You are on page 1of 28

TUGAS

MINERAL DAN PETROLOGI
TENTANG
MEMBUAT “RINGKASAN MATERI”

DISUSUN OLEH :

NAMA : ACHMAD FAUZI

NIM : 14080003

TEKNIK PERTAMBANGAN (D3)
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014/2015

MINERALOGI
A. PENGERTIAN MINERALOGI

Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai
mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan, antara lain
mempelajari tentang sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, cara terdapatnya, cara terjadinya
dan kegunaannya. Minerologi terdiri dari kata mineral dan logos, dimana mengenai arti
mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan dikacaukan dikalangan awam
Sering diartikan sebagai bahan bukan organik (anorganik).
Maka pengertian yang jelas dari batasan mineral oleh beberapa ahli geologi perlu
diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk
definisinya

Menurut W.T. Huang (1962), komposisi mineral pembentuk batuan dikelompokkan menjadi
3 (tiga) kelompok mineral, yaitu :
1. Mineral Utama (Essensial Minerals)
Mineral-mineral ini terbentuk langsung dari kristalisasi magma dan kehadirannya sangat
menentukan dalam penamaan batuan. Berdasarkan warna, dikelompokkan menjadi 2 (dua),
yaitu :
a. Mineral Felsik (mineral berwarna terang).
Contohnya:
- Kelompok Plagioklas (Anortit, Bitownit, Labradorit, Andesin, Oligoklas, Albit).
- Kelompok Alkali Feldspar (Orthoklas, Mikroklin, Anortoklas, Sanidin).
- Kelompok Feldspatoid (Leusit, Nefelin, Sodalit).

b. Mineral Mafik (mineral yang berwarna gelap). Contohnya :
- Olivin (Forsterite dan Fayalite)
- Piroksen
Dibagi menjadi 2 (dua), yaitu Orto Piroksen dan Klino Piroksen. Yang termasuk ke dalam
Orto Piroksen antara lain: Enstatite, Hypersten. Yang termasuk ke dalam Klino Piroksen antara
lain: Diopsit, Augit, Pigeonit, Aigirin, Spodemen, Jadeit.
- Amfibol (Hornblende, Lamprobolit, Riebeckit,Glukofan).
- Biotit.

MINERAL DAN PETROLOGI

sehingga sering disebut kaca gunung api (volcanic glass). 3. Magnesit. magnetit. Umumnya dijumpai pada mineral- mineral yang tidak tembus cahaya (opak). Pirit. Kromit.dan lain sebagainya. Gelas atau Kaca Adalah mineral primer yang tidak membentuk kristal atau amorf.pirit. • Alokromatik. 2. Mineral Sekunder (Secondary Minerals) Merupakan mineral-mineral ubahan dari mineral utama. kalsit. Apatit. Pyrit. reaksi hidrothermal maupun hasil metamorfisme terhadap mineral utama. terdapat dalam jumlah yang sedikit (kurang dari 5 %).dan lain sebagainya. Hematit. Warna (Colour) Warna adalah kesan mineral jika terkena cahaya. 4. Sphen dan Zeolit. Kaolin. Namun paling tidak ada warna-warna yang khas yang dapat digunakan untuk mengenali adanya unsur tertentu didalamnya. Yaitu warna mineral yang tidak tetap. Umumnya terdapat pada mineral-mineral yang tembus cahaya.Merupakan warna yang terlihat dipermukaan yang bersih dan sinar yang cukup. SIFAT SIFAT FISIK MINERAL YANG DISELIDIKI 1. Contoh dari mineral sekunder antara lain : Serpentin. Rutil. Mineral ini sebagai hasil pembekuan magma yang sangat cepat dan hanya terjadi pada batuan beku luar atau batuan gunung api. Mineral Tambahan (Accessory Minerals) Adalah mineral-mineral yang terbentuk oleh kristalisasi magma.Tapi ada pula warna yang ditentukan oleh kehadiran sekelompok ion asing MINERAL DAN PETROLOGI . Yaitu warna mineral yang selalu tetap. seperti galena. Serisit.Warna mineral memang bukan penciri utama untuk dapat membedakan antara mineral yang satu dengan lainnya. tergantung dari material pengotornya. Warna mineral dapat dibedakan menjadi dua. Kehadirannya tidak menentukan nama batuan. Kalkopirit. yaitu: • Idiokromatik. Kalsit. Contoh dari mineral tambahan ini antara lain : Zirkon. Garnet. dapat dari hasil pelapukan. seperti kuarsa.Sebagai contoh warna gelap mengindikasikan terdapatnya unsur besi dan warna terang diindikasikan banyak mengandung aluminium.

MINERAL DAN PETROLOGI . Sedangkan kilap bukan logam tidak memberikan kesan logam jika terkena cahaya. c. Merupakan kilap seperti lilin yang khas. seperti emas. dolomit.Pengotor dari mineral 2. Contohnya talk.Komposisi mineral b. Kilap bukan logam dapat dibedakan menjadi: a. Memberikan kesan seperti sutera. Kilap logam memberikan kesan seperti logam bila terkena cahaya.6-3. dan tremolit.Kilap ini biasanya dijumpai pada mineral-mineral bijih. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi warna antara lain: a. Contohnya: kalsit. Umumnya terdapat pada mineral yang mempunyai struktur serat. dan kalkopirit. Kilapdibedakan menjadi 2. Kilap (Luster) Kilap adalah kesan mineral akibat pantulan cahaya yang dikenakan padanya. galena. pirit. d. ada pula kilap sub-metalik ( sub-metallic luster ).Kilap Kaca(Vitreous Luster). Kilap ini ditimbulkan oleh mineral transparan yang berbentuk lembaran. dan halit. e. kuarsa. b.Struktur kristal dan ikatan ion c. yaitu kilap logam (metallic luster ) dan kilap bukan logam (nonmetallic luster ). yangdapat memberikan warna tertantu pada mineral. yang terdapat pada mineral- mineral yang mempunyai indeks bias antara 2.dan gipsum. Memberikan kesan cemerlang seperti intan. Selain itu.Kilap Lilin (Waxy Luster).Kilap Intan (Adamantine Luster).Kilap Mutiara (Pearly Luster). yang disebut dengan nama chomophores. muskovit. Memberikan kesan seperti mutiara atau seperti bagian dalam dari kulit kerang.Kilap Sutera (Silky Luster). aktinolit. Seperti asbes. Memberikan kesan seperti kaca atau gelas bila terkena cahaya.

dan bentonit. limonit. 3. Mineral yang mempunyai kilap metallic kadang-kadang mempunyai warna gores yang lebih gelap dari warna mineralnya sendiri. Umumnya warna cerat tetap. Cerat dapat sama atau berbeda dengan warna mineral.F) 6. Kenampakannya buram seperti tanah. Menyerupai lemak atau sabun.Quartz SiO2 MINERAL DAN PETROLOGI .Orthoclase KAlSi3O8 7. Hal ini ditimbulkan oleh pengaruh tekanan udara dan alterasi. Mineral bukan logam dan berwarna gelap akan memberikan gores yang lebih terang dari pada warna mineralnya sendiri. yang dimulai dari skala 1 yang paling lunak hingga skala 10 untuk mineral yang paling keras.Ada beberapa mineral warna dan gores sering menunjukan warna yang sama. 1. maka dapat di cari mineral yang berwarna terang biasanya mempunyai gores berwarna putih. Gores ini di peroleh dengan cara menggoreskan mineral pada permukaan keeping porselin.Apatite Ca5(PO4)3(OH. Kekerasan (hardness) Kekerasan adalah ketahanan mineral terhadap suatu goresan.Calcite CaCO3 4.Kilap Tanah (Earthy Luster).Talc Mg3Si4O10(OH)2 2.f. Cerat (Streak) Gores atau cerat adalah warna mineral dalam bentuk bubuk. g.Cl. Contohnya talk dan serpentin. Gores ini di pertanggungjawabkan karena stabil dan penting untuk membedakan 2 mineral yang warnanya sama tetapi goresnya berbeda. 4.Gypsum CaSO4·2H2O 3. tetapi apabila mineral mempunyai kekerasan lebih dari 6. Misalnya kaolin. Penentuan kekerasan relatif mineral ialah dengan jalan menggoreskan permukaan mineral yang rata pada mineral standar dari skala Mohs yang sudah diketahui kekerasannya.Kilap Lemak (Greasy Luster).Fluorite CaF2 5.

5.5 •Kawat tembaga H=3 •Pecahan kaca H = 5.Tidak jelas (indistinct )Yaitu apabila arah belahannya masih terlihat.Sempurna ( perfect )Yaitu apabila mineral mudah terbelah melalui arah belahannya yang merupakan bidang yang rata dan sukar pecah selain melalui bidang belahannya. b.Jelas (distinct )Yaitu apabila bidang belahan mineral dapat terlihat jelas. tetapi kemungkinan untuk membentuk belahan dan pecahan sama besar. Belahan (Cleavage) Belahan adalah kenampakan mineral berdasarkan kemampuannya membelah melalui bidang-bidang belahan yang rata dan licin.Baik (good )Yaitu apabila mineral muidah terbelah melalui bidang belahannya yang rata. maka mineral tersebut mempunyai kekerasan antara 2. 8.Diamond C (pure carbon) Misalnya suatu mineral di gores dengan calsite (H=3) ternyata mineral itu tidak tergores.Bidang belahan umumnya sejajar dengan bidang tertentu dari mineral tersebut.tetapi dapat juga terbelah tidak melalui bidang belahannya. MINERAL DAN PETROLOGI . tetapi dapat tergores oleh fluorite (H=4). c. tetapi mineral tersebut sukar membelah melalui bidang belahannya dan tidak rata. maka mineral tesebut mempunyai kekerasan antara 3dan 4. Dapat pula penentuan kekerasan mineral dengan memepergunakan alat-alat yang sederhana misalnya: •Kuku jari manusia H = 2. d. Belahan dapat di bedakan menjadi: a.5 •Pisau baja H = 5.Corundum Al2O3 10.Topaz Al2SiO4(OH.F)2 9.5 •Lempeng baja H=7 Bila mana suatu mineral tidak tergores oleh kuku manusia tetapi oleh kawat tembaga.5 •Kikir baja H = 6.5 dan 3.

dan ujungnya runcing-runcing. Contohnya mineral kelompok logam murni. Perawakan (Habit) Perawakan kristal adalah bentuk khas mineral di tentukan oleh bidang yang membangunnya. Contohnya mineral lempung. misalnya pada garnet.Dapat dikatakan bahwa bidang tersebut merupakan bidang “lemah” yang dimiliki oleh suatu mineral. f) Pecahan tanah ( Earthy). augit. 7. Arah tersebut ditentukan oleh susunan dalam dari atom-atomnya. sehingga mineral tidak terbentuk MINERAL DAN PETROLOGI . kasar. e) Pecahan Runcing ( Hacly): Pecahan mineral yang permukaannya tidak teratur. d) Pecahan rata ( Even): pecahan mineral yang permukaannya rata dan cukuphalus. Bentuknya menyerupai pecahan botol atau kulit bawang. dan mineral akan pecah dengan permukaan yang tidak rata. contohnya asbes. contohnyamineral lempung. Mineral mempunyai kecenderungan untuk pecah melalui suatu bidang yang mempunyai arah tertentu. Pecahan (frukture) Pecahan adalah kemampuan mineral untuk pecah melalui bidang yang tidak rata dan tidak teratur.Tidak sempurna (imperfect )Yaitu apabila mineral sudah tidak terlihat arah belahannya. 6. termasuk bentuk dan ukuran relative bidang-bidang tersebut. b)Pecahan berserat/fibrus (Splintery): Pecahan mineral yang menunjukkankenampakan seperti serat. c) Pecahan tidak rata (Uneven): Pecahan mineral yang memperlihatkan permukaan bidang pecahnya tidak teratur dan kasar. Perawakan kristal pada mineral juga diartikan sebagai kenampakkan sekelompok mineral yang sama yang tumbuh secara tidak sempurna karena ada gangguan dari sumber utama mineral maupun gangguan dari lingkungan tempat terjadinya mineral. bila kenampakannya seperti tanah. e. Pecahan dapat dibedakan menjadi: a) Pecahan konkoidal (Choncoidal ): Pecahan yang memperlihatkan gelombangyang melengkung di permukaan.

1975)yaitu: a. Sifat dalam dapat dibagi menjadi: a) Brittle (Rapuh). walaupun perawakan kristal bukan merupakan ciri tetap mineral. d)Malleable (Dapat Ditempa). c)Ductile (Dapat Dipintal). MINERAL DAN PETROLOGI . pematahan.Rounded habits(membutir) 8. penghancuran. selalu menunjukan perawakan kristal meniang(columnar ) perawakan kristal di bedakan menjadi 3 golongan (Richard peart. f)Flexible apabila mineral dapat dilengkungkan kemana-mana dengan mudah. ( foliated )amphibol. Contoh: mika selalu menunjukan perawakan kristal yang mendaun. pemecahan. Bila ditarik akan menjadi panjang. e)Elastis (Lentur). Kenampakkan tersebut sering disebut sebagai struktur mineral. dan apabila dilepaskan akan kembali seperti semula. Kita juga perlu mengenal perawakan-perawakan yang terdapat pada beberapa jenis mineral. Sifat Dalam (Tenacity) Sifat dalam adalah suatu reksi atau daya tahan mineral terhadap gaya yang mengenainya.Fattened habits(lembaran tipis) c. b)Sectile(Dapat Diiris). apabila mineral ditempa dengan palu akan menjadi pipih. dan pemotongan. dengan sempurna yang menyebabkan ada perbedaan bentuk dan ukuran mineral. dan akan kembali seperti semula bila dilepaskan. pembengkokan.Elongated habits(meniang/berserabut) b. seperti penekanan. apabila mineral mudah hancur menjadi tepung halus. dapat merenggang bila ditarik. pemukulan. dapat ditarik dan diulur seperti kawat. apabila mineral mudah dipotong dengan pisau dengan tidak berkurang menjadi tepung.

Dalam penentuan berat jenis dipergunakan alat- alat seperti: piknometer. Daya leburnya dinyatakan dalam derajat keleburan.Berat jenis dapat dirumuskan sebagai berikut: BJ=BERAT MINERALVOLUME MINERA Besarnya ditentukan oleh unsur-unsur pembentuknya serta kepadatan dari ikatan unsur-unsur tersebut dalamsusunan kristalnya. Kemagnetan terjadi ketika ada suatu ketidakseimbangan dalam struktur susunan ion-ion besi. Kedua ion mempunyai perbedaan atomic radii karena muatan yang lebih tinggi pada ion asam besi menarik elektron yang mengelilingi ion secara kuat. Daya lebur mineral Daya lebur mineral yaitu meleburnya mineral apabila dipanaskan. 12. Untuk mengetahui hal tersebut.Besi ditemukan dalam dua prinsip ionik yang dinamakan ion besi belerang (ferrous ions) dan ion asam besi (ferric ions). Sifat yang terjadi berupa mineral tertarik oleh magnet atau mineral tidak tertarik oleh magnet. dan gelas ukur. timbangan analitik. dapat dilakukan dengan cara mendekatkan mineral dengan magnet. Berat Jenis (Specific Gravity) Berat jenis adalah angka perbandingan antara berat suatu mineral dibandingkan dengan berat air pada volume yang sama. Elektron bergerak dari besi belerang ke ion asam besi yang bermuatan lebih positif menciptakan suatu medan magnet yang lemah. penyelidikannya dilakukan dengan membakar bubuk mineral dalam api. sedangkan ion asam besi bermuatan +3. MINERAL DAN PETROLOGI . Ion besi belerang bermuatan +2 . 10.9. Hal ini dapat mendorong kearah ion yang berbeda yang sedang ditempatkan dalam posisi terpisah pada suatu struktur kristal. Kemagnetan Kemagnetan kristal adalah sifat mineral terhadap gaya tarik magnet.

Batuan beku insteusif atau instrusi atau plutonik adalah batuan beku yang telah menjadi kristal dari sebuah magma yang meleleh di bawah permukaan Bumi. Umumnya. sulphur dan bahan lainnya) yang magma dapat bergerak. atau perubahan komposisi. sehingga mineral-mineral pun akan terbentuk.F Groun Tahun 1947.500 sampai dengan 2. andesit (yang sering dijadikan pondasi rumah). Dalam perjalanan menuju bumi magma mengalami penurunan suhu. MINERAL DAN PETROLOGI . Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro. Peristiwa ini disebut dengan peristiwa penghabluran. Magma yang membeku di bawah tanah sebelum mereka mencapai permukaan bumi disebut dengan nama pluton. Bapak F. Magma didefinisikan atau diartikan sebagai cairan silikat kental pijar yang terbentuk secara alami. dan dacite. Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada. Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil.500 derajat celcius serta memiliki sifat yang dapat bergerak dan terletak di kerak bumi bagian bawah. Bapak Takeda Tahun 1970. diorite. Dalam magma terdapat bahan-bahan yang terlarut di dalamnya yang bersifat volatile / gas (antara lain air. proses pelelehan dapat terjadi karena salah satu dari proses-proses berikut ini . Batuan beku dalam bahasa latin dinamakan igneus (dibaca ignis) yang artinya api. kenaikan temperatur. Batuan dari jenis ini juga disebut sebagai batuan beku plutonik atau batuan beku intrusif. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan. Berdasarkan keterangan dari para ahli seperti Bapak Turner dan Verhoogen tahun 1960. BATUAN BEKU Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras dengan atau tanpa proses kritalisasi baik di bawah permukaan sebagai batuan instrusif maupun di atas permukaan bumi sebagai ekstrutif. fluorine. Sedangkan batuan belu ekstrusif adalah batuan beku yang terjadi karena keluarnya magma ke permukaan bumi dan menjadi lava atau meledak secara dahsyat di atmosfer dan jatuh kembali ke bumi sebagai batuan. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral- mineral penyusunnya relatif besar. Nama Pluto diambil dari nama Dewa Romawi dunia bawah tanah. Contohnya adalah basalt. dan non- volatile / non gas yang merupakan pembentuk mineral yang umumnya terdapat pada batuan beku. dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). iro. CO2. memiliki temperatur yang sangat tinggi yaitu antara 1. dan sebagian besar batuan beku tersebut terbentuk di bawah permukaan kerak bumi. baik di mantel ataupun kerak bumi. chlorine. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. penurunan tekanan.

Kriptokristalin. Dalam analisis mikroskopis dibedakan menjadi tiga yaitu : .002 mm.Amorf/glassy/hyaline.01 – 0. .1 – 0.Holohialin : batuan beku yang semuanya tersusun dari massa gelas.Sangat kasar (very coarse). b. . apabila ukuran diameter butir antara 1 – 5 mm. yaitu kritalinitas. . Granularitas dan Bentuk Kristal.Sedang (medium). Ukuran butiran berkisar antara 0. . 1. . Jika mineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan mikroskop dengan ukuran butiran sekitar 0. Afanitik. Batuan dengan tekstur afanitik dapat tersusun oleh kristal. apabila ukuran diameter butir kurang dari 1 mm.Halus (fine). yaitu: a. apabila ukuran diameter butir antara 5 – 30 mm. yaitu: . . MINERAL DAN PETROLOGI . 2. Fanerik Besar kristal-kristal dari golongan ini dapat dibedakan satu sama lain secara megaskopis dengan mata telanjang.Holokristalin : batuan beku dimana semuanya tersusun oleh kristal.Hipokristalin : apabila sebagian batuan terdiri dari massa gelas dan sebagian lagi terdiri dari massa kristal. jika mineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamati meskipun dengan bantuan mikroskop.TEKSTUR BATUAN BEKU Tekstur pada batuan beku umumnya ditentukan oleh tiga hal utama.Kasar (coarse). Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak bisa dibedakan dengan mata telanjang sehingga diperlukan bantuan mikroskop. .Mikrokristalin. Kritalinitas Dalam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi. Granularitas Dua kelompok tekstur ukuran butir. apabila batuan beku tersusun oleh gelas. apabila ukuran diameter butir lebih dari 30 mm. Kristal - kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi: .01 mm. gelas atau keduanya.

Prismitik. misalnya. jika sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi.Equigranular. Pillow lava atau lava bantal. yaitu: . merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun MINERAL DAN PETROLOGI . yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral .Inequigranular.Anhedral.mineral yang anhedral. Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya. yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral .mineral yang subhedral. jika bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang. Joint struktur. Allotriomorfik granular. Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal. dikenal empat bentuk kristal. yaitu jika secara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuran sama besar. yaitu: a. b.3. Mineral yang besar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yang bisa berupa mineral atau gelas.Subhedral. Bentuk Kristal Bentuk kristal merupakan sifat dari suatu kristal dalam batuan. Panidiomorfik granular.Euhedral.mineral yang euhedral. . jadi bukan sifat batuan secara keseluruhan. jika bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensi yang lain. jika bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yang lain. STRUKTUR BATUAN BEKU Struktur batuan beku sebagian besar hanya dapat dilihat di lapangan saja. jika batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal. .Ditinjau dari pandangan tiga dimensi. yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik bawah laut.Irregular. . 1. . jika mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli. . Hipidiomorfik granular. .Equidimensional. yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral . Hubungan Antar Kristal Hubungan antar kristal atau disebut juga relasi diartikan sebagai hubungan antara kristal atau mineral yang satu dengan yang lain dalam suatu batuan. 4. hubungan antar kritak dapat dibagi menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut : . maka equigranular dibagi menjadi tiga. yaitu: . .Tabular. c. membentuk struktur seperti bantal. yaitu jika ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar. jika bentuk kristal tidak teratur.

Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur. yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh mineral-mineral sekunder.secara teratur tegak lurus arah aliran. Batuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagai struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut.Vesikuler. biasanya mineral silikat atau karbonat. yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang-lubangnya besar dan menunjukkan arah yang tidak teratur.Xenolitis. 4. Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh- contoh batuan (hand speciment sample). Batuan Beku Ekstrusif Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. Batuan Beku Berdasarkan Tempat Terjadinya 1.memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar dan sempurna bentuknya. struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu konkordan dan diskordan. yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran. Batuan beku intrusif mempunyai karakteristik diantaranya. 5. berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya. yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi. pendinginannya sangat lambat(dapat sampai jutaan tahun).Skoria. Batuan beku Intrusif Batuan ini terbentuk dibawah permukaan bumi. yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas pada waktu pembekuan magma.Amigdaloidal. Batuan beku intrusi selanjutnya dapat dibagi lagi menjadi batuan beku intrusi dalam dan batuan beku intrusi permukaan. jejak gas (tidak menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh batuan beku. 6. sering juga disebut batuan beku dalam atau batuan beku plutonik. 2.Masif. 3. menjadi tubuh batuan beku intrusif. Struktur ini diantaranya: MINERAL DAN PETROLOGI . 2.

yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran. Struktur Aliran Struktur Aliran terjadi akibat lava yang disemburkan tidak ada yang dalam keadaan homogen. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan. c. Struktur aliran dicerminkan dengan adanya goresan berupa garis-garis yang sejajar.  Vesikular. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air.Struktur Bantal (pillow structure) Struktur Bantal adalah struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu yang dicirikan oleh massa batuan yang berbentuk bantal. d. yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil.  Amigdaloidal. perbedaan warna dan teksturnya. silinder maupun tidak beraturan.  Pillow lava. Terbentuknya rongga-rongga terjadi akibat keluarnya/dilepaskannya gas-gas yang terkandung di dalam lava setelah mengalami penurunan tekanan. kekantalan. karena saat lava menuju ke permukaan selalu terjadi perubahan komposisi. berukuran antara 30 – 60 cm dan biasanya jarak antar bantal berdekatan dan terisi oleh bahan-bahan dari sedimen klastik. yang terbagi menjadi: a. Struktur Vesikular Struktur Vesikular adalah struktur pada batuan ekstrusi yang terdapat rongga-rongga yang berbentuk elip. dan derajat kristalisasi. terbentuk di dalam air dan umumnya terbentuk di laut dalam. Struktur Kekar Struktur Kekar adalah bidang-bidang pemisah/retakan yang terdapat dalam semua jenis batuan. STRUKTUR BATUAN BEKU BERDASARKAN PROSES TERJADINYA Struktur Batuan Beku adalah pembagian batuan beku berdasarkan bentuk batuan beku dan proses kejadiannya. kadar gas. Sheeting joint. yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal. yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan  Columnar joint. yaitu struktur vesikular yang kemudian terisi oleh mineral lain seperti kalsit. kuarsa atau zeolit  Struktur aliran. biasanya disebabkan oleh proses pendinginan tetapi ada yang disebabkan oleh MINERAL DAN PETROLOGI . yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan beku. b.

c) Diorit Diorit adalah batuan beku dalam. mineralnya berbutir kasar hingga sedang. misal : gips. pasir. komposisi mineralnya sama dengan diorit. menyerupai granit. d) Andesit Andesit adalah batuan leleran dari diorit. Retakan-retakan yang memotong sejajar dengan permukaan bumi menghasilkan struktur perlapisan. CONTOH BATUAN BEKU a) Granit Granit adalah batuan beku dalam. 2. warnanya kelabu. warnanya agak gelap. sedang yang tegak lurus dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur bongkah.gerakan-gerakan di dalam bumi yang berlaku sesudah batuan mengalami pembekuan. mineralnya berbutir kasar hingga sedang. yang di endapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian mengalami pembatuan. mineralnya berbutir halus. endapan hasil pelarutan kimiawi. kelabu. Sedimen klastik yaitu diangkut dari tempat asal kemudian diendapkan tanpa harus mengalami proses kimiawi. konglomerat (kerikil dengan sudut tumpul). mempunyai banyak warna umumna putih. g) Batuapung Batuapung dibentuk dari cairan lava yang banyak mengandung gas. BATUAN SEDIMEN Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktivitas kimia maupun organisme. batu garam. berwarna hitam. berwarna terang. contohnya : batu breksi (kerikil dengan sudut tajam). mineralnya berbutir kasar hingga sedang. merah jambu atau merah. Sedimen berdasarkan proses terjadinya : 1. f) Basal Basal adalah batuan leleran dari gabro. mineralnya berbutir halus. e) Gabro Gabro adalah batuan beku dalam yang umumnya berwarna hitam. b) Granodiorit Granodiorit adalah batuan beku dalam. MINERAL DAN PETROLOGI . berwarna terang. mineralnya berbutir kasar hingga sedang. Sedimen kimiawi.

tanah lim. contoh gambut. selalu monomineralik. sedimen marginal. e. contoh batu pasir dan lumpur b.  Sifat klastik yang menandakan bahwa butir-butir pernah lepas. misal morena.Golongan Detritus Kasar Batuan sedimen diendapkan dengan proses mekanis. Lingkungan tempat pengendapan batuan ini di lingkungan sungai dan danau atau laut. breksi. Sedimen berdasarkan tempat diendapkannya a.P. 1981 batuan sedimen dibedakan menjadi enam golongan yaitu : 1. berada di pantai. terbentuk oleh air laut. misal delta. sedimen aeolis. kalsit. contoh batu morena yang terjadi daerah es. sedimen fluvial. batu garam. contoh pasir c. tanah lim. Menurut R. misalnya : gypsum. Golongan Detritus Halus Batuan yang termasuk kedalam golongan ini diendapkan di lingkungan laut dangkal sampai laut dalam. MINERAL DAN PETROLOGI . berada di darat. Yang termasuk ked ala golongan ini adalah batu lanau. 2. sedimen glasial.  Sifat jejak adanya bekas-bekas tanda kehidupan (fosil). sedimen yang diendapkan oleh angin. 3. terbentuk karena tenaga gletser. sedimen glasial. sedimen marine. f. tanah los dan pasir c. dipengaruhi unsur organik. sebagai contoh batu bara dan batu gamping. sedimen palludal atau limnis. sedimen marine. didasar laut. terutama pada golongan detritus. SIFAT – SIFAT UTAMA BATUAN SEDIMEN :  Adanya bidang perlapisan yaitu struktur sedimen yang menandakan adanya proses sedimentasi. batu tuff. Termasuk dalam golongan ini antara lain adalah breksi. misal tanah loss. d. Sedimen berdasarkan tenaga pengangkutnya : a. b. diendapkan oleh air. d. berada di dasar sungai. serpih. Koesoemadinata. sedimen aquatis. batu lempung dan Nepal. dolomite dan rijing. sedimen teretis. konglomerat dan batupasir. Sedimen organik. misal batu karang.  Jika bersifat hablur. berada dirawa atau danau.

MINERAL DAN PETROLOGI . 6. anhidrit. Pada umumnya batuan ini terbentuk di lingkungan danau atau laut yang tertutup. Batuan Metamorf Kontak. Lingkungan terbentuknya batubara adalah khusus sekali. 5. yaitu : 1. algae dan foraminifera. Golongan Karbonat Batuan ini umum sekali terbentuk dari kumpulan cangkang moluska.3. batu sabak. Batu gneis. Batuan-batuan yang termasuk kedalam batuan ini adalah gip. batu garam. batu marmer dan batu skist merupakan beberapa contoh dari batuan metamorf.unsur tertentu. Contohnya batu kapur (gamping) menjadi marmer. sehingga sangat memungkinkan terjadi pengayaan unsure . Atau oleh proses pengendapan yang merupakan rombakan dari batuan yang terbentuk lebih dahulu dan di endpkan disuatu tempat. Batuan Metamorf Dinamo adalah Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya tekanan yang tinggi (berasal dari tenaga endogen) dalam waktu yang lama. BATUAN METAMORF Batuan metamorf atau yang disebut juga dengan nama batuan malihan adalah sekelompok batuan yang merupakan hasil dari ubahan atau transformasi dari suatu tipe batuan yang sudah ada sebelumnya (protolith) oleh suatu proses yang dinamakan metamorfosis atau perubahan bentuk. ia harus memiliki banyak sekali tumbuhan sehingga kalau timbunan itu mati tertumpuk menjadi satu di tempat tersebut. adalah Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya suhu yang sangat tinggi (sebagai akibat dari aktivitas magma). 2. Golongan Batubara Batuan sedimen ini terbentuk dari unsur-unsur organik yaitu dari tumbuh-tumbuhan. Golongan Evaporit Proses terjadinya batuan sedimen ini harus ada air yang memiliki larutan kimia yang cukup pekat. Batuan metamorf dapat dibedakan menjadi tiga. Golongan Silika Proses terbentuknya batuan ini adalah gabungan antara pross organik dan kimiawi untuk lebih menyempurnakannya. 4.

Karena jumlahnya yang besar. Silikat merupakan bagian utama yang membentuk batuan baik itu sedimen.Kuarsa (SiO2).Fe. 7.Al)8O22(OH). Sulfat.Fe.Pyroksen (Mg.F)2. Sulfida.Feldspar Alkali (KAlSi3O8).Al)3(Si. Contohnya kuarsa dengan gas fluorium berubah menjadi topas.Ca)2(Mg. adalah Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya pengaruh gas-gas yang ada pada magma. yang merupakan persenyawaan antara silika dan oksigen dengan beberapa unsur metal. Adapun mineral silikat (mengandung unsur SiO) yang umum dijumpai dalam batuan.Mika Biotit (K2 (Mg.Contohnya batu lumpur (mud stone) menjzdi batu tulis (slate).Fe)6 Si3O10(OH)2 . 3. Batuan metamorf terjadi karena adanya perubahan yang disebabkan oleh proses metamorfosa.Feldspar plagioclase (Ca. 6. 2. Mineral pembentuk batuan dikelompokkan menjadi empat : (1) Silikat. mineral dapat dikelompokkan menjadi mineral silikat dan mineral Non-silikat. batuan beku maupun batuan malihan.Fe. MINERAL DAN PETROLOGI . Batuan Metamorf Kontak Pneumatolistis.Al)SI2O6. 4. dan hampir 100% dari mantel bumi (sampai kedalaman 2900 km dari kerak bumi). Halid.Ca.Mika muskovit ( K2Al4(Si6Al2O20)(OH. dan Phospat. yaitu kelompok ferromagnesium dan non- ferromagnesium. 1. Native elemen. maka hampir 90% dari berat kerak bumi terdiri dari mineral siilikat. Berikut adalah mineral silikat : 1. MINERAL SILIKAT Hampir 90% mineral pembentuk batuan adalah dari kelompok ini. (2) Oksida. Proses metamorfosa merupakan suatu proses pengubahan batuan akibat perubahan tekanan.Na)(Mg. Silikat pembentuk batuan yang umum adalah dibagi menjadi 2 kelompok. Karbonat. 3.Na) AlSi3O8). yaitu kelompok Oksida.Amfibol (Na. Hidroksida. temperatur dan adanya aktifitas kimia fluida/gas atau variasi dari ketiga faktor tersebut SIFAT KIMIAWI MINERAL Berdasarkan senyawa kimiawinya. Terdapat 8 (delapan) kelompok mineral Non-silikat. 5. (3) Sulfida dan (4) Karbonat dan sulfat.

Susunannya lebih sederhana dibanding silikat. Hornblende. perak. 5. MINERAL FERROMAGNESIUM umumnya mempunyai warna gelap atau hitam dan berat jenis yang besar. contoh mineralnya adalah. dan kuarsa. Hematit (Fe2O3) dan kassiterit (SnO2).seng dan merkuri. umpamanya persenyawaan dengan Ca dinamakan "kalsium karbonat". Ortoklas. Mineral ini merupakan susunan utama yang membentuk batuan sedimen.timah.timbal. atau bijih. Mineral oksida umumnya lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat. seperti besi.Olivin (Mg.Feldspar. Contoh mineralnya. 8. Mereka juga lebih berat kecuali sulfida. Nomor 1-4 adalah mineral non-ferromagnesium dan 5-8 adalah mineral ferromagnesium. "chalcocite" (Cu2S). Olivine. Biotite. MINERAL DAN PETROLOGI . 4. Augitit. Beberapa mineral sulfida ini terdapat sebagai bahan yang mempunyai nilai ekonomis.dan aluminium. dan disebut "karbonat". dan "Sphalerit (ZnS). MINERAL NON-FERROMAGNESIUM umumnya mempunyai warna terang dan berat jenis yang kecil. Muskovit.."galena" (PbS). korundum (Al2O3). 6. Beberapa mineral oksida yang paling umum adalah "es" (H2O). MINERAL OKSIDA terbentuk sebagai akibat persenyawaan langsung antara oksigen dan unsur tertentu. 2. MINERAL-MINERAL KARBONAT DAN SULFAT merupakan persenyawaan dengan ion(CO3)2.tembaga. MINERAL SULFIDA merupakan mineral hasil persenyawaan langsung antara unsur tertentu dengan sulfur (belerang).Fe)2SiO4 . Unsur yang paling utama dalam oksida adalah besi. seperti "pirit" (FeS3). CaCO3 dikenal sebagai mineral "kalsit".chroom.mangan. 3.

apabila bentuk kristal dari butiran mineral dibatasi oleh sebagian bidang kristal yang tidak sempurna 4. Huang. dikenal tiga macam : 1. Tingkat atau derajat kristalisasi a). dikarenakan proses pendinginan magma yang tergolong cepat 3.Subhedral. apabila mineralnya mempunyai ukuran butir tidak sama . Afanitik Tektur pada batuan beku di mana kristal penyusunnya halus dan tidak dapat dibedakan dengan mata telanjang. 1962 1. Ditinjau dari pandangan dua dimensi.Euhedral. MINERAL DAN PETROLOGI . apabila bentuk kristal dari butiran mineral dibatasi oleh sebagian bidang krista yang sempurna 3. berdasarkan keseragaman antar butirnya a) Granularitas atau Equiqranular. Holokristalin Tekstur batuan beku yang kenampakan batuannya terdiri dari keseluruhan mineral yang membentuk kristal b). Holohyalin Tekstur batuan yang kenampakannya terdiri dari mineral yang keseluruhannya berbentuk gelas 2. 1982. TEKSTUR BATUAN BEKU Tektur batuan beku merupakan keadaan atau hubungan yang erat antar mineral- mineral sebagai bagian dari batuan dan antara mineral-mineral dengan massa gelas yang membentuk massa dasar dari batuan. granularitas dan kemas (fabric). ukuran butir (grain size). apabila bentuk kristal dan butiran mineral mempunyai bidang kristal yang sempurna 2. apabila mineral mempunyai ukuran butir yang relatif seragam b) Inequigranular. Tektur batuan beku menunjukkan derajat kristalisasi (degree of crystallinity). (Williams. Fanerik Merupakan tektur batuan beku di mana kristal pembentuknya dapat terlihat dan dapat dibedakan dengan mata telanjang 2.Anhedral. Bentuk Kristal. Ukuran Butir 1. Hipokristalin Tekstur batuan yang yang kenampakannya terdiri dari sebagaian mineral membentuk kristal dan sebagiannya membentuk gelas c).

Batuan beku dalam (pluktonik).52%. Riolit.berdasarkan tempat terbentuknya 1. Batuan beku korok (hypabisal). Basalt. 2. 4. terbentuk jauh di bawah permukaan bumi. Contohnya Dunit dan Peridotit. terbentuk pada celah-celah atau pipa gunung api. Batuan beku Asam memiliki kandungan silika lebih dari 66%. Batuan beku Basa memiliki kandungan silika antara 45% . Batuan beku luar (volkanik) terbentuk di dekat permukaan bumi. Contohnya Andesit dan Syenit. Proses pendinginan sangat lambat sehingga batuan seluruhnya terdiri atas kristal-kristal (struktur holohyalin). Contohnya Gabro. 2. Dari segi warna. Batuan beku Ultra Basa memiliki kandungan silika kurang dari 45%. 3. Contohnya Granit. Batuan beku Intermediet memiliki kandungan silika antara 52%-66%. Proses pendinginannya berlangsung relatif cepat 3. Berdasarkan Komposisi Kimia Berdasarkan komposisi kimianya batuan beku dapat dibedakan menjadi 1. KLASIFIKASI BATUAN BEKU a. batuan yang komposisinya semakin basa akan lebih gelap dibanding yang komposisinya asam. MINERAL MINERAL PEMBENTUK BATUAN a) KUARSA MINERAL DAN PETROLOGI . Proses pendinginan sangat cepat sehingga tidak sempat membentuk kristal b.

b) MUSCOVIT c) OLIGOKLAS d) ALBIT MINERAL DAN PETROLOGI .

menyerat. MINERAL DAN PETROLOGI . skala kekerasan 6.skala kekerasan 6.transparansitranslucent. belahan baik.5Perawakan orthonombik.saling memotong tegak lurus dengan bentuk sayatan segi delapan.e) OLIVIN Berwarna hijau zaitun. belahan tidak sempurna dengan pecahan sifat kaca/conchoidal. bentuk prismatik pendek.kilap agakburam. f) PIROKSEN Berwarna cukelat dan hitam.masifmembutir.

g) HORNBLENDE h) BIOTIT i) ANORTIT MINERAL DAN PETROLOGI .

j) BITOWNIT k) LABRADORIT MINERAL DAN PETROLOGI .

l) ANDESIN m) K-Feldspar (K-Al-Silikat) MINERAL DAN PETROLOGI .

Hematit. MINERAL DAN PETROLOGI . Mineral Utama (Essensial Minerals) Mineral-mineral ini terbentuk langsung dari kristalisasi magma dan kehadirannya sangat menentukan dalam penamaan batuan. Kromit. Apatit. Serisit. 3. Contoh dari mineral tambahan ini antara lain : Zirkon. Pirit. reaksi hidrothermal maupun hasil metamorfisme terhadap mineral utama. dapat dari hasil pelapukan. Rutil. Kehadirannya tidak menentukan nama batuan. Contoh dari mineral sekunder antara lain : Serpentin. terdapat dalam jumlah yang sedikit (kurang dari 5 %). 2. Garnet. Kaolin. Pyrit.KOMPOSISI MINERAL 1. Kalkopirit. Sphen dan Zeolit. Magnesit. Mineral Tambahan (Accessory Minerals) Adalah mineral-mineral yang terbentuk oleh kristalisasi magma. Kalsit. Mineral Sekunder (Secondary Minerals) Merupakan mineral-mineral ubahan dari mineral utama.

MINERAL DAN PETROLOGI .