You are on page 1of 4

ESAY

KONTRIBUSI WARGA NEGARA SEBAGAI UPAYA BELA NEGARA

Disusun oleh :
Milkha Khusna
15/378100/PA/16575

UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017

Apakah nasionalisme itu semacam cinta akan Indonesia dengan segala keragamannya ataukah nasionalisme itu semacam keinginan menyatukan keragaman itu? Apakah nasionalisme itu juga menjadi hak orang kecil dan terpinggirkan. Director of Change. tetapi juga kita wajb berkontribusi bagi kemajuan negara in. bekerja. bagaimana kita? Bicara memang mudah. tapi kenyataannya? Dalam menyikapi hal itu. tidak disangkal lagi sangat sarat muatan politisnya yang kemudian mengarahkan pada semacam nasionalisme.mata kita menuntut negara memberikan fasilitas dan hak kita. Kita bisa merubah apa? Bahkan merubah diri sendiri pun sungguh tak mudah apalagi mengubah Indonesia yang sebesar ini. menurut saya. dll. Jokowi saja tidak mampu. Masalahnya adalah ketika hal itu dinyatakan dalam konteks Indonesia. sebaiknya ada keseimbangan. maka pertanyaan bahwa apa yang telah kita berikan kepada negara cukup sulit untuk dijawab walaupun ada yang dengan santai akan mengatakan bahwa dengan belajar. kutipan dari seorang mantan presiden Amerika Serikat. apa yang telah kita berikan kepada negara. tidak terlibat narkoba. . Sehingga. . Kita memberikan yang cukup untuk negara dan sebaliknya negara mesti memberikan yang cukup kepada kita sebagai warga negara. John F Kennedy tersebuat membuka penulisan esay ini yang bertemakan kontribusi untuk bangsa. Pertanyaan saya adalah apakah itu dilakukan untuk negara ini ataukah untuk diri pribadi atau golongan? Masih dengan pertanyaan sama. dan Change-Change lain dalam dunia idealita namun dalam realitanya seperti tak berkontribusi apa-apa. Siapa sih kita? Kita yang kecil ini bisa apa? Mahasiswa yang belum bisa membiayai diri sendiri dengan segala keterbatasan ini bisa apa untuk Indonesia? Mahasiswa yang sering disebut-sebut Agen of Change. tidak semata. nasionalisme ke-Indonesiaan pun belum sepenuhnya terdefinisi. terkhusus lagi mengenai bela negara. Bagian dari pidato John F. seluas ini. Kontribusiku untuk Bangsa “Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu”. Tak yakin dengan dirinya. ataukah nasionalisme itu hanya hak eksklusif kaum elite saja? Dengan gagalnya bangsa ini mendefinisikan nasionalisme. hal yang wajar dan mungkin banyak dialami adalah bahwa kita bingung menjawab pertayaan tersebut.Kennedy yang begitu populer itu.

Hal serupa juga tertulis dalam kitab suci Al-Quran dimana setiap muslim diajarkan untuk bersedekah dimana yang punya sesuatu lebih dibagikan kepada yang kurang. pengabdian. Indonesia yang kaya dan subur ini juga mengimpor banyaknya produk makanan dan minuman. Oleh karena itu sikap kita bisa dilakukan dengan saling memberi. Ketika kita berbagi dengan sesama anak bangsa. maka kita telah mengerjakan bagian kita sebagai warga negara.kontribusi lain yang mendukung peningkatan SDM bangsa sehingga warga negara bisa lebih bijak dan cerdas menanggapi setiap permasalahan. pembinaan. Negara-negara tersebut antara lain Palau.F. Filipina. Jadi. maka perusahaan pun harus memberikan sesuatu kepada saya. siapa yang harus memberi dan siapa yang harus menerima? Apakah pidato berisikan gagasan yang diambil dari J. Secara rasional dalam hal ini. kamu telah melakukannya untuk Aku". Malaysia. Begitu pula ketika saya bekerja dan memberikan sesuatu kepada sebuah perusahaan. maka saya akan memperoleh sesuatu dari negara juga. terpuruk. adakah di antara kita yang mau bekerja tanpa dibayar? Tanpa harus berpanjang lebar. Kalaupun dalam kitab suci orang Kristen. Setidaknya ada lima negeri jiran yang masih memiliki masalah perbatasan dengan Indonesia. Singapura. saya hanya mau menyampaikan salah satu cara memberi pada negara adalah "berbagi dengan sesama".K. tetapi dalam bentuk pendidikan. ditulis bahwa Yesus pernah mengatakan: "Apapun yang kamu kerjakan bagi orang-orang yang hina ini. dan Timor Leste. . artinya ketika saya bekerja demi dan untuk negara. maka dalam konteks merefleksikan keberadaan kita sebagai warga bangsa dan negara juga warga dapat dikatakan bahwa apapun yang kita kerjakan dan bagikan dengan sesama kita. tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi? Kekayaan alam Indonesia tidak seirama dengan kehidupan bangsanya. Rakyatnya yang miskin. itu hanyalah slogan dan pemanis mulut belaka? Sejalan dengan itu. dan kontribusi. Banyaknya barang impor yang mendominasi Negara tercinta ini karena kurangnya daya saing produk dari dalam negeri dan lemahnya perlindungan pemerintah terhadap produk lokal. maka yang kaya tidak akan berkelebihan dan yang miskin tidak akan berkekurangan. melarat tak berdaya. dimana negara ini sangat amat kaya raya. Berbagi dengan sesama dapat dikategorikan bentuk kontribusi kepada negara. Indonesia masih memiliki sejumlah masalah perbatasan dengan negara tetangga. Sejalan dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang ini. Tidak semata-mata memberikan uang tunai.

. Graha Ilmu. Jakarta. Bela Negara: Peluang dan Tantanan di Era Globalisasi. A. Dalam konteks Indonesia. kita bisa melakukan bela Negara. Daftar Pustaka Subagyo. Kesadaran bela negara menjadi modal dasar sekaligus kekuatan bangsa. perlu saya tekankan lagi bahwa kesadaran bela negara merupakan satu hal yang esensial dan harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia (WNI). Dengan demikia. Dalam kasus ini. kedaulatan serta kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia. dalam rangka menjaga keutuhan. menyeluruh. sebagai wujud penunaian hak dan kewajibannya dalam upaya bela negara. dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air. . kesadaran berbangsa dan bernegara serta keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara guna menghadapi ancaman baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri (Subagyo. 2015.Konflik dengan daereh daerah tersebut sekarang bersifat perang dingin akibat perbatasan daerah yang saling mengklaim. terpadu. 2015). bela negara dipahami sebagai sikap dan perilaku warga negara yang teratur.