You are on page 1of 7

PERTUMBUHAN Trichoderma harzianum PADA MEDIUM

YANG MENGANDUNG XILAN

Priyo Wahyudi1), Untung Suwahyono1) & Sri Mulyati2)


1) Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi
Gedung BPPT 2 Lt. 15, Jl. MH Thamrin 8 Jakarta
2) Universitas Negeri Jakarta

Abstract
Xylan is one of the most important components of hemicellulose. Which could be enzimatically hydrolized by
xylanolytic enzymes. One of the xylanase producing fungi is Trichoderma harzianum. Which growth in a
medium requires sufficient nutrient, such as Carbon, Nitrogen, micro-elements and vitamins. Xylan as
polysaccharide could be used as Carbon source in a growth medium of T. harzianum. The purpose of this
experiment is to assess the growth ability of T. harzianum in a medium with xylan as a sole Carbon source.
Three media are tested in this experiment, i.e. Medium I (modification medium of Nakamura, 1993), Medium II
(modification medium of Tripanji & Siswanto, 1999) and Medium III (modification medium of Yabuki, 1989).
The result shows that the best growth of T. harzianum is obtained in Medium III, followed by Medium II and
then Medium I. The best medium pH is neutral ( 7) to mild acidic (6,2).

Key words: Xylan, Carbon source, T. harzianum, xylanase, Medium


dalam pulp oleh enzim hemiselulase terutama
xilanase, dapat meningkatkan kemampuan
PENDAHULUAN ekstraksi lignin dari pulp kraft dalam rangkaian
Xilan adalah komponen penting pemutihan berikutnya. Sehingga xilan dapat
hemiselulosa dan bersama selulosa merupakan dipindahkan dan bagian lignin akan dikeluarkan
polisakarida terbaharui yang berlimpah di alam. pada proses pemutihan tersebut (6).
Xilan merupakan komponen utama dari hemiselulosa Sejumlah xilanase telah diisolasi dari
yang berikatan secara kovalen dan non kovalen bermacam-macam fungi dan bakteri terutama
dengan selulosa, lignin, pektin dan polisakarida lain Bacillus sp. (7). Spesies Trichoderma harzianum,
(1)
untuk menyusun dinding sel tanaman . Xilan Trichoderma koningii, Trichoderma lignorum,
disusun oleh unit-unit kerangka utama ikatan -1,4- Trichoderma viride, Trichoderma longibrachium
D-xilopiranosa dengan rantai samping yang pendek dan Trichoderma pseudokoningii merupakan jenis
dari arabinofuranosa, asam glukuronat, asam metil kapang yang menghasilkan xilanase (3).
glukuronat dan asetil (Gambar 1). Xilan dapat Kapang dari genus Trichoderma dikenal
dihidrolisis dengan bantuan enzim (2). mampu merombak bermacam-macam polisakarida
Endo- -1,4-xilanase atau disebut xilanase (selulosa, hemiselulosa, dll.). Sumber karbon yang
adalah enzim penghidrolisis xilan yang utama. dapat digunakan Trichoderma antara lain D-
Enzim ini menghidrolisis bagian kerangka utama glukosa, D-galaktosa, D-fruktosa, D-mannosa,
xilan yang tidak tersubstitusi yaitu pada ikatan -1,4- selobiosa, trihalosa, D-xilosa, L-arabinosa, D-
D-xilopiranosil (3). Xilanase memiliki nilai komersial manitol, D-arabitol, gliserol, salisin eskulin,
yang tinggi dalam bidang industri. Xilanase dapat arbutin, gliserol -1-manoasetat, B-metilD-
diaplikasikan dalam berbagai bidang industri seperti glukosida dan N-asetilB-D-glukosamin. Namun
industri pemutihan kertas dan tekstil, pembuatan roti, demikian sumber karbon terbaik adalah glukosa,
pembuatan bir dan jus buah. Industri pulp kertas dan manosa, galaktosa, xilosa, trihalosa dan selobiosa
(8)
tekstil merupakan industri yang paling banyak .
membutuhkan enzim xilanase. Enzim xilanase Trichoderma harzianum adalah kapang
berperan dalam mengurangi jumlah klorin yang yang memiliki distribusi yang luas dan
digunakan pada proses pemutihan atau bleaching mempunyai tingkat pertumbuhan yang cukup
(4,5)
. cepat, konidia yang dihasilkan berlimpah, yang
Penambahan enzim pada proses bleaching mampu bertahan pada kondisi yang kurang
berperan dalam mendegradasi xilan yang merupakan menguntungkan (9). Galur Trichoderma bukan
jembatan pengikat lignin dan selulosa sehingga hanya penghasil terbaik dari enzim selulase, tetapi
mengurangi pemakaian klorin dalam mengekstraksi penghasil enzim hemiselulose yang efisien dan
lignin. Akibatnya, pencemaran lingkungan yang juga diketahui menghasilkan semua enzim
ditimbulkan sebagai efek samping penggunaan xilanolitik (3).
(1)
klorin, dapat dikurangi . Prinsip dasar penggunaan Pertumbuhan T. harzianum pada media
enzim dalam pemutihan yaitu hidrolisis hemiselulosa pertumbuhan memerlukan syarat-syarat antara lain

1
tersedianya sumber nutrisi yang mencukupi. Nutrisi
tersebut dapat sebagai sumber karbon, nitrogen dan
faktor pertumbuhan yaitu vitamin dan mineral- Pembuatan Media. Media yang digunakan pada
mineral. Xilan adalah polisakarida yang dapat penelitian ini adalah Media I, II dan III:
dijasikan sebagai sumber karbon. Agar dapat Media I (10) dengan komposisi: 0,1 g ekstrak
dimanfaatkan oleh T. harzianum maka xilan harus khamir, 0,2 g KH2PO4.7H2O, 1 g xilan dan 4
dihidrolisis terlebih dahulu. Untuk menghidrolisis g agar, dalam 200 ml akuades dengan pH 7
xilan diperlukan enzim xilanolitik diantaranya dan 8.
xilanase. Media II (11) dengan komposisi: 0,188 g
(NH4)2SO4, 1,4 g KH2PO4, 0,5014 g
TUJUAN Na2HPO4.H2O, 0,3 g MgSO4.7H2O, 0,82 mg
Pada penelitian ini hanya dibatasi untuk CaCI2, 0,02 mg ZnSO4.7H2O, 1 g xilan dan 4
mengetahui apakah T. harzianum dapat tumbuh pada g agar, dalam 200 ml akuades dengan pH 7
media yang mengandung xilan? Pertumbuhan T. dan 4,5.
harzianum pada media mengandung xilan, dapat Media III (12) dengan komposisi: 0,2 g ekstrak
menandakan bahwa kapang tersebut menghasilkan khamir, 1 g xilan, 0,2 g pepton, 0,2 g
enzim xilanase. Enzim xilanase diproduksi oleh T. glukosa, 0,2 g KH2PO4, 0,1 g MgSO4. 7H2O
harzianum untuk merombak xilan menjadi senyawa- dan 4 g agar, dalam 200 ml akuades dengan
senyawa yang dibutuhkan untuk metabolisme. pH media 7 dan 6,2.
Diharapkan dari penelitian ini dapat Media disterilisasi dengan autoklaf pada suhu
memberikan informasi tentang kemampuan 121oC, tekanan 2 atmosfir selama 15 menit.
pertumbuhan T. harzianum pada media yang
mengandung xilan, dan sebagai dasar informasi Penumbuhan T. harzianum pada media yang
untuk penelitian lebih lanjut mengenai enzim yang mengandung xilan. Media I, II dan III yang
dihasilkan oleh T. harzianum dibuat dalam media agar cawan dengan masing-
masing pH berbeda berkisar antara 4,5 8
BAHAN DAN METODE diinokulasi dengan satu ose konidia T. harzianum.
Inkubasi dilakukan dalam inkubator pada suhu
Mikroorganisme. Isolat T. harzianum A, B dan C 30oC selama 3 x 24 jam. Setelah waktu inkubasi 3
merupakan koleksi BPPT Culture Collection yang hari dilakukan pengamatan dan pengambilan data
diisolasi dari tanah pertanian di Bogor dan Serpong. pertumbuhan T. harzianum pada media yang
mengandung xilan. Data yang diamati meliputi:
Bahan. Media Potato Dextrose Agar (PDA), yeast warna, bentuk dan diameter koloni.
ekstrak, Xilan, Agar, KH2PO4.7H2O, (NH4)2SO4,
Na2HPO4.H2O, MgSO4.7H2O, glukosa, K2HPO4, HASIL DAN PEMBAHASAN
CaCI2, ZnSO4.7H2O, Pepton, HCl 1M, NaOH 1M, Data yang diperoleh dari percobaan ini
alkohol dan aquadest. disajikan pada Tabel 1 dan 2. Pengamatan
pertumbuhan T. harzianum pada medium yang
Disain Penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan mengandung xilan (Medium I, II dan III)
metode eksperimental yang bersifat eksploratif. dilakukan setelah inkubasi pada suhu 30oC selama
Adapun media yang digunakan yaitu media 3 hari.
modifikasi I, II dan III dengan pH netral (7) dan pH Secara umum, pertumbuhan T. harzianum
berbeda. Isolat T. harzianum yang digunakan berasal pada media I tidak sebaik pada media II dan III.
dari BPPT CC yaitu A, B, dan C. Ulangan yang Sumber nutrisi media I yaitu ekstrak khamir
dilakukan sebanyak 2 kali untuk masing-masing sebagai sumber N, xilan sebagai sumber C dan
media. KH2PO4 sebagai sumber mineral berupa kalium
dan fosfat. Sumber nutrisi yang hanya terdiri dari
Cara Kerja ekstrak khamir dan xilan sebagai sumber energi
Peremajaan Kultur. Isolat T. harzianum A untuk metabolisme, serta KH2PO4 sebagai mineral
diinokulasikan satu ose dan diletakkan di tengah- dapat menjadi penyebab terjadinya pertumbuhan
tengah media pada cawan petri. Hal yang sama T. harzianum pada media ini tidak sebaik media
dilakukan untuk isolat T. harzianum B dan C, lain. Pertumbuhan pada pH 7 terlihat lebih baik
kemudian diinkubasi dalam inkubator. Dilakukan dibandingkan pH 8 (basa).
ulangan sebanyak dua kali.

2
Tabel 1. Pertumbuhan Isolat T. harzianum pada media Xilan

ISOLAT MEDIA MODIFIKASI


T.harzianum I II III
pH 7 pH8 pH7 pH 4,5 PH 7 pH 6,2
A ++ ++ ++ +++ +++ +++ ++++ ++++ ++++ +++ ++++ ++++
B ++ +++ +++ +++ ++++ ++++ ++++ ++++ +++ ++++ ++++ ++++
C ++ ++ ++ +++ ++++ ++++ ++++ ++++ ++++ ++++ ++++ ++++
Keterangan :
(++++) pertumbuhan T. harzianum baik sekali dengan diameter koloni dari 8-9 cm
(+++) pertumbuhan T. harzianum baik dengan diameter koloni dari 7-7,5 cm
(++) pertumbuhan T. harzianum baik dengan diameter koloni dari 5-6 cm

Tabel 2. Diameter pertumbuhan T. harzianum dan ciri-ciri pertumbuhan

Media Diameter Keterangan


(cm)
I
A1 pH = 7 6 Pertumbuhan koloni sirkuler membentuk filamen-filamen bagian dalam
A2 pH = 7 6 berwarna hijau dan bagian terluar berwarna putih
A1 pH = 8 7,5
A2 pH = 8 7,5
B1 pH = 7 5 Pertumbuhan koloni sirkuler membentuk filamen-filamen bagian dalam
B2 pH = 7 7 berwarna hijau tua, bagian tengah hijau dan bagian terluar berwarna
B1 pH = 8 7,5 putih
B2 pH = 8 7
C1 pH = 7 6 Pertumbuhan koloni sirkuler membentuk filamen-filamen koloni bagian
C2 pH = 7 6 dalam berwarna hijau tua, bagian tengah hijau dan bagian terluar
C1 pH = 8 7,5 berwarna putih
C2 pH = 8 6
II
A1 pH = 7 6 Pertumbuhan sirkuler bagian dalam hijau tua, bagian tengah hijau dan
terluar putih
A2 pH = 7 6 Pertumbuhan sirkuler, bagian tengah putih kehijauan seperti kapas dan
bagian luar hijau tua
A1 pH = 4,5 8,5 Pertumbuhan menyebar membentuk titik-titik di bagian tengah dan di
bagian pinggir membentuk lingkaran berwarna hijau tua
A2 pH = 4,5 8,5 Pertumbuhan sirkuler, berwarna kuning seperti buluh kapas
B1 pH = 7 8,5 Pertumbuhan sirkuler, bagian tengah berwarna hijau muda dan bagian
B2 p H = 7 8,3 terluar putih bagian tengah berbuluh (transparan).
B1 pH = 4,5 9 Pertumbuhan menyebar membentuk titik-titik. Pada
B2 PH = 4,5 8 Bagian tengah jarang ada buluh-buluh.
C1 pH = 7 8,8 Pertumbuhan sirkuler, daerah tengah berwarna kuning kehijauan, terang
C2 pH = 7 8,4 dengan serabut-serabut hijau kekuningan daerah tepi padat berwarna
hijau tua
C1 pH = 4,5 8,3 Pertumbuhan sirkuler menyebar rata berwarna hijau kekuningan hingga
kuning
C2 pH = 4,5 8,3 Pertumbuhan menyebar membentuk titik-titik di tengah dan jarang,
bagian tepi berwarna hijau tua.
III
A1 pH = 7 8 Pertumbuhan sirkuler membentuk filamen-filamen
A2 pH = 7 8 Bagian tengah berwarna kuning kehijauan, bagian
A1 pH = 8 8 tepi berwarna hijau tua
A2 pH = 8 8
B1 pH = 7 7,5 Pertumbuhan sirkuler membentuk filamen-filamen bagian tengah
B2 pH = 7 8 berwarna kuning kehijauan, bagian tepi berwarna hijau tua
B1 pH = 8 8,3

3
B2 pH = 8 7,5
C1 pH = 7 8 Pertumbuhan sirkuler ada bagian yang berwarna
C2 pH = 7 8,1 putih dan hijau tua
C1pH = 8 8
C2 pH = 8 8,7

Ket : Pengamatan dilakukan setelah inkubasi 3 x 24 jam


Pada media II pH = 4,5 media kurang padat (lembek)

Trichoderma menunjukkan pertumbuhan Sedangkan xilan harus dihidrolisis oleh enzim-


yang lebih cocok pada kondisi asam (8) dan kapang enzim xilanolitik. Untuk memecah xilan secara
pada umumnya akan menunjukkan pertumbuhan sempurna diperlukan enzim-enzim sehingga
terbaik pada kondisi asam atau pH rendah (13). dihasilkan monosakarida yaitu xilosa (2). Xilosa
Faktor nutrisi dan pH yang basa memungkinkan dapat digunakan untuk proses metabolisme sebagai
pertumbuhan T. harzianum tidak sebaik pada media sumber C dan dapat dihasilkan energi (14). Proses
II dan III. Pertumbuhan T. harzianum pada media I metabolisme untuk menghasilkan energi dapat
dapat dilihat pada gambar 2. berupa jalur glikolisis. Metabolisme polisakarida
Pertumbuhan T. harzianum pada media II dapat dilihat pada gambar 4.
lebih baik dibandingkan pada media I. Sumber Sumber Nitrogen dari media I, II dan III
nutrisi media II yaitu xilan sebagai sumber C, yaitu yeast ekstrak, (NH4)2SO4 dan pepton. Yeast
(NH4)2SO4 sebagai sumber N dan sumber sulfur. ekstrak adalah ekstrak dari sel khamir mengandung
Mineral-mineral yang terkandung antara lain: sumber vitaminB, dan (NH4)2SO4 adalah amonium
kalium, natrium, magnesium, kalsium, seng, fosfat yang merupakan sumber nitrogen juga. Sumber N
dan sulfat dengan pH media yaitu 7 dan 4,4. tersebut digunakan dalam metabolisme untuk
Adanya sumber C, sumber N dan banyak mineral menghasilkan energi dan untuk proses biosintesis
serta kondisi media yang asam dapat menyebabkan asam amino yang dibutuhkan untuk pertumbuhan T.
pertumbuhan T. harzianum lebih baik dibandingkan harzianum. Metabolisme nitrogen yang berupa
media I. Pertumbuhan pada media dengan pH 7 asam amino dapat berupa reaksi transaminasi dan
lebih baik dibandingkan pH 4,2. Berarti pH 4,2 deaminasi. Transaminasi adalah reaksi pemindahan
terlalu asam untuk T. harzianum. Keadaan media gugus NH2 sedangkan deaminasi adalah
pada media II yaitu lembek ini dimungkinkan pembebasan gugus amino menjadi amonia Kondisi
karena pH asam dan banyaknya garam mineral pH terbaik untuk pertumbuhan T. harzianum adalah
yang menyebabkan agar tidak padat. Keadaan pH netral dan sedikit asam. Hal ini terlihat dari
tersebut menyebabkan pertumbuhan koloni T. pertumbuhan T. harzianum yang menunjukkan
harzianum tidak sirkuler tetapi menyebar pertumbuhan terbaik pada pH 6,2 dan 7 sesuai
membentuk titik-titik. Pertumbuhan T. harzianum dengan hasil penelitian ini.
pada media II dapat dilihat pada gambar 2.
Pertumbuhan T. harzianum pada media III KESIMPULAN
paling baik, dimana terdapat pertumbuhan yang
sirkuler membentuk filamen dan rapat. Komposisi Trichoderma harzianum dapat tumbuh
media III yaitu terdapat sumber C berupa glukosa baik pada media yang mengandung xilan. Dengan
dan xilan, sebagai sumber N adalah pepton dan pertumbuhan terbaik pada media III (Media
ekstrak khamir, dan K2HPO4 sumber mineral. T. modifikasi Yabuki). Kondisi pH yang sesuai untuk
harzianum dapat memanfaatkan sumber energi pertumbuhan T. harzianum adalah pH netral (7) dan
tersebut untuk pertumbuhan sehingga dapat sedikit asam (6,2).
mencapai pertumbuhan koloni yang paling baik
dibandingkan pada media lain. Disamping itu, pH DAFTAR PUSTAKA
netral dan 6,2 (sedikit asam) juga membantu 1. Utari, E. Produksi dan karakteristik ensim
memaksimalkan pertumbuhan T. harzianum pH xilanase bakteri termofilik Bacillus sp. M. 35.
media 6,2 menunjukkan pertumbuhan lebih baik Tesis. IPB, Bogor; 2001.
dibandingkan pH 7. Pertumbuhan T. harzianum 2. Degrasi, G, B.C. Okeke, Bruschii, C.V. &
pada media III dapat dilihat pada gambar 3. Venturi, V. Purification and Characterization
Sumber karbon utama dari media I, II of an Acetyl Xylan Esterase from Bacillus
adalah xilan dan media III, yaitu glukosa dan xilan. pumilus. Appl. & Env. Microbiol. 1998; 64 :
Glukosa dapat langsung digunakan oleh T. 789-92
harzianum dapat proses metabolisme untuk 3. Biely, P & Tenkanen, N. Enzimology of
menghasilkan energi bagi pertumbuhan-nya. Hemicellulose Degradation. In: Harman, G.E

4
& C.P Kubicek (eds). 1998. Trichoderma and 8. Klein, D. & Eveleigh., D.E. Ecology of
Gliocladium Vol. 2. Enzymes, Biological Trichoderma. In: Harman, G.E & Kubicek,
Control and Commercial Application. Taylor C.P. (eds). 1998. Trichoderma and
& Francis Ltd. London.; 1998: 25 - 47. Gliocladium Vol. 1. Basic Biology, Taksonomy
4. Marques, S, L. Alves, S. Ribeuro, Girio & & Genetics. Taylor & Prancis Ltd. London;
Amaral-Collaco, M.T. Characterization of a 1998: 57-69.
Thermostable and Alkalotolerant Xylanase 9. Suwahyono, U & Wahyudi, P. Trichoderma
from a Bacillus sp. Appl. Biochem & harzianum dan Aplikasinya. Direktorat
Biotechnol. 1998; 73:159 - 72 Teknologi Bioindustri BPPT. Jakarta; 2000.
5. Cortez, E.V, A. Pessoa, Jr & Assis, A.N. 10. Nakamura, S., Wakabayashi, K., Nakai, R.
Xylanase Recovery by Ethanol and Na 2SO4 Aono, R. & Horikoshi, K. Purification and
Precipitation. Appl. Boichem. & Biotechnol. some properties of an Alkaline Xylanase from
1998; 70-72 : 660 66. Alkaliphilic Bacillus sp. Strain 41 M-1. Appl.
6. Buchert, J, Oksanen, T., Pere,J., Siika-Aho, Environ. Microbiol. 1993; 59 (7): 2311-16
M., Suurnakki, A. & Viikari, L.. Application 11. Tripanji & Siswanto. Production of chitinase
of T. reesei enzymes in The Pulp and Paper and cellulase from Trichoderma harzianum
Industri. In: Harman, G.E & Kubicek, C.P. Cocoa sweating as a culture medium.
(eds). 1998. Trichoderma and Gliocladium Vol. Prosiding Seminar Kimia II. UGM,
2. Enzymes, Biologycal Control and Yogyakarta; 1999.
Commercial Application. Taylor & Francis 12. Yabuki, M. Characterization of Chitosanase
Ltd. London. 1998: 343 - 63. produced by Baccilius circulans MH-KI.
7. Breccia, J.D, Torto, N. Gorton, L.,Sineriz, F. Elsevier applied science, London & New York;
& Hatti Kaul, R. Specifity and Mode of 1989.
action of Thermostable Xylanase from Bacillus 13. Fardiaz, S. Mikrobiologi Pangan. Gramedia
amyloliquefaciens on line Monitoring of Pustaka Utama. Jakarta; 1992.
Hydrolysis Products. Appl. Biochem & 14. Atlas, R.M. Principles of Microbiology. WmC.
Biotechnol. 1998; 69: 31-39. Brown Publishers. Iowa; 1997.
.

5
H H H H
O O O
O H H H H O

O H O H O
O
H
OAc H OH H OH H
H
H

H OH H H OH
H OH
O

H COOH
O O
H O
H

OH H
OH
CH3O H
HOH2C
H
H OH
H

Gambar 1. Struktur xilan (1).

Gambar 2. Pertumbuhan T. harzianum pada Media I dan II

6
Gambar 3. Pertumbuhan T. harzianum pada Media III

D-Glukosa
Xilan
Glikogen, pati

Hexokinase + ATP D - Xilosa


Atau PEP : PTS Glukosa 1 fosfat

D-Fruktosa Hexokinase + ATP


Fruktosa 6 fosfat Atau PEP : PTS

Hexokinase + ATP
Atau PEP : PTS Fruktosa 1,6 bis - fosfat

Dihidroksin
Gliseraldehid 3 - fosfat aseton

Glikogen, pati

1,3 bis - fosfogliserat

3 - fosfogliserat

2 = fosfogliserat

2 fosfoenol piruvat

piruvat

Gambar 4. Metabolisme polisakarida selain glukosa ( 14 ).