You are on page 1of 16

Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah

Disusun Oleh :
Muhammad Alvin Prabu Agung
0616 4051 2539
2 APE

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2016

Gambarkan Struktur Organisasi Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah ! 3....Soal 1.. Dikirimkan ke alamat email : Eman7640@Yahoo. Gambarkan Dan Jelaskan Alur Dokumen Penganggaran Sampai Dengan Pelaksanaan Anggaran.Com ..Pdf.SEMANGATTTTT MENGERJAKAN... Alat bantu bisa menggunakan file powerpoint yang telah diberikan.......... Gambarkan Proses Pembayaran LS dan UP/UG/TU ! Petunjuk Kerja Lihat PP 58 tahun 2005 dan Permendagri 13 tahun 2006. Dikirim Lewat Email + Dijadikan . Penjelasan mengenai rangkaian dokumen ada di PP 58 tahun 2005. Gambarkan Struktur Organisasi Pengelola Keuangan Daerah Pada SKPD ! 2....Com / Gmail.... ! 4.. Jelaskan dengan menggunakan Pasal & Ayat yang ada. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 1 .....

Berdasarkan Permendagri 13 tahun 2006 Pasal ayat (2). Kepala daerah selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah kepala daerah melimpahkan sebagian atau seluruh SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 2 . f.menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah.menetapkan bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran.Jawab 1. Kepala daerah mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan daerah. b. dan h.menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik daerah.menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran.menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBD. e.menetapkan kebijakan tentang pengelolaan barang daerah. d. Wewenang Pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dapat diuraikan menjadi beberapa.menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan daerah. diantaranya: a. Berdasarkan Permendagri 13 tahun 2006 Pasal 5 ayat (3). g. dimulai dari Kepala Daerah (Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah) selaku kepala pemerintah daerah yang memegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. c. Bagan Struktur Organisasi Pengelolaan Keuangan SKPD Penjelasan yang bisa saya jabarkan mengenai Struktur Organisasi Pengelolaan Keuangan SKPD.menetapkan kuasa pengguna anggaran/pengguna barang.

memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). dan memberikan persetujuan pengesahan DPA-SKPD. c. d. Selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah bertanggung jawab atas pelaksaaan tugasnya kepada kepala daerah. Berdasarkan Permendagri 13 tahun 2006 Pasal 6 ayat (2) sekretaris daerah mempunyai tugas koordinasi di bidang:\ a. Kemudian membahas mengenai Sekretaris daerah selaku Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah Jabatan sekretris daerah selaku koordinator adalah terkait dengan peran dan fungsi sekretaris membantu kepala daerah dalam memyusun kebijakan dan mengkoordinasikan penyelengaraan urusan pemerintahan daerah termasuk pengelolaan keuangan daerah. e. kepala SKPD selaku pejabat pengguna anggaran/pengguna barang. kepala Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah (SKPKD) selaku Pejabat Pengelola Keuangan (PPKD) . melaksanakan tugas-tugas koordinasi pengelolaan keuangan daerah lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah. Selanjutnya. dan pertanggung jawaban serta pengawasan keuangan daerah kepada: a. dan pejabat pengawas keuangan daerah. d. c. Dalam melaksanakan tugasnya kepala pejabat pengelola keuangan daerah bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui koordinator pengelola keuangan. sekretaris daerah selaku koordinator pengelola keuangan daerah. memberikan persetujuan pengesahan DPA-SKPD/DPPA-SKPD. tugas-tugas pejabat perencana daerah. dan f. Berdasarkan SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 3 . b. dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. PPKD. dan c. penyusunan rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD.kekuasaannya berupa perencanaan. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang daerah. Kepala satuan kerja pengelolaan keuangan daerah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD. Koordinator pengelolaan keuangan daerah bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kepada kepala daerah Sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah dalam konteks penyusutan pelaksanaan dan penatausahaan keuangan daerah mempunyai tugas koordinasi di bidang penyusutan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan APBD. penyusunan Raperda APBD. dan e. menyiapkan pedoman pelaksanaan APBD. b. penyusunan laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Saya akan membahas Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) selaku Bendahara Umum Daerah (BUD). perubahan APBD. penatausahaaan. Selain tugas-tugas sebagaimana dimaksud koordinator pengelolaan keuangan daerah juga mempunyai tugas: a. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan APBD. b. pelaksanaan. pelaporan. menyiapkan pedoman pengelolaan barang daerah. dan bentuk kekayaan daerah lainnya serta bertindak sebagai Bendahara Umum Daerah. menyiapkan pedoman pelaksaaan APBD.

PPKD dalam melaksanakan fungsinya selaku BUD berwenang: a. PPKD bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada kepala daerah melalui sekretaris daerah. Penunjukan kuasa BUD ditetapkan dengan keputusan kepala daerah. menyimpan uang daerah. menyusun laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. f. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah. menyiapkan SPD. b. melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah. b. dan I. melaksanakan fungsi BUD. c. melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum daerah. k. melaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah. memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas daerah. melakukan pengendalian pelaksanaan APBD. menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan keuangan daerah. Kepala PPKD selaku Pengelola APBD mempunyai tugas sebagai berikut: a. menyiapkan anggaran kas. f. d. menerbitkan SP2D. e. melaksanakan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. b. menyusun rancangan APBD dan rancangan Perubahan APBD. mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD. c. PPKD selaku BUD menunjuk pejabat di Iingkungan satuan kerja pengelola keuangan daerah selaku kuasa BUD. Kuasa BUD mempunyai tugas: a. melaksanakan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah. i. h. g. g. mengesahkan DPA-SKPD/DPPA-SKPD. menyusun kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD. melakukan penagihan piutang daerah. menyajikan informasi keuangan daerah. dan f. melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola/menatausahakan investasi daerah. j. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 4 . c. i. melaksanakan pemungutan pajak daerah. menyimpan seluruh bukti asli kepemilikan kekayaan daerah. d.Permendagri 13 tahun 2006 Pasal 7 ayat (1). e. d. Selain itu juga. melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah. e. melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah. menetapkan SPD. memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh bank dan/atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk. h. dan j.

menyajikan informasi keuangan daerah. b. apabila mempunyai anggaran tersendiri dalam hal ini dokumen pelaksana anggaran satuan kerja perangkat daerah (DPA-SKPD). Melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran f. f. Mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD yang dipimpinnya m. c. menyusun rancangan APBD dan rancangan Perubahan APBD. Menyusun RKA-SKPD b. Melaksanakan anggaran SKPD yang dipimpinnya e. Menandatangani SPM i. Melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja d. d. melaksanakan pemungutan pajak daerah. Melalukan pemungutan penerimaan bukan pajak g. Kepala satuan kerja perangkat daerah sebagai pengguna anggaran bertanggung jawab atas tertib panatausahaan anggaran yang dialokasikan pada satuan kerja yang dipimpinnya. Mengadakan ikatan atau perjanjian kerja sama dengan pihak lain dalam batas anggaran yang telah di tepakan h. Mengelola barang milik daerah atau kekayaan daerah yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya k. badan. Menyusun DPA-SKPD c.13 Tahun 2006 pada Pasal 9 bahwa PPKD dapat melimpahkan kepada pejabat lainnya dilingkungan SKPKD untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut: a. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan SKPD yang dipimpinnya l. melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian jaminan atas nama pemerintah daerah. Selanjutnya saya membahas Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah. Mengelola utang dan piutang yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya j.yang telah di atur oleh Permendagri No. melakukan pengendalian pelaksanaan APBD. kepala satuan kerja perangkat daerah disebut pengguna anggaran. dan g. kepala lembaga teknis. Adapaun Kuasa BUD bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada BUD. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 5 . camat. Dalam konteks penyusunan palaksanaan dan penatausahaan. sekretaris DPRD. Melaksanakan tugas-tugas pengguna anggaran atau pengguna barang lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah n. dan lurah. e. melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada kepala daerah melalui sekretaris daerah. pengguna anggaran mempunyai tugas dan wewenang (Permendagri 13 tahun 2006 Pasal 10) antara lain: a. Kepala satuan kerja perangkat daerah terdiri dari kepala dinas. sekretaris daerah.

Pejabat pengguna anggaran/pengguna barang dalam melaksanakan tugasnya dapat melimpahkan sebagian kewenangannya kepada kepala unit kerja pada SKPD selaku kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang. Pengguna Anggaran/Barang (Kepala SKPD) adalah pejabat yang dilimpahkan sebagian atau seluruh kekuasaan oleh kepada daerah dalam mengelola penggunaan anggaran/barang. Selanjutnya membahas mengenai Kuasa pengguna anggaran yang merupakan kepala unit pada SKPD atau jabatan setingkat dibawah kepala SKPD dan merupakan penanggung jawab program. Kuasa pengguna anggaran pada Sekretaris daerah adalah asisten dan kepalah biro/bagian. Bagan Struktur Organisasi Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah Menurut Permendagri 13 tahun 2006 Pasal 5 ayat 3. Tugas Pejabat Pengguna Anggaran sudah dirincikan pada pembahasan sebelumnya. Pejabat pelaksanaan teknis kegiatan c. Pejabat kuasa pengguna anggaran b. Bendahara 2. Pejabat piñata usaha keuangan d. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 6 . Pada badan/lembaga teknis adalah kepala bidang. Pada dinas adalah sub-din dan kepala bagian. Dalam melaksanakan tugasnya kepala SPKPD sebagai pengguna anggaran melimpahkan dan di bantu oleh: a.

jumlah anggaran pendapan.kepala bagian) adalah sebagai pejabat pelaksanaan teknis kegiatan. SPP-GU. Menyiapkan SPM e. Melaksanakan akuntasi SKPD dan SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 7 . 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah tidak diatur tugas dan wewenang kuasa pengguna anggaran sehingga tugas dan wewenang KPA berdasarkan pelimpahan wewenang dari pengguna anggaran. Penunjukan PPTK berdasarkan pertimbangan kompetensi jabatan. Melakukan verifikasi harian atas penerimaan f. Penunjukan kuasa pengguna anggaran dilaksanakan oleh kepala daerah berdasarkan usul Kepala SKPD selaku pengguna anggaran. PPK-SKPD dilaksanakan oleh pejabat ka-sub keuangan. lokasi dan rentang kendali. Melakukan verufikasi SPP d. disebut pejabat penatausahaan keuangan SKPD (PPK-SKPD). kepala SKPD menetapkan pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD. PPTK diberi wewenang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidan tugasnya. Pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri No. Meliputi kelengkapan SPP-LS pengadaan barang dan jasa b.UP. Kuasa pengguna anggaran bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada pengguna anggaran.bapabilah pada organisasi SKPD tersebut belum terdapat jabatan kasubag keuangan maka ditunjuk pejabat yang akan melaksanakan fungsi tersebut.kepala bidang. Meneliti kelengkapan SPP. beban kerja. dan pertimbnagn objektif lainnya. Dibawah Kuasa Pengguna Anggaran.SPP-TU dan SPP-LS gaji dan tunjangan PNS serta penghasilan lainnya yang diajukan oleh bendahara pengeluaran c. Selanjutnya ada juga yang dinamakan Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD. PPTKbertanggung jawab kepada pejabat pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. Pejabat pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran dalam melaksanakan program dan kegiatan menunjuk pejabat pada SKPD selaku pejabat pelaksanaan teknis kegiatan mempunyai tugas yang telah diatur di Permendagri 13 tahun 2006 pasal 12 ayat (5) antara lain: a) Mengendalikan pelaksanaan kegiatan b) Melaporkan pengembangan pelaksanaan kegiatan c) Menyimpan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan PPTK ditetapkan oleh pengguna anggaran dengan mempertimbangkan usul dari kuasa pengguna anggaran. Dalam rangkah melaksanakan wewenang atas penggunaan anggaran yang dimuat dalam DPA-SKPD. Pengguna anggaran yang tidak melimpahkan kewenangannya kepada kepala unit pada SKPD sebagai kuasa pengguna anggaran maka kedudukan kepala unit kerja (kepala biro subdin. PPK SKPD Mempunyai tugas yang diatur oleh Permendagri 13 tahun 2006 pasal 13 ayat (2) antara lain: a. terdapat Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK).

bendahara penerimaan/pengeluaran tersebut wajib memberikan surat kuasa kepada pejabat yang ditunjukkan untuk melakukan penyetoran dan tugas-tugas bendahara penerimaan atas tanggung jawab bendahara penerimaan yang bersangkutan atau untuk melakukan pembayaran dan tugas- tugas bendahara pengeluaran atas tanggung jawab bendahara pengeluaran yang bersangkutan dengan diketahui kepala SKPD. belanja bagi hasil.menyimpan menyetor. belanja bantuan keuangan. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran dalam melksanakan tugasnya dapat dibantu oleh bendahara penerimaanpembantu dan bendahara pengeluaran pembantu dan beberapa pembantubendahara untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi. Dalam hal bendahara penerimaan/pengeluaran berhalangan. Pada setiap SKPD sebagai pengguna anggaran ditunjukan bendahara pengeluaran. Bendahara pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjukkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. dan PPTK. Selanjutnya lagi membahas mengenai Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran. Apabila melebihi 3 (tiga) hari smpai selama-lamanya 1 (satu) bulan. Pada Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah khusus belanja bunga. belanja takterduga. Menyiapkan laporan keuangan SKPD PPK-SKPD dilarang menerapkan sebagai pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan Negara. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran dilarang membuka rekening/giro pos atau menyimpan uang pada milik pemerintah daaerah pada bank atau lembaga keuangan lainnya atas nama pribadi. Bendahara penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima. g. dan bertanggung jawab secara administrasi kepada kepala SKPD sebagai pengguna anggaran.akuntansi dan penyesuaian laporan keuangan sehingga PPK SKPD mempunyai tugas yang sama dengan bagian keuangan dan akuntansi pada perusaahaan (bisnis). b. dan penegluaran pembiayaan ditunjuk satu bendahara pengeluaran sehingga untuk mengelola DPA SKPD pada suatu kerja pengelolaan keuangan daerah dilakukan oleh dua bendahara pengeluaran. belanja bantuan sosial. belanja subsidi. Apabila pada SKPD tersebut terdapat sumber penerima daerah maka ditunjuk bendahara penerimaan. Kepala daerah atas usul PPKD menetapkan bendahara peneriamaan dan bendahara pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pada SKPD. Apabilah melebihi 1 (satu) bulan sampai selama-lamanya 3 (tiga) bulan harus ditunjuk beberapa penerimaan/pengeluaran dan diadakan berita acara serah terima. belaanja hibah. Berdasarka tugas tersebut tugas dari PPK SKPD yaitu melakukan verifikasi.menata usaha dan mempertanggung jawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran secara fungsional bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada BUD. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 8 . bendahara.maka: a.

Apabilah bendahara penerimaan/pengeluaran sudah 3 (tiga) bulan belum juga dapat melaksanakan tugas. maka dianggap yang bersangkutan telah mengundurkan diri atau berhenti dari jabatan sebagai bendahara penerimaan/pengeluaran dan oleh karena itu segera diusulkan penggantinya. 3.c. Alur Dokumen Penganggaran Sampai Dengan Pelaksanaan Anggaran SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 9 .

RPJMD berisikan penjabaran dari visi. KUA dan PPAS disusun oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah. misi. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 10 . Pembahasan KUA dan PPAS dilakukan oleh TAPD bersama panitia anggaran DPRD dan paling lambat telah disepakati pada akhir bulam juni tahun anggaran berjalan. TAPD menyiapkan rancangan surat edaran kepala daerah tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD sebagai acuan kepala SKPD dalam menyusun RKA-SKPD. format RKA-SKPD. Pada kali ini saya akan mengenai Alur Dokumen Penganggaran Sampai Dengan Pelaksanaan Anggaran (mengikuti isi yang ada pada PP No. Selanjutnya Kepala Daerah mengajukan KUA dan PPAS kepada DPRD paling lambat pertengahan Bulan Juni tahun anggaran berjalan untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD tahun anggaran berikutnya. PPA.58 tahun 2005). dan dokumen sebagai lampiran meliputi KUA. Rancangan KUA dan PPAS disampaikan oleh Sekda kepada Kepala Daerah paling lambat pada minggu pertama bulan Juni.Berdasarkan pedoman penyusunan RKA-SKPD kepala SKPD menyusun RKA-SKPD Dalam rangka penyusunan RKA-SKPD.RKA-SKPD disusun dengan menggunakan beberapa pendekatan. Dilanjutkan penyusunan Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Selanjutnya penyusunan RKA-SKPD Berdasarkan nota kesepakatan KUA dan PPAS. batas waktu penyampaian RKA-SKPD kepada PPKD. analisis standar belanja dan standar satuan harga. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. dan program kepala daerah yang penyusunannya berpedoman kepada RPJP Daerah dengan memperhatikan RPJM Nasional dan standar pelayanan minimal yang ditetapkan oleh pemerintah. Tahap Penganggaran Dimulai dari dibuatnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun. belanja. Rancangan Surat Edaran Kepala Daerah tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD mencakup:prioritas pembangunan daerah dan program/kegiatan yang terkaita lokasi plafon anggaran sementara untuk setiap program/kegiatan SKPD. Pada PP No.58 Tahun 2005 Pasal 32 ayat (1) Pemerintah daerah menyusun RKPD yang merupakan penjabaran dari RPJMD dengan menggunakan bahan dari Renja SKPD untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah. kode rekening APBD. Dan juga penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS merupakan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD. Hasil kesepakatan dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditanda tangani antara kepala daerah dengan pimpinan DPRD dalam waktu bersamaan.

Penyempurnaan hasil evaluasi dilakukan kepala daerah bersama dengan Panitia Anggaran DPRD. Selanjutnya mengenai Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran RAPBD telah diatur pada Pasal 47. Kepala daerah menyampaikan peraturan daerah tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD kepada Menteri Dalam Negeri bagi provinsi dan gubernur bagi kabupaten/kota selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah ditetapkan. Rancangan peraturan daerah provinsi tentang APBD yang telah disetujui bersama DPRD dan rancangan peraturan gubernur tentang penjabaran APBD sebelum ditetapkan oleh gubernur paling lambat 3 (tiga) hari kerja disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi. Keputusan pimpinan DPRD dijadikan dasar penetapan peraturan daerah tentang APBD. Selanjutnya proses Penetapan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD Rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD yang telah dievaluasi ditetapkan oleh kepala daerah menjadi peraturan daerah tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD. Hasil evaluasi kemudian disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri kepada gubernur selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari terhitung sejak diterimanya rancangan dirnaksud. Gubernur menyampaikan hasil evaluasi yang dilakukan atas rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentang APBD dan rancangan peraturan bupati/walikota tentang penjabaran APBD kepada Menteri Dalam Negeri. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 11 . sebagai landasan penyusunan RAPBD kepada DPRD. Penetapan rancangan peraturan daerah tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD dilakukan selambat¬lambatnya tanggal 31 Desember tahun anggaran sebelumnya. Pemerintah Daerah bersama dengan DPRD . Rancangan peraturan daerah provinsi tentang APBD yang telah disetujui bersama DPRD dan rancangan peraturan gubernur tentang penjabaran APBD sebelum ditetapkan oleh gubernur paling lambat 3 (tiga) hari kerja disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi. membahas prioritas dan plafon anggaran sementara untuk dijadikan acuan bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah.Rancangan kebijakan Umum APBD yang telah dibahas kepala daerah bersama DPRD dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD yang disepakati menjadi Kebijakan Umum APBD. Berdasarkan kebijakan umum APBD yang telah disepakati dengan DPRD. untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD. Kemudian dilanjutkan dengan Penyusunan APBD diawali dengan penyampaian kebijakan umum APBD sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Hasil evaluasi atas rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD ditetapkan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri untuk APBD provinsi dan keputusan gubernur untuk APBD kabupaten/kota.

DPA-SKPD yang telah disahkan disampaikan kepala SKPD yang bersangkutan. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 12 . harus disetorkan kembali.  Lembar 2 diterima oleh Bendahara Pengeluaran-SKPD. selanjutnya untuk mengisi saldo uang persediaan akan menggunakan SPP-GU. terdiri atas:  Lembar 1 diterima oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu-SKPD. Proses selanjutnya yaitu Pejabat pengguna anggaran menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD (DPA-SKPD) yang merupakan dokumen memuat pendapatan dan belanja setiap SKPD yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh pengguna anggaran. PPKD Selanjutnya Bendahara pengeluaran mengajukan SPP (Surat Perintah Pembayaran) kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPK-SKPD). muncullah anggaran kas yang disiapkan oleh Kuasa BUD. SPD digunakan untuk menyediakan dana bagi tiap-tiap SKPD dalam waktu tertentu. Kemudian. PPKD mengesahkan rancangan DPA-SKPD dengan persetujuan sekretaris daerah. GU.  Lembar 3 sebagai arsip PPKD selaku BUD Pihak Terkait: Kuasa BUD. Pengajuan SPP-UP hanya dilakukan sekali dalam setahun. dan TU dilampiri dengan daftar rincian rencana penggunaan dana sampai dengan jenis belanja. Tahap Pelaksanaan Surat Penyediaan Dana (SPD) adalah dokumen yang menyatakan tersedianya dana untuk melaksanakan kegiatan sebagai dasar penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP). apabila terjadi pengeluaran yang sedemikian rupa sehingga saldo UP tidak akan cukup untuk membiayainya. DPA tersebut disetujui oleh koordinator pengelolaan keuangan daerah dan di sahkan oleh PPKD selaku BUD. Setelah proses DPA. SPD yang diterbitkan terdiri atas 3 lembar. Informasi dalam SPD menunjukkan secara jelas alokasi tiap kegiatan. Pengajuan SPP UP. SPP memiliki 4 jenis yang terdiri dari:  SPP Uang Persediaan (SPP-UP) Dipergunakan untuk mengisi uang persediaan (UP) tiap-tiap SKPD. DPA-SKPD digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh kepala SKPD selaku pengguna anggaran/barang. kepada satuan kerja pengawasan daerah. (3) Kepala SKPD menyerahkan rancangan DPA-SKPD yang telah disusunnya kepada PPKD paling lambat 6 (enam) hari kerja setelah pemberitahuan. Diajukan ketika UP habis.  SPP Ganti Uang (SPP-GU) Dipergunakan untuk mengganti UP yang sudah terpakai. Tim anggaran pemerintah daerah melakukan verifikasi rancangan DPA- SKPD bersama-sama dengan kepala SKPD yang bersangkutan Berdasarkan hasil verifikasi.  SPP Tambahan Uang (SPP-TU) Dipergunakan hanya untuk memintakan tambahan uang. Jumlah dana yang dimintakan dalam SPP-TU ini harus dipertanggungjawabkan tersendiri dan bila tidak habis. dan BPK selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal disahkan. SPD dibuat oleh BUD (Bendahara Umum Daerah) dalam rangka manajemen kas daerah.

SPM juga dibedakan menjadi 4 (empat) sesuai dengan jenis SPPnya. Bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan (UP/GU/TU) kepada kepala SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat 10 bulan berikutnya. Sebagai tahap lanjutan. SP2D atau Surat Perintah Pencairan Dana adalah surat yang dipergunakan untuk mencairkan dana lewat bank yang ditunjuk setelah SPM diterima oleh BUD. serta pengeluaran pembiayaan Selanjutnya Proses penerbitan SPM atau Surat Perintah Membayar adalah tahapan penting dalam penatausahaan pengeluaran yang merupakan tahap lanjutan dari proses pengajuan SPP. SPP-LS Gaji dan Tunjangan 2. Waktu pelaksanaan penerbitan SP2D: 1. Bantuan dan Tak Terduga. SPP-LS dikelompokkan menjadi: 1. dan SPM-LS. Apabila ditolak. Pengeluaran yang diminta tidak melebihi pagu anggaran yang tersedia 2.  SPP Langsung (SPP-LS) Dipergunakan untuk pembayaran langsung kepada pihak ketiga dengan jumlah yang telah ditetapkan. artinya satu SP2D hanya dibuat untuk satu SPM saja. Hibah. Pihak terkait Bendahara Pengeluaran PPK-SKPD Pengguna Anggaran SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 13 . yaitu SPM-UP. SPM-TU. SPP-LS Belanja Bunga. Didukung dengan kelengkapan dokumen sesuai dengan peraturan perundang-undangan Waktu pelaksanaan penerbitan SPM: Diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari sejak SPP diterima. Diterbitkan paling lambat 2 hari sejak SPM diterima. dan Apabila ditolak. SPM- GU. dikembalikan paling lambat 1 (satu) hari sejak diterima SPP. Pihak Terkait Kuasa BUD Pengguna Anggaran Bendahara Pengeluaran SKPKD Selanjutnya SPJ (surat Pertanggungjawaban Pengeluaran). 2. SPM dapat diterbitkan jika: 1. Pihak Terkait PPK-SKPD Pengguna Anggaran Selanjutnya. SP2D adalah spesifik. dikembalikan paling lambat 1 hari sejak diterima SPM. SPP-LS Barang dan Jasa 3.

PPTK (pptk sejajar dengan bendahara pengeluaran/pimpinan program) menyiapkan dokumen. Menerbitkan SPD PPKD selaku BUD 4. Menerbitkan SP2D Kuasa BUD 9. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 14 . Proses Pembayaran LS dan UP/UG/TU Telah di Atur di PP No. Pengajuan SPM-UP/GU/TU & SPM-LS Kepala SKPD 8. Pengajuan SPP-UP/GU/TU/LS Bendahara Pengeluaran 7. Mengesahkan DPA-SKPD & Anggaran Kas PPKD 3. Menerima & menyetor penerimaan SKPD Bendahara Penerimaan 5.58 Tahun 2005 Pasal 92.  PROSES PENCAIRAN DAN PEMBAYARAN LS (PEMBAYARAN) 1. PPTK mengajukan SPP-LS melalui pejabat penatausahaan keuangan pada SKPD kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya tagihan dari pihak ketiga. Pertanggungjawaban Dana (SPJ) Kepala SKPD 4. Memberi persetujuan pengesahan DPA-SKPD SEKDA 2. Penyiapan dokumen SPP-LS PPTK 6.Berikut Tabel Pelaksanaan & Penatausahaan untuk mempermudah dalam mengingat : No Uraian Keterangan 1.

Bendahara pengeluaran yang memeriksa kwitansi atau bukti transaksi apakah ada kesalahan (ada coretan. Kuasa BUD menerbitkan SP2D atas SPM yang diterima dari pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran yang ditujukan kepada bank operasional mitra kerjanya. Kemudian dibawa ke BUD 5. Permintaan pembayaran dilakukan melalui penerbitan SPP-LS. Tanggung jawab penuh = PPTK & Pejabat pengguna anggaran Yang memverifikasi yaitu PPK-SKPD & Bendahara Pengeluaran Apabila ada kesalahan pada SPM maka yang dipanggil PPK-SKPD & Bendahara Pengeluaran. BUD memverifikasi SPM dan membuat surat perintah pencairan dana. 4.  PROSES PENCAIRAN DAN PEMBAYARAN LS (PEMBAYARAN) Bendahara Pengeluaran mengajukan SPP-UP/SPP-GU/SPP-TU kepada pejabat pengguna anggaran/pengguna barang atau kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang melalui PPK-SKPD Permintaan pembayaran dilakukan melalui penerbitan SPP-UP. Pejabat Pengguna Anggaran menandatangi SPM.uang persediaan/ganti uang/tambahan uang kepada kuasa BUD dengan menerbitkan SPM-UP/SPM-GU/SPM-TU. SPP-GU. tidak ada cap. Diserahkan ke bank 6. 2. PPK-SKPD yang memverifikasi SPP-LS dan membuat SPM. Kemudian Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran mengajukan permintaan . 3. tidak ada materai dan lain-lain). dan SPP-TU. Dan mengajukan ke kuasa pengguna anggaran (KPA). Bank mencairkan uang langsung ke pihak ketiga. SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 15 .