You are on page 1of 21

KONSEP, PRINSIP KEBIDANAN KOMUNITAS

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan
Komunitas

Disusun oleh
Kelompok 6
Linda Dwi Oktaviani
Litany Tiara Rahayu
Melly Fitria
Muawenah

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
STIKes MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA
2014

PEMBAHASAN

A. Riwayat Kebidanan Komunitas
Pada jaman pemerintahan Hindia Belanda tahun 1807 pertolongan

persalinan dilakukan oleh dukun , tahun 1951 didirikan sekolah bidan bagi

wanita pribumi di Batavia kemudian tahun 1953 kursus tambahan bidan

( KTB ) di masyarakat Yogyakarta dan berkembamg di daerah lain. Seiring

dengan pelatihan ini di buka lah BKIA , bidan sebagai penanggung jawab,

memberikan pelayanan antenatal care post natal care, pemerikasaan bayi dan

gizi, intranatal di rumah, kunjungan rumah pasca salin. Tahun 1952 di adakna

pelatihan secara pormal untuk kualitas persalinan, tahun 1967 kursus

tambahan bidan ( KTB ) di tutup , kemudian BKIA terintegrasi dengan

puskesmas .
Puskesmas memberi pelayanan di dalam dan di luar gedung dalam

wilayah kerja. Bidan di puskesmas memberi pelayanan kesehatan ibu dan

anak ( KIA ) termasuk keluarga berencana ( KB ). Di luar gedung pelayanan

kesehatan keluarga dan posyandu yang mencakup pemeriksaan kehamila, KB,

imunisasi, gizi dan kesehatan lingkungan . tahun 1990 merata pada semua

masyarakat.
Instruksi presiden secara lisan pada sidang kabinet tahun 1992 tentang

perlunya mendidik bidan untuk ditempatkan di seluruh desa sebagai

pelaksanaan KIA . Tahun 1994 merupakan titik tolak dari konferensi

kependudukan dunia di Kairo yang menekankan pada reproduksi health

memprluas garapan bidan antara lain Safe Motherhood, Keluarga berencana,

telah menyelesaikan pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat izin melakukan praktek kebidanan” (Syahlan. periode persalinan dan post partum. Kebidanan (Midwifery) mencakup pengetahuan yang dimiliki dan kegiatan pelayanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. 1996 : 11). (Syahlan. melakukan pertolongan persalinan di bawah tanggung jwabnya sendiri dan memberikan asuhan pada bayi baru lahir dan bayi. dan juga “communis” yang berarti sama. B. tugas yang diembankan sangat mulia dan juga selalu setia mendampingi dan menolong ibu dalam melahirkan sampai sang ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Komunitas berasal dari bahasa Latin yaitu “Communitas” yang berarti kesamaan. kesehatan reproduksi remaja dan kesehatan reproduksi orang tua. penyakit menular seksual ( PMS ). IFGO dan WHO tahun 1993. 1996 : 12). mengatakan bahwa bidan (midwife) adalah “seorang yang telah mengikuti pendidikan kebidanan yang diakui oleh Pemerintah setempat. . publik ataupun banyak. Bidan diakui sebagai profesional yang bertanggung jawab yang bekerja sebagai mitra prempuan dalam memberikan dukungan yang diperlukan. asuhan dan nasihat selama kehamilan. Pengertian Menurut kesepakatan antara ICM. Bidan di Indonesia (IBI) adalah “ seorang wanita yang mendapat pendidikan kebidanan formal dan lulus serta terdaftar di badan resmi pemerintah dan mendapat izin serta kewenangan melakukan kegiatan praktek mandiri” (50 Tahun IBI). Bidan lahir sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu-ibu melahirkan.

Pengertian kebidanan komunitas yang lain menyebutkan upaya yang dilakukan Bidan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan Ibu dan Anak balita di dalam keluarga dan masyarakat. Logan dan Dawkin. Dapat diterjemahkan sebagai kelompok orang yang berada di suatu lokasi/ daerah/ area tertentu (Meilani. pelaksanaan. Niken dkk. dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit. 2009 : 1) Pelaksanaan pelayanan kebidanan komunitas didasarkan pada empat konsep utama dalam pelayanan kebidanan yaitu : manusia. dan evaluasi pelayanan kebidanan (Spradly. 2009 : 1). C. kesehatan dan pelayanan kebidanan yang mengacu pada konsep paradigma kebidanan dan paradigma sehat sehingga diharapkan tercapainya taraf kesejahteraan hidup masyarakat (Meilani. peningkatan kesehatan. 1985. Dari uraian di atas dapat dirumuskan definisi Kebidanan Komunitas sebagai segala aktifitas yang dilakukan oleh bidan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan. Riwayat Kebidanan Komunitas di Indonesia dan Beberapa Negara Lain 1. Niken dkk. masyarakat/ lingkungan. Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi. menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan. 1987 dalam Syafrudin dan Hamidah. Riwayat Kebidanan Komunitas di Indonesia Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan di Indonesia dimana bidan sebagai ujung tombak pemberi pelayanan kebidanan . Menurut Saunders (1991) komunitas adalah tempat atau kumpulan orang atau sistem sosial. 2009 : 8).

bidan yang dihasilkan mampu memberikan pelayanan kepada ibu dan anak balita di masyarakat terutama di desa.komunitas. Selandia Baru Selandia barutelah mempunyai peraturan tentang cara kerja kebidanan sejak tahun 1904. tetapi lebih dari 100 tahun yang lalu. Mereka juga mendapat kesempatan dalam berbagai kegiatan untuk mengembangkan kemampuan. Bidan yang bekerja melayani keluarga dan masyarakat di wilayah tertentu disebut bidan komunitas (community midwife) (Syahlan. 1996 : 12). 2. lingkup praktik bidan telah berubah secara berarti sebagai hasil dari meningkatnya system perumah sakitan dan pengobatan atau pertolongan dalam kelahiran. Sampai saat ini belum ada pendidikan khusus untuk menghasilkan tenaga bidan yang bekerja di komuniti. Secara umum di Indonesia seorang bidan yang bekerja di masyarakat termasuk bidan desa dikenal sebagai bidan komunitas. Di Indonesia istilah “bidan komunitas” tidak lazim digunakan sebagai panggilan bagi bidan yang bekerja di luar Rumah Sakit. . Riwayat Kebidanan Komunitas di Negara-negara lainnya a. seperti pertemuan ilmiah baik dilakukan oleh pemerintah maupun oleh organisasi profesi seperti IBI. Disamping itu Departemen Kesehatan melatih para bidan yang telah dan akan bekerja untuk memperkenalkan kondisi dan masalah kesehatan serta penanggulangannya di desa terutama berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak balita. Pendidikan yang ada sekarang ini diarahkan untuk menghasilkan bidan yang mampu bekerja di desa.

Tetapi strategi seperti itu tidak mencapai kesuksesan. seperti klinik antenatal. Australia. kehamilan dan persalinan menjadi terpisah menjadi khusus dan tersendiri secara keseluruhan. Model di atas ditujukan untuk memberikan pelayanan pada maternal dan untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan ibu dan janin hal ini berlangsung pada tahun 1920 sampai dengan tahun 1980 dimana yang memberlakukan model tersebut adalah negara-negara barat seperti Selandia Baru. . Inggris dan Amerika. Dalam proses ini. Mereka menginginkan bidan yang berkerja dipercaya kemampuannya untuk menolong persalinan tanpa intervensi dan memberikan dukungan bahwa persalinan adalah peristiwa yang normal . bidan kehilangan pandangan bahwa persalinan adalah suatu peristiwa yang normal dan dengan peran mereka sendiri pun sebagai pendamping pada peristiwa normal tersebut. ruang bersalin dan ruang nifas. Di Selandia Baru. Bidan bekerja di masyarakat di mulai dengan bekerja di rumah sakit dalam area tertentu. para wanitalah yang melawan model asuh persalinan tersebut dan menginginkan kembalinya bidan ‘tradisional’ yaitu seseorang yang berpengalaman dari mulainya kehamilan sampai dengan enam minggu setelah persalinan. dimana seharusnya para dokter dan rumah sakit secara langsung yang lebih tepat untuk memberikannya. Di samping itu bidan menjadi berpengalaman memberikan intervensi dan asuhan maternitas yang penuh dengan pengaruh medis.

Sebagian besar bidan di Selandia Baru mulai memilih untuk bekerja secara mandiri dengan tanggungjawab penuh kepada klien dan asuhannya dalam lingkup yang normal. Saat ini. Pada era 80-an. 86% wanita mendapatkan pelayanan dari bidan selama kehamilan sampai nifas. Di rumah sakit pun memberikan pelayanan bagi yang menginginkan tenaga kesehatan profesional yaitu pusat pelayanan maternitas. dan asuhan berkelanjutan pada persalinan dapat dilakukan di rumah ibu. Model kebidanan yang digunakan di Selandia Baru adalah partnership antara bidan dan wanita. Wanita-wanita Selandia Baru menginginkan untuk mengambil alih kembali kontrol dalam persalinan mereka dan menempatkan diri emreka di tempat yang tepat sebagai pusat kontrol di dalam memilih apa yang berkenaan dengan diri mereka. 63% wanita memilih bidan sebagai satu-satunya perawat maternitas. dalam hal ini terus meningkat. Ada suatu keinginan dari para wanita agar dirinya menjadi pusat pelayanan maternitas. Bidan dengan pengetahuan. pelayanan maternitas telah berubah secara dramatis. di samping dokter. Lebih dari 10 tahun yang lalu. keterampilan dan pengalamannya. Sekarang. dan wanita dengan pengetahuan . bidan bekerjasama dengan para wanita untuk menegaskan kembali otonomi bidan dan bersama-sama sebagai partner mereka telah membawa kebijakan politik yang diperkuat dengan legalisasi tentang prfoesionalisme praktek bidan.

Belanda memiliki angka kelahiran yang sangat tinggi sedangkan kematian prenatal relatif rendah. Satu dari tiga persalinan lahir di rumah dan ditolong oleh bidan dan perawat sedang yang lain di rumah sakit. kebidanan di Belanda melihat . Yang utama dan penting. bidan harus dapat membangun hubungan partnership dengan wanita yang menjadi kliennya. serta harapan-harapan terhadap kehamilan dan persalinan. Dalam kenyataannya ketiga kelahiran tersebut. Pada awal kehamilan. disamping bidan harus mempunyai kemampuan yang profesional. tetapi juga ditolong oleh bidan. b. tentang kebutuhan diri dan keluarganya. Di Selandia Baru. anatara bidan dan wanita harus saling mengenal dan menumbuhkan rasa saling percaya di antara keduanya. Geerit Van Kloosterman pada konferensinya di Toronto tahun 1984 menyatakan bahwa setiap kehamilan adalah normal dan harus selalu di pantau dan mereka bebas memilih untuk tinggal di rumah atau di rumah sakit dimana bidan yang sama akan memantau kehamilannya. Prof. pemerintah mengambil tindakan terhadap masalah tersebut. Belanda Perkembangan Kebidanan di Belanda Seiring dengan meningkatnya perhatian pemerintah Belanda terhadap kelahiran dan kematian. hidup atau mati. Wanita berhak memilih apakah ia mau melahirkan di rumah atau di Rumah Sakit. Dasar dari model partnership adalah komunikasi dan negosiasi.

Jadi pada prakteknya bidan harus memandang ibu secara keseluruhan dan mendorong ibu untuk menolong dirinya sendiri. sedangkan bidan untuk kesehatan wanita. Tidak berbeda dengan ucapan Maria De Broer yang mengatakan bahwa kebidanan tidak memiliki hubungan dengan keperawatan. karena kebidanan adalah profesi yang mandiri dan aktif. suatu perbedaan yang nyata antara kebidanan keperawatan. kebidanan adalah profesi yang mandiri. Bidan di Belanda 75% bekerja secara mandiri. Sehubungan dengan hal tersebut bidan harus menjadi role model di masyarakat dan harus menganggap kehamilan adalah sesuatu yang normal sehingga apabila seorang wanita merasa dirinya hamil dia dapat langsung memeriksakan diri ke bidan atau dianjurkan oleh keluarga atau teman atau siapa saja . Pada kasus resiko rendah dokter tidak ikut menangani. Pendidikan kebidanan di Amsterdam memiliki prinsip yakni sebagaimana memberi anastesi dan sedatif pada pasien begitulah kita harus mengadakan pendekatan dan memberi dorongan pada ibu saat persalinan. dan post natal. Astrid Limburg mengatakan : Seorang perawat yang baik tidak akan menjadi seorang bidan yang baik karena perawat dididik untuk merawat orang yang sakit. natal. pada resiko menengah mereka selalu memberi job tersebut pada bidan dan pada kasus resiko tinggi dokter dan bidan saling bekerjasama. mulai dari prenatal.

walaupun di rumah sakit. Jadi pada prakteknya bidan harus memandang ibu secara keseluruhan dan mendorong ibu untuk menolong dirinya sendiri. Bila ada masalah. pada resiko menengah mereka selalu memberi job tersebut pada bidan dan pada kasus resiko tinggi dokter dan bidan saling bekerjasama. Ketika mereka lulus ujian akhir akan menerima ijazah yang didalamnya tercantum nilai ujian. Mahasiswa akan teruji keterampilan kebidanan yang telah terpelajari. Persalinan. tidak ada dokter yang siap menolong dan tidak terdapat Cardiograph. mahasiswa baru akan berkonsultasi dengan Ahli kebidanan dan seperti di rumah. mulai dari prenatal. persalinan. Selama pendidikan di ketiga institusi tersebut menekankan bahwa kehamilan. wanita di kirim ke ruang bersalin patologi. Pada kasus resiko rendah dokter tidak ikut menangani. Mahasiswa diwajibkan mempunyai pengalaman minimal 40 persalinan selama pendidikan. dan post natal. seperti di rumah. Ini diterapkan dengan menempatkan mahasiswa untuk praktek di kamar bersalin dimana wanita dengan resiko rendah melahirkan. . natal. dan nifas sebagai proses fisiologis.  Pendidikan Kebidanan di Belanda Pendidikan kebidanan di Amsterdam memiliki prinsip yakni sebagaimana memberi anastesi dan sedatif pada pasien begitulah kita harus mengadakan pendekatan dan memberi dorongan pada ibu saat persalinan.

Sasaran utama praktek bidan adalah pelayanan komunitas. Untuk memperbaiki pelayanan kebidanan dan ahli kebidanan dan untuk meningkatakan kerjasama antar bidan dan ahli kebidanan dibentuklah dafatar indikasi oleh kelompok kecil yang berhubungan dengan pelayanan maternal di Belanda. Pelayanan Antenatal Bidan menurut peraturan Belanda lebih berhak praktek mandiri daripada perawat. Suksesnya penggunaan daftar indikasi merupakan dasar yang penting mengapa persalinan di rumah disediakandan menjadi alternatif karena wanita dengan resiko tinggi dapat diidentifikasi dan kemudaian di rujuk ke ahli Kebidanan. intrapartum dan postnatal tanpa Ahli Kandungan yang menyertai mereka bekerja di bawah Lembaga Audit Kesehatan. . Daftar itu berisi riwayat sebelum dan sesudah pengobatan. Bidan harus merujuk wanita denganresiko tinggi atau kasus patologi ke Ahli Kebidanan untuk di rawat dengan baik. Penelitian Woremever menghasilkan data tentang mortalitas dan morbilitas yang menjamin kesimpulan :dengan suystem pelayanan kebidanan yang diterapkan di Belanda memungkinkan mendapatkan hasil yang memuaskan melalui seleksi wanita. Selama kehamilan bidan menjumpai wanita hamil 10-14 kali di Klinik bidan. meliputi antenatal. Bidan mempunyai ijin resmi untuk praktek dan menyediakan layanan kepada wanita dengan resiko rendah. riwayat kebidanan yang akan berguna dalam pelayanan kebidanan.

Pada tahun 1988. wanita diberi pilihan untuk melahirkan dirumah atau di rumah sakit. Analgesik tidak digunakan dalam persalinan. Biasanya bidan menjahit luka perineum atau episiotomi. Syntometrin dan Ergometrin diberikan jika ada indikasi. Tahun 1969 pemerintah Belanda menetapkan bahwa melahirkan di rumah harus dipromosikan sebagai alternatif persalinan.  Pelayanan Intrapartum Pelayanan intrapartum dimulai dari waktu bidan dipanggil sampai satu jam setelah lahirnya plasenta dan membrannya. persalinan di negara Belanda 80% telah ditolong oleh bidan. untuk luka yang parah dirujuk ke Ahli Kebidanan.  Pelayanan Postpartum Di Kebidanan Belanda. Di Holland diakui bahwa rumah adlaah tempat yang aman untuk melahirkan selama semuanya normal. Kebanyakan Kala III dibiarkan sesuai fisiologinya. Bidan mempunyai kemampuan untuk melakukan episiotomi tapi tidak diijinkan menggunakan alat kedokteran. Pelayanan kebidanan dilakukan . Karena pelayanan antenatal yang hati-hati sehingga kelahiran di rumah sama amannya dengan kelahiran di rumah sakit. Di Amsterdam 43% kelahiran (Catatan bidan dan Ahli Kebidanan) terjadi di rumah. hanya 20% persalinan di RS. pelayanan post natal dimulai setelah.Jika tidak ada masalah.

istilah "bidan" digunakan tanpa awalan. Kanada Meskipun bidan telah mempraktikkan di Kanada sejak orang pertama tinggal di sini. dan kemudian bidan imigran membawa bersama mereka ke negara baru. Hal ini sesuai dengan WHO / Figo / ICM International Definisi dari Bidan. c. (The USA menyimpang dan diawali kata-kata seperti "perawat").  Terpelihara Dan meningkatnya Status Kesehatan Komunitas.  Terpelihara Dan meningkatnya Status gizi 'masyarakat. seperti di sebagian besar negara. Kondisi kesehatan ibu dan anak pun semakin baik. dan masih ada beberapa yurisdiksi di Kanada di mana bidan tidak diatur. D.  Terpelihara Dan meningkatnya Status Kesehatan jiwanya 'masyarakat.. Pendidikan bidan digunakan sistem Direct Entry dengan lama pendidikan 3 tahun. bidan sudah mempunyai indefendensi yuang jelas. . Di Kanada. Fokus atau Sasaran Tujuan Sasaran Pelayanan Kebidanan Komunitas. menyeleksi kapan wanitya perlu intervensi. hanya baru-baru ini bahwa legislasi kebidanan telah mulai diperkenalkan. bidan mempunyai tanggung jawab yakni melindungi dan memfasilitasi proses alami. yaitu agar:  Terpelihara Dan meningkatnya Status Kesehatan Keluarga. yang menghindari teknologi dan pertolongan dokter yang tidak penting. pada community – normal. Untuk waktu yang lama Kanada adalah salah satu dari sembilan negara yang tidak mengenali kebidanan.

 Pengutamaan nama kelompok sasaran rentan Keluarga Miskin Dan pengarus utamaan-gender.  Program penyelarasan Artikel Baru perkembangan tantangan Dan sawit terhadap komitmen global.  Pemantapan Pemberdayaan Dan Kemandirian Keluarga Komunitas Dan 'masyarakat.  Kemitraan Pemantapan Dan Kerja Sama Lintas SEKTORAL Dalam.  Pengutamaan daerah adalah terpencil.  Peningkatan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan Program Kesehatan 'masyarakat. Dalam KF terdapat kumpulan individu yang membentuk keluarga .  Meningkatnya cakupan JUMLAH Dan Pemeliharaan Kesehatan Artikel Baru pembiayaan pra upaya. efektif Dan pengerjaannya efisien.  Peningkatan Peran Pemerintah Daerah Dalam. pembiayaan Program Kesehatan 'masyarakat  Pengembangan Tenaga Kesehatan Yang profesional Yang Sadar Dan biaya Sadar Mutu 'masyarakat Yang inovatif.  Pemerataan Pelayanan Kesehatan 'masyarakat Yang BERMUTU Dan Terjangkau.  Penerapan tehnologi tepat guna. Sasaran Utama Menurut (Syahlan. perbatasan Dan rawan Bencana. 1996: 16) KF adalah sasaran pelayanan kebidanan komunitas. bantuan teknis dan pendampingan  Pengembangan penelitian untuk dukungan Program. penyelenggaraan upaya Kesehatan 'masyarakat.

Pelayanan kebidanan komunitas dilakukan di luar rumah sakit dan merupakan bagian atau kelanjutan dari pelayanan kebidanan yang di berikan rumah sakit. nilai – nilai masyarakat yang adil gender dan tidak dan hukum serta norma yang ternyata masih melanggar hak asasi manusia. Disamping itu. atau nama kelompok 'masyarakat. Istri. budaya yang sensitive gender dan tidak. trans gender). (Syahlan. Misalnya : ibu yang melahirkan di rumah sakit dan setelah 3 hari kembali ke rumah. 1996: 16) E. Sasaran utama pelayanan kebidanan komunitas adalah mengajukan ibu dan anak. Menurut UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Pelayanan di rumah oleh bidan merupakan kegiatan kebidanan komunitas. . Anak dan anggota Keluarga total. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk menilai mana tradisi yang baik dan membahayakan. bidan harus bertindak professional dalam bentuk: mampu memisahkan antara nilai-nilai dan keyakinan pribadi dengan tugas kemanusiaan sebagai bidan mampu bersikap nonjudgement ( tidak menghakimi ). keluarga dan masyarakat. non discriminative (tidak membeda–bedakan) dan memenuhi standar prosedur kepada semua klien ( perempuan. laki – laki. Bekerja di Komunitas Peran dan fungsi bidan dalam Kebidanan Komunitas meliputi. yang dimaksud Artikel Baru Keluarga adalah Suami.berkemampuan memberikan penyuluhan dan pelayanan individu.

Sebagai pendidik. b. Sebagai Pelaksana (Provider) Sesuai dengan tugas pokok bidan adalah memberikan pelayanan kebidanan kepada komunitas. leaf let. Sedangkan penyuluhan yang tidak langsung misalnya dengan poster. bidan berupaya merubah perilaku komunitas di wilayah kerjanya sesuai dengan kaidah kesehatan. bersalin. 3) Pertolongan persalinan di rumah. Sebagai pelaksana. demonstrasi dan sebagainya yang mana cara tersebut merupakan penyuluhan secara langsung. Disini bidan bertindak sebagai pelaksana pelayanan kebidanan. . 4) Tindakan pertolongan pertama pada kasus kebidanan dengan resiko tinggi di keluarga. kunjungan rumah dan melayani kesehatan ibu dan anak di lingkungan keluarga merupakan kegiatan kebidanan komunitas Sebagai bidan yang bekerja di komunitas maka bidan harus memahami perannya di komunitas. 2) Pemeliharaan kesehatan ibu hamil. Tindakan yang dapat dilakukan oleh bidan di komunitas dalam berperan sebagai pendidik masyarakat antara lain dengan memberikan penyuluhan di bidang kesehatan khususnya kesehatan ibu. Sebagai Pendidik Dalam hal ini bidan berperan sebagai pendidik di masyarakat. yaitu : a. diskusi. nifas. bimbingan. menyusui dan masa interval dalam keluarga. bidan harus menguasai pengetahuan dan teknologi kebidanan serta melakukan kegiatan sebagai berikut : 1) Bimbingan terhadap kelompok remaja masa pra perkawinan. spanduk dan sebagainya. anak dan keluarga. Penyuluhan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti ceramah. Pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas.

maka ia dapat mengetahui secara cepat tentang permasalahan komuniti yang dilayaninya dan dapat pula dengan segera melaksanakan tindakan. f. Sebagai Peneliti Bidan perlu mengkaji perkembangan kesehatan pasien yang dilayaninya. keluarga dan masyarakat untuk ikut berperan serta dalam upaya pemeliharaan kesehatan diri sendiri. Bidan perlu menggerakkan individu. Peran bidan di sini adalah sebagai pengelola kegiatan kebidanan di unit puskesmas. keluarga maupun masyarakat. Sebagai pengelola bidan memimpin dan mendayagunakan bidan lain atau tenaga kesehatan yang pendidikannya lebih rendah. Secara sederhana bidan dapat memberikan kesimpulan atau hipotersis dan hasil analisanya. . 7) Pemeliharaan kesehatan anak balita. Sebagai Pembela klien (advokat) Peran bidan sebagai penasehat didefinisikan sebagai kegiatan memberi informasi dan sokongan kepada seseorang sehingga mampu membuat keputusan yang terbaik dan memungkinkan bagi dirinya. perkembangan keluarga dan masyarakat. e. keluarga dan masyarakat dalam memecahkan permasalahan yang terjadi. Sehingga bila peran ini dilakukan oleh bidan. Sebagai Pengelola Sesuai dengan kewenangannya bidan dapat melaksanakan kegiatan praktek mandiri. polindes. 5) Pengobatan keluarga sesuai kewenangan. Sebagai Pemberdaya Bidan perlu melibatkan individu. Bidan dapat mengelola sendiri pelayanan yang dilakukannya. 6) Pemeliharaan kesehatan kelompok wanita dengan gangguan reproduksi. c. Contoh : praktek mandiri/ BPS d. posyandu dan praktek bidan.

F. bidan merupakan pimpinan tim/ leader di mana bidan diharapkan mampu berperan sebagai pengelola sekaligus pelaksana kegiatan kebidanan di komunitas. Rumah pasien. 2009 : 11) Dalam jaringan kerja bidan di komunitas diperlukan kerjasama lintas program dan lintas sektor. misalnya kegiatan Puskesmas Keliling. Sebagai Kolaborator Kolaborasi dengan disiplin ilmu lain baik lintas program maupun sektoral. g. Posyandu. mengenali dan menguasai fungsi dan tugas masing – masing. (Syahlan. PKK. Posyandu. (Syafrudin dan Hamidah. Sebagai Perencana Melakukan bentuk perencanaan pelayanan kebidanan individu dan keluarga serta berpartisipasi dalam perencanaan program di masyarakat luas untuk suatu kebutuhan tertentu yang ada kaitannya dengan kesehatan. BPS. h. memberi dan menerima saran serta turut bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan tim dan hasilnya. 1996 : 235) Di puskesmas bidan sebagai anggota tim bidan diharapkan dapat mengenali kegiatan yang akan dilakukan. Jaringan Kerja Kebidanan Komunitas Beberapa jaringan kerja bidan di komunitas yaitu Puskesmas/ Puskesmas Pembantu. (Meilani. Dasa Wisma. dkk. Polindes. Di Polindes. selalu berkomunikasi dengan pimpinan dan anggota lainnya. BPS dan rumah pasien. 2009 : 8) Dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat bidan sewaktu – waktu bekerja dalam tim. Kerjasama lintas program merupakan bentuk . dimana salah satu anggotanya adalah bidan.

misalnya : imunisasi. pikiran. 1.kerjasama yang dilaksanakan di dalam satu instansi terkait. Meningkatkan apa yang menjadi komitmen bersama. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Vitamin A. PMT dan sebagainya. misalnya : Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Meningkatkan koordinasi untuk memenuhi kewajiban peran masing- masing dalam pembangunan kesehatan. Agar saling memahami di antara anggota dan mitra. Meningkatkan komunikasi antara sektoral pemerintahan dan swasta tentang masalah kesehatan. dan sebagainya. maka diperlukan komunikasi yang efektif melalui pertemuan- pertemuan berkala berdasarkan kesepakatan bersama. Komitmen adalah suatu kesediaan dan pengorbanan ( waktu. Meningkatkan kemampuan bersama dalam menanggulangi masalah kesehatan dan memaksimalkan keuntungan semua pihak. Tujuan utama dari kemitraan di bidang kesehatan adalah menggalang kekuatan untuk memecahkan dan menanggulangi masalah kesehatan masyarakat setempat. tenaga. Sedangkan kerjasama lintas sektor merupakan kerjasama yang melibatkan institusi/ departemen lain. memaksimalkan manfaat atau keuntungan adalah merupakan harapan bersama dari sebuah kemitraan. dan sebagainya) . Intinya adalah kerja sama lintas program dan sektoral untuk memecahkan suatu masalah kesehatan. 4. Oleh sebab itu. 3. 2. pemberian tablet FE. Tujuan dari kerjasama lintas program dan lintas sektoral dalam kebidanan komunitas antara lain. Oleh karena itu fungsi koordinasi yang dilakukan oleh sektor kesehatan merupakan suatu keharusan.

Pendekatan yang digunakan dalam kerjasama lintas program dan lintas sektoral antara lain. dan sumber daya yang lain seperti dana. Dalam komitmen pasti ada pengorbanan dari masing-masing anggota. Input Input sebuah kemitraan adalah semua sumber daya yang dimiliki oleh masing- masing unsur yang terjalin dalam kemitraan. forum. terutama sumber daya manusia. dan sebagainya yang terdiri dari berbagai unsur dan tersusunnya program dan pelaksanaannya berupa kegiatan bersama dalam rangka memecahkan masalah kesehatan. Selain itu. juga tersusun uraian tugas dan fungsi untuk masing-masing anggota. a. Tercapainya upaya kesehatan yang efisien dan efektif atau berdaya guna dan berhasil guna. d. jumlah atau banyaknya mitra yang terlibat juga merupakan input. Oleh sebab itu. Proses Proses dalam kemitraan pada hakikatnya adalah kegiatan-kegiatan untuk membangun kemitraan tersebut. teknologi. Outcome Outcome adalah dampak dari pada kerjasama terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. outcome dapat dilihat dari indikator-indikator . 5. sistem informasi. dan sebagainya. masing-masing anggota kemintraan terhadap program atau upaya pemecahan masalah kesehatan yang telah disepakati bersama. Selain itu. Output Output adalah terbentuknya kerja atau networking. c. b.

yang sebenarnya merupakan akumulasi dari dampak upaya-upaya lain di samping kemitraan. Dengan demikian. meningkatnya penduduk yang terakses air bersih. dan lain sebagainya. outcome adalah meningkatnya angka atau indikator kesehatan .derajat kesehatan masyarakat. .misalnya meningkatnya status gizi anak balita.