You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULAN

Meningkatnya kualitas hidup masyarakat menuntut perbaikan dalam oral hiegen dan

meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan gigi dan mulut. Dalam perkembangannya,

masyarakat makin peduli terhadap gigi dan mulai mencari gigi pengganti (gigi tiruan) untuk

menggantikan gigi asli yang telah dicabut. Belakangan, pasien juga menuntut adanya faktor

estetis, perbaikan fungsi secara optimal yang dapat meningkatkan kualitas hidupnya.1

Pembuatan gigi tiruan memerlukan beberapa tahapan yang harus dilakukan dokter gigi

diklinik, dan proses laboratori. Dimulai dari pencetakan, pembuatan model, menyusun gigi,

waxing model, sampai flasking dan curing akrilik untuk basis gigi tiruan.1

Resin akrilik adalah bahan pilihan yang dapat memenuhi estetis, terjangkau, dan mudah

diproses.1 Dalam makalah ini akan dibahas mengenai denture base resin (akrilik) baik mengenai

sifat dan kandungan bahan, proses polimerisasinya, dan cara manipulasi bahan tersebut.

1

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 POLIMER KEDOKTERAN GIGI

Polimer adalah molekul rantai panjang dan luas yang terbentuk dari molekul yang lebih

kecil yang tergabung (disebut monomer). Aksi pembentukan polimer inilah yang disebut dengan

polimerisasi. Akrilik resin dibuat dengan proses polimerisasi free radical addition untuk

membentuk poly methyl methacrylate (PMMA) dengan monomer methyl methacrylate

(MMA).1,2

Gambar 1. Monomer, rantai polimer dan polimer.3

Pada PPMA, masing-masing polimer secara kimia tidak berikatan dengan polimer lain.

Akan tetapi, sifat fisik dan kimia polimer dapat berubah jika untaian polimer ini berikatan satu

sama lain. Ikatan ini dinamakan cross link. Cross link ini dapat terjadi dengan menambahkan

cross linking agent ke dalam monomer sebelum proses polimerisasi. 3

2

polimer di kedokteran gigi terbagi beberapa jenis. ortodonti. Proses polimerisasi monomer dan polimer dengan bantuan cross linking agent. 3 3 . Polimer kedokteran gigi.3 Gambar 3. yang digunakan pada bidang-bidang kedokteran gigi seperti prostodonti (baik yang cekat maupun lepasan).3 Secara garis besar.Gambar 2. prostodonti maksilofasial. konservasi gigi. dan lain-lain.

2 Seperti halnya bahan-bahan lain di kedokteran gigi yang harus mempunyai standar dan syarat yang harus dipenuhi. tidak berasa. kekuatannya cukup adekuat. mudah diperbaiki jika patah. Resin ini digunakan dalam konstruksi gigi tiruan lepasan baik lengkap maupun sebagian.2.4 Tabel 1. dan tidak mengiritasi jaringan mulut. Syarat ideal denture base material. harus stabil secara dimensional.5 4 . resin dental juga harus memenuhi syarat ideal yang harus dipenuhi antara lain : harus dapat memenuhi faktor estetik dimana dalam hal ini harus dapat diwarnai sewarna dengan jaringan mulut dan tidak berubah warna dalam proses pembuatan.. Bahan ini juga dapat digunakan sebagai reline gigi tiruan untuk memperbaiki kedudukannya dan dan untuk reparasi gigi tiruan yang patah. dan mudah dimanipulasi dengan peralatan dental sederhana. tidak berbau.2 DENTURE BASE RESIN Resin akrilik adalah polimer yang memegang peranan penting dalam gigi tiruan lepasan. tidak dapat ditembus dan larut dalam saliva. tahan terhadap abrasi dalam penggunaan normal. non toksik.

sifat bahan aklirik base denture ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 2.3 5 . Secara garis besar. Sifat bahan dental akrilik base denture.

Sifat mekanis resin akrilik 6 .Tabel 3.

3 Bahan yang bereaksi terhadap khemis dinamakan chemical-curing. Ikatan karbon yang terlepas menyebabkan molekul monomer berikatan dengan monomer lain. insiasi (induksi). dan terminasi. 1. propagasi. Polimerisasi ini terbagi atas tiga tahapan yaitu. Addition polimeryzation Addition polimeryzation adalah jenis polimerisasi yang paling umum pada dental material. Ketika radikal bebas dilepaskan. dengan bantuan panas. Satu atom karbon mengikat dua atom hydrogen. proses ini dinamakan terminasi. terdapat dua jenis polimerisasi yaitu : addition polymerization dan condensation polymerization.3 Gambar 4. penambahan bahan kimia.3 7 .Pada saat berpolimerisasi. dan karbon lainnya mengikat satu atom hydrogen dan satu kelompok reaktif yang dinamakan radikal bebas. Radikal bebas menginisisasi proses polimerisasi.1 Radikal bebas ini menginisiasi reaksi dengan membuka ikatan antara dua atom karbon pada monomer. Bahan yang beraksi diaktivasi oleh cahaya dinamakan photo- atau light-curing. self-curing atau auto-polymerizing. Monomer mempunyai dua unit inti karbon yang saling berikatan. bahan yang menggunakan panas untuk menginisiasi reaksi dinamakan heat-curing.2. Setiap hubungan akan meninggalkan radikal bebas dan proses berhubungan satu monomer dengan monomer ini dinamakan propagasi. atau dengan light cure. 2.

43% secara linear. biasanya. Alkohol dapat menyebabkan crazing. air tersebut dibiarkan kembali ke suhu normal. Heat curing akrilik Akrilik ini terdiri dari liquid dan powder dimana kandungan masing-masing liquid dan powdernya sebagai berikut :1.2. Setelah satu jam. Kondensasi silikon paling dikenal. kemudian air tersebut direbus selama satu jam.5 Selama proses polimerisasi. Cold (self-)curing akrilik 8 . tapi tidak terlalu banyak digunakan pada saat ini.6 Proses ini diulangi sampai akrilik berlebih tidak lagi terlihat. ke dalam mould gypsum dilakukan pressing untuk membuang akrilik berlebih.4 B. manipulasi bahan akrilik denture base adalah dengan mencampurkan powder dan liquid dengan perbandingan berat 2. 2 Akrilik jenis ini memerlukan panas untuk berpolimerisasi.5:1 (menjadi “dough” dan dipacking.2 Berdasarkan proses inisisasinya resin dibagi menjadi : A.2. bahan ini mengalami shrinkage sebanyak 7% volume. Komposisi utama bahan akrilik heat curing.5 Salah satu yang sering digunakan adalah dengan merendam flasking pada air.1. dan 0. Perlu diingat bahwa rekomendasi pabrik untuk proses curing ini sangatlah banyak.4 Gambar 5. masing-masing pabrik merekomendasikan siklus curing yang menurut mereka sesuai dengan merk yang mereka jual. Condensation polimeryzation Bahan yang terbentuk oleh reaksi condensation tidak banyak digunakan dalam kedokteran gigi.6 Pada proses mixing.

kecuali proses curing yang diinisiasi oleh tertiary amine dan dapat berpolimerisasi pada suhu ruangan.1 Salah satu bahan lightcure yang tersedia adalah Triad VLP.6 C. dimana aktivasi polimerisasi diiinisisasi oleh sinar (light). relining.2. Hal ini menyebabkan berkurangnya kekuatan bahan dan meningkatkan residual monomer yang tidak terpolimerisasi.2 9 .4 Penggunaannya di kedokteran gigi biasanya digunakan untuk repair.2 Bahan ini tersedia dalam bentuk lembaran. dan rebasing gigi tiruan. Dentsply yang mengandung urethane dimethacrylate resin dan filer silica untuk mempertebal dan memperkuat bahan. dan dipacking dalam plastic bag untuk menghindari cahaya yang dapat menyebabkan polimerisasi premature. sendok cetak individual untuk pencetakan fisiologis. Komposisi bahan akrilik self curing (cold curing)6 Metode ini tidak seefisien proses heat curing. akan tetapi tidak memerlukan bantuan panas dari luar untuk proses curing.1.4 Proses mixing dari akrilik jenis ini sama dengan heat curing.6 Gambar 6. Light curing akrilik Bahan jenis ini lebih banyak dipakai dalam restorative dentistry. karena menghasilkan bahan dengan berat molekul yang lebih rendah. Akrilik jenis ini identik dengan heat curing.

1 Gambar 8. Chemical curing C. bahan yang sering digunakan adalah bahan denture hard lining. Perbandingan proses curing dari akrilik A. Light curing.3 10 .7 Di bidang prostodontia. Kandungan light curing akrilik. untuk rekonstruksi sendok cetak individu atau reparasi gigi tiruan. Heat Curing B. Gambar 7.

Thermoplastic resin 5.3 BAHAN AKRILIK MODIFIKASI Seiring kemajuan teknologi dan berkembangnya bahan dental material. resistensi terhadap fatique dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan fiber pada akrilik denture. Reinforce resin a.6 Terdapat beberapa tipe akrilik resin yang telah dimodifikasi yaitu8. Enigma gum toning in denture base Berikut penjelasan dari masing-masing bahan 1.8 11 . Resin with modified chemical structur 4. Sementara itu. membuat gigi tiruan lebih kaku. Dinamakan sebagai high impact resin karena mempunyai impact strength dan fatique lebih besar sehingga dapat diindikasikan pada pasien yang sering menjatuhkan gigi tiruannya karena penyakit Parkinson atau senility. beberapa bahan akrilik telah mengalami perkembangan dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan impact. Reinforced resin 2. Tersedia dalam system powder-liquid dan dengan prosessing yang sama dengan heat cure resin. 2. Kekuatan impact bahan akrilik ditingkatkan dengan penambahan bahan-bahan yang dapat menyerap energi impact dan mengurangi resiko fraktur pada akrilik. High impact resin Rubber reinforce (butadiene-styrene polymethyl methacrylate) ditambahkan ke MMA sehingga dapat berikatan dengan lebih baik dengan PMMA. resistensi terhadap fatique. Hypoallergic resin 3. dan kemungkinan fraktur akibat fatique. mengurangi derajat fleksibilitas. yanitu.9 : 1. Fiber ini memiliki beberapa keuntungan. dan radiopacity.

High impact resin.8 b. Fiber reinforce resin Masalah utama pada PMMA adalah impact strength dan fatique resistence yang rendah.9 Carbon fiber ini harus diletakkan pada posisi yang tepat agar didapatkan keuntungan yang diharapkan yaitu pada bagian gigi tiruan yang mendapatkan tensile stress. dan menguatkan resin. mahal. impact strength.6. Fiber reinforcement ini akan meningkatkan kekuatan sampai 1000%. Sebagian besar fraktur gigi tiruan rahang atas disebabkan oleh kombinasi fatique dan impact (ketika gigi tiruan jatuh ke permukaan yang keras).8.8. Sementara itu bahan ini juga memunyai beberapa kerugian yaitu tidak estetik karena berwarna hitam (tetapi dapat ditutupi dengan opaque). Gambar 9.9 .8. Carbon/ graphite fiber reinforced Menghasilkan reinforcement terbaik terhadap kekuatan flexural dan sifat bending pada basis gigi tiruan ketik ditempatkan secara longitudinal.Metal fiber reinforced Sekarang telah jarang digunakan karena tidak estetis. sulit dalam proses polishing dan juga 12 .9 Kesulitan bahan ini adalah sulitnya penempatan fiber sehingga ditebar secara acak.8. 8. mencegah fatique. adhesi yang buruk antara kawat dan resin akrilik dan metal menyebabkan korosi. Sementara itu 80% rahang bawah fraktur karena impact.9 Keuntungan dari bahan ini adalah dapat meningkatkan flexural strength.9 . Lucitone 199. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 68% terjadi fraktur gigi tiruan dalam beberapa tahun setelah dibuat.

Highly drawn linear polyethylene fiber (HDLPF) Pola fiber paralel dan continuous menghasilkan maximum reinforcement terhadap basis rahang atas dan rahang bawah.8 Selain keuntungan.8 Pada mandibula. Aramid fiber reinforced Aramid fiber reinforced meningkatkan kekuatan.9 Keuntungan dari bahan ini adalah menghasilkan bahan dengan impact strength dan modulus elasticity yang tinggi. selain masalah-masalah pada saat menyebarkan fiber selama pressing.8.9 . Reinforcement rahang atas didapat dari penempatan fiber secara horizontal pada bagian anterior sayap labial karena fraktur maksilari pada gigi tiruan sering terjadi pada midline di permukaan polish daerah palatal di belakang insisivus sentralis yang juga memperlemah palatal di arah lateral. melemahkan protesa final. Keuntungan lainnya adalah estetis (hampir tak terlihat). polyethylene (bahkan dengan plasma) tidak terikat dengan baik. Reinforcement dilakukan dengan 4 layer fiber(2 arah lateral dilapis diantara 2 layer pada 45 derajat dari middle) dengan teknik pre-preg (fiber terdiri 26% volume).9 . Akan tetapi sifat flexural tidak menunjukkan peningkatan. Polyethylene fiber reinforced Jalinan multifiber polyethylene dipotong sepanjang 65mm dan ditambahkan dengan epoxy-resin (untuk meningkatkan adhesinya) dan diaplikasikan selama proses packing.8 .8. bahan ini juga memiliki beberapa kerugian yaitu penempatan dan finishing yang sulit karena fiber terlihat protusi di luar mould.8. Pada basis mandibula diperkuat dengan fiber pada sudut yang tepat pada ridge dekat 13 . Selain itu. maksimum stress terjadi pada labial dan lingual regio premolar dua dan fraktur sering muncul di daerah pertengahan. akan tetapi bahan ini tidak estetik dan susah dipolish sehingga terbatas untuk penempatannya.

tempatkan reinforcement 900 terhadap fraktur (gambar 5) 3.8 Dalam memposisikan fiber pada basis gigi tiruan berikut yang harus diperhatikan8 : 1. Tempatkan fiber pada daerah yang paling lemah (misalnya daearah yang sering terkena tekanan selama mastikasi) (gambar 4) 2. terutama jika arah stress tertinggi diketahui (gambar 6) 4. Untuk reparasi. Mesh harus ditempatkan pada eksterior protesa. permukaan polish dan permukaan anatomi (kedua daerah ini merupakan daerah yang menerima maximum strain yang muncul jika terjadi pergerakan pada sayap). Fiber unidirectional lebih kuat. insensitivity dan cracks tidak mempropagasi melalui susunan fiber.8 Keuntungan dari bahan ini adalah mempunyai tensile stiffness dan strength yang tinggi. bukan dipendam (gambar 7) 14 . Di antara dua layers ini terdapat komponen utama reinforcement seperti fiber pada dataran horizontal sepanjang lengkung gigi. sementara itu penempatan secara acak di semua arah (isotropic) juga menghasilkan sifat bahan yang sama. Glass fiber Bahan ini mempunyai estetis paling baik. Continuous paralel fiber menghasilkan strength dan stiffness yang tinggi dalam satu arah (anisotropic). Koherensi tetap ada meskipun telah melewati siklus tes yang berulang kali.6 .

Berdasarkan salah satu penelitian yang dilakukan terhadap conventional base resin (heat curing resin). high impact denture base resin dan glass reinforced denture base resin dimana peneliti menguji perbedaan impact strength pada ketiga bahan tersebut. adalah untuk meningkatkan sifat mekanis bahan salah satunya impact strength.Gambar 10.8 Berbagai bahan fiber reinforced yang ditambahkan. Posisi dan penempatan fiber. telah didapatkan hasil sebagai berikut 10: 15 .

11 2. thermoplastic) menunjukkan water solubility yang rendah dibandingkan PMMA. polimernya. polyurethane.Tabel 4. Bahan basis gigi tiruan hypoallergic menghambat residu monomer lebih rendah dibandingkan dengan PMMA. high impact dan E-glass reinforced. Akan tetapi bahan ini bukanlah bebas resiko. light curing dan high impact ditemukan bahwa transverse (flexural) strength tertinggi didapat pada bahan heat curing akrilik yaitu 120 Mpa.9 16 . kemudian self curing 84 MPa.10 Penelitian lain. Enterephthalate based (Promysan.9 karena bahan-bahan dental polimer yang berbasis methacrylate. diikuti oleh akrilik high impact 103 Mpa. Hasil penelitian impact strength antara bahan resin akrilik konvensional.8. dan light curing akrilik 80Mpa. yang meneliti tentang perbandingan transverse (flexural) strength pada bahan heat curing aklirik. dan polybutylenterephthalate. self curing. Light activated indirect composite yang terdiri dari methane dimethacrylate (UDMA) merupakan salah satu alternatif jika pasien alergi terhadap PMMA. polyelectrolite merupakan penyebab utama dermatitis kontak pada pasien. Hypoallergic resin Diurethane dimethacrylate. polyethylenterephthalate.

8. flexural strength 16000psi.76 kN. thermoplastic nylon (valplast) ini memilik transverse strength 117. Penambahan filler Al2o3 akan meningkatkan flexural strength dan thermal diffusity yang akan meningkatkan kepuasan pasien. Rasio 2. Bahan ini cukup stabil. sewarna dengan gigi atau jaringan dan sangat nyaman digunakan pada pasien. creep 17 .12 Prosedur pembuatannya ini selama berpolimerisasi dilunakkan dengan panas (tanpa perubahan kimia) dan kemudian diinjeksikan. Specific gravity dari bahan nylon ini 1.8. fatique undurance yang tinggi. Thermoplastic resin Thermoplastic resin digunakan pada pembuatan flexible dentures. dan chemical resistance. Jenis thermoplastic resin yang paling sering digunakan pada flexibel removable partial denture adalah jenis thermoplastic nylon.8. Dinamakan thermoplastic karena berupa plastik yang lunak dan dapat dibentuk pada suhu tertentu dan kembali ke bentuk padat pada saat mendingin.9 4. heat resistance.9 2% quaternary ammonium compound polymerised dengan denture acrylic resin menghasilkan sifat antiseptik bahan sehingga biasa digunakan pada pasien geriatri untuk meningkatkan kesehatan rongga mulutnya. Hal ini dikarenakan oleh karakteristiknya seperti psikal strength yang tinggi.22 Mpa. tensile strength 11000psi. Sementara itu.14.9 Penambahan ceramic atau serabut sapphire digunakan untuk meningkatkan thermal diffusity. dan impact strength 0. Resin with modified chemical structure Penambahan filler hydroxy-apatite meningkatkan fracture toughness. jika dibandingkan dengan PMMA.2:1 berap powder liquid adalah komposisi rasio yang terbaik untuk mencapurkan bahan ini untuk formula terbaik. penambahan 11-14% beberapa compound seperti bismuth atau uranium atau 35% organo-zirconium compound meningkatkan raadioopacity setara dengan aluminium.3. Keuntungan dari bahan ini adalah faktor estetis yang baik.

Bahan ini berbasis heat curing akrilik dan diindikasikan untuk penyesuaian warna pada basis gigi tiruan dan hanya cocok dikombinasikan pada basis gigi tiruan yang berbasis polymethylmethacrylate. dan solvent resistensi yang baik.14 Sementara itu.15 18 . Bahan ini juga bebas porositi. sehingga tidak akan memicu perkembangan bakteri. Enigma gum toning in denture base Enigma gum toning adalah bahan yang memfasilitasi penyesuaian warna gingiva pada basis gigi tiruan.9 5.14 Gambar 11. Dapat juga digunakan sebagai reline atau reparasi gigi tiruan. Bahan ini tidak gampang patah. resistensi yang tinggi. fleksibel dan ringan. dan kemudian di light cure. Salah satu bahan yang ditujukan agar menyerupai warna asli gingiva adalah Enigma Colour Tone dari Schottlander.13. Bahan dapat diaplikasikan ke basis. Aplikasi warna pada enigma colour tone. bahan lain dengan produsen yang berbeda juga menyediakan bahan yang dapat mewarnai gingiva sesuai dengan warna anatomi normal di luar flasking. Bahan ini merupakan salah satu alternatif karena sangat sedikit atau bahkan tidak ada kandungan monomer.

Bahan tambahan untuk menambah radioopasitas bahan resin. Aplikasi bahan gum shade.6 19 . selain penambahn bahan-bahan di atas yang bertujuan untuk menambah kekuatan dan nilai estetik dari basis gigi tiruan.15 Sementara itu. bahan lain juga ditambahkan untuk menambah derajat radioopasitas dari basis gigi tiruan. Gambar 12. dapat dengan menambahkan bahan-bahan seperti yang dibawah ini : Tabel 5.

akan tetapi diharapkan dokter gigi juga mampu mengenali bahan. Dokter gigi sebagai klinisi harus jeli untuk memilih jenis bahan yang akan digunakan sebagai basis gigi tiruan untuk pasien. Eackle WS. dan light curing akrilik. Hatrick CD. cold/ self curing akrilik. Penambahan bahan-bahan ini tentunya diharapkan akan meningkatkan kepuasan pasien terhadap gigi tirun yang dipakainya. DAFTAR PUSTAKA 1. Bird WF. Mosby. Berbagai jenis bahan yang ditawarkan harus sesuai dengan kebutuhan dan penggunaanya harus disesuaikan dengan sifat bahan itu sendiri. Meskipun bahan ini sering dipakai pada proses laboratorium. Koudi MS. Introduction Dental Material Third Edition. Pada perkembangannya. sifat. 2011 3. dan manipulasi bahan akrilik agar tidak terjadi kesalahan dan merugikan pasien dan dokter gigi itu sendiri. Prep Manual for Undergraduates : Dental material. Saunders. KESIMPULAN Bahan akrilik merupakan bahan yang digunakan untuk bahan basis gigi tiruan lepasan baik yang lengkap maupun sebagian. akrilik konvensional terbagi atas heat curing akrilik. Berdasarkan perbedaan proses curingnya. Elsevier. bahan basis gigi tiruan akrilik telah mengalami berbagai panembahan bahan-bahan yang bertujuan untuk meningkatkan sifat fisik dan mekanisnya. Dental Materials Clinical Application for Dental Assistants and Dental Hygienist. 2007 2. Noort RV. 2007 20 .

comparison of the Transverse Strength of Six Acrylic Denture Resin. Nandal S et al.gcamerica.ac. 2014 13. Soni R. A Review : Flexible Removable Partial Dentures. Powers JM. Diunduh 10 Oktober 2016 14. Anonymous.4. Sharma A. Enigma Colour Tone Instruction for used. 2013 9. Walls AW.uk/2245/. McCabe JF. GC Acrylics.com. OHDMBSC. 2013 5.com. 8. Int J Dent Oral Health 1(4). Shashidhara. 44. Pakistan Oral and Dental Journal vol 34:2. Jaikumar RA et al. Wataha JC. Dental Materials Foundations and Applications 11th. 2012. Anonymous. Gurbuz O et al. Comparison of Impact strength In Three Different Types of Denture Base Resin. Alla RK et al. 2003 15. Young. www. A Comparison of Polymeric Denture Base Material. Diunduh 9 Oktober 2016. New era in Denture Base Resin : A Review. Beth C.1. Conventional and Contemporary Polymers for the Fabrication of Denture Prothesis : Part 1. Enigma Colour Tones part of Enigma Denture System A professional Guide to Custom Shade Matching of Gingival Tissue. International Journal of Dentak Sciences 2015: 1(4) : 82-89 6. Diunduh 10 Oktober 2016 21 . Dental Journal of Advance Studies Vol. Vol IX: 1. www. issues 43. Published in dental Technologies. 2014 11.gla. Vivek R.schottlander. Denture Base Materials: Some Relevant Properties and Their determination. IOSR-JDMS. 2008 7. 2015 10. 2010 12.An In-vitro Study.Overview Compositin and Properties. Applied Dental Materials 9th. http:/theses. Blackwell. Elsevier. Anonymous. Issues III. Vol 13:12.