You are on page 1of 5

BAB IPENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Kehamilan merupakan suatu peristiwa penting dalam kehidupan keluarga,khususnya calon ibu. Selain
merupakan anugerah, kehamilan merupakan jugamenjadi satu hal yang mencemaskan. Dalam setiap
keluarga, kehamilandiharapkan sebagai sumber pengharapan terbesar dari keluarga pada calon
anak yang akan dilahirkan. Walau demikian, ada kalanya harapan ini tidak terwujudketika bayi
mengalami kematian sebelum sempat dilahirkan.

Intra Uterine Fetal Death

(IUFD) merupakan kematian janin yang berkaitandengan ekspulsi komplet atau ekstraksi hasil
konsepsi dari Ibu, pada durasi yangtidak dapat diperkirakan di dalam masa kehamilan, dan merupakan
terminasikehamilan yang tidak diinduksi (Cousens, 2011). Di berbagai negara berkembangdi dunia,
angka kematian janin semakin bertambah seiring dengan tingkatkesejahteraan rakyat dan kualitas
pelayanan kesehatan di negara tersebut.Pelaporan angka insidensi kematian janin juga masih terbatas
dan belumterdokumentasi dengan baik. Padahal laporan tersebut dapat menjadi acuan ataurujukan
yang berguna dalam memperbaiki kinerja tenaga kesehatan maternal yangada (MacDorman,
2009).Angka insidensi kematian janin di dunia diperkirakan mencapai rentang2,14

3,82 juta jiwa (Cousens, 2011). Angka ini bervariasi tergantung pada

kualitas perawatan medis yang tersedia di negara bersangkutan dan definisi yangdigunakan untuk
mengelompokkan kematian janin. Angka insidensi ini punbelum termasuk yang terdapat di negara-
negara berkembang, dimana resikokematian maternal dan janinnya lebih tinggi dibandingkan dengan
negara-negarayang kaya maupun sudah maju. Hal ini dipersulit dengan kurangnya datapelaporan dan
survei penelitian yang memadai tentang kuantitas, kualitas dankarakteristik angka insidensi IUFD di
negara-negara berkembang, khususnya diIndonesia

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan PustakaA.1. Karakteristik Ibu Hamil

Berdasarkan revisi tahun 2003 dari Prosedur Pengkodean Penyebab dariKematian Janin ICD-10. respirasi tidak termasuk pernafasan yang sangat cepat atau “gasping”. Tapi tidak semua negara menggunakan pengertian ini. pulsasi umbilical cord. Khashogi. Pengertian ini kemudian diklasifikasikan sebagai kematian awal (<20 minggu kehamilan). dengan usia kehamilan 22 mingguatau lebih. yang mengakibatkan kehamilan tidak sempurna(Uncomplicated Pregnancy). Definisi dan Etiologi Intra Uterine Fetal Death (IUFD) Ketiadaan daya hidup janin pada berbagai tahap merupakan kematian janin. Detak jantung tidak termasuk kontraksi transien dari jantung. pada durasi yang tidak dapatdiperkirakan di dalam masa kehamilan. Sedangkan WHO menyebutkan bahwa yang dinamakan kematian janinadalah kematian yang terjadi bila usia janin 20 minggu dan berat janin waktulahir diatas 500 gram (ACOG. masing-masingnegara berhak menetapkan batasan dari pengertian IUFD (Cousens. Pusat Statistik Kesehatan Nasional mendefinisikan kematian janin sebagai ”kematian yang terutama berkaitan dengan ekspulsi komplet atau ekstraksi hasil konsepsi dari Ibu. A. pertengahan(20-27 minggu kehamilan) dan lambat (>28 minggu kehamilan) (Khashogi. (Cousens. dan merupakan terminasi kehamilan yang tidak diinduksi”. jumlah anak yang dimiliki (paritas).Penyebab dari kematian janin intra uterine yang tidak dapat diketahuisekitar 25-60%. WHO dan American College of Obstetricians and Gynaecologists telah merekomendasikanbahwa statistik untuk IUFD termasuk di dalamnya hanya kematian janin intrauterine dimana berat janin 500 gr atau lebih. 1996 .IUFD ( Intra Uterine Fetal Death) merupakan kematian janin yang terjaditanpa sebab yang jelas.Pada dasarnya untuk membedakan IUFD dengan aborsi spontan.Pada beberapa kasus yang penyebabnya teridentifikasi dengan .2005). riwayat penyakit dalam kehamilan sertakesehatan ibu dan janin yang ada di dalam kandungannya. atau gerakan yang berarti dari otot-otot volunter. 2011) Kematian janin diindikasikan olehadanya fakta setelah terjadi ekspulsi atau ekstraksi.2. Kematian janin terjadi kira- kira pada 1% kehamilandan dianggap sebagai kematian janin jika terjadi pada janin yang telah berusia 20minggu atau lebih. 2011). usia kehamilan ibu. dan bila terjadi pada usia di bawah usia 20 minggu disebutabortus. janin tidak bernafas ataumenunjukkan tanda-tanda lain dari kehidupan seperti detak jantung. insiden meningkat seiring dengan peningkatan usia kehamilan. 2005).Karakterikstik ibu hamil adalah suatu informasi biologis yang berkaitandengan keadaan ibu pada saat hamil mencakup usia ibu.

maternal dan patologi dariplasenta (Cunningham.Insufisiensi plasenta yang idiopatik c. preeklampsia. eklampsia. .Malformasi janin 5.diabetes mellitus tidak terkontrol.Kehamilan multipel 6.Infeksi (parvovirus B19.Kelainan bawaan bayi 4. Faktor Ibu Ketidakcocokan Rh darah Ibu dengan janin Ketidakcocokan golongan darah Ibu dengan janin Berbagai penyakit pada ibu hamil (hipertensi. lupus eritematosus sistemik) Trauma saat hamil Infeksi pada ibu hamil Prolonged Pregnancy (kehamilan diatas 42 minggu) Hamil pada usia lanjut Ruptur uteri Kematian Ibub. Faktor Janin 1. dapat dibedakan berdasarkan penyebab dari faktor janin. listeria) 8.Gerakan Sangat Berlebihan 2.Intra Uterine Growth Restriction 7. CMV.a.jelas. 2005).Kelainan kromosom 3.

Vasa Previa A.9 lahir mati per 1000 kelahiran pada tahun 2009 (MacDorman. didapatkan datamortalitas perinatal di Indonesia berkisar 24 dari 1000 kehamilan.9 lahir mati per 1000 kelahiran (MacDorman.5%. kematian janin disebabkan oleh tiga permasalahan pokok yaitu kausa dari janin.Premature Rupture of Membrane 4.Kisaran angka tersebut adalah 18. Tingkat kelahiran mati di seluruhdunia menurun 14.4.14 –3. SLE.2 per 1000 kelahiran (Barfield. autoantibodi. infeksi ibu.64 juta (berkisar ketidakpastian. infeksi janin. jumlah global diperkirakan saat dilahirkan adalah 2. 2. Pada tahun 2009.2009).2002). dan kausa dari plasenta (Cunningham.1 bayi lahir mati per 1000 kelahiran pada tahun1995-18.82 juta jiwa. Angka ini mengalami penurunan pada tahun 2009.Pada tahun 2005.kematian ibu. Penyebab dari janin bisa berasal dari cacat genetik atau malformasikongenital mayor.Ketuban pecah secara mendadak (abruption) 3. Resiko tingginya angka kematian yang berkaitan dengan faktor maternal kebanyakan berupa jarak 15 bulan kehamilan dari persalinan terakhir dan usia ibu hamil di atas 40 tahun.5% dari 22. . Patofisiologi dan Tanda-Gejala Intra Uterine Fetal Death Sesuai dengan etiologi dari kematian janin dalam rahim atau Intra UterineFetal Death (IUFD).Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Depkes RI tahun 2003 (POGI.Perlukaan cord 2. hipertensi kehamilan hingga preeklampsia-eklampsia. dan cacat lahir non kromosom(Silver. Epidemiologi Intra Uterine Fetal Death (IUFD) Janin saat ini dipandang sebagai pasien yang menghadapi resiko mortalitasdan morbiditas yang cukup serius. data dari Laporan Statistik Vital Nasional menunjukkan tingkat nasional AS kelahiran mati rata-rata 6. yaitu sejumlah 14. 2009). Kondisi kesehatan janin memiliki kontribusi tertinggi dalam mengakibatkan mortalitasperinatal (39%) dibandingkan dengan faktor maternal (5. Dari penyebab maternal yang berakibat IUFD antara lain faktordiabetes tidak terkontrol. 2007).Faktor Plasenta 1. A.1%).2005). Secara epidemiologi. angka insidensikematian janin di seluruh dunia diperkirakan mencapai rentang 2. gestasi multipel.14-3820000).2006) mengenai kegagalan yang terjadi selama masa kehamilan. Patogenitas. kausa dari ibu.3.

Rubella dan Parovirus B19 merupakan salah satu agen palingteratogenik yang diketahui. 2003). 2007). semakin buruk kemungkinan janin untuk dapat hidup didalam uterus. anemia hemolitik. usia 13-14minggu berjumlah 54 %. Semakin parah morbiditas dan virulensi dari infeksiyang diderita janin. trauma pada umbilikus. Beberapa dari kelainan tersebut antara lainneural-tube defect .Sitomegalovirus lebih banyak menyebabkan infeksi dan kecacatan perinataldibandingkan dengan hambatan perkembangan dan pertumbuhan janin intrauterin. 2009 . defek susunan syaraf pusat. Toxoplasma. 2005). penyebab terseringnya adalahkarena faktor janin itu sendiri. Infeksi CMV menyebabkan mikrosefalus. 2005).Malformasi kongenital mayor merupakan adanya kelainan kromosomautosom. Malformasi kongenital mayor ini merupakan kelainan genetis yang mengancam hidup janin dan mengganggu kerja organ-organ vital (Silver. infeksi janin.hidrosefalus. ikterus. dan lainnya (Nybo-Andersen. hepatosplenomegali. 2009).Adanya infeksi virus Rubella dan Parovirus ini akan menyebabkan gangguantumbuh kembang janin intra uterin yang berakibat pada kegagalanperkembangan jantung. 2005 . Suparman. 1. insufisiensiplasenta.Cunningham. infeksi Streptococcus grup A dan Streptococcus grup B. 2004). perdarahan fetomaternal. malaria.dan cacat lahir non kromosom (Cunningham. Beberapa infeksi janin yang dapat membahayakan janin antaralain infeksi TORCH (CMV. ruptur uterina. dan semacamnya(Korteweg. retardasi mental- motorik. dan lain-lain. hidrops dan lain-lain. dan pada akhir trimester kedua sebanyak 25%. vasa previa. .Infeksi janin merupakan kausa yang konsisten dengan tingkatkegawatdaruratan janin. 2007. hepatitis.Kausa Janin Dari 25 – 40% kasus kematian janin. Salmonelosis atau demamtifoid. Rubella). trombositopenia. Kausa pada janin tersebut mencakup cacatgenetik atau malformasi kongenital mayor. hingga gangguan pembekuan darah dan syok (Silver.hambatan pertumbuhan janin.defisit sarafsensori.antifosfolipid. gestasi multipel. Faktor-faktor kausa dariplasenta berupa adanya ruptura plasenta prematur.hemoglobinopati. anemia. hingga sindromaanti-fosfolipid (Cunningham. penyakit jantung kongenital. Lembar. Sekitar 80% wanita hamil terinfeksi rubella danruam selama 12 minggu akan mengalami infeksi kongenital.