You are on page 1of 6

EDEMA CEREBRI

Edema serebri adalah pengumpulan cairan di dalam jaringan otak, baik
intraselular atau ekstraselular. Edema serebri merupakan kegawatan yang harus
segera diatasi.
Klasifikasi Edema serebri dibagi atas dua bagian besar
a. Berdasarkan lokalisasi cairan dalam jaringan otak :
edema serebri ekstraseluler, bila kelebihan air terutama dalam substansia alba.
edema serebri intraseluler, bila kelebihan air terutama dalam substansia grisea.
b. Berdasarkan patogenesis:
 Edema serebri vasogenik
Gangguan utama pada blood brain barrier (sawar darah-otak).
Permeabilitas sel endotel kapiler meningkat. sehingga air dan komponen
yang terlarut keluar dari kapiler masuk ruangan ekstraseluler, sehingga
cairan ekstraseluler bertambah. Dugaan bahwa serotonin memegang
peranan penting pada perubahan permeabilitas sel-sel endotel masih
memerlukan penelitian lebih lanjut. Jenis edema ini dijumpai pada trauma
kepala, iskemia otak, tumor otak, hipertensi maligna, perdarahan otak dan
berbagai penyakit yang merusak pembuluh darah otak.
 Edema serebri sitotoksik
Kelainan dasar terletak pada semua unsur seluler otak (neuron, glia dan
endotel kapiler). Pompa Na tidak berfungsi dengan baik, sehingga ion Na
tertimbun dalam sel, mengakibatkan kenaikan tekanan osmotik intraseluler
yang akan menarik cairan masuk ke dalam sel. Sel makin lama makin
membengkak dan akhirnya pecah. Akibat pembengkakan endotel kapiler,
lumen menjadi sempit, iskemia otak makin hebat karena perfusi darah
terganggu.
 Edema serebri osmotic
Edema terjadi karena adanya perbedaan tekanan osmotic antara plasma
darah (intravaskuler) dan jaringan otak (ekstravaskuler). Apabila tekanan
osmotik plasma turun > 12%, akan terjadi edema serebri dan kenaikan
TIK. Pada edema serebri osmotik tidak ada kelainan pada pembuluh darah

meningkatkan volume ruang ekstraseluler. posisi yang disarankan adalah elevasi kepala antara 15 – 300 o Kepala pasien harus dalam posisi netral tanpa rotasi ke kiri atau kanan. Bradikardi dan hipertensi Tata laksana edema cerebri dengan menurunkan TIK. Oksigenisasi Ventilasi dan Oksigenasi. NON-FARMAKOLOGI A. Baku emas pengukuran TIK adalah menggunakan drain ventrikel eksternal. o Elevasi kepala merupakan kontra indikasi pada pasien hipotensi sebab akan mempengaruhi CPP. Dijumpai pada hidrosefalus obstruktif. flexion atau extension dari leher. Karena sirkulasi terhambat. o Elevasi bed bagian kepala diatas 4000 akan berkontribusi terhadap postural hipotensi dan penurunan perfusi otak. Posisi Pasien Elevasi kepala yang dapat mengontrol TIK. o Hindari posisi tengkurap dan trendelenburg. yaitu menaikkan kepala dari tempat tidur sekitar 15 – 300. Tekanan intrakranial patologis yaitu ≥20 mmHg merupakan ambang batas untuk mulai menurunkan TIK. Tujuan untuk menurunkan TIK. Keadaan hipoksia dan hiperkapnia harus dihindari karena merupakan vasodilator serebral poten yang menyebabkan . dan membran. o Elevasi bed bagian kepala digunakan untuk menurunkan TIK. Tekanan intrakranial normal <10 mmHg pada dewasa dan <7 mmHg pada anak. Muntah dapat proyektil maupun tidak. Edema serebri hidrostatik/interstisia. jika elevasi lebih tinggi dari 30 maka tekanan perfusi otak akan turun. cairan srebrospinal merembes melalui dinding ventrikel. B. Penglihatan kabu. Gejala Klinis Pada kondisi terjadi peningkatan tekanan intrakranial dapat ditemukan tanda dan gejala berupa Nyeri kepala hebat.

maupun per infus sebagai larutan glycerol dalam larutan garam . FARMAKOLOGI 1. Efek cepat manitol didapat dari perubahan keenceran darah yang akan menaikkan aliran darah otak serta oksigenasi otak yang menyebabkan vasokontriksi yang berujung pada penurunan tekanan intrakranial. Komplikasi paling biasa dari terapi manitol ialah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. penambahan volume darah otak sehingga terjadi peningkatan TIK. Glyserol/ Glyserine Bukti-bukti telah diperoleh bahwa terapi glycerol baik per oral (1. Pemindahan cairan tersebut karena menaikkan gradient osmotik antara otak dan darah. manitol berperan sebagai pelindung melawan jejas biokimia. Intubasi dan ventilasi mekanik diindikasikan jika ventilasi atau oksigenasi pada pasien edema otak buruk. terutama pada pasien dengan pernicabilitas kapilcr yang abnormal.25-0. Manitol menurunkan tekanan intrakranial dengan cara memindahkan cairan dari intraselular ke ruang intravaskular.5 -1 gr/kg BB diberikan dalam 30 menit Untuk mencegah rebound diberikan ulangan manitol setelah 6 jam dengan dosis 0. edema kardiopulmonal dan rebound edema serebri. Manitol Manitol saat ini merupakan diuretika osmotika yang banyak digunakan sebagai obat pilihan untuk mengatasi tekanan tinggi intrakranial. Sebagai agen pengusir radikal bebas. Teknik Pemberian Diuretik osmotik (Manitol 20%) Dosis : 0. Manitol merupakan diuretika osmotika utama yang digunakan untuk mengurangi edema serebri. Manitol juga bisa menyebabkan gagal ginjal pada dosis terapetik dan reaksi hipersensitivitas bisa terjadi.5 g/Kg/BB sehari).5 gr/kg BB dalam waktu 30 detik. American Heart Association merekomendasikan penggunaan manitol secara luas digunakan pada stroke akut di seluruh dunia. 2.

fisiologik (500 cc sehari dalam 5-6 jam) memperbaiki CBF dan juga metabolisme serebral di kawasan yang iskemik. glycerol bertindak sebagai diuretikum. glycerol jarang disertai efek samping yang berbahaya. tiga kali sehari. Cara penggunaannya adalah sebagai berikut : Penggunaan per oral : Dosis : 1. glycerol memberikan keuntungan lebih besar. selama 10 hingga 15 menit. Pada penderita diabetes yang mengidap “stroke”. oleh karena glycerol merupakan sumber karbohidrat yang menimbulkan hiperglikemia/ glukosuria. Manitol menyebabkan diuresis cairan dan sejumlah elektrolit. Juga restorasi fosfat anorganik telah terbukti dipercepat oleh glycerol. Peranan natrium dan kalium ini untuk stabilitas membran sel saraf dan berperan dalam komunikasi antar sel. 30 tetes per menit sehingga habis dalam 5-6 jam. Laktat mampu menaikkan konsumsi oksigen mitokondria jaringan otak. . Keuntungan yang didapatkan disertai perbaikan dan peningkatan penggunaan O2 sehingga meniadakan produksi asam laktat yang cepat mengakibatkan timbulnya edema serebri regional.5 gram/kgBB sehari diberi dalam 3 atau 4 angsuran Cara pemberian : 25-30 cc glyserol dilarutkan dalam 200 cc air dan diminum sekaligus atau dicicil asal habis dalam ½ sampai 1 jam. sehingga terjadi sintesis fosfolipid di dalam kawasan iskhemia serebri. kemudian pemberian infus dihentikan selama 2 hari dan selanjutnya dapat diteruskan selama 5 hari lagi secara berturut-turut. Bagi penderita “stroke” yang hipertensif dan mempunyai gangguan ginjal. sedangkan glukosa menjaga konsumsi oksigen mitokondria jaringan otak pada nilai yang stabil. Diberikan 500 cc setiap hari. kalium klorida. 3. Penggunaan per infus: Dosis : 500 cc 10% glyserol Cara pemberian : Infus tetes. dan kalsium klorida dalam konsentrasi fisiologis. terutama elektrolit natrium dan kalium yang akan terbuang. selama 5 hari berturut-turut. Natrium laktat hipertonik (contoh: totilac) Merupakan larutan hipertonik yang berisi natrium laktat.

steroid dapat meredakan edema serebri yang mengelilingi infark atau daerah dimana sel membran tidak sepenuhnya rusak. penghambat karbonik anhidrase yang mengurangi produksi . ada edema yang sangat impressive melaporkan zona infarknya masih kecil. Terapi ini biasanya digunakan pada kasus yang refrakter terhadap pengobatan lain maupun penanganan TIK dengan pembedahan. Barbiturat Barbiturat dapat menurunkan tekanan intrakranial secara efektif pada pasien cedera kepala berat dengan hemodinamik yang stabil. Dosis steroid yang diberikan adalah 8-10 mg IV. steroid dapat menolong. 5. peningkatan resiko perdarahan. 4. Salin hipertonik menurunkan TIK lebih baik dibandingkan salin nomal atau larutan ringer laktat. Furosemid dapat meningkatkan efek manitol. Salin Hipertonik Cairan salin hipertonik (NaC1 3%) juga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti manitol dalam terapi edema otak. Peranan asetasolamid. diikuti 4 mg/6 jam im untuk 10 hari. Pada kasus-kasus tertentu seperti anak muda. Furosemid Terkadang dikombinasikan dengan manitol. Tapperly off (penyusutan bertahap dosis sampai berhenti sama sekali) dilakukan sekitar 7 hari. Steroid Steroid diharapkan dapat mengurangi edema vasogenik. Jumlah natrium dan kalium dalam batas normal diharapkan akan mampu mempertahankan kerja sel saraf dalam kondisi normal. Terapi kombinasi ini telah terbukti berhasil pada beberapa penelitian. 6. 7. sehingga risiko terjadinya kontraksi volume melampaui manfaat yang diharapkan. yaitu dehidrasi osmotik. Pada kasus-kasus jarang seperti ini. Mekanisme kerjanya kurang lebih sama dengan manitol. namun harus diberikan dalam dosis tinggi. infeksi dan eksaserbasi diabetes dilaporkan ketika steroid digunakan pada pasien stroke. Efikasi steroid meragukan.

Sedasi. Suhu tubuh dan kadar glukosa darah kapiler harus tetap diukur. Pasien yang menggunakan ventilator atau ETT harus diberi sedasi supaya tidak memperberat TIK. dan Zat Paralitik. Analgesik. dan propofol. dan Hiperglikemi. Obat sedasi yang sering digunakan untuk pasien neurologi diantaranya adalah opiat. Demam. dan hiperglikemi merupakan faktor-faktor yang dapat memperberat sehingga harus dicegah atau diterapi dengan baik bila sudah terjadi. terbatas pada pasien high-altitude illness dan hipertensi intrakranial benigna. Nyeri. dan agitasi meningkatkan kebutuhan metabolisme otak. aliran darah otak. Kejang. demmam. Pencegahan Kejang. kecemasan. Penggunaan antikonvulsan profilaktik seringkali diterapkan dalam praktek klinis. dan tekanan intrakranial. . 9. 8. analgesik dan sedasi yang tepat diperlukan untuk pasien edema otak. benzodiazepin. CSS. Oleh karena itu.