You are on page 1of 104

MENTER!

KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
SALINAN

PERATURAN M E NTER! KEUANGAN REPUB LIK IND O NESIA

NO M O R 160/PMK.05/2015

TENTANG

TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN B E LANJA NEGARA
PADA PERWAKI LAN REPUBLI K I NDO NESIA DI LUAR NEGERI

D E N GAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

M E NTER! KEUANGAN REPUB LIK IND O N ESIA,

Menimbang bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 130 Peraturan
Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan B elanja Negara, perlu
menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan D an Belanja Negara Pada
Perwakilan Republik Indone sia Di Luar Negeri;

Mengingat Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan D an Belanja ·
Negara
(Lembaran Negara Republik Indone sia Tahun 2013
Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5423);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG TATA CARA
PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN B E LANJA
N EGARA PADA PERWAKILAN REPUB LIK IND O N E SIA DI LUAR
N E GERI.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

D alam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1. Anggaran Pendapatan dan B elanja Negara yang
selanjutnya disingkat APB N adalah rencana keuangan
tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan
Perwakilan Rakyat .
'

2. B agian Anggaran adalah kelompok anggaran menurut
nomenklatur kementerian negara/lembaga dan menurut
fungsi B endahara Umum Negara.

www.jdih.kemenkeu.go.id

M ENTER ! K E UA N G A N
R EPU B L I K I N D O N ES IA

- 2 -
3. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya
disingkat DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran
yang digunakan sebagai acuan pengguna anggaran dalam
melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai
pelaksanaan APBN.
4. Kementerian Luar Negeri adalah kementerian yang
mempunyai tugas menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang politik dan hubungan luar negeri.
5. Kementerian Teknis adalah kementerian negara/lembaga
· pemerintah nonkementerian negara/lembaga negara yang
memiliki atase teknis di luar negeri.
6. Menteri Luar Negeri adalah pejabat yang bertanggung
jawab atas pengelolaan keuangan pada Kementerian Luar
Negeri.
7. Menteri Teknis adalah pejabat yang bertanggung jawab
atas pengelolaan keuangan pada kementerian negara/
lembaga pemerintah nonkementerian negara/lembaga
negara yang memiliki atase teknis di luar negeri.
8. Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri yang
selanjutnya disebut Perwakilan adalah Perwakilan
diplomatik dan Perwakilan konsuler Republik Indonesia
yang secara resmi mewakili dan memperjuangkan
kepentingan bangsa, negara, dan Pemerintah Republik
Indonesia secara keseluruhan di negara penerima atau
pada organisasi internasional.
9. Kepala Perwakilan adalah duta besar luar biasa dan
berkuasa penuh, wakil tetap Republik Indonesia, kuasa
usaha tetap, kuasa usaha sementara, konsul jenderal,
konsul, dan pejabat sementara (acting) Kepala Perwakilan
konsuler yang masing-masing memimpi11 Perwakilan
di negara penerima atau wilayah kerja dan/atau organisasi
internasional.
10. Home Staff adalah unsur pimpinan, unsur pelaksana, dan
unsur penunjang yang ditugaskan di Perwakilan
berdasarkan Keputusan Presiden dan/atau Keputusan
Menteri Luar Negeri.
11. Local Staff/Pegawai Setempat adalah Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja yang dipekerjakan atas dasar
kontrak kerja untuk jangka waktu tertentu, guna
melakukan tugas-tugas tertentu pada Perwakilan.
12. Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan
yang selanjutnya disebut BPKRT adalah staf
nondiplomatik pada satuan kerja Perwakilan.

www.jdih.kemenkeu.go.id

M ENTE R ! K E UA N G A N
R EPUBLI K I N D O N ES I A

- 3 -
1 3 . Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah unit
orgamsas1 lini pada kementerian negara/
lembaga pemerintah nonkementerian atau unit
orgamsas1 pemerintah daerah yang melaksanakan
kegiatan kementerian negara/lembaga pemerintah
nonkementerian dan memiliki kewenangan dan tanggung
jawab penggunaan anggaran.
1 4 . Satker Atase Teknis adalah unit organisasi lini
kementerian negara/lembaga selain Kementerian Luar
Negeri dan Kementerian Pertahanan yang berlokasi
di luar negeri dan menjadi bagian dari Perwakilan serta
memiliki kewenangan dan tanggung jawab penggunaan
anggaran.
1 5. Atase Teknis adalah pegawai negeri dari kementerian
negara atau lembaga pemerintah nonkementerian selain
Kementerian Pertahanan atau Kementerian Luar Negeri,
yang ditempatkan di Perwakilan diplomatik tertentu untuk
melaksanakan tugas yang menjadi bidang wewenang
kementerian negara atau lembaga pemerintah
nonkementerian.
1 6 . Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah
pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran
pada kementerian negara/lembaga pemerintah
nonkementerian negara/lembaga negara.
1 7 . Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA
adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk
melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab
penggunaan anggaran pada kementerian negara/lembaga
pemerintah nonkementerian negara/lembaga negara.
1 8 . Bendahara Umum Negara yang selanjutnya disingkat BUN
adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan
fungsi BUN.
19. Kuasa BUN adalah pejabat yang diangkat oleh BUN untuk
melaksanakan tugas kebeh.daharaan dalam rangka
pelaksanaan APBN dalam wilayah kerja yang ditetapkan.
2 0 . Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang
selanjutnya disingkat KPPN adalah iristansi vertikal
Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh
kuasa dari BUN untuk melaksanakan sebagian fungsi
Kuasa BUN.
2 1 . Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat
PPK adalah pejabat yang melaksanakan kewenangan
PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau
melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan
pengeluaran anggaran belanja negara.

www.jdih.kemenkeu.go.id

kemenkeu. 2 3 . Tambahan Uang Persecliaan yang selanj utnya clisingkat TUP adalah uang muka yang diberikan kepacla Benclahara Pengeluaran untuk kebutuhan yang sangat menclesak dalam 1 ( satu) bulan mele bihi pagu UP yang telah clitetapkan . 2 9 . Pertanggungj awaban Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya clisingkat PTUP aclalah pertanggungj awaban atas TUP.jdih.go. clan mempertanggungj awabkan uang penclapatan negara clalam rangka pelaksanaan APB N pacla kantor / S atker kementerian negara/ lembaga pemerintah nonkementerian . atau surat perintah kerj a lainnya melalui penerbitan surat perintah membayar langsung. 26. 25. menatausahakan. Benclahara Pengeluaran Penibantu yang selanj utnya clisingkat BPP aclalah orang yang clitunj uk untuk inembantu Benclahara Pengeluaran untuk melaksanakan pembayaran kepacla yang berhak guna kelancaran pelaksanaan kegiatan tertentu . Uang Persecliaan yang selanjutnya clisingkat UP aclalah uang muka kerj a clalam jumlah tertentu yang cliberikan kepacla Benclahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari Satker atau membiayai pengeluaran yang menurut sifat clan tuj liannya ticlak mungkin clilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung. www. Pej abat Penanclatangan Surat Perintah Membayar yang selanjutnya clisingkat PPSPM aclalah pej abat yang cliberi kewenangan oleh PA/ KPA untuk melakukan penguj ian atas permintaan pembayaran clan menerbitkan perintah pembayaran . menatausahakan. 2 4 . M ENTER I K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ESIA . 30. surat tugas. Benclahara Penerimaan aclalah orang yang clitunj uk untuk menerima. menyimpan. surat keputusan.4 - 22. Benclahara Pengeluaran aclalah orang yang clitunjuk untuk menerima. menyetorkan. 28. 2 7 . membayarkan. Pembayaran Langsung yang selanjutnya clisebut Pembayaran LS aclalah pembayaran yang clilakukan langsung kepacla Benclahara Pengeluaran / penerima hak lainnya atas clasar perj anjian kerj a. clan mempertanggungj awabkan uang untuk keperluan belanj a negara clalam rangka pelaksanaan APBN pacla kantor/ Satker kementerian negara/ lembaga pemerintah nonkementerian . menyimpan. Petugas Pengelolaan Aclministrasi Belanj a Pegawai yang selanjutnya clisingkat PPABP aclalah pembantu KPA yang cliberi tugas clan tanggung j awab untuk mengelola pelaksanaan belanj a pegawai .id .

yang berisi permintaan pertanggungj awaban atas TUP. 34 . Surat Perintah Membayar Langsung yang selanj utnya disingkat SPM-LS adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA. yang berisi permintaan pembayaran �UP. yang berisi pertanggungj awaban dan permintaan kembali pembayaran UP. 32 . Surat Permintaan Pembayaran Penggantian Uang Persediaan Nihil yang selanjutnya disebut S PP-GUP Nihil adalah dokumen yang diterbitkan oleh KPA / PPK. Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPM-TUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan TUP. 37. 41. diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan UP.jdih. yang berisi pertanggungj awaban UP. dalam rangka pembayaran tagihan kepada penerima hak/ Bendahara Pengeluaran . Surat Permintaan Pembayaran yang selanj utnya disingkat SPP adalah dokumen yang diterbitkan oleh KPA / PPK. 40 . 3!?. 39 . MENTE R ! KEUANGAN R EPU B LI K INDONESIA -5- 31.go. Surat Permintaan Pembayaran Lang'sung yang selanjutnya disingkat SPP-LS adalah dokumen yang diterbitkan oleh KPA/ PPK. yang berisi permintaan pembayaran tagihan kepada negara. 36. www. oleh PPSPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA .id .kemenkeu. Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPP-UP adalah dokumen yang diterbitkan oleh KPA/ PPK. Surat Permintaan Pembayaran Pertanggungj awaban Tambahan Uang Persediaan yang selanj utnya disingkat SPP-PTUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh KPA/ PPK. yang berisi permintaan pembayaran UP. dalam rangka pembayaran tagihan kepada penerima hak/ Bendahara Pengeluaran . Surat Perintah Membayar Uang Petsediaan yang selanjutnya disingkat SPM-UP adalah dokumen yang . Surat Permintaan Pembayaran Penggantian Uang Persediaan yang selanjutnya disebut S PP-GUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh KPA/ PPK. 38. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disingkat SPM adalah dokumen yang diterbitkan. Surat Permintaan Pembayaran Tambahan Uang Persediaan ·yang selanjutnya disingkat S PP-TUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh KPA/ PPK. 33.

4 7 . 50 . Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam . Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak yang selanjutnya disingkat SPTJM adalah pernyataan yang diterbitkan/dibuat oleh PPK yang memuat jaminan atau pernyataan tanggung jawab sepenuhnya atas penggunaan dana dan disertai kesanggupan untuk melengkapi dokumen/bukti pengeluaran sehingga memenuhi syarat pembayaran atas belanja negara clan/atau menyetorkan kerugian negara ke kas negara sebagai akibat penggunaan dokumen/bukti pengeluaran yang tidak memenuhi syarat pembayaran atas beban belanja negara. clan pelaporan keuangan pemerintah. 4 3 . www.go. 44 . 45. 49 . Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa BUN untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan SPM.jdih. ·pelaksanaan anggaran.id . 4 6 . Surat Perintah Membayar Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPM-PTUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM sebagai pertanggungjawaban atas TUP yang membebani DIPA. yang dananya dipergunakan untuk menggantikan UP yang telah dipakai. Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-GUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM dengan membebani DIPA. disingkat PNBP adalah seluruh penerimaan pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan.kemenkeu. penganggaran. Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan Nihil yang selanjutnya disebut SPM-GUP Nihil adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM sebagai pertanggungjawaban UP yang membebani DIPA. Arsip Data Komputer yang selanjutnya disingkat ADK adalah arsip data dalam bentuk softcopy yang disimpan dalam media penyimpanan digital. MENTE R ! KEUANGAN REPUBLI K INDONESIA -6 - 42. Penerimaan Negara Bukan Pajak yang selanjutnya .Peraturan Perundang­ undangan yang mengatur mengenai Bank Indonesia. Bagan Akun Standar yang selanjutnya disingkat BAS adalah daftar kodefikasi clan klasifikasi terkait transaksi keuangan yang disusun secara sistematis sebagai pedoman dalam perencanaan. 4 8 .

tunj angan luar negeri lainnya clan Gaj i Local Staff/Pegawai Setempat. Tunj angan Penghidupan Luar Negeri yang selanj utnya disingkat TPLN adalah tunj angan penghidupan yang diterima oleh pej abat/ Pegawai Negeri Sipil yang a ditempatkan pad Perwakilan. Mata Uang Eksotik (Exotic Currency) adalah mata uang selain mata uang utama.id . MENTE RI KEUANGAN R EPUBLIK INDONESIA . 52 .kemenkeu. BAB III DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN Pasal 3 (1) DIPA berlaku sebagai dasar pelaksanaan pengeluaran negara setelah mendapat pengesahan dari Mehteri Keuangan selaku BUN. yang penentuannya dilakukan oleh Bank Indonesia. (2) Satker Atase Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) tidak termasuk Satker Atase Pertahanan (Athan) . tunj angan penghidupan luar negeri. (2) Alokasi dana yang tertuang dalam DIPA merupakan batas tertinggi pengeluaran negara. www.go. 54.7 - 51. 5 5 . Kurs Tengah Bank Indonesia adalah kurs rata-rata yang ditetapkan Bank Indonesia. BAB II RUANG LINGKUP Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini mengatur mengenai tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan APBN pada Satker Perwakilan clan Satker Atase Teknis .. 53. meliputi tunj angan pokok clan tunj angan keluarga. (3) Ketentuan mengenai tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan APBN pada Satker Atase Pertahanan (Athan) diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri .jdih. Pos Moneter adalah pos-pos neraca yang mencakup aset dan kewajiban yang akan diterima atau dibayarkan dalam jumlah unit mata uang yang tetap atau dapat ditentukan . Gaj i adalah belanja pegawai yang dibayarkan secara rutin bulanan kepada pej abat/ pegawai negeri dan / atau Pegawai Pemerintah dengan Perj anj ian Kerj a (PPPK) yang telah diangkat oleh pej abat yang berwenang dengan surat keputusan sesuai ketentuan perundang-undangan pada Satker yang meliputi Gaji Pegawai Negeri Sipil.

(5) Dalam hal penunjukan KPA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan ayat (3) huruf a tidak clapat clilakukan secara ex-officio. (3) Menteri Teknis selaku PA sebagaimana climaksud pacla ayat ( 1 ) berwenang: a. Satker Perwakilan / Satker Atase Teknis berkedudukan pada negara yang dalam kondisi darurat. menetapkan pej abat perbenclaharaan negara lainnya. b. menunjuk Kepala Satker Perwakilan sebagai KPA.8 - (3) Pengeluaran negara sebagaimana climaksucl pacla ayat (2) ticlak boleh clilaksanakan j ika alokasi clananya ticlak terseclia atau ticlak cukup terseclia dalam DIPA . sebelum clilakukan perubahan/ revisi DIPA. dan/ atau www.id . dan b.go. (2) Menteri Luar Negeri selaku PA sebagaimana climaksucl pacla ayat ( 1 ) berwenang: a.kemenkeu. Satker Perwakilan / Satker Atase Teknis memiliki beban kerj a yang sangat tinggi. clan b.jdih. BAB IV PEJABAT PERB ENDAHARAAN NEGARA Bagian Kesatu Pengguna Anggaran Pasal 4 (1) Menteri Luar Negeri clan Menteri Teknis bertinclak sebagai PA atas Bagian Anggaran yang clisecliakan untuk penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menj acli tugas clan kewenangannya. menetapkan pej abat perbenclaharaan :qegara lainnya. (4) Khusus pelaksanaan pengeluaran negara untuk pembayaran Gaj i clan tunj angan yang melekat pacla Gaj i clapat rrielampaui alokasi clana Gaj i clan tunj angan yang melekat pacla Gaj i clalam DIPA. (6) Kewenangan PA sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dapat dilaksanakan clalam hal: a. PA dapat menetapkan pej abat lain sebagai KPA di lingkungannya masing-ma:sing. menunjuk Kepala Satker Atase Teknis sebagai KPA. MENTERI KEUANGAN REPUBLI K IND ON ESIA . (4) Penunjukan KPA sebagaimana climaksud pada ayat (2) huruf a dan ayat (3) huruf a bersifat ex-officio.

untuk ditetapkan sebagai pejabat perbendaharaan negara. PPK. (2) KPA sebagaimana dimaksud pada ayat { 1 ) dicantumkan pada DIPA. dimungkinkan perangkapan fungsi pejabat perbendaharaan negara dengan memperhatikan pelaksanaan prinsip saling uji (check and balance) . Bagian Kedua Kuasa Pengguna Anggaran Pasal 5 (1) KPA melaksanakan penggunaan anggaran berdasarkan DIPA Satker.go. (4) Setiap terjadi pergantian jabatan Kepala Satker. ( 1 0) Dalam hal terdapat keterbatasan jumlah pejabat/pegawai yang memenuhi syarat. (7) Dalam hal terdapat keterbatasan jumlah pejabat/pegawai yang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pejabat perbendaharaan negara. (i 1 ) Perangkapan jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 0) . M ENT E R ! K EUANGAN REPUBLIK INDONESIA -9 - c. setelah serah terima jabatan pejabat Kepala Satker yang baru langsung menjabat sebagai KPA.id . (8) Pejabat perbendaharaan negara lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dan ayat (3) huruf b adalah: a. (3) Penunjukan KPA tidak terikat periode tahun anggaran. www. dapat dilaksanakan melalui perangkapan jabatan KPA sebagai PPK atau PPSPM. ( 1 2) Dalam rangka pelaksanaan tugas teknis yang berakibat pada penggunaan anggaran. Atase Teknis harus berkoordinasi dengan Kepala Perwakilan. PPSPM. Menteri Teknis dapat menunjuk pejabat/pegawai pada Sekretariat Jenderal/Unit Eselon I yang terkait sebagai KPA Satker Atase Teknis.jdih. (9) Kewenangan PA dalam penetapan PPK dan PPSPM dilimpahkan kepada KPA. Satker Perwakilan/Satker Atase Teknis berkedudukan pada negara yang mengalami penurunan hubungan diplomatik dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.kemenkeu. dan b.

KPA memiliki tugas dan wewenang: a. dan 1. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanj a negara. menetapkan PPK dan PPSPM. h. (2) Pelaksanaan tanggung j awab KPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk: a.id . 1 (satu) PPSPM .10 - (5) Dalam hal terdapat kekosongan j abatan Kepala Satker sebagaimana dimaksud pada ayat (4) atau pej abat lain yang ditunjuk sebagai KPA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (5) . dan b. KPA menetapkan : a.kemenkeu. (7) KPA yang penunjukannya berakhir sebagaimana dimaksud pada ayat (6) bertanggung j awab untuk menyelesaikan seluruh administrasi dan pelaporan keuangan . melakukan penguj ian tagihan dan perintah pembayaran atas beban anggaran negara. menyusun DIPA. Pasal 7 (1) KPA bertanggung j awab atas pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang berada dalam penguasaannya kepada PA. menetapkan panitia/ pej abat yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran . menyusun laporan keuangan dan kinerj a sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan . mengesahkan rencana pelaksanaan kegiatan dan · rencana penarikan dana. d. g. mengawasi penatausahaan dokumen dan transaksi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dan · anggaran. f. 1 (satu) atau lebih PPK. menetapkan rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana pencairan dana. e. (2) Untuk 1 (satu) DIPA. konsultasi. MENTE R ! K EUANGAN REPUBLI K INDONESIA . Pasal 6 (1) Dalam rangka pelaksanaan anggaran pada Satker. (6) Penunjukan KPA berakhir apabila tidak teralokasi anggaran untuk program yang sama pada tahun anggaran berikutnya. memberikan supervisi. b. www. dan pengendalian pelaksanaan kegiatan dan anggaran.jdih. PA segera menunjuk seorang pej abat baru se bagai pelaksana tugas KPA. c.go.

(6) Dalam hal penunjukan KPA berakhir karena tidak teralokasi anggaran untuk program yang sama pada tahun anggaran berikutnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (6) . penetapan PPK dan/ atau PPSPM tahun yang lalu masih tetap berlaku .jdih. c. evaluasi agar pembuatan perj anj ian/ kontrak pengadaan barang/j asa dan pembayaran atas beban APBN sesuai dengan keluaran ( output) yang ditetapkan dalam . penetapan PPK dan PPSPM tersebut secara otomatis berakhir. Pasal 8 (1) KPA Satker Perwakilan menetapkan pej abat/ pegawai pada Perwakilan sebagai PPK dan PPSPM dengan surat keputusan . (3) Penetapan PPK dan PPSPM sebagaimana diinaksud pada ayat ( 1 ) dan ayat (2) tidak terikat periode tahun anggaran .id . merumuskan standar operasional agar pelaksanaan pengadaan barang/j asa sesuai dengan ketentuan mengenai pengadaan barang/j asa pemerintah. menyusun sistem pengawasan dan pengendalian agar proses penyelesaian tagihan atas beban APBN dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang­ undangan. MENTERI K E UANG AN R EPUBLIK INDONESIA . (4) Dalam hal tidak terdapat perubahan pej abat/ pegawai yang ditetapkan sebagai PPK dan/ atau PPSPM pada saat pergantian periode tahun anggaran.go. www. melakukah monitoring dan. Melakukan pengawasan. monitoring. d. (2) KPA Satker Atase Teknis menetapkan pej abat/ pegawai pada Atase Teknis sebagai PPK dan PPSPM dengan surat keputusan . merumuskan kebij akan agar pembayaran atas beban APBN sesuai dengan keluaran ( output) yang ditetapkan dalam DIPA. e.kemenkeu. dan evaluasi atas pertanggungj awaban pelaksanaan anggaran dalam rangka penyusunan laporan keuangan . melakukan pengawasan agar pelaksanaan kegiatan dan pengadaan barang/j asa sesuai dengan keluaran ( output) yang ditetapkan dalam DIPA. f. dan g.11 - b. KPA menetapkan PPK atau PPSPM pengganti denga:n surat keputusan dan berlaku sej ak serah terima j abatan . (5) Dalam hal PPK atau PPSPM dipindahtugaskan / pensiun / diberhentikan dari j abatannya/ berhalangan sementara. DIPA serta rencana yang telah ditetapkan.

clan c.jdih. KPA Satker Atase Teknis dapat menunj uk pej abat/ pegawai pada Satker Perwakilan sebagai PPK atau PPSPM . dan ayat ($) kepada: a. PPK. PPSPM disertai dengan spesimen tanda tangan PPK. Direktur Jenderal Perbendaharaan . (8) KPA menyampaikan s.urat keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) . (2) Penunjukan PPK dan/ atau PPSPM sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) harus mendapat persetuj uan dari Menteri Luar Negeri atau pej abat yang ditunj uk. (9) · Pada awal tahun anggaran .id . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . KPA dapat menetapkan pegawai yang berstatus PNS yang . b. q.kemenkeu.go. (2) Penunjukan PPSPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan setelah mendapat persetuj uan Menteri Keuangan c . ayat (2) . Pasal 10 ( 1) Dalam hal penunjukan PPS PM pada S atker Perwakilan dan Satker Atase Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 9 ayat ( 1 ) tidak memungkinkan untuk dilakukan. Pasal 9 ( 1) Dalam rangka memudahkan administrasi dan koordinasi. Kepala KPPN selaku Kuasa BUN beserta spesimen tanda tangan PPSPM dan cap/ stempel Satker. berasal dari unit eselon I atau Sekretariat Jenderal Kementerian Teknis / Kementerian Luar Negeri sebagai PPSPM . www. KPA menyampaikan pemberitahuan kepada pej abat sebagaimana dimaksud pada ayat (8) dalam hal tidak terdapat penggantian PPK dan/ atau PPSPM sebagaimana dimaksud pada ayat (4) .12 - (7) PPK dan PPSPM yang penunjukannya berakhir sebagaimana dimaksud pada ayat (6) bertanggungj awab un tuk menyelesaikan seluruh administrasi keuangan yang menj adi tanggung j awabnya pada saat menj adi PPK dan PPSPM . Bagian Ketiga Pej abat Pembuat Komitmen Pasal 11 (1) PPK melaksanakan kewenangan KPA dalam melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanj a negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf e .

menyusun perhitungan kebutuhan UP/ TUP sebagai dasar pembuatan SPP-UP/ TUP. melaksanakan kegiatan swakelola. dan I. d. 1. f. melaporkan pelaksanaan / penyelesaian kegiatan kepada KPA. h.13 - (2) Dalam melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) . M ENT E R ! KEUANGAN REPU B LI K INDONESIA . b. menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana pencairan dana. mengendalikan pelaksanaan perj anj ian / kontrak. k.go. e. memberitahukan kepada Kuasa BUN atas perj anj ian / kontrak yang dilakukannya. clilakukan clengan : a. membuat. www. mengusulkan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) / DIPA kepacla KPA. (2) Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan clan rencana pencairan dana sebagaimana dimaksucl pacla ayat ( 1) huruf a. menyimpan clan menj aga keutlihan seluruh clokumen pelaksanaan kegiatan. menguj i dan menaridatangani surat bukti mengenai hak tagih kepacla negara. (3) PPK tidak dapat merangkap sebagai PPSPM . PPK memiliki tugas dan wewenang: a. membuat dan menandatangani SPP atau dokumen lain yang clipersamakan clengan SPP. c.kemenkeu. clan melaksanakan perj anj ian/ kontrak dengan penyeclia barang/j asa. PPK mempedomani pelaksanaan tan ggung j awab KPA kepacla PA sebagaimana climaksucl dalam Pasal 7 . · b. g. J. menandatangani.jdih. menyerahkan hasil pekerj aan pelaksanaan kegiatan kepada KPA clengan Berita Acara Penyerahan . Pasal 12 ( 1) Dalam melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanj a negara. menyusun j aclwal waktu pelaksanaan · kegiatan termasuk rencana pencairan clananya. clan c. menerbitkan surat penunjukan penyeclia barang/ J asa.id . melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan clengan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanj a negara.

( 5) Tugas dan wewenang lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf I meliputi : a. pelaksanaan kegiatan. PPK metnpunyai tugas dan wewenang untuk mengkoordinasikan kegiatan yang akan dilaksanakan dengan Kepala Perwakilan . mengajukan permintaan pembayaran atas tagihan berdasarkan prestasi kegiatan. menetapkan rencana pelaksanaan pengadaan barang/ j asa. kelengkapan dokumen tagihan. penyelesaian tagihan kepada negara. b. www.jdih. Pasal 14 ( 1) Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang se bagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf g. PPK menguj i : a. c. Pasal 13 ( 1) Selain tugas dan wewenang se bagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) . (4) Laporan pelaksanaan / penyelesaian kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf i berupa laporan atas : a. penyelesaian kegiatan. b. b. (2) Bentuk koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan kesepakatan Kementerian Teknis dan Kementerian Luar Negeri . dan c. c. menguji kebenaran materiil dan keabsahan surat­ surat bukti mengenai hak tagih kepada negara. dan/ atau b. memastikan ketepatan j angka waktu penyelesaian tagihan kepada negara. kebenaran perhitungan tagihan.go. MENTE Rll\EUANGAN REPUBL ll\ INDONESIA . dan d.id . memastikan tel ah terpenuhinya kewaj iban pembayaran kepada negara oleh pihak yang mempunyai hak tagih kepada negara.14 - (3) Pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf g dilakukan dengan : a. menguj i kebenaran · dan keabsahan dokumen / surat keputusan yang menj adi persyaratan / kelengkapan pembayaran belanj a pegawai .kemenkeu. kebenaran pihak yang berhak menerima pembayaran atas beban APBN.

15 - d.kemenkeu.go. kesesuaian barang/j asa se bagaimana yang tercantum dalam perj anj ian / kontrak dengan barang/j asa yang diserahkan oleh penyedia barang/j asa. kesesuaian spesifikasi teknis dan volume barang/j asa. e. mdakukan penatausahaan dokumen terkait keputusan kepegawaian dan dokumen pendukung lainnya dalam dosir setiap pegawai pada S atker yang bersangkutan secara tertib. KPA dapat mengangkat PPABP untuk membantu PPK dalam mengelola administrasi belanj a· pegawai . teratur. (3) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilampiri dengan dokumen yang paling kurang memuat: a. keabsahan serta akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti mengenai hak tagih kepada negara. · b .jdih. dan . c. b. perj anj ian / kontrak dengan penyedia barang/j asa yang telah ditandatangani. (2) PPK harus menyampaikan laporan bulanan terkait pelaksanaan tugas dan wewenang kepada KPA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 2 ayat ( 1 ) huruf i . (2) PPABP bertanggung j awab atas pengelolaan administrasi belanj a pegawai kepada KPA. dan berkesinambungan. (3) PPAB P sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) memiliki tugas sebagai berikut: a. dan d. www. kebenaran. serta j angka waktu penyelesaian pekerj aan yang tercantum pada dokumen serah terima barang/j asa dengan dokumen perj anj ian / kontrak.id . tagihan yang telah diterbitkan S PP-nya. g. tagihan yang disampaikan penyedia barang/j asa. j angka waktu penyelesaian tagihan . teratur dan berkesinambungan. f. Pasal 1 5 (1) Dalam melaksanakan kewenangan KPA di bidang belanj a pegawai. ketepatan j angka waktu penyelesaian pekerjaan yang tercantum pada dokumen serah terima barang/j asa dengan dokumen perj anj ian/ kontrak. melakukan pencatatan data kepegawaian secara elektronik dan/ atau manual yang berhubungan dengan belanj a pegawai secara tertib. MENT E R ! K EUANGAN R EPUBLI K INDONESIA .

16 - c. vakasi. uang muka Gaji. uang makan. dan dokumen pendukungnya kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri. dan 1. menyampaikan daftar permintaan belanj a pegawai. MENT E R I K EUANGAN REPUBLI K INDONESIA . TPLN / Gaj i ke-13 . terusan penghasilan / Gaji. persekot sewa rumah. persekot 2 (dua) kali TPLN . daftar perubahan data pegawai. memproses pembuatan payroll TPLN dan tunj angan luar negeri lainnya Home Staff dan daftar Gaj i Local Staff/Pegawai Setempat.go. uang lembur. g. dan pembuatan daftar permintaan perhitungan belanj a pegawai lainnya. tugas-tugas PPABP dila. kekurangan TPLN / Gaji. f. e. Pasal 17 (1) Dalam melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 . mencetak kartu pengawasan belanj a pegawai perorangan setiap awal tahun dan / atau apabila diperlukan.id . memproses pembuatan daftar pembayaran TPLN / Gaji. h. kenaikan APTLN / ADTLN.ksanakan oleh PPK. melaksanakan tugas-tugas lain yang berhubungan dengan penggunaan anggaran belanj a pegawai . Bagian Keempat Pej abat Penandatangan Surat Perintah Membayar Pasal 16 PPSPM melaksanakan kewenangan KPA untuk melakukan penguj ian tagihan dan perintah pembayaran atas beban anggaran belanj a sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf f. persekot pembelian mobil. TPLN / Gaj i susulan . www. memproses perubahan data yang tercantum pada surat keterangan untuk mendapatkan tunj angan keluarga setiap awal tahun anggaran atau setiap terj adi perubahan susunan keluarga. PPSPM memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: a. honorarium. memproses pembuatan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) . menguj i kebenaran SPP atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPP beserta dokumen pendukung. (4) Dalam hal tidak diangkat PPABP.kemenkeu. dan pembuatan daftar permintaan perhitungan belanj a pegawai lainnya. d.jdih.

memasukkan Personal Identification Number (PIN) PPSPM sebagai tanda tangan elektronik pada ADK SPM.kemenkeu. c. menandatangani SPM. kebenaran pengisian format SPP.id . PPSPM melakukan hal-hal sebagai berikut: a. kesesuaian penanda tangan SPP dengan spes1men tanda tangan PPK.17 - b. kelengkapan dokumen pendukung S P�. (3) Pengujian kebenaran terhadap SPP atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPP beserta dokumen pendukung yang dilakukari oleh PPSPM sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf a meliputi : a. kesesuaian kode BAS pada S PP dengan DIPA/ Petunjuk Operasional Kegiatan / Rencana Kerj a Anggaran Satker. d. membebankan tagihan pada mata anggaran yang telah disediakan. menyimpan dan menj aga keutuhan seluruh dokumen hak tagih. kebenaran pihak yang berhak menenma pembayaran pada SPP sehubungan dengan perj anj ian / kontrak/ surat keputusan. melaporkan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran kepada KPA.jdih. kebenaran formal dokumen / surat keputusan yang menj adi persyaratan / kelengkapan pem bayaran belanj a pegawai. f. M ENTE RI KEUANGAN REPUBLI K INDONESIA . e. realisasi belanj a. f. dan c. c.go. g. sisa pagu. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran . d. dan sisa dana UP/TUP pada kartu pengawasan DIPA. (2) Dalam menerbitkan SPM sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) huruf d. kebenaran formal dokumen / surat bukti yang menj adi persyaratan / kelengkapan seh u bung an dengan pengadaan barang/j asa. ketersediaan pagu sesuai BAS pada S PP dengan · DIPA/ POK/ Rencana Kerj a Anggaran S atker. h. b. www. mencatat pagu. b. menerbitkan SPM atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPM. apabila S PP tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan. dan g. e. menolak dan mengembalikan S PP. dana UP/ TUP.

(4) Penguj ian kesesuaian kode BAS sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d termasuk menguj i kesesuaian antara pembebanan kode mata anggaran pengeluaran (akun 6 digit) dengan uraiannya. dan k.kemenkeu. ketepatan jangka waktu penerbitan dan penyampaian SPM kepada KPPN . www. kebenaran. paling. b. PPSPM bertanggungj awab atas : a. sedikit memuat: a. kesesuaian prestasi pekerj aan dengan ketentuan pembayaran dalam perj anj ian/ kontrak.jdih. dan c.id . dan b. J. kepastian telah terpenuhinya kewaj iban pembayaran kepada negara oleh pihak yang mempunyai hak tagih kepada negara. (5) . Bagian Kelima Bendahara Pengeluaran Pasal 1 9 (1) Untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran belanj a.go. M ENTE R! KEUANGAN REPU B LI K INDONESIA .18 - L kebenaran perhitungan tagihan serta kewaj iban di bidang perpaj akan dari pihak yang mempunyai hak tagih. jumlah SPP yang diterima. Menteri Luar Negeri dan Menteri Teknis mengangkat Bendahara Pengeluaran di setiap Satker. Pasal 1 8 (1) Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang s e bagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat ( 1). dan keabsahan administrasi terhadap dokumen hak tagih pembayaran yang menj adi dasar penerbitan S PM dan akibat yang timbul dari penguj ian yang dilakukannya. (2) Kewenangan pengangkatan Bendahara Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dapat didelegasikan kepada Kepala Satker. (2) PPSPM harus menyampaikan laporan bulanan terkait pelaksanaan tugas dan wewenang kepada KPA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 7 ayat ( 1 ) huruf f. jumlah SPM yang diterbitkan. Tata cara pelaksanaan tanda tangan elektronik dalam bentuk PIN PPSPM pada ADK S PM diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaaan . jumlah SPP yang tidak dapat diterbitkan SPM . kelengkapan.

id . yang meliputi : www. PPK.kemenkeu. (6) Dalam hal terdapat keterbatasan jumlah sumber daya manusia. (4) Pengangkatan Bendahara Pengeluaran ticlak terikat periode tahun anggaran . 19 - (3) Pengangkatan Benclahara Pengeluaran sebagaimana climaksucl pacla ayat ( 1 ) clan penclelegasian kewenangan pengangkatan Benclahara Pengeluaran sebagaimana climaksucl pacla ayat (2) clitetapkan clengan surat keputusan . Menteri Luar Negeri / Menteri Teknis atau Kepala Satker menetapkan 1 (satu) Bendahara Pengeluaran untuk 1 (satu) DIPA/ S atker. Bendahara Penerimaan. B PKRT ditetapkan sebagai B PP oleh Menteri Teknis dengan persetujuan Menteri Luar Negeri . atau Kuasa B U N . penetapan Bendahara Pengeluaran tahun anggaran yang lalu masih tetap berlaku . Pasal 20 (1) Dalam pelaksanaan anggaran. ( 1 0) Penetapan BPKRT sebagai Bendahara Pengeluaran untuk Satker Atase Teknis oleh Menteri Teknis dilakukan dengan persetujuan Menteri Luar Negeri . Pasal 2 1 (1) Bendahara Pengeluaran melaksanakan tu gas kebenclaharaan atas uang/ surat berharga yang beracla dalam pengelolaannya. (7) Dalam hal ticlak terdapat pergantian Bendahara Pengeluaran. (1 1) Dalam hal BPKRT tidak dapat ditetapkan sebagai Bendahara Pengeluaran Satker Atase Teknis . PPK.jdih. (9) BPKRT secara ex-officio clitetapkan sebagai B enclahara Pengeluaran pacla Satker Perwakilan/ Satker Atase Teknis . PPS PM . (8) Menteri Luar Negeri/ Menteri Teknis atau Kepala Satker menyampaikan surat keputusan pengangkatan clan spesimen tanda tangan Bendahara Pengeluaran kepacla: a. Menteri Luar Negeri/ Menteri Teknis atau Kepala Satker dapat menetapkan 1 (satu) Bendahara Pengeluaran untuk mengelola lebih clari 1 (satu) DIPA/ Satker. PPSPM. j abatan Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan dapat saling merangkap dengan ijin Kuasa BUN. dan b. MENTE R I KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .go. (5) Bendahara Pengeluaran ticlak clapat dirangkap oleh KPA. (2) Dalam hal terdapat keterbatasan pegawai/ pej abat yang akan clitunjuk sebagai Benclahara Pengeluaran.

d. c. M ENTE R ! KEUANGAN R EPU B LI K INDONESIA . meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh PPK.id . 2 . pihak yang ditunjuk untuk menenma pembayaran.kemenkeu. uang/ surat berharga yang bukan berasal dari UP/TUP. meliputi: a. menenma. 3 . dan bukan berasal dari Pembayaran LS yang bersumber dari APB N . b. dan membukukan uang/ surat berharga dalam pengelolaannya. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan . menyampaikan Laporan Pertanggungj awaban (LPJ) kepada Kepala KPPN selaku kuasa BUN. melakukan penguj ian dan pembayaran berdasarkan perintah PPK. b. (3) Menteri Luar Negeri/ Menteri Teknis atau Kepala Satker menyampaikan surat keputusan pengangkatan dan spesimen tanda tangan Bendahara Pengeluaran kepada Kepala KPPN dalam rangka penyampaian Laporan Pertanggungj awaban (LPJ) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g. (2) Pelaksanaan tugas kebendaharaan Bendahara Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) .go. c. e. nilai tagihan yang harus dibayar. f. dan 4 . j adwal waktu pembayaran. (4) Pembayaran dilaksanakan setelah dilakukan penguj ian atas perintah pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b yang meliputi : a. pemeriksaan kebenaran atas hak tagih. clan g. pemeriksaan kesesuaian pencapaian keluaran antara spesifikasi teknis yang disebutkan dalam penerimaan barang/j asa dan spesifikasi teknis yang disebutkan dalam dokumen perj anj ian/ kontrak. menatausahakan. uang/ surat berharga yang berasal dari UP / TUP dan Pembayaran LS melalui Bendahara Pengeluaran. melakukan pemotongan / pemungutan penerimaan negara dari pembayaran yang dilakukannya. clan b. meliputi : 1 . menyimpan. menyetorkan pemotongan / pemungutan kewaj iban kepada negara ke Kas Negara. clan www. menolak perintah pembayaran apabila tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan.jdih. .20 - a. mengelola rekening tempat penyimpanan UP / TUP.

menyetorkan pemotongan / pemungutan kewaj iban kepada negara ke Kas Negara. c. menyelenggarakan pembukuan transaksi UP / TUP. meliputi : a. menolak perintah pembayaran apabila tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan.id . pemeriksaan clan penguj ian ketepatan penggunaan kode mata anggaran pengeluaran (akun 6 digit) .jdih. melakukan pembayaran yang dananya bersumber dari UP berdasarkan perintah PPK. g.kemenkeu. www.go. mengelola rekening tern pat penyimpanan UP / TUP. (2) Pej abat/ pegawai yang ditunjuk sebagai B PP berstatus Pegawai Negeri Sipil . Menteri Luar Negeri / Menteri Teknis atau Kepala Satker dapat menunjuk beberapa B PP sesuai kebutuhan. (3) BPP waj ib menyampaikan laporan pengelolaan clan pertanggungj awaban atas uang dalam pengelolaannya . Pasal 2 3 (1) BPP melaksanakan tugas kebendaharaan atas uang yang berada dalam pengelolaannya. (2) Pelaksanaan tugas kebendaharaan atas uang yang dikelola sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . (4) BPP melakukan pembayaran atas UP yang dikelola sesuai penguJ 1an sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 1 ayat (4) . kepada Bendahara Pengeluaran . h. melakukan penguj ian clan pembayaran atas tagihan yang dananya bersumber dari UP / TUP. d. Pasal 2 2 (1) Dalam rangka meningkatkan efektivitas clan efisiensi pelaksanaan anggaran. f. e. menerima clan menyimpan UP / TUP. MENTE R ! KEUANGAN REPUBLI K IND ONESIA . menatausahakan transaksi UP / TUP.21 - d. clan 1. b. melakukan pemotongan/ pemungutan dari pembayaran yang dilakukannya atas kewaj iban negara.

(6) Penyerahan tugas dan tanggungjawab serta dokumen pelaksanaan tugas Bendahara Pengeluaran / BPP sebagaimana dimaksud pada ayat (5) didahului dengan pemeriksaan kas oleh KPA atau pej abat yang ditunj uk oleh KPA. Menteri Luar Negeri/ Menteri Teknis atau Kepala Satker menetapkan Bendahara Pengeluaran baru/ BPP baru . M ENT ER ! KEUANGAN REPU B L I K INDONES IA . (5) Bendahara Pengeluaran / BPP yang dibebas tugaskan sementara/ diberhentikan menyerahkan tugas dan tanggungj awab beserta dokumen pelaksanaan tugas kepada pej abat pengganti Bendahara Pengeluaran / BPP atau Bendahara Pengeluaran / BPP baru .go.22 - Pasal 24 (1) Bendahara Pengeluaran merupakan pej abat perbendaharaan yang secara fungsional bertanggungj awab kepada Kuasa BUN dan secara pribadi bertanggung j awab atas uang/ surat berharga yang berada dalam pengelolaannya se bagaimana dimaksud dalam Pasal 2 1 ayat ( 1 ) . Pasal 2 5 (1) Dalam hal Bendahara Pengeluaran/ BPP dipindah tugaskan/ pensiun/ diberhentikan dari j abatannya/ berhalangan sementara.jdih.id . (4) Pengangkatan kembali dan penetapan B endahara Pengeluaran/ BPP baru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) harus dituangkan dalam surat . (2) Dalam hal Bendahara Pengeluaran / BPP yang dibebastugaskan sementara kembali bertugas di lingkungan satkernya.kemenkeu. (2) BPP bertanggung j awab secara pribadi atas uang yang berada dalam pengelolaannya se bagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat ( 1 ) . www. Menteri Luar Negeri / Menteri Teknis atau Kepala Satker dapat mengangkat kembali Bendahara Pengeluaran / BPP dimaksud pada j abatannya sebagai Bendahara Pengeluaran / BPP. (7) Hasil pemeriksaan kas se bagaimana dimaksud pada ayat (6) dan serah terima tugas dan tanggung j awab serta dokumen pelaksanaan tu gas Bendahara Pengeluaran/ BPP sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Kas dan Serah Terima. (3) Dalam hal Bendahara Pengeluaran/ B PP diberhentikan dari j abatan Bendahara Pengeluaran / BBP. keputusan. Menteri Luar Negeri / Menteri · Teknis atau Kepala Satker menetapkan pej abat pengganti sebagai Bendahara Pengeluaran/ B PP.

(5) Bendahara Penerimaan tidak dapat dirangkap oleh KPA. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .jdih. www. Bagian Keenam Bendahara Penerimaan Pasal 2 7 (1) Dalam rangka pengelolaan penerimaan negara. (2) Pembukaan rekening sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) berpedoman pada Peraturan Perundang­ . Bendahara Pengeluaran atau Kuasa BUN . (6) Dalam hal terdapat keterbatasan jumlah sumber daya manusia. Menteri Luar Negeri mengangkat pej abat/ pegawai yang berstatus Pegawai Negeri Sipil sebagai Bendahara Penerimaan pada Satker Perwakilan . PPK. (3) Pengangkatan Bendahara Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dan pendelegasian kewenangan pengangkatan Bendahara Penerimaan . 23 - (8) Bentuk dan format Berita Acara Pemeriksaan Kas dan Serah Terima berpedoman pada Peraturan Perundang­ undangan yang mengatur mengenai penatausahaan . (4) Pengangkatan Bendahara Penerimaan tidak terikat periode tahun anggaran . (7) Dalam hal tidak terdapat · pergantian Bendahara Penerimaan.sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan surat keputusan . (2) Kewenangan pengangkatan Bendahara Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dapat didelegasikan kepada Kepala Satker. j abatan Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan dapat saling merangkap dengan ijin Kuasa BUN. penetapan Bendahara Penerimaan tahun anggaran yang lalu masih tetap berlaku . PPSPM. undangan yang mengatur mengenai rekening milik kementerian negara/ lembaga/ satuan kerj a.go. pembukuan.kemenkeu.id . dan pertanggungj awaban Bendahara Perwakilan RI di Luar Negeri . Pasal 26 (1) Bendahara Pengeluaran mengelola rekening rutin dalam bentuk valuta Dollar Amerika Serikat dan / atau rekening rutin dalam bentuk valuta setempat dalam rangka pelaksanaan pembayaran atas beban APB N .

(2) Dalam hal Bendahara Penerimaan yang dibebastugaskan sementara kembali bertugas di lingkungan Satkernya. dan pertanggungj awaban bendahara perwakilan . (6) Penyerahan tugas dan tanggungj awab serta dokumen pelaksanaan tugas Bendahara Penerimaan se bagaimana dimaksud pada ayat (5) didahului dengan pemeriksaan kas oleh KPA atau pej abat yang ditunj uk oleh KPA. www. Menteti Luar Negeri atau Kepala Satker dapat mengangkat kembali Bendahara Penerimaan tersebut pada j abatannya sebagai Bendahara Penerimaan . Menteri Luar Negeri atau Kepala Satker menetapkan pej abat pengganti sebagai Bendahara Penerimaan . (5) Bendahara Penerimaan yang dibebastugaskan sementara/ diberhentikan menyerahkan tugas · dan tanggungj awab beserta dokumen pelaksanaan tugas kepada pej abat pengganti Bendahara Penerimaan atau Bendahara Penerirhaan baru.id . pembukuan. pembukuan. ( 1 0) Tata cara pembukuan berpedoman pada ketentuan dalam Peraturan Perundang-undangan mengenai penatausahaan. clan pertanggungj awaban Bendahara Perwakilan . Menteri Luar Negeri atau Kepala Satker menetapkan Bendahara Penerimaan baru .kemenkeu.go. (9) Bendahara Penerimaan melakukan pembukuan tersendiri terhadap PNBP Satker Perwakilan . (3) Dalam hal Bendahara Penerimaan diberhentikan dari j abatan Bendahara Penerimaan. (7) Hasil pemeriksaan kas sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dan serah terima tugas dan tanggung j awab serta dokumen pelaksanaan tugas Bendahara Penerimaan · sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dituangkan dalam Berita Acara Pe rrieriksaan Kas dan Serah Terima.24 - (8) Tugas clan kewajiban Bendahara Penerimaan berpedoman pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai kedudukan clan tanggung j awab bendahara pada satuan kerj a pengelola anggaran pendapatan clan belanj a negara. (8) Bentuk dan format Berita Acara Pemeriksaan Kas dan Serah Terima berpedoman pada Peraturan Perundang­ undangan mengenai penatausahaan. M ENT E R ! K EUANGAN REPUBLIK IND ONESIA .jdih. Pasal 28 (1) Dalam hal Bendahara P�nerimaan dipindahtugaskan / pensiun / diberhentikan dari j abatannya/ berhalangan sementara. (4) Pengangkatan kembali sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan penetapan Bendahara Penerimaan baru sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus dituangkan dalam surat keputusan .

www. (3) KPA wajib memperhatikan sisa pagu dana dalam mata uang Rupiah pada DIPA masing-masing sebelum membuat perikatan dalam mata uang asing dengan penyedia barang/j asa. (2) Dalam hal .jdih. MENTERI KEUANGAN REPUBLI K INDONESI A .id . (3) Dalam hal pembayaran atas belanj a pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) harus dikenakan Iuran Waj ib Pegawai (IWP) sesuai ketentuan Peraturan Perundang­ undangan dan besaran IWP tersebut dicantumkan pada sisi potongan / penerimaan SPM .25 - BAB V PENYELESAIAN TAGIHAN NEGARA Bagian Kesatu Penyediaan Dana Pasal 2 9 (1) Alokasi dana dalam DIPA sebagaimana diatur dalam Pasal 3 dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan pelaksanaan anggarannya menggunakan mata uang asmg.pagu pada DIPA sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) tidak mencukupi untuk membiayai kegiatan­ kegiatan pada Satker Perwakilan/ Satker Atase Teknis . Pembayaran LS . UP. KPA melakukan revisi DIPA dengan berpedoman pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara revisi anggaran . (2) Pembayaran atas belanj a pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilaksanakan setiap bulan . Bagian Kedua Mekanisme Pembayaran Pasal 30 (1) Pembayaran atas belanj a pegawai yang berstatus Home Staff dan Local Staff/Pegawai Setempat pada S atker Perwakilan / Satker Atase Teknis dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut: a.kemenkeu. atau b.go. Pasal 3 1 (1) Pembayaran atas tagihan yang berasal dari pengadaan barang/j asa dari pelelangan umum atau tata cara lain yang bersifat kompetitif sesuai peraturan negara setempat dilakukan melalui mekanisme Pembayaran LS kepada penyedia barang/j asa.

dilakukan melalui pembuatan komitmen . www. Pasal 34 (1) Setelah rencana kerj a dan anggaran disetuj ui Dewan Perwakilan Rakyat. (3) Komitmen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan dalam mata uang asing. Bagian Keempat Pembuatan Komitmen Pasal 33 (1) Pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran pada DIPA yang mengakibatkan pengeluaran negara.26 - (2) Dalam hal pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) tidak dapat dilaksanakan melalui mekanisme Pembayaran LS . (3) Dalam hal pembayaran dilakukan dengan mekanisme UP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) . pembayaran atas tagihan dapat dilakukan melalui mekanisme UP. (4) Pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilampirkan dalam pengajuan SPP. Bagian Ketiga Pengadaan Barang/ J asa Di Luar N egeri Pasal 32 Pengadaan barang/j asa di luar negeri berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan mengenai pengadaan barang/ j asa pemerintah di luar negeri . M ENTER ! KEUANGAN R EPUBLIK INDONESIA . perj anjian/ kontrak untuk · pengadaan · barang/j asa. (2) Pembuatan komitmen sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilakukan dalam bentuk: a.kemenkeu.id .jdih. setiap Satker Perwakilan / Satker Atase Teknis dapat memulai proses pelelangan dalam rangka pengadaan barang/j asa pemerintah sebelum DIPA tahun anggaran berikutnya disahkan dan berlaku efektif.go. PPK harus menyatakan bahwa pembayaran tersebut tidak dapat dilakukan dengan mekanisme Pembayaran LS dengan disertai alasan yang j elas . dan/ atau b. (2) Biaya proses pelelangan dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang/j asa sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) untuk j enis belanj a modal dialokasikan dalam belanj a modal tahun anggaran berj alan . penetapan keputusan .

oleh panitia pengadaan yang dibentuk pada tahun anggaran berj alan .kemenkeu. biaya lelang dimaksud dapat dialokasikan pada DIPA tahun anggaran berj alan dengan melakukan revisi pada DIPA dengan berpedoman pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara revisi anggaran . (2) Perj anjian / kontrak yang pelaksanaan pekerj aannya membebani DIPA lebih dari 1 (satu) tahun anggaran dilakukan setelah men d apat persetuj uan pej abat yang berwenang. (5) Proses lelang pengadaan barang/j asa yang dibiayai melalui dana tahun anggaran berj alan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilaksanakan . MENTER! KEUANGAN R EPUBL l l< INDONESIA . (7) Dalam hal biaya lelang pelaksanaan pengadaaan barang/ j asa sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) tidak dialokasikan pada tahun anggaran berj alan. dicatat dalam neraca sebagai Konstruksi Dalam Pengerj aan (KDP) . www.id . · (2) Ketentuan mengenai batas nilai tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) mengikuti ketentuan dalam Peraturan Perundang-undangan mengenai pengadaan barang/j asa pemerintah di luar negeri .go. Pasal 36 (1) Perj anj ian / kontrak pengadaan barang/j asa hanya dapat dibebankan pada DIPA tahun anggaran berkenaan .27 - (3) Realisasi belanj a atas alokasi anggaran biaya proses · pelelangan yang berasal dari belanj a modal pada tahun anggaran berj alan. (6) Penandatanganan perj anjian / kontrak atas pelaksanaan pengadaan barang/j asa sebagai tindak lanj ut atas pelaksanaan lelang se bagaimana dimaksud pada ayat (5) .jdih. Pasal 3 5 (1) Bentuk perj anjian/ kontrak untuk pengadaan barang dan j asa sampai dengan batas nilai tertentu sesuai dengan keterituan Peraturan Perundang-undangan dapat berupa bukti-bukti pem belian / pem bayaran . dilakukan setelah DIPA tahun anggaran berikutnya disahkan dan berlaku efektif. (3) Persetujuan atas perj anj ian/ kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri . (4) Biaya proses pelelangan dalam rangka pengadaan barang/j asa sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) untuk j enis belanj a barang/ bantuan sosial dialokasikan dalam belanj a barang tahun anggaran berj alan .

(2) Penetapan keputusan dilakukan oleh pej abat yang berwenang sesuai ketentuan Peraturan Perundang­ undangan . data penyedia barang/j asa yang tercantum dalam kontrak. nomor surat pengesahan dan tanggal DIPA. nomor. M E N T E R ! K EUANGAN REPUBLIK INDONESIA . antara lain nama rekanan. Pasal 38 (1) Pembuatan komitmen melalui penetapan keputusan yang mengakibatkan pengeluaran n. e.kemenkeu. nama dan nomor rekening penerima pembayaran. c.go. Bagian Kelima Pencatatan Komitmen oleh Pej abat Pembuat Komitmen dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pasal 39 (1) Perj anj ian / kontrak yang pembayarannya akan dilakukan melalui SPM-LS . www. d. (2) Pencatatan perj anjian/ kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) paling kurang meliputi data sebagai berikut: a. f. c. b. pelaksanaan kegiatan swakelola. tanggal. pelaksanaan perj al an an dinas yang dilaksanakan secara swakelola. PPK mencatatkan pe rj anj ian / kontrak yang telah ditandatangani ke dalam suatu sistem yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan . b. nama dan kode Satker serta uraian fungsi/ subfungsi. alamat rekanan . j angka waktu dan tanggal penyelesaian pekerj aan serta masa pemeliharaan apabila dipersyaratkan. belanj a bantuan sosial yang disalurkan dalam bentuk uang kepada penerima bantuan sosial .egara antara lain untuk: a. dan akun yang digunakan.jdih. output. (2) Perj anjian / kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . uraian pekerj aan yang diperj anj ikan / dikontrakkan. dilaksanakan berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan mengenai pengadaan barang/j asa pemerintah di luar negeri . termasuk pembayaran honorarium kegiatan. program. atau d.id . kegiatan. pelaksanaan belanj a pegawai. nama bank. dan nilai perj anj ian / kontrak yang telah dibuat oleh Satker.28 - Pasal 37 (1) Perj anjian / kontrak atas pengadaan barang/j asa dapat dibiayai sebagian atau seluruhnya dengan Rupiah Murni . .

secara bertahap (nilai pembayaran dan rencana bulan pembayaran) . ketentuan sanksi apabila terj adi wanprestasi. www. (4) Kartu Pengawasan Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini . komitmen yang dilakukan di luar negeri dengan denominasi mata uang asing dicatat sebesar ekuivalen nilai dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan Kurs Tengah Bank Indonesia. (3) Data perj anj ian / kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) beserta ADK-nya disampaikan ke KPPN secara langsung atau melalui e-mail.29 - g. nilai pembayaran. sekaligus (nilai pembayaran dan rencana bulan pembayaran) . (4) Dalam rangka pengawasan. Satker Perwakilan atau Sekretariat Jenderal Kementerian Luar Negeri setiap 3 (tiga) bulan sekali (triwulanan) menyampaikan data kepegawaian Satker Perwakilan dan perubahannya kepada KPPN untuk ditatausahakan . Pasal 4 1 (1) Dalam rangka inventarisasi data kepegawaian . h. atau 2 . digunakan untuk menguj i kesesuaian tagihan yang tercan tum pada SPM meliputi : a. j adwal pembayaran . addendum perj anjian/ kontrak apabila terdapat perubahan data pada perj anj ian / kontrak tersebut.go.kemenkeu.jdih. disampaikan kepada KPPN paling lambat 5 (lima) hari kerj a setelah ditandatanganinya perj anj ian / kontrak untuk dicatatkan ke dalam Kartu Pengawasan Kontrak KPPN . MENTE R ! KEUANGAN R EPUBLIK INDONESIA .id . dan c. (3) Alokasi dana yang sudah tercatat dan terikat dengan perj anj ian/ kontrak sebagaiman a dimaksud pada ayat ( 1 ) tidak dapat digunakan lagi untuk kebutuhan lain . cara pembayaran dan rencana pelaksanaan pembayaran : 1 . pihak yang menerima pembayaran . Pasal 40 (1) Data perj anj ian/ kontrak yang memuat informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) . dan 1. b. (2) Data perj anj ian / kontrak dalam Kartu Pengawasan Kontrak KPPN sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) .

besarnya Gaji dan tunj angan pegawai. b. pengangkatan/ pemberhentian dalam j abatan. www. pangkat dan j abatan pegawai. pengenaan sanksi kepegawaian . (3) Dalam hal terdapat perubahan data pegawai melalui penetapan keputusan yang mengakibatkan pengeluaran negara untuk pelaksanaan belanj a pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat ( 1 ) huruf a. besarnya potongan atas Gaj i pegawai . c. f. M ENT ERI KE UANGAN REP UBL I K INDONESIA . PPK/ PPABP harus mencatat perubahan data pegawai tersebut. PPK melakukan penguj ian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 4 ayat ( 1 ) . d. d.go. c. susunan keluarga. clan / atau h.30 - (2) Data kepegawaian sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) paling kurang memuat: a. data utang kepada negara. g.jdih. Bagian Keenam Mekanisme Penyelesaian Tagihan dan Penerbitan Surat Permintaan Pembayaran Paragraf 1 · Pengajuan Tagihan Pasal 42 (1) Penerima hak mengajukan tagihan kepada negara atas komitmen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 3 ayat (2) berdasarkan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran . mutasi pindah ke Satker lain.kemenkeu. dan e. b. (2) Atas dasar tagihan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . pengangkatan/ pemberhentian sebagai pegawai negen. nama pegawai. pegawai baru karena mutasi pindah. perubahan data keluarga. (4) Perubahan data pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi dokumen yang terkait dengan : a. kenaikan/ penurunan pangkat. (5) Perubahan data pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini . e.id .

. dan d. (3 ) Pembayaran tagihan kepada penyedia barang/j asa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilaksanakan berdasarkan bukti-bukti yang sah yang meliputi: www. (2) Mekanisme Pembayaran L S kepada penyedia barang/j asa sebagaimana dimaksud . Paragraf 2 Mekanisme Pembayaran Langsung Pasal 43 (J ) Pembayaran LS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 2 ayat (3) . Bendahara Pengduaran / pihak lainnya untuk keperluan Gaji/ non Gaj i termasuk untuk Home Staff dan Local Staff/Pegawai Setempat. pembayaran tidak boleh dilakukan sebelum barang/j asa diterima.31 - (3) Pelaksanaan pembayaran atas tagihan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . ditujukan kepada: a.go. M ENT E R I KEUANGAN R EPUB LI K IND ONESIA . (5) Khusus untuk pembayaran komitmen dalam rangka pengadaan barang/j asa berlaku ketentuan sebagai berikut: a. dilakukan dengan Pembayaran LS kepada penyedia barang/j asa atau B endahara Pengeluaran / pihak lainnya. pembayaran tagihan kepada penenma hak dilakukan dengan UP.kemenkeu. c. dan b. pembayaran atas beban APBN dapat dilakukan sebelum barang/j asa diterima. bentuk j aminan sebagaimana dimaksud pada huruf c berpedoman pada Peraturan Perundang­ undangan mengenai bentuk j aminan .id . (4) Dalam hal Pembayaran LS tidak dapat dilakukan. b. pada ayat ( 1 ) huruf a. pembayaran atas beban APB N sebagaimana dimaksud pada huruf b dilakukan setelah penyedia barang/j asa menyampaikan j aminan atas uang pembayaran yang akan dilakukan. pembayaran honorarium. dapat dilakukan pada kontrak yang menggunakan mata uang US Dollar/ European Euro / Japanese Yen / Mata Uang Eksotik (Exotic Currency) / mata uang asing lainnya. dan perj alanan dinas atas dasar surat keputusan . penyedia barang/j asa untuk· pengadaan barang/j asa atas dasar perj anj ian / kontrak. dalarri hal pengadaan barang/j asa yang karena sifatnya harus dilakukan pembayaran terlebih dahulu.jdih.

id . dokumen-dokumen lainnya sebagairnana dipersyarat-kan dalam Peraturan Perundang­ undangan setempat mengenai pengalihan hak atas tanah . c. dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan . j aminan yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya yang diperkenankan Peraturan Perundang-undangan se bagairnana dipersyaratkan dalam Peraturan Perundang­ undangan mengenai pengadaan barang/j asa pemerintah. b. b. www. meliputi : a.alarn agunan. clan e. bukti perj anjian / kontrak. d. (5) Pembayaran tagihan untuk pengadaan tanah.jdih. daftar penerima pembayaran uang pernbelian tanah yang memuat paling kurang nama masing-rnasing penenma. pernyataan dari penjual bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa dan tidak sedang q.32 - a. dan/ atau d. surat tugas / surat perjalanan dinas . e. daftar penerirna pembayaran. dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan yang berlaku di negara setempat.kemenkeu. fotokopi bukti kepemilikan tanah. c. Berita Acara Penyelesaian Pekerj aan . c. nama dan nomor rekening penyedia barang/j asa.go. M ENTERI K E UANGAN REPUBL I K IND ON ESIA . (6) Mekanisme Pembayaran LS hanya dapat dilakukan dalarn j enis mata uang yang sama antara tagihan dengan pembayaran . dan/ atau f. (4) Pembayaran tagihan kepada Bendahara Pengeluaran / pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) huruf b dilaksanakan berdasarkan bukti-bukti yang sah. surat keputusan. dilarnpiri : a. Berita Acara Serah Terima Pekerj aan / Barang. Pasal 44 (1) Tagihan atas pengadaan barang/j asa · dan / atau pelaksanaan kegiatan yang membebani APBN diajukan dengan surat tagihan oleh penerirna hak kepada PPK paling lambat 5 (lima) hari kerj a setelah tirnbulnya hak tagih kepada negara. d. b. besaran uang dan nornor rekening masing-masing penerima. kuitansi/ invoice.

(3) U P digunakan untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari Satker dan membiayai pengeluaran yang tidak dapat dilakukan melalui mekanisme Pembayaran LS . (2) U P merupakan uang muka kerj a dari Kuasa BUN kepada Bendahara Pengeluaran yang dapat dimintakan penggan tiannya ( revolving) . Belanj a pegawai.go.33 - (2) Dalam hal 10 (sepuluh) hari kerj a setelah timbulnya hak tagih kepada negara penerima hak belum mengaj ukan surat tagihan.jdih. b. (4) Dalam hal PPK menolak/ mengembalikan tagihan karena dokumen pendukung tagihan tidak lengkap dan benar. PPK meminta penj elasan kepada penerima hak atas keterlambatan pengajuan tagihan tersebut. Belanj a lain-lain . (6) U P dapat diberikan untuk pengeluaran-pengeluaran : a.kemenkeu. (7) Besaran U P untuk masing-masing Satker Perwakilan / Satker Atase Teknis diberikan setinggi-tingginya sebesar: www. (3) Dalam hal setelah 10 (sepuluh) hari kerj a sebagaimana dimaksud pada ayat (2) penerima hak belum mengajukan tagihan. Belanj a modal. c. Belanj a bantuan sosial. q Direktur Jenderal Pe rbendaharaan menetapkan besaran uang tunai yang berasal dari UP yang ada pada kas Bendahara Pengeluaran / BPP pada setiap akhir hari kerj a berdasarkan usulan Menteri Luar Negeri dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi negara setempat. PPK harus segera memberitahukan secara tertulis kepada penerima hak untuk mengajukan tagihan . Paragraf 3 Mek�nisme Pembayaran dengan Uang Persediaan dan Tambahan Uang Persediaan Pasal 45 ( 1) Setiap Satker Perwakilan/ Satker Atase Teknis dapat diberikan UP pada setiap awal tahun . PPK harus menyatakan secara tertulis alasan penolakan / pengembalian tersebut paling lambat 2 (dua) hari kerj a setelah diterimanya surat tagihan . dan e.id . Belanj a barang. (5) Menteri Keuangan c . d. (4) Pembayaran dengan U P yang dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran/ BPP kepada 1 (satu) penerima/ penyedia barang/j asa tidak dibatasi besaran nilai pembayarannya. MENTERI K EUANGAN REPUB LI K IND ON ESIA .

jdih. yang dilengkapi dengan nilai ekuivalen dalam mata uang Rupiah . perkiraan nilai kurs dihitung berdasarkan nilai Kurs Tengah Bank Indonesia pada saat pengajuan SPP. Pasal 46 (1) Kepala KPPN menyampaikan surat pemberitahuan kepada KPA. MENTE R ! K EUANGAN REPUBLI K IND ONESIA .kemenkeu. (9) Pagu dana DIPA yang dapat dicairkan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) tidak termasuk dana yang diblokir dan dana yang bersumber dari PNBP. ( 1 1 ) Penggantian UP sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 0) dilakukan apabila UP telah dipergunakan paling kurang 50% (lima puluh persen) untuk belanj a selain belanj a pegawai dan belanj a bantuan sosial . dalam pengajuan UP ke KPPN harus melampirkan daftar rincian yang menyatakan j umlah uang yang dikelola oleh masing-masing B PP. ( 1 6 ) Dalam rangka pengawasan. ( 1 2 ) Penggantian UP untuk belanj a pegawai diajukan setiap bulan . dalam hal 4 (empat) bulan sej ak S P2 D-UP diterbitkan belum dilakukan pengajuan penggantian UP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat ( 1 0) . ( 1 3 ) Untuk Bendahara Pengeluaran yang di ban tu oleh beberapa BPP. ( 1 5 ) UP untuk pembayaran Satker di luar negeri diajukan ke KPPN dalam US Dollar/ European Euro /Japanese Yen / Mata Uang Eksotik (Exotic Currency) / mata uang asing lainnya. (2) Surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. ( 1 4 ) Setiap BPP mengajukan penggantian UP melalui Bendahara Pengeluaran . ( 1 0 ) Bendahara Pengeluaran melakukan penggantian UP yang telah digunakan sepanj ang dana yang dapat dibayarkan dengan UP masih tersedia dalam DIPA. dan b. 34 - a.go. untuk belanj a bantuan sosial menggunakan mekanisme TUP. kebutuhan belanj a pegawai setiap bulan .id . (8) Dalam rangka memudahkan perhitungan re vo l v ing UP. www. 1 / 4 (satu per em pat) dari pagu DIPA untuk belanj a selain belanj a pegawai dan belanj a bantuan sosial yang dapat dicairkan.

( 5) Penye to ran clana UP se bagaimana climaksucl pacla ayat (4) clilakukan clengan menyetorkan langsung ke kas negara clalam bentuk mata uahg asing atau menukarkan ke clalam . ayat (3) . (7) Dalam hal pemotongan clana U P sebagaimana climaksucl pacla ayat (3) clilakukan clengan cara memperhitungkan potongan UP clalam SPM-GUP. (8) Dalam hal setelah clilakukan pemotongan clan / atau penyetoran UP sebagaimana climaksucl pacla ayat (4) . belum clilakukan pengajuan penggantian UP. Pasal 47 (1) Dalam hal 1 (satu) bulan setelah surat pemberitahuan sebagaimana climaksucl clalam Pasal 46 ayat (4) KPA ticlak memperhitungkan potongan UP clalam S PM clan / atau menyetorkan ke Kas Negara. (9) Dalam melakukan pengawasan UP sebagaimana climaksucl pacla ayat (8) . mata uang Rupiah terlebih clahulu untuk · kemuclian clisetorkan ke kas negara.ksucl pacla ayat ( 1 ) . clan ayat (4) .GUP clan / atau menyetorkan ke kas negara. Kepala KPPN memotong UP sebesar 50% (lima puluh persen) clengan cara menyampaikan surat pemberitahuan kepacla KPA untuk memperhitungkan potongan UP clalam S PM . M ENTER ! KEUANGAN R E P U BLIK IND ON ESIA . (4) Pemotongan clana UP se bagaimana climaksucl pacla ayat (3) clilakukan .jdih. (6) Penyetoran clana U P clalam bentuk mata uang asing sebagaimana climaksucl pacla ayat (5) cliperhitungkan clengan menggunakan kurs pacla saat permintaan UP awal tahun anggaran . Kepala KPPN memotong UP sebesar 2 5% (clua puluh lima persen) .kemenkeu.go. (2) Surat pemberitahuan sebagaimana climaksucl pacla ayat ( 1 ) clan clalam Pasal 46 ayat (4) clibuat sesuai format sebagaimana tercantum clalam Lampiran IV yang merupakan bagian ticlak terpisahkan clari Peraturan Menteri ini. K epala KPPN melakukan pengawasan UP. ketentuan penyampaian surat pemberitahuan clan pemotongan UP berikutnya mengikuti ketentuan sebagaimana climf=l.35 - (3) Dalam hal setelah 1 (satu) bulan sej ak clisampaikan surat pemberitahuan sebagaimana climaksucl pacla ayat ( 1 ) .id . potongan UP tersebut cliperhitungkan clengan menggunakan kurs pacla saat UP awal tahun anggaran . clengan cara Kepala KPPN menyampaikan surat pemberitahuan kepacla KPA untuk memperhitungkan potongan UP clalam SPM-GUP clan/ atau menyetorkan ke kas negara. www.

diberlakukan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (8) . TUP sebelumnya sudah dipertanggungj awabkan seluruhnya. digunakan clan dipertanggungj awabkan paling lama 1 (satu) bulan sej ak tanggal SP2 D diterbitkan. Pasal 49 (1) KPA mengajukan permintaan TUP kepada Kepala KPPN selaku Kuasa BUN disertai : a. c. 36 - (3) Dalam hal setelah surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . KPA melakukan penyetoran UP clan / atau memperhitungkan potongan UP dalam · pengajuan SPM-GUP.kemenkeu. nilai mata uang asing dihitung berdasarkan nilai Kurs Tengah Bank Indonesia pada saat pengajuan TUP. Pasal 48 (1) KPA dapat mengajukan TUP kepada Kepala KPPN dalam hal sisa UP pada Bendahara Pengeluaran tidak cukup tersedia untuk membiayai kegiatan yang sifatnya mendesak/ tidak dapat ditunda.id .go. b. (3) Sebagai perkiraan. (2) Pengajuan TUP ke KPPN dalam mata uang US Dollar/ European Euro /Japanese Yen/ Mata Uang Eksotik (Exotic Currency) / Mata Uang Asing lainnya dilengkapi dengan nilai ekuivalen dalam mata uang Ru'p iah . surat pernyataan yang memuat syarat penggunaan TUP se bagaimana dimaksud dalam Pasal 4 8 ayat ( 2 ) dan dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. pengeluaran pada rincian rencana penggunaan TUP bukan merupakan pengeluaran yang harus dilakukan dengan Pembayaran LS . (2) Syarat penggunaan TUP: a. clan b. M ENT E R ! l<: EUANGAN RE PUB L l l< IND ONESIA . dan d. www. Kepala KPPN melakukan penilaian terhadap : a. rincian rencana penggunaan TUP. pengeluaran pada rincian rencana penggunaan TUP masih / cukup tersedia dananya dalam DIPA. tidak digunakan untuk kegiatan yang harus dilaksanakan dengan pembayaran LS . (4) Atas dasar permintaan TUP sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . clan b.jdih. TUP sebelumnya yang tidak digunakan telah disetor ke Kas Negara.

s ecara bertahap .kemenkeu. Kepala KPPN menyampaikan surat teguran kepada KPA yang dibuat sesuai format sebagaimana yang tercantum pada Lampiran VII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. ( 1 0) Surat persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini . Pasal 50 (1) TUP harus dipertanggungj awabkan dalam waktu 1 (satu) bulan dan dapat dilakukan . (7) Persetujuan Kepala KPPN atas sebagian atau seluruh permintaan TUP sebagaimana dimaksud pada ayat (6) sebesar mata uang asing yang disetujui. (3) Sisa TUP yang tidak habis digunakan harus disetor ke kas negara. (6) Untuk pengajuan permintaan TUP yang memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) .id . Kepala KPPN dapat memberi persetujuan dengan pertimbangan kegiatan yang akan dilaksanakan memerlukan waktu melebihi 1 (satu) bulan .jdih. (2) Dalam hal selama 1 (satu) bulan sej ak S P2 D untuk TUP diterbitkan belum dilakukan pengesahan dan pertanggungj awaban TUP. MENT ER ! KEUANGAN R EPU B L l l< IND ONESIA .37 - (5) Dalam hal KPA mengajukan permintaan TUP untuk kebutuhan melebihi waktu 1 (satu) bulan. (8) Kepala KPPN menolak permintaan TUP dalam hal pengajuan permintaan TUP tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) . (9) Persetujuan atau penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dan ayat (8) disampaikan paling lambat 1 (satu) hari kerj a setelah surat pengajuan permintaan TUP di terima KPPN . www. (5) Dalam hal penyetoran sisa TUP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam bentuk mata uang asing. (6) Penyetoran sisa TUP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan paling lambat 2 (dua) hari kerj a setelah batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . kurs yang dipergunakan adalah kurs pada saat pencairan TUP.go. Kepala KPPN dapat memberikan persetujuan sebagian atau seluruh permintaan TUP melalui surat persetuj uan pemberian TUP. ( 4) Penye to ran sisa TUP se bagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan dalam bentuk Rupiah atau mata uang asmg.

belanj a modal. KPA menyampaikan pernyataan kesanggupan untuk mempertanggungj awabkan sisa TUP tidak lebih dari 1 (satu) bulan berikutnya yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini . clan b.38 - (7) Untuk perpanj angan pertanggungj awaban TUP melampaui 1 (satu) bulan. ayat (4) . daftar nominatif penerima honorarium yang memuat paling kurang nama orang. b. (2) Penerbitan SPP-LS untuk pembayaran honorarium dilengkapi dengan dokumen pendukung. besaran honorarium. Paragraf 4 Mekanisme Penerbitan Surat Permintaan Pembayaran Langsung Pasal 5 1 (1) Penerbitan SPP-LS untuk pembayaran pengadaan barang/ j asa atas beban belanj a barang. surat keputusan yang terdapat pernyataan bahwa biaya yang timbul akibat penerbitan surat keputusan dibebankan pada DIPA. clan nomor rekening masing-masing penerima honorarium yang ditandatangani oleh KPA/ PPK dan Bendahara Pengeluaran.jdih. surat keputusan sebagaimana dimaksud pada huruf a dilampirkan pada awal pembayaran dan pada saat terj adi perubahan surat keputusan . setoran perpaj akan.id .kemenkeu. (9) Dalam keadaan da:rurat clan mendesak (force mayeur) yang dinyatakan oleh Kepala Perwakilan. KPA harus mempertanggungj awabkan TUP yang telah dipergunakan. dan d. www. M ENTER ! K EUANGAN R E PUBL I K IND ONESIA . atau ayat (5) . (8) Kepala KPPN memberikan persetujuan perpanj angan pertanggungj awaban TUP sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dengan pertimbangan : a. sesuai ketentuan yang berlaku dengan mempertimbangkan kondisi negara setempat. dilengkapi dengan dokumen pendukung se bagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (3) . meliputi : a. KPA mengajukan permohonan persetujuan kepada Kepala KPPN . Kepala KPPN memberikan persetujuan TUP untuk keadaan darurat clan mendesak terse but meskipun TUP sebelumnya belum dipertanggungj awabkan .go. c.

<:anisme Penerbitan Surat Permintaan Pembayaran Uang Persecliaan / Penggantian Uang Persecliaan/ Penggantian Uang Persecliaan Nihil Pasal 52 (1) Berclasarkan rencana kegiatan yang telah clisusun. PPK mengesahkan clokumen tagihan clan menerbitkan SPP sebagaimana yang tercantum clalam La�piran IX yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini . bukti-bukti perpaj akan sesuai ketentuan Peraturan Perunclang-unclangan dengan mempertimbangkan kondisi negara setempat. (4) Dalam hal penguj ian terhaclap bukti-bukti yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) clan ayat (2) telah memenuhi persyaratan. Paragraf 5 Mel.jdih. Pasal 53 (1) Bendahara Pengeluaran/ BPP melakukan pembayaran atas UP berdasarkan Surat Perintah Bayar (SPBy) yang disetujui dan clitandatangani oleh PPK atas nama KPA . Bendahara Pengeluaran menyampaikan kebutuhan UP kepacla PPK. kuitansi/ bukti pembelian yang telah disahkan PPK. b.id . (2) Atas dasar kebutuhan UP sebagaimana dimaksud pacla ayat ( 1 ) . clan c. (3) SPP-UP cliterbitkan oleh PPK paling lambat 1 2 (dua belas) hari kalender setelah diterimanya permintaan UP dari Bendahara Pengeluaran . www. M EN T E R I K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES IA . PPK menerbitkan SPP-UP untuk pengisian UP yang clilengkapi clengan perhitungan besaran UP sesuai pengaj uan clari Bendahara Pengeluaran . nota/ bukti penerimaan barang/j asa atau dokumen pendukung laimiya yang diperlukan yang telah disahkan PPK. (2) SPBy sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilampiri clengan bukti pengeluaran sebagai berikut: a.go. (5) SPP-LS harus dilampiri clengan bukti pengeluaran sebagaimana climaksucl pacla ayat ( 1 ) clan ayat (2) beserta ADK-nya.39 - (3) SPP-LS untuk pembayaran nonbelanj a pegawai diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat 1 2 (duabelas) hari kalencler setelah clokumen penclukung diterima secara lengkap clan benar clari penerima hak.kemenkeu.

Bendahara Pengeluaran / B PP harus menolak SPBy yang diajukan . kebutuhan dana. dan b. Bendahara Pengeluaran/ BPP melakukan : a. (6) Atas dasar rencana pelaksanaan kegiatan / pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a dan kebutuhan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b.jdih. (4) Berdasarkan SPBy sebagaimana dimaksud pada ayat (2) . www. M ENTER I KEUANGAN R E PUBLIK INDO N ESIA .40 - (3) Dalam hal penyedia barang/j asa tidak mempunyai kuitansi/ bukti pembelian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a.kemenkeu. b. berupa bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) . S PBy sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilampiri persyaratan yang dibuat penerima uang muka kerj a. dan c. Bendahara Pengeluaran / BPP membuat kuitansi yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran X yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini . Bendahara Pengeluaran / BPP melakukan penguj ian ketersediaan dananya.go. (7) Bendahara Pengeluaran/ BPP melakukan pembayaran atas tagihan dalam SPBy apabila telah memenuhi persyaratan penguj ian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a. (8) Dalam hal penguj ian perintah bayar sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan. batas waktu pertanggungj awaban penggunaan uang muka kerj a . meliputi : a. Bendahara Pengeluaran / BPP melakukan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a. (5) Dalam hal pembayaran yang dilakukan B endahara Pengeluaran merupakan uang muka kerj a. rencana pelaksanaan kegiatan / pembayaran yang telah mendapat persetujuan KPA. penguj ian atas SPBy yang meliputi penguj ian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 1 ayat (4) . (9) Penerima uang muka kerj a harus mempertanggung­ j awabkan uang muka kerj a sesuai batas waktu · sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf c. pemungutan / pemotongan paj ak/ bukan paj ak atas tagihan dalam SPBy yang diajukan dan menyetorkan ke Kas Negara sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dengan mempertimbangkan kondisi negara setempat. ( 1 0) Atas dasar pertanggungj awaban sebagaimana dimaksud pada ayat (9) .id .

bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (2) . penerima uang muka kerj a belum menyampaikan bukti pengeluaran sebagaimana P dimaksud pada ayat (2) . www. (3) Penerbitan SPP-GUP dalam mata uang US Dollar/ European Euro / Japanese Yen / Mata Uang Eksotik (Exotic Currency) / Mata Uang Asing lainnya. Bendahara engeluaran / B PP menyampaikan permintaan tertulis agar penerima uang muka kerj a segera mempertanggungj awabkan uang muka kerj a . (5) Perj anj ian / kontrak beserta faktur paj aknya dilampirkan untuk nilai transaksi yang harus menggunakan perj anj ian / kontrak sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-undangan mengenai pengadaan barang/j asa pemerintah di luar negeri.id . ( 1 4) . M ENT ERI KEUANGAN R E PU B L I K INDONESIA . dilengkapi dengan ekuivalen nilai dalam Rupiah .41 - (1 1) Dalam hal sampai batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf c. ( 1 2) Tembusan permintaan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 1 ) disampaikan kepada PPK. surat dari Kepala Perwakilan sebagai bentuk koordinasi se bagaimana dimaksud dalam Pasal 1 3 . ( 1 3) BPP menyampaikan SPBy beserta bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada B endahara Pengeluaran . Pasal 54 (1) PPK menerbitkan SPP-GUP untuk pengisian kembali UP. c.go. daftar rincian permintaan pembayaran. ).kemenkeu. ( 1 5) SPBy sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. bukti-bukti perpaj akan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dangan dengan mempertimbangkan kondisi negara setempat. (2) Penerbitan SPP-GUP dilengkapi dengan : a. clan d. b. ayat (2) . (4) Perkiraan nilai kurs dihitung berdasarkan nilai Kurs Tengah Bank Indonesia pada saat pengajuan SPP-GUP. Bendahara· Pengeluaran selanjutnya menyampaikan bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada PPK untuk pembuatan SPP GUP / GUP Nihil .jdih.

dan KPA. 2. daftar Gaji susulan Local Staff/Pegawai Setempat yang ditandatangani oleh PPK/ PPABP. Bendahara Pengeluaran.jdih. 3. tunj angan luar negeri lainnya Home Staff dan Gaji Local Staff/Pegawai Setempat dilengkapi dengan : 1 . Untuk pembayaran TPLN.GUP diterbitkan paling lambat 1 2 (duabelas) hari kalender setelah bukti-bukti pendukung diterima secara lengkap dan benar. Pasal 55 (1) Penerbitan SPP-GUP untuk belanj a pegawai diatur sebagai berikut: a. dokumen perpaj akan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dengan mempertimbangkan kondisi negara setempat. daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPK/ PPABP. fotokopi dokumen pendukung perubahan data pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satker / pej abat yang berwenang meliputi Surat Keputusan (SK) terkait dengan SK PNS . Untuk pembayaran TPLN. dan KPA. SK mutasi pegawai. tunj angan luar negeri lainnya susulan Home Staff dan Gaj i susulan Local Staff/Pegawai Setempat dilengkapi dengan : 1 . S K menduduki j abatan. Bendahara Pengeluaran. 4 . dan 6 .kemenkeu. 3. daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPK/ PPABP. www. payroll TPLN dan tunj angan luar negeri lainnya Home Staff yang ditandatangani oleh PPK/ PPABP. Bendahara Pengeluaran. 2 . MENTE R ! K EUANGAN R E PUBLI K IND ON ESIA . surat pernyataan melaksanakan tugas .42 - (6) SPP. daftar Gaji Local Staff/Pegawai Setempat yang ditandatangani oleh PPK/ PPABP. Bendahara Pengeluaran . 5 . daftar perubahan potongan.go. payroll TPLN dan daftar tunj angan luar negeri lainnya susulan Home Staffyang ditandatangani oleh PPK/ PPABP. dan surat keputusan yang mengakibatkan penurunan gaj i sesuai peruntukannya.id . b. dan KPA. dan KPA. surat atau akta terkait dengan anggota keluarga yang mendapat tunj angan. S K kenaikan pangkat.

dan KPA. 4. dan KPA. Bendahara Pengeluaran. payroll kekurangan TPLN dan daftar tunj angan luar negeri lainnya Home Staff yang ditandatangani oleh PPK/ PPABP. dan KPA. d. SK terkait j abatan. S K terkait dengan j abatan. dan 5 . dan 5 .43 - 4 . 2. dan surat keterangan untuk mendapatkan tunj angan keluarga. SK mutasi pegawai. surat atau akta terkait dengan anggota keluarga yang mendapat tunj angan.. c. dokumen perpaj akan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dengan mempertimbangkan kondisi negara setempat. surat permintaan uang muka TPLN . surat pernyataan melaksanakan tugas. fotokopi dokumen pendukung perubahan data ·· 1 pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satker/ pej abat yang berwenang meliputi S K kenaikan pangkat. • . surat keterangan untuk mendapatkan tunj angan keluarga. Bendahara Pengeluaran.go. daftar perhitungan uang muka TPLN yang ditandatangani oleh PPK/ PPAB P. ditandatangani oleh PPK/ PPABP. Untuk pembayaran uang muka TPLN (persekot resmi) dilengkapi dengan : 1 . Untuk pembayaran kekurangan TPLN.. fotokopi dokumen pendukung perubahan data pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satker / pej abat yang berwenang meliputi S K Mutasi Pegawai. fotokopi dokumen pendukung yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satker / pej abat yang berwenang berupa SK mutasi pindah . surat pernyataan pelantikan.id . �'. Bendahara Pengeluaran. . dokumen perpaj akan sesu a i ketentuan Peraturan Perundang-undangan dengan mempertimbangkan kondisi negara setempat. tunj angan luar negeri lainnya Home Staff dan kekurangan Gaji Local Staff / Pegawai Setempat dilengkapi dengan : 1 . dan SKPP sesua1 peruntukannya. daftar perubahan data pegawai yang . M EN T E R I K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES I A .kemenkeu. 2 . surat pernyataan melaksanakan tugas. dan www. daftar kekurangan Gaj i Local Staff/Pegawai Setempat yang ditandatangani oleh PPK/ PPABP. 3..jdih.

asli bukti-bukti pengeluaran . kuitansi/ bukti penerimaan untuk biaya transpor. fotokopi bukti kepemilikan tanah. c. dilampiri paling sedikit dengan : a. kuitansi/ bukti penerimaan untuk uang harian. 2. 2. dilampiri : 1. daftar pengeluaran riil. M ENTE R ! K E UA N G A N R EP U B L I K I N D O N ES IA . kuitansi/ bukti pengeluaran biaya tinggal di hotel. Pasal 56 Langganan daya clan j asa . Pasal 58 Penerbitan SPP-GUP untuk pembayaran pengadaan tanah. besaran uang . www.kemenkeu. clan e. b. b. surat tugas. perj alanan dinas jabatan. surat perj alanan dinas yang telah ditandatangani oleh PPK clan pej abat di tempat pelaksanaan perj alanan dinas atau pihak terkait yang menj adi tempat tujuan perj alanan dinas . dan nomor rekening masing-masing penenma. surat perj alanan dinas yang telah ditandatangani pihak yang berwenang. d. g. dilampiri paling sedikit dengan : a. fotokopi surat keputusan pindah.44 - 3 . d. daftar penerima pembayaran uang pembelian tanah yang memuat paling kurang nama rhasing-masing penerima. f.go.id . 3. asli bukti-bukti pengeluaran . kuitansi/ invoice.undangan dengan mempertimbangkan kondisi negara setempat. c. e. kuitansi/ bukti penerimaan untuk biaya pengepakan clan angkutan barang.jdih. Pasal 57 Penerbitan SPP-GUP perj alanan dinas diatur sebagai berikut: 1. dokumen perpaj akan sesuai ketentuan Peraturan Perundang . dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa surat tagihan penggunaan daya clan j asa yang sah . daftar nominatif perj alanan dinas. clan h. perj alanan dinas pindah. daftar nominatif perj alanan dinas.

kemenkeu. atau c. clan b.jdih. U P ticlak cliperlukan lagi . (4) SPP-GUP Nihil cliterbitkan paling lambat 1 2 (cluabelas) hari kalencler setelah bukti-bukti penclukung cliterima secara lengkap clan benar. www. sebagai pertanggungj awaban U P yang clilakukan pacla akhir tahun anggaran. Pasal 59 (1) Sisa clana clalam DIPA yang clapat clilakukan pembayaran clengan UP minimal sama clengan nilai UP yang clikelola oleh Benclahara Pengeluaran .id .45 - 4. ( 2) Dalam hal pengisian kembali UP akan mengakibatkan sisa clana clalam DIPA yang clapat clilakukan pembayaran clengan UP lebih kecil clari UP yang clikelola Benclahara Pengeluaran : a. ( 2) Penerbitan SPP-GUP Nihil sebagaimana climaksucl pacla ayat ( 1 ) merupakan pengesahan / pertanggungj awaban UP. pernyataan clari penjual bahwa tanah tersebut ticlak clalam sengketa clan ticlak seclang clalam agunan. clokumen-clokumen lainnya sebagaimana clipersyaratkan clalam Peraturan Perunclang-unclangan setempat tentang pengalihan hak atas tanah . b.go. Pasal 60 (1) Penerbitan SPP-GUP Nihil clilakukan clalam hal : a. pengisian kembali UP clilaksanakan maksimal sebesar sisa clana clalam DIPA yang clapat clibayarkan clengan UP. (3) SPP-GUP Nihil clilengkapi clengan clokumen penclukung sebagaimana climaksucl clalam Pasal 54 ayat (2) . selisih antara sisa clana clalam DIPA yang clapat clilakukan pembayaran clengan UP clan UP yang clikelola Benclahara Pengeluaran clibukukan / cliperhitungkan sebagai potongan penerimaan pengembalian UP. clan 5. M ENTE R I K E UA N G A N R EP U B L I K I N D O N ES I A . sisa clana pacla DIPA yang clapat clibayarkan clengan UP minimal sama clengan besaran UP yang cliberikan.

surat pernyataan dari KPA/ PPK yang menj elaskan hal-hal sebagaimana dipersyaratkan dalam Pasal 4 9 ayat ( 1 ) . www. surat permohonan TUP yang telah memperoleh persetujuan Kepala KPPN .id . (3 ) Untuk mengesahkan/ mempertanggungj awabkan TUP. c. b. (2) SPP-TUP diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat 1 2 (duabelas) hari kalender setelah diterimanya persetujuan TUP dari Kepala KPPN . SPP-PTUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 1 ayat (5) . M E NTER ! K E U A N G A N R EP U B L I K I N D O N ES IA . SPP-LS sebagaimana dimaksud d alam Pasal 5 1 ayat (5) . (4) SPP-PTUP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan kepada PPSPM paling lambat 1 2 (duabelas) hari kalender sebelum batas akhir pertanggungj awaban TUP.go.GUP Nihil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat ( 3 ) . b. dan c. dan d. SPP.:.46 - Paragraf 6 Mekanisme Penerbitan Surat Permintaan Pembayaran Tambahan Uang Persediaan / Pertanggungj awaban Tam bahan Uang Persediaan Pasal 6 1 (1) PPK menerbitkan SPP-TUP dan dilengkapi dengan dokumen meliputi : a. rincian penggunaan dana yang ditandatangani oleh KPA/ PPK dan Bendahara Pengeluaran. (5) Penerbitan SPP-PTUP dilengkapi dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (2) .jdih. PPK menerbitkan SPP-PTUP. PPK dapat menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) sebagai pengganti bukti pengeluaran/ dokumen pendukung yang merupakan lampiran : a. SPP-GUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (2) . Pasal 62 (1) Dalam hal PPS PM merupakan pegawai yang berstatus PNS yang berasal dari unit eselon I atau Sekretariat Jenderal Kementerian Teknis / Kementerian Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 0 ayat ( 1 ) dan ayat (2) .kemenkeu.

(6) Dalam hal PPSPM menolak/ mengembalikan S PP karena dokumen pendukung tagihan tidak lengkap dan benar. dan b. M ENTE R I K E UA N G A N R EP U B L I K I N D O N ES IA . Bagian Ketujuh Mekanisme Penguj ian Surat Permintaan Pembayaran dan Penerbitan Surat Perintah Membayar Pasal 63 (1) PPS PM melakukan pemeriksaan dan pengujian SPP dan dokumen pendukung yang disampaikan oleh PPK.kemenkeu. penguj ian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 7 ayat (3) huruf a sampai dengan huruf e . untuk SPP-GUP diselesaikan paling lam bat 10 ( sepuluh) hari kalender. www. (4) Dalam hal penguJ ian SPP beserta dokumen pendukungnya memenuhi persyaratan. untuk SPP-PTUP diselesaikan paling lam bat 1 0 ( sepuluh) hari kale ri der. (3) Dalam hal dokumen pendukung SPP berupa S PTJM · sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 . kebenaran pengisian format dan keabsahan S PTJM . meliputi: a. (5) Jangka waktu penguj ian SPP sampai dengan penerbitan SPM-UP/TUP/ GUP/ PTUP/ LS oleh PPSPM diatur sebagai berikut: a. PPS PM menerbitkan SPM . untuk SPP. dan d. pengujian S PP meliputi : a.jdih. untuk SPP-UP /TUP diselesaikan paling lambat 1 0 (sepuluh) hari kalender.go. (2) Pemeriksaan dan penguj ian SPP dan dokumen pendukung SPP sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) .47 - (2) SPTJM sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini . dan b. keabsahan dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (3) . ayat (4) dan ayat (5) .LS diselesaikan paling lam bat 10 ( sepuluh) haii kalender. c. pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 7 ayat (3) . b. PPSPM harus menyatakan secara tertulis alasan penolakan / pengembalian tersebut paling lambat 2 (dua) hari kalender setelah diterimanya SPP.id .

b.48 - (7) Atas penyampaian SPTJM sebagai lampiran SPP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) . Menteri Teknis untuk Satker Atase Teknis . (3) SPM sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.go.id . dan Pasal 6 1 ayat (5) kepada PPSPM secara berkala. Pasal 60 ayat (3) . PPK harus menyampaikan asli dokumen dan bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 1 ayat (5) .kemenkeu. keamanan data pada aplikasi SPM. Pasal 65 (1) Penerbitan SPM oleh PPSPM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (4) dilakukan melalui sistem aplikasi yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan . (2) Bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) menj adi bahan pemeriksaan bagi aparat pemeriksa internal dan eksternal. a.jdih. (9) PPSPM melakukan pemeriksaan dan penguj ian dokumen dan bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (7) sesuai ayat (2) . (2) SPM yang diterbitkan melalui sistem aplikasi S PM sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) memuat PIN (Personal Identification Number) PPSPM sebagai tanda tangan elektronik pada ADK SPM dari penerbit SPM yang sah. penggunaan PIN pada ADK S PM . dan b. (4) Dalam penerbitan SPM melalui sistem aplikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (8) Periode/j angka waktu penyampaian asli dokumen dan bukti pengeluaran secara berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (7) ditetapkan oleh : a. www. dan c. Menteri Luar Negeri untuk Satker Perwakilan. M ENTER ! K E UA N G A N R EP U B L I K I N D O N E S IA . Pasal 54 ayat (2) . kebenaran SPM dan kesesuaian antara data pada SPM dengan data pada ADK SPM. Pasal 64 (1) Seluruh bukti pengeluaran sebagai dasar penguj ian dan penerbitan SPM disimpan oleh PPSPM . PPS PM bertanggung j awab atas : .

www. penyampaian SPM untuk pembayaran belanj a pegawai kepada KPPN dilakukan paling lambat 1 (satu) hari kerj a sebelum tanggal 1 5 . petugas pengantar SPM menyampaikan SPM beserta dokumen pendukung dan ADK S PM melalui front office Penerimaan SPM pada KPPN. b. (4) Khusus untuk penyampaian S PM atas beban pinj aman/ hibah luar negeri. (2) Penyampaian SPM-UP. (3) SSP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c se suai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dengan mempertimbangkan kondisi negara setempat. (7) Dalam hal tanggal 1 5 se bagaimana dirriaksud pada ayat (6) merupakan hari libur atau hari yang dinyatakan libur. penyampaian SPM-TUP dilampiri surat persetujuan pemberian TUP dari Kepala KPPN. dan c. penyampaian SPM-UP dilampiri surat pernyataan dari KPA yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XIV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (8) Penyampaian SPM kepada KPPN dilakukan oleh petugas pengantar SPM yang sah dan ditetapkan oleh PA/ KPA dengan ketentuan sebagai berikut: a. (5) PPSPM menyampaikan SPM kepada KPPN paling lambat 4 (empat) hari kalender setelah S PM diterbitkan . Surat Setoran Paj ak (SSP) .id .go. SPM-TUP. (6) SPM untuk pembayaran belanj a pegawai disampaikan kepada KPPN paling lambat tanggal 1 5 sebelum bulan pembayaran .kemenkeu. dan S PM .49 - Pasal 66 (1) PPSPM menyampaikan SPM-UP/TUP/ GUP/ GUP Nihil/ PTUP/ LS dalam rangkap 2 (dua) beserta ADK S PM kepada KPPN . M ENTE R ! K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES IA .LS sebagaimana dimaksud · pada ayat ( 1 ) diatur sebagai berikut: a. penyampaian SPM-LS dilampiri. b. dan / atau daftar nominatif untuk penerima yang lebih dari 1 (satu) rekening. petugas pengantar SPM harus menunjukkan Kartu Identitas Petugas Satker (KIPS) pada saat menyampaikan SPM kepada petugas front office.jdih. juga disertai dengan dokumen perpaj akan sesuai dengan ketentuan mengenai perpaj akan .

KPPN melakukan penelitian . Pasal 68 (1) Dalam pencairan anggaran belanj a negara.. memeriksa cara penulisan/ pengisian jumlah angka dan huruf pada SPM .kemenkeu. dan b. memeriksa kebenaran penulisan dalam SPM. meneliti kesesuaian tanda tangan PPSPM pada S PM dengan spesimen tanda tangan PPS PM pada KPPN . meliputi: a.. www. q Direktur Jenderal Perbendaharaan . dan penguj ian atas SPM yang disampaikan oleh PPSPM . dalam hal terdapat keterbatasan j umlah sumber daya manusia yang berstatus Pegawai Negeri Sipil.go. dan c. meneliti kelengkapan dokumen pendukung S PM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (2) dan ayat (4) .50 - ' c. PA/ KPA dapat menetapkan petugas pengantar S PM yang bukan Pegawai Negeri Sipil setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan c . b. (3) Penelitian kebenaran SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b. . termasuk ti dak boleh terdapat cacat dalam penulisan.id . Perwakilan / Satker Atase Teknis merupakan Pegawai Negeri Sipil pada Sekretariat Jenderal atau unit eselon I Kementerian Negara/ Lembaga yang berlokasi di Jakarta.jdih. . petugas pengantar SPM atas beban DIPA Satker . (2) Penelitian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . meliputi: a. meneliti kebenaran SPM . Bagian Kedelapan Mekanisme Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana Paragraf 1 Pengujian Surat Perintah Membayar oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pasal 67 SPM yang diajukan ke KPPN digunakan sebagai dasar penerbitan SP2 D .i. clan d. M ENTE R ! K E UA N G A N R E P U B L I K I N DO N ES IA .•.

menguj i kebenaran perhitungan angka atas beban APBN yang tercantum dalam SPM . menguji SPM-GUP meliputi batas minimal revolving dari UP yang dikelola se bagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat ( 1 1 ) . penguj ian S PM-UP sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf (a) . menguji SPM-TUP meliputi kesesuaian j umlah uang yang diajukan pada SPM-TUP dengan j umlah uang yang disetujui Kepala KPPN. d. d. b.go. menguj i SPM-UP berupa besaran UP yang dapat diberikan sesuai dengan Pasal 45 ayat (7) . menguji SPM-PTUP meliputi j umlah TUP yang diberikan dengan j umlah uang yang dipertanggungj awabkan dan kepatuhan j angka waktu pertanggungj awaban . kesesuaian jumlah potongan UP pada S PM-UP dengan sisa UP tahun anggaran yang sebelumnya. M E NT E R ! K E U A N G A N R E P U B L I K I N D O N ES IA . c. www. (6) Penguj ian persyaratan pencairan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf d. kesesuaian jumlah uang dan keabsahan bukti setor pengembalian sisa UP tahun anggaran yang sebelumnya. (7) Dalam hal terdapat UP tahun anggaran sebelumnya belum dipertanggungj awabkan. menguj i kesesuaian tagihan dengan data perj anjian / kontrak atau perubahan data pegawai yang telah disampaikan kepada KPPN. dan e. meliputi : a.kemenkeu.id . menguji kesesuaian nilai potongan paj ak yang tercantum dalam SPM dengan nilai pada S S P . b. dan e. c.jdih. (5) Penguj ian kebenaran perhitungan angka sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a merupakan penguj ian kebenaran jumlah belanj a / pengeluaran dikurangi dengan jumlah potongan / penerimaan dengan j urrilah bersih dalam SPM . meliputi: a. menguj i SPM-LS berupa kesesuaian data perj anj ian/ kontrak pada S PM-LS dengan data perj anj ian / kontrak yang tercantum dalam Kartu Pengawasan Kontrak. atau b. menguji persyaratan pencairan dana.51 - (4) Penguj ian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) meliputi: a. menguji ketersediaan dana pada kegiatan / output/j enis belanj a dalam DIPA dengan yang dicantumkan pada SPM.

M EN T E R I KEUANGAN R EP U B L I K I N D O N ES IA .kemenkeu.jdih. www. Pasal 70 (1) Pencairan dana berdasarkan SP2 D dilakukan rnelalui transfer dana dari rekening pengeluaran KPPN pada B ank Indonesia kepada rekening pihak penerirna yang ditunj uk pada SP2 D . (2) Bank Indonesia rnernbe. Kepala KPPN rnengernbalikan SPM beserta dokurnen pendukung secara tertulis paling larnbat 2 (dua) hari kalender setelah diterirnanya SPM .id . (6) SP2 D sebagairnana dirnaksud pada ayat ( 1 ) dibuat sesuai format sebagairnana tercan:turn dalarn Larnpiran XV yang rnerupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini . harus disertai dengan bukti setor pengernbalian TUP yang telah dilakukan konfirrnasi KPPN / Bukti Penerirnaan Negara lainnya. Paragraf 2 Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana Pasal 69 ' (1) KPPN rnenerbitkan SP2 D setelah pengujian sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 68 telah rnernenuhi syaraL (2) KPPN tidak dapat rnenerbitkan S P2 D apabila Satker belurn rnengirirnkan data perj anjian / kontrak untuk pernbayaran rnelalui SPM-LS kepada penyedia barang/j asa.go. (9) Ketentuan rnenyertakan bukti setor / Bukti Penerirnaan Negara lainnya sebagairnana dirnaksud pada ayat (8) tidak berlaku dalarn hal SPM-PTUP diaj ukan ke KPPN dalarn rangka sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 5 0 ayat ( 1 ) dan ayat ( 8 ) huruf a. (4) Penyelesaian SP2D dilakukan dengan prosedur standar operasional dan norrna waktu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan . (5) Penyelesaian SP2 D sebagairnana dirnaksud pada ayat (4) dilakukan dengan rnernperhatikan kesesuaian kurs pada KPPN dengan kurs pada Bank Indonesia.ritahukan nilai kurs pada saat pencairan SP2 D kepada KPPN . (3) Dalarn hal hasil penelitian dan penguj ian sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 68 tidak rnernenuhi syarat.52 - (8) Dalarn hal jurnlah uang yang harus dipertanggungj awabkan sebagairnana dirnaksud pada ayat (6) huruf c kurang dari jurnlah TUP yang diberikan .

yang disampaikan oleh KPPN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) . Kepala KPPN menyampaikan ralat SP2 D kepada Bank Indonesia. ( 1 0) Atas dasar perbaikan atau ralat SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (9) .id . (8) Atas dasar pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) .go.53 - (3) KPPN memberitahukan nilai kurs sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Satker berkenaan paling lambat 1 (satu) hari kerj a setelah pemberitahuan dari B ank Indonesia diterima.kemenkeu. Satker melakukan koreksi/ penyesuaian nilai kurs pada S PP dan SPM melalui aplikasi SPP clan aplikasi SPM . (7} Pemberitahuan kegagalan transfer dana/ retur sebagaimana dimaksud pada ayat (6) memuat data S P2 D dan alasan kegagalan transfer ke rekening yang ditunj uk. M ENTER I K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES IA . (9) KPA melakukan penelitian atas kegagalan transfer dana/ retur sebagaimana tercantum pada SPM clan melakukan perbaikan atau ralat S PM serta menyampaikannya kepada Kepala KPPN .jdih. (6) Bank Indonesia menyampaikan pemberitahuan kepada Kepala KPPN dalam hal terj adinya kegagalan transfer dana/ retur sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . Kepala KPPN memberitahukan kepada KPA atas kegagalan transfer dana/ retur ke rekening yang ditunj uk pada SPM dan alasan kegagalan transfer dana/ retur terse but. Pasal 7 1 Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan dana berdasarkan SP2D yang ditujukan kepada rekening yang berdenominasi mata uang asing di luar negeri diatur oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan berkoordinasi dengan Bank Indonesia. www. (5) Dalam hal terdapat perbedaan nilai kurs atas S PP clan SPM yang diajukan dengan nilai kurs yang disampaikan KPPN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) . (1 1) Tata cara penyelesaian pencairan dana dengan mekanisme retur SP2D diatur oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan . (4) Satker membukukan transaksi UP/ Pembayaran LS berdasarkan nilai kurs .

M EN T E R ! KEUANGAN R E P U B L I K I N D O N ES IA . pada kolom potongan SPM-GUP/ TUP dicantumkan sebesar nilai uang PNB P yang berada pada Bendahara Penerimaan Satker yang akan disetorkan. (8) Satker Perwakilan menyimpan bukti-bukti penerimaan yang menunjukkan jumlah penerimaan PNBP yang disetorkan melalui pemotongan SPM-GUP / TUP. www. (6) Dalam hal penyetoran PNBP sebagaimana dimaksud ayat (4) tidak dapat dilakukan. kode akun dan identitas satker yang digunakan atas potongan SPM adalah kode akun penerimaan PNBP dan identitas satker pemilik PNBP. (2) Pembukaan rekening sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai rekening milik kementerian negara/ lembaga/ satuan kerj a . penyetoran PNBP ke kas negara dapat dilakukan melalui : a.jdih. (3) Bendahara Penerimaan PNBP pada Satker Perwakilan menyetorkan PNBP ke kas negara. dan c.go. b.54 - Bagian Kesembilan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Paj ak dan Pembayaran Tagihan Yang Bersumber dari Penggunaan Penerimaan Negara Bukan Paj ak Pasal 72 (1) Dalam mengelola PN BP. (7) Mekanisme penyetoran PNBP sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf a dilakukan dengan car.kemenkeu. Bendahara Penerimaan mengelola rekening PNBP dalam bentuk valuta Dollar Amerika Serikat.id . pemotongan pada SPM-GUP / TUP. atau b.:t : a. uraian pada potongan SPM dicantumkan sebagai setoran PNBP. (4) Penyetoran PNBP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan melalui bank persepsi atau bank koresponden yang melayani setoran penerimaan negara di wilayah kerj a Satker Perwakilan . rekening Bendahara Penerimaan d i Indonesia. (5) Penyetoran PNBP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan paling lambat pada hari berikutnya setelah PNBP diterima.

atau b. M EN T E R I K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES I A . jumlah PNBP yang diterima telah mencapai U S D 5 0 .go. Pasal 73 Pembayaran tagihan . ( 1 4) Pelaporan pertanggungj awaban semesteran sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 3) j atuh pada tanggal 30 Juni . dan mempertanggungj awabkan uang yang diterima. dilakukan sebagai berikut: 1.id . Belanj a negara oleh Satker pengguna PNBP dalam 1 (satu) tahun anggaran hanya dapat dibiayai dari PNBP tahun anggaran bersangkutan . ( 1 6) Bendahara Penerimaan menyampaikan laporan pertanggungj awaban seluruh PNBP yang dikelolanya kepada Kepala KPPN selaku Kuasa BUN .jdih. ( 1 2) Dalam rangka pelaksanaan penyetoran PNBP melalui rekening Bendahara Penerimaan di Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf b. ( 1 5 ) Pelaporan pertanggungj awaban tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 3) j atuh pada tanggal 3 1 Desember. www. menerima uang dari wajib bayar. Bendahara Penerimaan Satker Perwakilan berfungsi untuk: a. b.kemenkeu. 000 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) . dan c. atas be ban belanj a negara yang bersumber dari penggunaan PNBP. ( 1 3) Seluruh PNBP wajib disetorkan sebelum tanggal pelaporan pertanggungj awaban semesteran dan tahunan . kurs yang digunakan adalah kurs yang berasal dari lembaga yang terpercaya pada negara setempat pada tanggal konversi . ( 1 1) Mekanisme penyetoran PNBP sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf b dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Satker dapat menggunakan PNBP yang diterima sebesar potongan pada SPM-GUP / TUP. menyampaikan uang yang diterimanya kepada Bendahara Penerimaan di Indonesia. menatausahakan.55 - (9) Dalam hal penyetoran PNBP melalui pemotongan SPM-GUP / TUP sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf a Satker melakukan konversi nilai mata uang. menyimpan. jumlah PNBP yang diterima telah disimpan paling lama 2 (dua) bulan dan jumlahnya minimal 2 (dua) kali biaya tran sfer. ( 1 0) Setelah diterbitkan SP2 D yang telah diperhitungkan dengan setoran PNBP sebagaimana dimaksud pada ayat (7) .

(2) Sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNB P sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) berasal dari PNB P 1 (satu) tahun anggaran sebelumnya. 5. (3) Sisa Maksimum . dapat dipergunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan tahun anggaran berj alan setelah DIPA disahkan dan berlaku efektif. Batas tertinggi PNBP yang dapat digunakan sebagaimana dimaksud pada angka 2 . 4.56 - 2. pembayaran dilakukan berdasarkan pagu pencairan. Satker pengguna PNBP dapat mehggunakan sebagian dana PNBP sesuai dengan j enis PNBP dan batas tertinggi PNBP yang dapat digunakan sesuai yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan . Besarnya pencairan dana PNBP secara keseluruhan tidak boleh melampaui pagu PNBP Satker yang bersangkutan dalam DIPA. Satker dapat menggunakan PNBP sebagaimana dimaksud pada angka 2 setelah PNBP disetor ke kas negara berdasarkan konfirmasi dari KPPN . 6.go.JPS MP Maksimum Pencairan PPP propors1 pagu pengeluaran terhadap pendapatan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan JS jumlah setoran JPS jumlah pencairan dana sebelumnya sampai dengan SPM terakhir yang diterbitkan . 7.id . 3. Pasal 74 (1) Sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya dari Satker pengguria PNBP.kemenkeu.merupakan maksimal pencairan dana yang dapat dilakukan oleh Satker berkenaan . M EN T E R I K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES IA . PNBP yang diterima oleh Satker Perwakilan ditetapkan penggunaannya secara terpusat.jdih. Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya dari Satker pengguna PNBP meliputi : www. Dana yang berasal dari PNBP dapat dicairkan maksimal sesuai formula sebagai berikut: MP (PPP x JS) . sesuai Surat Edaran / Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tanpa melampirkan Surat Setoran Bukan Paj ak (SSBP) / Bukti Penerimaan Negara lainnya.

Satker pengguna PNBP yang akan menggunakan PNBP tahun anggaran berjalan untuk membiayai kegiatan yang segera dilaksanakan.id . dan / atau b. (5) Penggunaan sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disertai dengan surat pernyataan dari KPA bahwa sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya akan diperhitungkan dengan PNBP tahun anggaran berj alan dan disampaikan kepada: a. sudah memperoleh Maksimum Pencairan (MP) namun belum mencukupi untuk melaksanakan kegiatan yang harus segera dilaksanakan . memerlukan pembiayaan atas kegiata:n yang harus segera dilaksanakan.masing Satker pengguna PNBP. (6) Penggunaan sisa Maksimum Pencairan (M �) dana PNB P tahun anggaran sebelumnya sebagaimana dimaksud pada ayat (4) sudah diperhitungkan seluruhnya dengan PNBP tahun anggaran berj alan . jumlah setoran yang melampaui target PNBP S atker pengguna PNBP berkenaan sesuai dengan Proporsi Pagu Pengeluaran (PPP) terhadap pendapatan yang ditetapkan Menteri Keuangan .jdih.go. q. sisa pagu DIPA yang dapat dicairkan yang dibiayai dari dana PNBP. atau b. untuk Maksimum Pencairan (MP) yang ditetapkan pada masing . Kepala KPPN. (7) PNBP tahun anggaran berj alan dapat digunakan dalam hal penggunaan sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya sebagaimana dimaksud pada ayat (4) sudah diperhitungkan seluruhnya dengan PNBP tahun anggaran berj alan . www. Direktur Jenderal Perbendaharaan. dan b.57 - a. harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan c . (8) Dalam hal atas penggunaan sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya belum diperhitungkan seluruhnya sebagaimana dimaksud pada ayat (7) . Direktur Jenderal Perbendaharaan . namun belum memperoleh Maksimum Pencairan (MP) .kemenkeu. untuk Maksimum Pencairan (MP) yang ditetapkan secara terpusat. (4) Penggunaan sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNB P tahun anggaran sebelumnya · sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dapat dilakukan dalam hal Satker pengguna PNBP: a. M ENTE R I K E UANGAN R E P U B L I K I N D O N ES IA .

(2) Penggantian U P atas pemberian U P sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilakukan setelah Satker pengguna PNBP memperoleh Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP paling sedikit sebesar UP yang diberikan . (4) Penggantian UP atas pemberian UP sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilakukan apabila UP telah dipergunakan paling sedikit 50% (lima puluh persen) . belum memperoleh Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP. Satker pengguna PNBP yang ditetapkan penggunaannya secara terpusat. (3) Penyesuaian besaran UP dapat dilakukan terhadap Satker pengguna PNBP yang telah memperoleh Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP melebihi UP yang telah dib e rikan dengan ketentuan penyesuaian besaran UP tidak melampaui 50% (lima puluh persen) dari realisasi PNBP yang dapat digunakan sesuai pagu PNBP dalam DIPA.58 - (9) Dalam hal Satker pengguna PNBP sudah memperoleh Maksimum Pencairan (MP) namun belum mencukupi untuk melaksanakan kegiatan yang harus segera dilaksanakan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b. (2) Realisasi PNBP sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . Pasal 76 (1) Satker pengguna PNBP dapat diberikan UP sebesar maksimal 1 / 1 2 (satu per dua belas) dari pagu dana PNBP pada DIPA. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pasal 75 (1) Satker pengguna PNBP dapat diberikan UP sebesar 50% (lima puluh persen) dari realisasi PNB P yang dapat digunakan sesuai pagu PNBP dalam DIPA.jdih. belum memperoleh pagu pencairan se bagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf e . dana PNBP yang dapat dipergunakan maksimal sebesar sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya. b. atau c. telah memperoleh Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP namun belum mencapai 1 / 1 2 (satu per dua belas) dari pagu dana PNBP pada DIPA. www. (3) Pemberian UP sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) termasuk didalamnya penggunaan sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya.go. merupakan PNBP yang telah disetor ke kas negara.kemenkeu. M EN TE R ! K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES IA .id .

(3) Untuk Satker pengguna PNBP secara terpusat. penyampaian SPM mengacu ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pas al 6 6 .go.id . dokumen pendukung SPM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (2) dan ayat (4) . BAB VI KOREKS I / RALAT. dan S P2 D hanya dapat dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan : www. (2) PPSPM menyampaikan SPM-UP / TUP/ PTUP/ GUP/ GUP Nihil/ LS beserta ADK SPM kepada KPPN dengan dilampiri : a. (6) Pembayaran UP / TUP untuk Satker pengguna PNB P · dilakukan terpisah dari U P / TUP yang berasal dari Rupiah Murni.kemenkeu. Pasal 77 ( 1 )' Tata cara penerbitan dan pengujian S PP dan SPM-UP/ TUP/ PTUP/ GUP/ GUP Nihil/ LS dari dana yang bersumber dari PNBP mengacu pada mekanisme dalam Peraturan Menteri ini . b.jdih. SPM. PEMBATALAN SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN. sesuai Surat Edaran / Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan untuk Satker pengguna PNB P yang ditetapkan pengguriaannya secara terpusat . M EN T E R ! K E UA N G A N R E P U B LI K I N D O N ES IA . (5) Dalam hal UP tidak mencukupi. (4) KPPN melakukan penelitian terhadap kebenaran perhitungan dalam daftar perhitungan jumlah Maksimum Pencairan (MP) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c. KPA Satker pengguna PNBP dapat mengajukan TUP sebesar kebutuhan riil 1 (satu) bulan dengan memperhatikan batas Maksimum Pencairan (MP) . daftar perhitungan jumlah Maksimum Pencairan (MP) yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XVI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturah Menteri ini.59 - (4) KPA Satker pengguna PNBP dapat mengaj ukan penyesuaian besaran UP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Kepala KPPN dengan disertai bukti setor PNBP yang telah dikonfirmasi oleh KPPN atau pagu pencairan . clan c. SURAT PERINTAH MEMBAYAR DAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA Pasal 78 (1) Koreksi/ ralat SPP. bukti setor PNBP yang telah dikonfirmasi oleh KPPN.

(6) Koreksi/ ralat SP2 D hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan koreksi SP2 D secara tertulis dari PPSPM dengan disertai SPM clan ADK yang telah diperbaiki . tahun anggaran. clan Satker. clan Satker sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) huruf c.60 - a. M EN TE R ! K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES IA . SPM clan S P2 D . clan c. memperbaiki uraian pengeluaran clan kode BAS selain perubahan kode sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf c. Pasal 79 (1) Pembatalan SPP hanya dapat dilakukan oleh PPK sepanj ang SP2 D belum diterbitkan . b.kemenkeu. perubahan jumlah uang pada SPP. atau c. perubahan kode Bagian Anggaran. (2) Dalam hal diperlukan perubahan kode B agian Anggaran . (3) Koreksi/ ralat SPP. clan SP2 D dapat dilakukan untuk: a. cara bayar. nomor register. eselon I . (2) Pembatalan SPM hanya dapat dilakukan oleh PPSPM secara tertulis sepanj ang SP2D belum diterbitkan . nama bank yang tercantum pada S PP. sumber dana. www. sifat pembayaran.go. (7) Koreksi SP2 D atau daftar nominatif untuk penerima lebih dari 1 (satu) rekening hanya dapat dilakukan oleh Kepala KPPN berdasarkan permintaan KPA. sisa pagu anggaran pada DIPA/ POK menj adi minus. cara penarikan. S PM clan SP2 D yang disebabkan terj adinya kegagalan transfer dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (6) beserta dokumen pendukungnya. j enis pembayaran. e selon I . (5) Koreksi/ ralat kode mata anggaran pengeluaran (akun 6 digit) pada ADK SPM dapat dilakukan berdasarkan permintaan koreksi / ralat ADK SPM secara tertulis dari PPK sepanj ang tidak meruba� S PM .jdih. b. dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan . SPM. (4) Koreksi/ ralat SPM clan ADK SPM hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan koreksi/ ralat SPM clan ADK SPM secara tertulis dari PPK. koreksi/ ralat penulisan nomor clan nama rekening.id . pencantuman kode pada SPM yang meliputi kode j enis SPM.

pembatalan SPM dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Direktur Jenderal Perbendaharaan atau pej abat yang ditunjuk.61 - (3) Dalam hal SP2 D telah diterbitkan clan belum mendebet kas negara.kemenkeu.jdih. M EN T E R I K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES IA . pengajuan SPM clan penerbitan S P2 D GUP Nihil/ PTUP dapat dilakukan melampaui tahun anggaran . (2) Penetapan batas terakhir pembayaran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan BUN untuk menyelesaikan administrasi pengelolaan Kas Negara. (4) Pembatalan SP2 D tidak dapat dilakukan dalam hal S P2 D telah men de bet kas negara. batas terakhir pembayaran atas beban APBN dapat dilakukan sebelum tanggal terakhir pada akhir tahun . BAB VII PELAKSANAAN PEMBAYARAN PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN Pasal 80 (1) Dalam kondisi akhir tahun anggaran.go. BAB VIII PERTANGGUNGJAWABAN UANG PERSEDIAAN AKIBAT SELISIH KURS Bagian Kesatu Selisih Kurs Pasal 83 ( 1) Selisih kurs merupakan selisih dana U P dalam m ata uang Rupiah yang harus dipertanggungj awabkan antara pembukuan Bendahara Pengeluaran S atker Perwakilan/ Satker Atase Teknis di luar negeri dan pembukuan pada KPPN . Pasal 82 Pelaksanaan pembayaran pada akhir tahun anggaran berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan mengenai pedoman pelaksanaan penerimaan clan pengeluaran negara pada akhir tahun anggaran . Pasal 8 1 (1) Dalam pertanggungj awaban UP/TUP pada akhir tahun anggaran. (2) Batas akhir penerbitan SPM GUP Nihil/ PTUP ditetapkan dengan mempertimbangkan kelancaran penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.id . www.

Pencairan dana d i KPPN . (5) Sisa dana UP karena adanya selisih kurs harus disetorkan ke Kas Negara atau diperhitungkan dengan UP tahun anggaran berj alan .jdih. Bagian Kedua Pertanggungj awaban Uc.id . (4) Apabila jumlah setoran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) nilainya kurang dari sisa UP dalam mata uang Rupiah sebagaimana terc antum dalam pembukuan KPPN . M ENTER I K E U A N G A N R EP U B L I K I N D O N ES IA . penukaran dari mata uang asing k e mata uang Rupiah. atau d. www.62 - (2) Selisih kurs sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) disebabkan pencatatan UP pada KPPN menggunakan mata uang Rupiah sedangkan penggunaan UP pada Satker Perwakilan/ Satker Atase Teknis di luar negeri menggunakan mata uang asing. c. penukaran dari mata uang Rupiah ke mata uang asmg. kekurangan uang yang harus dipertanggungj awabkan.ng Persediaan Akibat Selisih Kurs Pada Tahun Anggaran Berj alan Pasal 84 (1) Dalam hal pada akhir tahun anggaran terdapat sisa UP yang belum digunakan. sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan menyetorkan langsung ke kas negara dalam bentuk mata uang asing atau menukarkan ke dalam mata uang Rupiah terlebih dahulu untuk kemudian disetorkan ke kas negara. atau b. selisih kurang tersebut dipertanggungj awabkan dengan Akun Belanj a Karena Rugi Selisih Kurs Uang Persediaan Satker Perwakilan / Satker Atase Teknis . kelebihan uang yang harus dipertanggungj awabkan . (3) Penyetoran sisa UP dalam bentuk mata uang asing sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diperhitungkan dengan menggunakan kurs pada saat permintaan UP awal tahun anggaran .go. b. (3) Selisih kurs dapat terj adi pada saat: a. (2) Penyetoran sisa UP yang belum digunakan . penukaran antar mata uang asing.i. (4) Selisih kurs dapat berakibat selisih pembukuan berupa : a.kemenkeu. sisa UP yang belum digunakan tersebut disetorkan ke kas negara.

(2) Penyetoran sisa UP yang belum digunakan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilakukan dengan menyetorkan langsung ke kas negara dalam bentuk mata uang asing atau menukarkan ke dalam mata uang Rupiah terlebih dahulu untuk kemudian disetorkan ke kas negara. selisih lebih tersebut disetorkan sebagai PNBP . setoran dimaksud dibukukan sebagai : a. ( 4) Dalam hal sisa UP yang akan disetor ke kas negara le bih besar dari UP dalam mata uang Rupiah yang harus dipertanggungj awabkan sebagai akibat selisih kurs . (6) Pengalokasian Akun Belanj a Karena Rugi Selisih Kurs Uang Persediaan Satker Perwakilan / Satker Atase Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara revisi anggaran . www. dengan Akun Pendapatan dari Untung Selisih Kurs Uang Persediaan Satker Perwakilan/ Satker Atase Teknis dengan menggunakan · SSBP atau bukti penyetoran penerimaan negara lainnya. dan b. pendapatan selisih kurs sebagai PNB P dengan Akun Pendapatan dari Untung Selisih Kurs UP S atker Perwakilan/ Satker Atase Teknis dengan menggunakan formulir setoran / SSBP/ bukti penyetoran penerimaan negara lainnya.go.kemenkeu. sisa UP yang belum digunakan tersebut disetorkan ke kas negara atau diperhitungkan dengan UP tahun anggaran berj alan . pengembalian UP tahun anggaran sebelumnya sebesar sisa UP dalam mata uang Rupiah menurut pembukuan KPPN dengan Akun Pengembalian Uang Persediaan Tahun Anggaran Yang Lalu. M ENTER I K E UA N G A N R E P U B L I K I N D O N ES IA .id . Bagian Ketiga Pertanggungj awaban Uang Persediaan Akibat Selisih Kurs Pada Tahun Anggaran Sebelumnya Pasal 8 5 (1) Dalam hal terdapat sisa UP yang belum digunakan sampai dengan akhir tahun anggaran sebelumnya.63 - (5) Apabila jumlah setoran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) nilainya lebih besar dari sisa UP dalam mata uang Rupiah sebagaimana tercantum dalam pembukuan KPPN. (3) Penyetoran sisa UP dalam bentuk mata uang asing sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diperhitungkan dengan menggunakan kurs pada saat permintaan UP pertama tahun anggaran sebelumnya.jdih.

kurs yang digunakan adalah kurs pada saat pembebanan ke rekening pemerintah oleh B ank Indonesia.64 - (5) Dalam hal sisa UP yang akan disetor ke kas negara lebih kecil dari UP dalam mata uang Rupiah yang harus dipertanggungj awabkan sebagai akibat selisih kurs .kemenkeu. menggunakan kurs pada saat permintaan UP pertama tahun anggaran sebelumnya. (3) Dalam hal selisih kurs sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) tersebut mengakibatkan pagu anggaran Satker tidak mencukupi (pagu minus) pencairan dana tetap diproses.jdih. M EN T E R ! K E U A N G A N R E P UB L I K I N D O N ES I A . (4) Pagu minus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diselesaikan oleh Satker melalui mekanisme rev1s1 anggaran . dibukukan sebagai belanj a Selisih Kurs dengan Akun Belanj a Karena Rug l. (7) Kurs atas potongan SPM-UP sebagai perhitungan UP akhir tahun anggaran. (2) Dalam hal terj adi selisih kurs sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . (5) Tata cara revisi anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat ( 4 ) berpedoman pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara revisi anggaran . Selisih Kurs UP Satker Perwakilan/ Satker Atase Teknis . www.go. (6) Sisa UP yang diperhitungkan dengan UP ta:hun anggaran berj alan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dicatat pada koloin potongan SPM dengan menggunakan Akun Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan Tahun Anggaran se belumnya. sisa UP tersebut: a: disetorkan sebagai pengembalian UP tahun anggaran sebelumnya dengan Akun Pengemb:. dan b.id . Satker dapat menggunakan sisa UP akhir tahun anggaran sebelumnya sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) .:tlian UP Tahun Anggaran sebelumnya. Bagian Keempat Penyelesaian Selisih Kurs Pada Saat Pencairan Dana di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pasal 86 (1) Selisih kurs pada saat pencairan dana di KPPN terj adi karena terdapat perbedaan antara kurs pada saat penerbitan SP2D dengan kurs saat · pembebanan ke rekening pemerintah oleh Bank Indonesia. (8) Setelah diterbitkan SP2 D-UP yang telah diperhitungkan dengan sisa UP akhir tahun anggaran.

dan biaya j asa perbankan / keuangan .kemenkeu. b.id . kerugian selisih kurs belum terealisasi .go. termasuk didalamnya biaya konversi mata uang.65 - (6) Satker yang mengalami pagu mmus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat melakukan pencairan anggaran kembali setelah menyelesaikan pagu minu s . Pasal 88 ( 1) Selisih kurs sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 4 . kerugian selisih kurs terealisasi. Pasal 8 5 . BAB IX PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN ANGGARAN Pasal 9 0 (1) Dalam penyusunan laporan pertanggungj awaban pelaksanaan APBN diperlukan data realisasi APB N . biaya pengiriman uang. Bagian Keenam Biaya Transaksi Pasal 89 Segala biaya yang timbul sebagai akibat transaksi keuangan yang sah dibebankan pada DIPA masing-masing Satker. (2) Penj elasan selisih kurs sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) meliputi : a.jdih. neraca. dan Pasal 86 harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) secara memadai . (2) Selisih kurs sebagai akibat penyaj ian sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dikategorikan sebagai selisih kurs yang belum terealisasi dan dicatat dengan menggunakan Akun Pendapatan/ Beban Selisih Kurs Yang B elum Terealisasi serta disaj ikan dalam Laporan Operasional . dan d . sisa UP tersebut disaj ikan sebagai kas di Bendahara Pengeluaran ke dalam mata uang Rupiah dengan Kurs Tengah Bank Indonesia pada tanggal pelaporan . arus kas. �: . M ENTE R I K E UA N G A N R EP U B L I K I N D O N ES IA . keuntungan selisih kurs belum terealisasi. c. dan CaLK. keuntungan selisih kurs terealisasi. Bagian Kelima Pencatatan Selisih Kurs Pasal 87 (1) Dalam hal terdapat sisa UP berupa uang kas dalam mata uang asing yang belum disetor ke kas negara sampai dengan akhir tahun anggaran. www.

Dalam penyusunan neraca. (2) Pengawasan clan pengendalian internal sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan . clan 3 . M E NTER ! KEUANGAN R E P U B L I K I N D O N ES I A . selanjutnya setiap awal bulan : 1 . Kepala KPPN selaku Kuasa BUN membuat clan menyampaikan LRA.kemenkeu.id . c. (3) Ketentuan mengenai tata cara penyusunan laporan pertanggungj awaban pelaksanaan APBN diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan mengenai sistem akuntansi clan pelaporan keuangan pemerintah pusat. www. Rekonsiliasi data realisasi anggaran sebagaimana dimaksud pada huruf a mengikuti ketentuan mengenai mekanisme rekonsiliasi data.jdih. BAB X PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL Pasal 9 1 (1) Menteri Luar Negeri/ Menteri Teknis menyelenggarakan pengawasan clan pengendalian internal terhadap pelaksanaan anggaran Satker di lingkungan masing­ masmg. laporan arus kas . clan neraca kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk diproses clan selanjutnya diteruskan kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan u.66 - (2) Untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) : a. Kepala Kantor/ Satker menyampaikan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) . d .p. 2 . LRA. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) . Hasil rekonsiliasi sebagaimana dimaksud huruf a dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) .go. b . Satker Perwakilan/ Atase Teknis menyaj ikan Pos Moneter yang bersaldo mata uang asing ke dalam Rupiah dengan Kurs Tengah Bank Indonesia pada tanggal pelaporan . Untuk laporan keuangan semester dan tahunan . LO . Lapo ran Operasional (LO) . Direktur Akuntansi clan Pelaporan Keuangan menurut ketentuan yang mengatur tata cara penyusunan Laporan Keuangan Kuasa BUN Tingkat KPPN. LPE. clan neraca beserta ADK kepada Menteri Luar Negeri clan Menteri Teknis secara berj enj ang melalui Sekretaris Jenderal Kementerian. neraca clan ADK disertai dengan CaLK. Kepala kantor/ Satker selaku Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) setiap bulan harus melakukan rekonsiliasi data realisasi anggaran dengan Kepala KPPN selaku Kuasa BUN.

(2) Penetapan jenis mata uang asing yang digunakan dalam pencairan dana sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan .kemenkeu.67 - BAB XI MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN ANGGARAN Pasal 92 (1) Menteri Luar Negeri / Menteri Teknis selaku PA melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan anggaran pada kementerian yang dipimpinnya. BAB XII KETENTUAN LAIN.ngj awabkan . Pasal 96 (1) Penggunaan j enis mata uang asing dalam pencairan dana Satker Perwakilan dan Atase Teknis di KPPN dilakukan dengan memperhatikan ketersediaan mata uang asing pada rekening pemerintah . M E NTER ! l<EUANGAN R E P U B L I K I N D O N ES IA .go. Pasal 9 5 Pembayaran atas b eban Satker Perwakilan/ Satker Atase Teknis yang dilakukan di dalam negeri mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan APB N . (3) Ketentuan mengenai tata cara monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran diatur dengan Peraturan Menteri · Keuangan .id .LAIN Pasal 93 Dalam hal Kurs Tengah Bank Indonesia yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan sementara dalam rangka pengawasan pagu dan perhitungan / perkiraan nilai mata uang asing tidak bisa didapatkan. www. nilai kurs dapat ditetapkan KPA berdasarkan informasi dari institusi yang terpercaya dan dapat dipertanggu. (2) Menteri Keuangan selaku BUN dapat melakukan monitoring cl an evaluasi atas pelaksanaan anggaran Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Teknis . Pasal 94 Dokumen pendukung dalam pembayaran yang menggunakan bahasa asing/ bahasa setempat harus dibuat ringkasan berupa terj emahan tidak resmi dalam Bahasa Indonesia.jdih.

memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.68 - BAB XIII KETENTUAN PERALI HAN Pasal 9 7 S egala ketentuan yang mengatur mengena1 tata cara pembayaran atas beban APB N pada Perwakilan sepanJ ang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini dinyatakan tetap berlaku .kemenkeu. BAMBANG P . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK IND ONESIA .go.jdih. ttd . Pasal 9 9 Peraturan M enteri 1 11 1 mulai berlaku pada tanggal diundangkan . YAS O N NA H . BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 9 8 Ketentuan teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan pembayaran atas beban APB N sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini. Agar setiap orang mengetahuinya. S .id . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 9 A g u s t u s 2O1 s MENTER! KEUANGAN REPU B LI K I N D O NESIA. LAO LY 1 234 www. diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan . ttd . B RODJONEGORO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 20 Agustus 201 5 MENTER! HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPU B LI K I N D O NESIA.

LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1 6 0 / PMK . 0 5 / 2 0 1 5
TENTANG
TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN
M Erff ERI KEUANGAt'-i
BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK
REP U B U K l N D O !-l E S l A INDONESIA DI LUAR NEGERI

::::_r�
---'- -����m��ii���;����-��-:�-::��----�-�-::_-:_-_-x:4_-_-�:c-�-�4:_����l:--�-�_-:_-_:-:_-.:-:{�-_:-:_-_-_-_-::!F::_-_-_-_-{---�::�-::::_-t----}F:::�-:}r_----��-"-�t::}r��;:::::::_�:_-�-:::_-_-_-_-:_-fj_-::;::_-:::_-::.�-::_-_-_-:�-::_-_-:_
-
� �:

����� =�==�:�=:-��)'.!5�=-·: . 1---��:::::!�� ;.:::��:==�===�:-�--
KARTU PENGAWASAN-KONTRAl<TAHUNAN
rn • -

•• 1 -• I c:v ® l
.... .. - . .
I . . - iN.R5�1 �o�RAK:--T.AttuN.AN
--
---- ••

. . .. . . . ... . . - . . . . .. . ... . .. · · ·-
0
. .
K PP N .
I
a;,���
��� �==-�=-=-��-�::=--:
�� =--===���-�- -�·=-�:�=--� :_::��-= �=;=---= ==:=··=�=--:���·=���.-=--����=�==-=��=====
-=-��-�= =-·=�=�==���.�f�����- --·_·_�:: _______
.
�- - �------···--- -··---- -- - - -
---
- ·-·- --· · -- -- -· · - - - �---·-·--------..

�:�-�����=:=����:E�=��
S... ;:v.=iiioc=- ®
@�==���=��:�::=.:=��:����=:.:===�:-��- =:�===-�=��::==�======���=-=: �-� ----=-==���=:�:�:-::�-���=���}�=====�=f0:==m=. =�
=.=:�-����=�� =�=-•- ••���:=-=�=-
Nie'· ��-=
::=:.;==�-:�==:-::=:-.:=:�=-==�.-:-�_·w-=-��=:=:: �-=-=�=�;��=�--� �-��-� :�=:::�:�=-��==:·�-=:������=:::�=���:=:::,=�-===����=-====: =��::�=-==�- ���.;:.:===·= =··_I:©:� �:�==·:====�-���-�-�=�=�=-==���==���:=�==:��====:-=- �=-.
.. � =

__

:1$.���-����· ·=:�f��=:� =--==·==-::�:� �-=-·�=- · �=:.. �.---:.-.·_=- - ---- -·· -- ·····-·-·

R.etensl

Potong;a: n J u .TTI }ah N;Jai :SP2 D
No . SP M ·---�--- --� - - -

{K�=r) PPN P Pn B-M PP l-l Dc:,nda Rctensi Poto-ng;an U M Pot..ctn ga n {Bcrsih}

l:CE'· I � 1--------t'-;;1- -- - --1 ® 1- -----(Er--- 1 w ,--·-c � (E;
�----·

Total � Mu.ka 0 Nilai Kontrak rahunan Total Pembayaran Ko<tor (SP2.D) CS;1
Total Pengembalian UM (SP2:D] Total Realisitil Kontrak (SP2:Dj
Tac::a l Potong;an
Sisa U3ng Muic.a
� � ®
Kon'l:r..lc Y;;ng 5elut1 Tereiilisasi Total Pembayaran Bersih (SP2:D}
@ 0
0
NIP@

www.jdih.kemenkeu.go.id�

l\/I E N T F PI l \F UJ\ f\J G A N
R F P U H L l l\ ! f\! U O N F S I A

- 2 -

KETERANGAN ISIAN
KARTU PENGAWASAN KONTRAK TAHUNAN

NO KETERANGAN ISIAN
( 1) Berisi Identitas Satker
(2) Berisi judul laporan yaitu Kartu Pengawasan Kontrak Tahunan
(3) Berisi pengguna (user) yang pertama kali mendaftarkan data kontrak
(4) Berisi pengguna (user) yang terakhir kali melakukan peru bahan pada data
kontrak
(5) Berisi pengguna (user) yang mencetak Kartu Pengawasan Kontrak Tahunan
(6 ) Berisi tanggal pertama kali dilakukan pendaftaran data kontrak
(7) Berisi tanggal terakhir kali dilakukan perubahan pada data kontrak
(8) Berisi tanggal dan jam pencetakan Kartu Pengawasan Kontrak Tahunan
(9) Berisi kode KPPN tempat pembayaran
( 1 0) Berisi nama KPPN tempat pembayaran
( 1 1) Berisi N omor Register Supplier
( 1 2) Berisi kombinasi nama dan NPWP Supplier
( 1 3) Berisi nama Supplier
( 1 4) Berisi NPWP Register Supplier
( 1 5) Berisi kombinasi kode tipe supplier dan kode pos supplier
( 1 6) Berisi status kontrak pada saat dilaporkan (approved/ cancel/ close)
( 1 7) Berisi "Kontrak"
( 1 8) Berisi Nomor Register Kontrak tahunan ( CAN Tahunan)
( 1 9) Berisi nilai kontrak tahunan
(20) Berisi kode dan nama satker
(2 1 ) Berisi nomor kontrak
(22) Berisi nomor Request for Commitment
( 23 ) Berisi tanggal kontrak (Tanggal penandatanganan kontrak)
(24) Berisi tanggal mulai kontrak
(2 5 ) Berisi j angka waktu pemeliharaan
(26 ) Berisi nilai uang muka
(27) Berisi porsi pembayaran PHLN dan GOI
(28) Berisi nomor DIPA dan informasi penting lainnya yang perlu ditampilkan
(29) Berisi nomor addendum kontrak
(3 0 ) Berisi ketentuan sanksi
(3 1 ) Berisi deskripsi kontrak
(32) Berisi nama pihak ketiga penerima pembayaran ( akan terisi untuk kontrak
penerusan pinjaman dan konsorsium)
(33) Berisi nama Bank pihak ketiga (penerima pembayaran)
( 34 ) Berisi nomor rekening pihak ketiga (penerima pembayaran)
(35) Berisi nama rekening pihak ketiga (penerima pembayaran)
(36) Berisi jenis mata uang yang digunakan pada rekening pihak ketiga
( penerima pembayaran)
( 37 ) Berisi tanggal selesai kontrak
( 38 ) Berisi tanggal addendum
(39) Berisi kategori Pinjaman Hibah Luar Negeri ( PHLN)
(40) Berisi jenis mata uang yang digunakan pada kontrak
(4 1 ) Berisi nomor Line

www.jdih.kemenkeu.go.id

tVl fl,fft: m K F U A !'J G A N
H F P U B L I K I N D O M E S I J\

- 3 -

NO KETERANGAN ISIAN
(42) Berisi deskripsi Line
(43) Berisi kode cara penarikan
(44) Berisi nilai Line
(45) Berisi nilai uang muka untuk tiap Line
(46) Berisi persentase retensi untuk tiap Line
(47) Berisi nilai retensi untuk tiap Line
( 48) Berisi nomor termin/jadwal pembayaran
(49) Berisi deskripsi termin/jadwal pembayaran
( 50) Berisi tanggal termin/jadwal termin pembayaran
(5 1 ) Berisi nilai termin/jadwal pembayaran
( 5 2) Berisi nomor SPM
( 53) Berisi rencana pengembalian uang muka
(54) Berisi rencana potongan retensi
(5 5) Berisi Bagan Akun Standar (BAS)
( 56) Berisi nomor uru t
( 57 ) Berisi nomor SPM
( 58) Berisi tanggal SPM
( 59) Berisi nomor SP2D
(6 0 ) Berisi tanggal SP2D
(6 1 ) Berisi nilai kotor SPM
(62) Berisi nilai potongan PPN pada SPM
(63) Berisi nilai potongan PPn BM pada SPM
(64) Berisi nilai potongan PPh pada SPM
(6 5 ) Berisi nilai potongan denda pada SPM
(66) Berisi nilai potongan retensi
(6 7 ) Berisi nilai potongan uang muka
(68) Berisi nilai jumlah potongan pada SPM
(69) Berisi nilai SP2D
(7 0) Berisi nilai total uang muka yang diberikan
(7 1 ) Berisi nilai total pengembalian uang muka yang sudah dilakukan
(72) Berisi nilai sisa uang muka yang belum dikembalikan
(73) Berisi nilai kontrak tahunan
(74) Berisi nilai kontrak tahunan yang sudah direalisasikan
( 75) Berisi nilai kontrak tahunan yang belum direalisasikan
( 7 6) Berisi nilai pembayaran kotor SPM
(77) Berisi nilai total potongan SPM
( 78) Berisi nilai total SP2D / SPM bersih
(79) Berisi jabatan penandatangan Kartu Pengawasan Kontrak Tahun
(8 0 ) Berisi nama penandatangan Kartu Pengawasan Kontrak Tahun
(8 1 ) Berisi NIP penandatangan Kartu Pengawasan Kontrak Tahun

www.jdih.kemenkeu.go.id

.. . .I D O l\J F S I /\ . . .kemenkeu.: ® :@: Nama Supplier !:® ! No rekening @! : i. . ' r I i Nama Pihak Kl'!iga i' ® @i i I SPAN No Supplier I . . . . . . Ketera nga n Nila I Ketera nga n J a dwal N i la l Termin Nom or SPM COA g ori Nllai % Nila I min Muka Retensl \ � 51 ! (si) ! rsl) Q0 0 ® © � ® ® C0 ® ® ® @ Nll a l SPM Potongan Jumlah N l l a l SPlD NO No.'\ Total Pembaya ran Koto r (SP2D) © Sisa Uang M u ka ® Total Rea l isasi Kontrak Kontra k Yang Belum Terea l isasi ® � Total potongan (SP2D) Total Pembayaran bersih (SP2D) ® 0 JABATAN NAMA NIP www.4 - Kementerian . . ..go. . . . . . . . (pi isi · Ese lon I KIL) . . .jdih. .: ® '® ! Tanggal Addendum i Jangka Waktu Pemeliharaan I i: @ ® Uang Muka Porsi Pembayaran LOAN/GOI ® i liat�ri P HLN '® ! Catalan Tambahan! ® (.". : . . N rn. : . .J i ! Mata Uang : @: i : (. . . . ® \. . . RCF Tanggal Pendaftaran Tanggal Addendum 44) Tanggal Peruba h a n Kate Ua nga Muka Retensl Ter Penge m ba l l a n U a n g Potonga n No. D i l s i N a m a Satker .J I\ 1 11. Tanggal M u lai Kontrak . Nama Pemilik Reken ini :0 1 NPWP i . . . Tangga l Seiesai Kontrak. CD lnformasl Lapor�n Didafta rka n Ol eh ! Ta ngga l Pendaftaran : ® Diubah Ol eh J ! Ta ngga l Peruba ha n 0 I Dila porka n Oleh j Ta ngga l d a n J a m 1 : ® KARTU PENGAWASAN KONTRAK TAHUN JAMAK KPPN INFORMASI KONTRAK 1AHUNAN i l ! ! m lnfor asi Supp lier ! !: i lnformasl Bankti'ihak Ketigaj I I i ! I I . . . .\... . .\: '2!. Addendum \V i i Ketentuan Sanksi 0! i Keterangan @ I ! Cari Ta h u n a n : .. IVl E N TF H I K F UJ\ N G /. . . . . .!'::'\ No. .: ® J Mata Uang I ®l ! Nama Sile i \:@ I 1 i � i Status /: ® Type Komltmen :::: ® CAN Tahunan 0 Nilai Kontrak Tahunan ! /:@ !: @® Satker No Konlrak No RFC J: ' ® i Tanggal Kontrak !: ® ' .id . . 41 ® Reallsasl tahunan Didafta rkan Oleh Nilai Kontrak Tah u n a n 41 Status Dlubah Oleh :. . . . SP20 Tangga l SP20 (Kotor) PPN PPH Potongan Lalnnya Denda Retensl Poto n p n UM Potonp n (Berslh ) P P n BM Total Uang M u ka Nila / Kontrak Ta h u n an Total Pembayara n Kotor (SP2D) Total Pengembalian UM (SP2D) Sisa Uang M u ka ® Total Reallsasl Kontra k Kontrak Yang Bel um Tere a l isasi ® 86 @ Total Pembayara n Bersih {SP2D) Total Potongan (SP2D) Ringkasan Reallsasi Kontra k Ta h u n ja m a Tota l U a ng Muka Total Pengem balian U M(SP2D) ®® Nilai Kontra k Tahun Jamak © {. : . . Nama Bank SPAN Nama Supplier . .:� P U B l. . I ! No. SPM Tangga l SPM No. . . .

lVI E l\J .fF H I ! < F UA N GJ\ N
H F P lffll Jg f l\JD O N E S l l\

- 5 -

KETERANGAN ISIAN
KARTU PENGAWASAN KONTRAK TAHUN JAMAK

NO KETERANGAN ISIAN

(1) Berisi Identitas Instansi
(2) Berisi judul laporan yaitu Kartu Pengawasan Kontrak Tahun Jamak
(3) Berisi pengguna (user} yang pertama kali mendaftarkan data kontrak tahun
jamak
(4) Berisi pengguna (user} yang terakhir kali melakukan perubahan pada data
kontrak tahun jamak
(5) Berisi pengguna (user} yang mencetak Kartu Pengawasan Tahun Jamak
(6) Berisi tanggal pertama kali dilakukan pendaftaran data kontrak tahun jamak
(7) Berisi tanggal terakhir kali dilakukan perubahan pada data kontrak tahun
jamak
(8) Berisi tanggal dan jam pencetakan Kartu Pengawasan Kontrak Tahunan
(9) Berisi kode KPPN tempat pembayaran
( 1 0) Berisi nama KPPN tempa,t pembayaran
( 1 1) Berisi Nomor Register Supplier
( 1 2) Berisi kombinasi nama dan NPWP Supplier
( 1 3) Berisi nama Supplier
( 1 4) Berisi NPWP Supplier
( 1 5) Berisi kombinasi kode tipe supplier dan kode pos supplier
( 1 6) Berisi status kontrak tahun jamak pada saat dilaporkan ( approved/ cancel/ close)
( 1 7) Berisi "Kontrak"
( 1 8) Berisi Nomor Register Kontrak tahun Jamak (CAN Tahunan )
( 1 9) Berisi nilai kontrak tahun Jamak
(20) Berisi kode dan nama satker
(2 1 ) Berisi nomor kontrak tahun jamak
(2 2) Berisi nomor Request for Commitment
( 2 3) Berisi tanggal kontrak (Tanggal penandatanganan kontrak)
(2 4) Berisi tanggal mulai kontrak
(2 5 ) Berisi jangka waktu pemeliharaan
(26) Berisi nilai uang muka
(27) Berisi porsi pembayaran PHLN dan GOI
(28) Berisi nomor DIPA dan informasi penting lainnya yang perlu ditampilkan
(29) Berisi nomor addendum kontrak
(30) Berisi ketentuan sanksi
(3 1 ) Berisi deskripsi kontrak
(32) Berisi nama pihak ketiga penerima pembayaran ( akan terisi untuk kontrak
penerusan pinjaman dan konsorsium)
( 33) Berisi nama Bank pihak ketiga (penerima pembayaran )
(34) Berisi nomor rekening pihak ketiga (penerima pembayaran)
( 3 5) Berisi nama rekening pihak ketiga (penerima pembayaran)
( 36) Berisi jenis mata uang yang digunakan pada rekening pihak ketiga (penerima
pembayaran)
(37) Berisi tanggal selesai kontrak
(38) Berisi tanggal addendum
(39) Berisi kategori Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN)
( 40 ) Berisi jenis mata uang yang digunakan pada kontrak

www.jdih.kemenkeu.go.id

M E N n : r. t l i < E U A N ''-> A f\l
m:. P I m i m. I N fl O ht fl; I /\

- 6 -

NO KETERANGAN ISIAN

(4 1 ) Berisi nomor Register Kontrak Release (CAN release)
(42) Berisi nilai kontrak release
(43) Berisi nomor Request for Commitment release
(44) Berisi tanggal addendum kontrak release
(4 5 ) Berisi release ke-
(46) Berisi status Kontrak release pada saat dilaporkan (approved/ cancel/ close)
(47) Berisi pengguna (user) yang pertama kali mendaftarkan data kontrak release
(48) Berisi pengguna (user) yang terakhir kali melakukan perubahan pada data
kontrak
(49) Berisi tanggal pertama kali dilakukan pendaftaran data kontrak release
(50) Berisi tanggal terakhir kali dilakukan perubahan pada data kontrak release
(5 1 ) Berisi nomor Line
( 5 2) Berisi deskripsi Line
(53) Berisi kode cara penarikan
( 54 ) Berisi nilai Line
(5 5) Berisi nilai uang muka untuk tiap Line
( 56) Berisi persentase retensi untuk tiap Line
(57) Berisi nilai retensi untuk tiap Line
(58) Berisi nomor termin/jadwal pembayaran
( 59 ) Berisi deskripsi termin/jadwal pembayaran
(60) Berisi tanggal termin/jadwal termin pembayaran
(6 1 ) Berisi nilai termin/jadwal pembayaran
(62) Berisi nomor SPM
(63) Berisi rencana pengembalian uang muka
(64) Berisi rencana potongan retensi
(6 5 ) Berisi Bagan Akun Standar (BAS)
(66) Berisi nomor urut
(67) Berisi nomor SPM
(68) Berisi tanggal SPM
(69) Berisi nomor SP2D
(70) Berisi tanggal SP2D
(7 1 ) Berisi nilai kotor SPM
(72) Berisi nilai potongan PPN pada SPM
(73) Berisi nilai potongan PPnBM pada SPM
(74) Berisi nilai potongan PPh pada SPM
(75) Berisi nilai potongan lainnya
(76) Berisi nilai potongan denda ada SPM
(77) Berisi nilai potongan retensi
(78) Berisi nilai potongan uang muka
(79) Berisi nilai jumlah potongan pada SPM
(80) Berisi nilai SP2D
(8 1 ) Berisi nilai total uang muka yang diberikan pada saat release berkenaan
(82) Berisi nilai total pengembalian uang muka yang sudah dilakukan pada saat
release berkenaan
(83) Berisi nilai sisa uang muka yang belum dikembalikan pada saat release
berkenaan
(84) Berisi nilai kontrak release

www.jdih.kemenkeu.go.id

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 7 -

NO KETERANGAN ISIAN

(85) Berisi nilai kontrak release yang sudah direalisasikan
(86) Berisi nilai kontrak release yang belum direalisasikan
(87) Berisi nilai total pembayaran kotor SPM pada saat release berkenaan
(88) Berisi nilai total potongan SPM pada saat release berkenaan
( 8 9) Berisi nilai total SP2D I SPM bersih pada saat release berkenaan
(9 0) Berisi nilai total uang muka kontrak tahun jamak yang diberikan
(9 1 ) Berisi nilai total pengembalian uang muka kontrak tahun jamak yang sudah
dilakukan
(92) Berisi nilai sisa uang muka kontrak tahun jamak yang belum dikembalikan
(93) Berisi nilai kontrak tahun jamak
(94) Berisi nilai kontrak tahun jamak yang sudah direalisasikan
(9 5) Berisi nilai kontrak tahun j amak yang belum direalisasikan
(9 6 ) Berisi nilai total pembayaran kotor SPM kontrak tahun jamak
(97) Berisi nilai total potongan SPM kontrak tahu jamak
(98) Berisi nilai total SP2D / SPM bersih kontrak tahun jamak
(99) Berisi Jabatan penandatangan Kartu Pengawas Kontrak Tahun Jamak
( 1 0 0) Berisi nama penandatangan Kartu Pengawas Kontrak Tahun Jamak
( 1 0 1) Berisi NIP penandatangan Kartu Pengawas Kontrak Tahun Jamak

M E NTER! KEUANGAN REPUBLIK IND ONESIA ,

ttd .

BAMBAN G P . S . B RODJONEGORO

www.jdih.kemenkeu.go.id

..... . . Bersih R p .. . . . . .. ... .. . . ... . . . .. . . ..kemenkeu. DO K U M E N PEN D U K U N G No. . . . . ... . . .. . . . BAMBAN G P . . ... ... .. . . Bulan . . .. S e l a njutnya d o k u m e n p e n d u ku n g terse b ut d i si m p a n sebagai p e rt i n ggal p a d a PP-S P M .. B e r d a s a r k a n p e ru b a h a n d ata pegawai terseb ut. . . .. Jenis G aj i . . ....... .. ...... . Nomor Gaji . . .. . . . . .. . PPK/ P PABP. . . . . . pem bayaran gaj i m e n j a d i sebesa r : G a j i Kotor R p .. ... . . . .. . ..id ... . . .. . . .. . .. .. . . . .. . . .... .. . . . . . . ... ..jdih.. . .. ... . . . .. NAMA PEGAWAI NIP U RA I A N DARI TANGGAL NOMOR TMT Peru b a h a n d ata p egawai terse but di atas t e l a h d i uj i kebe n a r a n nya dan ses u a i d e n g a n d o k u m en p e n d u k u n g y a n g sa h . . . ...... . .. . . . . . LAMPIRAN II PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 6 0 / P MK . . .. . . . . . . . . . . . P otonga n R p . . . . .. . .. ... .. . . .. ... . .. .. . . . .. . . .. .go. . . . .. .. ... . ttd .. . . . ... . . ... NIP M ENTER! KEUAN GAN REPUBLI K INDONESIA. . .. . . .. . O S I 2 0 I 5 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN Ai�GGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI MENTER! KEUANGAN REPUBLIK I N D O NESIA DAFTAR PERUBAHAN DATA PEGAWAI Sat u a n Kerja . S . . .. .. . . . .. . . .. . .. .. BRODJONEGORO www. .. ... ..

. . ( tanggal/ bulan/ tahun) Sifat : Segera Hal : Pemberitahuan Pengajuan Penggantian Vang Persediaan Kepada Yth . . . 1.. BRODJONEGORO www. ) . Surat Perintah Pencairan Dana Vang Persediaan (SP2D UP) Nomor ... D alam hal sampai tanggal .. ... . (nilai valas) ekuivalen Rp . .. . . . (Kurs pembebanan BI tanggal .. dengan ini disampaikan agar Saudara segera melakukan pengisian kembali ( revolving) atas uang perse diaan yang telah diberikan dengan cara mengajukan SPM GUP paling lambat tanggal . . 3. . 0 5 / 2 0 1 5 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanj a Negara pada Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri. . . akan dilakukan pemotongan sebesar 2 5% (dua pulluh lima perseratus) dari uang persediaan yang telah diberikan . . . ..kemenkeu. .. . Demikian untuk menj adi perhatian. ... . . . Peraturan Menteri Keuangan Nomor .. .. . . . sebe sar . . .. . (Eselon I satuan kerja bersangkutan) 3 .. . (Inspektur Jenderal) 2 .... . apabila uang persediaan tersebut tidak diperlukan lagi agar disetor ke kas negara sebagai pengembalian uang persediaan . . . ttd ..jdih. . . .... . . . .go. .. . . . BAMBANG P. .. . . . .. . .. . . .. .YANAN PERBENDAHARAAN NEGARA Nomor : S. . Berkenaan dengan hal tersebut. .. . .. 0 5 / 2 0 1 5 G TA'. b. . Dasar : a. Kepala Kantor ( nama) NIP .. Kuasa Pengguna Anggaran S atuan Kerj a .. ( kode satuan kerja) di . S .. LAMPIRAN lil PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA �g��T�� 1 6 0 / P M K . . .J'A CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA D I LUAR NEGERI M ENTERI KEUANGAN REPUBLI K I N D O N ES IA KOP SURAT KANTOR PELA.. .. . . . . / PMK. . .. (Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan setempat). . .. . tanggal .id . ... 4. .. . . . Berdasarkan peraturan dan surat sebagaimana dimaksud pada angka ( 1 ) . . . .. . .. . . .. . . . ... . . . . ... . .. . saudara belum melakukan pengisian kembali ( revolving). MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 2. . . Tembusan : 1. . .

. . . . .. . .. ttd .. . .. .. . (Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan setempat). . . ... . ( nama) NIP . . 0 5 / 2 0 1 5 tentang Tata Cara Pelaksan aan Anggaran Pendapatan dan Belanj a Negara pada Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri . . . . . di . BAMBANG P .. (Inspektur Jenderal) 2. . (Kurs pembeban an BI tanggal . . . . ( kode satuan kerja) . 1.. . hal Pemberitahuan Pengajuan Penggantian Uang Persediaan .go. . . . Dasar : a. .. / PMK. . . . .. tanggal .... . . . . .. 2. . . . .. ( tanggal/ bulan/ tahun) S ifat : Segera Hal : Pemberitahuan II Pengajuan Penggantian Uang Persediaan Kepada Yth . . LAM PIRAN IV .. . (Eselon I satuan kerja bersangkutan) 3 .. . (nilai valas) ekuivalen Rp . .. . .id . . . . . . BRODJONEGORO www.. .. ... . . Demikian untuk menj adi perhatiart . Peraturan M enteri Keuangan Nomor .. . . . *) sesuai ketentuan MENTER! KEUANGAN REPUBLIK I N D O N E SIA. . . Kepala Kantor. . S . .. Surat Perintah Pencairan D ana Uang Persediaan (SP2 D UP) Nomor . . . . . PERATURAN M ENTER! KEUANGAN REPUBLIK I N D O N ESIA · . . .. . . . .. . . ... .. b . dengan ini disampaikan bahwa S au dara sampai saat ini belum melakukan pengisian kembali ( revolving) atas uang persediaan yang telah diberikan sehingga uang persediaan yang telah diberikan dipotong 2 5 % / 5 0%*! sebesar . 4. . . . . . diminta untuk segera melakukan pemotongan uang persediaan terse but. .... . Berdasarkan peraturan dan surat sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . . (nilai valas) 3 . .kemenkeu. .. Pemotongan u ang persediaan tersebut dapat dilakukan dengan cara memotong UP melalui S PM GUP dan/ atau menyetorkan UP ke rekening kas negara.. 0 5 / 2 0 1 5 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI MENTERI KEUAN GAN REPUBLI K I N D O N ES IA KOP SURAT KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAA N NEGARA Nomor : S. .. . . ) c. ... 1... Surat Kepala KPPN nomor . . . .jdih. . . . NOMOR 1 6 0 / PMK . . . Berkenaan dengan hal tersebut. .. .. . . Kuasa Pengguna Anggaran S atuan Kerj a . tanggal . . Tembu s an . sebesar ...

. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya . S .. 4 . LAMPIRAN V PERATURAN M ENTER! KEUANGAN REPUBLIK I N D O N ESIA NO M O R 1 6 0 / PMK . .jdih. .. ttd .. . 20xx Kuasa Pengguna Anggaran. ..id . pertanggungjawaban dan pelaporan atas dana Tambahan Uang Persediaan (TUP) tersebut di atas menj adi tanggung j awab sepenuhnya dari Kuasa Pengguna Anggaran sesuai dengan peraturan perundang­ undangan . . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK I N D O N ESIA KOP SURAT SURAT PERNYATAAN Nomor : xxxxxx Sehubungan dengan pengajuan Tambahan Uang Persediaan (TUP) sebesar mata uang asing . pembayaran.... . BRODJONEGORO www. . . .. . Unit Organisasi :. .. .. . Jumlah Tambahan Uang Persediaan (TUP) tersebut diatas tidak akan dipergunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang menurut peraturan perundang­ undangan harus dilakukan dengan pembayaran langsung (LS) . .. . . ... yang bertanda tangan di bawah ini : 1 . . Jabatan : Kuasa Pengguna Anggaran 3 . Uumlah terbilang dengan huruj).. .. . . .. . ... . ... . . . .. . .. . MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . .. . . . Kementerian Negara/ Lembaga :.. .�. . . . . . sisa yang masih ada akan disetor ke Kas Negara sebagai penerimaan kembali pembayaran Uang Persediaan (UP) /Transito .. . Pencairan.. . . . NIP .go. . .. .. . BAMBAN G P. . . ... Satuan Kerj a : · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · (xxxxxx) 4 ..... . . ... .... . .. Uumlah terbilang dengan huruj) perkiraan ekuivalen Rp . (xx) . Nama 2 . . ... 0 5 / 2 0 1 5 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK I N D O N ESIA p! LUAR NEGERI ' _... . . .. Tambahan Uang Persediaan (TUP) tersebut akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan yang tidak dapat ditunda dan menurut perkiraan kami akan habis dipergunakan dalam waktu 1 (satu) bulan. . . .. . .. penggunaan. . .. . .. 2 . ... . . dengan ini menyatakan bahwa: 1 .. .kemenkeu. 3 . ..... . .. . .. ... . Apabila Tambahan Uang Persediaan (TUP) tersebut tidak habis dipergunakan dalam 1 (satu) bulan. . .. (xxx) 5 .. . . .. .

... . . . . .. ( !code satuan lcerja) di. . tanggal . . (tanggal.. atas be ban D I PA TA . . .. . . . dengan ini diberikan persetujuan Tambahan Uang Persediaan dalam mata uang asing sebe sar . . . . . 0 5 / 2 0 1 5 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KOP SURAT KANTO R PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA Nomor : S.. Tambahan Uang Persediaan tersebut tidak dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran yang menurut ketentuan harus dilakukan dengan Pembayaran Langsung (LS) dan hanya berlaku untuk saat ini serta tidak dapat diisi ulang ( revolving). . . . .. . . . .. . . . . . . . . . pembayaran . .. . . . . penggunaan ... . . . pertanggungjawaban dan pelaponin realisasi dana APBN agar berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor .. . 05 / 2 0 1 5 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri. . . . .. . . . . .. .. .. .id ... . . . . . . . .. .. Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja . .. . . 0 5 / 2 0 1 5 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan B elanj a Negara pada Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri. . . .. . .. . . tahun) Sifat : Segera Hal : Persetuj uan Tambahan Uang Persediaan (TUP) Kepada Yth . Surat permohonan persetujuan TUP dari Kuasa Pengguna Anggaran Nomor . . Tata cara pencairan . . . bulan. . BAMBANG P. .. . S .. . . . . .. b.. .kemenkeu. . . . . ( nama) NIP .. . . . 1. . . . . . . . . . . ... . . ... . . . .. .. .. .. LAMPIRAN VI PERATURAN M ENTJ>R I KEUANGAN R E P U B L I K I N D O N ESIA NOMOR 1 6 0 / PMK . . .. . . . . . . Demikian untuk menjadi perhatian . Satuan Kerja . . . . . . tentang Tambahan Uang Persediaan . Kepala Kantor. 3. . . . .... . Tambahan Uang Persediaan tersebut dtgunakan untuk paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal S P2 D diterbitkan . . . . . . .. . . . . . . . Apabila Tambahan Uang Persediaan tersebut tidak habis dalam satu bulan . . kode . . M ENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. . . . .. Nomor . / PMK.. .. . . . . .go. . .jdih. . . . .. . Sehubungan dengan bu tir 1 tersebut di atas . . untuk keperluan mendesak . . 4. . . . maka sisa· dana yang ada pada Bendahara Pengeluaran harus disetorkan ke kas negara. . . .. . . .. .. . ... .. . . . . . Peraturan Menteri Keuangan Nomor . ttd . Dasar : a. . BRODJONEGORO www. . . . . . . . . . ... . .. . . . . . tanggal . . / PMK. .. . . 5. . . . 2. . .

. clan sisa TUP yang tidak dipergunakan lagi disetor ke kas negara. NO M O R 1 6 0 / PMK . . . . . . . . . (nilai valas) 2. / PMK. LAMPIRAN Vll PERATURAN M E NTER! J{ EUANGAN REPUBLIK I N D O N ESIA .. . . (Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan setempat). Berkenaan dengan hal tersebut. . 4. . . . . . . . . . . . TENTANG . . . . 0 5 / 2 0 1 5 . 1. . ( kode satuan kerja) di . .go. b . . . Dasar : a. . . . . . (Eselon I satuan kerja bersangkutan) 3 . . . . ( tanggal/ bulan/ tahun) Sifat : Segera Hal : TUP yang belum dipertanggungjawabkan Kepada Yth. ttd . BAMBANG P. . Peraturan Menteri Keuangan Nomor . . . S . . Kepala Kantor. . . . . . . . dengan ini disampaikan bahwa menurut tata usaha kami sampai saat ini TUP yang telah diberikan belum S audara pertanggungj awabkan. tanggal. . . . Tembusan: 1. Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerj a . . Surat Perintah Pencairan Dana Tambahan Uang Persediaan (SP2D TUP) Nomor . . . . . . . . . . Berdasarkan peraturan clan surat sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) . . . . .TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA N EGARA PADA PERWAKILAN REPU B L I K I N D O N ESIA DI L U A R NEGERI MENTERI KEUANGAN REPUB LIK IND O NE S IA KOP SURAT KANTO R PELAYANAN PERB ENDAHARAAN N EGARA Nomor : S. . . . . ( nama) NIP . MENTER! KEUANGAN REPUBLIK I N D O NESIA. . .jdih. . . . diminta perhatiannya untuk segera mempertanggungj awabkan TUP dimaksud. . . . . . . . . .id . . . . .05 / 20 1 5 tentang Tata Cara Pelalrnanaan Anggaran Pendapatan clan Belanja Negara pada Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri. . . Demikian untuk menjadi perhatian. . . . . sebesar . (Inspektur Jenderal) 2 . .kemenkeu. . . . . . B R O DJONEGORO www. . . . 3.

. . . dengan hurujJ ekuivalen Rp . . . . . . . . . . . . . . . Kementerian Negara/ Lembaga : ..G 1 60/PMK. . . . .. . yang bertanda tangan . . . . . . . . . . . . . .id . . . . . . . . . . . . . . S . . Uumlah terbilang dengan hurujj . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sisa dana TUP pada Bendahara Pengeluaran yang masih diperlukan untuk melalrnanakan kegiatan . .. . Jabatan : Kuasa Pengguna Anggaran 3.go. . . BRODJONEGORO www. . . . LAMPIRAN Vlll PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ��::To:. . . . . . . . . . . . BAMBANG P. . ttd . 2 0xx Kuasa Pengguna Anggaran . . . . . . . . . . . Sebagian dana TUP telah dipertanggungj awabkan melalui SPM . . . . . . . . . . . . Satuan Kerj a : .kemenkeu. . NIP . . .. .. . .. . . (xxx) 5 .PTUP sebesar . . . akan kami pertanggungj awabkan paling lambat tanggal . . . . Unit Organisasi : . . . (xx) dengan ini menyatakan bahwa: 1. . . . (nilai valas) . MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. . . . . . . .. . .. . . . .. . .... . .. 2. . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . Nama 2 . . . . . . (xxxxxx) 4. .05 I 20 1 5 1iATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELA NJA NEGARA PADA PERWAK!LAN REPUBL!K INDONESIA DI L UA R NEGERI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK IND ONESIA KOP SURAT KEMENTERIAN/LEMBAGA (SATKER) SURAT PERNYATAAN Nomor : xxxxxx Sehubungan dengan pengajuan perpanjangan pertanggungj awaban Tambahan Uang Perse diaan (TUP) dalam mata uang asing sebesar . . . . . . . . . . . di bawah ini : 1. . . . . . . . Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya . . . . . .. 3.jdih. . Uumlah terbilang . . . . . . . . . . . .. . . . .. . Sisa dana TUP yang tidak diperlukan lagi akan disetor ke kas negara paling lambat tanggal . . . . . . .

6 ) Nam a Nam• NIP... . . . Betduukan OIPA/ . ..... . ... . ..... 29) s. . .. 16) 1. t•n4'.. .) (valas) (Rp. . .... ... . . .. � . .) 1 2 3 4 s 6 7 8 • 10 i KEG/ATAN/OUTPUT/MAK (AKUN 6 DIGIT) 3S) 36) 37) 38) 3 9) <W) JUMLAH I 4 1) 42) 43) 44) 4S ) II SEMUA KEGIATAN 46 ) 47) 48) 49) SO) Sl) JUMLAH II S2) S3) 54) SS) S6) UANG PERSEDIMN LAMPIRAN c=J DOKl)MEN PENDUKUNG : D SURAT BUKTI PENGELUARAN D SURATTANDA SEiORAN . 1 ) Noinor : . (60) Pej1�t Pembuat Komhmen p1da tl g n ill . 57) BERKAS .. (22) . Ke1latan : ..id .. asin1 yo1ng dlmlntakan den1an iln1b •..... .&ill seperti dl11tu satker . .. SEMUA KODE KEGIATAN DA. 13) 4..D SPP INI SISA DANA DIGIT) BERSANGKUTAN DIPA/SKPA VANG LALU urut II.. . .. . . PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDON ESIA ��:r�0 1 6 0 / PMK . . . 21) 11 ber11m1 inl hml ajukan permlntHn pembay1u1n seba1al berikut : A.. ... . (24) 1 8. .) (valas) (Rp. ... ... . . . . ( 26) 2. 20) .. . • Kebenaran perhitun1an serta Isl yang tertuang dalam SPP Inf menjadi tanggung jawab Pejabat Pembuat Komltmen.. .. .. S) 7. AtH nama : .. ..... . .. 15) di . . . .. Jumlah ekulvalen Rupiah perkfraan dengan anska : .... 14) Tempat ' "" .. . . ..go. . Nllal SPK/Kontnlc : . 34) 9.. . .... Kementerlan//emb11a . . 6. .. .. . .. 33) 8. . 11) 2.... . KEGIATAN/OUTPUT/MAK (AKUN 6 PAGU DAiAM SPP/SPM S.. . 2) Sl�t Pemb1yuan DD Jenls Pembayafan c:::::L:l 1.. . .kemenkeu. 6) 8. .... .... (25) Untuk keperluan : .• 18) bnQitl . 31) nomor rekenln1 : ... . 10) Kepadayth. . . . 17) nomor : Jumlah Pembayanm mata uan. ... Alunat : ... PerklrHn Nil1I Tubr dalam Rupiilh : .. Mempuny1I rekening ! . ... . 62) Satker ... .. ... Nomor dan unqal SPK/Kontrak : .. 30) 6. ... . . . .. . Pejabat Penanda tan11n Sunt Perlntah Membayar Satker . www.. Kode kewenilncan : .) (valas) (Rp.. ... . .jdih.. 0 5 / 2 0 1 5 TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA D I LUAR NEGERI M E NTERI KEUANGAN REPUBLIK I N DONESIA S U RAT P E R M I NTAAN P E M BAYARAN Tan11al : . dencan huruf 19) . kode Funisl/Sub fun. . . ..isl/Proaram : •....xx tannal "'""""""' 63) • Pembayara n keglatiln-keglatan tersebut tldak dapat dllakukan dengah mekanlsme LS. Kode KqlaUin : . .. .. Jenls belanja . .. 58) lEMBAR . . . ..... .. 28) 4.. .LAM DIPA (Rp. 12) 3..... 32) 7. 10. .. Oengan penjelasan I.D No mot SPP INI JUMLAH S... Unit Organlnsl . ..) (Rp..... . ... .. . S11tker ' ..... 7) 9. ... . (23) setua den1an Rp.... .... .. . . . . . . • Persetujuan Pelaksanaan Keglatan pada Atase Teknls luar Nes:eri sesual dengan Surat Kepala PerwakJlan Nomor xxxxx.. . . 59) LEMMR 1 Dlterlma oleh pen1ujl SPP/ penerbit SPM ... .. 27) den1an huruf 3.. lokasl . LAMPJRAN JX . Al1mat . .. ..... . . NIP.......

JPY 1 00 . 6 = Pembetulan Pembukuan (5) Diisi nama dan kode Kementerian/ lembaga yang bersangkutan (6) Diisi nama dan kode Unit Eselon I Kementerian/lembaga yang bersangkutan (7 ) Diisi nama dan kode satker yang bersangkutan (8) Diisi nama dan kode Provinsi satker yang bersangkutan (9) Diisi nama dan kode kota/ kabupaten satker yang bersangkutan ( 1 0) Diisi alamat satker yang bersangkutan ( 1 1) Diisi nama kegiatan yang bersangkutan ( 1 2) Diisi kode kegiatan yang bersangkutan ( 1 3) Diisi kode fungsi. (2 6 ) Diisi jumlah perkiraan dana yang diminta dengan huruf (27) Diisi keperluan pembayaran (28) Diisi jenis belanja bersangkutan (belanj a pegawai/ belanj a barartg/ belanja modal / dst) (29) Diisi nama pihak penerima pembayaran (30\ Diisi alamat pihak penerima oembavaran (3 l l Diisi nama Bank temoat rekenine: oihak oenerima oembavaran (3 2 ) Diisi nomor rekening pihak penerima pembayaran www. 2 =Pengembalian Uang 3 =PFK. 5= Perh .kemenkeu. M E NT E R I K E U A N G A N REPU B L I K IN DONESIA . 0 0 . 6=PTUP (4) Dipilih salah satu : 1 = Pengeluaran Anggaran (PA) . RK. (DK) Dekonsentrasi. 4 = Peng. (KP) Kantor Pusat. sub fungsi dan program yang bersangkutan ( 1 4) Diisi kode : (KD) untuk Kantor Daerah. 3 = GUP. (UB) Urusan Bersama.id .jdih. 5=GUP Nihil. (TP) Tugas Pembantuan. ( 1 5) Diisi nama satker yang bersangkutan ( 1 6) Diisi nama kota/ kabupaten satker yang bersangkutan ( 1 7) Diisi jenis dokumen anggaran yang digunakan (DIPA/ SKPA) ( 1 8) Diisi nomor dokumen anggaran yang digunakan (DIPA/ SKPA) ( 1 9) Diisi tanggal penerbitan dokumen anggaran (20) Diisi jumlah dana yang diminta dengan angka dalam ma ta uang asing (2 1 ) Diisi jumlah dana yang diminta dengan huruf dalam mata uang asing (22) Diisi kode mata uang asing yang diminta (2 3) Diisi jumlah angka pembanding mata uang asing (misalnya : USD 1 . Transito. (DS) De sentralisasi.go. 4=LS . 2 =TUP. 00) (24) Diisi nilai ekuivalen Rupiah (2 5) Diisi jumlah perkiraan dana yang diminta berdasarkan perkiraan Nilai Tukar pada lajur 1 A.2 - PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN NO URAIAN ISIAN (1) Diisi tanggal Penerbitan SPP (2) Diisi nomor penerbitan SPP (3 ) Dipilih salah satu : 1 = UP.

(49) Diisi dengan nilai SPP yang diajukan saat ini ( 5 0) Diisi jumlah kumulatif seluruh kegiatan (5 1 ) Diisi sisa dana seluruh kegiatan (52) Diisi jumlah nomor uru t II pada kolom 3 ( 5 3) Diisi jumlah nomor urut II pada kolom 5 (5 4 1 Diisi iumlah nomor urut II oada kolom 7 (55) Diisi jumlah nomor urut II pada kolom 9 ( 56) Diisi jumlah nomor urut II pada kolom 10 ( 5 7) Diisi jumlah lampiran dokumen pendukung yang diperlukan (58) Diisi jumlah surat bukti pengeluaran yang diperlukan ( 59) Diisi jumlah lampiran surat tanda setoran (SSP/ S SBP) (6 0 ) Diisi nama satker penguji SPP / penerbit SPM (6 1 1 Diisi nama satker oeiabat oembuat komitmen (62 ) Diisi tanggal penerimaan SPP (63) Diisi dengan nomor dan tanggal surat Kepala Perwakilan se bagaimana tercantum pada Lampiran II www.go.id . (39) Diisi penjumlahan nilai kolom 5 dan kolom 7 (4 0) Diisi hasil pengurangan nilai kolom 3 dengan kolom 9 ( 41 ) Diisi jumlah nomor urut I pada kolom 3 (4 2 ) Diisi jumlah nomor urut I pada kolom 5 (43 ) Diisi jumlah nomor urut I pada kolom 7 (44) Diisi jumlah nomor urut I pada kolom 9 (4 5) Diisi jumlah nomor urut I pada kolom 10 ( 46) Diisi kode kegiatan. o u tp u t d an mata anggaran yang bersangkutan (36) Diisi pagu masing-masing mata anggaran dalam satu kegiatan dan satu output (37 ) Diisi akumulasi nilai SPP/ SPM yang telah diajukan (38 ) Diisi dengan nilai SPP yang diajukan saat ini sesuai lajur 1 B. M E NT E R I K E U A N G A N REP U B L I K I N D O N ESIA .jdih.kemenkeu. output dan jenis belanja dalam DIPA/ SKPA (47) Diisi pagu jenis belanj a dalam satu kegiatan dan satu output dalam · DIPA/ SKPA (48) Diisi kumulatif jumlah semua kegiatan sampai dengan SPP ini.3 - NO URAIAN ISIAN (33) Diisi nomor dan tanggal SPK/ kontrak yang diajukan pembayaran oleh pihak ketiga (LS) ( 34 ) Diisi nilai SPK/ kontrak yang diajukan pembayaran oleh pihak ketiga (LS) (3 5) Diisi kode kegiatan.

. ( ) (2) 1 GUP tanggal : 3 Lokasi : ( ) (3) 2 G U P Nihil : (8) 4 Kantor/Satker ( ) (4) 3 PTUP 7 Kode Kegiatan : Pagu Output 8 Kode Output : {9) (6) 5 Alamat : Rp. Pembukuan 6 DIGIT (12) (13) (14) (1 5 ) {16) (17) . 9 Tah u n Anggaran : 1101 10 Bulan : ( 1 1) Bukti Pengeluaran Jumlah Kotor Yang Dibayarkan No mo Urut Tanggal & Nomor B u kti KODE AKUN Nama Penerima dan Keperluan Val as Rp.kemenkeu. .n..... . . . (19) Jumlah Lampiran : Jumlah SPP i n i (20) lembar (18) SPM/SPP s e b e l u m SPP Inf atas b e b a n output l n i . d SPP inl a t a s b e b a n output i n i (21) A. . . .id . Jumlah s . ... .. M E NTERI K E U A N G A N R E P U B L I K I N D O N E S IA -4- DAFTAR RI NCIAN PERMI NTAAN PEM BAYARAN : (7) 1 Kementerlan/Le m baga ( ) (1) Jenis SPP (5) 6 D I PA Nomor : 2 Unit Organisasi .. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komltmen Nam a (22) NIP.go. . . www. .jdih... . .. . .. . .

ttd . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .jdih.5 - PETUNJUK PENGISIAN DAFTAR RINCIAN PERMINTAAN PEM BAYARAN NO URAIAN ISIAN ( 1) Diisi nama dan kode kementerian negara/ lembaga yang (2) Diisi nama dan kode unit eselon I kementerian negara/lembaga yang bersangku tan (3) Diisi Lokasi (4) Diisi Alamat satker (5) Dipilih salah satu : 1 = GUP.kemenkeu.id .go. 3 =PTUP (6) Diisi pagu output dalam Rupiah (7) Diisi Nomor dan tangga dan DIPA (8) Diisi Kade kegiatan (9) Diisi Kade output ( 1 0) Diisi tahun anggaran ( 1 1) Diisi nama bulan ( 1 2) Diisi nomor uru t ( 1 3) Diisi kode : tanggal dan nomor bukti pembukuan ( 1 4) Diisi nama penerima pembayaran dan keperluan/ keterangan atas transaksi pembayaran tersebut ( 1 5) Diisi kode akun 6 digit ( 1 6) Diisi iumlah nilai kotor dalam mata uang asing ( 1 7) Diisi iumlah nilai kotor dalam Rupiah yang dibavarkan ( 1 8) Diisi jumlah lampiran yang disertakan dalam rincian ( 1 9) Diisi iumlah nilai SPP (2 0) Diisi niiai SPM / SPP sebelum SPP tanggal penerbitan dokumen (2 1 ) Diisi Jumlah s . d SPP ini atas beban output ini (2 2) Diisi nama. B RODJONEGORO www. S . BAMBANG P . NIP dan tandatangan Peiabat Pembuat Komitmen M E NTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. 2=GUP Nihil.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (6) . . . . . (5) Terbilang . . . . . . . . .jdih. . . . (7) . . . . . . . . . * ) Kuitansi ini dibuat apabila tidak diperoleh kuitansi dari penyedia barang/jasa. . . . . . . . .id . Kuasa Pengguna Anggaran Bendahara Pengeluaran Pejabat Pembuat Komitmen Tanda tangan Tanda tangan ( 1 0) (Nama Jelas) (1 1) (Nama Jelas) NIP .kemenkeu. . . . . . . . . . . . . . . . . . : . . . . . . . . . . . . . . . . .go. . . . . • . Jumlah uang : . (8) Jabatan Penerima Uang Tanda tangan dan Stempel (9) Nama Jelas Setuju dibebankan pada mata anggaran berkenaan. . . . . . LAMPIRAN X PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA �Moo 1 6 0 / PMK . . . . . . . . . . . . lunas dibayar Tgl. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tempat/ Tgl. . . . NIP . . . . . . . . . Bara ng/p ekerj a a n tersebut t e l a h diterima/d isel esa i k a n denga n lengka p d a n b a i k Pej a b a t y a n g berta nggu ngjawa b Ta n d a tangan ( 1 2} ( N a m a J e l a s } N I P. . (4) . . . . . . . . . . . www. . . . . . . . . . 0 5 / 2 0 1 5 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN · BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA D I LUAR NEGERI M E NTER! K E U A N G A N REPUBLIK IN DONESIA KUITANSI PEMBAYARAN UP *) TA : (1) Nomor Bukti : (2) Mata Anggaran : (3) KUITANSI / BUKTI PEMBAYARAN Sudah terima dari : Pejabat Pembuat Komitmen Satker . . . . . . . . . . An. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Untuk pembayaran : . . . . . . .

nama j elas dan NIP pej ab at pembuat komitmen serta stempel dinas (1 1) Diisi tanda tangan .kemenkeu. S. NIP pej abat yang ditunjuk dan bertanggungjawab dalam penerimaan barang/j asa M E NTER! KEUANGAN REPUBLIK IND ONESIA .id . nama j elas . stempel perusahaan (apabila ada) D an materai sesuai ketentuan ( 1 0) Diisi tanda tangan .go. ttd . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .2 - PETUNJUK PENGISIAN KUITANSI UANG PERS EDIAAN (UP) NO URAIAN ISIAN (1) Diisi tahun anggaran berkenaan (2) Diisi nomor urut kuitan si/ bukti pembuku an (3) Diisi mata anggaran yang dibebani transaksi pembayaran ( 4) Diisi nama satker yang bersangku tan ( 5) Diisi iumlah u ang dengan angka valas (6) Diisi jumlah u ang dengan huruf (7) Diisi uraian pembayaran yang meliputi jumlah barang/ j asa dan spesifikasi teknisnya (8) Diisi tempat tanggal penerimaan u ang ( 9) Diisi tanda tangan .jdih. BAMBANG P . BRODJONEGORO www. NIP bendahara pengeluaran dan tanggal lunas dibayar ( 1 2) Diisi tanda tangan . nama j elas . nama j elas .

Kuitansi/bukti pem b e l i a n 2. . . . . . . .. . . . . . .go. BRODJONEGORO www. .. .. . .. SATUAN KERJA . . . . .kemenkeu. S aya yang berta n d a t a n g a n d i bawah i n i selaku Pejabat Pem buat Komitmen memerinta h k a n Bendahara Pengeluara n a g a r melakukan pembayaran d e n g a n m ata u a n g asing sej u m l a h : xxx . .. . BAMBANG P . .. Nomor : . . .. LAMPIRAN XI PERATURAN M ENTER! KEUANGAN REPUBL!K I N D O N ESIA NOMOR TENTANG 1 6 0 / PMK . . . . . . . . . . . Kuasa Pengg u n a Anggaran B e n d a h a ra Pengeluara n Pejabat Pernbuat Korn itrn a n N a rn a Jelas NIP NIP . .. . .. . . . . . . ... . . . . . . . N ota/bu kti p e n e r i rn a a n barang/ja sa/ ( b u kti l a i n nya} D ibeba n k a n p a d a : Keg iata n . . . . . . . Kode . . . . . .. . . ) . . . . . . . ( *** D H *** } Kepada Untuk pembaya ra n : Atas d a s a r : 1. (.. . . . n . . . S U RAT P E R I NTAH BAYAR Tanggal : . . . . output. . . . . . . .. . . .jdih. . . . .. . . . . tanggal . M A K : . .id . . . . Setuju/l u n a s d ibayar. . . . a . . . .. . . 0 5 / 2 0 1 5 TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PEN DAPATAN DAN ' BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK ·: iN D ONESIA D I LUAR NEGERI · MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA FORMAT S U RAT PERI NTAH BAYAR (SPBy) KE M E NTER IAN/L E M BAGA .. . . . . . . S . .. .. . . . . . . . . .. . . . . . .. . . .. . . ... . . . . . .. .. . . . . . .. . . . . MENTER! KEUANGAN REPUBLIK IND ONESIA .... . . . ttd . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . 0 5 / 2 0 1 5 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUB LIK INDONESIA DI LUAR NEGERI M E N TI R I IH. Unit Organisasi : . . . . . . . . . Apabila dikemudian hari terbukti asli dokumen/ bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud angka 3 tidak memenuhi syarat pembayaran atas beban belanj a negara. . . . . . clan bertanggung jawab secara penuh atas hal-hal sebagai · berikut: 1 . . . . . . . . . . . . s ebesar mata uang asing . . . . . . . . .'. . . . . . . . . . . . Asli dokumen/ bukti pengeluaran yang sah akan disampaikan secara berkala kepada Pej abat Penandatangan Surat Perintah Membayar ( PPSPM) sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. . . . . . . 2 . . 3 . . . N omor: xxxx tanggal . . .k:e kas negara sebagai akibat penggunaan dokumen/ bukti pengeluaran yang tidak memenuhi syarat pembayaran atas beban belanja negara. . 3. . . . . . . . . . l h I N O O NE S I A K O P SURAT SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK Nomor : XXXXXX: Sehubungan dengan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran ( SPP) : 1 . . . Nomor: xxxx tanggal . . Melengkapi dokumen/ bukti pengeluaran sehingga memenuhi syarat pembayaran atas be ban belanja negara. clan/ atau b . . . . . . . . . . . . . . . . . huruf) ekuivalen " Rp . . . Menyetorkan kerugian negara . . (xxx) 5 . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Nama 2. . (jumlah terbilang dengan . . clan seterusnya . . . . . . . . 20XX Pejabat Pembuat Komitmen. . . . . . . Kementerian Negara/ Lembaga : . (jumlah terbilang dengan huruf). . . . . . . . . . Surat Permintaan Pembayaran ( SPP) telah dibuat berdasarkan dokumen/ bukti pengeluaran yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. . . . . .go. . . . Meterai 6000 NIP . . Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) bertanggungj awab atas kebenaran formal clan materiil atas Surat Permintaan Pembayaran ( SPP) yang diajukan. . . .jdih. . . . Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen 3 . . . . . . (xxxx)xx 4 . . · yang bertanda tangan di bawah ini: 1 . . . . Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya . . . saya bersedia: a. . (xx) dengan ini menyatakan . . . . . LAMPIRAN XII J' PERATURAN MENT R I KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 6 0 / P MK . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .id . . . (jumlah terbilang dengan huruj). . 4 . . . . . . . sebesar mata uang asing . . U /\ N G A N H E P U Bl. . . . . . . . . . . . . . .kemenkeu. . . . (jumlah terbilang dengan huruj) ekuivalen Rp . . www. . . . . . Satuan Kerj a : .

........ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ .. (xxx) Satuan Kerj a .. Akun Penerima Uraian Tani:ri:ral Nomor (dlm valas) Jumlah Bukti-bukti pengeluaran tersebut disimpan sesuai ketentuan yang berlaku pada Satuan Kerj a..... .go. .... ..... ......... M ENTER! KEUAN GAN REPUBLIK IND ONESIA . (xxxx) Output ..id ........kemenkeu........ .... untuk kelengkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawasan fungsional . .... ...... MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDO NESIA .. S . .... .... ...2 - KO P SURAT SATUAN KERJA DAFTAR RINCIAN PENGELUARAN Nomor: xx........... ttd .(xxxx . ... (xxxxxx) Kegiatan ..jdih.....xxx) Bukti Jumlah No . BAMBANG P ....... . ... B RODJONEGORO {� www..................xxxx Kementerian Negara / Lembaga ......

.. . . . . . (XXX) . . . . . . . . . (24) . . . .. . . . . . . . . .. . . . . . Kepad a . . xx . . (3 1 ) I I I II Ill Ill II Iii 11111111 11 1 0 0 1 6 8 1 2 8 0 1 0 6 8 . . . 0 5 / 2 0 1 5 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA D I LUAR NEGERI M E NTER! l�E U A N GA N R E P U B LI K I N DONESIA FORMAT SPM-UP/ TUP KE M ENTERIAN/LEM BAGA . . . . . . . . . . . . (9) Dasar Pembayaran : Satker Kewenangan Nama Satker .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ... . . . . . . . . . . . . . . . . LAMPIRAN XIII PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 6 0 / PMK . . . .xx. . . . . . . .kemenkeu. . . . . . (30) tanggung jawab Pejabat Penandatangan SPM. . xx ( 1 2) Kegiatan .xx. . . Jumlah Pengeiuaran (20) . (22) . . . . . . . . . . . . . . . (8) .id . . . . . . . . . . . . . XXX. . . . . . . . xx . . . . . . . . . . . . (3) Kuasa Bendahara Umum Negara. . . selanjutnya bukti. . . . . . . . . . .xx (1 3) . . . . . . . . . . Kuasa Penggu n a Anggaran persyaratan unti. . . xxxxxx. . . .go. . . . . . . . . . . . . .. . . . .jdih. . . . . . . . . . . . . . . . . Lokasi xxxx xxx xx. . . . . .Jk dilakukan pembayaran atas. . . . . . . . . U n it Eselon I P rogram xx. . . . . . . . . (32) www. . I Tah u n Anggaran : . . . . . . Output. . (1 0) xxxxxx. . . . . . . . . . . . (25) Rekening . . .. . Pejabat Penanda Tangan SPM bukti pendukung dimaksud disimpan dan ditatausahakan a/eh Pejabat Penanda tangan SPM • Kebenaran perhitungan dan lsi yang tertuang da/am SPM ini menjadi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (1 4) Sifat Pembayaran . . . . I . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . N I P/NRP . . . . (26) Bank / Pos . . .. (5) *** DH *** (6) Jenis SPM I : . . ( 1 6) Nomor Register : xxxxxxxx ( 1 7) PENGELUARAN POTONGAN Jenis Belanja Jumlah uang BAI/Unit Es I/ Lokasi I Aku n I Satker Jumlah uang xxx. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (27) U raian . . . . . . . . . . . . . Jumiah Potongan (23) . .X . . . . Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (4) . . . . . . . . . . (2) Nomor : . . .. ' .xxxxxx (2 1 ) xx ( 1 8) (1 9) . . . (28) . . . . . . (29) • Semua bukti-bukti pendukung telah diuji dan dinyatakan memenuhi a . . . . . . . . . . Agar melakukan pembayaran sejumlah xxx . . . . . . . . . . (1 5) Sumber Dana/Cara Penarikan : XX. . . . . . .xx. . . xx. . Subfungsi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (7) I Cara Bayar I: . EJ Jenis Pembayaran . . .'l . . xxxxxxxxxxxxxxxxxx (1 1 ) Fungsi. . . . . . . BA. . . . . . . . n . . . . (1 ) .. . . . . .. . . . . . . . . . S U RAT P E R I NTAH M E M BAYAR Tanggal : . . . . . . . . . . . .

. . .. . . . . . . (28) . ( 1 6) Nomor Register : xxxxxxxx (1 7) PENGELUARAN POTONGAN Jenis Belanja Jumlah uang BN/Unit Es If Lo)<asi f Akun f Satker Jumlah uang xxx. . .. . (24) . . . . . . . . . .. . . . II 1 11 Hlllllll. . .. *** DH *** (6) Jenis SPM I I: . .. . . ... . . . . . . . . .. . . .. .. . xx . . . (27) Uraian : . . . . .. . . . . . . . . S ubfungsi. . . . . . . . .. . (XXX) Aga r melakukan pembayaran sejumlah xxx . . . . . (5) . . . . . . . . . . Jumlah Pengeluaran (20) . . . f .. Kuasa Pengguna Anggaran Komitmen telah diuji dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk Pejabat Penanda Tangan SPM dilakukan pembayaren etas beban APBN. . ( 1 4) Sifat Pembayaran . . . . . .. . . . . (8) I Tah u n Anggara n : . (3) Kuasa Bendahara Umum Negara. xx . . xxx. . . . . . . (9) Dasar Pembayaran : Satker Kewenangan Nama Satker . . . . . . . . . . . . BA.X . . . . . Kepada .. .. . . Kantor Pelaylinan Perbendaharaan Negara (4) . . . . . . .. . . . . .xx ( 1 3) �a Jenis Pembayaran . . ... . (30) • . . . . . . . . . S U RAT Pl:: R INTAH M E MBAYAR Tanggal : . .. . . . . . .. .2 - FO RMAT S PM. . . . . . . . . . . . . . .. .. . . . . . . . . . . . M E N Tf� R I l"< E U A N G A N R E P U B LI K I N D O N ES I A . . (1 ) . . . . . . . (29) • Semua bukti-bukti pengelf!aran yang disahkan Pejabat Pembuat a . . . selanjutnya bukti-bukti pengeluaran dimaksud disiinpan den ditatausahakan oleh Pejabat Penanda tangan SPM. . . . . . .. . . .go. . . . . . . .. . . . . ..jdih. . . . . . . . Kebenaran perhitungan dan isi yang tertuang dalam SPM ini N I P/NRP . . . ... .. . Jumlah Potongan (23) . .. . . . .. . . . . . . . . . . . . .. . . . . . .xxxxxx. (2) Nomor : . .. . .kemenkeu. . (22) . . . . . .. (25) Rekening '·. . .. . . . . .. . . . . . . .GUP/ PTUP/ LS NON B E LANJA PEGAWAI KEMENTERIAN/L E M BAGA .. . (32) PETUNJUK PENGI SIAN www.xxxxxx (2 1 ) xx ( 1 8) (1 9) . ... .. ' . . . .. . .. xxxxxxxxxxxxxxxxxx (1 1 ) Fungsi....id . . .. . . . . . .. . .. . Output. .. . . . . . . . . xx. . . . (26) Bank / Pos . . . (3 1 ) menjadi tanggung jawab Pejebat Penandatangan SPM.' II II !Iii 1 1 1 0 0 1 8 8 1 2 80 1 0 8 3-1 . . Lokasi xxxx xxx xx.. . . . . . . ..xx. . . . .. . . .xx. . (7) J C� ra Bayar I: . . . .. . . . . . . .. . . . . . . . . . . .. . . . . . . xx ( 1 2) < Kegiatan . . .. .. .. . . . . . . Unit Eselon I Program xx. .. .. . . . . . h . . . . .. . .... . . . . . . . .. .. .. .xx. . . . . . . . . . . . . .. . ( 1 0) xxxxxx.. .. . . . . .. . . (1 5) Sumber Dana/Cara Penarikan : XX. .

membebani kas negara pada Bank 2 = Giro Bank diisi apabila cara bayar menggunakan pemindahbukuan/ transfer yang membebani kas negara pada Bank 3 = Cek Pos diisi apabila cara bayar menggunakan Cek yang membebani kas negara pada Kantor Pos 4 = Giro Pos diisi apabila cara bayar tnenggunakan pemindahbukuan/ transfer yang membebani kas negara pada Kantor Pos 5 = Nihil diisi apabila penerbitan SPM tidak menyebabkan se iisih belanja dan pendapatan 6 = Pengesahan diisi apabila penerbitan SPM dalam rangka pengakuan atas realisasi belanja dan pendapatan (9) Diisi tahun anggaran berkenaan ( 1 0) Diisi dasar penerbitan SPM. nomor dan tanggal DIPA. jenis kewenangan (du a digit) .go. dan uraian satker sesuai dengan DIPA atau yang dipersamakan dengan DIPA dan dokumen lainnya yang menjadi dasar pembebanan SPM .jdih. M E NTER! K.id .E IJANGAN R E P U B LI K I N D O N E S I A . misal: Nomor Undang-Undang mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanj a Negara.1 3 = 02 Gaji Susulan/ Gaji Terusan = 03 Kekurangan Gaji/ UDW / UDT / Persekot = = 04 Gaji Lainnya 05 Ganti UP = 06 Ganti UP KP = 07 = Langsung 08 SPM-PP = 10 Dana UP ( UYHD) = 11 Dana UP (KP) = 12 Transfer = (8) Diisi kode dan uraian cara bayar SPM yang melipu ti : l = Cek Bank diisi apabila cara bayar menggunakan Cek yang .3 - SURAT PERI NTAH MEMBAYAR NO URAIAN ISIAN ( 1) Diisi uraian nama Kementerian Negara/ Lembaga ( 2) Diisi tanggal SPM dengan konfigurasi: 2 (dua) digit hari/ 2 (dua) digit bulan/ 4 (empat) digit tahun (dd/ mm/yyyy) (3) Diisi noinor SPM dengan konfigurasi enam digit pertama secara otomatis diisi nomor urut oleh aplikasi dan dapat ditambahkan isian konfigurasi penomoran sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-niasing satker (4) Diisi uraian KPPN Pembayar dan diikuti dengan kode KPPN sesuai tabel referensi (5) Diisi dengan angka sejumlah bersih dalam mata uang asing yang dibayarkan (6) Diisi dengan huruf sejumlah bersih ma ta uang asing yang dibayarkan (7) Diisi dengan kode jenis SPM sesuai dengan tabel referensi jenis SPM yang antara lain melipu ti : 01 Gaji Induk/ Gaji Bulan ke.kemenkeu. www. Nomor PHLN untuk pinjaman LN atau dokumen dasar penerbitan lainnya ( 1 1 ) Diisi kode satuan kerj a (enam digit) .

dalam rar (UP) pembayaran UP 2 = Tambahan UP (TUP) diisi apabila penerbitan SPM dalam rat pembayaran TUP 3 = Penggantian UP ( GUP) diisi apabila penerbitan SPM dalam rat penggantian UP 4 = Pembayaran Langsung diisi apabila penerbitan SPM dalam rat (LS) pembayaran langsung ke rekening Benda] Pengeluaran atau Pihak Ketiga 5 = Nihil diisi apabila penetbitan SPM tidak menyebabkan selisih belanja dan pendapatan selain SPM Pertane:flUngiawaban TUP www.kemenkeu. Bagian Anggaran. M E NT E R I K E l. Diisi kode output ( tiga digit) Diisi kode kegiatan (empat digit) ( 1 4) Diisi Jenis Pembayaran yang meliputi : 1 = Pengeluaran anggaran diisi apabila pembayaran dibebankan pac DIPA 2 = Pengembalian Uang diisi apabila pembayatan dalam rangl pengembalian pendapatan negara 3 = PFK ( Perhitungan Fihak diisi apabila pembayaran dalam rangka PFK Ketiga) 4 = Pengeluaran Transito diisi apabila pembayaran dalam rang] UP/TUP 5 = Perhitungan Rekening diisi apabila pembayaran yang membebai Khusus rekening khusus = 6 Pembetulan Pembukuan diisi apabi1a penerbitan SPM dalam rangl koreksi pembukuan ( 1 5) Diisi sifat pembayaran yang meliputi: 1 = Dana Uang Persediaan diisi apabila penerbitan SPM .J A N G A N R E P U B LI K I N DO N E S I A -4- ( 1 2) Diisi kode fungsi. Program. Program. sub fungsi.go. Output. sub fungsi. Unit Eselon I. Bagian Anggaran.� kode propinsi (dua digit) '------•.jdih. Output. Unit Eselon I. sesuai dengan DIPA dan dokumen lainnya yang menjadi dasar pembebanan SPM Komposisi Kegiatan. Lokasi. sesuai dengan DIPA atau dan dokumen lainnya yang menjadi dasar pembebanan SPM . Lokasi sebagai berikut : x x x x x x x x x x x • Diisi kode lokasi (empat digit) terdiri dari · · kode kabupaten/ kota (dua digit) dan '-------.. Diisi kode sub fungsi (dua digit) Diisi kode fungsi ( dua digit) ( 1 3) Diisi Kegiatan. se bagai beriku t : x x x x x x x x x x x T � T I Diisi kode program ( dua digit) • Diisi kode unit eselon I (dua digit) '---------- • Diisi kode Bagian Anggaran ( tiga • digit) '-------•. Komposisi kode fungsi.id .

go.jdih.1.kemenkeu.ma penerima pembayaran (bendahara pengeluaran/ penerima ha:k tagih) disertai alamat lengkap . lokasi.id . Khusus untuk SPM-GU Nihil dan SPM-Pengesahan tida:k diisi (27) Diisi Bank/ Pos tempat pembayaran dicairkan. Sumber Dana ( SD ) antara lain meliputi: 01 = Rupiah Murni 02 = Pinjaman Luar Negeri 03 = Rupiah Murni Pendamping 04 = PNBP 05 .::: Pinjaman Dalam Negeri 06 = Badan Layanan Umum 07 = Stimulus = 08 Hibah Dalam Negeri 09 = Hibah Luar Negeri 10 = Hibah Langsung Dalam Negeri 11 = Hibah Langsung Luar Negeri 12 = Hibah Langsung Barang Dalam Negeri 13 = Hibah Langsung Barang Luar Negeri 14 = Hibah Langsung Jasa Dalam Negeri 15 = Hibah Langsung Jasa Luar Negeri 16 = Hibah Langsung Surat Berharga Dalam Negeri 17 = Hibah Langsung Surat Berharga Luar Negeri Cara Penarikan ( CP) antara lain meliputi : 0 = Rupiah Murni = 1 Pembiayaan Pendahuluan 2 = Pembayaran Langsung 3 = Rekening Khusus 4 = Letter of Credit ( 1 7) Diisi nomor register pinjaman/ hibah ( delapan digit) sesuai dengan DIPA ( 1 8) Diisi kode jenis belanja ( dua digit) sesuai dengan DIPA/ POK/ Rencana Kerja Anggaran Satker. Unit Eselon I. 1 (satu) SPM hanya untuk 1 (satu) jenis belanja ( 1 9) Diisi jumlah mata uang asing masing-masing akun pengeluaran (20) Diisi jumlah seluruh pengeluaran (2 1 ) Diisi kode Bagian Anggaran. dan satuan kerj a dengan ketentuan sebagaimana petunjuk pengisian potongan SPM (2 2) Diisi jumlah mata uang asing masing-masing a:kun potongan SPM (23) Diisi jumlah mata uang asing seluruh potongan ( 24) Diisi jumlah mata uang asing bersih Uumlah seluruh pengeluaran dikurangi jumlah seluruh potongan) (2 5) Diisi n1.5 - 6 = Pertanggungjawaban diisi apabila penerbitan SPM dalam rangka TUP ( PTUP) pertanggungjawaban TUP 7 = Pengesahan diisi apabila penerbitan SPM dalam rangka pengakuan atas realisa:si belanja dan pendapatan ( 1 6 ) Diisi sumber dana (SD ) terdiri dari dua digit dan Cara Penarikan (CP) terdiri dari satu digit CP sesuai dengan DIPA atau yang dipersama:kan dengan DIPA dan dokumen lainnya yang menjadi dasar pembebanan SPM . Khusus untuk SPM-GU Nihil diisi dengan "Bendahara Umum Negara untuk dibukukan seperlunya" (26 ) Diisi nomor dan nama rekening bank/ pos yang menerima pembayaran . SPM- PTUP. akun. dan SPM-Pengesahan tida:k diisi www. Khusus untuk SPM-GU Nihil. M E N T E R ! t<E U A N G A N R E P U B L I K I N D O N ESIA .

. . nilai kontrak/ SPK. (barang/ modal/ bantuan sosial/ lain-lain) sesuai Kontrak No . SPM UP "Penyediaan Uang Persediaan " 2 . 6. . SPM GUP NIHIL "Penggantian Uang Persediaan untuk keperluan belanja (barang/ modal/ lain-lain) " 5. . . . ttd . cara pembayaran . . . . Tgl. S . . . SPM PTUP "Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan untuk keperluan belanj a ( barang/ modal/ lain-lain) ". . . . . . Tgl. . . tanggal penyelesaian pekerjaan Keperluan pembayaran sesuai denganjenis SPM .go.kemenkeu. . . . . . . . BAMBANG P . LS ke Bendahara/ pegawai "Pembayaran belanj a (pegawai/ barang/ modal/ lain-lain) sesuai SK/ ST/ SPD N o . . . SPM GUP "Penggantian Uang Persediaan untuk keperluan belanja (barang/ modal/ lain-lain) " 4 . . . . . . BRODJONEGORO www. 7. " b . . SPM TUP "Penyediaan Tambahan Uang Persediaan" 3 . . . " ( 29 ) Diisi lokasi instansi penerbit SPM dan tanggal penerbitan SPM (3 0 ) Diisi nama penandatangan SPM (3 1 ) Diisi NIP/ NRP penandatangan SPM (32) Diisi barcode hasil enkripsi aplikasi SPM M E NTERI KEUANGAN REPUBLIK I N D O N E S IA . . misalnya: 1 . . SPM Pengesahan "Pengesahan belanja ( barang/ modal/ lain-lain) ". .id . . . . LS ke Pihak Ketiga "Pembayaran belanj a . .6 - ( 2 8) Uraian berisi tentang informasi: Untuk keperluan. . . .jdih. SPMK/Jaminan Uang Mukai BAP/ BAST/ Jaminan Pemeliharaan No . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . SPM LS a. Tgl. . . nomor dan tanggal kontrak/ SPK.

. . . Unit Organisasi : . . . . . (xxx) 5 . maka bersedia memotong atau menyetorkan sebesar 2 5 % ( dua puluh lima persen ) dari UP yang diterima. . . . . . . . . . MENTER! KEUANGAN REPUBLIK I N D ONESIA . . . . LAMPIRAN XIV : PERATURAN M E NTER! KEUANGAN REPUBLIK I N D O N ESIA . . . www. . . . Jabatan : Kuasa Pengguna Anggaran 3. . . . . . . . . . . . . . . bertanda tangan di bawah ini: 1 . . . . NIP . . . . ttd . . . . · NoM O R 1 6 0 / P MK . . . . . . . . . . . . . . . . Uumlah terbilang dengan huruj). . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Apabila dalam 4 ( empat) bulan sejak SP2D-UP diterbitkan belum dilakukan penggantian ( revolving) UP. . . . . . . . perkiraan ekuivalen Rp . . . . . . . . . . . . . . . BAMBANG P. . . . 20xx Kuasa Pengguna Anggaran. . . . . . . . . . 0 5 / 2 0 1 5 TENTANG · ' TATA CARA PELAKSANMN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDON ESIA D J LUAR NEGERI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDO NESIA KOP SURAT SATUAN KERJA SURAT PERNYATAAN Nomor : xxxxxx Sehubungan dengan pengajuan Uang Persediaan (UP) sebesar mata uang asing . . Apabila dalam 1 ( satu ) bulan setelah surat pemberitahuan Kepala KPPN untuk memotong atau menyetorkan UP sebesar 25% ( dua puluh lima persen ) belum dilaksanakan. . . . . . . . 2 . . Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya . Satuan Kerj a : · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · · (xxxxxx) 4 . . . . .. . . . . . maka bersedia memotong atau menyetorkan 5 0% ( lima puluh persen) dari UP yang diterima. . yang . . . . . . . .id . . . . . . . . . 3. . � BRODJONEGORO ·. . . . . (xx) dengan ini menyatakan bahwa: 1 .go. .jdih. . Kementerian Negara/ Lembaga :. Uang Persediaan (UP) tersebut akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan · operasional sehari-hari satuan kerj a dan tidak untuk membiayai pengeluaran yang menurut peraturan perundang-undangan harus dilakukan dengan pembayaran langsung ( LS ) . . . . . . . . . . .kemenkeu. . . Nama 2 . . . . . .

.. . .... ... . . . .. . .. .. .. .. . . .. .. . . .. . . . . .. -. . . . . .. . .. . . . (10) sesuai dengan � 1 . . ... .. .. .. . .. . . . ..... ... . . . . ... . . .. ... .. . . . . . . . . .. . . . .. . . . .. . . . (12) .. .. ( 1 6) Ban k/Pos : . .. . . . . . . . .. I *"* DH ••• ( 1 3) Kepada : . . . . ... . .... .. . . .. . . . . . . . . . . . . . . . 3 Jenis Belan ·a XX 8 Bank/Pos . (6) Satker : XXXXXX Tahun Anggaran : .jdih. (20) .. .. .. .. . . . . .. . xxx . . . (5) Tanggal : .... . . ... . . ... . .. . . .go.. Dari : . . . .. .. . . . . . .. . ... . . . (1 4) N PWP : . . .. . . . . . . (1 7) Yaitu : . . . .. . . . . .. .. ... . .. . . . . .. . . . . . . . . . .. (7) . . . .. . .. ... . .. . . (1 5) Rekening : . . . . -. . . .. . . ... . . . . . . . . . .... . . . . .. . ... . . (1) .. . .id .. ... .. . . .. . / ... . . ( 1 1 ) Uang sebesa ... ..kemenkeu. . (9) Heridaklah menca irkan/memindahbuku kan dari baki Rekening Nomor . . . . . . . . . .. .... .... (22) N I P . ... .. . . ... LAM PIRAN XV PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOM OR TENTANG 1 6 0 / PMK 0 5 / 2 0 1 5 • TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI M E NTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NSS : A KEMENTERIAN KEUANGAN RI SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN '------�---___. (2 1 ) N I P . . . . .. .. (2) Nomor : ... . . .. .. . . . . . . .. .. . . ... ...... . . . . Tanggal : .. . . . ( 1 8) '" """ " " I """ '" " ' " " " " " " · ( 1 9) Kuasa Bendahara U m u m Negara Kepala Seksi Penca i ra n Dana Kepala Seksi Bank/Giro Pos/Bendum . . . . . . . .. . . . ... . . . . . . . . . .. . . . . (4) Nomor SPM :· .. .. .. .. (23) www..... . . . . ... . . . . . . .. . . . .

S.t sesuai yang ada pada SPM (4) Diisi Bendahara Umum Negara atau Kuasa Bendahara Umum Negara (5) Diisi tanggal penerbitan SP2D (6) Diisi Namor dengan susunan: Namor penerbitan SP2D/ kade KPPN/kade Bank. BAMBANG P. BRODJONEGORO www. (7) Diisi Tahun Anggaran (8) Diisi kade jenis belanja (2 digit) sesuai yang ada pada SPM (9) Diisi Nama Bank/ Pas Rekening Pengeluaran KPPN ( 1 0) Diisi Namor Rekening Pengeluaran KPPN pada Bank yang telah ditunjuk ( 1 1 ) Diisi kade dan uraian cara bayar sesuai dengan cara bayar pada SPM : 1 = Cek 4 = Giro Pas 2 = Giro Bank 5 = Nihil 3 = Cek Pas 6 = Pengesahan ( 1 2) Diisi dengan angka sejumlah bersih mata uang asing yang dibayarkan sesuai yang tercantuin pada SPM ( 1 3 ) Diisi dengan huruf sejumlah bersih mata uang asing yang dibayarkan sesuai yang tercantum pada SPM ( 1 4) Diisi nama penerima pembayaran (Bendahara Pengeluaran/ Penerima Hak tagih) disertai alamat lengkap sesuai yang tercantum pada SPM ( 1 5 ) Diisi namar NPWP penerima pembayaran ( 1 6 ) Diisi namar dan nama rekening Bank/ Pas yang menerima pembayaran sesuai yang tercantum pada SPM ( 1 7) Diisi nama Bank/ Pas sesuai tujuan yang tercantum pada SPM ( 1 8) Keperluan pembayaran diisi sesuai dengan yang tercantum pada SPM ( 1 9) Diisi kata tempat KPPN dan tanggal penerbitan SP2D (20) Diisi Nama Kepala Seksi Pencairan Dana (2 1 ) Diisi NIP Kepala Seksi Pencairan Dana (22) Diisi Nama Kepala Seksi Bank/ Giro Pas (2 3 ) Diisi NIP Kepala Seksi Bank/ Giro Pas Catatan: Susunan preprinted number sebagai berikut: NSS : OOOOOO lA I_.go.jdih.id . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . H u ruf m u l a i d a ri "A" N o m o r u rut m u l a i "000000 1 N o m o r seri S P 2 D MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA.2 - PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA (SP2D) NO URAIAN ISIAN (1) Diisi namar SPM (2) Diisi tanggal SPM (3 ) Diisi kade clan uraian Satker/ Uni. ttd .kemenkeu.

. . . . . . . . . . d SP2D lalu Rp . . . . . . Target Pendapatan : Rp . . . . . . . .jdih. . SPM UP/TUP/ GUP/ PTUP/ LS yang dapat diajukan berikutnya Rp . . . . . . . d. . . . . . . . . . . . . b . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Perhitungan Maksimum Pencairan Dana Berikutnya : a. . . (termasuk jumlah SP2D yang telah dicairkan pada angka 6 huruf g) : 1 ) SP2D-UP Rp . . .. . f. . . . . Realisasi pencairan dana tahun anggaran berjalan s . . . . . . . . . . . .kemenkeu. . . . . % x huruf a) Rp . Sisa Dana tahun anggaran yang lalu (huruf b . . . . . . . . . . Rp . . . . . e.. . . . . . . . .huruf e) g. . . . . . . 2 0xx Kuasa Pengguna Anggaran NIP . . . . . Maksimum Pencairan Dana TA berjalan ( . . . . . . . . . Pagu Pengeluaran : Rp . . . . . . . . . 2) SP2D-TUP Rp . . . . . . . . . . . . . . . . Perhitungan Maksimum Pencairan Dana : Rp . . . . . . . . Maksimum Pencairan Dana tahun anggaran yang lalu ( . . . . . c. . . . . % x huruf a) . Jumlah Setoran PNBP tahun anggaran yang lalu 1) . . . . . . . . . . . . a. . . . . . . . .huruf c) Rp . . . . . . . . + 5) Jumlah Rp . . . . . . . . . . . . Sisa UP dan TUP tahun anggaran yang lalu . . . . Setoran PNBP tahun anggaran berjalan 1) . . . . . . . Rp . . . . . . . . . Keterangan: 1) Fotokopi SSBP lembar 4 terlampir 2 ) berdasarkan hasil rekonsiliasi realisasi dengan KPPN www. . . 5. Nomor d an tanggal DIPA 4 . . . . . . . . . . . . LAMPIRAN XVI PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 6 0 / P M K . . . 6. . . . . . . . . . . . . diperoleh realisasi PNBP TA berjalan (huruf d . . Nama dan kode Kantor/ Satker 2. . . . . c . . . . . . . 4) SP2D-LS Rp . . . 7. . . . . . . . . . . . . . b . . . . . . . . . . . .go. . Nama dan kode Kegiatan 3. . .. . 3) SP2D-GUP Rp . . . . . . . . . ... . d. . . . . . . 0 5 / 2 0 1 5 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI M E N n HI l\l::: ll /\ f\I G /\ N H E P U U U K I N IJ O N G>I /\ KOP SURAT SATUAN KERJA DAFTAR PERHITUNGAN JUMLAH MAKSIMUM PENCAIRAN DANA (MP) SATKER PENGGUNA PNBP 1. . . . . . . . . . . . . . . (huruf b -huruf c butir 5) . . . . . . . . . . . Sisa MP tahun anggaran yang lalu yang dapat digunakan sebelum Rp . . . . . .id . SP2D tahun anggaran berjalan yang dicairkan dari huruf f Rp . . . . . . . . . . . . Realisasi Pencairan Dana tahun anggaran yang lalu 2) Rp . . . . . . . . . . .

Diisi uraian nama dan kode kantor atau Satuan Kerj a pada DIPA 2. c.kemenkeu.jdih. Diisi jumlah pengurangan jumlah dana yang dapat digunakan dengan realisasi pencairan dana tahun anggaran yang lalu . dan SP2D LS d. Diisi jumlah sisa UP dan TUP tahun anggaran yang lalu yang belum dipertanggungjawabkan. Diisi jumlah setoran PNBP tahun anggaran lalu . SP2D -GUP Nihil. Diisi Jumlah dana yang dapat digunakan yaitu sebesar Proporsi pagu Pengeluaran terhadap Pendapatan (PPP) dikalikan dengan jumlah setoran sebagaimana dimaksud pada huruf a. Realisasi SP2 D tahun anggaran berjalan sampai dengan yang lalu (termasuk penggunaan sisa MP tahun anggaran yang lalu . b. BAMBAN G P. SP2 D PTUP. MENTER! KEUANGAN REPUBLIK I ND ONESIA.go. ttd .id . Diisi tanggal dan nomor DIPA Satuan Kerj a yang bersangkutan 4.2 - PETUNJUK PENGISIAN DAFTAR PERHITUNGAN JUMLAH MAKSIMUM PENCAIRAN DANA (MP) SATKER PENGGUNA PNBP NO URAIAN ISIAN 1. Diisi dengan jumlah huruf d dikurangi huruf e. a. a. Diisi nilai SP2 D UP/ TUPI GUP I PTUP I LS yang telah dicairkan pad a tahun anggaran berjalan yang dananya bersumber pada huruf f 7. Diisi jumlah setoran PNBP tahun anggaran berj alan. S . Diisi realisasi pencairan dana pada tahun anggaran yang lalu yang terdiri dari SP2D-GUP. e. Diisi jumlah dana yang dapat digunakan yaitu sebesar Proporsi pagu Pengeluaran terhadap Pendapatan (PPP) dikalikan dengan jumlah setoran huruf a. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK I N D O N ESIA . Diisi target PNBP Satuan Kerj a yang bersangku tan sebagaimana tertuang pada Halaman III DIPA 5. f. Diisi nama dan kode kegiatan sebagaimana tertuang dalam DIPA 3. BRODJONEGORO www. yang merupakan sisa Maksimum Pencairan (MP) tahun anggaran yang lalu g. Diisi pagu dana PNBP dalam DIPA 6. SPM berikutnya yang dapat diajukan . c. b. d.

kemenkeu.www.jdih.go.id .