You are on page 1of 14

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan.
Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-
fakultas MIPA, Biologi, dan Geografi. Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-
ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat
penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research), sedangkan
penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan.
Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan
ilmu dasar (misal: fisika). Oleh para perancang teknik, misalnya, ilmu terapan dan ilmu dasar
dimanfaatkan untuk membuat rancangan keteknikan (misal: rancangan bangunan). Tentu
saja, dalam merancang, para ahli teknik bangunan tersebut juga mempertimbangkan hal-hal
lain, misalnya: keindahan, biaya, dan sentuhan budaya. Catatan: Suriasumantri (1978: 29)
menamakan penelitian dasar tersebut di atas sebagai “penelitian murni” (penelitian yang
berkaitan dengan “ilmu murni”, contohnya: Fisika teori).
Pada perkembangan keilmuan terbaru, sering sulit mengkatagorikan dan mengertikan apa
itu ilmu secara luas, oleh karena itu disini penulis akan membahas tentang lebih lanjut
mengenai ilmu pengetahuan, batasan ilmu pengetahuan, ciri-ciri ilmu pengetahuan, metode
keilmuan, dan konsep dalam kegiatan keilmuan.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan ?
2. Bagaimanakah batasan ilmu pengetahuan ?
3. Apakah ciri-ciri dari ilmu pengetahuan ?
4. Apakah metode keilmuan tersebut ?
5. Bagaimanakah konsep dalam kegiatan keilmuan ?
1.3 Tujuan
1. Agar dapat mengetahui apa itu ilmu pengetahuan.
2. Agar dapat mengetahui batasan ilmu pengetahuan.
3. Agar dapat mengetahui bagaimana ciri-ciri dari ilmu pengetahuan.
4. Agar mengetahui metode dari keilmuan.
5. Agar mengetahui bagaimana konsep dalam kegiatan keilmuan.
II. PEMBAHASAN

2.1 Definisi Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa Inggris sciene, yang berasal dari bahasa latin
scientia dari bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari, mengetahui. Pertumbuhan

1 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i

Ilmu pengetahuan dimengerti sebagai pengetahuan yang diatur secara sistematis dan langkah-langkah pencapaianya dipertanggungjawabkan secara teoretis. dalam kata lain dapat kita ketahui definisi arti ilmu yaitu sesuatu yang didapat dari kegiatan membaca dan memahami benda-benda maupun peristiwa. Ilmu adalah sesuatu yang membedakan kita dengan makluk tuhan lainya seperti tumbuhan dan hewan. dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.selanjutnya pengertian ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia. Berkley. yaitu masalah (problem). dimana ilmu merupakan kefahaman yang sistematik dan diusahakan secara sedar. Sehingga timbul faham atau aliran yang disebut empirisme dan rasionalisme. Aliran empirisme yaitu faham yang menyusun teorinya berdasarkan pada empiris atau pengalaman. membuat. sikap (attitude). metode (method) . Metode yang digunakan aliran emperisme adalah induksi. menciptakan sesuatu yang membawa perbedaan yang lebih baik bagi kehidupan manusia.aktivitas (activity). Pengertian ilmu pengetahuan adalah sebuah sarana atau definisi tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia sebagai usaha untuk mengetahui dan mengingat tentang sesuatu. Immanuel Kant adalah tokoh yang mensintesakan faham empirisme dan rasionalisme. John Locke (1632-1704). The Liang Gie (1987) (dalam Surajiyo. Sedang rasionalisme menyusun teorinya berdasarkan ratio. sedang rasionalisme menggunakan metode deduksi. Dengan ilmu kita dapat melakukan. Adapun menurut Bahm (dalam Koento Wibisono. Tokoh-tokoh aliran ini misalya Spinoza. 2010) memberikan pengertian ilmu adalah rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya. 2 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . Pada umumnya. Rene Descartes. Tokoh-tokoh aliran ini misalnya David Hume (1711-1776). dan pengaruh (effects). ilmu mempunyai potensi untuk dimanfaatkan demi kebaikan manusia. Sumber ilmu pengetahuan diperoleh dari pengalaman (emperi) dan dari akal (ratio). kesimpulan (conclution). Ilmu (Knowledge) merujuk kepada kefahaman manusia terhadap sesuatu perkara.1997) definisi ilmu pengetahuan melibatkan paling tidak enam macam komponen.

Yang dapat kita ketahui atau dengan kata lain dapat kita tangkap dengan panca indera adalah hal-hal yang berada di dalam ruang dan waktu. pengetahuan tidak sampai disitu saja tetapi harus lebih dari sekedar yang dapat ditangkap panca indera. Apa yang dapat kita tangkap dengan panca indera itu adalah penting.3 Batasan Ilmu Pengetahuan Menurut Immanuel Kant apa yang dapat kita tangkap dengan panca indera itu hanya terbatas pada gejala atau fenomena. Immanuel Kant 2. sedang substansi yang ada di dalamnya tidak dapat kita tangkap dengan panca indera disebut nomenon. Yang berada di luar ruang dan waktu adalah di 3 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . David Hume. John Locke . dan George Berkeley Gambar 2. Gambar 1.

pernyataan/susunan ilmu tidak kontradiksi dengan kenyataan. 4. suatu kesimpulan dalam ilmu dapat berlaku umum. baik secara internal maupun eksternal. Valid. kemampuan berpikirnya. 2. yang tidak dapat kita tangkap dengan panca indera. Filsafat Ilmu Pengetahuan merupakan cabang filsafat yang menelaah baik ciri-ciri ilmu pengetahuan ilmiah maupun cara-cara memperoleh ilmu pengetahuan ilmiah. 2. luar jangkauan panca indera kita. dapat diamati dan tidak berdasarkan pada emosional subyektif. data yang tersusun dan memiliki hubungan ketergantungan dan teratur. produk dan cara-cara memperoleh ilmu dilakukan melalui alat ukur dengan tingkat keabsahan (validitas) yang tinggi. Reliable. ilmu berdasarkan hal-hal yang obyektif. itu terdiri dari 3 (tiga) ide regulatif: 1) ide kosmologis yaitu tentang semesta alam (kosmos). 6. emosinya. pengetahuan diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan. 4. Objektif. Sistematis. Dapat melakukan prediksi. Empiris. dan 7. Memiliki generalisasi. yang tidak dapat kita jangkau dengan panca indera. mengetengahkan sifat atau ciri-ciri ilmu sebagai berikut : 1. dan 5. Koheren. Atau dapat dikatakan 4 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . Ilmu pengetahuan ilmiah bersifat sistematis artinya ilmu pengetahuan ilmiah dalam upaya menjelaskan setiap gejala selalu berlandaskan suatu teori. Akurat. benar-benar bukan dari individu atau prasangka seseorang. 3. diantaranya menurut The Liang Gie menyatakan bahwa ciri-ciri ilmu pengetahuan antara lain : 1. 3) ide teologis yaitu tentang Tuhan Sang Pencipta Semesta Alam. 2. Sementara itu. Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan Ilmiah adalah sebagai berikut : 1 Sistematis. Analitis. 2) ide psikologis yaitu tentang psiche atau jiwa manusia.3 Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan Ada beberapa pandangan mengenai ciri-ciri ilmu pengetahuan. produk dan cara-cara memperoleh ilmu dilakukan melalui alat ukur dengan tingkat kerendahan (reabilitas) tinggi. penarikan kesimpulan memiliki keakuratan (akurasi) yang tinggi. 5. Verifikatif. yang dapat kita tangkap dengan panca indera kita adalah manifestasinya misalnya perilakunya. ilmu dapat memberikan daya prediksi atas kemungkinan- kemungkinan suatu hal. 3. obyektif. dan lain-lain.

statistik Hasil observasi (konsep ilmiah) Persepsi sehari-hari (bahasa sehari-hari) Gambar 3.nomologis induktif . Tetapi teori itu sendiri bersifat abstrak dan merupakan puncak piramida dari susunan tahap-tahap proses mulai dari persepsi sehari-hari/ bahasa sehari-hari. b Observasi (konsep ilmiah). bahwa teori dipergunakan sebagai sarana untuk menjelaskan gejala dari kehidupan sehari-hari. Pascasarjana Universitas Indonesia. H. Piramida Ilmu Pengetahuan Ilmiah Sumber: Noerhadi T. (1998) Diktat Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan. hukum dan puncaknya adalah teori. yaitu: 1) definisi sejati. Terdapat 2 (dua) jenis definisi. Dari persepsi sehari-hari terhadap fenomena atau fakta yang biasanya disampaikan dalam bahasa sehari-hari diobservasi agar dihasilkan makna. Dari observasi ini akan dihasilkan konsep ilmiah. 5 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . Dalam menyusun definisi perlu diperhatikan bahwa dalam definisi tidak boleh terdapat kata yang didefinisikan. Ciri-ciri yang sistematis dari ilmu pengetahuan ilmiah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Teori Hukum Hipotesa deduktif . hipotesis. 2) definisi nir-sejati. Untuk memperoleh konsep ilmiah atau menyusun konsep ilmiah perlu ada definisi. a Persepsi sehari-hari (bahasa sehari-hari). observasi/konsep ilmiah.

Definisi ini memiliki kekurangan karena seringkali apa yang didefinisikan terdapat atau disebut dalam definisi. Definisi ini dapat ditemukan dalam kamus. 4 Definisi Teoritis. Contoh: Ini gunting. yaitu : 1 Definisi Ostensif. Definisi nir-sejati dibedakan menjadi 2 (dua). sehingga terjadi pengulangan. Definisi ini disusun berkaitan dengan tujuan tertentu. Dalam definisi ini terkandung anjuran agar orang melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Definisi ini biasanya berkaitan dengan pengukuran (assessment) yang banyak dipergunakan oleh ilmu pengetahuan ilmiah. si B disebut sebagai Pihak Kedua. Benar atau salah tidak menjadi masalah. Definisi yang mengandung pada anjuran (persuasif). Definisi ini menjelaskan sesuatu dengan menunjuk barangnya. Definisi sejati dapat diklasifikasikan dalam : 1 Definisi Leksikal. Dengan demikian tidak dapat dinyatakan apakah definisi tersebut benar atau salah. lalu menggunakan teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud. 3 Definisi Operasional. yang biasanya bersifat deskriptif. tetapi yang penting adalah konsisten (taat asas). Contoh adalah pernyataan dalam Akta Notaris: Dalam Perjanjian ini si A disebut sebagai Pihak Pertama. Contoh: ”Membunuh adalah tindakan menghabisi nyawa secara tidak terpuji”. 2 Definisi Stipulatif. 2 Definisi Persuasif. Contoh: ”Yang dimaksud inteligensi dalam penelitian ini adalah kemampuan seseorang yang dinyatakan dengan skor tes inteligensi”. 6 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . Contoh: Untuk mendefinisikan Superego. Definisi ini menjelaskan sesuatu fakta atau fenomena atau istilah berdasarkan teori tertentu.

Atau mulai teori umum menuju fenomena/gejala konkret. b Sistem empiris Sistem ini berusaha membuktikan kebenaran suatu teori mulai dari gejala/ fenomena khusus menuju rumus umum atau teori. Proposisi yang perlu diuji kebenarannya disebut hipotesis. 2 Dapat dipertanggungjawabkan. d Hukum Hipotesis yang sudah diuji kebenarannya disebut dalil atau hukum. yaitu : a Sistem axiomatis Sistem ini berusaha membuktikan kebenaran suatu fenomena atau gejala sehari-hari mulai dari kaidah atau rumus umum menuju rumus khusus atau konkret. Umumnya yang menggunakan metode ini adalah ilmu pengetahuan alam dan sosial. e Teori Keseluruhan dalil-dalil atau hukum-hukum yang tidak bertentangan satu sama lain serta dapat menjelaskan fenomena disebut teori. karena tidak baik (berdosa menurut Agama apapun). c Hipotesis Dari konsep ilmiah yang merupakan pernyataan-pernyataan yang mengandung informasi. Cara ini disebut deduktif-nomologis. Jadi bersifat induktif dan untuk menghasilkan rumus umum digunakan alat bantu statistik. Dalam definisi tersebut secara implisit terkandung anjuran agar orang tidak membunuh. c Sistem semantik/linguistik 7 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . 2 (dua) pernyataan digabung menjadi proposisi. Ilmu pengetahuan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan melalui 3 (tiga) macam sistem. Umumnya yang menggunakan metode ini adalah ilmu-ilmu formal. misalnya matematika.

penarikan deduksi dari hipotesis. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali. Metode ilmiah merupakan ekspresi tentang cara bekerja pikiran yang diharapkan mempunyai karakteristik tertentu berupa sifat rasional dan teruji sehingga ilmu yang dihasilkan bisa diandalkan. melalui. Kata methodos berarti: penelitian. Dalam hal ini metode ilmiah mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif dalam membangun pengetahuan. dapat dikatakan bahwa metode keilmuan adalah satu cara dalam memperoleh pengetahuan. arah). metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. uraian ilmiah. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. bukan milik perorangan (subjektif) tetapi merupakan konsensus antar subjek (pelaku) kegiatan ilmiah. hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Metode ini merupakan kombinasi antara rasionalisme dan empirisme. Secara sederhana. yaitu cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. 3 Objektif atau intersubjektif Ilmu pengetahuan ilmiah itu harus ditopang oleh komunitas ilmiah. Dalam metode ini. sambungan kata depan meta (menuju. tes dan pengujian kebenaran (verifikasi) dari hipotesa. dimana ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh lewat metode ilmiah. cara. Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Dengan kata lain ilmu pengetahuan ilmiah itu harus ditopang oleh komunitas ilmiah. Dalam sistem ini kebenaran didapatkan dengan cara menyusun proposisi- proposisi secara ketat. 2. 8 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . Umumnya yang menggunakan metode ini adalah ilmu bahasa (linguistik). mengikuti) dan kata benda hodos (jalan.4 Metoda Keilmuan Kata metode berasal dari kata Yunani methodos. para ilmuwan memulai dari kerangka dasar yakni. Ilmu pengetahuan ilmiah itu bersifat mandiri atau milik orang banyak (intersubjektif). perumusan hipotesis. perumusan masalah. penyusunan atau klasifikasi data . Ilmu pengetahuan ilmiah itu bersifat otonom dan mandiri.

Kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logico- hypothetico-verifikasi ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah berikut: a. dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan. c. 2. Merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait dan membentuk konstelasi permasalahan. Teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasionil yang berkesuaian dengan objek yang dijelaskannya. b. Harus cocok dengan fakta-fakta empiris. 9 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . 2. Pengujian hipotesis Merupakan pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan adanya fakta pendukung hipotesis. Secara sederhana maka. sebab teori yang bagaimana pun konsistennya sekiranya tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah. Perumusan masalah Merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batasannya dan faktor yang terkait dapat diidentifikasi.4.1 Langkah-langkah Metode Ilmiah Pendekatan rasional yang digabungkan dengan pendekatan empiris dalam langkah menuju dan dapat menghasilkan pengetahuan inilah yang disebut metode ilmiah. Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam beberapa langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. Perumusan hipotesis Merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan. d. dengan didukung oleh fakta empiris untuk dapat dinyatakan benar. hal ini berarti bahwa semua teori ilmiah harus memenuhi 2 syarat utama yaitu : 1. Harus konsisten. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis. yang disusun secara rasionil berdasarkan premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya.

yaitu mempunyai kerangka kejelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya dan telah teruji kebenarannya. kekuasaan atau strata sosial di dalam ilmu-ilmu sosial. keselamatan dalam ilmu teologi. Keseluruhan langkah tersebut harus ditempuh agar suatu penelaahan dapat disebut ilmiah. Konsep-konsep ilmu atau konsep ilmiah tersebut sangat dibutuhkan agar suatu ilmu dapat menyusun berbagai azas. Pentingnya metode ilmiah bukan saja dalam proses penemuah ilmu pengetahuan. dengan konsep evolusi. Konsep merupakan ide umum yang mewakili sesuatu himpunan hal yang biasanya dibedakan dari pencerapan atau persepsi mengenai suatu hal khusus. 2. atau lingkungan di dalam ilmu- ilmu interdisipliner. e. Misalnya. baik yang bersifat abstrak maupun operasional. keadilan dalam ilmu hukum. atau pengertian. sampai dalil-dalil. namun terlebih lagi dalam mengkomunikasikan penemuan ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmuwan. konsep evolusi di dalam biologi. untuk menyusun teori dan dan menghasilkan dalil- dalil. rencana. Hubungan antara langkah yang satu dengan lainnya tidak terikat secara statis melainkan bersifat dinamis dengan proses pengkajian ilmiah yang tidak semata mengandalkan penalaran melainkan juga imajinasi dan kreativitas. stimulus di dalam psikologi. konsep bilangan di dalam matematika.5 Konsep dalam Kegiatan Keilmuan Sasaran ilmu adalah pembentukan konsep (pengertian). simbol di dalam linguistik. yang merupakan alat penting untuk kepentingan pemikiran dalam ilmu atau pengetahuan ilmiah. Charles Darwin lalu dapat menyusun dan mengembangkan suatu teori tentang asal–usul manusia. atau azas). maupun untuk kepentingan praktis bagi tindakan penerapan nyata. Konsep ilmu adalah bagan. Penarikan kesimpulan Merupakan penilaian diterima atau tidaknya sebuah hipotesis. Hipotesis yang diterima kemudian dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah karena telah memenuhi persyaratan keilmuan. misalnya. Sesuatu konsep ilmiah dapat merupakan semacam sarana untuk ilmuwan melakukan pemikiran dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah. baik untuk kepentingan pengembangan ilmu secara murni (misalnya. teori. Konsep merupakan alat penting untuk pemikiran terutama dalam hal penelitian ilmiah atau penelitian keilmuan. Beberapa contoh konsep ilmiah. yang mulai dari tahap perkembangan 10 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . Setiap ilmu harus memiliki suatu atau beberapa konsep kunci atau konsep tambahan yang bertalian. konsep gaya di dalam fisika.

kebalikannya ilmu-ilmu fisis. Konsep ilmu. kemudian diterapkan pula dalam memahami perkembangan ilmu dengan menunjukkan bahwa cabang-cabang ilmu khusus terlahir dalam jalinan umum dari pemikiran reflektif filsafat dan setelah itu berkembangan mencapai suatu taraf kematangan sehingga dipandang berbeda dan kemudian dipisahkan dari filsafat. di sisi lain. Konsep evolusi. Misalnya. biologi. dan ilmu-ilmu sosial telah merupakan rangkaian aktivitas intelektual yang bersifat empiris. dan ilmu-ilmu sosial yang berdiri sendiri-sendiri. biologis. tidak boleh dikacaukan. bila filsafat masih tetap merupakan pemikiran reflektif yang coraknya sangat umum. maksudnya. 11 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . Jelasnya. Bersifat operasional. seolah-olah sama atau menyerupai inti atau pokok soal pengetahuan. Sifat tersebut lah yang selalu merupakan ciri umum dari ilmu. Konsep- konsep ilmu tersebut kadang-kadang begitu abstrak sehingga hampir berupa khayalan. Ciri umum daripada ilmu-ilmu tersebut yang membuatnya berbeda dari filsafat adalah ciri empirisnya. dan sifat abstrak untuk kepentingan penyimpulan dan generalisasi. konsep ketakterhinggaan matematika (mathematical infinity). yang dewasa ini. pokok soal pengetahuan tersebut belum dapat mengembangakan suatu ilmu ke taraf yang lebih tinggi seperti konsep ilmu dimaksud. Inti konsep evolusi yang membentuk teori evolusi itu demikian: bahwa bentuk-bentuk organisme yang lebih rumit berasal dari sejumlah kecil bentuk-bentuk yang lebih sederhana dan primitif dalam perkembangannya secara berangsur-angsur sepanjang zaman. setiap konsep ilmu mengandung pengertian-pengertian yang berkesesuaian dengan fakta atau situasi yang dapat diamati secara empiris. manusia ekonomis (the economic man). yaitu sifat operasional untuk kepentingan pengamatan (observasi). Ciri empiris dari ilmu mengandung pengertian bahwa pengetahuan yang diperoleh tersebut adalah berdasarkan pengamatan (observation) atau eksperimentasi (experimentation). Jelasnya. agar dapat berguna secara ilmiah maka ia harus memiliki dua sifat dasar. Konsep ilmu sebagai sasaran ilmu. Alasannya.binatang menyusui yang cerdas kemudian makin berkembangan menjadi manusia. semuanya secara pasti telah berkembang menjadi ilmu-ilmu fisis. atau negara ideal (the ideal state). psikologi. Hal demikian berlaku pula terhadap upaya penelaan terhadap gejala-gejala alam dan kehidupan maupun gajala-gejala mental dan kemasyarakatan. bersifat abstrak untuk kepentingan melakukan penyimpulan atau membuat keterangan-keterangan ilmiah yang berlaku secara umum. juga beberapa konsep tambahan yang bertalian dengannya. Ilmu yang telah cukup berkembang harus memiliki satu atau beberapa konsep kunci. konsep ilmu. psikologis.

Objektif dan intersubjektif 12 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . yaitu : 1. Dengan ilmu kita dapat melakukan. Sumber ilmu pengetahuan diperoleh dari pengalaman (emperi) dan dari akal (ratio). yang tidak dapat kita tangkap dengan panca indera. tokoh rasionalisme berdasarkan ratio yaitu : (Spinoza dan Rene Descartes). Adapun batasan dari ilmu pengetahuan Menurut Immanuel Kant yaitu. Dapat dipertanggungjawabkan c. dan e. Pengertian ilmu pengetahuan adalah sebuah sarana atau definisi tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia sebagai usaha untuk mengetahui dan mengingat tentang sesuatu. yang dapat kita tangkap dengan panca indera kita adalah manifestasinya misalnya perilakunya. benar-benar bukan dari individu atau prasangka seseorang. yang tidak dapat kita jangkau dengan panca indera. emosinya. 2) ide psikologis yaitu tentang psiche atau jiwa manusia. Empiris. membuat. kemampuan berpikirnya. c. pengetahuan diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan. Objektif.III. dan lain-lain. John Locke. Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan Ilmiah yaitu : a.KESIMPULAN Adapun beberapa kesimpulan dari pokok bahasan diatas tentang ilmu pengetahuan. dan tokoh yang mensintesakan faham empirisme dan rasionalisme yaitu : (Immanuel Kant) 2. Berkley). Sistematis b. d. Sistematis. 3) ide teologis yaitu tentang Tuhan Sang Pencipta Semesta Alam. sedang substansi yang ada di dalamnya tidak dapat kita tangkap dengan panca indera disebut nomenon. apa yang dapat kita tangkap dengan panca indera itu hanya terbatas pada gejala atau fenomena. Ciri-ciri ilmu pengetahuan menurut The Liang Gie menyatakan bahwa ciri-ciri ilmu pengetahuan antara lain : a. menciptakan sesuatu yang membawa perbedaan yang lebih baik bagi kehidupan manusia. Verifikatif. Tokoh-tokoh aliran empiris atau pengalaman yaitu (David Hume. b. Yang berada di luar ruang dan waktu adalah di luar jangkauan panca indera kita. itu terdiri dari 3 (tiga) ide regulatif: 1) ide kosmologis yaitu tentang semesta alam (kosmos). 3. Analitis. data yang tersusun dan memiliki hubungan ketergantungan dan teratur.

Konsep ilmu adalah bagan. Konsep-konsep ilmu atau konsep ilmiah tersebut sangat dibutuhkan agar suatu ilmu dapat menyusun berbagai azas. Perumusan hipotesis d. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis. konsep ilmu. Perumusan masalah b. 4. agar dapat berguna secara ilmiah maka ia harus memiliki dua sifat dasar. sampai dalil-dalil. baik yang bersifat abstrak maupun operasional. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. rencana. yaitu sifat operasional untuk kepentingan pengamatan (observasi). dapat dikatakan bahwa metode keilmuan adalah satu cara dalam memperoleh pengetahuan. Pengujian hipotesis e. dimana ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh lewat metode ilmiah. yang merupakan alat penting untuk kepentingan pemikiran dalam ilmu atau pengetahuan ilmiah. c. atau pengertian. DAFTAR PUSTAKA 13 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i . Penarikan kesimpulan 5. teori. Langkah-langkah metode ilmiah antara lain : a. Secara sederhana. dan sifat abstrak untuk kepentingan penyimpulan dan generalisasi.

staff. tersedia : http://hidayatkaryadi. Filsafat Ilmu. 2012.html (diakses tanggal 13 April 2017) Ahmad Syaeful.files. 2007.blogspot.html (diakses tanggal 13 April 2017) Karyadi Hidayat.Pak. M.co.co.php?id=13 (diakses tanggal 13 April 2017) 14 | M e t o d e R i s e t d a n Te k n i k P r e s e n t a s i .unpatti.id/2014/10/foto.Hum.ac.doc (diakses tanggal 13 April 2017) Andri Dwi Handoko. A.blogspot. Dr. tersedia : http://kuliah. Hakekat Ilmu dalam Filsafat Ilmu. Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan. tersedia : https://afidburhanuddin.id/mod/page/view.id/2013/12/ciri-ciri-ilmu-pengetahuan. Epistemoligi : Pengetahuan.blogspot. Beda Ilmu Pengetahuan dan Pengetahuan.id/2013/10/epistemologi- pengetahuan-metode-ilmiah. 2009. tersedia : http://amheru.id/Downloads/files/14738/BAB+I+Buku+%28Baru %29.gunadarma. Metode Ilmiah.com/2012/11/pengetahuan-dan-ukuran- kebenaran. 2012.wordpress. 2013.html (diakses tanggal 13 April 2017) Prof.co. Ilmu Pengetahuan dan Ukuran Kebenaran. Struktur Pengetahuan Ilmiah . Watloly.pdf (diakses tanggal 13 April 2017) Nasri Kurnialloh. tersedia : http://asyaeful18. S. 2014. tersedia : http://nasrikurnialloh.ac.Psikologi.