You are on page 1of 10

OPERASI CAISAR MENURUT HUKUM ISLAM

A. Latar Belakang
Dengan semakin pesatnya perkembangan sain dan teknologi
hingga dewasa ini, seolah-olah “wajah dunia” dengan segala
fasilitasnya menjanjikan akan segala-galanya. Hal tersebut
merupakan “keniscayaan” karena memang setiap manusia
senantiasa dituntut kreatif untuk melahirkan “karya-karya sosial
fundamental” seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
Terlepas dari suatu istilah sosial yang sudah sangat populer di
kalangan masyarakat dengan sebutan kini “zaman modern”, yang
jelas bahwa konsekuensi sosial dari kematangan dan kemampuan
manusia (ilmuan) melahirkan “rekayasa-rekayasa sosial” dengan
sendirinya akan secara langsung melahirkan dampak-dampak,
efek-efek sosial berdimensi positif sekaligus negatif.
Dengan demikian pada hakekatnya rekayasa – hasil karya
manusia itu sendiri dihadapkan kepadanya untuk selanjutnya lebih
“jeli dan pintar” memilih sekaligus melakukan “jihad-jihad” dalam
upaya meminimalisasikan dominasi efek-efek sosial negatif di
tengah kehidupan global. Kalau perlu bagaimana segala sesuatu
yang dirasa tidak ada manfaat sosialnya, bahkan sangat boleh jadi
mudharat sosial jelas adanya sedapat mungkin dihindari dalam
kehidupan ini.
Salah satu pertanda kemajuan hasil rekayasa sain dan teknologi
khususnya bidang medis kedokteran sampai hari ini, yang
sesungguhnya tengah berjalan dan bahkan lebih banyak diminati
terutama dari kalangan kaum hawa ibu-ibu atau dara-dara hamil
kategori mampu secara finansial, yaitu melalui Operasi Caisar
(disingkat OC). Minat dan kecenderungan wanita atau isteri-isteri
orang kaya terutama “wanita karir” di berbagai kota-kota besar
(mungkin juga di pelosok daerah) tak terkecuali di Indonesia untuk

akan tetapi ia tidak menginginkan melahirkan melalui rahim secara alamiah. Jadi Operasi Caisar dapat dikatakan sebagai upaya melakukan pembedahan perut terhadap ibu hamil agar bayi yang dikandungnya dapat keluar (selamat) atau lahir. bahkan jika operasi dilakukan secara efektif bisa resiko kematian sekitar 1 dalam 11. sehingga melahirkan tawaran fikiran-fikiran bagaimana sebenarnya menurut hukum Islam seperti bahasan berikut ini. Pengertian dan Macam-macam Operasi “Operasi dalam sebutan bahasa Inggrisnya “operation” berarti pembedahan atau bedah tubuh/badan. Sedangkan kata “caisar” berasal dari bahasa latin yang berarti “memotong”. bagi penulis masih merasa perlu selanjutnya lebih memahami kiat-kiatnya dalam praktek OC ini.melahirkan bayi melalui OC cukup pesat hingga dewasa ini. Demikian juga sebaliknya sangat boleh jadi operasi yang dilakukan oleh tim medis terhadap wanita normal kandungannya. karena bayi tidak dapat dilahirkan melalui jalan seperti umumnya (vagina) atau lewat pintu rahim ibu secara alamiah. Memperhatikan realitas sosial tersebut. karena dari segi pandangan dunia kedokteran (ahli medis) bahwa OC cukup merupakan salah satu cara melahirkan secara aman.500 operasi. dan menurut istilah (kedokteran) ialah irisan di bagian bawah perut dan menembus bagian bawah rahim.000 operasi. B. Operasi atau Bedah Caisar . dan bayi diambil melalui irisan itu.tingkat resiko kematian (kegagalan) berkisar 1 dalam 2. setelah itu diperbaiki (ditutup kembali) dengan jahitan secara teliti dan rapi. Hal tersebut tidak lebih besar resiko dari angka pada kelahiran bayi melalui vagina atau melahirkan bayi secara normal. Klasifikasi Operasi a.

b. . dan sendok kanan yang dapat ditempatkan dalam rongga panggul kanan. Dapat mempengaruhi awet muda. Forceps Nagele. Operasi terlaksana dalam waktu singkat. Ekstraksi Forceps. yaitu: a. terdiri dari sendok kiri yang mempunyai kunci-kunci yang dapat ditempatkan dalam rongga panggul sebelah kiri. bahkan kecenderungannya berlaku acuh terhadap ibunya dan kurang pengabdiannya. ibu kembali bisa sadar seperti semula sambil menunggu beberapa hari kemudian bekas operasi sembuh total. 4. Jadi secara medis OC ada sisi-sisi positifnya antara lain sebagai berikut: 1. 2. yaitu: 1. Resikonya kecil ketimbang melahirkan secara alamiah. Sebagaimana diketahui bahwa zaman dahulu kebanyakan ibu-ibu hamil yang akan melahirkan melalui tim medis operasi. yang terdiri dari tiga jenis. Sebaliknya secara psikologis melahirkan melalui OC ada dampak negatif yang susah dielakkan yaitu hubungan antara ibu dan anak (sejak bayi hingga dewasa) tidak semesra ibu yang melahirkan secara alami. Masa penyembuhan lebih cepat dibanding dengan melahirkan secara alamiah. yaitu melakukan persalinan dengan memakai sendok khusus. leher sendok dan ganggang sendok. 3. biasanya diberi pembiusan total dan beberapa jam setelah bayi dapat dikeluarkan. Operasi-operasi Persalinan Dengan Anak Hidup Jenis operasi seperti ini ada tiga bentuk yang dapat dilakukan. Akan tetapi dengan melalui operasi caisar seperti sekarang ini yang lebih banyak diminati secara umum lebih aman bagi bayi dan sekaligusmemungkinkan sang ibu menyaksikan kehadiran bayinya dan menimangnya. Masing-masing sendok tersebut mempunyai daun sendok.

Forceps Piper.2 atsmosfer dan dipertahankan selama 2 menit. Penarikan dilakukan . mencegah timbulnya pendarahan pada otak bayi dan supaya timbulcaput succedaneum. Panggul tidak boleh terlalu sempit. Pembuka (alat-alat harus lengkap) 2. Anak/bayi hendaknya hidup 6. Forceps Kielland. 2. Titik yang ada pada Cup sedapat-dapatnya menunjukkan ke U2 kecil. c. Setelah itu. dan Cup hendaklah agak besar supaya tidak mudah lepas. Ketuban harus pecah (atau dipecahkan dulu) 3. Adapun syarat-syarat untuk melakukan ekstraksi dengan forceps agar tidak membahayakan sang ibu dan anak (bayi) adalah sebagai berikut: 1. Kepala harus bisa dipegang oleh forceps 5. yaitu Cup dilicinkan dengan minyak kemudian dimasukkan ke dalam jalan lahir diletakkanpada kepala anak. Vakum Ekstraksi (tindakan0 bukan operasi) Dalam operasi ini seorang dokter atau bidan menyediakan sebuah vakum melalui suatu Cup pada kepala bayi secara perlahan-lahan untuk menghindari kerusakan pada kulit kepala. kemudian diturunkan lagi sampai 0. mempunyai perbedaan dengan forceps nagele yaitu tidak mempunyai lengkung panggul sehingga tidak terikat pada satu belah panggul saja. tiga jari dimasukkan ke dalam jalan lahir untuk mengarahkan tarikan vakum.75 atsmosfer. Adapun teknik operasi ini sama seperti operasi ekstraksi forceps. b. Ukuran terbesar kepala harus sudah melewati pintu atas panggul 4. Dengan dua jari Cup ditekan pada kepala bayi sambil seorang asisten medis dengan perlahan-lahan memompakan vakum sampai ke tekanan 0. Jari telunjuk dan tengah diletakkan pada bagian tengah dari Cup. adalah sendok sebagai alat operasi melahirkan yang tidak mempunyai lengkung kepala dan lengkung perineum. Kuncinya mungkin digeser antara kedua daun sendok.

kadang-kadang dilakukan pada anak atau pada kepala yang ketinggalan dalam rahim setelah dikapitasi. Setelah kepala keluar. suhu lebih dari 380. Syarat untuk melakukan operasi tersebut antara lain: sang ibu tidak berpenyakit jantung atau paru-paru. dan mengecilkan tengkorak kemudian disusul dengan ekraksi. ketika sang ibu disuruh mengedan. maka tidak dilakukan perforasi. tetapi jika dapat dilahirkan setelah mati dengan spontan. Said HM Sketsa Operasi Caisar Menurut Hukum Islam mati. Bahkan merupakan suatu keharusan yang mendesak untuk tetap dilakukan. Perforasi adalah operasi yang dilakukan pada anak mati dengan letak kepalanya sebagai sasaran. atau dilakukan dorongan pada fundus uteri dengan penarikan forceps. Cup dilepaskan dengan menghilangkan vakum. oedema jalan lahir. sang ibu dan bayi yang dikandungnya). panggul sempit dan primi tua. letak kepala yang abnormal. C. Operasi-operasi untuk melahirkan anak yang telah mati (meninggal dalam kandungan) (bukan operasi). Operasi seperti ini dikenal dengan sebutan “embriotomi” dilakukan pada bayi mati jika persalinan tidak dapat berlangsung spontan. Operasi Caisar Menurut Hukum Islam Sesungguhnya operasi apapun bentuknya yang akan dilakukan oleh dokter ahli. Hal ini sesuai dengan penerapan dari sebuah kaidah ushul fiqh yang artinya . sehingga tidak menimbulkan bahaya terhadap pasien yang dioperasi. c. maka selama itu pula tidak boleh ada pihak-pihak yang dapat melaranganya. yaitu membuat lobang pada tengkorak bayi yang 26 Muh. bidan (tim medis) dalam upaya penyelamatan nyawa manusia (pasien. yang umumnya sering disebut sebagai alasan “demi kemaslahatan”. Dan operasi ini terdiri dari dua bagian.

sesuai maksud beberapa ayat al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 185 dan 286 serta dalam surat al-Thalaq ayat 7. maka melakukan perbuatan tersebut dibolehkan. karena menyelamatkan nyawa dari kebinasaan lebih diutamakan dan merupakan kewajiban. Semua ayat tersebut menegaskan bahwa menjalankan ketentuan Allah tidak lebih hanya sekedar kemampuan manusia itu sendiri. dan apa sesungguhnya yang dijadikan sebagai alasan fundamental? Kalaulah dilakukan OC oleh tim medis atas dasar alasan satu- satunya jalan alternatif terakhir yang harus dilakukan demi keselamatan sang ibu dan sang bayi dari kandungan. Maksudnya manakala dalam suatu keadaan sangat memaksa. bahwa yang penting harus diperhatikan secara mendalam dan sekaligus mengundang jawaban adalah mengapa OC hingga dapat dilakukan? atau mengapa wanita masa kini (sebahagian) lebih cenderung untuk melahirkan dengan melalui penanganan OC. Ayat-ayat tersebut juga menegaskan bahwa menjalani OC di kala mendapat halangan melahirkan secara alami atau lewat rahim adalah diperbolehkan bahkan wajib. Sehubungan dengan khususnya OC ini dengan sketsa pemahaman seperti yang telah dikemukakan.“kemudharatan-kemudharatan itu dapat memperbolehkan larangan-larangan (keharaman)”. yakni suatu keadaan yang mengharuskan seseorang untuk melakukan (dalam hal ini OC) sesuatu yang pada hakekatnya mungkin dilarang. Termasuk juga dalam hal melahirkan yaitu tidak dipaksa melalui vagina bilamana kondisinya tidak memungkinkan bagi ibu yang akan melahirkan atau berakibat fatal bagi ibu dan anak yang akan lahir. maka upaya tersebut sangat didukung oleh hukum Islam. karena apabila tidak demikian mungkin akan menimbulkan suatu mudharat pada dirinya (sang ibu atau sang bayi). Lain halnya kalau ibu hamil sesungguhnya sangat boleh jadi dapat .

maka nilai bakti anak akan berkurang bahkan cenderung tidak ada bila anak besar”. karena jelas adanya dampak negatif terutama hubungan antara anak dengan orang tua. Bersyukurlah . dimana kasing sayang anaknya tidak begitu besar kepada ibunya. Memahami dasar tersebut. bisa awet muda. maka melahirkan melalui OC perlu pertimbangan-pertimbangan yang serius. Menurut seorang ahli jiwa Perancis. aman. Akan tetapi pada akhirnya memberikan dampak baik secara psikologis maupun secara sosial.melahirkan secara alamiah. Thomas Albert juga berpendapat “seorang ibu kalau normal kandungannya lebih baik melahirkan melalui vagina saja. dan seandainya terpaksa disebabkan oleh beberapa kesulitan. akan tetapi dengan berbagai alasan menyebabkan ia rela untuk melakukan OC. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Perintah berbakti kepada kedua orang tua yang digambarkan dalam al-Qur’an surat Luqman ayat 14 yang artinya: “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya. dan menjalani OC bagi wanita yang mampu (biaya) dengan berbagai alasan (tanpa rasa sakit. Teknologi OC positif adanya. cepat sembuh dan sebagainya) mungkin dapat juga dikatakan positif. maka operasi salah satu jalan keluarnya. maka dalam hal tersebut ada ketegasan menurut hukum Islam yang perlu diperhatikan. demikian juga cintanya bahkan pengabdiannya tidak sebaik anak yang lahir secara alami”. Namun dampak psikologisnya hubungan ibu dengan anak terutama dalam hubungan kehidupan yang akan datang setelah anak besar. Ibu yang takut melahirkan dengan rasa sakit (alamiah). mengatakan bahwa: “Melahirkan dengan susah payah adalah keharusan bagi seorang ibu.

2 Salah satu misalnya dalam hal tersebut yang mungkin merupakan hasil temuan penelitian terbaru akhir-akhir ini yang dilakukan oleh pakar Universitas Tel Aviv-Israel tentang Penggunaan Helm yang telah mereka modifikasi sedemikian rupa. hanya kepada-Ku lah kamu kembali”. daripada memilih melalui OC yang prospek pengaruhnya sesaat dan mengundang orientasi sosial negatif. salah satunya karena disebabkan ketika ibu (orang tua) sangat susah melahirkan. Kesimpulan Perkembangan dan kemajuan teknologi kedokteran merupakan “sunnatullah” dan sangat diperlukan dalam pemanfaatannya. Menunjukkan bahwa munculnya kewajiban berbakti seorang anak kepada orang tuanya. Pemanfaatan OC bagi ibu hamil yang akan melahirkan. sehingga pengaruh . kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. dibolehkan menurut hukum Islam bila satu-satunya jalan alternatif terakhir. membesarkan. Pemanfaatan segala sesuatunya harus pula senantiasa mengacu kepada aturan yang Maha Kuasa disamping memperhatikan kemaslahatan individual dan sosial. memelihara. 3 : 189-191. Melahirkan secara alamiah lebih “berkah” daripada melahirkan melalui OC meskipun berbagai alasan yang dapat dipertimbangkan. Dengan demikian lebih baik menurut hukum Islam mengutamakan melahirkan secara alamiah. D. Endnotes : 1 Baca dan pahami secara analisis realitas QS. dan mendidiknya sampai menjadi orang yang dewasa. yang sesungguhnya punya prospek pengaruh positif menentukan.

Hendrawan Nasedul. 7Operasi seperti itu dengan biaya yang tidak semua orang dapat menjangkaunya. 1987. 360. Bina Ilmu. 78. 12Baca. 6 Derek Liywellyn Jones. Ibu dan Melahirkan. dan Heri. 406.. p. Jakarta: PT. p. 17. dan untuk memutar kepala dan mengadakan feksi kepala. tt. 1997. tarikan tidak terlalu berat. 39-43. Umumnya banyak dilakukan oleh wanita karir.. 1996. Op. 5John M. Di Balik Praktek Dokter. dan Sulchan Yasim. 3 Baca. 1988.cit. Gramedia. 262. Bina Ilmu. 48. p. 360. Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Unpad. p. tanggal 18 Juni 2005). (Sabtu: Berita RCTI pukul 05. Bersalin Model Zaman Maju.penggunaan alat tersebut yang dilakukan 15 menit dalam setiap hari sampai berturut-turut 6 bulan. Cup bisa dipasang sekalipun pembukaan jalan lahir belum lengkap pada ketujuh pintunya. Bandung: Elemen. p. keuntungan dari vakum ekstraksi ini antara lain: Cup dapat dipasang waktu kepala masih agak tinggi. para artis yang tujuannya antara lain hanya demi menjaga agar tubuh tetap indah dan awet muda dan sebagainya. Ostetri Fisiologi. 270. p. 7: 55. 1989. Jakarta: PT. Surabaya: Cipta Karya. Jakarta: Delapratasa. 17. Op.. 1981. Jakarta: PT. p. p.cit. QS. Setiap Wanita. Bina Ilmu. p. 10Baca.45 pagi. 4Hendrawan Nadesul.. Kamus Praktis Bahasa Indonesia. dan bagi orang yang daya pendengarannya kurang akan menjadi terang. Jakarta: PT. Kamus Inggris Indonesia. 11Ibid. 9Hendrawan Nasedul. edisi 10. p. 8Derek Liywellyn Jones. tidak perlu diketahui posisi kepala dengan pasti sebab bisa dipakai pada belakang kepala. dapat meningkatkan daya kecerdasan seseorang hingga 20%. . Echlos. Loc.cit. dkk. Imam .

654. Nomor 189. 10 Desember 1998. 1975/1976. Rahman. 133. 86. Al-Qur’an dan Terjemahannya. p. edisi 2. 1976. 1997. p. 14 Baca. Depag RI. 15Baca.13Muhlis Usman. p. Kaidah-kaidah Ushuliyah dan Fiqhiyah. Jakarta: Bulan Bintang. . Qaidah-qaidah Fiqih. edisi 1. 4. Februari 1996. Proyek Pengadaan Kitab Suci al-Qur’an Pelita II.. Raja Grafindo Persada. p. p. Harian Republika. Jakarta: PT. dan Asjmuni A. dan Majalah Kedokteran. 34.