You are on page 1of 23

BAB II

TINJAUAN PUTAKA

2.1 Definisi
Kanker (karsinoma) kandung kemih (buli-buli / vesika urinaria) adalah suatu kondisi
medis yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal sel kanker atau tumor pada kandung
kemih.
Kanker buli-buli adalah kanker yang mengenai organ buli-buli (kandung kemih).Buli-
buli adalah organ yang berfungsi untuk menampung air kemih yang berasal dari ginjal. Jika
buli-buli telah penuh maka air kemih akan dikeluarkan.
Carcinoma buli adalah tumor yang didapatkan pada buli-buli atau kandung kemih yang
akan terjadi gross hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar air kencing warna merah terus.

2.2 Etiologi
Penyebab yang pasti dari kanker vesika urinaria tidak diketahui. Tetapi penelitian telah
menunjukkan bahwa kanker ini memiliki beberapa faktor resiko:
1. Usia, resiko terjadinya kanker kandung kemih meningkat sejalan dengan pertambahan usia.
2. Merokok,merupakan faktor resiko utama.
3. Lingkungan kerja. Beberapa pekerja memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita
kanker ini karena di tempatnya bekerja ditemukan bahan-bahan karsinogenik(penyebab
kanker). Misalnya pekerja industri karet, kimia, kulit.
4. Infeksi, terutama infeksi saluran kemih.
5. Ras, orang kulit putih memiliki resiko 2 kali lebih besar, resiko terkecil terdapat pada orang
Asia.Pria, memiliki resiko 2-3 kali lebih besar.
6. Riwayat keluarga. Orang-orang yang keluarganya ada yang menderita kanker kandung kemih
memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker ini.

2.3 Anatomi Fisiologi
Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjdinya proses penyaringan darah
sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap
zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh
larut dlam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Sistem perkemihan terdiri dari: a) dua ginjal (renal) yang menghasilkan urin, b) dua
ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih), c) satu vesika
urinaria (VU), tempat urin dikumpulkan, dan d) satu urethra, urin dikeluarkan dari vesika
urinaria.
Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti buah pir
(kendi) dan letaknya di belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. Vesika urinaria
dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.

Dinding kandung kemih terdiri dari:
a. Lapisan sebelah luar (peritoneum).
b. Tunika muskularis (lapisan berotot).
c. Tunika submukosa.
d. Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).

Buli-buli adalah organ berongga yang dindingnya terdiri dari otot-otot halus yang
disebut muskulus detrusol. Otot ini terdiri dari yang arah seratnya sedemikian rupa sehingga
bila berkontraksi menyebabkan buli-buli mengkerutdan volumenya mengecil. Di bagian
distal yaitu dekat dasar panggul (Diafgrama Urogenital) otot detrusor membentuk tabung dan
melapisi uretra posterior.
Lapisan sebelah dalam dari buli-buli adalah mukosa yang terdiri dari epitel sel
transisi. Disebelah luar dilapisi oleh serosa dan bagian fundus (kubah) ditutup oleh
peritonium. Bila buli-buli penuh peritonium terdesak kekranial. Buli terletak dirongga perut
bagian bawah, tepatnya didalam rongga pelvis dan extra peritonial. Berada tepat dibelakang
simfis pubis. Pada pria dibagian belakang berdekatan dengan rektum dan pada wanita
berdekatan dengan uterus dan vagina. Berbeda dengan traktus urinarius bagian atas (ginjal
dan ureter), maka untuk traktus urinarius bagian bawah, buli ke distal, persyaratan amat
penting peranannya untuk menjalankan fungsi organ tersebut. Persyarafan buli dan uretra
dilaksanakan oleh system syaraf otonom yang terdiri dari parasimpatis dan simpatis.
Persyarafan ini berpusat di medula spinalis segmen torakolumbal. (Th XII – LIII) dan segmen
sakral II-IV ( parasimpatis).
Terdapat tiga fungsi penting dari buli yaitu reservoir, ekspulsi urin, dan anti reflek.
Sebagai reservoir, buli-buli manusia mempunyai kapasitas antara 200 sampai dengan 400
ML. Setelah miksi buli-buli diisi lagi dengan urin yang datang dari ginjal. Selama pengisian
ini sampai kapasitasnya terpenuhi, tekanan dalam buli-buli tetap rendah, kurang dari 20 cm
H20. bila buli-buli penuh dindingnya teregang dan menyebabkan rangsangan pada reseptor di
dinding buli- buli, akibatnya tekanan dalam buli-buli meningkat dan dirasakan sebagai
perasaan ingin kencing. Pada keadaan demikian uretra posterior otomatis membuka. Urin
belum keluar karena masih ditahan oleh sfingter eksterna yang terdiri dari otot bergaris
dengan persyasarafan sema omotoris yang bekerja secara disadari ( volunter ). Sfingter ini
akan membuka bila di perintahkan oleh yang bersangkutan. Pada waktu ekspulasi tekanan
dalam buli- buli meningkat antara 70 – 100 cm H20. Urin yang ada dalam buli-buli tidak
akan mengalir ke arah ginjal. Arah ureter bagian distal yang serong. Panjangnya ureter

4 Klasifikasi Kanker Klasifikasi DUKE-MASINA. To Tanda-tanda tumor primer tidak ada 4. cystoscopy. uroghrafy. No Kode Keterangan 1. Lymfe regional tidak dapat ditemukan 2. tak dapat dilakukan 3. T3 Pada pemeriksaan bimanual indurasi atau masa nodular yang bergerak bebeas dapat diraba di buli-buli. T4 Tumor sudah melewati struktur sebelahnya 10. urography. 2. T4a Tumor mengadakan invasi ke dalam prostate. N2 Pembesaran kontralateral atau bilateral atau kelenjar lymfe regional yang multiple . 3. T2 Pada pemeriksaan bimanual ada indurasi daripada dinding buli-buli. Tis Carcinoma insitu (pre invasive Ca) 2. uterus vagina 11. JEWTT dengan modifikasi STRONG-MARSHAL untuk menentukan operasi atau observasi : a. 4. lympgraphy. Tx Cara pemeriksaan untuk menetapkan penyebaran tumor. T4b Tumor sudah melekat pada dinding pelvis atau infiltrasi ke dalam abdomen b. N= Pembesaran secara klinis untuk pembesaran kelenjar limfe pemeriksaan kinis. intravesikal serta lokasinya yang submukos menyebabkan terjadinya mekanisme klep yang mencegah urin ke arah ginjal (refluk). N1 Pembesaran tunggal kelenjar lymfe regional yang homolateral. T3a Invasi otot yang lebih dalam 8. T1 Pada pemeriksaan bimanual didapatkan masa yang bergerak 5. pemeriksaan bimanual di bawah anestesi umum dan biopsy atau transurethral reseksi. Nx Minimal yang ditetapkan kel. 6. No Kode Keterangan 1. 7. operative. T = pembesaran lokal tumor primer Ditentukan melalui : Pemeriksaan klinis. No Tanpa tanda-tanda pemebsaran kelenjar lymfe regional. T3b Perluasan lewat dinding buli-buli 9.

vagina atau rahim.  Tahap I: sel-sel kanker telah pengkembang untuk lapisan luar lapisan kandung kemih tetapi tidak untuk otot-otot kandung kemih. tetapi tidak untuk kelenjar getah bening atau organ lainnya. dinding panggul atau perut. tak dapat dilaksanakan. 2 M1 Adanya metastase jauh. Radikal bebas mengikat elektron DNA & RNA sel transisional sehingga terjadi kerusakan DNA. No Kode Keterangan 1 Mx Kebutuhan cara pemeriksaan minimal untuk menetapkan adanya metastase jauh. Radikal bebas bergabung dg urin terus menerus. Karena usia yang semakin tua. dan test biokimia. thorax foto. 5. perubahan gen . 5 M1c Metastase multiple dalam satu terdapat organ yang multiple.5 Patofisiologi Kanker kandung kemih lebih sering terjadi pada usia di atas 50 tahun dan angka kejadian laki-laki lebih besar daripada perempuan.  Tahap IV: sel-sel kanker telah pengkembang pada nodus limfa. 3 M1a Adanya metastase yang tersembunyi pada test-test biokimia. N4 Pemebesaran kelenjar lymfe juxta regional c. Pemeriksaan klinis . masuk ke kandung kemih.  Tahap II: sel-sel kanker telah pengkembang untuk otot-otot di dinding kandung kemih tetapi tidak untuk jaringan lemak yang mengelilingi kandung kemih. 6 M1d Metastase dalam organ yang multiple Tahap berikut yang digunakan untuk mengklasifikasikan lokasi. M = metastase jauh termasuk pemebesaran kelenjar limfe yang jauh. maka akan terjadi penurunan imunitas serta rentan terpapar radikal bebas menyebabkan bahan karsinogen bersirkulasi dalam darah. ukuran. N3 Masa yang melekat pada dinding pelvis dengan rongga yang bebeas antaranya dan tumor 6.  Berulang: kanker telah terulang di kandung kemih atau di dekat organ lain setelah yang telah diobati. 2. dan organ lainnya. nodus limfa dan metastasis) pementasan sistem:  Tahap 0: sel-sel kanker ditemukan hanya di atas lapisan dari kandung kemih. Selanjutnya masuk ke ginjal dan terfiltrasi di glomerulus.  Tahap III: sel-sel kanker telah pengkembang untuk jaringan lemak sekitar kandung kemih dan kelenjar prostat. 4 M1b Metastase tunggal dalam satu organ yang tunggal. menurut TNM (tumor. Mutasi pada genom sel somatik menyebabkan pengaktifan oonkogen pendorong pertumbuhan. dan penyebaran kanker.

namun dapat dilakukan sitologi urine untuk melihat adanya sel kanker. Rasa terbakar atau nyeri ketika berkemin.8 Penatalaksanaan Penanganan kanker kandung kemih tergantung pada derajat tumornya (yang didasarkan pada derajat deferiensi sel). b. 2. b. f. Patut dicurigai suatu kanker jika dengan pengobatan standar untuk infeksi. Sistografi atau urografi intravena bisa menunjukkan adanya ketidakteraturan pada garis luar dinding kandung kemih. f.7 Pemeriksaan Diagnostik a. stadium pertumbuhan tumor (derajat invasi local serta ada tidaknya metastase) dan multisentrisitas tumor tersebut (apakah tumor tersebut memiliki banyak pusat). c. 2. c. USG. Sehingga produksi gen regulatorik hilang dan replikasi DNA berlebih. Sistoskopi dilakukan untuk melihat kandung kemih secara langsung dan mengambil contoh jaringan untuk pemeriksaan mikroskopik. Biopsy pada daerah yang dicurigai. d. Nyeri pada satu sisi karena hydronefrosis.Usia pasiaen dan status fisik. Gejala dari kanker vesika uranaria menyerupai gejala infeksi kandung kemih (sititis) dan kedua penyakit ini bisa terjadi secara bersamaan. 2. Sering berkemih terutama malam hari dan pada fase selanjutnya sukar kencing. d. Desakan untuk berkemih. Badan terasa panas dan lemah.6 Manifestasi Klinis Gejalanya bisa berupa: a. e. Reseksi transuretra atau vulgurasi (kauterisasi) dapat dilakukan pada papiloma yang tunggal (tumor epitel benigna) prosedur ini akan melenyapkan tumor lewat insisi bedah atau arus listrik dengan menggunakan instrument yang dimasukkan melalui uretra. mental serta emosional harus dipertimbangkan dalam menentukan bentuk terapinya. Kadang sistoskopi digunakan untuk mengangkat kanker. dan penonaktifan gen supresor kanker. Akhirnya terjadi kanker pada kandung kemih. CT scan atau MRI bisa menunjukkan adanya kelainan dalam kandung kemih. Pielogram IV untuk mengevaluasi traktus urinarius bagian atas dan pengisian kandung kemih. g. . Aliran sitometri dari urine untuk memeriksa ploidi DNA. Hematuria (adanya darah dalam kencing). Pemeriksaan air kemih menunjukkan adanya darah dan sel-sel kanker. yang mengendalikan pertumbuhan. Tidak ada tes screening dini yang akurat untuk menemukan penyakit ini. Lavase kandung kemih dengan salin mungkin akurat. Nyeri pinggang karena tekanan saraf. gejalanya tidak menghilang. e.

doxorubisin. pasien dianjurkan untuk buang air kecil dan meminum cairan sekehendak hati untuk membilas preparat tersebut dari kandung kemih. Radiasi tumor dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk mengurangi mikroekstensi neoplasma dan viabilitas sel-sel tumor sehingga kemungkinan timbulnya kanker tersebut didaerah sekitarnya atau kemungkinan penyebaran sel-sel kanker lewat sirkulasi darah atau system infatik dapat dikurangi. mitomisin. vinblastin.Sistektomi radikal pada pria meliputi pengangkatan kandung kemih. Sistektomi sederhana (pengangakatan kandung kemih) atau sistektomi radikal dilakukan pada kanker kandung kemih yang invasive atau multifocal. BCG kini dianggap sebagai preparat intravesikal yang paling efektif untuk kanker kandung kemih yang kambuhan karena preparat ini akan menggalakkan respon imun tubuh terhadap kanker.Terapi radiasi juga dilakukan bersama pembedahan atau dilakukan untuk mengendalikan penyakit pada pasien dengan tumor yang tidak dapat dioperasi.Kemoterapi topical adalah pemberian medikasi dengan konsentrasi yang tinggi (thiotepa. pasien harus menahan larutan preparat intravesikal tersebut selama 2 jam sebelum mengalirkannya keluar dengan berkemih. jika terdapat kanker in situ atau jika resksi tumor tidak tuntas. Pada akhir prosedur. Kemoterapi dengan menggunakan kombinasi metotreksat. Kemoterapi intra vena dapat dapat dilakukan bersama dengan terapi radiasi. doxorubisin (adreamisin) dan cisplatin (M-VAC) terbukti efektif untuk menghasilkan remisi parsial karsinoma sel transisional kandung kemih pada sebagian pasien. tetapi kandung kemih terisi penuh.Keseluruhan lapisan dinding saluran kemih atau urotelium menghadapi resiko mengingat perubahan karsinoma mukosa bukan hanya ditemukan dalam mukos kandung kemih tetapi juga dalam mukosa pelvis renal. Kemoterapi topical (kemoterapi intravesikal atau terapi dengan memasukkan larutan obat anti neoplastik kedalam kandung kemih yang membuat obat tersebut mengenai dinding kandung kemih) dapat dipertimbangkan jika terdapat resiko kekambuhan yang tinggi. Kekambuhan merupakan masalah yang serius. ethoglusid dan Bacilus Calmette – Guerin atau BCG) untuk meningkatkan penghancuran jaringan tumor. ureter dan uretra. kurang lebih 25 persen hingga 40 persen tumor superficial akan kambuh kembali sesudah dilakukan vulgerasi atau reseksi transuretra. Pasien dibolehkan makan dan minum sebelum prosedur pemasukan (instilasi) obat dilaksanakan. Penderita piloma benigna harus menjalani tindak lanjut dengan pemeriksaan sitologi dan sistoskopi secara berkala sepanjang hidupnya karena kelainan malignansi yang agresif dapat timbul dari tumor ini. Penatalaksanaan kanker kandung kemih superficial merupakan suatu pantangan karena biasanya mudah terjadi abnormalitas yang meluas pada mukosa kandung kemih. prostat serta vesikulus seminalis dan jaringan .

Untuk kanker kandung kemih yang lebih lanjut atau untuk pasien hematuria yang membandel (setelah terapi radiasi). ureter bagian bawah. Kanker kandung kemih juga dapat diobati dengan infuse langsung preparat sitotoksik melalui suplai darah arterial organ yang terkena sehingga bisa tercapai konsentrasi preparat kemoterapeutik yang lebih tinggi dengan efek toksik sistemik yang lebih kecil. uterus. vagina anterior dan uretra.Pada wanita.Pengangkatan kandung kemih memerlukan prosedur difersi urin (mengalihkan aliran urin dari kandung kemih ketempat keluar yang baru. sebuah balon besar berisi air yang ditempatkan dalam kandung kemih akan membuat nekrosis tumor dengan mengurangi suplai darah kedinding kandung kemih (terapi hidrostatik). tuba fallopi. sistektomi radikal meliputi pengangkatan kandung kemih. ovarium.Operasi ini dapat mencakup pula limfadenektomis (pengangkatan nodus limfatikus). Kanker kandung kemih varietas sel transitional memiliki respon yang buruk terhadap kemoterapi. doxorubisin dan siklofosfamid sudah digunakan dengan berbagai takaran serta jadwal pemberian dan tampaknya merupakan kombinasi yang paling efektif. fenol atau perak nitrat dapat meredahkan gejala hematuria dan stranguria (pengeluaran urin yang lambat dan nyeri) pada sebagian pasien. Terapi instilasi dengan cara memasukkan larutan formali.vesikal disekitarnya. .Cisplatin. yang biasanya melalui lubang yang dibuat lewata pembedahan pada kulit (stoma).

ada benjolan pada abdomen sebelah bawah. Eleminasi Gejala : Perubahan gejala BAK Tanda : Nyeri saat BAK. c) Riwayat Penyakit Dahulu (riwayat penyakit yang sama atau penyakit lain yang pernah diderita oleh pasien). pola aktivitas latihan. C. perubahan mental g. Riwayat Keperawatan a) Keluhan Utama : Pasien nyeri saat BAK dan agak mengedan. penyakit yang pernah diderita anggota keluarga yang menjadi faktor resiko. B. ketergantungan obat. sulit BAB. takikardia. Urine bewarna merah e. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN 3. respon menarik pada rangsangan nyeri h. Makanan & Cairan Gejala : Mual muntah Tanda : Muntah f. e) Riwayat psikososial dan spiritual. Sirkulasi Gejala : Perubahan tekanan darah normal (hipertensi) Tanda : Tekanan darah meningkat. bradikardia. Aktivitas/Istirahat Gejala : Merasa lemah dan letih Tanda : Perubahan kesadaran b. Identitas Pasien. Darah keluar sedikit-sedikit saat BAK dan terasa nyeri sera sulit BAB. dan nyeri diseluruh tubuh terutama dipinggang. d) Riwayat Kesehatan Keluarga. Neurosensori Gejala : Kehilangan kesadaran sementara (Vertigo) Tanda : Perubahan kesadaran sampai koma. pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan (rokok. Pemeriksaan Fisik a. b) Riwayat Penyakit Sekarang(riwayat penyakit yang diderita pasien saat masuk rumah sakit).1 Pengkajian A. mudah tersinggung d. Integritas Ego Gejala : Perubahan tingkah laku atau kepribadian Tanda : Cemas. Interaksi Sosial Gejala : Perubahan interaksi dengan orang lain Tanda : Rasa tak berdaya. g) Kebiasaan sehari-hari (pola eliminasi BAK. menolak jika diajak berkomunikasi i. minuman keras)). f) Kondisi lingkungan rumah. Keamanan Gejala : Trauma baru . disritmia c. Nyeri/Kenyamanan Gejala : Sakit pada daerah abdomen Tanda : Wajah menyeringai.

Penyuluhan/Pembelajaran Gejala : Riwayat keluarga lebih tinggi dari normal untuk insiden depresi Tanda : Prestasi akademik tinggi 3. lamanya dan faktor yang mempengaruhi nyeri. Berikan terapi non farmakologis untuk menghilangkan nyeri seperti teknik nafas dalam dan teknik distraksi. 5. Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan dengan hipermetabolik yang berhubungan dengan kanker. Dx 3 : Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan dengan hipermetabolik yang berhubungan dengan kanker. b. Intervensi : 1. Observasi output dan intake cairan selama 24 jam. d. Dengan kriteria hasil : tidak ada nyeri saat BAK. 3. obtruksi jalur syaraf. c. Dengan kriteria hasil:  Skala nyeri berkurang sampai hilang. Dx 2 : Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan obstruksi. infiltrasi system suplai syaraf. obtruksi jalur syaraf. 3. Kolaborasi pemberian analgesik atau antipasmodik untuk mengurangi gejala iritasi saat BAK dan menghambat kontraksi kandung kemih yang tidak stabil. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit. 3. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan obstruksi / iritasi kandung kemih. Nyeri berhubungan dengan proses penyakit (penekanan/kerusakan jaringan syaraf.3 Intervevsi a. Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian analgesik. b. 4. amenorea k. inflamasi). 2. Dengan kriteria hasil : . Anjurkan pasien mempertahankan intake cairan yang adekuat. Berikan pengalihan seperti reposisi dan aktivitas menyenangkan seperti mendengarkan musik atau nonton TV. Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1x24 jam diharapkan nyeri pasien terkontrol. Tanda :Terjadi kekambuhan lagi j. inflamasi). 2. Dx 1 : Nyeri berhubungan dengan proses penyakit (penekanan/kerusakan jaringan syaraf. 4. c.  Pasien mengungkapkan perasaan nyaman berkurangnya nyeri.2 Diagnosa Keperawatan a. Beri kompres hangat pada daerah yang nyeri. Jelaskan pada pasien dan keluarga bahwa kanker kandung kemih menyebabkan iritasi kandung kemih sehingga terjadi frekuensi dan urgensi. Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1x24 jam diharapkan pola eliminasi urine kembali normal. Kaji nyeri : karakteristik. Setelah dilakukan asuhan keperawatan 7x24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi pasien adekuat. Intervensi: 1. Seksualisasi Gejala : Tidak ada sedikitnya tiga silus menstruasi berturut-turut Tanda : Atrofi payudara. intensitas. infiltrasi system suplai syaraf.

Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. perkembangan dan prognosis kesehatan b. Beri kesempatan pada klien untuk mengekspresikan rasa marah. 4.4 Implementasi a. bicara dan sentuhlah dengan wajar. tujuan dan efek samping. hasil lab normal dan tidak ada tanda malnutrisi. 8. Kontrol faktor lingkungan seperti bau busuk atau bising. Menjelaskan kembali mengenai patofisiologi / prognosis penyakit dan perlunya pengobatan / penanganan dalam jangka waktu yang lama sesuai prosedur. Dx 4 : Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit. 3.  Menunjukkan koping yang efektif serta mampu berpartisipasi dalam pengobatan. konfrontasi. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan misalnya makan bersama teman atau keluarga. d.  Pasien menunjukkan berat badan stabil.  Rileks dan dapat melihat dirinya secara obyektif. Anjurkan untuk mengembangkan interaksi dengan support system. Porsi makan pasien habis. 4. d. 3. Catat koping yang tidak efektif seperti kurang interaksi sosial. 3. Anjurkan pula makanan kecil untuk klien. visualisasi. Dengan kriteria hasil:  Pasien tidak menanyakan terus menerus tentang penyakitnya. 7. 5. 7. Intervensi: 1. ukur trisep serta amati penurunan berat badan untuk memberikan informasi tentang penambahan dan penurunan berat badan klien. penting sekali memakan obat sesuai petunjuk. takut. serum transferin dan albumin. distensti berlebihan. 6. penanganan. Mendorong individu untuk bertanya mengenai masalah. lemak dan pedas untuk mencegah mual muntah. Berikan informasi tentang prognosis secara akurat. dan tidak menghentikan pengobatan tanpa pengawasan dokter. latihan moderate sebelum makan. Kolaboratif:Amati studi laboraturium seperti total limposit. Meninjau kembali obat-obat yang didapat. Anjurkan komunikasi terbuka tentang problem anoreksia yang dialami klien. Pertahankan kontak dengan klien. . Timbang dan ukur berat badan. Jelaskan pengobatan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1x24 jam diharapkan cemas pasien berkurang. Mengidentivikasi factor lingkungan yang memungkinkan resiko terjadinya cedera c. Anjurkan tehnik relaksasi. Monitor intake makanan setiap hari. Anjurkan klien untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalori dengan intake cairan yang adekuat (porsi sedikit tapi sering). 5. Intervensi: 1. 6. 2. apakah klien makan sesuai dengan kebutuhannya untuk memberikan informasi tentang status gizi klien. ketidak berdayaan dll. dyspepsia yang menyebabkn penurunan nafsu makan seta mengurangi stimulus berhaya yang dapat meningkatkan ansietas. hindarkan makanan yang terlalu manis. Beri informasi dengan emosi wajar dan ekspresi yang sesuai. 2. Bantu klien mempersiapkan diri dalam pengobatan. Termasuk petunjuk untuk pengurangan dosis.

Sedangkan definisi malpraktek profesi kesehatan adalah kelalaian dari seorang dokter atau perawat untuk mempergunakan tingkat kepandaian dan ilmu pengetahuan dalam mengobati dan merawat pasien.2 Malparaktek dalam Keperawatan Banyak kemungkinan yang dapat memicu perawat melakukan kelalaian atau malpraktik. (1995) mengatakan bahwa untuk mengatakan secara pasti malpraktik. 3. 3. Memerikan informasi pada keluarga tentang tindakan yang harus dilakukan selama pasien merasakan sakit. b. Pada saat terjadinya cedera. Pelanggaran terjadi sehubungan dengan kewajibannya artinya menyimpang dari apa yang seharusnya dilakukan menurut standar profesinya.1 Pengertian Malpraktek Malpraktek mempakan istilah yang sangat umum sifatnya dan tidak selalu berkonotasi yuridis.Meskipun arti harfiahnya demikian tetapi kebanyakan istilah tersebut dipergunakan untuk menyatakan adanya tindakan yang salah dalam rangka pelaksanaan suatu profesi.5.Pelanggaran .Secara harfiah “mal” mempunyai arti salah sedangkan “praktek” mempunyai arti pelaksanaan atau tindakan. dokter atau penasehat hukum. Guwandi (1994) mendefinisikan malpraktik sebagai kelalaian dari seorang dokter atau perawat untuk menerapkan tingkat keterampilan dan pengetahuannya di dalam memberikan pelayanah pengobatan dan perawatan terhadap seorang pasien yang lazim diterapkan dalam mengobati dan merawat orang sakit atau terluka di lingkungan wilayah yang sama. Breach of the duty.5 Malpraktek 3.Perawat dan masyarakat pada umumnya tidak dapat membedakan antara kelalaian dan malpraktik.Walaupun secara nyata jelas penbedaannya sebagaimana telah diuraikan terdahulu. Ellis dan Hartley (1998) mengungkapkan bahwa malpraktik merupakan batasan yang spesifik dari kelalaian (negligence) yang ditujukan pada seseorang yang telah terlatih atau berpendidikan yang menunjukkan kinerjanya sesuai bidang tugas/pekerjaannya. Duty. K. sehingga malpraktek berarti pelaksanaan atau tindakan yang salah.Malpraktik lebih spesifik dan terkait dengan status profesional seseorang misalnya perawat. e. yang lazim dipergunakan terhadap pasien atau orang yang terluka menurut ukuran dilingkungan yang sama. Menurut Vestal.W. Hubungan perawat- klien menunjukkan bahwa melakukan kewajiban berdasarkan standar keperawatan. terkait dengan kewajibanya yaitu kewajiban untuk mempergunakan segala ilmu dan kepandaiannya untuk menyembuhkan atau setidak-tidaknya meringankan beban penderitaan pasiennya berdasarkan stadar profesi.5.apabilapenggugat dapat menunjukkan dibawah ini: a.

atau adanya penderitaan atau stress emosi dapat dipertimbangkan sebagai akibat cedera hanya jika terkait dengan cedera fisik). pelanggaran dapat bersifat pelanggaran : A. maka perawat pun merupakan tenaga kesehatan yang preofesional yang menghadapi banyak masalah moral/etik sepanjang melaksanakan praktik profesional. dan perawat berada pada tuntutan malpraktik. Keluhan nyeri. Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalammelaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin. Terhadap pelanggaran ini sepenuhnya oleh organisasi profesi (Majelis Kode Etik Keperawatan) sebagaimana tercamtum pada pasal 26 dan 27 Anggaran Dasar PPNI. Beberapa masalah etik yang sering terjadi pada tenaga keperawatan antara lain moral unpreparedness. B. Untuk menangani masalah etika yang terjadi pada tenaga keperawatan dilakukan organisasi profesi keperawatan (PPNI) melalui Majelis Kode Etik Keperawatan. Tindakan sebagaimana yang dimaksud tidak mengurangi ketentuan pada :pasal 54 ayat (1) dan ayat (2) UU No. Terhadap tuntutan malpraktik. Penentuan ada .Jika semua elemen itu dapat dibuktikan hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi malpraktik. Sanksi administratif. moral blindness. d. Seseorang mengalami injury atau kerusakan (damage) yang dapat dituntut secara hukum (misalnya pasien mengalami cedera sebagai akibat pelanggaran. Proximate caused. Pelanggaran terhadap kewajibannya menyebabkan/terkait dengan injury yang dialami (misalnya cedera yang terjadi secara langsung berhubungan dengan pelanggaran terhadap kewajiban perawat terhadap pasien).Sebagaimana halnya doter. Berdasarkan hasil pemeriksaan MDTK akan dilaporkan kepada pejabat kesehatan berwenang untuk mengambil tindakan disiplin terhadap tenaga kesehatan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. yaitu : (1).23 tahun 1992 tentang Kesehatan.(2). Pelanggaran etika profesi. Berdasarkan Keppres No. harus mampu menunjukkan bukti pada setiap elemen dari keempat elemen di atas. amoralism.56 tahun 1995 dibentuk Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan (MDTK) dalam rangka pemberian perlindungan yang seimbang dan objetif kepada tenaga kesehatan dan masyarakat penerima pelayanan kesehatan. c. Sebagai penggugat. Injury. yang terjadi terhadap pasien (misalnya kegagalan dalam memenuhi standar keperawatan yang ditetapkan sebagai kebijakan rumah sakit.MDTK bertugas meneliti dan menentukan ada atau tidaknya kesalahan atau kelalaian dalam menerapkan standar profesi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. dan moral fanatism.

5. 3. Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.Organisasi iniberada baik di tingkat pusat. Amerika Serikat. berbunyi : Pasal 61 : Penentuan pidana dapat dilakukan terhadap pelaku usaha dan/atau pengurusnya. Keanggotaan MDTK terdiri dari unsur Sarjana Hukum. Terhadap pelanggaran yang mengakibatkan luka berat. Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. pasal 8. Pasal 10. ahli kesehatan yang diwakili organisasi profesi di bidang kesehatan. Pasal 13 ayat (2). Pasal 17 ayat (1) huruf a. (2). cacat tetap atau kematian diberlakukan ketentuan pidana yang berlaku. Pelanggaran yang bersifat pidana sebagaimana pada UU No.Sejauh ini di Sulawesi Selatan belum terbentuk MDTK. 500.000.3 Kasus Seorang pria berusia 67 tahun bernama Hurshel Ralls yang mengalami tumor ganas pada alat reproduksinya. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. huruf e. sakit berat. Pasal 12.00 (dua miliar rupiah). maka dirinya pun bersediaa untuk menjalani operasi pengangkatan kandung kemih guna mengobati tumor ganas yang dideritanya di Clinics ofbNorth Texas. Pelanggaran yang bersifat perdata sebagaimana pada UU No.2.000.000. atau sebagimana pada pasal 61 dan 62 UU No. Pelanggaran dapat bersifat perdata maupun pidana. Pasal 13 ayat (1) huruf d dan huruf f dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau pidana denda banyak Rp.000.. ayat (2).23 tahun 1992 pada pasal 55 ayat (1) dan ayat (2) berbunyi: (1) Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesdalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan. Wichita Falls. dan ahli sosiologi. Ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setelah .23 tahun 1992 pada Bab X (Ketentuan Pidana) berupa pidana penjara dan atau pidana denda. juga ditingkat Propinsi. Hal yang berhubungan dengan ganti rugi dapat bersifat negosiasi atau diselesaikan melalui pengadilan. dan Pasal 18 dipidana dengan penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. tidaknya kesalahan atau kelalaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditentukan oleh Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan.00 (lima ratus juta rupiah). ahli psikologi. (2). ahli agama. Pelanggaran hukum. huruf c. huruf b. (3). Pasal 62 : (1).000. Setelah diperiksa dan dikonsultasikan dengan dokter. C.

dan Farid Khoury untuk mengganti rugi sekitar Rp. pasalnya menurut beliau dokter sama sekali tidak pernah menyampaikan pada dirinya ataupun istrinya mengenai ikut diamputasinya penis dan testis sebagai bagian dari bedah pengangkatan tumor kandung kemih yang ia jalani. dan dokter tersebut melakukan kesalahan juga kecerobohan prosedur operasi. Karena merasa tertipu dan dirugikan. dan pasien sudah memperbolehkan dokter melakukan segala tindakan untuk menyelamatkan nyawanya. Hasil : Terdapat sebanyak 22 orang penderita karsinoma buli-buli yang terdiri dari laki- Iaki 19 orang (86. ternyata tidak hanya kandung kemih Hurssel yang diangkat namun juga penis dan testisnya juga ikut diamputasi. polakisuria. Pengacara Hurshel menuding 2 dokter tersebut sembrono mengamputasi alat kelamin Hurshel tanpa ijin. Perbandingan laki-Iaki : wanita = 6. Metode Penelitian ini dilakukan secara retrospektif deskriptif pada penderita karsinoma buli-buli . 3. Pada karsinoma yang telah mengadakan infiltratif tidak jarang menunjukan adanya gejala iritasi dari buli-buli seperti disuria.9%). Hal ini sungguh membuat Hurshel berang.5 milyar.6%). Diagnosis karsinoma buli-buli ini ditegakkan melalui perneriksaan endoskopi dan biopsy. Karena tim dokter tersebut baru memeriksa sel jaringan penis korban di laboratorium setelah mengamputasinya. ternyata sama sekali tidak ada sel kanker pada alat kelamin korban.menjalani operasi. Hurshel menggugat 2 dokter bedah John S. Padahal prosedur yang benar adalah dokter harus melakukan biopsi terlebih dahulu. Dengan dalih dua orang dokter bedah yang melakukan pembedahan untuk mencegah penyebaran kanker karena menurut tim dokter ini.4%) wanita 3 orang (13. Selain itu setelah jaringan alat kelaminnya diperiksakan ke dokter lain. sel-sel kankernya telah merembet hingga saluaran kemih.3:1 dan usia~70 tahun (40. 42.6 Jurnal Penelitian KARSINOMA BULI-BULI YANG DIRAWAT DI BANGSAL BEDAH RSUD DJAMIL PADANG TAHUN 2000 SAMPAI 2005 Abstrak Latar Belakang: Pendahuluan Karsinoma buli-buli adalah suatu Karsinoma yang terdapat pada vesikaurinaria yang ditandai dengan adanya total hematuria tanpa disertai rasa nyeri dan bersifat intermiten. Data diambil dari Rekam Medis pada penderita karsinoma buli-buli yang dirawat dibangsal bedah RSUP DR M jamil padang selama 5 tahun (Januari 2000 sampai Desember 2005) yang telah dilakukan TUR Buli-buli dan pemeriksaan Patologi Anatomi. Hasil pemeriksaan Patologi Anatomi didapatkan Transional sel . frekuensi dan urgensi dan juga biasa dengan keluhan retensi oleh bekuan darah.

Penyebab lain diduga akibat pemakaian analgetik. . Untuk membedakannya dibutuhkan dibutuhkan endoskopi untuk melihat bentuk dan besar tumor.2%) Kesimpulan : Pada penelitian ini didapatkan penderita karsinoma buli-buli terdapat pria:wanita = 6. karsinoma 22 orang (100%) dengan stadium II 10 orang (45.5%) . sedangkan penyebaran hematogen paling sering ke hepar. otot dan lernak perivesika yang kemudian menyebar lansung kejaringan sekitamya. Karsinoma buli-buli yang masih dini merupakan tumor superficial. sistomiasis atau radiasi. Pria lebih sering menderita karsinoma buli-buli dibandingkan dengan wanita. Penyebaran limfogen menujuk kelenjer limfe perivesika. perubahan dalam buli-buli dan melakukan biopsi untuk pemeriksaan sitologi sel. Terapi dengan kernoterapy intravesikal 1 orang (4. Umur. Karsinoma buli-buli perlu dibedakan dari tumor ureter yang menonjol kearah bulibuli karsinoma prostat dan hipertropi prostat lobus median prostate. dan sistektomi 4 orang (18.5%). iliaka ekterna dan iliaka kornunis. 2.3:1 dan terbanyak pada usia~70 tahun. polakisuria. baik yang berasal dari exsogen dari rokok ataupun bahan kimia maupun endogen dari hasil metabolisme. Zatkarsinogen. Radio kemoterapi intravesika l2 orang (9. sedangkan squamous karsinoma sekitar 5- 10% dan 2% adalah adenokarsinoma.1%). Endoskopi. Pemeriksaan Patologi Anatomi. Dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi didapatkan 100% Transisional sel karsinoma pada stadium II danIII Terapi yang dilakukan terbanyak adalah radio terapi 68. Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya karsinoma buli-buli diantaranya: 1. obturator. frekuensi dan urgensi dan juga biasa dengan keluhan retensi oleh bekuan darah. TURB.Karsinoma buli-buli meningkat pada usia 60an. Pada karsinoma yang telah mengadakan infiltrative tidak jarang menunjukan adanya gejala iritasi dari buli-buli seperti disuria. Tumor ini lama kelamaan dapat mengadakan infiltrasi kelamin apropria. PENDAHULUAN Karsinoma buli-buli adalah suatu karsinoma yang ditandai dengan adanya total hematuria tanpa disertai rasa nyeri dan bersifat intermiten. Radio terapi 15 orang (68. Disamping itu tumor dapat menyebar secara limfogen dan hematogen.2%) . Karsinoma buli-buli hamper 90% adalah karsinoma sel transisional. 3. sitostatik dan iritasi kronik oleh batu.5%) dan stadium III 12 orang (54. Dalam menegakkan diagnosis dipakai sistem TMN.2% KataKunci : Total Hematuria. paru-paru dan tulang. Insiden karsinoma buli-buli merupakan 2% dari seluruh keganasan dan keganasan no 2 terbanyak pada karsinoma traktus urinarius setelah karsinoma prostat.

Sistoskopi untuk mengontrol kekambuhan biasanya setiap tiga bulan selama satu tahun dan kemudian setiap enam bulan. mitomicin dan BeG. Invasif (stdII. Ada tiga macam pembedahan yaitu sistektomi parsial. Tl Masuk kejar subepitel. T3b Masuk jaringan lunak sekitar vesika. Radiasi Paliatif Terapi endoskopi merupakan terapi baku karsinoma superficial melalui reseksi transurethral tumor secara total. Kadang radiasi diperlukan sebagai terapi paliatif untuk menghentikan perdarahan atau gejala metaastase pada karsinoma lanjut. N2 Kelenjar tunggal 2. Lndikasi sistektomi parsial adalah tomor soliter yang berbatas tegas pada mukosa. T2 Masuk permukaan otot. Kemoterapi secara intravesika bertujuan mengurangi kemungkinan kekambuhan Kemoterapi yang digunakan adalah tiotepa. IV) Terapi Adjuvan. Superfisial (std0. Nl Kelenjar tunggal < 2cm. Diversi urin yang . doksosorubicin. Endoskopi juga dipakai untuk fulgerasi dan terapi laser. Kecuali untuk reseksi tumor sampai di submukosa. Alternatif terapi: 1. Radiasi juga dipakai untuk menyembuhkan pada stadium T3 yang tidak tahan pembadahan dasar atau terapi paliataif tumor T4. N3 Kelenjer > 5em Ml metastase jauh. Pembedahan dilakukan kalau karsinoma sudah sampai otot dari buli-buli. Metastase (std. Rencana pasca bedah selanjutnya sangat menentukan hasil terapi. T4 Masuk keorgan sekitarnya. Kemoterapi diberiakan setelah reseksi transurethral karsinoma superficial. T3a Masuk otot lebih½. sistektomi total merupakan terapi defenitif untuk karsinorna parsial yang kambuh dan sistektomi radical merupakan pilihan kalau tidak berhasil atau menimbulakan kekambuhan. Radiasi diberikan setelah reseksi transruretral karsinoma buli-buli superficial atau setelah sistektomi. sistektomi total dan sistektomi radical.III) TURB dan Sistektomiatau Radiasi Ext 3. multiple < 5em.5em. Klasifikasi menurut system TMN Tiskarsinoma insitu: Ta Karsinoma papiler terbatas pada epitel.I) TURBuli dan Instilasi intra vesika 2.

Adeno karsinoma 0 orang.jenis kelamin yang dirawat dibangsal bedah RSUP DR M Djamil padang tahun 2000 .9 %) hal ini dapat dilihat pada table 1. Hal ini dapat kita lihat pada Tabel 2. HASIL PENELITIAN Pada penelitian ini didapatkan penderita karsinoma buli-buli yang telah dilakukan pemeriksaan Endoskopi dan PatoJogi Anatomi selama tahun 2000 sampai 2005 didapatkan sebanyak 22 orang yang terdiri dari pria 19 orang (86.4%) wanita 3 orang (13. Distribusi pasien karsinoma buli-buli menurut umur. Pada penelitian ini didapatkan penderita karsinoma buli-buli yang telah dilakukan TurBladder (TURB) dan pemeriksaan Patologi Anatomi didapatkan Transional sel karsinoma 22 orang (100%) Squamouscell carcinoma 0 orang.6%). Secara klinis dapat ditemukan dua jenis gambaran yaitu pertumbuhan superfisials yang bertumbuh invasif dan permulaan. Terbanyak pada usia 70tahun (40. Prognosis bergantung pada tingkat pengJuasan dan derajat keganasan.paling baik adalah uretter oenterokutaneostomi dengan menggunakan sebagian usus halus menurut bricker atau urostomakontinen dengan sejenis katup menurut kock.2005. Perbandingan pria:wanita 86. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan secara retrospektif deskriptif pada penderita karsinoma buli- buli. Didapatkan jumlah penderita karsinoma buli-buli terendah pada usia 37 tahun dan tertinggi pada usia 84 tahun. Data diambil dari Rekam Medis pada penderita karsinoma buli-buli yang dirawat di bangsal bedah RSVP DR M Djamil padang selama 5 tahun (Januari 2000 sampai Desember 2005) yang telah dilakukan TUR Buli-buli dan pemeriksaan Patologi Anatomi.4% : 13. Distribusi hasil Patologi Anatomi pasien karsinoma buli-buli yang dirawat dibangsal bedah RSUP DR MD jamil padang tahun 2000-2005. Tabel 1. Tabel 2.6%. PATOLOGIANATOMI n % Transisional Cell Carsiboma 22 100 Squamous Cell Carsinoma 0 0 Adenokarsinoma 0 0 Jumlah 22 100 Penderita karsinoma buli-buli dilakukan staging menurut system TMN didapatkan .

5%) dan stadium III 12 orang (54. . Tetapi perbandingan antara pria dan wanita berbeda dengan literatur lain. Radio kemoterapi intra vesikal sebanyak 2 orang (9.2%). kemoterapy intra vesikal sebanyak 1 orang (4. Distribusi Terapi pasien karsinoma buli-buli yang dirawat dibangsal bedah RSUP DR MD jamil padang tahun 2000 . dimana usia besar dari 70 tahun sekitar usia 40. Pada penelitian ini didapatkan penderita karsinoma buli-buli selama 5 tahun (tahun 2000 .2%). Tabe1 4. Terapi yang dilakukan pada karsinoma buli-buli didapatkan.5%) stadium IV-orang (0%). hal ini sesuai yang didapatkan pada penelitian ini dimana didapatkan semakin bertambah usia angka kejadian karsinoma buli- buli semakin rneningkat.stadium I-orang (0%).4%) dan wanita 3 orang (13. Dimana penderita pria jauh lebih banyak dibandingkan wanita.5 %). Hal ini sedikit berbeda dengan literatur yang ada dimana Transisional karsinoma 90%. Radioterapy sebanyak 15 orang (68.1%) dan sistektomi sebanyak 4 orang (18.9%.3. Hal ini dapat kita lihat pada tabel 3. Penelitian ini didapatkan hasil pemeriksaan patologi anatomi 100% adalah Transisional sel karsinoma.2005. Sehingga pria : wanita = 6. dan pada hasil pemeriksaan patologi antomi didapatkan pada stadium II dan III dan terapi yang dilakukan terbanyak radioterapi.2005) sebanyak 22 orang. stadium I I 10 orang (45. Distribusi Stadium pasien karsinoma buli-buli yang dirawat dibangsal bedah RSUP DR MD jamil padang tahun 2000-2005. sesuai dengan literatur bahwa pasien datang pada stadium II dan III karena pada stadium ini baru keluhan hematuria yang membuat pasien datang berobat. squamous sel karsinoma 5-10% dan adenocarsinoma 2%. Menurut literatur bahwa semakin bertarnbah usia angka kejadian karsinoma buli-buli sernakin meningkat pada usia 69-70 tahun keatas. Dimana pria 19 orang (86. dimana smits dan cambell menyatakan perbangdinagan pria dan wanita = 7 : 3 dan pada urological cancer menyatakan tergantung wilayah atau negara penderita.6%). PEMBAHASAN Pasien karsinoma buli-buli biasanya datang dengan adanya hematuria tanpa disertai adanya rasa nyeri. Hal ini dapat kita lihat pada table 4. Tabel 3. Hal ini sarna yang dikemukan pada semua literature yang ada dimana jumlah pria lebih banyak menderita karsinoma buli-buli dibandingkan wanita. Hal ini disebabkan oleh sel buli-buli terdiri dari sel transisional.

terus-menerus Masuk ke ginjal Terfiltrasi di glomerulus Masuk ke kand. Ed 1 jakarta: penerbit CV Sagung Seto. Dasar-dasar Urology. Retik AB. Terapi yang dilakukan terbanyak adalah radio therapi 68. 1998.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 3. Sjamsuhidayat R dan long WD. dan Wein AJ.kemih . Walsh PC. Smith's General Urologi. Campbell's Urology 3 vol Ed 7. 2000: 145-158.B. Appleton Lange Medical Publication.2 %. Pada penelitian ini didapatkan penderita karsinoma buli-buli terdapat pria : wanita = 6. Vaughan ED. page 2329 –2383. Ed 4. Saunders. Basuki B Purnomo. Buku Ajar Ilmu Bedah. Philadelphia: W. DAFTAR PUSTAKA Tanagho EA dan Mc Annch JW. Ed 14. Urological cancer page 85 – 105. Dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi didapatkan 100% Transisional sel karsinoma pada stadium II dan III. KESIMPULAN 1. 1995 page 353 – 363.3 : 1 dan terbanyak pada usia ~70 tahun.pewarnaan) Bersirkulasi dalam darah Radikal bebas bergabung dg urin sec. WOC Kanker Kandung Kemih Replikasi DNA >> Produksi gen regulatorik hilang Pengaktifan oonkogen pendorong pertumbuhan Perubahan gen yg mengendalikan pertumbuhan Peng-non-aktifan gen supresor kanker Mutasi pd genom sel somatik Perbaikan DNA Usia Imunitas  Rentan terpapar radikal bebeas Lifestyle (rokok) & Bahan Karsinogenik (pabrik jaket kulit bag. 2. 1997 hal 780 –782.

Kapsula Bowman GFR  BUN   Reflex miksi Frequency Gg. Kemih Reflux ureter & ginjal Retensi urin di ginjal Disfungsi ginjal Eritopoetin  Tek. As. B12. Stagnasi radikal bebas Radikal bebas mengikat elektron DNA & RNA sel transisional Kerusakan DNA Sel normal Berhasil Gagal Vit.Kand.Hidrostatik glomerulus > Tek. Pola Eliminasiurin Mitomicin Detox di hati Hati bekerja extra keras Hepatomegali Penggunaan energi terfokus pd mitosis sel Ca .Folat dipakai poliferasi DNA abnormal  Nutrisi Tek.

Nutrisi < kebutuhan Invasi ke jaringan sekitar Ke pem. Penambahan massa bladder Invasi ke jaringan sekitar Ez.darah Hematuria Terbawa aliran limfa Ke nodus limfa daerah pelvis Sel kanker replikasi terus-menerus Pembersaran Limfa (Limfadenopati) Penekanan ujung saraf nyeri daerah pelvis Nyeri Pelvis Nyeri . Telomerase  Ca Bladder Menghasilkan Ez. Protease Replikasi DNA >> RBC  Hb  Anemia Konjungtiva pucat Risiko Gg.darah sekitar Limfogen Merusak reseptor regang sensori Impuls tidak dihantar ke saraf 2-4 Tidak ada rasa miksi Inkontinensia Ruptur pem.

Kanker kandung kemih adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal sel kanker atau tumor pada kandung kemih. gejalanya tidak menghilang. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi) dan letaknya di belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. BAB IV PENUTUP 4. Gejala dari kanker vesika uranaria menyerupai gejala infeksi kandung kemih (sititis) dan kedua penyakit ini bisa terjadi secara bersamaan.1 Simpulan Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Patut dicurigai suatu kanker jika dengan pengobatan standar untuk infeksi. . Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.

Jakarta: EGC. Jakarta: EGC.2 Saran Semoga makalah ini bermanfaat bagi masyarakat yang menderita kanker kandung kemih maupun yang tidak menderita. Serta bagi tenaga kesehatan yang lain. 2000. 2001. Bare G Brenda. Currently have 0 komentar: . volume 2. agar kedepannya dapat meminimalisasi tingkat kejadian kanker kandung kemih serta tindakan malpraktiknya. Marllyn. Doengoes. Jakarta: EGC. Sehat merupakan sebuah keadaan yang sangat berharga. sebab dengan kondisi fisik yang sehat seseorang mampu menjalankan aktifitas sehari-harinya tanpa mengalami hambatan. Barbara. Suzanne.Maka menjaga kesehatan seluruh organ yang berada didalam tubuh menjadi sangat penting mengingat betapa berpengaruhnya sistem organ tersebut terhadap kelangsungan hidup serta aktifitas seseorang. 4. Guwandi (1994) mendefinisikan malpraktik sebagai kelalaian dari seorang dokter atau perawat untuk menerapkan tingkat keterampilan dan pengetahuannya di dalam memberikan pelayanah pengobatan dan perawatan terhadap seorang pasien yang lazim diterapkan dalam mengobati dan merawat orang sakit atau terluka di lingkungan wilayah yang sama. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Engram. 1999. Rencana asuhan keperawatan Edisi 3. Keperawatan medikal bedah. edisi 8. DAFTAR PUSTAKA Smeltzer C. Sehingga status kesehatan masyarakat meningkat.