You are on page 1of 5

ETIKA PENELITIAN

A. PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan atau kelompok pun,
manusia tidak terlepas dari etika dan moral. Demikian juga dalam
kegiatan keilmuan yang berupa penelitian, nabusia sebagai pelaku objek
penelitian juga tidak terlepas dari etika atau sopan santun.

penelitian adalah upaya mencari kebenaran terhadap semua
fenomena kehidupan manusia, baik yang menyangkut fenomena alam,
sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan sebagainya.
Guna pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermuara
pada kesejahteraan umat manusia. Dalam kegiatan penelitian tidak
terlepas dari terjadinya hubungan antara pihak-pihak yang
berkepentingan, sekurang-kurangnya antara dua belah pihak, yakni pihak
yang diteliti dan pihak yang meneliti.

Kode etik penelitian adalah suatu pedoman etika yang berlaku
untuk setiap kegiatan penelitian yang melibatkan antara pihak peneliti,
pihak yang diteliti dan masyarakatyang akan memperoleh dampak hasil
dari penelitian. Etika penelitian juga mencakup perilaku peneliti atau
perlakuan peneliti terhadap yang diteliti serta sesuatu yang dihasilkan
oleh peneliti bagi masyarakat. Pengertian peneliti adalah seseorang yang
karena pendidikan dan kewenangannya memiliki kemampuan untuk
melakukan investigasi ilmiah dalam suatu bidang keilmuan tertentu dan
atau keilmuan yang bersifat lintas disiplin. Sedangkan subjek yang diteliti
adalah orang yang menjadi sumber informasi, baik masyarakat awam atau
profesional dalam berbagai bidang.

B. PRINSIP DASAR DAN KAIDAH ETIKA PENELITIAN
Empat prinsip yang harus dipegang teguh saat melaksankan sebuah
penelitian ( Milton, 1999 dalam bondan palestin ) yakni :
1. Menghormati harkat dan martabat manusia ( respect for human dignity
)
Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subjek penelitian dalam
mendapatkan informasi tentang tujuan melakukan penelitian tersebut.
Disamping itu peneliti juga harus memberikan hak kepada subjek
dalam memberikan informasi atau tidak memberikan informasi
( berpartisipasi ). Sebagai ungkapan, peneliti harus menghormati
harkat dan martabat subjek dengan mempersiapkan inform concent
yang mencakup :
a. Penjelasan manfaat penelitian
b. Penjelasan kemungkinan resiko dan ketidaknyamanan yang
ditimbulkan
c. Persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang
ajukan subjek berkaitan dengan prosedur penelitian

etnis dans ebagainya. termasuk masalah kesehatan. 3. Menghormat privasi dan kerahasiaan subjek penelitian ( respect for privacy and confidentiality ) Setiap orang mempunyai hak-hak dasar individu termasuk privasi dan kebebasan individu dalam memberikan informasi. Dengan perkataan lain. kejujuran. FUNGSI PENELITIAN DAN ETIKA 1. d. Merupakan upaya untuk mewujudkan ilmu pengetahuan. Keadilan dan inklusivitas/keterbukaan ( respect for justice an inclusiveness ) Prinsip keadilan ini menjamin bahwa semua subjek penelitian memperoleh perlakuan dan keuntungan yang sama. kebebasan dan tanggung jawab. Persetujuan subjek dapat mengundurkan diri sebagai objek penelitian kapan saja e. Mengacu pada prinsip-prinsip dasar penelitian tersebut. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian harus dapat memenuhi dua fungsi atau peranan : pengembangan ilmu dan . kesejahteraan. Penelitian dibidang kesehatan hasilnya jelas secara akademik merupakan pencerahan ilmu kesehatan. 4. 2.007/Tap/MWA-UI/2005 ) C. Fungsi Akademik ( Teoritis ) Sebuah penelitian harus mempunyai fungsi akademik atau teoritis yang artinya termuan sebuah penelitian jenis apa pun dengan metode apapun pada hakikatnya adalah merupakan temuan akademik. agama. maupun kematian subjek penelitian. Peneliti seharusnya menggunakan inisial sebagai pengganti identitas. yang berarti merupakan sumbangan teoritis bagi pengembangan ilmu yang bersangkutan. cidera. peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas dan kerahasiaan identitas subjek. moral. Oleh sebab itu. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan ( balancing harm and benefits ) Pelaksanaan penelitian harus dapat mencegah atau paling tidak mengurangi rasa sakit. termasuk para peneliti kesehatan hendaknya : a. martabat dan peradaban manusia. hasil atau temuan sebuah penelitian apa pun merupakan tambahan khasanah imu pengethauan. Jaminan anonimitas dan kerahasiaan terhadap identitas dan informasi yang diberikan oleh responden 2. Fungsi Terapan ( Aplikatif ) Penelitian merupakan sarana atau cara untuk memperoleh masukan atau input bagi perencanaan atau pengembangan program atau alternatif pemecahan masalah. Memenuhi kaidah keilmuan dan dilakukan berdasarkan hati nurani. termasuk pengembangan program atau alternatif pemecahan masalah. stress. Setiap orang mempunyai hak untuk tidak memberikan informasi yang diketahuinya kepada orang lain. tanpa membedakan gender. serta terhindar dari segala sesuatu yang menimbulkan kerugian atau membahayakan subjek penelitian atau masyarakat pada umumnya ( SK Wali Amanah Universitas Indonesia No. b.

Convert study adalah penelitian yang dilakukan dengan merahasiakan status peneliti dan aktivitas penelitian irtu sendiri terhadap pelaku/objek penelitian dengan tujuan memperoleh data yang lebih ilmiah. Akses ke objek penelitian Jika objek yang diteliti menyangkut property pribadi. dan tulisan orang lain yang digunakan oleh penulis seolah-olah ide. koreografi. hasil pemikiran. baik materi maupun nonmateri. hasil pemikiran atau tulisannya sendiri. 5. program computer ( software ). lagu dan music. ETIKA PENULISAN ILMIAH Dalam penulisan ilmiah yang perlu diperhatikan bagi setiap penulis karya ilmiah adalah etika penulisan. privasi maupun status social. Plagiatisme Adalah tindakan pencurian ide. A. drama.pahat. Pelecehan terhadap pelaku dari objek penelitian Penelitiharus dapat menghindari pelecehan. Independensi peneliti Peneliti harus menjaga independensinya sebagai wujud pertanggungjawaban profesionalnya. 3. pengembangan kesejahteraan masyarakat. Apabila penelitian tdiak memenuhi salah satu fungsi. No. maka izin dari pemilik property pribadi diperlukan demi menghormati hak milik orang lain. Identitas pribadi dari pelaku/Objek penelitian Identitas pribadi pelaku pada objek yang diteliti perlu dirahasiakan demi melindungi karier. 4.tari. sinematografi ( UU. Manipulasi penelitian Meliputi tindakan penelitian yang memalsukan. Tujuan dari pencurian ide orang lain dengan sendirinya digunakan untuk keuntungan sendiri sehingga secara sadar atau tidak sadar dapat merugikan orang lain. pemikiran atau tulisan orang lain tersebut sebagai ide. Masalah yang sering muncul dalam etika penulisan ilmiah adalah : 1. fotografi. Atau melaporkan desain studi yang tidak sesuai dengan kenyataan yang tidak sebagaimananya. mengarang atau menciptakan data sendiri sesuai dengan keinginan peneliti. Overt study adalah penelitian yang dilakukan dengan atas sepengetahuan pelaku/objek yang diteliti. seni : rupa.19/2002 ) 2. alat peraga. pergaulan. baik yang disengaja maupun tidak disengaja terhadap pelaku dari objek yang diteliti. . 6. Dalam hal ini ada 2 jenis penelitian yakni Concert study dan Overt study. arsitektur. Plagiatisme bias dalam bentuk buku dan karya tulis yang lain. apalagi kedua-duanya maka mengingkari hakikat penelitian itu sendiri.

yakni pada waktu pengambilan data saja. Hak dan kewajiban responden Hak-hak responden : a. ETIKA DAN KUALITAS DATA PENELITIAN Agar kita sebagai peneliti atau pewawancara memahami pentingnya memperlakukan responden dalam rangka memperoleh kualitas informasi yang baik dan akurat. Ketidaknyamanan tersebut dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1.B. Terganggunya privacy 2. Tetapi sebelum diberikan inform concent responden tidak berkewajiban terhadap peneliti atau pewawancara. Hak dan kewajiban peneliti atau pewawancara Hak peneliti : Peneliti memiliki hak memperoleh informasi yang diperlukan sejujur- jujurnya dan selengkap-lengkapnya dari responden atau informan. Secara rinci hak-hak dan kewajiban-kewajiban peneliti dan yang diteliti ( informan ) adalah sebagai berikut : 1. pada penelitian eksperimen kontak atau hubungan antara peneliti dengan responden lebih intensif D. Menjaga kerahasiaan responden c. Berpikir atau berusaha sebaik mungkin untuk menjawab pertanyaan atau memberikan informasi . Intensitas hubungan antara peneliti dan yang diteliti dengan sendirinya tergantung pada data atau informasi yang akan diperoleh atau dicari 2. Pada penelitian survey hanya satu kali kontak antara peneliti dan responden. 2. Hak untuk dihargai privacy-nya b. peneliti wajib mengingatkan inform concent yang telah diberikan Kewajiban peneliti : a. Menjaga privacy responden b. maka perlu menyadari bahwa dalam pengambilan data atau informasi kepada responden akan menimbulkan ketidaknyamanan responden. ETIKA DAN METODE PENELITIAN 1. Hak memperoleh jaminan keamanan dan keselamatan akibat dari informasi yang diberikan d. diteliti di satu sisi. Terganggunya kegiatan atau pekerjaan 3. Hak memperoleh imbalan atau kompensasi Kewajiban responden . Setelah diberikan inform concent responden wajib memberikan informasi yang diperlukan peneliti. ETIKA PENELITIAN KESEHATAN Pada umumnya objek yang diteliti adalah manusia. dan sisi yang lain manusia sebagai peneliti atau yang melakukan pebnelitian. Bila responden tidak memberikan informasi. Memberikan kompensasi C. Hak untuk merahasiakan informasi yang diberikan c. hal ini berarti ada hubungan timbal balik antara orang sebagai peneliti dan orang yang diteliti.

METHODOLOGI PENELITIAN KESEHATAN.4. Daftar pustaka : Notoadmodjo Soekidjo. Penelitian dengan menggunakan tindakan yang invasive. Kemungkinan munculnya rasa emosional yang pernah dialami pada waktu yang lalu 5.2010.Jakarta:Rineka Cipta .