You are on page 1of 54

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah istilah umum yang
menunjukkan keberadaan mikroorganisme dalam urin (1).
Infeksi saluran kemih terjadi apabila bakteri
bermultiplikasi di dalam saluran kemih. Infeksi dapat
berlangsung mulai dari ginjal sampai ke muara uretra,
dapat bersifat akut, berulang, maupun kronik (2). Infeksi
saluran kemih merupakan salah satu penyakit infeksi yang
sering ditemukan di praktik umum, walaupun bermacam-
macam antibiotika sudah tersedia luas di pasaran (1).
Bakteri patogen utama penyebab infeksi saluran kencing
adalah Escherichia coli baik pada pasien rawat jalan
maupun rawat inap. Bakteri patogen lain yang menjadi
penyebab infeksi saluran kemih, namun jarang ditemukan
adalah Staphylococcus saprophyticus, Klebsiella spp.,
Proteus spp., Enterococcus spp. dan Enterobacter spp (3).

Laporan data di Laboratorium Klinik Mikrobiologi
RS Dr. Wahidin Sudirohusodo pada tahun 2004
menyebutkan jenis bakteri yang terbanyak pada infeksi
saluran kemih ialah Escherichia coli (39,4%) dan
Klebsiella pneumoniae (26,3%). Hasil penelitian
Sudarmin tahun 2002 sampai 2003 didapatkan bahwa
kuman yang terbanyak untuk infeksi saluran kemih adalah
Escherichia coli (14%), Acinetobacter calcoaceticus (8%).
Menurut Samirah penelitian diluar negeri mengemukakan
Escherichia coli ialah penyebab infeksi saluran kemih
tersering, mencapai 90%, tetapi beberapa penelitian di
Indonesia tidak menemukan angka setinggi itu (4).
Kasus infeksi saluran kemih di salah satu Rumah Sakit di
Yogyakarta merupakan penyakit infeksi urutan kedua dan
masuk dalam sepuluh besar penyakit pada tahun 2004.
Dugaan bakteri penyebab utamanya adalah Escherichia
coli (85%) (5).
Angka kejadian infeksi saluran kemih berdasarkan data
RSUD Ulin Banjarmasin pada pasien rawat inap di
Bangsal Penyakit Dalam mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun yaitu pada tahun 2008 adalah 113 pasien
dan pada tahun 2009 adalah 143 pasien. Gambaran pola
bakteri penyebab infeksi saluran kemih di tiap-tiap daerah

dapat berbeda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor
seperti pola kebersihan seseorang, pola pengobatan atau
pemakaian antibiotik yang digunakan penderita infeksi di
suatu daerah, kehidupan dari penderita dan lainnya (6).
Saat ini belum ada laporan mengenai bakteri penyebab
infeksi saluran kemih khususnya di Bangsal Penyakit
Dalam RSUD Banjarmasin sehingga terapi obat yang
diberikan masih bersifat umum. Dalam upaya mengetahui
jawaban jenis bakteri penyebab infeksi saluran kemih
maka penelitian ini dilakukan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang peneliti yang telah
diuraikan di atas, maka perumusan masalah penelitian ini
adalah jenis bakteri apa saja sebagai penyebab infeksi
saluran kemih pada pasien rawat inap di Bangsal Penyakit
Dalam RSUD Ulin Banjarmasin?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis-
jenis bakteri penyebab infeksi saluran kemih pada pasien
rawat inap di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Ulin
Banjarmasin.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai informasi
tambahan yang bermanfaat bagi semua pihak terkait
mengenai gambaran bakteri sebagai penyebab infeksi
saluran kemih, sehingga dengan diketahuinya jenis
bakteri penyebab infeksi membantu pemeriksaan klinis
untuk menentukan terapi yang lebih spesifik dan tepat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih merupakan
berkembangbiaknya mikroorganisme di dalam saluran
kemih yang dalam keadaan normal tidak mengandung
bakteri, virus maupun organisme lain. Bakteriuria
bermakna (significant bacteriuria) yaitu menunjukkan
pertumbuhan mikroorganisme (MO) murni lebih dari 105
colony forming unit (cfu/ml) pada biakan urin.
Bakteriuria bermakna mungkin tanpa disertai presentasi
klinik infeksi saluran kemih dinamakan bakteriuria
asimptomatik (covert bacteriuria). Sebaliknya bakteriuria
bermakna disertai presentasi klinis infeksi saluran kemih
dinamakan bakteriuria simptomatik (1).

B. Etiologi Infeksi Saluran Kemih
Escherichia coli merupakan mikroorganisme paling
sering diisolasi dari pasien dengan infeksi simptomatik
maupun asimptomatik. Jenis bakteri ini juga
mempengaruhi gejala yang bervariasi. Agen penginfeksi
yang paling sering adalah Eschericia coli, Proteus sp.,
Klebsiella sp., Serratia, Pseudomonas sp (3). Penyebab
utama infeksi saluran kemih (sekitar 85%) adalah bakteri
Eschericia coli. Penggunaan kateter terkait dengan infeksi

ISK atau infeksi saluran kemih secara klinik timbul sebagai infeksi saluran kemih bagian bawah dan infeksi saluran kemih bagian atas. Infeksi saluran kemih bagian bawah adalah infeksi saluran kemih yang paling sering terjadi yang disebut uretritis atau cistitis. C.saluran kemih dengan kemungkinan lebih dari satu jenis bakteri penginfeksi (4). hal ini terjadi karena infeksi saluran kemih bagian bawah tidak diobati secara tepat sehingga kuman tersebut naik dari kantong kemih ke ginjal. Infeksi saluran kemih bagian atas biasanya sering disebabkan oleh kuman patogen yang sama dengan infeksi saluran kemih bagian bawah. prevalensi bakteri dan faktor predisposisi yang menyebabkan perubahan struktur saluran kemih termasuk ginjal (1). gender. dan dapat menyebabkan infeksi yang serius dari ginjal (2). . Epidemiologi Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih sangat tergantung banyak faktor seperti usia.

yaitu dengan rasio sebesar 8:1 antara wanita dan laki – laki. Prevalensi infeksi asimptomatik meningkat mencapai 30% baik laki-laki ataupun perempuan bila disertai faktor predisposisi seperti . Infeksi saluran kemih kebanyakan didapatkan pada wanita. Infeksi saluran kemih juga merupakan salah satu penyakit akut terbesar dari anak-anak dan kira-kira berpengaruh pada 6.000 infeksi nosokomial per tahunnya (7). 2% pasien yang dirawat di Rumah Sakit didapatkan menderita infeksi saluran kemih.5% perempuan dan 3. Prevalensi bakteriuria asimptomatik lebih sering ditemukan pada perempuan.3% laki-laki pada satu tahun pertama kehidupannya. Masyarakat umumnya. Prevalensi selama periode sekolah (school girls) 1% meningkat menjadi 5% selama periode aktif secara seksual.anak dengan infeksi saluran kemih yang dapat menjelaskan resiko untuk infeksi berulang dan pembentukan jaringan parut pada ginjal (8). Data penelitian epidemiologi klinik lain melaporkan 25 – 35% perempuan dewasa pernah mengalami infeksi saluran kemih selama hidupnya (1). terhitung lebih dari 500. Serta biasanya terjadi refluks vesika urinari yang mana memperlihatkan 30% sampai 40% dari anak .

obstruksi saluran kemih. sering buang air kecil dan rasa ingin miksi (kencing) terus menerus dengan atau tanpa demam dan nyeri pinggang. Disebut simtomatik bila dijumpai bakteriuria bermakna disertai gejala klinis seperti sakit pada saat buang air kecil. nekrosis papiler. Disebut infeksi saluran kemih asimtomatik adalah apabila dijumpai bakteriuria bermakna pada anak maupun dewasa yang . Rekomendasi terbaru dari American Academy of Pediatrics untuk evaluasi anak- anak kurang dari 2 tahun dengan infeksi saluran kemih meliputi studi pencitraan dan profilaksis antimikrobia untuk anak-anak dengan atau tanpa diketahui diagnosa terjadinya refluks vesikouretra (8). Bayi dan anak kecil adalah mempunyai resiko tinggi untuk kerusakan ginjal dari infeksi saluran kencing dari pada anak yang lebih tua. Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih Berdasarkan gejala infeksi saluran kemih dibagi menjadi dua yaitu infeksi saluran kemih simptomatik dan infeksi saluran kemih asimptomatik.litiasis. hubungan seksual. dan lain (1). Diabetes mellitus paska transplantasi ginjal. D. penyakit ginjal polikistik. sickle cell desease. nefropati analgesik. kateterisasi.

kelihatannya sehat tanpa gejala yang mengarah ke infeksi saluran kemih (2). b. b. 2. yaitu proses inflamasi parenkim ginjal yang disebabkan infeksi bakteri. Infeksi saluran kemih bawah biasanya presentasi kliniknya tergantung dari gender yaitu (1): 1. Infeksi saluran kemih atas presentasi kliniknya bisa berupa (1): a. Presentasi klinis infeksi saluran kemih bawah pada laki – laki berupa sistitis. epidemidis dan uretritis. perempuan berupa : a. Obstruksi saluran kemih dan refluks vesikoureter . prostatitis. yaitu presentasi klinis sistitis tanpa ditemukan mikroorganisme (steril). yaitu presentasi klinis infeksi kandung kemih disertai bakteriuria bermakna. Pielonefritis Kronik (PNK). Berdasarkan lokasinya infeksi saluran kemih terbagi dua yaitu infeksi saluran kemih bawah dan infeksi saluran kemih atas. Pielonefritis Akut (PNA). Sindrom Uretra Akut (SUA). yiatu akibat lanjut dari infeksi bakteri berkepanjangan atau infeksi sejak masa kecil. Sistitis.

Patogenesis infeksi saluran kemih sangat kompleks karena melibatkan beberapa faktor seperti faktor pejamu dan faktor organisme penyebab. Patofisiologi Infeksi Saluran Kemih Pada individu normal biasanya laki – laki maupun perempuan urin selalu steril karena dipertahankan jumlah dan frekuensi kencing. Gejala klinis infeksi saluran kemih bawah dan infeksi saluran kemih atas biasanya berbeda. Adapun patogenesis infeksi saluran kemih (2): . Untuk membedakan infeksi saluran kemih bawah atau infeksi saluran kemih atas diperlukan tes yang dapat invasif maupun nonvasif. Uretra distal merupakan tempat kolonisasi mikroorganisme nonpatogenik gram positif dan gram negatif. Hampir semua infeksi saluran kemih disebabkan invasi mikroorganisme asending dari uretra ke dalam kandung kemih dan pada beberapa pasien tertentu invasi mikrooragnisme dapat mencapai ginjal. E.dengan atau tanpa bakteriuria sering diikuti dengan pembentukan jaringan ikat parenkim ginjal yang ditandai piolonefritis kronik yang spesifik.

dapat mempengaruhi kontraktilitas otot polos dinding ureter dan menyebabkan gangguan peristaltiknya. pielum. Escherichi coli merupakan organisme yang potensial sebagai penyebab infeksi saluran kemih yang asending. Bakteri dalam urin bisa berasal dari ginjal. Invasi bakteri . tetapi tidak semua galur Escherichia coli dapat berkolonisasi di saluran kemih. Bakteri uropatogenik yang melekat pada sel uroepitel. Timbulnya suatu infeksi di saluran kemih tergantung dari faktor predisposisi dan faktor pertahanan tubuh penderita yang masih belum diketahui dengan pasti (2). Melekatnya bakteri ke sel uroepitel ini akan meningkatkan virulensi bakteri tersebut. vesika urinaria atau uretra. ureter.

yang mudah menempel pada reseptor spesifik epitel saluran kemih yaitu sejenis karbohidrat yang berisi glikolipid galaktosa a 1–4 galaktosa b (Gal–Gal positive). Galur bakteri tertentu dapat bertahan rata-rata 88 hari tanpa ada demam atau gejala infeksi sistemik. Kemampuan melekat pada mukosa uroepitel akan meningkatkan virulensi kuman. Pada bakteriuria asimtomatik yang berhubungan dengan galur bakteri yang berkolonisasi di dalam saluran kemih. Kemampuan melekat kuman ke uroepitel berkat adanya fimbria atau vili yang disebut P- fimbriae.membutuhkan virulensi uropatogen untuk menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih pada anatomi saluran kemih yang normal. F. (2). Di sisi lain Escherichia coli penyebab bakteriuria asimtomatik virulensinya kurang bila dibandingkan dengan yang terdapat pada pasien dengan infeksi saluran kemih simtomatik (2). galur bakteri tetap bertahan sampai timbul gejala infeksi saluran kemih atau terjadi invasi galur lain. Gejala klinik Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih yang simtomatik gejalanya bergantung pada umur penderita dan lokalisasi infeksi di .

G. akibat rangsangan mukosa yang meradang sehingga sering kencing (9). Rasa sakit bisa didapatkan didaerah supra pubik atau pelvis berupa rasa nyeri atau rasa terbakar di uretra ataupun di muara uretra luar sewaktu kencing maupun diluar waktu kencing. Polakisuria terjadi akibat kandung kemih tidak dapat menampung kencing lebih dari 500 ml. Biasanya gejala yang lazim ditemukan adalah disuria. pasien dengan infeksi ginjal mungkin hanya menunjukkan gejala saluran kemih bawah atau tidak bergejala (10). Namun. Gejala dan tanda klinik infeksi saluran kemih tidak selalu lengkap dan bahkan tidak selalu ada yaitu pada keadaan bakteriuria tanpa gejala. mungkin terdapat gejala-gejala pielonefritis akut seperti demam. Bila mengenai saluran kemih atas. mual dan nyeri pada ginjal. Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih .dalam saluran kemih. polakisuria dan terdesaknya kencing atau disebut urgency yang semua dapat terjadi secara bersamaan.

ginjal. tetapi jumlahnya berkurang di dekat kandung kemih disebabkan oleh efek antibakterial yang dilancarkan oleh selaput lendir uretra dan seringnya epitelium terbilas oleh air seni (2). Pada infeksi saluran kemih disebabkan karena meningkatnya jumlah kuman atau bakteri yang berada pada uretra bahkan bisa sampai ke ginjal. Pada orang sehat.1 Kuman Penyebab Infeksi Saluran Kemih (7). Beberapa kuman penyebab Infeksi Saluran Kemih tersering yaitu : Tabel. ureter dan kandung kemih bebas dari mikrooragnisme. 2. Bakteri Persen Escherichia coli Klebsiella pneumoniae Enterococcus spp Proteus mirabilis . namun bakteri pada umumnya dijumpai pada uretra (saluran kemih dari kandung kemih ke luar) bagian bawah baik pria maupun wanita.

2% 1.5% 12.3% . Saprophyticus Other Klibsiella spp Enterobacter aerogenes Streptococcus agalactiae 57.7% 2.6% 5.4% 6.Pseudomonas aeruginosa Citrobacter spp Staphylococcus aureus Enterobacter cloacae Coagulase-negative staphylococci S.9% 1.4% 2.9% 2.

Escherichia coli dapat berkembang biak dengan baik pada suhu 37oC pada lingkungan yang minim oksigen. bakteri aerob dan fakultatif anaerob.0% Beberapa bakteri tersering yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih secara umum yaitu : 1. tidak membentuk spora. Escherichia coli Escherichia coli ditemukan oleh bakteriolog asal Jerman yang bernama Theodor Escherich pada tahun 1885. Bakteri ini berukuan antara 0. pemberian desinfektan pada konsentrasi yang rendah dan proses pasteurisasi. Escherichia coli ini termasuk bakteri gram negatif berbentuk batang. pemanasan dengan suhu 100oC selama 60 menit.2% 1. Escherichia coli mati pada pendinginan yang sangat cepat.5-3 mikron. Escherichia coli memiliki .2% 1.1% 1.1.

disuria. Escherichia coli adalah penyebab yang paling lazim dari infeksi saluran kemih dan merupakan penyebab infeksi saluran kemih pertama pada kira-kira 90% wanita muda. dan puria (11). Escherichia coli juga merupakan bakteri patogen opurtunistik yang dapat berubah menjadi bakteri patogen pada keadaan dengan kondisi kekebalan tubuh yang lemah dan jika bakteri ini berada di luar habitat aslinya di dalam tubuh. Gejala dan tanda-tandanya antara lain sering kencing. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG . hematuria.sifat resisten terhadap dingin dan dapat memfermentasikan semua macam karbohidrat(11).

dan hewan peliharaan lainnya. khorioretinitis. domba. . Apabila penyakit toxoplasmosis mengenai wanita hamil trismester ketiga dapat mengakibatkan hidrochephalus. Penderita Toxoplasmosis sering tidak memperlihatkan suatu tanda klinis yang jelas sehingga dalam menentukan diagnosis penyakit toxoplasmosis sering terabaikan dalam praktik dokter sehari-hari. Walaupun sering terjadi pada hewan- hewan yang disebutkan di atas penyakit toxoplasmosis ini paling sering dijumpai pada kucing dan anjing. Untuk tertular penyakit toxoplasmosis tidak hanya terjadi pada orang yang memelihara kucing atau anjing tetapi juga bisa terjadi pada orang lainnya yang suka memakan makanan dari daging setengah matang atau sayuran lalapan yang terkontaminasi dengan agent penyebab penyakit toxoplasmosis. sapi. yaitu suatu parasit intraselluler yang banyak terinfeksi pada manusia dan hewan peliaharaan.Toxoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yaitu penyakit pada hewan yang dapat ditularkan ke manusia. Penyakit toxoplasmosis biasanya ditularkan dari kucing atau anjing tetapi penyakit ini juga dapat menyerang hewan lain seperti babi. Penyakit ini disebabkan oleh sporozoa yang dikenal dengan nama Toxoplasmosis gondii. tuli atau epilepsi.

dan lahir mati yang disebabkan oleh penyakit ini dapat dicegah sedini mungkin. TUJUAN PENULISAN . Apa yang dimaksud dengan toxoplasmosis? 2. RUMUSAN MASALAH 1. cacat kongenital.Dewasa ini setelah siklus hidup toxoplasma ditemukan maka usaha pencegahannya diharapkan lebih mudah dilakukan. sehingga pengobatan yang diberikan dapat sembuh sempurna bagi penderita toxoplasmosis. B. Dengan jalan tersebut diharapkan insidensi keguguran. Bagaimana siklus hidup toxoplasmosis? 3. Bagaimanakah cara penularan toxoplasmosis? C. Pada saat ini diagnosis toxoplasmosis menjadi lebih mudah ditemukan karena adanya antibodi IgM atau IgG dalam darah penderita. Pada akhirnya kejadian kecacatan pada anak dapat dihindari dan menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Diharapkan dengan cara diagnosis maka pengobatan penyakit ini menjadi lebih mudah dan lebih sempurna.

Tujuan Umum Sebagai salah satu syarat pemenuhan tugas medical science prodi D III Kebidanan Magelang. Yang dimaksud dengan studi pustaka adalah metode dalam mengumpulkan bahan-bahan dalam penulisan yang digunakan pembaca literatur sesuai dengan topik. Tujuan Khusus. a. c. b. D. 2. METODE Yang dimaksud metode adalah suatu cara yang dilakukan penulis mengumpulkan karya tulis. Penulis dalam penulisan bahan – bahan dalam penulisan karya tulis itu menggunakan metode : 1. Untuk menambah pengetahuan pembaca dan penulis dalam penularan toxoplasmosis. Agar pembaca dan penulis mengenal siklus hidup toxoplasmaosis.1. Studi pustaka. Untuk mengetahui pengertian toxoplasmosis secara jelas. .

Studi internet Yang dimaksud dengan studi internet adalah metode yang digunakan dalam pengumpulan bahan-bahan makalah dengan membaca sumber yang sesuai dengan topik.2. BAB II .

Infeksi paling umum didapat dari kontak dengan kucing-kucing dan feces mereka atau daging mentah atau yang kurang masak. khorioretinitis. Survei terhadap kejadian ini memberi gambaran bahwa toxoplasmosis pada suatu daerah bisa sedemikian hebatnya hingga setiap .PEMBAHASAN A. ternak. tuli atau epilepsi. Pengertian Toxoplasmosis (toxo) adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit bersel tunggal yang disebut Toxoplasma gondii. hewan peliharaan yang lain seperti hewan liar. Apabila penyakit toxoplasmosis mengenai wanita hamil trismester ketiga dapat mengakibatkan hidrochephalus. Kejadian toxoplasmosis telah dilaporkan dari beberapa daerah di dunia ini yang geografiknya sangat luas. unggas dan lain-lain. Penderita Toxoplasmosis sering tidak memperlihatkan suatu tanda klinis yang jelas sehingga dalam menentukan diagnosis penyakit toxoplasmosis sering terabaikan dalam praktik dokter sehari-hari. Toxopasmosis adalah penyakit zoonosis yang secara alam dapat menyerang manusia.

Data positif didasarkan kepada penemuan serodiagnostik dari beberapa hewan peliharaan dapat dilihat pada Tabel dibawah ini: Tabel 1: Data Positif didasarkan penemuan serodiagnostik No Hewan Yang Terinfeksi Presentase 1 Anjing 59% 2 Kucing 34% 3 Babi 30% . Sebagai contoh adalah survei yang telah diadakan di Amerika Serikat.hewan mmlperlihatkan gejala toxoplasmosis.

4 Sapi 47% 5 Kambing 48% Pada manusia penyakit toxoplasmosis ini sering terinfeksi melalui saluran pencernaan. Penyakit ini juga sering terjadi pada sejenis ras kucing yang berbulu lebat dan . misalnya karena minum susu sapi segar atau makan daging yang belum sempurna matangnya dari hewan yang terinfeksi dengan penyakit toxoplasmosis. biasanya melalui perantaraan makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan agent penyebab penyakit toxoplasmosis ini.

Afrika Utara. Perkembangbiakan toxoplasma terjadi dengan membelah diri menjadi 2.4 dan seterusnya. sumsum tulang.warnanya indah yang biasanya disebut dengan mink. pam- pam. Etilogi Penyakit Toxoplasmosis Toxoplasmosis ditemukan oleh Nicelle dan Manceaux pada tahun 1909 yang menyerang hewan pengerat di Tunisia. Toxoplasma gondii adalah parasit intraseluler pada momocyte dan sel-sel endothelial pada berbagai organ tubuh. Selanjutnya setelah diselidiki maka penyakit yang disebabkan oleh toxoplasmosis dianggap suatu genus termasuk famili babesiidae. Toxoplasma ini biasanya berbentuk bulat atau oval. limpa. jantung dan urat daging licin lainnya. otak. belum ada bukti yang . tetapi sering ditemukan dalam jumlah besar pada organ-organ tubuh seperti pada jaringan hati. B. ginjal. jarang ditemukan dalam darah perifer. pada kucing ras mink penyakit toxoplasmosis sering terjadi karena makanan yang diberikan biasanya berasal dari daging segar (mentah) dan sisa-sisa daging dari rumah potong hewan. urat daging.

Toxoplasma gondii mudah mati karena suhu panas.jelas mengenai perkembangbiakan dengan jalan schizogoni. Toxoplasma membentuk pseudocyste dalam jaringan tubuh atau jaringan-jaringan tubuh hewan yang diserangnya secara . Inti selnya terletak dibagian ujung yang berbentuk bulat. Jika ditemukan diantara sel-sel jaringan tubuh berbentuk bulat dengan ukuran 4 sampai 7 mikron.4 dan seterusnya. kekeringan dan pembekuan. Cepat mati karena pembekuan darah induk semangnya dan bila induk semangnya mati jasad inipun ikut mati. Setelah sel yang ditempatinya penuh lalu pecah parasit-parasit menyebar melalui peredaran darah dan hinggap di sel-sel baru dan demikian seterusnya. bentuk oval agak panjang dengan kedua Ujung lancip. dalam sel-sel sistem reticulo endoteleal. Toxoplasma baik dalam sel monocyte. sel alat tubuh viceral maupun dalam sel-sel syaraf membelah dengan cara membelah diri 2. sporozoa ini bergerak. hampir menyerupai bentuk merozoit dari coccidium. Pada preparat ulas dan sentuh dapat dilihat dibawah mikroskop. Pada preparat segar. tetapi peneliti- peneliti belum ada yang berhasil memperlihatkan flagellanya.

C. Ookista terbentuk di sel mukosa usus kucing dan dikeluarkan bersamaan dengan feces kucing. Bentuk kedua adalah kista yang terdapat dalam jaringan dengan jumlah ribuan berukuran 10-100 um. Dalam epitel usus kucing berlangsung siklus aseksual atau schizogoni dan siklus atau gametogeni dan sporogoni. dapat menginvasi semua sel mamalia yang memiliki inti sel. Siklus Hidup Dan Morpologi Toxoplasmosis Toxoplasma gondii terdapat dalam 3 bentuk yaitu bentuk trofozoit. otot jantung dan susunan syaraf pusat. Trofozoit berbentuk oval dengan ukuran 3-7 um. kista. Bentuk pseudocyste ini lebih tahan dan dapat bertindak sebagai penyebar toxoplasmosis. Yang menghasilkan ookista dan clikeluarkan bersama feces kucing. Kucing yang mengandung toxoplasma gondii dalam sekali exkresi akan . Kista penting untuk transmisi dan paling banyak terdapat dalam otot rangka. dan Ookista. Bila infeksi menjadi kronis trofozoit dalam jaringan akan membelah secara lambat dan disebut bradizoit. Dapat ditemukan dalam jaringan selama masa akut dari infeksi.khronis. Bentuk yang ke tiga adalah bentuk Ookista yang berukuran 10-12 um.

Infeksi juga terjadi di laboratorium. kambing atau kucing maka pada berbagai jaringan hospes perantara akan dibentuk kelompok-kelompok trofozoit yang membelah secara aktif. Bila ookista ini tertelan oleh hospes perantara seperti manusia. Bila kucing makan tikus yang mengandung kista maka terbentuk kembali stadium seksual di dalam usus halus kucing tersebut. . Transmisi toxoplasma ke janin terjadi utero melalui placenta ibu hamil yang terinfeksi penyakit ini. sapi. tikus.mengeluarkan jutaan ookista. pada peneliti yang bekerja dengan menggunakan hewan percobaan yang terinfeksi dengan toxoplasmosis atau melalui jarum suntik dan alat laboratorium lainnya yang terkontaminasi dengan toxoplasma gondii. D. kecoa. Cara Penularan Toxoplasmosis Infeksi dapat terjadi bila manusia makan daging mentah atau kurang matang yang mengandung kista. Infeksi ookista dapat ditularkan dengan vektor lalat. dan melalui tangan yang tidak bersih. Pada hospes perantara tidak dibentuk stadium seksual tetapi dibentuk stadium istirahat yaitu kista.

Frekuensi toxoplasmosis pada penduduk dari berbagai negara. Tempat Frekuensi Peneliti Tahun 1 Taiwan 1.97% Dufee 1975 2 Hongkong 6. No.20% Ludlam .Table 2.

seperti flu ringan ditandai dengan demam. Tanda dan Gejala Pada individu imunokompeten yang tidak hamil. Sekitar 10-20% pasien mengembangkan limfadenitis atau sindrom. sakit kepala. mialgia. infeksi toxoplasma gondii biasanya tanpa gejala. penyakit ini bisa meniru . limfadenopati dan ruam.2% Singh 1968 E.1969 3 Jepang 16.5% Suzuki 1971 4 Singapura 17. Dalam beberapa kasus. malaise. sakit tenggorokan.

Penularan Toksoplasmosis tidak secara langsung ditularkan dari orang ke orang kecuali dalam rahim (Institute for International Cooperation in Animal Biologics. dengan gejala sakit kepala. pembengkakan kelenjar getah bening (sering di . Chorioretinitis. dapat menyebabkan koma dan kematian. miokarditis. Gejala biasanya dapat hilang tanpa pengobatan dalam beberapa minggu ke bulan. mengantuk.mononukleosis menular. meskipun beberapa kasus dapat memakan waktu hingga satu tahun. miokarditis. dan pneumonitis juga terjadi. 2005): 1) Toxoplasma pada orang yang imunokompeten Hanya 10-20% dari infeksi toksoplasma pada orang imunokompeten dikaitkan dengan tanda-tanda penyakit. perubahan refleks parah. hemiplegia dan koma. disorientasi. Ensefalitis. hemiparesis. Biasanya. termasuk myositis. perubahan refleks dan kejang. tapi jarang. Gejala berat. pneumonitis dan tanda-tanda neurologis termasuk kelumpuhan wajah. 2005). Nekrosis perbanyakan parasit dapat menyebabkan beberapa abses dalam jaringan saraf dengan gejala lesi. Tanda-tanda yang terkait dengan toksoplasmosis yaitu (Medows.

Pada pasien ini. Banyak bayi yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala saat lahir. Gejala lain bisa termasuk demam. sindrom ini sering merupakan akibat dari infeksi kongenital tanpa gejala atau menunda hasil infeksi postnatal. sakit kepala. sering unilateral. malaise. pasien dengan AIDS dan kanker. batuk atau sesak nafas dan miokarditis dapat menyebabkan gejala penyakit jantung. dan aritmia. 3) Toxoplasma Okular Toksoplasmosis okular oleh uveitis. keringat malam. nyeri otot. manifestasi lain dari penyakit ini termasuk penyakit paru-paru. menyebabkan demam. . ruam makulopapular dan sakit tenggorokan. dapat dilihat pada remaja dan dewasa muda. ucapan. infeksi mungkin melibatkan otak dan sistem syaraf.leher). Infeksi diperoleh pada saat atau sebelum kehamilan sehingga menyebabkan bayi toksoplasmosis bawaan. 2) Toxoplasmosis pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah Toxoplasmosis pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah misalnya. kejang-kejang dan masalah penglihatan. gerakan atau pemikiran. menyebabkan ensefalitis dengan gejala termasuk demam.

4) Toksoplasmosis pada wanita hamil Kebanyakan wanita yang terinfeksi selama kehamilan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Kemungkinan penyakit toksoplasmosis bawaan terjadi ketika bayi baru lahir. lahir mati. 5) Toxoplasmosis congenital Bayi yang terinfeksi selama kehamilan trimester pertama atau kedua yang paling mungkin untuk menunjukkan gejala parah setelah lahir. Aborsi dan stillbirths juga dapat dipertimbangkan. Tanda-tandanya yaitu demam. rasa sakit. Tanda dan gejalanya yaitu penglihatan kabur.namun sebagian besar akan mengembangkan pembelajaran dan visual cacat atau bahkan yang parah. terutama bila infeksi terjadi pada trimester pertama. jika tidak ditangani. sakit kuning . fotofobia. dan kehilangan sebagian atau seluruh keseimbangan tubuh. infeksi pada wanita selama kehamilan menyebabkan abortus spontan. pembengkakan kelenjar getah bening. dan kelahiran prematur. Pada kondisi tertentu. Hanya wanita tanpa infeksi sebelumnya dapat menularkan infeksi ke janin. infeksi yang mengancam jiwa di masa depan. tergantung pada tahap kehamilan saat infeksi ibu terjadi.

anemia. Toxoplasma banyak dijumpai didalam sel-sel pada pinggir ulkus-ulkus usus. Protozoa itu juga berada bebas dalam jaringan. dan pembesaran hati atau limpa. Reaksi radang umumnya jelas terlihat. sebuah kepala yang sangat besar atau bahkan sangat kecil. F. pendarahan. Mereka yang terinfeksi selama trimester terakhir biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi pada kelahiran. sebagai gliosis.. memar. hati. Didalam otak parasit-parasit terlihat didalam sel-sel glia atau neuron sebagai paraasit-parasit intra selluler atau sebagai koloni-koloni terminal (pseudo cysts). tetapi mungkin menunjukkan tanda-tanda toksoplasmosis okular atau penundaan perkembangan di kemudian hari. limpa. ruam.(menguningnya kulit dan mata). mikroglia. atan astrosit-astrosit. Perubahan Makroskopis Pada Penyakit Toxoplasmosis Sarang-sarang nekrosa dapat ditemukan didalam paru- paru. anak ginjal dan sel-sel disekitar sarang- sarang ini mengandung toxoplasmosis yang tergabung dalam koloni-koloni terminal (Pseudo-cysts) atau parasit- parasit itu terletak bebas dalam jaringan-jaringan. Penyerbukan limfosit-limfosit dalam .

Disamping itu juga memperlihatkan gejala renitis. disamping nekrosa lokal jaringan otak. Juga terjadi proliferasi sel-sel adventisia. Diagnosis Toxoplasmosis Meskipun insiden infeksi toksoplasmosis tinggi. Disamping itu serabut-serabut otot degenerasi. disamping nekrosa lokal jaringan otak. Parasit-parasit dapat ditemukan didalam makrofag atau didalam sel-sel hati.ruang virchow robin. diagnosis klinis jarang dilakukan karena tanda klinis dari toxoplasmosis mirip dengan penyakit infeksi lainnya. Toxoplasmosis sekali-sekali ditemukan di dalam mata anjing. Hati memperlihatkan perdarahan-perdarahan lokal yaitu gambaran degenerasi dan reaksi seluler disamping sarang- sarang nekrosa tersebut di atas. Pada unggas toxoplasmosis otak merupakan perubahan-perubahan yang sering terlihat. G. Parasit itu juga bisa dijumpai pada selaput otak. Perubahan-perubahan itu paling banyak terdapat dalam cortex cerebralis. Parasit-parasit terlihat didalam miokard yakni didalam makrofag-makrofag atau didalam miofibril. newritis. Uji . Didalam limpa kadang-kadang dijumpai sel-sel reticulum dan makrofag-makrofag.

IgM. 4. Deteksi parasit yang bebas (takizoit) pada kombinasi dengan gejala klinis dapat mengkonfirmasikan suatu infeksi. Hanya mendeteksi antibodi yang spesifik saja tidak cukup karena banyak manusia dan binatang memiliki titer antibodi. Reaksi berantai polimerase (PCR) untuk deteksi T. Serologi . gondii dalam darah atau cairan tubuh (misalnya. 2.laboratorium biasanya digunakan untuk diagnosis. Isolasi T. Identifikasi Toxoplasma gondii dalam darah atau cairan tubuh (Medows. sebagai contoh pada biopsi atau abortion material. Deteksi kista jaringan (hanya seperti antibodi saja) tidak mengkonfirmasi infeksi aktif. 2005) 1. cairan ketuban) dengan inokulasi kultur jaringan. IgA) atau dari sirkulasi. Fluorescent antibodi atau tachyzooites pewarnaan immunoperoxidase. CSF. gondii DNA. 3. Sebuah infeksi baru dapat menjadi pembeda dengan deteksi peningkatan jumlah antibodi (seroconversion) dari isotypes yang berbeda (IgG.

IgM spesifik tes yang dilakukan bila diperlukan untuk menentukan waktu infeksi. d) Immunosorbant aglutinasi untuk IgM atau IgA. aglutinasi dimodifikasi dan fiksasi komplemen.a) ELISA untuk mendeteksi IgG. 5. USG dapat digunakan pada janin dan kalsifikasi atau ventrikel membesar dalam otak bayi baru lahir. . IgM. Pencitraan Radiologi a) Computed Tomography (CT) atau radiologi dapat menunjukkan toksoplasmosis otak. IgM spesifik toksoplasma dapat ditemukan hingga 18 bulan setelah infeksi akut dan positif palsu yang umum. e) Uji Sabin-Feldman dye. Sebuah tes negatif yang kuat IgM menunjukkan bahwa infeksi ini tidak baru. IgA atau antibodi IgE b) IFA deteksi IgG atau IgM. tetapi tes IgM positif sulit untuk menginterpretasikan. c) Uji aviditas imunoglobulin G. misalnya dalam sebuah pregnansi. aglutinasi lateks. hemaglutinasi tidak langsung.

Penyebab kelainan kongenital karena infeksi termasuk golongan toxoplasma janin mulai membentuk zat anti pada akhir trimester pertama. Serodiagnosis infeksi kongenital berdasarkan kenaikan jumlah zat anti IgG spesifik mau deteksi zat anti IgM spesifik. bilateral meningkat ("cincin-lesi") dalam otak. Tujuan penulisan makalah ini untuk mengingat kembali kepentingan pemeriksaan zat anti IgG pada paired sera untuk diagnosis toxoplasmosis kongenital bila zat anti IgG tidak ditemukan. Diagnosis Toxoplasmosis Kongenital Pada Bayi. Pada bulan Januari 1986 Sampai Juni 1988 staf bagian parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yaitu Srisasi Ganda Husada telah melakukan penelitian tentang toxoplasmosis yaitu telah memeriksa 99 bayi . Di Indonesia sering dijumpai bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongnital.b) CT atau MRI dapat menunjukkan beberapa kontras. dan akan naik lagi bila bayi dapat mebuat IgG sendiri pada umur lebih kurang 3 bulan. Zat anti IgM pada bayi didapat dari ibunya melalui plasenta Konsentrasi IgG pada neonatus berkurang. yang terdiri dari IgM zat anti ini biasanya menghilang setelah 1-3 bulan. H.

Dalam test kit ini tersedia lempeng-lempeng plastik dengan sumur- sumur ini diisi dengan serum kontrol dan serum pendertia. Ada bayi yang hanya menunjukkan suatu kelainan seperti hepatosplenomegali katarak. dan ada yang menunjukkan lebih dari satu kelainan di atas. Bayi-bayi ini dikirim oleh RS. Dari tiap bayi diambil darah vena atan darah tali pusat serum dipisahkan dari gumpalan darah dan disimpan dalam frezer pada suhu 20C sampai diperiksa 2m anti IgM ditentukan dengan Elisa dengan menggunakan test kit Eti-Toxox-M reverse dari sorin Biomedica. korioretinitis. kejang. Kelainan klinik pada bayi-bayi yang tersangka toxoplasmosis kongenital ini adalah merupakan trias klasik yaitu Hidrocephalus. Kemudian sumur-sumur diisi dengan toxoplasmosis entigen yang dibuat dari toxoplasma gondii . mikrosefalus. Cairan dalam sumur-sumur dibuang dan lempeng- lempeng dicuci. maka IgM ini akan diikat dan menempel pada dasar sumur.berumur 1 hari sampai 6 bulan yang tersangka menderita toxoplasmosis kongenital. kemudian diinkubasi selama 1 jam pada suhu 370C. Cipto Mangunkusumo. Bila dalam serum tersebut terdapat IgM spesifik. dan perkapuran otak. rumah sakit lain yang ada di Jakarta dan dari dokter-dokter praktek pribadi. Dr.

Mulai Juni 1987 telah . Yang dianggap positif adalah nilai besar dari pada Cut off Control. Titer dimana masih tampak aglutinasi. Dengan demikian antivitas enzim ini proposional dengan konsentrasi IgM spesifik dalam serum penderita atau kontrol. Zat anti IgG pada bayi yang datang sebelum Juni 1987 di tentukan dengan mikroteknik tes hemagtutinasi tidak langsung (IHA) menurut Milgram dengan menggunakan antigen dari laboratorium NAMRU 2 yang dibuat dari RH strain toxoplasma gondii sebelum diperiksa serum diinativasi pada suhu 56°C selama setengah jam. Aktivitas enzim diukur dengan menambahkan Tetra Methilbenzidene chromogen/substrat yang tidak warna.RH Strain antigen ini dicanlpur dengan Enzyme tracer yang mengandung IgG terhadap toxoplasma gondii (dari tikus) yang dikonjugasi pada horse radish peroxydase. Setelah diinkubasi kembali selama 1 jam pada 370C. Enzym dicampur dengan chromogen substrat menimbulkan warna kuning yang diukur dengan spektrofotometer dengan filter 45Omm setelah reaksi dihentikan dengan laluran H2SO4In. maka toxoplasma gondii akan terikat pada IgM spesifik dan enzim tracer yang menempel pada IgG terhadap toxoplasma gondii.. Lempeng-lempeng diinkubasi selama 30 menit pada suhu kamar.

Setelah diinkubasi kembali selama 45 menit subtract akan dihirrolisa oleh enzim yang menimbulkan warna kuning. . Setelah dicuci sumur-sumur diisi dengan antihuman IgG yang dikonjugasi pada enzim alkalin fosfatase. Intentitas perubahan warna sejajar dengan jumlah IgG spesifik. Bila serum yang diperiksa mengandung zat anti IgG spesifik maka zat anti ini terikat pada antigen. Konjugat ini akan terikat pada IgG spesifik (bila) ada pada dasar sumur diisi dengan substat P-nitro fenifostat.21. Dalam Test Kit tersebut digunakan lempeng- lempeng plastik dengan sumur-sumur yang telah dilapisi dengan antigen toxoplasma gondii.tersedia Toxo Elisa Test Kit dari MA Bio product dan untuk penentuan zat anti IgG lalu digunakan Test Kit tersebut. Setelah reaksi dihentikan dengan larutan Na OH I N perubahan warna dibaca dengan spektrofotometer dengan filter 405 mm. Lempeng- lempeng diinkubasi selama 45 menit pada subu kamar. Kemudian diinkubasi 45 menit pada suhu kamar. Sumur-sumur ini diisi dengan senun kontrol dan serum penderita. Yang dianggap positif adalah nilai yang sama dengan atau lebih besar dapat pada 0.

Hasil Yang Didapat Jumlah Persentase (%) Positif 8 10.1 Negatif 71 89. Dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3.9 Jumlah 79 100 . Hasil Pemeriksaan IgM pada 79 Bayi Tersangka Toxoplasmosis Kongenital.Hasil penelitiannya yaitu dari 99 terdapat 79 bayi yang tersangka toxoplasmosis kongenital.

97.1) yaitu 4 bayi berumur 2 hari sampai 5 bulan yang secara berturut-turut menunjukkan kelainan kongenital multipel dan hepatospenomegali.Pada Tabel 3 di atas dapat dilihat.73- 0. Umur IgM + . Pemeriksaan IgG pada 4 bayi lainnya dilakukan dengan test IHA dengan hasil titer 1:1024 (t. Pemeriksaan IgG dengan Elisa menunjukkan nilai positif tinggi pada keempat bayi tersebut yaitu 0. mikro sephalus. khorioretinitis dan katarak.22-0.82-1.) pada bayi berumur 6 bulan dengan kelainan kongenital multipel. anemia gravis dan demam. Tabel 4. titer 1:64 pada bayi berumur 6 bulan. Hasil Pemeriksaan IsM dan IgG Pada 8 bayi dengan Diagnosis Serologik Toxoplasmosis Kongenital. bahwa IgM spesifik ditemukan pada 8 bayi (10.

82 H.97 Khorioretinitis + Katarak .28 0.22 Mikrosefalus 5 bulan 0.67 1. Spenomegali + anemia 3 bulan 0.IgG Gejala 2 hari 0.36 0.62 0.73 Kelainan kongenital multipel + hepatosple nomegali 2 bulan 0.

33 8 Hiperbilirubinemia .6 bulan 0.5 bulan 0.36 32 Kelainan mata 6 hari 0.28 64 Atropi orak kiri 5.28 - Kelainan kongenital 4.6 bulan 0.

Pemeriksaan awal bisa dilakukan dengan pengambilan jaringan (biopsi) dan pemeriksaan serum (serologis). atau perkapuran pada otak dan hati.eksi IgM + dan IgG di dapat basil yang berbeda antara pemeriksaan dengan IgM dan IgG. Sebaliknya bisa saja sampai lahir tidak menampakkan gejala apapun. penambahan cairan otak (hidrosefalus). namun kemudian terjadi retinitis (radang retina mata). tetapi kadang-kadang dapat ditemukan lebih lama. 1975 seperti dikutip Vejtorp (1980) menemukan zat antigen IgM hanya pada 25% bayi dengan toxoplasmosis kongenital. Penanganan Indikasi infeksi pada janin bisa diketahui dari pemeriksaan USG. Desmonts dkk. Pada pemeriksaan serologi akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui adanya reaksi imun dalam darah. Umumnya cara kedua yang sering dilakukan. (1980) IgM menghilang 3-4 bulan setelah muncul dalam serum. Menurut Remington dkk. dengan cara . yaitu terdapat cairan berlebihan pada perut (asites). perkapuran pada otak atau pelebaran saluran cairan otak (ventrikel).Dari tabel di atas dapat dilihat diagnosis toxoplasmosis kongenital pada 8 bayi dengan det.

Sehingga wanita hamil yang telah memiliki lgM negatif dan lgG positif berarti telah memiliki kekebalan dan tidak perlu khawatir terinfeksi. Setelah IgM meningkat. IgA merupakan reaksi yang lebih spesifik untuk mengetahui adanya serangan infeksi baru. Namun sebagian besar diantaranya telah membentuk kekebalan tubuh sehingga tidak berkembang. diduga timbul infeksi baru. terlebih setelah kini diketahui lgM dapat menetap bertahun-tahun. IgM. Untuk lebih memastikan akan dilakukan juga . Bila ada peningkatan lgG yang signifikan. Bagaimana bila lgM dan lgG positif ? Untuk ini disarankan melakukan pemeriksaan ulang. Meski ini jarang terjadi. meskipun hanya sebagian kecil kasus. Sebaliknya yang memiliki lgM dan lgG negatif harus melakukan pemeriksaan secara kontinyu setiap 3 bulan untuk mengetahui secara dini bila terjadi infeksi. IgA. maka seseorang akan memberikan reaksi imun berupa peningkatan IgG yang kemudian menetap. dan parasit terbungkus dalam kista yang terbentuk dari kerak perkapuran (kalsifikasi).mendeteksi adanya IgG (imunoglobulin G). Sebenarnya sebagian besar orang telah terinfeksi parasit toksoplasma ini. IgE. tetapi adakalanya terjadi. Pemeriksaan IgM untuk ini mengetahui infeksi baru.

Pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian sulfa dan pirimethamin atau spiramycin dan clindamycin. I. yaitu pemeriksaan laboratorium dari sejumlah kecil protein parasit ini yang diambil dari cairan ketuban atau darah janin yang kemudian digandakan. Dengan pemeriksaan dan pengobatan secara dini penularan pada bayi akan bisa ditekan seminimal mungkin. yaitu lgM dan lgA positif.pemeriksaan lgA. Bila indikasi infeksi sudah pasti. Bila didapat lgM positif maka bisa dipakstikan bayi telah terinfeksi. Selain itu pengobatan dini yang tepat saat awal kehamilan akan menurunkan secara signifikan kemungkinan janin terinfeksi. Pencegahan Toxoplasmosis . Bahkan setelah persalinan akan dilakukan pemeriksaan pada bayi. Pemeriksaan bisa juga dilakukan dengan PCR. Meski hasilnya negatif sekalipun. harus segera dilakukan penanganan sedini mungkin. Sulfa dan pirimethamin dapat menembus plasenta dengan baik sehingga dianjurkan untuk pengobatan pertama. tetap harus dilakukan pemeriksaan berkala sesudahnya. Terapi harus dilakukan terus sampai persalinan.

Terdapat beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit toksoplasmosis. Menghilangkan feses kucing (sebelum sporocyst menjadi infektif). Mendidik ibu hamil tentang langkah-langkah pencegahan: a. Makanan kucing sebaiknya kering. b. 2. Gunakan iradiasi daging atau memasak daging pada suhu 1500F (660C) sebelum dimakan. Memakai sarung tangan saat berkebun dan mencuci tangan setelah kerja dan sebelum makan. Ibu hamil sebaiknya menghindari pembersihan sampah panci dan kontak dengan kucing. . kalengan atau rebus dan mencegah kucing tersebut berburu (menjaga mereka sebagai hewan peliharaan dalam ruangan) 3. Feses kucing dapat dibakar atau dikubur. 2000): 1. antara lain (Chin. Pembekuan daging tidak efektif untuk menghilangkan Toxoplasma gondii. Mencuci tangan dengan bersih setelah memegang material yang berpotensial terdapat Toxoplasma gondii.

5. Dosis yang dianjurkan untuk pyrimethamine ialah 25-50 mg per hari selama sebulan dan trisulfapyrimidine dengan dosis 2.4. sulfadiazine dan asam folinic. Pengobatan Toxoplasmosis Sampai saat ini pengobatan yang terbaik adalah kombinasi pyrimethamine dengan trisulfapyrimidine. Karena efek samping obat tadi ialah leukopenia dan trombositopenia. maka dianjurkan untuk menambahkan asam folat dan yeast selama pengobatan. Cuci tangan sebelum makan dan setelah menangani daging mentah atau setelah kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi kotoran kucing.000-6.000 mg sehari selama sebulan. Kombinasi ke dua obat ini secara sinergis akan menghambat siklus p-amino asam benzoat dan siklus asam foist. Control kucing liar dan mencegah mereka kontak dengan pasir yang digunakan anak-anak untuk bermain. 6. Trimetoprimn . J. Penderita AIDS yang telah toxoplasmosis dengan gejala yang parah harus menerima pengobatan profilaksis sepanjang hidup dengan pirimetamin.

juga temyata efektif untuk pengobatan toxoplasmosis tetapi bila dibandingkan dengan kombinasi antara pyrimethamine dan trisulfapyrimidine. Dosis spiramycin yang dianjurkan ialah 2-4 gram sehari yang di bagi dalam 2 atau 4 kali pemberian. Pengobatan juga ditujukan pada penderita dengan gejala klinis jelas dan terhadap bayi yang lahir dari ibu penderita toxoplasmosis. Spiramycin merupakan obat pilihan lain walaupun kurang efektif tetapi efek sampingnya kurang bila dibandingkan dengan obat-obat sebelumnya. BAB III . ternyata trimetoprim masih kalah efektifitasnya. Demikian berselang seling sampai sembuh. Beberapa peneliti menganjurkan pengobatan wanita hamil trimester pertama dengan spiramycin 2-3 gram sehari selama seminggu atau 3 minggu kemudian disusul 2 minggu tanpa obat.

sakit tenggorokan. limfadenopati . sakit kepala. Selanjutnya setelah diselidiki maka penyakit yang disebabkan oleh toxoplasmosis dianggap suatu genus termasuk famili babesiidae.PENUTUP A. Pasien mengembangkan limfadenitis atau sindrom. seperti flu ringan ditandai dengan demam. Tanda-tanda yang terkait dengan toksoplasmosis tanpa gejala. Diagnosis secara laboratoris cukup mudah yaitu dengan memeriksa antibodi kelas IgG dan IgM terhadap toxoplasmagondii akan dapat diketahui status penyakit penderita. Padahal akibat yang ditimbulkannya memberikan beban berat bagi masyarakat seperti abortus. Toxoplasmosis ditemukan oleh Nicelle dan Manceaux pada tahun 1909 yang menyerang hewan pengerat di Tunisia. lahir mati maupun cacat kongenital. malaise. mialgia. Kesimpulan Penyakit toxoplasmosis merupakan penyakit kosmopolitan dengan frekuensi tinggi di berbagai negara juga di Indonesia karena gejala klinisnya ringan maka sering kali Input dari pengamatan dokter. Afrika Utara.

myositis. koma. Pencegahan dapat dilakukan dengan pendidikn pada ibu hamil. hemiplegi. kontrol kucing liar. dan pencitraan radiologi. serologi. 2. B. Diagnosis dapat dilakukan dengan cara Isolasi. 3. . Saran 1. dan ensefalitis. Dianjurkan untuk memeriksakan diri secara berkala pada wanita hamil trimester pertama akan kemungkinan terinfeksi dengan toxoplasmosis.dan ruam. PCR. Bagi wanita yang mengindap toxoplasmosis sebaiknya tidak hamil dahulu sampai sembuh atau virus dalam keadaan istirahat. menghilangkan feses kucing. miokarditis. pneumonitis dan tanda- tanda neurologis termasuk kelumpuhan wajah. PHBS. Ibu hamil sebaiknya menghindari kontak langsung deng kucing. perubahan refleks parah. dan pengobatan profilaksis pada penderita AIDS. pewarnaan immunoperoxidase. memperhatikan makanan kucing.

html http://www.html#ixzz1pe3XIgdB http://kesmas-unsoed.com/kesehatan/kehamilan/infeksi- kehamilan-karena-toxoplasma. Gunakanlah iradiasi daging atau memasak daging pada suhu 1500F (660C) sebelum dimakan.totalkesehatananda.html http://www.com/wp-content/upload/04-055fi- jpg http://keluargacemara.com/2011/05/makalah- toxoplasmosis.com/Kasus-Medis/Pengertian- Toxoplasmosis.vet-indo. DAFTAR PUSTAKA http://keluargacemara.html .blogspot.4.com/toxoplasmosis1.