You are on page 1of 10

Posted on April 9, 2010by Fadhil Almasyhur

Dalam mempelajari Biosistematika ada 4 hal penting yang perlu diketahui. Keempat
hal itu yaitu: pengenalan, pertelaan, penggolongan, pengkajian kekerabatan.

Pengenalan, merupakan penentuan atau pendeterminasian semua jenis tumbuh-
tumbuhan yang ada di dunia. Untuk keperluan ini biasanya para ahli melakukan hal:
menciptakan sistem tata nama yang universal, menyusun berbagai macam kunci
determinasi, menghimpun koleksi specimen acuan dll.

Pertelaan merupakan penyajian data yang lengkap dan teratur. Penyajian data ini
dapat merupakan suatu karangan seperti: monografi suku kangkung-kangkungan
(Convolvulaceae), flora pulau jawa, revisi marga Durio, siklopedia tumbuh-
tumbuhan ekonomi, buku pangan tentang sifat-sifat semai atau penyerbukan dan
pembuahan, pertelaan tanaman yang baik untuk sayur atau tanaman hias, daftar
tanaman penghasil minyak atsiri dll.
Klasifikasi merupakan pengelompokan berdasarkan kesamaan sifat ciri yang dimiliki
oleh suatu organisme. Sistem klasifikasi yang tersusun hendaknya dapat
mencerminkan jauh dekatnya hubungan kekerabatan atau dengan memata-matai
jalan bekerjanya evolusi, yang juga merupakan hal yang keempat yang perlu
diketahui

Dalam melakukan tahap pengenalan maka kita hendaknya mengetahui sifat ciri
suatu organisma. Sifat ciri mengacu pada bentuk, susunan, kelakuan tumbuhan yang
dapat digunakan untuk membanding, mendeterminasi, menginterpretasi atau
memisahkan suatu tumbuhan dari yang lainnya. Sifat ciri yang dapat digunakan
sebagai bukti taksonomi adalah morfologi, anatomi, sitologi, embriologi, fisiologi,
fitokimia, dsb.

Morfologi

Ciri morfologi sering digunakan karena sifat ciri ini begitu banyak, mudah terlihat
jika dibandingkan sifat ciri lainnya.

Misalnya:

– Tinggi pohon 5 meter atau 70 meter

beringgit. SITOLOGI Sitologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk sel. Dalam botani sistematika biasa diberi pengertian sempit yaitu hanya meliputi bahan inti saja. bulu kasar – Warna tajuk/ mahkota lembayung atau kuning. – Bentuk sel epidermis. Hasil pengamatan anatomi daun maka kedua kelompok dapat dibedakan pada tingkat varietas. ada tidaknya satelit dan jumlah kromosom. – Bentuk daun jantung sungsang. Khususnya bentuk dan jumlah kromosom serta kelakuan kromosom pada meiosis. – Lapisan kutikula – Trikoma – Tipe ikatan pembuluh. – Jumlah lapisan palisade. Anatomi Ciri anatomi digunakan untuk memperkuat ciri morfologi atau bila secara morfologi suatu jenis masih meragukan maka digunakan ciri anatomi. tetapi dari morfologi bunga sulit dibedakan. Contoh pada anggrek Rananthera coccinea sebetulnya ada dua kelompok yang berbeda secara morfologi daun. . bercangap atau lainnya lagi. letak sentromer. Untuk bukti taksonomi biasanya dibandingkan kariotipe. yaitu keadaan kromosom pada tingkat metafase daripada proses mitosis yang meliputi: sifat-sifat panjang kromosom. Misalnya: – bentuk dan kerapatan stomata.– Pinggir daun mungkin rata.

Pada kelompok ini bisa decending seri dari 6-5 sedangkan 6-7-8-9 adalah ascending seri.Ukuran kromosom mantap untuk masing-masing jenis. Spermatophyta sebagai berikut: Organisme Ciri Shizophyta Thallophyta Bryophyta Tubuh Talus Talus Peraliha talus→k Jml sel penyusun Ekaseluler ekaseluler→ tubuh multisel Belum jelas multiselular Difrensiasi sel adanya inti Inti dan dan plastida inti jelas. Jumlah kromosom yang tidak beraturan. Secar garis besar terdapat tiga macam jumlah kromosom: 1. Adanya kelipatan jumlah kromosom sehingga terjadi deret poliploid Contoh: Taraxacum (Compositae) 2n = 16. 40. Jumlah kromosom bervariasidari n (jumlah haploid atau jumlah satu set kromosom) = 2 untuk Haplopappus gracilis (Compositae/Asteraceae) sampai n = 631 Ophioglosum reticulatum (tumbuhan paku). Dalam deret ini 8 merupakan kromosom dasar yang ditandai dengan x. Sedangkan tumbuhan berkayu mempunyai ukuran kromosom yang lebih kecil dari pada tumbuhan terna sekerabat. anatomi dll dari tingkat Schizophyta s. Pada Dryopteris jenis jenis yang ada merupakan kelipatan jumlah dasar kromosom gamet (x = 41) : 82. Jumlah kromosom yang sama untuk seluruh anggota golongan Contoh : Pinus n = 12. Sampai sekarang kira-kira baru 10 % dari seluruh tumbuhan yang ada yang sudah diperiksa secara sitologi.d. bisa bertambah atau berkurang satu demi satu jika dibanding jumlah dasar haploidnya disebut aneuploid. Pada contoh ini 6 adalah kromosom dasar. 123. 164. 32. Pada monokotil ukurannya lebih besar daripada dikotil. jelas Alat plastida . 24. Jumlah kromosom semua individu dalam satu jenis umumnya sama kecuali pada jenis jenis tertentu. Contoh: Clarkia. 1. 48. 1. Beberapa perubahan-perubahan yang terjadi pada struktur tumbuhan dari ciri morfologi.

perdu atau Terna. Bermacam- . beraneka ragam / tdk ada aseksual dan seksual aseksua sebagian. pohon Batang Tegak lurus.perdu. semak pohon . seksual belum ada. ada perkembangbiakan sebagian (calon individu sudah rizoid baru) Aseksual rizoid ada semaca Pergiliran keturunan Belum ada sumbu talus ada berkas s memanjang Akar – tanpa berkas pembuluh ada “semac Batang – pengangkutan daun Daun – – belum ada m Bunga – – – Buah – – – Biji – – – Divisi Tumbuhan Spermatophyta dibedakan menjadi 2 anak divisi yaitu Tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup Tumbuhan Ciri Tumbuhan biji terbuka Tumbuhan biji Tertutup Habitus Semak.

daun bercabang-cabang macam. bercabang-cabang. berupa inti sperma (inti selalu mengadakan pertumbuhan generatif) yg tdk bergerak menebal sekunder. batang berkambium. Tersusun dari sporofil plus bagian-bagian membentuk strobilus yg lain ♀ dan ♂ Makrosporofil (daun buah) makrosporofil (daun buah) dengan membentuk badan yg bakal biji (makrosporangium yg disebut putik dengan bakal tampak menempel padanya biji di dalamnya (tidak tampak) makro dan mikrosporofil terpisah Mak ro dan mikrosporofil (benang sari) terpisah atau anemogami terkumpul pada satu bunga serbuk sari jatuh pd bakal biji Autogami. hidrogami. aktif Berkas pembuluh pengangkut ada yg berkambium. bunga jarang berdaun lebar. atau tidak jarang bersifat Penyerbuka majemuk Tunggal atau n majemuk dengan sistem pertulangan komposisi yg tidak banyak beraneka ragam Sel kelamin ragamnya Jantan Beraneka sistem bunga sesungguhnya pertulangan Anatomi belum ada. zoidiogami jarak waktu dr penyerbukan→pembuahan Serbuk sari jatuh pada bakal panjang putik berupa spermatozoid yg masih jarak waktu dr bergerak aktif penyerbukan→pembuahan pendek akar. ada yg kolateral terbuka tdk . anemogami. sporofil terpisah-pisah atau Bunga ada.

Salak ‘Gondok’: Kulit buah coklat kemerahan. Salak ‘Maong’: Kulit buah coklat kemerahan dengan bercak-bercak putih yang oleh petani salak disebut “maong” atau jamuran. Daging buah putih kekuningan. rasa buah manis harum seperti buah nangka. Salak ‘Nangka’: Kulit buah coklat kemerahan. ada yg menebal sekunder. Salak ini juga diberi nama salak “getih” (darah) karena daging buah yang merah. rasanya manis seperti gula pasir. warna. Salak ‘Nanas’: Kulit buah coklat kemerahan. daging buah putih. daging buah putih kekuningan. rangkaian daun. daging buah putih kekuningan. Salak ‘Boni’: Kulit buah coklat kemerahan. rasa sepet. A. daging buah merah seperti buah “boni” (Antidesma bunius Spreng) yang masak. jumlah duri.) Mogea. daging buah putih kekuningan. 3. ada yg tdk berkas pembuluh pengangkut ada yg kolateral terbuka. karakter buah yang meliputi: warna sisik atau kulit buah. daging buah yang putih kekuningan dan rasa buahnya manis seperti nanas. Salak ‘Sepet’: Kulit buah coklat kemerahan. kolateral tertutup. bau buah harum seperti bunga “gondok” atau bunga cempaka. oleh penduduk sering disebut salak “toris” yaitu orang asing yang mempunyai kulit bule atau salak “mangku” yaitu seorang rohanian Hindu yang memakai pakaian adat putih. D. B. Salak ‘Putih’: Kulit buah putih. 2. aroma. . Salak ‘Gula pasir’: Kulit buah coklat kehitaman. ada yg bikolateral xilem terdiri atas trakea dan Xilem terdiri atas trakeida saja trakeida Floem tanpa sel-sel pengiring floem dg sel-sel pengiring Salah satu contoh tentang penelitian biosistematik: kajian kultivar salak bali “Salacca zalacca varietas amboinense (Becc.” Berdasarkan tinggi tanaman. daging buah putih kekuningan. C. rasa manis. dan rasa daging buah petani salak Sibetan membedakan salak Bali menjadi 12 macam nama salak yaitu: 1. 4.

E. oleh penduduk disebut “pada”. Salak ‘Cengkeh’: Kulit buah warna coklat kemerahan. Tinggi tanaman a. salak “nyuh” mempunyai pelepah daun seperti pohon “nyuh” atau pohon kelapa. 4 – 7 m + + + + + + + + 2. 40 – 73 cm + + + + + + + + 4. daging buah putih kekuningan. daging buah putih kehitam-hitaman seperti “injin” atau beras ketan hitam. Panjang tangkai daun 0. 4 – 6 m + + + + + + + + 3. 12.5 m sehingga sering pula disebut salak ‘Kate’. 30 – 35 cm – – – – – – – – b. Panjang daun a. 0.5 – 1 m. 11. Salak ‘Nyuh’: Kulit buah merah kecoklatan. Tinggi tanaman yaitu 1 – 1. daging buah warna putih kekuningan dan agak keras. 1 –1. Tabel Ciri morfologi salak Bali Nama Salak Ciri Nns Ngk Mao Pth Gpr Gdk Spt B 1.5 – 1m – – – – – – – – b. Jumlah duri sedikit. Salak ‘Pada’: Kulit buah merah kecoklatan. Salak ‘Injin’: Kulit buah merah kecoklatan. Panjang anak daun a. Panjang daun hampir sama satu dengan lainnya. rasa seperti cengkeh.5 m – – – – – – – – b. Jumlah duri – – – – – – – – pada . daging buah putih kekuningan. 10.

putih kekuningan + + + + + + + – . ada + + + + + + + + 6. putih b. Merah kecoklatan dengan bercak – – – + – – – – putih – – + – – – – – c.tangkai daun a. putih – – – – – – – + dengan garis – – – – + – – – hitam – – – – – – – – d. 38 – 60 duri b. Merah b. Duri halus pada bagian adaksial a. putih c. Kulit buah a. 70 – 138 duri + + + + + + + + 5. Daging buah a. Merah kecoklatan + + – – + + + + 7. tidak ada – – – – – – – – Ad b.

‘Putih’ 1 1 1 1 1 0 0 0 1 5 ’Gula 0 0 0 0 0 0 0 1 . Manis seperti gula – – – + – – – – b. Pth = ‘Putih’. ’Nanas’ 1 1 1 1 1 0 1 0 1 2 ’Nangk 0 0 0 0 0 0 0 0 . a’ 1 1 1 1 1 0 1 0 1 3 ’Maong 0 0 0 0 0 0 0 0 . Nyh = ‘Nyuh’. pasir’ 1 1 1 1 1 0 1 0 0 6 ’Gondo 0 0 0 0 0 0 0 0 . Ijn = ‘Injin’ + = Ciri tersebut terdapat pada salak yang bersangkutan – = Ciri tersebut tidak terdapat pada salak yang bersangkutan. ’Sepet’ 1 1 1 1 1 0 1 0 1 . Ngk = ‘Nangka’. Gdk = ‘Gondok’. 8. Rasa daging buah a. Tabel Data matriks ciri morfologi salak Bali N Nama o Salak Ciri Morfologi atau Nilai A B C D E 1 1 1 1 1 F1 A B C D E F2 G1 G2 2 2 2 2 2 F3 G3 G4 1 0 0 0 0 0 0 0 0 . k’ 1 1 1 1 1 0 1 0 1 7 0 0 0 0 0 0 0 0 . Pad = ‘Pada’. Mao = ‘Maong’. Manis + + + – + + + + Keterangan: Nns = ‘Nanas’. Spt = ‘Sepet’. Ckh = ‘Cengkeh’. ’ 1 1 1 1 1 1 0 0 1 4 0 0 0 0 0 1 0 0 . Bon = ‘Boni’. Gpr = ‘Gula pasir’.

H1 H2 = rasa buah salak manis seperti “gula pasir” & manis. Angka 0 = ciri morfologi tersebut tidak didapatkan pada salak yang bersangkutan. Angka 1 = ciri morfologi tersebut terdapat pada salak yang bersangkutan. B1 B2 = panjang daun 0. G1 G2 G3 G4 = daging buah salak merah. eh’ 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 .40 – 0.73 m. merah kecoklatan. ’Injin’ 1 1 1 1 1 0 1 1 0 Keterangan: A1 A2 = tinggi perawakan 1 – 1.5 m & 4 – 7 m. 8 0 0 0 0 0 0 1 0 . putih kekuningan. F1 F2 F3 = warna sisik buah putih. D1 D2 = jumlah duri pada tangkai daun 38 – 60 & 70 – 138 . E1 E2 = ada tidaknya duri pada adaksial tangkai daun. C1 C2 = panjang helai daun 0.35 m & 0. merah kecoklatan dengan bercak putih. ’Nyuh’ 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 . ’Boni’ 1 1 1 1 1 0 1 0 0 9 ’Cengk 0 0 0 0 0 0 0 0 . .5 – 1 m & 4 – 6 m. putih dengan garis hitam.30 – 0. putih. ’Pada’ 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 .