You are on page 1of 18

IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Bela Negara: Peluang dan Tantanan di Era Globalisasi

Penulis : Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si.

Tebal Buku : 117 halaman

Penerbit : Graha Ilmu

Terbit : Januari 2015

Ukuran buku : 16 x 23

Cetakan : Cetakan I, tahun 2015

ISBN : 978-602-262-400-4

Jumlah Halaman : xii + 105 halaman

Jumlah Bab : 6 Bab

Harga Buku : Rp 54.800,00

Text Bahasa : Bahasa Indonesia

1

Manfaat merensensi buku Bela Negara: Peluang dan Tantangan di Era Globaliasi ini selain kita dapat mengerti apa arti bela negara yang sesungguhnya. melakukan bela negara adalah hal yang sangat sulit karena banyak masuknya trend barat. 2 . Minimnya pengetahuan tentang bela negara dan kurangnya kesadaran membuat ini terjadi. Resensi bermanfaat agar kita mengetahui tentang banyak hal. PENDAHULUAN Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Selain manfaat membaca yang menambah wawasan. resensi itu sendiri diartikan sebagai pertimbangan atau pembicaraan tentang buku dan sebagainya. membaca juga dapat membuka pemikiran kita terhadap permasalahan agar permasalahan yang kita hadapi dapat dipecahkan dengan pemikiran yang luas dan tidak terbatas. dan kritikan terhadap karya tersebut. kita juga dapat mengerti bahwa semakin canggih dan majunya suatu negara terlebih dalam menghadapi arus globalisasi maka akan semakin banyak juga tantangan yang dihadapinya karena biasanya nilai-nilai luhur bela negara akan mudah tergerus zaman terlebih jika kita tidak bisa memilih yang mana yang baik dan yang mana yang kurang baik untuk kemajuan kita ke depannya. novel. Secara garis besar resensi diartikan sebagai kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah hasil karya baik itu berupa buku. maupun film dengan cara memaparkan data-data. Jika dilihat di negara kita sendiri. selain itu juga bermanfaat agar dapat melatih kita untuk membaca dan menilai suatu karya dari orang lain. yaitu Indonesia hal serupa banyak terjadi. Jika dilihat sekarangpun khusunya bagi generasi muda. Tinggal bagaimana kita sebagai generasi muda bisa mempertahankan nilai luhur peninggalan nenek moyang untuk mempertahankan nilai-nilai luhur yang mereka tinggalkan demi generasi yang akan datang. sinopsis.

Secara filosofis. Setiap warga negara harus setiap saat wajib membela negara dan setiap warga negara tanpa memandang jabatan apapun wajib membela negara. Negara memiliki tujuan untuk meselaraskan kepentingan antar warga negara di tengan interaksi masyarakat. Negara memberikan keamanan (security) dan kesejahteraan (prosperity) kepada warga negara dan warga negara harus memberikan pembelaan kepada negara ketika negara dalam kondisi terancam oleh ancaman musuh baik langsung maupun tidak langsung. bertindak. memelihara. Bela negara harus dipahami dalam konteks yang luas dimana setiap warga negara merupakan entitas yang hidup didalam sebuah bangunan negara sehingga secara hakiki warga negara wajib untuk menjaga. damai dan tentram. dan perangkat kelengkapan negara. Ada hubungan timbal balik antara negara dan warga negara. Teori kontrak sosial dinyatakan bahwa negara terbentuk karena keinginan warga negara atau masyarakat untuk melindungi hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat agar supaya terjalin hubungan yang harmonis. BAB I (Pendahuluan)  Filosofi Bela Negara Setiap warga negara diminta untuk selalu berpikir. Negara pun lahir kareana adanya kesepakatan antar warga negara. Hubungan antar negara dan warga negara bersifat komplomenter. Berbeda dengan negara yang otoriter atau negara yang tidak amanah terhadap kepentingan rakyat. institusi. bela negara merupakan sebuah implementasi dari teori kontrak sosial atau teori perjanjian sosial tentang terbentuknya negara. 3 . Negara perlu dibela suaya tidak terancam oleh berbagai ancaman dan serangan musuh di era kapitalisme global saat ini. berjuang dan berupaya membela negara. ISI / SUBSTANSI BUKU 1. dan mengayomi setiap pranata.

3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara dalam pasal 9 diamanahkan secara jelas tentang aturan bela negara bagi masyarakat Indonesia. 29 Tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat. Dalam regulasi hukum tentang dasar hukum pelaksanaan bela negara yang ada di Indonesia adalah: a) Tap MPR No. sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib. dan pengabdian sesuai dengan profesi diatur dengan undang-undang.Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib.Pengabdian sesuai dengan profesi. b) Undang-Undang No. khususnya di dalam UUD NRI 1945. dan . diselenggarakan melalui: . pelatihan dasar kemiliteran secara wajib. . a) Pasal 30 ayat 1: “Setiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pertahanan dan keamanan negara”.Pendidikan kewarganegaraan. Regulasi Bela Negara Dasar bela negara di Indonesia sudah temaktub dalam berbagai perundang- undangan. b) Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara. 4 . b) Pasal 30 ayat 2: “Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan Polri sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung”. . c) Ketentuan mengenai pendidikan kewarganegaraan. a) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam peyelenggaraan pertahanan negara. UU No. VI Tahun 1973 tentang Konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.

e) Tap MPR No. Wajib militer ini berlangsung selama 5 tahun sesuai pasal 17 ayat (1) dalam RUU Komponen Cadangan (1) Anggota Komponen Cadangan wajib menjalani masa bakti Komponen Cadangan selama 5 (lima) tahun dan setelah masa bakti berakhir secara sukarela dapat diperpanjang paling lama 5 (lima) tahun. c) Undang-Undang No. d) Tap MPR No. Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara. VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI. Ayat (3) warga negara selain Pegawai Negeri Sipil. g) Undang-Undang No. Kesadaran Berbangsa & Bernegara. 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. f) Amandemen UUD ’45 Pasal 30 dan Pasal 27 ayat 3. Unsur-unsur bela negara adalah: Cinta Tanah Air. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988. biasanya antara 18-27 tahun untuk 5 . dapat secara sukarela mendaftarkan diri menjadi Anggota Komponen Cadangan sesuai dengan persyaratan dan kebutuhan. Yakin akan Pancasila sebagai Ideologi Negara.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.  Wacana “Wajib Militer” Sejak tahun 2002 indonesia sudah menyiapkan RUU tentang wajib militer yang disebut dengan RUU Komcad (Komponen Cadangan). Ayat (2) mantan prajurit TNI yang telah memenuhi persyaratan dan dipanggil. RUU Komcad ini yang wajib mengikuti wajib militer/kompoen cadangan ini adalah warga negara Indonesia yaitu: Pasal 8 ayat (1) Pegawai Negeri Sipil. wajib menjadi anggota Komponen Cadangan. pekerja dan/atau buruh yang telah memenuhi persyaratan wajib menjadi anggota Komponen Cadangan. dan Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara.  Wajib Militer di Negara Lain Wajib militer atau seringkali disingkat sebagai wamil adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda. pekerja dan/atau buruh dan mantan prajurit TNI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.

Aljazair. Israel. Negara-negara yang melaksanakan Wajib Militer di dunia dapat disebutkan sebagai berikut: Mesir. Rusia. Korea Selatan. Singapura. Malaysia. Swiss. Republik Cina (Taiwan). Turki. Brasil. Selain negara-negara diatas. dsb.menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan seorang itu sendiri. adapun negara-negara lain yang melaksanakan wamil yaitu : No Negara No Negara 1 Angola 17 Norwegia 2 Austria 18 Beralus 3 Bolivia 19 Kazakhstan 4 Chili 20 Armenia 5 Eritrea 21 Moldova 6 Estonia 22 Uzbekistan 7 Finlandia 23 Paraguay 8 Georgia 24 Polandia 9 Iran 25 Romania 10 Korea Utara 26 Seychelles 11 Kroasia 27 Siprus 12 Kuba 28 Suriname 13 Kuwait 29 Suriah 14 Myanmar 30 Swedia 15 Thailand 31 Ukraina 16 Venezuela 32 Yunani 6 .

ditandai dengan pergeseran perkembangan manusia dari makhluk spiritual menjadi makhluk materiallis. tanpa ada konflik dan kekerasan. dan Krisis Kemanusiaan Proyek modernitas peradaban Barat yang dibalut oleh temali kapitalisme global dan mengangkut nilai-nilai individual-liberal serta dikemas dalam tema globalisasi sangat terasa dan kentara dalam kehidupan sosial masyarakat ketimuran. Humanisme. ilusi. BAB II (Globalisasi. Pertama. Artinya agama difahami sebagai takhayul.2. meskipun didalamnya terdapat kompleksitas perbedaan. Kisah-kisah agung modernitas yang dirajut oleh para ilmuwan barat tentang kemajuan zaman modern telah melahirkan faham humanisme. keterbukaan nilai. Dalam perkembangannya humanisme modern terbelah ke dalam dua sempalan. dimana pola-pola hubungan sosial antar individu dalam masyarakat bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan secara damai (peace co-existence). Jadi multikulturalisme merupakan suatu konsep yang ingin membawa masyarakat dalam kerukunan dan perdamaian. candu. bentuk keterasingan manusia. universalisme dan religionalitas yang dekat dengan alam. toleransi. namun memiliki karakteristik heterogen. Kedua. Ciri dan karakteristik modernitas memiliki tiga dimensji kecendrungan yaitu: Dimensi kemanusiaan yang tidak bertuhan (humanisme).  Multikulturalisme di Tengah Kultur Monolitik dan Uniformitas Global Masyarakat multikultural tidak bersifat homogen. 7 . Modernitas dan Nasionalisme)  Modernitas. Dimensi materi yang tidak bertuhan (materialisme). Pola tekanan ke bawah. humanisme seimbang atau moderat yang menjunjung tinggi keluhuran manusia. Penetrasi globalisasi membawa tiga dampak signifikan yaitu: Pola tekanan ke atas. dan Pola desakan ke samping. dan Dimensi perilaku yang tidak bertuhan (atheisme). humanisme sekular atau anti agama. dan keterikatan manusia pada irasionalitas.

Namun. dan menjiwai tentang nasionalisme. salah satu cara yang efektif untuk itu adalah langkah penguatan masyarakat sipil (civil society). patriotisme. Kedua adalah kuatnya penetrasi global yang senantiasa masuk melalui media-media tertentu diseluruh dimensi kehidupan. Melihat betapa bahayanya permasalahan terorisme di Indonesia. Momentum hari sumpah pemuda sudah seharusnya dijadikan sebagai sarana untuk refleksi sekaligus ajang untuk menjadikan pemuda disumpah. Sumpah nasionalisme atau Sumpah kebangsaan.  Sumpah Pemuda atau Pemuda di Sumpah? Makna yang dapat kita ambil dari peringatan sumpah pemuda kali ini adalah semangat dari para pemuda Indonesia diseluruh tanah air ketika itu yang menyatakan diri untuk bersatu dalam tumpah darah bangsa Indonesia. 3. dan wawasan kebangsaan. 8 . melainkan hanya menekankan pada uniformitas yang monolitik. BAB III (Krisis Bela Negara)  Pendidikan Bela Negara Pendidikan bela negara sangat penting bagi masyarakat agar supaya semua komponen masyarakat memahami. Terdapat dua faktor yang menyebabkan gejala terjadinya arus balik yaitu: Pertama adalah semakin menguatnya fenomena etnisitas dan etnonasionalisme sempit berbasis pada primordialisme. Tujuan utama dibentuknya negara adalah kontrak sosial dengan seluruh elemen masyarakat untuk secara bersama mendelegasikan kekuasaan kepada negara untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi interaksi hak dan kewajiban antar individu dalam masyarakat. menyadari. berbagai gejala disintegrasi bangsa harus dipahami sebagai sebuah gejala arus balik.  Radikalisme Etnis Merembet ke Radikalisme Teroris Konsepsi multikulturalisme yang intinya menekankan pada pengakuan dan penghormatan terhadap kebhinekaan dan perbedaan sedang berhadapan secara tajam dengan isu-isu terorisme. dimana mereka tidak mengedepankan pada kebersamaan dan pluralisme.

Pentingnya pemuda ini dalam konteks negara sampai ada dagium terkenal. idealis. maka ia akan menguasai masa depan suatu bangsa”. dan makmur. Para muda saat ini lebih banyak terjebak pada kegiatan pragmatis jangka pendek dan terkooptasi oleh kepentingan politik elit yang menawarkan berbagai limpahan materi yang menggiurkan dan melupakan semangat bela negara. radikal. dan inovatif. saat ini para pemuda generasi bangsa tidak memiliki wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme.  Elit Politik dan Bela Negara Ditangan para elit politik kemajuan bangsa Indonesia dipertaruhkan. adil. para mahasiswa harus dibekali dan ditanamkan pendidikan bela negara. progresif. Kalangan pemuda sekarang ini telah tergelincir pada sikap pragmatis. dan apatis. yakni: “siapa yang menguasai pemuda. dialogis. 11 Tahun 2012 Materi yang diajarkan dalam pendidikan bela negara harus disampaikan secara komunikatif. Elit politik merupakan supra struktur politik yang memproduksi kebijakan dan 9 . Bela negara adalah komponen penting dalam sebuah tegaknya negara menjadi berdaulat. Namun. Pada pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi. materialistis. negara tidak akan mampu menjadin super power.  Bela Negara di Kalangan Generasi Muda Kunci sukses dalam bersaing di tengah arus globalisasi dan membawa nama Indonesia di tengah percaturan global adalah landasan semangat bela negara yang tinggi bagi generasi muda penerus bangsa. Tanpa bela negara. hedonis. Banyak mata kuliah yang dapat menyisipikan materi bela negara kepada para mahasiswa dan tercantum dalam UU No. dan interaktif. Hal ini terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap para pemuda untuk dididik dan dilatih bela negara yang benar. sehingga jauh dari karakter pemuda yang seharusnya berkarakter. revolusioner. Peran pemuda sangat besar dalam upaya pembelaan negara.

dan kepentingan partai lebih ditonjolkan daripada kepentingan bangsa dan negara. Maraknya konflik vertical dan horizontal yang berdimensi politik. Dalam budaya masyarakat Indonesia yang ketimuran dan memegang teguh etika moral. rasa nasionalisme. diperjuangkan dan dipatrikan oleh para founding fathers. bela negara dipahami sebagai sikap dan perilaku warga negara yang teratur. Ini merupakan consensus nasional yang telah dibuat.  Empat Pilar Kebangsaan dan Bela Negara Empat pilar kebangsaan adalah: Pancasila. BAB IV (Meneropong Bela Negara di Indonesia)  Pendahuluan Di era reformasi saat ini. Asumsinya. kesadaran bela negara masyarakat Indonesia sedang diuji. terpadu. Dan demikian pula sebaliknya. Nilai dan Dasar Yuridis Dalam konteks Indonesia. dan cinta tanah air. kepentingan kelompok. dan sosial budaya menunjukkan bahwa kepentingan individu. semakin tinggi bela negara yang ada dalam hati sanubari masyarakat Indonesia. UUD RI 1945. 4.  Bela Negara: Pengertian. Posisi elit politik sebenarnya sangat berpengaruh dalam menumbuhkan semangat kebangsaan. aturan perundang-undangan sehingga merahbirunya negerti saat ini sangat ditentukan oleh elit politik. ekonomi. dan berlanjut yang dilandasi 10 . dan NKRI. Bhinneka Tunggal Ika. dan merupakan salah satu sarana yang dapat menumbuhkembangkan semangat bela negara. para elit politik tidak mampu mengembangkan budaya malu (quilt culture) dan budaya salah (shame culture). Empat pilar kebangsaan merupakan jati diri bangsa Indonesia di tengah konstelasi global yang tidak dimiliki oleh negara lain selain Indonesia. maka semakin rendah potensi konflik yang terjadi. menyeluruh. Bela negara membutuhkan empat pilar kebangsaan sebagai bangunan yang kokoh.

Sehingga terjadi sikap seperti bela usahanya. bela diri. bela ormas. pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib dan pengabdian sesuai dengan profesi. Rakyat sebagai Komponen Pendukung” dalam UU No. bela kleptokrasisme. bukan membela Pancasila sebagai ideologi negara. dan bela radikalisme. bela anarkisme. pelatihan dasar kemiliteran. dan bela kelompok. kesadaran berbangsa dan bernegara serta keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara guna menghadapi ancaman baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri. seperti bela kapitalisme. kehidupan ekonomi yang sudah dikooptasi oleh pasar bebas melahirkan kompetisi yang tidak sehat dan menimbulkan kesenjangan antar masyarakat. Pada aspek ekonomi. Pada aspek politik. bela LSM. semangat membela diri dan kelompoknya tercermin dalam sikap dan perilaku seperti bela partai.oleh kecintaan pada tanah air. sesuai dengan ketentuan yang berlaku” UU No. bela komunisme. bela liberalisme.  Indonesia: Karut Marut Bela Negara Kita Pada aspek ideologi. Dasar hukum bela negara adalah Pasal 27 Ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi: “Bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara” dalam Pasal 30 Ayat (1) dan (2) UUD 1945 berbunyi “Bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta oleh TNI dan Kepolisian sebagai Komponen Utama. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (1) menegaskan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara” Pasal 9 Ayat (2) ditegaskan bahwa “Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara dimaksud Ayat (1) diselenggarakan melalui: Pendidikan kewarganegaraan. melainkan membela ideologi lain. bela 11 . bela korupsionisme. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Pasal 6B dinyatakan “Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

kegiatan politik praktis yang seringkali dipenuhi dengan ketegangan. bela sukunya. maraknya ideologi liberalisme. menyebabkan masyarakat Indonesia tidak lagi hirau dan peduli dengan semangat bela negara. dan merupakan sebuah kesadaran diri. Faktor penyebab lemahnya bela negara di Indonesia antara lain: 1) Faktor ideologi. bela kongsinya. dan bela daerahnya.  Menelisik Faktor yang Mempengaruhi Bela Negara Bela negara merupakan sebuah semangat yang bersifat dinamis.  Alternatif Meningkatkan Bela Negara 12 . sosialisme. Pada aspek sosial budaya. kondisi kemiskinan. dan bela hasil korupsinya. bela perusahaannya. kekerasan. kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia yang saat ini terkena virus hedonisme. konsumerisme. bela keluarganya. komunisme dan berbagai ideologi lain yang berbasis pada agama telah mempengaruhi pola piker dan mindset pada masyarakat Indonesia. individualisme. bela uangnya. tergantung dari berbagai faktor. kapitalisme. 4) Faktor sosial budaya. 2) Faktor politik.bisnisnya. da nada pula bela negara orang yang satu lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang lain. 3) Faktor ekonomi. Ada kalanya bela negara di satu daerah lebih tinggi dibandingkan dengan bela negara di masyarakat yang lain. pengangguran dan ketimpangan yang terjadi dimasyarakat mendorong lemahnya bela negara ditengah masyarakat. provokasi dan mobilisasi yang tidak mengindahkan berbagai nilai dan norma ditengah masyarakat telah mendorong lemahnya bela negara. bela etnisnya. bela konconya. bela investasinya. dan materialisme. Tingkat kesadaran bela negara dan tingkat kualitas pemahaman bela negara antar satu pihak dengan pihak lain tentunya berbeda- beda. bela dinastinya. konflik. sikap dan perilaku seperti bela agamanya.

ekonomi. Dalam aspek ekonomi. khususnya kejahatan transnasional (illegal fishing. kesehatan. sosial budaya. Bela Negara di Wilayah Perbatasan  Karakteristik Masyarakat Perbatasan Masyarakat perbatasan sangat rawan dengan berbagai pentrasi dan infitrasi asing karena secara geografis langsung bersentuhan dengan negara lain dan secara ekonomi terdapat interaksi atau interaksi ekonomi serta secara sosial kultural terdapat hubungan kekerabatan yang erat. Pendekatan keamanan dan kesejahteraan merupakan senyawa yang harus dipegang teguh bagi para pengambil kebijakan dalam mengelola bela negara di tengah masyarakat. dapat dilihat dari potret rendahnya tingkat pendidikan. holistik. Dalam aspek politik dapat digambarkan bahwa masyarakat di wilayah perbatasan sangat terkesan apatis dalam kehidupan politik dan dimanfaatkan oleh elit politik lokal. Bela negara di masyarakat Indonesia harus ditingkatkan dengan cara membuat kebijakan yang komprehensif. Pendekatan kesejahteraan 13 . masyarakat perbatasan sangat rawan terhadap aksi kesahatan. dan masih kurang memahami empat pilar kebangsaan. illegal mining). Dalam aspek pertahanan keamanan. radikalisme. Karakteristik masyarakat di wilayah perbatasan di lihat dari aspek ideologi adalah masih rendahnya pemahaman terhadap ideologi Pancasila.  Arti Penting Bela Negara di Perbatasan Perbatasan negara yang merupakan etalase negara. dan pertahanan-keamanan. dan rawan konflik sosial. dan terorisme. maka sangat penting dan menjadi prioritas untuk melakukan upaya peningkatan bela negara di tengah masyarakat agar supaya tidak mudah tersulut konflik dan terprovokasi untuk melakukan aksi separatisme. Dalam aspek sosial budaya. masyarakat di wilayah perbatasan sangat memprihatinkan. illegal logging. politik. dan integralistik baik dari aspek ideologi. masih kuatnya primordialisme. Melihat gambaran umum bela negara di Indonesia. sentimen etnik. 5. jendela negara dan pintu gerbang negara harus terus ditanamkan.

32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah. dan kesenjangan di tengah masyarakat akan sangat mempengaruhi tinggi rendahnya bela negara di wilayah perbatasan. 6. dan radikalisme. Masalah pertahanan negara diatur dalam UU No. komprehensif dan terinegrasi sehingga mampu menghilangkan saling serang konflik kewenangan antar instansi dalam membangun wilayah perbatsan. (prosperity approach) dan pendekatan keamanan (security approach) harus selalu dikedepankan. Pengangguran. Bela negara dapat pula dijadikan sebagai “filter” bagi ancaman separatisme. terorisme.  Kesadaran Bela Negara di Perbatasan Kesadaran bela negara di wilayah perbatasan sangat penting ditumbuhkan oleh berbagai pemangku kepentingan mengingat wilayah perbatasan merupakan wilayah pintu gerbang dan wajah bangsa Indonesia dalam bertatap mka atau berhadapan langsung dengan negara lain di dunia. Dalam kaitan ini.  Membangun Benteng Terakhir Bangsa Semua lapisan bangsa Indonesia sebenarnya harus menjadi benteng trakhir bangsa apabila bangsa Indonesia menghadapi peperangan dengan negara lain. Satu-satunya harapan yang kita harapkan potensial menjadi benteng terakhir 14 . dan koordinasi antar stakeholder terkait. komunikasi. sangat penting dilakukan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan program bela negara di berbagai daerah sesuai dengan kondisi wilayah dan karakteristik masyarakatnya masing-masing. Meningkatkan bela negara di seluruh lapisan komponen bangsa. Terbentuknya Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) sangat diharapkan dapat mengelola wilayah perbatasan secara cepat. kemiskinan. tepat. maka diperlukan kerjasama. Agenda Besar Bela Negara ke Depan  Sinergitas Komponen Bangsa Bela negara merupakan modal dasar bagi bangsa Indonesia mencapai cita- cita sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD NRI 1945.

dan memiliki mental baja dalam mengisi kemerdekaan sebagaimana halnya para pahlawan nasional yang gigih dan ulet melawan penjajahan. bangsa adalah komponen TNI. TNI dan bela negara ibarat dua sisi dari satu keping uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Dari isi segi materi pun buku ini bisa menjadi referensi bagaimana seharusnya kita bertindak dalam menghadapi krisis bela negara. Budaya malu (shame culture) dan budaya salah (quilt culture) selalu dipegang teguh oleh para pemimpin pemerintahan di negara-negara Asia Timur. KEKUATAN & KELEMAHAN BUKU 1. Kekuatan Buku Menurut saya buku ini sangat bagus. Bela negara merupakan salah satu contoh bagaimana aplikasi dari pentingnya belajar sejarah. TNI merupakan komponen penting dalam struktur NKRI sebagai garda terdepan menghadapi berbagai ancaman yang muncul sangat komplek di era globalisasi saat ini. Buku ini 15 . arief. Para pemuda sekarang harus ulet.  Belajar dari Sejarah Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai sejarah. gigih. dan bagaimana keadaan bela negara kita saat ini. TNI adalah komponen utama pertahanan negara yang dapat diandalkan dalam menghadapi berbagai upaya dan gerakan yang ingin menghancurkan bangsa Indonesia. bijaksana. karena mudah dipahami dan bahasa yang digunakan pun komunikatif dan ringan.

2. Kelemahan Buku Menurut saya buku ini memiliki kekurangan yaitu tidak adanya gambar satupun yang terdapat dalam buku. bagaimana cara membela negara. Karena saya yang sebagai generasi muda pun mengakui bahwa saya belum memiliki rasa bela negara yang seperti diharapkan oleh para leluhur kita. terlebih untuk mahasiswa Hubugan Internasional karena diantaranya dapat menambah wawasan tentang bela negara. KONTRIBUSI BUKU TERHADAP STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL Menurut saya kontribusi buku ini terhadap studi hubungan internasional sangat banyak. Dan didalam buku ini juga ada beberapa kesalahan dalam penulisan kata. pun membuka mata saya untuk lebih peka terhadap apa yang terjadi diluar sana dan lebih membuka saya untuk lebih peka terhadap rasa nasionalisme dan cinta tanah air. sehingga sedikit membosankan dan membuat saya pun sempat mengantuk ketika membacanya terlalu lama. identitas dalam buku ini juga kurang lengkap sehingga saya mengalami sedikit kesulitan ketika memperoleh data buku untuk di resensi. karena sebagai mahasiswa Hubungan Internsional yang akan 16 . seperti tidak terteranya design cover dan perwajahan isi.

Karena memang saya pun baru menyadari bahwa banyak penduduk yang tinggal di daerah perbatasan memiliki rasa nasionalisme atau rasa bela negara yang rendah dibanding dengan wilayah yang berada jauh dari perbatasan. jika kita tidak memiliki rasa bela negara. Disamping efek terhadap negara kita sendiri. seperti yang dikatakan didalam buku. dan sebagainya karena dimasing-masing negara atau masing-masing individu sudah tertanam rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama umat manusia. tetapi seluruh negara dibelahan bumi manapun memerlukan bela negara untuk keutuhan dan kemajuan bangsa sendiri. Karena memang bela negara bukan hanya penting untuk negara kita sendiri. menurut saya suatu negara bisa disegani dan ditakuti oleh negara-negara lain jika memiliki rasa nasionalisme atau rasa bela negara yang sangat tinggi. Mereka tidak memikirkan dan terlalu memahami arti perjuangan dan bela negara sesungguhnya sehingga mereka menganggap bahwa itu adalah hal yang sangat sepele. baik dalam perjuangan mereka atau dari aspek lainnya. Padahal belum tentu mereka bisa merdeka jika tidak dinaungi satu negara dan satu bangsa yang memperjuangkan mereka. Negara kita tidak akan bisa menjadi negara super power dan keutuhan negara tidak akan bisa dijaga karena banyaknya tindakan separatis dan gerakan-gerakan kemerdekaan yang menurut saya sebenarnya tidak terlalu penting. mereka terlalu memperhatikan keegoisan masing-masing dan kepentingan golongan. Padahal jika kita ingat kembali perjuangan para pendiri negara atau founding fathers perjuangan mereka sangat tidak ternilai. buku ini memiliki efek terhadap negara lain. maka sifat bela negara ini sangat dibutuhkan agar bisa membela tanah air tercinta. Arti bela negara itu sendiri sangat penting untuk seluruh negara. Kontribusi dalam hubungan internasional adalah ternyata wilayah yang perbatasannya berbatasan langsung dengan negara lain memiliki rasa bela negara yang berbeda dengan wilayah atau daerah yang berada jauh dari perbatasan. terorisme. terlebih jika 17 . Dan jika seluruh negara memiliki rasa bela negara yang tinggi maka saya yakin bahwa di dunia tidak akan ada lagi peperangan perebutan wilayah ataupun wilayah yang ingin melepaskan diri seperti banyaknya kasus pemberontakan.menjadi perwakilan negara di negara lain.

Jika kita pikirkan baik-baik. Karena hal ini tidak terjadi di satu atau dua negara. banyak negara yang mengalami hal yang sama. Kita tidak bisa mengadaptasi sepenuhnya budaya barat untuk masuk ke dalam wilayah kita yaitu wilayah timur. Memang dilihat dari budaya. karena jika masalah ini tidak di tanggapi secara serius maka bukan hanya suatu negara yang hancur. atau bisa disebut juga masalah internasional.negara tetangganya itu lebih maju. Kenapa demikian? Karena bela negara menurut saya sendiri adalah pondasi awal untuk suatu negara membangun wilayah dan kekuatan nya masing-masing. Terlebih semakin majunya teknologi dan semakin banyaknya arus globalisasi yang tidak bisa dibendung dan tidak bisa di filter secara keseluruhan semakin membuat krisis bela negara terjadi dimana- mana. tidak semua budaya baik dari barat dan timur bisa diadaptasi oleh satu sama lain. karena perbedaan sejarah dan latar belakang yang akan membuat perbedaan disuatu negara disadari ataupun tidak. kita juga harus bisa memanage dan memisah mana yang budaya barat dan mana yang budaya timur. Disinilah peran ilmu hubungan internasional. ketika masuknya globalisasi ke wilayah timur. tapi akan banyak negara yang hancur. selain dalam segi hubungan diplomatik bilateral maupun multilateral. Dan menurut saya ini menjadi suatu permasalahan yang sebenarnya besar dan rumit jika dibahas. padahal karena memiliki sejarah yang berbeda dan wilayah berbeda otomatis cara mereka menghormati dan membela negara memiliki respon berbeda masing-masing. maka budaya barat lah yang mendominasi. Bela negara sebenarnya adalah masalah global. sejahtera dan menguntungkan baik dari segi sosial. baik dari segi budaya barat dan segi budaya timur memiliki perbedaan yang mencolok sehingga. dan ekonomi. karena seberapa jauh pentingnya bela negara dalam suatu hubungan internasional adalah sangat penting. 18 . finansial. Inilah yang harus dikaji lebih lanjut oleh para penstudi Hubungan Internasional. Banyak yang menganggap bahwa peradaban atau budaya barat lebih unggul dibanding budaya timur.