You are on page 1of 10

LAPORAN PENDAHULUAN

KOLESISTEKTOMI

DI OK SENTRAL/IBS RSUD ULIN

OLEH:

MADANIAH

NPM 1614901110111

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN TAHAP PROFESI NERS A
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
TAHUN 2016/2017

.......... .................. 25 APRIL 2017 MADANIAH PRESEPTOR AKADEMIK PRESEPTOR KLINIK ....................... LEMBAR PENGESAHAN NAMA MAHASISWA : MADANIAH NPM : 1614901110111 JUDUL LP : KOLESISTEKTOMI BANJARMASIN.................... ............................

2 Kolesistektomi Laparoskopi Kontraindikasi untuk kolesistektomi laparoskopi antara lain pasien yang tidak bisa menoleransi anestesi umum atau bedah mayor. C. kehamilan dan sirosis tidak lagi dianggap sebagai kontraindikasi namun memerlukan perhatian dan persiapan lebih dan evaluasi resiko beserta keuntungannya (Litwin & Cahan. Kolesistektomi terbuka dilakukan dengan melakukan insisi sekitar 6cm-8cm pada bagian abdomen kanan atas menembus lemak dan otot hingga ke kandung empedu. TUJUAN Tujuan dari pengangkatan (pembuangan) kandung empedu adalah mencegah terbentuknya kembali batu di kandung empedu. B. 2008). mencegah perjalan penyakit menjadi suatu penyakit menahun. Kolesistektomi laparoskopi merupakan pengangkatan total dari kandung empedu tanpa . 2007) Urgensi (dalam 24-72 jam) Elektif • Kolesistitis akut • Diskinesia biliaris • Kolesistitis emfisema • Kolesistitis kronik • Empiema kandung empedu • Kolelitiasis simpomatik • Perforasi kandung empedu • Riwayat koledokolitiasis Kontraindikasi Kolesistektomi Absolut Relatif • Kolangiokarsinoma • Sirosis tahap lanjut/gagal hati • Ketidakmampuan untuk • Koagulopati • Peritonitis toleransi bius umum • Riwayat pembedahan • Kolagulopati tidak diabdomen bagian atas terkontrol • Syok septik • peritonitis akut berat D. LAPORAN PENDAHULUAN KOLESISTEKTOMI A. Duktus-duktus lainnya di klem. 2007). DEFINISI Kolesistektomi adalah pengangkatan kantung empedu melalui proses bedah. Kondisi seperti koagulopati. 2007). sehingga akan mencegah kekambuhan. kemudian kandung empedu diangkat (Turner&Malagoni. 2009).Kolesistektomi Terbuka Kolesistektomi terbuka telah menjadi prosedur yang jarang dilakukan biasanya dilakukan sebagai konversi dari kolesistektomi laparoskopi (Chari & Shah. PENATALAKSANAAN/JENIS-JENIS TINDAKAN 1. yang tekniknya dapat dilakukan dengan laparoskopi atau bedah terbuka (Chari & Shah. INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI Indikasi Kolesistektomi (Chari & Shah.

Computed Tomography (CT) : berguna untuk mendeteksi atau mengeksklusikan batu empedu. agar tersedia ruang untuk dilakukan operasi. dan tingkat kesulitan operasi (Soonawala. 2012). Bila batu yang dijumpai berukuran besar. insisi yang besar. Pada beberapa keadaan. 3. tergantung dari ukuran kandung empedu. 2. dapat juga dilakukan X-ray yang disebut kolangiogram bila dicurigai terdapat batu di saluran empedu. seberapa berat inflamasinya. 4. Ultrasonografi (USG): merupakan pemeriksaan yang banyak digunakan untuk mendeteksi batu empedu. Dua potongan kecil 0. USG memiliki sensitivitas 95% dalam mendiagnosis batu kandung empedu yang berdiameter 1.namun lebih kurang sensitif dibandingkan dengan USG dan membutuhkanpaparan terhadap radiasi. E. Endocospic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) : lebih untuk mendeteksi batu pada saluran empedu. Klip surgikal ditempatkan pada duktus dan arteri yang menuju kandung empedu untuk mencegah kebocoran ataupun perdarahan. Dokter bedah mengembangkan abdomen dengan cara memasukkan gas yang tidak berbahaya. PATHWAY KEPERAWATAN (YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS TINDAKAN) . Insisi ini dilakukan untuk memasukkan instrument seperti gunting dan forsep untuk mengangkat dan memotong jaringan. seperti karbon dioksida (CO2). Insisi kecil 2-3 cm dilakukan di umbilikus dan laparoskop dimasukkan. F. Insisi keempat di abdomen bagian atas dekat dengan tulang dada. maka insisi dapat diperlebar. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.5 – 1 cm dilakukan di bawah batas iga kanan. terutama batu yang sudah terkalsifikasi. Kandung empedu kemudian diangkat dari dalam abdomen melalui salah satu dari insisi tersebut.5mm atau lebih. Operasi umumnya berlangsung 30 hingga 90 menit. Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Cholangiopancreatography(MRCP) : lebih berguna untuk menvisualisasi saluran pankreas dansaluran empedu yang terdilatasi.

GAMBAR .G.

Kaji tingkat kecemasan pasien 1. TUJUAN DAN KRITERIA HASIL NTERVENSI DAN RASIONAL Pre operasi : Ansietas b.d perubahan besar Intervensi Rasional 1. DIAGNOSA KEPERAWATAN. Mengetahui tingkat .H.

Pasien mengetahui secara penyakit saat ini dan proses terjadinya penyakit. Untuk mengetahui tingkat pembuluh darah yang dialami pasien untk acuan tindakan lanjut .d suhu lingkungan tinggi Intervensi Rasional Kontrol temperatur ruangan Membantu menstabilkan suhu . Meningkatkan kekuatan diri untuk berani 4. pasti apa yang sedang dihadapi saat ini. kolaborasi : Pemberian cairan Intravena. Biarkan pasien mengekspresikan perasaan mereka mengekpresikan diharapkan pasien mampu 6. Hipotermi b. 4. Cairan Intravena di perlukan untuk mengatasi kehilangan cairan tubuh secara hebat. 4. penyakitnya. dikemudian. Berikan penjelasan yang akurat tentang kondisi 2. Setelah pasien 5. Usaha memberikan memahami berbagai perubahan akibat koping adaptif. trombosit 2. Bantu klien untuk mengidentifikasi cara 3. Ciptakan lingkungan yang tenang dan tidak mengkontrol ansietasnya menakutkan bagi pasien. PCV.d perdarahan Intervensi Rasional 1. terutama saat terjadi 3. menghadapi oprasi 5. Observasi vital sign setiap 3 jam atau lebih. untuk monitor kondisi pasien selama perawatan 2. Mengurangi factor terjadinya kecemasan yang semakin mendalam. kecemasan pasien 2. 6. Beri dukungan untuk tindakan operasi. Kolaborasi : pemberian HB. Intra operasi : Syok Hipovolemik b. Monitor keadaan umum pasien 1. 4. Perawat perlu terus mengobservasi vital sign untuk memastikan tidak terjadi presyok / syok. 3. Pendarahan. 3.

Hindari terjadinya infeksi pada luka operasi yang membuat terjadinya dapat membuat parahnya integritas kulit. M embantu klien dalam mengontrol nyeri yanag dialami Resiko Kerusakan Integritas Kulit b. M embantu mengatsai nyeri secara farmakologi 4. kualitas. 1. M 5.d proses insisi Intervensi Rasional 1. Berikan informasi tentang nyeri seperti embantu mengurangi penyebab nyeri. durasi. dan frekuensi nyeri neri yang dialami klien 2. U komprehensif termasuk faktor pencetus. Mencegah terjadinya infeksi yang dapat 2. Tingkatkan istirahat 2.d agent cidera biologis Intervensi Rasional 1. ntuk mengetahui keadaan lokasi. M engurangi stimulus nyeri 5. berapa lama nyeri akan nyeri yang dialami klien berkurang dan antisipasi ketidaknyamanan dari dengan pengalihan nyeri prosedur 3. kerusakan integritas kulit lebih lanjut. Adanya infeksi dapat membuat kerusakan integritas kulit lebih parah Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan sekresi yang tertahan Intervensi Rasional .Post operasi : Nyeri b. Kolaborasi pemberian obat-obatan analgetik selanjutnya untuk meredakan nyeri 4. skala.Berikan perawatan luka operasi yang bersih. Lakukan pengajaran tentang teknik distraksi dan menentukan tindakan 3. 2. Lakukan pengkajian nyeri secara 1.

dan Shah..com (diakses 08 januari 2017). Cairan khususnya yang hangat mobilisasi dan mengeluarkan sekret I. sekresi yang selanjutnya 3. penggunaan otot sesesori 4. Available from : www. Berikan posisi yang nyaman (fowler/semi dapat menimbulkan fowler). daripada adekuat) dingin. 1. Pengeluaran sulit bila sekret sangat kental (efek infeksi 5. 1. irama.A. Ajarkan klien latihan napas dalam dan batuk dan peningkatan kerja efektif pernapasan 2. Ventislasi maksimal membuka area atelektasis dan meningkatkan gerakan sekret kedalam jalan napas besar untuk dikeluarkan 5. R.. tawarkan air hangat. Billiary System. DAFTAR PUSTAKA (10 tahun terakhir) Chari.. Litwin.theclinics. Dalam : Townsend Ed. Sabiston Textbook Of Surgery. 2008.A. Penurunan bunyi nafas kecepatan. otot sensori) ronkhi menunjukkan akumulasi sekret dan 2. S. M. USA : Saunders. Laparoscopic Cholecystectomy. Edisi ke-18. Kaji fungsi pernapasan (bunyi nafas. dan Cahan.surgical. . kedalaman dan penggunaan menunjukkan atelektatis. Berikan cairan sedikitnya 2500 ml/hari (kecuali dan hidrasi yang tidak kontraindikasi). D. Posisi fowler memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya bernapas 4. 2007. ketidakefektifan pengeluaran catat kateter sputum. E. 3. M.S. Kaji kemampuan klien mengeluarkan sekresi.

Turner. Available from : http://www. Malangoni. P.. ..Soonawala.nhs. Z.facs.pdf (diakses 08 januari 2017). 2009 Cholecystectomy : Surgical Removal of the Gallbladder..uk/patient-guide/leaflets/files%5 cholecystectomy.pdf (diakses 08 januari 2017).ouh.L. About Cholecystectomy : Surgical Removal of the Gallbladder. 2012. M. Available from : http ://www.org/public info/opertaion/brochures/ cholecystectomy.