You are on page 1of 9

ETIKOLEGAL DALAM PRAKTIK KEBIDANAN

TENTANG

STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN

Dosen Pengampu : Evi Soviaty
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan

Disusun Oleh:
1. Desi Monica
2. Nindy Indriani
3. Siti Ii Wulan
4. Utih Nurhayati

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN
TAHUN AJARAN 2014/2015

.............. Rumusan Masalah............................. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.......................................................... penulis mengharapkan demi kesempurnaan makalah ini dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua........ kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu penyusunan tulisan ini............................................ Semoga Allah SWT memberkati kita semua............ iii BAB I PENDAHULUAN............................................................ Ruang Lingkup Standar Kebidanan.................................................................................... Latar Belakang..................................... 2 C........ 3 .......................................................................................................... Akhir kata................................................................................. i KATA PENGANTAR.................................................................................................. Selain itu penyusun berharap tulisan ini dapat menjadi dasar pengantar dan pemenuhan materi perkuliahan Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat sangat membangun................... 2 BAB II TINJAUAN TEORI........ 1 B........... 2 D... Tujuan Penulisan................................. 3 I.... Penyusun berharap tulisan ini bisa memberikan wawasan luas untuk memahami tentang Etikolegal............... ii DAFTAR ISI................. Manfaat Penulisan................................. KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan..... 1 A.......................................................................

... 7 A.. melindungi konsumen....................... Standar Pelayanan Nifas………………………………………………………......................A... 3 C....................... LATAR BELAKANG Standarisasi merupakan sarana penunjang yang sangat penting artinya sebagai salah satu alat yang efektif dan efisien guna menggerakkan kegiatan organisasi........ dalam meningkatkan produktifitas dan menjamin mutu produk dan / atau jasa. 5 E............. Standar Pelayanan Umum.. ............................... (Djoko Wijono....................................... Standar Pelayanan Kebidanan………………………………………………… 4 D............. Standar Pelayanan Antenatal.. tenaga kerja. misalnya kebutuhan akan pengorganisasian ..................... menyusun rencana pelatihan dan pengembangan kurikulum pendidikan............................................ dan masyarakat baik keselamatan maupun kesehatannya... sehingga dapat mingkatkan daya saing. Kesimpulan........... Standar Penanganan Kegawatan Obstetri dan Neonatal…………………….. 6 BAB III PENUTUP.... 7 BAB I PENDAHULUAN A........................... Saran................................... maka berbagai kekurangan yang berkaitan dengan hal-hal tersebut akan ditemukan sehingga perbaikannya dapat dilakukan secara lebih spesifik. 1999 : 623)........... 7 B..................................... Standar ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai pelayanan........ Selain itu.. peralatan dan obat yang diperlukan.............. mekanisme.................................. Ketika audit terhadap pelaksana kebidanan dilakukan.... Standar pelayanan kebidanan dapat pula digunakan untuk menentukan kompetensi yang diperlukan bidan dalalm menjalani praktek sehari-hari............... standar pelayanan dapat membantu dalam penentuan kebutuhan operasional untuk penerapannya ....... 3 B..........

Mahasiswa mampu mengetahui tentang ruang lingkup standar pelayanan kebidanan 2. Untuk mengetahui tentang ruang lingkup standar pelayanan kebidanan 2. B. Mahasiswa mampu mengetahui tentang standar pelayanan kebidanan BAB II TINJAUAN TEORI RUANG LINGKUP STANDAR KEBIDANAN Ruang lingkup standar kebidanan meliputi 24 standar yang dikelompokkan sebagai berikut: 1. Standar Pelayanan Antenatal (6 standar) . Apa saja ruang lingkup standar pelayanan kebidanan ? 2. Apa saja standar pelayanan kebidanan ? C. (Djoko Wijono. RUMUSAN MASALAH 1. TUJUAN PENULISAN 1. MANFAAT PENULISAN 1. 1999 : 623). Salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan perorangan di puskesmas adalah kepuasan pasien. Untuk mengetahui tentang standar pelayanan kebidanan D. Standar Pelayanan Umum (2 standar) 2.

Bidan meninjau scr teratur cat tsb untukmenilai kinerja dan penyusunan rencana kegiatan untuk meningkatkan pelayanannya B. menghindari kebiasaan yang tidak baik dan mendukung kebiasaan baik  Standar 2 : Pencatatan dan Pelaporan Persyaratan standar : Bidan melakukan pencatatan semua kegiatan yang dilakukan. STANDAR PELAYANAN ANT ENATAL Terdapat enam standar pelayanan  Standar 3 : Identifikasi Ibu hamil Persyaratan standar : Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untukmemberikan penyuluhan dan memotivasi ibu. Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri-neonatal (9 standar) A. STANDAR PELAYANAN UMUM Terdapat dua standar pelayanan  Standar 1 : Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat Persyaratan standar : Bidan memberikan penyuluhan dan nasehat kepada perorangan. gizi. Standar Pelayanan Nifas (3 standar) 5. Disamping itu bidan hendaknya mengikutsertakan kader untuk mencatat semua ibu hamil dan meninjau upaya masy yg berkaitan dg ibu dan BBL. yaitu registrasi. Standar Pertolongna Persalinan (4 standar) 4. termasuk penyuluhan umum. rincian yan yg diberikan kpd setiap ibu hamil/bersalin/nifas dan BBL. KB. kesiapan dalam menghadapi kehamilan dan menjadi calon orang tua. Semua ibu hamil diwilayah kerja. keluarga dan masyarakat terhadap segala halyang berkaitan dengan kehamilan. semua kunjungan rumah dan penyuluhan kpd masy. 3. suami dan anggota masyarakat agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilan sejak dini secara teratur .

penganan dan atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku  Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan Persyaratan standar : Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsia lainnya. di samping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk. nasehat dan penyuluhan kes serta tugas terkaitlainnya yg diberikan oleh puskesman. khususnya anemia. bagian terendah janin dan masuknya kepalajanin ke dalam rongga panggul. Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini. Bidan harus mencatat data yang tepat pada setiapkunjungan Bila ditemukan kelainan. suami serta keluarganya pada trimester ketiga. C.  Bidan juga hrs mengenal resti/kelainan. kemudian memberikan . PMS/infeksi HIV. untuk mencari kelaianan serta melakukan rujukan tepat waktu  Standar 6 : Pengelolaan Anemia pada Kehamilan Persyaratan standar : Bidan melakukan tindakan pencegahan. penemuan. untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik. Pemeriksaan meliputi anamnesa dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangung normal. bidan harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan merujukuntuk tindakan selanjutnya  Standar 5 : Palpasi Abdomen Persyaratan standar : Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksamamelakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan. serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknnya  Standar 8 : Persiapan Persalinan Pernyataan standar : Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil. bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat. Pernyataan standar : Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah mulai.hipertensi.  Standar 4 : pemeriksaan dan pemantauan antenatal Persyaratan standar : Bidan memberikan sedikitnya 4 x pelyanan antenatal. dan bilaumur kehamilan bertambahmemeriksa posisi. STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN Terdapat empat standar dalam standar pertolongan persalinan  Standar 9 : Asuhan Persalinan Kala I.memberikan pelayanan imunisasi. kurang gizi.

Pernyataan standar : Bidan memberikan pelayanan selama masa nifas melalui kunjungan rumah pada hari ketiga. selama proses persalinan berlangsung. serta melakukan tindakan yang diperlukan. diikuti dengan penjahitan perineum.  Standar 11 : Penatalaksanaan Aktif Persalinan Kala Tiga.  Standar 14 : Penanganan Pada Dua Jam Pertama Setelah Persalinan. STANDAR PELAYANAN NIFAS Terdapat tiga standar dalam standar pelayanan nifas  Standar 13 : Perawatan Bayi Baru Lahir.  Standar 10 : Persalinan Kala II Yang Aman. Di samping itu. untuk membantu proses pemulihan ibu dan bayi melalui penanganan tali pusat yang benar. asuhan dan pemantauan yang memadai. dengan sikap sopan dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat. dengan memperhatikan kebutuhan klien.  Standar 12 : Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi. menemukan kelainan. Pernyataan standar : Bidan melakukan pemantauan ibu dan bayi terhadap terjadinya komplikasi dalam dua jam setelah persalinan. kebersihan . bidan memberikan penjelasan tentangan hal-hal mempercepat pulihnya kesehatan ibu. Pernyataan standar : Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap. dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk memperlancar persalinan.  Standar 15 : Pelayanan Bagi Ibu Dan Bayi Pada Masa Nifas. serta memberikan penjelasan tentang kesehatan secara umum. minggu kedua dan minggu keenam setelah persalinan. Pernyataan standar : Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman. dan membantu ibu untuk memulai pemberian ASI. D. penemuanan dini penanganan atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas. Bidan juga harus mencegah atau menangani hipotermia. dan melakukan tindakan atau merujuk sesuai dengan kebutuhan. Pernyataan standar : Bidan memeriksa dan menilai bayi baru lahir untuk memastikan pernafasan spontanmencegah hipoksia sekunder. Pernyataan standar : Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yang lama.

perorangan. Serta merujuk dan atau memberikan pertolongan pertama. E. Pada Tri-mester III Pernyataan standar : Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala perdarahan pada kehamilan. pemberian ASI.  Standar 17 : Penanganan Kegawatan Pada Eklamsia. Pernyataan standar : Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala eklamsia mengancam. imunisasi dan KB. serta melakukan pertolongan pertama dan merujuknya.  Standar 19 : persalinan dg penggunaaan Vakum Ekstraktor Pernyataan standar : Bidan mengenali kapan diperlukan ekstraksi vakum. Di bawah ini dipilih sepuluh keadaan gawat darurat obstetri-neonatal yang paling sering terjadi dan sering menjadi penyebab utama kematian ibu/bayi baru lahir. makanan bergizi. perawatan bayi baru lahir. di sini ditambahkan beberapa standar penanganan kegawatan obstetri-neonatal.  Standar 16 : Penanganan Perdarahan Dalam Kehamilan. STANDAR PENANGANAN KEGAWATAN OBSTETRI DAN NEONATAL Di samping standar untuk pelayanan kebidanan dasar ( antenatal.  Standar 18 : Penanganan Kegawatan Pada Partus Lama/Macet Pernyataan standar : Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala partus lama/macet serta melakukan penanganan yang memadai dan tepat waktu atau merujuknya. persalinan dan nifas). Seperti telah dibahas sebelumnya.melakukannya secara benar dalammemberikan pertolongan persalinan dengan memastikan keamnannya bagi ibu dan janin  Standar 20 : Penanganan Retensio Plasenta Pernyataan standar : Bidan mampu mengenali retensio placenta dan memberikan pertolongan pertama termasuk plasenta manual dan penangan perdarahan sesuai dengan kebutuhan  Standar 21 : Penangan Perdarahan Postpartum Primer Pernyataan standar : Bidan mampu mengenali perdarahan yang berlebuhan dalam 24 pertama setelah persalinan (perdarahan postpartum primer) dan segera melakukan pertolongan pertama untuk mengendalikan perdarahan  Standar 22 : Penanganan Perdarahan Postpartum Sekunder Pern yataan standar: Bidan mampu mengenali secara tepat dan dini tanda serta gejala . bidan diharapkan mampu melakukan penanganan keadaan gawat darurat obstetric-neonatal tertentu untuk penyelamatan jiwa ibu dan bayi.

Untuk menentukan kompetisi yang diperlukan bidan dalam menjalankan praktek sehari-hari. serta melakukan pertolongan pertama atau merujuknya  Standar 24 : Penanganan Asfesia Neonatorum Pernyaan standar : Bidan mampu mengenali dengan tepat bayi baru lahir dengan asfeksia. mengusahakan bantuan medis yang diperlukan dan memberikan perawatan lanjutan. berkaitan dengan parameter yang telah ditetapkan yaitu standar pelayanan kebidanan yang menjadi tanggung jawab profesi bidan dalam sistem pelayanan yang bertujuan untuk meningkatan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat. perdarahan postpartum sekunder. 5. dan melakukan pertolongan pertama untuk penyelamatan jiwa ibu dan atau merujuknya  Standar 23 : Penanganan Sepsis Puerperalis Pernyataan standar: Bidan mampu mengenali secara tepat tanda dan gejala sepsis puerperalis. menyusun rencana pelatihan dan pengembangan pendidikan. . Standar pelayanan kebidanan mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut: 1. Sebagai dasar untuk menilai pelayanan. Standar pelayanan berguna dalam penerapan norma tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan 2. Sebagai pelaksanaan. pemeliharaan. dan penelitian kualitas pelayanan. 4. Melindungi masyarakat 3. serta melakukan resusitasi secepatnya. KESIMPULAN Standar Pelayanan Kebidanan (SPK) adalah rumusan tentang penampilan atau nilai diinginkan yang mampu dicapai. BAB III PENUTUP A.