You are on page 1of 2

NO.

HARI/ DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI
TANGGAL KEPERAWATAN
1. Rabu, Gangguan perfusi jaringan a. memonitoring tanda-tanda vital S : klien mengatakan kepala tidak
b/d edema serebral T : 36, 5%C pusing
N : 101x/m
RR : 29x/m
O O : pasien tidak berbicara
TD : 130/89 mmhg
SPO2 : 98 melantur,dapat mengkaji pasien,
b. memonitoring tingkat kesadaran pasien menjawab pertanyaan
E : 3 M : 4 V:5 perawat SPO2 : 98%
c. meninnggikan kepala di tempat tidur
15-30 derajat A : gangguan perfusi jaringan
teratasi sebagian
d. memberikan cairan iv, larutan NACL
memberikan obat sesuai instruksi P : Intervensi terus dilakukan
medis - mengajarkan teknik
relaksasi nafas dalam

2. Pola nafas tidak efektif b.d a. Mengobservasi kecepatan, kedalaman S : klien mengatakan sesak nafas
proses penyakit dan suara napas klien. mulai berkurang
RR : 24x/ mnit
O O : RR = 22x/ mnit
b. Melakukan suction dengan ekstra hati-
hati bila terdengar stridor. A : pola nafas tidak efektif teratasi
c. Mempertahankan posisi semi fowler , sebagian
tidak menekan ke salah satu sisi.
P : Intervensi terus dilakukan
d. Melakukan chest fisioterapi. Memposisikan semi fowler

Memonitoring turgor kulit pasien S : klien mengatakan mau dipasang kurang dari kebutuhan kering. Ketidakseimbangan nutrisi a. mukosa bibir kering. Nasal Canul 4l/m g. e. lidah lagi NGT. memberi makanan lewat NGT diet A : Ketidakseimbangan nutrisi cair susu 250 ml kurang dari kebutuhan teratasi sebagian P : Intervensi terus dilakukan Memberi makananlewat NGT . dan setelah diberi makan tubuh b/d kesulitan menelan terdapat sisa dari pemeberian susu lewat NGT pasien tidak merasa melalui NGT yang belum dicabut. Melakukan relakassi nafas dalam 3. mengkaji intake output makanan dan O O : klien tampak lemah cairan c. Menjelaskan pada pasien tentang perubahan posisi tiap 2 jam sekali f. Memberikan oksigen. haus lagi b.