minggu 4-6 post partum.
volume darah dalam kehamilan dimulai sejak umur Tekanan darah arteri bervariasi sesuai umur, tingkat
kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya pada aktivitas, ada atau tidaknya masalah kesehatan.
kehamilan 3236 minggu. Pasien dengan anemia kecenderungan terjadi
Kebutuhan ibu hamil terhadap energi, vitamin penurunan tekanan darah.
maupun mineral meningkat sesuai dengan perubahan Macam-macam Penyebab Anemia pada Ibu Hamil
fisiologis ibu terutama pada akhir trimester kedua 1. Anemia Defisiensi Besi
selama terjadi proses hemodelusi yang menyebabkan Anemia defisiensi Besi merupakan penyebab
terjadinya peningkatan volume darah dan tersering anemia selama kehamilan dan masa nifas
mempengaruhi konsentrasi hemoglobin darah. Pada adalah defisiensi besi dan kehilangan darah akut.
keadaan normal hal tersebut dapat diatasi dengan Tidak jarang keduanya saling berkaitan erat, karena
pemberian tablet besi, akan tetapi pada keadaan gizi pengeluaran darah yang berlebihan disertai hilangnya
kurang bukan saja membutuhkan suplemen energi besi hemoglobin dan terkurasnya simpanan besi pada
juga membutuhkan suplemen vitamin dan zat besi. suatu kehamilan dapat menjadi penyebab penting
Keperluan yang meningkat pada masa kehamilan, anemia defisiensi besi pada kehamilan berikutnya.
rendahnya asupan protein hewani serta tingginya Status gizi yang kurang sering berkaitan dengan
konsumsi serat / kandungan fitat dari tumbuh- anemia defisiensi besi (Scholl:1998). Pada gestasi
tumbuhan serta protein nabati merupakan salah satu biasa dengan satu janin, kebutuhan ibu akan besi
faktor penyebab terjadinya anemia besi. yang dipicu oleh kehamilannya rata-rata mendekati
(Chinue:2009) 800 mg; sekitar 500 mg, bila tersedia, untuk ekspansi
Adaptasi fisiologi sistem kardiovaskuler pada ibu massa hemoglobin ibu sekitar 200 mg atau lebih
hamil yaitu terjadinya perubahan berupa, keluar melalui usus, urin dan kulit. Jumlah total ini
peningkatan curah jantung, meningkatnya stroke 1000 mg jelas melebihi cadangan besi pada sebagian
volume, aliran darah dan volume darah. Akibat kerja besar wanita. Kecuali apabila perbedaan antara
jantung yang meningkat untuk memenuhi sirkulasi jumlah cadangan besi ibu dan kebutuhan besi selama
darah ibu dan janin, jantung mengalami hipertropi. kehamilan normal yang disebutkan diatas
Keadaan ini kembali normal setelah bayi lahir. dikompensasi oleh penyerapan besi dari saluran
Peningkatan curah jantung dimana volume darah cerna, akan terjadi anemia defisiensi besi.
yang dipompakan oleh ventrikel selama satu menit. Dengan meningkatnya volume darah yang relatif
Peningkatan curah jantung terjadi bulan ke-3 pesat selama trimester kedua, maka kekurangan besi
kehamilan. Perubahan ini disebabkan karena sering bermanifestasi sebagai penurunan tajam
meningkatnya kebutuhan darah baik untuk ibu konsentrasi hemoglobin. Walaupun pada trimester
maupun untuk janinnya. ketiga laju peningkatan volume darah tidak terlalu
Pada kehamilan trimester ke-2 terjadi besar, kebutuhan akan besi tetap meningkat karena
peningkatan curah jantung 40% tetapi pada trimester peningkatan massa hemoglobin ibu berlanjut dan
ketiga terjadi penurunan curah jantung sebesar 25- banyak besi yang sekarang disalurkan kepada janin.
395, di atas curah jantung sebelum hamil karena Karena jumlah besi tidak jauh berbeda dari jumlah
adanya penekanan vena kava inferior. Terjadi yang secara normal dialihkan, neonatus dari ibu
peningkatan stroke volume yaitu darah yang dengan anemia berat tidak menderita anemia
dipompakan oleh ventrikel setiap kali denyutan. defisiensi besi (Arisman:2007).

Jurnal Ilmiah Widya 5 Volume 3 Nomor 3 Januari - Juli 2016


Intan Parulian Tiurma Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan
Roosleyn., 1 -9 Anemia Pada Kehamilan

2. Anemia Akibat Perdarahan Akut 4. Defisiensi Vitamin B12/Definisi Megaloblastik


Sering terjadi pada masa nifas. Solusio plasenta Anemia megaloblastik yang disebabkan oleh
dan plasenta previa dapat menjadi sumber kekurangan vitamin B12 selama kehamilan sangat
perdarahan serius dan anemia sebelum atau setelah jarang terjadi, ditandai oleh kegagalan tubuh
pelahiran. Pada awal kehamilan, anemia akibat menyerap vitamin B12 karena tidak adanya faktor
perdarahan sering terjadi pada kasus-kasus abortus, intrinsik. Ini adalah suatu penyakit autoimun yang
kehamilan ektopik, dan mola hidatidosa. Perdarahan sangat jarang pada wanita dengan kelainan ini.
masih membutuhkan terapi segera untuk memulihkan Defisiensi vitamin B12 pada wanita hamil lebih
dan mempertahankan perfusi di organ-organ vital mungkin dijumpai pada mereka yang menjalani
walaupun jumlah darah yang diganti umumnya tidak reseksi lambung parsial atau total. Kausa lain adalah
mengatasi difisit hemoglobin akibat perdarahan penyakit Crohn, reseksi ileum, dan pertumbuhan
secara tuntas, secara umum apabila hipovolemia bakteri berlebihan di usus halus.
yang berbahaya telah teratasi dan hemostasis Kadar vitamin B12 serum diukur dengan radio
tercapai, anemia yang tersisa seyogyanya diterapi immunoassay. Selama kehamilan, kadar non hamil
dengan besi. Untuk wanita dengan anemia sedang karena berkurangnya konsentrasi protein pengangkut
yang hemoglobinnya lebih dari 7 g/dl, kondisinya B12 transkobalamin (zamorano dkk:1985). Wanita
stabil, tidak lagi menghadapi kemungkinan yang telah menjalani gastrektomi total harus diberi
perdarahan serius, dapat berobat jalan tanpa 1000 mg sianokobalamin (vitamin B 12) intramuscular
memperlihatkan keluhan, dan tidak demam, terapi setiap bulan. Mereka yang menjalani gastrektomi
besi selama setidaknya 3 bulan merupakan terapi parsial biasanya tidak memerlukan terapi ini, tetapi
terbaik dibandingkan dengan transfusi darah. selama kehamilan kadar vitamin B 12 perlu dipantau.
(Sarwono:2005) Tidak ada alasan untuk menunda pemberian asam
3. Anemia pada Penyakit Kronik folat selama kehamilan hanya karena kekhawatiran
Gejala-gejala tubuh lemah, penurunan berat bahwa akan terjadi gangguan integritas saraf pada
badan, dan pucat sudah sejak jaman dulu dikenal wanita yang mungkin hamil dan secara bersamaan
sebagai ciri penyakit kronik. Berbagai penyakit mengidap anemia pernisiosa Addisonian yang tidak
terutama infeksi kronik dan neoplasma menyebabkan terdeteksi (sehingga tidak diobati).
anemia derajat sedang dan kadang-kadang berat, 5. Anemia Hemolitik
biasanya dengan eritrosit yan sedikit hipokromik dan Anemia hemolitik disebabkan penghancuran/
mikrositik. Dahulu, infeksi khususnya tuberculosis, pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari
endokarditis, atau esteomielitis sering menjadi pembuatannya. Ini dapat disebabkan oleh: (a) Faktor
penyebab, tetapi terapi antimikroba telah secara intra kopuskuler dijumpai pada anemia hemolitik
bermakna menurunkan insiden penyakit-penyakit heriditer, talasemia, anemia sel sickle (sabit),
tersebut. Saat ini, gagal ginjal kronik, kanker dan hemoglobin, C, D, G, H, I dan paraksismal nokturnal
kemoterapi, infeksi virus imunodefisiensi manusia hemoglobinuria, (b) Faktor ekstrakorpuskuler;
(HIV), dan peradangan kronik merupakan penyebab disebabkan malaria, sepsis, keracun zat logam, dan
tersering anemia bentuk ini. dapat beserta obat-obatan, leukemia, penyakit
Selama kehamilan, sejumlah penyakit kronik hodgkin dan lain-lain.
dapat menyebabkan anemia. Beberapa di antaranya Gejala utama anemia hemolitik adalah anemia
adalah penyakit ginjal kronik, supurasi, penyakit dengan kelainan-kelainan gambaran darah,
peradangan usus (inflammatory bowel disease), kelelahan, kelemahan, serta gejala komplikasi bila
lupus eritematosus sistemetik, infeksi granulomatosa, terjadi kelainan pada organ-organ vital. Pengobatan
keganasan, dan arthritis remotoid. Anemia biasanya bergantung pada jenis anemia hemolitik serta
semakin berat seiring dengan meningkatnya volume penyebabnya. Bila disebabkan oleh infeksi maka
plasma melebihi ekspansi massa sel darah merah. infeksinya di berantas dan diberikan obat-obat
Wanita dengan pielonfritis akut berat sering penambah darah. Namun, pada beberapa jenis obat-
mengalami anemia nyata. Hal ini tampaknya terjadi obatan, hal ini tidak memberikan hasil. Maka transfusi
akibat meningkatnya destruksi eritosit dengan darah yang berulang dapat membantu penderita ini.
produksi eritropoietin normal (Cavenee dkk:1994).

Jurnal Ilmiah Widya 6 Volume 3 Nomor 3 Januari - Juli


2016
Intan Parulian Tiurma Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan
Roosleyn., 1 -9 Anemia Pada Kehamilan

6. Anemia Aplastik dan Hipoplastik garis besar dikelompokkan dalam:


Walaupun jarang dijumpai pada kehamilan, 1 . Sebab Langsung; (a) Kecukupan makanan;
anemia aplastik adalah suatu penyulit yang parah. Kurangnya zat besi di dalam tubuh dapat disebabkan
Diagnosis ditegakkan apabila dijumpai anemia, oleh kurang makan sumber makanan yang
biasanya disertai trombositopenia, leucopenia, dan mengandung zat besi, makanan cukup namun yang
dimakan bioavailabilitas besinya rendah sehingga
sumsum tulang yang sangat hiposeluler (Marsh
jumlah zat besi yang diserap kurang, dan makanan
dll:1999). Pada sekitar sepertiga kasus, anemia dipicu
yang dimakan mengandung zat penghambat absorbsi
oleh obat atau zat kimia lain, infeksi, radiasim, besi, (b) Infeksi penyakit; Beberapa infeksi
leukemia, dan gangguan imunologis. penyakit memperbesar resiko menderita anemia pada
Kelainan fungsional mendasar tampaknya adalah umumnya adalah cacing dan malaria.
penurunan mencolok sel induk yang terikat di 2. Sebab Tidak Langsung; Perhatian terhadap
sumsum tulang. Banyak bukti yang menyatakan wanita yang masih rendah di keluarga oleh sebab itu
bahwa penyakit ini diperantarai oleh proses wanita di dalam keluarga masih kurang diperhatikan
imunologis. Pada penyakit yang parah, yang dibandingkan laki-laki. Sebagai contoh: (a) Wanita
didefinisikan sebagai hiposelularitas sumsum tulang mengeluarkan energi lebih banyak di dalam keluarga.
Wanita yang bekerja sesampainya di rumah tidak
yang kurang dari 25 persen, angka kelangsungan
langsung beristirahat karena umumnya mempunyai
hidup 1 tahun hanya 20 persen (Suhemi:2007).
banyak peran, seperti memasak, menyiapkan makan,
Setiap ibu hamil perlu mengatur intake makanan membersihkan rumah dan lain sebagainya, (b)
sesuai program diit ibu hamil yang bertujuan dengan distribusi makan di dalam keluarga umumnya tidak
memberikan makanan yang dapat mencegah dan menguntungkan ibu dimana pada umumnya ibu
memperbaiki keadaan anemia. Diit yang sesuai untuk makan terakhir, sehingga pada keluarga miskin ibu
ibu hamil yaitu harus memenuhi syarat energi sesuai mempunyai resiko lebih tinggi, (c) kurang perhatian
kebutuhan secara bertahap sejumlah 2200 kalori + dan kasih sayang keluarga terhadap wanita, misalnya
300-500 kalori/hari, lemak cukup 53 gr/hari, protein penyakit pada wanita atau penyulit yang terjadi pada
waktu kehamilan dianggap sebagai suatu hal yang
tinggi 75 gram/hari + 8-12 gr/hari diutamakan protein
wajar.
bermutu tinggi, meningkatkan konsumsi makanan
3. Penyebab Mendasar; Anemia gizi lebih sering
sumber pembentukan sel darah merah, serta bentuk terjadi pada kelompok penduduk sebagai berikut: (a).
makanan dan porsi disesuaikan dengan keadaan Pendidikan yang rendah; karena pada umumnya:
kesehatan ibu hamil. (1) kurang memahami kaitan anemia dengan faktor
Cara meningkatkan asupan Fe dan Asam Folat lainnya, (2) kurang mempunyai akses mengenai
yaitu dengan cara mengkosumsi: protein hewani yaitu informasi anemia dan penanggulangannya, (3) kurang
daging, unggas, seafood, telur, susu dan hasil dapat memilih bahan makanan yang bergizi,
olahannya, (2) makanan sumber asam folat antara khususnya yang mengandung zat besi relatif tinggi,
(4) kurang dapat menggunakan pelayanan kesehatan
lain Asparagus, bayam, buncis, hati sapi, kapri,
yang tersedia, (b). Ekonomi yang rendah; karena:
kacang tanah, orange juice, almond, beras
(1) kurang mampu membeli makanan sumber zat besi
merah/tumbuk, kembang kol, telur, selada dan sereal karena harganya relatif mahal, (b) kurang mempunyai
instant, (3) buah berwarna jingga dan merah segar akses terhadap pelayanan kesehatan yang tersedia,
lebih yaitu jeruk, pisang, kiwi, semangka atau nanas; (c). Status sosial wanita yang masih rendah di
(4) makanan fortifikasi seperti susu, keju, es krim, masyarakat; mempunyai beberapa akibat yang
dan makanan berbasis tepung; 5) vitamin C, untuk mempermudah timbulnya anemia gizi. Sebagai
meningkatkan absorbsi Fe; 6) makanan sumber contoh, (1) rata-rata pendidikan wanita lebih rendah
vitamin B seperti daging, ikan, hati, makanan dari laki-laki. Hal ini terjadi karena anggapan bahwa
12
anak perempuan tidak perlu sekolah yang tinggi; (2)
fermentasi, yoghurt, udang dan susu; (7) sayuran
upah tenaga kerja wanita umumnya lebih rendah dari
hijau paling tidak 3 porsi/hari; konsumsi sari buah
laki-laki pada hampir seluruh lapangan kerja, (3)
yang kaya vitamin C minimal 1 gelas/hari. (Desi &
adanya kepercayaan yang merugikan, seperti
Dwi:2009) pantangan makanan tertentu, mengurangi makan
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Timbulnya setelah trimester III agar bayinya kecil, (d) lokasi
Anemia geografis yang buruk; yaitu lokasi yang
Penyebab terjadinya anemia gizi pada berbagai menimbulkan kesulitan dari segi pendidikan dan
kelompok penduduk itu beraneka ragam, yang secara ekonomi, seperti daerah terpencil, dan daerah

Jurnal Ilmiah Widya 7 Volume 3 Nomor 3 Januari - Juli 2016


Intan Parulian Tiurma Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan
Roosleyn., 1 -9 Anemia Pada Kehamilan

endemis dengan penyakit yang memperberat anemia, mengkonsumsi makanan bersama tablet besi.
seperti daerah endemis malaria. Makanan yang kaya akan vitamin C memperbanyak
Menurut Arisman (2004) bahwa nutrisi pada ibu serapan besi, (Brock:2007)
hamil sangat menentukan status kesehatan ibu dan
janinnya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi PENUTUP
status gizi ibu hamil adalah: (1) Keadaan sosial Kesimpulan
ekonomi keluarga ibu hamil; untuk memenuhi gizi 1 . Keluarga dan anggota keluarga yang resiko
diperlukan sumber keuangan yang memadai, (2) menderita anemia harus mendapat makanan yang
Keadaan kesehatan dan gizi ibu; kemampuan cukup bergizi dengan biovallabilita yang cukup.
mengkonsumsi zat gizi berkurang ibu dalam keadaan 2. Pengobatan penyakit infeksi yang memperbesar
sakit sehingga terjadi peningkatan metabolisme resiko anemia.
tubuh. Untuk itu diperlukan asupan yang lebih 3. Penyediaan pelayanan yang mudah dijangkau oleh
banyak, (3) Jarak kelahiran; jika yang dikandung keluarga yang memerlukan, dan tersedianya tablet
tambah darah dalam jumlah yang sesuai.
bukan anak pertama, jarak kelahiran yang pendek
Saran-Saran
mengakibatkan fungsi alat reproduksi masih belum
optimal, (4) Umur kehamilan pertama, umur di atas Penanggulangan anemia gizi hanya dapat
35 tahun merupakan resiko penyulit persalinan dan dilakukan secara tuntas bila penyebab mendasar
terjadinya anemia juga ditanggulangi. Untuk itu perlu
mulai terjadinya penurunan fungsi-fungsi organ
dilakukan upaya sebagai berikut:
reproduksi, (5) Kebiasaan ibu hamil mengkonsumsi
1 . Terhadap penyebab tidak langsung; agar
obat-obatan, alkohol, perokok dan pengguna kopi.
meningkatkan perhatian dan kasih sayang di dalam
Upaya Penanggulangan Anemia keluarga terhadap wanita, terutama terhadap ibu hamil
Upaya-upaya dalam penanggulangan anemia misalnya: (a) Penyediaan makanan yang sesuai dengan
gizi terutama pada wanita hamil telah dilaksanakan kebutuhannya, (b) Mendahulukan ibu hamil pada waktu
oleh pemerintah. Salah satu caranya adalah melalui makan, (c) Perhatian agar pekerjaan fisik disesuaikan
suplementasi tablet besi. Suplementasi tablet besi dengan kondisi wanita/ibu hamil.
dianggap merupakan cara yang efektif karena 2. Terhadap penyebab mendasar; dalam jangka
kandungan besinya padat dan dilengkapi dengan panjang, melalui: (a) meningkatkan pendidikan,
terutama pendidikan wanita, (b) memperbaiki upah,
asam folat yang sekaligus dapat mencegah dan
terutama karyawan rendah, (c) meningkatkan status
menanggulangi anemia akibat kekurangan asam
wanita di masyarakat, (d) memperbaiki lingkungan
folat. Cara ini juga efisien karena tablet besi harganya fisik dan biologis, sehingga mendukung status
relatif murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat kesehatan gizi masyarakat.
kelas bawah serta mudah didapat (Depkes:1996).
Departemen Kesehatan telah melaksanakan DAFTAR PUSTAKA
program penanggulangan Anemia Gizi Besi (AGB) Depkes RI. Survey Demografi Kesehatan Indonesia. Depkes,
dengan membagikan tablet besi atau Tablet Tambah Jakarta. 2002.
Departemen Kesehatan RI, Menuju Sehat 2010. Jakarta,
Darah (TTD) kepada ibu hamil sebanyak 1 tablet 2005. Keputusan Menkes RI Nomor 574/Menkes/SK/IV/2000
setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa Diana. Anemia Pada Ibu Hamil. EGC. Jakarta. 2007
kehamilan (Depkes RI:1995). Agar penyerapan besi Damanik and Novika. Knowledge, attitude, and father's role in
exclusive breastfeeding practice in South Jakarta Area,
dapat maksimal, dianjurkan minum tablet zat besi Indonesia. S. Karger Medical and Scientific Publisher.
dengan air minum yang sudah dimasak. Dengan London 2009
minum tablet Fe, maka tanda-tanda kurang darah Sulistyoningsih, Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Graha
Ilmu. Yogyakarta. 2010
akan menghilang, bila tidak menghilang, berarti yang Tarwoto. Buku Saku Anemia Pada Ibu Hamil, Konsep dan
bersangkutan bukan menderita AGB, tetapi menderita Penatalaksanakannya. Trans Info Media. Jakarta. 2007
Arisman, Gizi Dalam Daur Kehidupan. Buku Kedokteran.
Anemia jenis lain. (Depkes RI:1995)
Jakarta. 2007
Meskipun dibutuhkan gizi yang baik, suplemen DepKes RI. Direktur Jendral Pembinaan Kesehatan Masyarakat,
besi menganggu saluran pencernaan pada sebagian Pedoman Operasional Penanggulangan Anemia Gizi Di
Indonesia. Jakarta. 2004
orang. Efek samping misalnya mual-mual, rasa panas
Sumarno, Prevalensi anemia pada anak 2 4 tahun di DKI
pada perut, diare atau sembelit. Untuk memulihkan Jakarta serta faktor resikonya. Forum penelitian,1 .
efek samping yang tidak menyenangkan, dianjurkan 2007.
Wahyuni,AS. Anemia Defisiensi Besi Pada Balita. Bagian Ilmu
untuk mengurangi setiap dosis besi atau Kesehatan Masyarakat 2004 Digitizet by USU digital
Jurnal Ilmiah Widya 8 Volume 3 Nomor 3 Januari - Juli
2016
Intan Parulian Tiurma Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan
Roosleyn., 1 -9 Anemia Pada Kehamilan

Library. 2007.
WHO, 2004, WHO/CDC expert coansultatation agreeson best
indicators toassess iron deficency a mayorn cause of
anemia
Rosidah,Hanifatul. Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap
Tentang Antenatal Care Dengan Praktik ANC Pada Ibu
Hamil di Wilayah Puskesmas Halmahera. Universitas
Muhammadiyah Semarang. Semarang2009
Waryono. Gizi Reproduksi. Pustaka Rihama. Yogyakarta. 2010
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu kebidanan. Yayasan Bina Pustaka.
Jakarta. 2005
Desi & Dwi, Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Nuha Medika.
Yogyakarta. 2009
Kardjati & Alisahbana, Askep Kesehatan dan Gizi Anak Balita.
Yayasan Obor]Indonesia. Jakarta. 2003
http://ammirudin. wordpress. com/2008/01/24/anemia-pada-ibu-
hamil/trackback/. Download 10 April 2011.
Sylvia Anderson Price & Lorraine M. Wilson Patofisiologi : Konsep
Klinis Proses - Proses Ppenyakit Edisi 6, EGC
Jakarta. 2006

Jurnal Ilmiah Widya 9 Volume 3 Nomor 3 Januari - Juli 2016